Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Anakku Menghamili Aku Saat Aku Tidur Dalam Pengaruh Bius

Anakku Menghamili Ku Saat Aku Tidur Dalam Pengaruh Bius – kali ini Ceritasexindo.org akan menyalurkan Cerita hubungan sedarah yg dilaksanakan anak memperkosa ibu kandung saat sedang tertidur dengan judul “ Aku Tak Menyangka, Anakku Menghamili ku Saat Aku Tidur Dalam Pengaruh Bius ” yang tidak kalah serunya dan dipastikan dapat menambah libido seks, selamat menikmati.

Namaku Tini, umur 49 tahun, ketika ini aku bermukim di kota Cirebon. Tetangga kiri kananku mengenalku dengan sebutan bu Haji. Ya, di blok komplek rumahku ini, melulu aku dan suami yang telah naik Haji. Suamiku telah pensiun dari Departemen Luar Negeri. Kini ia aktif berkegiatan di masjid Al Baroq dekat rumah.

Aku juga aktif sebagai ketua pengajian di komplek rumahku ini. Tetangga kami menyaksikan keluargaku ialah keluarga harmonis. Namun mereka bertanya-tanya, kenapa anakku masih kecil, masih berusia satu tahun, sebenarnya aku telah berusia nyaris 50 tahun. Aku bilang saja, yah, maklum, rejeki datang lagi pas umur saya sore begini, inginkan diapakan lagi, jangan kita tolak, mesti anda syukuri.

Sebenarnya aku punya anak lagi, anakku yang sulung, laki-laki, dan ketika ini barangkali ia telah berusia 26 tahun. Namanya Roni. Sebelum kelahiran anakku yang masih bayi ini, Roni ialah anak tunggal. Sampai kesudahannya aku usir dia dari lokasi tinggal ini dua tahun yang lalu. Dan hingga detik ini, suamiku, Beny, atau orang akrab memanggil dia Pak Haji Beny atau Pak Ustad, ia belum tahu dalil mengapa Roni meninggalkan lokasi tinggal sejak dua tahun yang kemudian itu, andai suamiku bertanya padaku, aku darurat berbohong, bilang tidak tahu dan pura-pura kebingungan. Walaupun aku tahu, sebab akulah yang mengenyahkan Roni dari lokasi tinggal tanpa sepengetahuan suamiku.

Cerita kecil hati ini bermula ketika Roni yang sekitar 15 tahun kami tinggalkan hidup dengan Neneknya di Cirebon, kesudahannya kumpul bareng dengan kami layaknya keluarga. Bisa aku tinggalkan sekitar 15 tahun sebab aku dan suami mesti bermukim di Belanda. Saat aku dan suami ke Belanda, Roni baru berusia delepan tahun, ibuku (nenek Roni) tidak hendak jauh dari Roni, beliau barangkali takut Roni bakal terbawa arus kehidupan eropa dan tak sempat adat indonesia. Jadilah Roni bermukim di Cirebon bareng ibuku, kemudian aku dan suami bermukim di Eropa.

Agen bandarQ online terpercaya – Lima belas tahun kemudian, aku dan suami kembali ke tanah air, sebelum kembali aku dan suami menyempatkan diri guna naik haji. Setelah pulang membayar haji, aku dan suami kembali ke tanah air dan pergi ke Cirebon. Tak kusangka anakku telah besar, ya Roni sudah berusia 23 tahun. Kami lihat ia tumbuh menjadi anak yang paling soleh, santun dan lemah lembut.

Aku paling berterima kasih dengan ibu masa-masa itu, telah menciptakan Roni tetap menjadi anak yang baik dan rajin beribadah. Beberapa bulan sesudah kami berkumpul bersama, ibuku (nenek Roni) meninggal. Kami kecil hati sekali masa-masa itu.Setelah tersebut kami hidup sekeluarga bertiga.

Kehidupan family kami paling sakinah mawadah dan rohmah. Aku bangga sekali punya anak Roni. Ia rajin ke mesjid dan mengaji. Hal tersebut membuat aku dan suami tidak jarang kali merasa bahagia. Seakan-akan kami tahan lama muda rasanya.

Kebahagiaan ini pun mempengaruhi kemesraan aku dan suami sebagai suami istri. Walaupun kami telah tua, namun kami masih rutin mengerjakan hubungan pasutri meski melulu satu minggu sekali. Sampai sebuah hari, suamiku mendapat tugas dari guna dinas sekitar tiga bulan di Qatar. Suamiku menyuruh kami berdua (aku dan Roni anakku) tetapi Roni yang sudah betah tinggal di Cirebon menampik ikut, akupun sebab tidak inginkan lagi jauh dengan anakku menampik ikut. Akhirnya melulu suamiku sendiri saja yang pergi.

Hari-hari tanpa suamiku, melulu aku dan anakku bermukim di lokasi tinggal kami. Aku sibuk sebagai ketua pengajian ibu-ibu dan menyerahkan ceramah kecil-kecilan masing-masing ada arisan di komplek rumahku ini. Roni aktif sebagai remaja masjid di masji Baroq dekat rumah. Terkadang sebab aku telah berusia nyaris 50, aku gampang merasa capek sesudah berkegiatan.

Suatu siang aku merasa paling capek, sehabis pulang menyerahkan ceramah ibu-ibu di masjid. Aku juga langsung tertidur. Saat aku tengah-tengah enaknya merasa nyaman dengan kasurku, aku laksana merasa terdapat sesuatu yang menciptakan paha, pinggang dan wilayah dadaku geli dan gatal. Setengah sadar dan tidak sadar, aku lihat Roni sedang sedang di dekatku. Sambil separuh ngantuk aku berkata, “Kenapa Ron? Mama capek nih…”

“Ga, ma, Roni tahu, makanya Roni pijetin, udah mama istirahat aja”, balas Roni.

Aku senang mendengarnya, senang pula punya anak yang tumbuh dewasa dan baik laksana Roni. Oh terima kasih Tuhan.

Lama kelamaan, aku merasakan hari yang paling aneh, terutama masing-masing malam ketika aku tidur. Aku merasa, terdapat sesuatu yang menggelitik wilayah sensitifku, terutama wilayah selangkanganku. Enak sekali rasanya, oh apakah ini separuh mimpi yang timbul dampak hasratku sebagai seorang istri yang perlu kehangatan suami. Ya, aku yakin sebab aku ditinggal suami ketika aku lagi merasa pulang muda dan sarat gairah, makanya aku tidak jarang sekali mimpi basah masing-masing malam.

Mimpi yang rasanya sadar tidak sadar, kenikmatannya laksana nyata. Ya, aku menjadi senang istirahat malam, karena hendak cepat-cepat mimpi basah lagi. Aku mengasumsikan ini ialah rejeki dari Tuhan, supaya gairahku sebagai istri tetap terjaga, dan keperluan biologisku tetap tersalurkan walaupun melulu diberi mimpi basah sama Tuhan. Oh… nikmat sekali. Aku menginginkan suamiku, Beny, yang bersangkutan denganku, oh nikmat sekali.

BandarQ Online Terpercaya – Dan sebab seringnya dikasih mimpi basah oleh Tuhan, masing-masing pagi aku bangun aku merasa kemaluanku tidak jarang kali basah kuyup hingga celana dalamku basah total. Yah, jadinya aku punya kelaziman baru tidak jarang kali mandi wajib masing-masing pagi. Yang aku takuntukan melulu satu, takut ketika aku mimpi basah, aku mengaco dan fobia suara mendesahku tersiar anakku Roni. Tapi ketika aku liat dari gelagatnya sehari-hari, nampaknya ia tidak tahu.

Sampai tiga bulan lamanya, nyaris tiap malam aku tidak jarang kali mimpi basah, aku jadi heran. Apa penyebabnya dari nutrisi yang kumakan atau kuminum keseharian ya? Hmm, barangkali saja. Soalnya aku punya kelaziman minum teh hijau sebelum tidu. Kata dokterku tersebut baik guna orang setua aku, lagipula biar tidak jarang kali sehat menjelang usia separuh abad. Akhirnya aku jajaki meminum teh hijau, ketika pagi hari, malamnya kucoba tidak minum.

Malam harinya, ketika aku tidur, ditengah asyiknya tidurku, dan gelapnya lampu kamarku. Aku merasa perasaan mimpi basah mulai datang kembali, yah, mmh, rasanya terdapat yang menggelitik kemaluanku, sesuatu yang lembut, oh, bergerak-gerak. Selangkanganku juga ikut tergelitik sampai aku merasa terdapat sesuatu yang menciptakan basah kemaluan dan selangkanganku.

Lalu berbarengan dengan rasa sensasi pada wilayah kemaluanku, sesuatu yang lebut bergerak-gerak menyentuh buah dadaku, bergantian, kesatu yang kiri kemudian yang kanan, kemudian.. Aw!.. Ada rasa hisapan yang lembut hangat tetapi kuat pada puting buah dadaku yang sebelah kanan. Oh enak sekali, terima kasih Tuhan, jantungku mulai berdegup kencang, ini rasanya seperi nyata, yah! Tiba-tiba aku merasa tertindih oleh seuatu, hisapan kenikmatan pun tidak berhenti.

Lalu terdapat sesuatu yang menusuk masuk ke liang kemaluanku saat tersebut aku separuh sadar terbangun, dan aneh, rasa ini masih kurasakan, separuh sadar aku jelas sekali ternyata memang terdapat sesuatu yang menindihku, sekilas aku masih menginginkan ini suamiku, berikut tersiar dari sesuatu tersebut suara perlahan yang serak, “ooohgh… Oogghh…”

Siapa ini?! Astaghfirullah!! Saat aku tersadar sarat dan mataku terbelalak. Dalam keremangan gelapnya kamar aku sadar bahwa seseorang sudah menindihku dan menyetubuhiku!! Lebih kaget lagi ketika aku mendengar suara seseorang yang menindihku tersebut berkata, “Maaah… Ayo ma… oughhgh… Uhhh… mamahhh…”

Langsung kudorong dia kuat-kuat!

Redmiqq Agen Sakong, Bandar Q, Domino Q, Adu Q, Poker Online

“Roni!! Kurang ajar!!! ASTAGHFIRULLAAH!!”

Roni langsung berlari terbit kamar, aku juga langsung memburu sambil menangis sarat amarah.

“Roni!!”, bentakku.

“Maafin Roni Ma! Roni ga tahan!”, Roni juga menangis takut.

Aku tak kuasa bingung menghadapi perasaan ini, antara kalut, marah, benci, jijik, kecil hati dan takut. Hingga terucap ucapan-ucapan yang langsung terbit dari muluntuku, “Keluar dari lokasi tinggal ini!!! Kamu bukan anak mama!!! Setan kamu! Binatang anda ya!”

Roni terbit rumah berlari. Aku duduk lemas menangis. Jadi, sekitar tiga bulan ini, baru aku sadari, mimpi basah itu tidak saja sekedar mimpi.

Semua mimpi tersebut nyata. Anakku!? Anakku sendiri yang mengerjakan ini padaku?!!

Agenpkv.net – Selama dua, tiga minggu aku tidak terbit rumah, bahkan sejak kejadian tersebut aku jatuh sakit. Sampai saat tersebut aku masih tidak berakhir pikir dan belum tak sempat kejadian itu, dalam benakku terbesit, ya Tuhan, sekitar ini anakku sudah menodai aku, aku ibunya, sekitar ini anakku yang tidak jarang kali rajin beribadah ternyata ialah setan yang mengumbar nafsunya pada tubuhku yang mulai renta ini… Dosa apa hamba, ya Tuhan!?

Saat aku menerima sepucuk surat yang dikirim oleh Roni, tanpa alamat jelas, ia berbicara meminta maaf pada ku, ia mengakui bahwa ia telah mulai tertarik secara seksual denganku semenjak aku bertemu lagi dengannya, ia bilang aku cantik dan menarik, ia menyatakan telah memberi obat istirahat pada teh hijau yang tidak jarang kali aku minum tiap malam supaya aku teler dan tidak sadar ketika ia memperkosaku… Pantas saja! Pantas ia tidak jarang kali bermuka manis menyiapkan teh hijau tanpa kuminta terlebih dahulu. Ternyata sekitar ini anakku ialah Iblis laknat yang merusak semuanya. Roni pun berbicara pada akhir suratnya, bahwa ia bukan lagi akan kembali ke rumah, ia malu dan merasa bersalah.

Membaca surat itu, aku merasa benci sekali! Ya, “Kamu bukan anakku!”, Kurobek dan kubakar surat itu.

Sebulan kemudian, tepat ketika dua minggu sebelum suamiku pulang, aku merasa pusing dan mual. Ya Tuhan, masa sih aku hamil!? Tidak! Ini tidak mungkin!! Aku juga meyakinkan dengan melakukan pembelian dan memakai tes kehamilan, berdebar-debar aku menyaksikan hasilnya. ASTAGHFIRULLAH! Aku positif hamil! Tidak! Aku menggandung anak dari anakku sendiri!

Aku juga lemas dan sempat tidak banyak pingsan. Aku menangis tiada henti-hentinya. Apa yang mesti kukatakan pada suamiku nanti? Apa yang bakal tetangga bilang andai tahu aku ini seorang bu Haji yang hamil hasil hubunganku dengan anak kandungku sendiri? Apa yang bakal terjadi! Apa lebih baik aku mati saja!! Tidak aku tidak inginkan mati! Itu dosa!

Lalu, ketika suamiku pulang, aku tutupi semuanya yang sudah terjadi sekitar tiga bulan ini. Aku pura-pura menangis sebab Roni belum pulang-pulang telah dua minggu. Lalu aku dan suami sempat lapor ke polisi. Di tengah-tengah itu, aku pun pura-pura merasa kangen dengan kedatangan suamiku dan mengajaknya mengerjakan hubungan suami istri sesering dari biasanya. Suamiku heran, tetapi ia maklum, ya yang pikirnya, seringkali aku dan dia bersangkutan seminggu sekali, ini tidak melakukannya dalam tiga bulan lamanya. Sudah tentu wajar andai aku tidak jarang kali minta bersangkutan terus.

Togel4d.bid – Dua minggu setelahnya, aku menyatakan hamil. Suamiku kaget, loh, khan memakai kondom? Kok bisa. Aku bilang saja, barangkali saja jebol. Khan wajar sebab kondom tidak akurat 100%. Suamiku juga mengangguk setuju. Cuma ia melulu khawatir apakah aku tidak apa-apa usia segini hamil lagi. Akupun meyakinkan dia tidak apa-apa, walaupun hatiku meringis dan menangis sebab mengingat bayi ini hasil hubunganku dengan anakku. Tidak! Anakku yang memperkosa aku!!!

“Ma”, sapaan suamiku menyadarkan aku dari lamunanku mengenai masa lalu. Aku lihat suamiku telah siap berangkat ke masjid.

“Ma, aku pergi ke masjid dulu ya, mama biar jaga si kecil yah”, pamitnya.

“Iya pa”, jawabku.

Ya, si kecil ini sudah lahir ke dunia. Saat ini ia sedang di pangkuanku. Kuperhatikan wajahnya. Mirip sekali dengan Roni, anakku… Oh bukan… Ayah dari anakku.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *