Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Bibi Ku Yang Cantik Dan Kedua Pembantu Ketagihan Ngentot Dengan Ku

Bibi Ku Yang Cantik Dan Kedua Pembantu Ketagihan Ngentot Dengan Ku – kisah panas ML dengan perempuan cantik dan penolong yang bahenol dengan judul ”Bibi ku Yang Cantik dan Kedua Pembantu Ketagihan Ngentot Denganku”,yang tidak kalah serunya dan dipastikan dapat menambah libido seks, selamat menikmati.

Saat tersebut aku baru lulus SMA,,aku melanjutkan kuliah di Surabaya di sana aku bermukim di lokasi tinggal Pamanku. Aku bermukim di sana sebab paman dan bibiku yang telah 4 tahun menikah belum pun punya anak, jadi kata mereka biar keadaan rumahnya meningkat ramai dengan kehadiranku.

Rumah pamanku paling luas, di sana ada empang renangnya dan pun ada lapangan tenisnya, maklum pamanku ialah seorang pengusaha yang kaya. Di samping bibiku dan pamanku, di sana pun ada 3 orang penolong 2 cewek dan 1 cowok. Bibiku umurnya 31 tahun namun masih cantik dan bodinya laksana gitar spanyol, wajahnya serupa Meriam Belina. Dan ke-2 penolong cewek itu yang satu janda dan yang 1 telah bersuami, sedang yang cowok berumur 20 tahun.

Suatu hari saat kuliahku sedang libur, paman dan bibiku sedang terbit kota, pintu kamarku diketuk oleh Trisni si janda tsb, “Den Eric tersebut ada kiriman paket dari Jakarta”. Lalu aku terbit dan menerima paket tsb. Karena tertarik kubuka isinya ternyata isinya alat-alat seks terdapat penis dari karet, terdapat oil pelumas dan pun ada 5 VCD. Waktu kubuka paket itu Trisni terdapat di sebelahku dan wajahnya memerah begitu tahu isinya.

“Wah ternyata Jeng Rini hot pun ya Den”,celetuknya Rini ialah nama bibiku.

“Entahlah barangkali aja paman udah loyo…, namun gimana bila nanti malam anda setel VCD ini mumpung yang punya lagi pergi..”, kataku sambil meneliti wajahnya yang manis.

“Itu film apaan sih”.

“Entahlah namun nanti anda nontonnya berdua aja biar nggak diadukan ke paman ok”

Malamnya jam 21.00 setelah seluruh tidur Trisni ke ruang tengah, dia menggunakan pakaian istirahat yang tipis sampai-sampai kelihatan CD dan BH-nya.

“Eh, apa seluruh sudah tidur”, tanyaku.

“Sudah Den”, jawabnya.

Lalu aku mulai menyetel tersebut film dan ternyata tersebut film individu bibiku, waktu tersebut Bibi dan paman sedang bercumbu dengan alat-alat seks tersebut, penis karet yang panjang tersebut menancap di vagina Bibi dan penis paman diisap oleh Bibi tapi herannya penis paman tetap kecil.

“Eh kok yang main film Jeng Rini dan Den Budi?”, gumannya separuh bertanya padaku.

“Wah kelihatanya paman tersebut impoten masa diisep begitu nggak berdiri”, sahutku seraya aku menerbitkan penisku.

“Nih wong aku yang lihat aja langsing berdiri kok”.

“Ih, Aden jorok ah”, sahut Trisni saat penisku aku dekatkan ke wajahnya. Aku berjuang memasukkan penisku ke mulutnya dan dia melulu mau menciuminya mula-mula di dekat batangnya kemudian dia mulai menjilati kedua telurku, wah geli sekali dan dia mulai mengisap penisku pelan-pelan, saat asyik-asyiknya tiba-tiba Erni penolong yang satunya masuk ke ruang tengah dan dia terkejut saat melihat adegan kami.

Kami berdua jadi berhenti sebentar, “Erni kamu tidak boleh lapor ke Paman atau Bibi ya awas bila lapor”, ancamku.

“Iya Den”, jawabnya seraya matanya melirik penisku yang masih berdiri tegak.

“Kamu di sini aja lihat film itu”, sahutkku. Dia diam saja. Lalu tanganku melucuti seluruh baju Trisni dan dia diam saja. Kemudian dia kurebahkan di sofa panjang dan aku mulai menjilati vaginanya, ternyata vaginanya sudah paling basah.

“Den…, oh den nikmat..”, rintihnya, aku melirik Erni dia dadanya naik turun menyaksikan adegan kami.

Setelah Trisni puas, kemudian aku berdiri dan kumasukkan penisku pelan-pelan. “Bles..”, amblas seluruh batangku dan Trisni berteriak kenikmatan. Kupompa pelan-pelan vaginanya seraya menikmatinya, licin sekali rasanya.

“Sini daripada takjub aja mendingan anda ikut…, mari sini”, kataku pada Erni. Lalu dengan malu Erni mendekat kami berdua. Aku ganti posisi Trisni kusuruh nungging dan kugarap dia dari belakang sampai-sampai ke dua tanganku bergerilya di tubuh Erni. Ketika hingga di CD-nya ternyata CD-nya telah basah semua. Aku ciumi mulutnya, kemudian aku isap putingnya. Dia kelihatan sudah paling terangsang.

Aku menyuruhnya mencungkil semua pakaian yang di kenakan. Saat tersebut aku menikmati penisku tersiram oleh cairan hangat. Oh, dia telah orgasme pikirku dan gerakan Trisnipun melemah. Lalu kucabut penisku dan kumasukkan pelan-pelan ke vagina Erni dan ternyata lebih nikmat punya Erni, lebih sempit lubangnya. Mungkin sebab jarang bersetubuh dengan suaminya pikirku.

Setelah masuk seluruh aku baru menikmati bahwa vagina Erni itu dapat menyedot dan mengisap, laksana diremas-remas rasanya penisku.

Redmiqq Agen Sakong, Bandar Q, Domino Q, Adu Q, Poker Online

“Uh nikmat banget sih anda apain tersebut memekmu heh”, kataku dan Erni hanya tersenyum, kemudian kupompa dengan lebih semangat.

“Den mari den lebih cepat nih”, dan kelihatan bahwa Ernipun menjangkau klimaks.

“Ih…, ih…, ih…, hmm..” rintihnya. Lalu kudiamkan dulu penisku biar meraskan remasan vagina Erni, kemudian kucabut dan Trisni langsung menghampiri dan dikocoknya penisku dengan tangannya seraya diisap ujungnya, dan ganti Erni yang melakukannya. Kedua cewek itu jongkok di depankku dan aku menikmati sudah inginkan keluar.

“Aku nggak tahan lagi nih…”, kemudian Erni mengocok dengan cepat dan, “Crooot…, crooot…, crooot…, crooot”, terbit semua maniku empat kali semprotan dan kelihatannya dipecah rata oleh Erni dan Trisni. Akupun terkulai lemas.

Selama sebulan lebih aku bergantian menyetubuhi mereka, kadang-kadang kami melakukannya bertiga. Dan pada hari tersebut paman memanggilku.

“Ric paman inginkan ke Singapore ada kebutuhan kurang lebih 2 minggu anda di lokasi tinggal saja nemanin Bibi anda ya”, kata pamanku.

“Iya deh aku nggak bakal dolan-dolan”, jawabku.

Bibi tersenyum padaku kelihatan senyumnya tersebut menyembunyikan sesuatu pikirku. Akupun sebenarnya hendak merasakan tubuh bibiku tapi sebab tidak ada peluang selama ini aku tahan saja. Akhirnya aku punya peluang nih pikirku.

Malam harinya selesai santap malam dengan Bibi, aku nonton Seputar Indonesia di ruang tengah dan Bibi menghampiriku dia berkata, “Ric, masa-masa aku pergi sebulan yang kemudian apa anda nggak bisa paket?”.

“Eh anu, aku nggak bisa kok”, jawabku dengan gugup.

“Kamu bohong…, ini buktinya”, seraya dia mengindikasikan penis karet tsb. Ternyata penis karet tersebut telah jatuh ke tangan bibi, sebab barang tersebut sebenarnya di mohon oleh Trisni.

“Anu kok Bi, waktu tersebut memang aku terima tapi”.

“Sudah kamu tersebut memang suka bohong ya kemudian mana VCD-nya?”.

“Aku simpan kok Bi bikin aku setel andai aku kepingin, berakhir Bibi hot banget sih di film itu”, jawabku.

“Dasar anak tidak cukup ajar”, wajahnya langsung memerah.

“Kan Bibi saja belum lihat tersebut film, mari kamu ke kamar ambil tersebut VCD” suruhnya, kemudian aku ke kamar guna mengambilnya.

“Ini Bi, tapi andai Eric pinjam lagi boleh kan Bi”, kataku.

“Kamu bila hendak lihat lagi langsung saja nggak usah gunakan di film segala”.

“Ayo sini ke kamar Bibi nonton langsung saja” jawab bibi.

Akupun langsung masuk ke kamar Bibi dan di kamar itu, “Sebentar aku inginkan ganti baju dulu”, kata Bibi dan dengan enaknya Bibi telanjang di depanku. Aku yang telah ereksi dari tadi langsung aku peluk Bibi dari belakang. Dan kubelai-belai payudaranya, dia diam saja kemudian kupelintir putingnya dan dia kelihatan telah mulai terangsang. Aku tahu bahwa puting dan clitoris bibiku tempat sangat suka dicumbui. Aku mengetahui urusan itu dari film-film bibiku. Lalu tanganku satunya gerilya di wilayah vaginanya.

“Eh Ric nikmat juga usapan kamu”, katanya.

Lalu kubalik badan Bibi dan kamipun saling berciuman. Bibir bibi aku lumat dan.., wow, lidah bibiku menari-nari di mulutku. Lalu akupun diajak telanjang oleh bibiku.

“Eh gedhe banget barang anda Ric?”, barangkali bibiku jarang menyaksikan penisku yang berdiri tegak, berakhir pamanku impoten sih. Lalu dengan posisi 69 kami mulai bercumbu. Setelah puas langsung aku masukkan penisku ke dalam vaginanya “Bles”, masuk seluruh batangku dan bibikupun berteriak keenakkan, aku goyang pinggulku, kelihatan bahwa bibiku nyaris mencapai klimaks. Dia meningkat semangat ikut menggoyangnya, kulihat wajahnya yang cantik, matanya separuh terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai di bawah ranjang dan kulihat dari kaca pinggul bibiku, aku jadi semakin terangsang dan kamipun terbit bersama-sama.

Togel4d.bid – Bibi tersenyum puas, “Ric tidak boleh kapok lho…, pokoknya seminggu minim 4 kali mesti dengan aku, Trisni dan Erni tidak boleh kamu kasih lagi”.

“Iya bi”,,,,jawabku dengan malu-malu.
Sejak kejadian malam tersebut aku semakin lengket dengan bibiku. nyaris tiap malam aku mengulangi lagi tindakan itu, lagipula pamanku sedang di Singapore sekitar dua minggu. Selama tersebut pula aku bermain dengan bibiku bak pengantin baru.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *