<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIwww.BDPKV.COM 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus TurnOver 0.5%, Mudah Menang Dan Coba Sensasinya

Buah Dada Montok Si Gadis ABG Yg Mulus Tukang Jamu

Buah Dada Montok Si Gadis ABG Yg Mulus Tukang Jamu – Aku lama-lama menyenangi tempat tinggalku, Meski harga kontraknya naik terus setiapkali kuperpanjang kontraknya. Tempat ku ini paling strategis di dalam gang melulu ada lokasi tinggal ku. Meski pengap sebab dikelilingi tembok tinggi,,tetapi aku suka,,karena tak terdapat orang yang dapat melihat kegiatanku dan aku jadi merasa bebas.

Setelah Mia meninggalkan diriku . aku jadi jomblo. Mau pacaran aku malas dengan basa-basi dan sekian banyak tuntutan. Bagi melampiaskan libido ku,,siapa saja yang kusenangi tidak jarang kubawa ke kamar yang istimewa ini.

Redmi99.net – Karena alamatnya rumit tidak sedikit lika-likunya,,tidak satu juga temen cewek ku yang sukses mencari alamat ku. Suatu hari ketika aku baru melakukan pembelian rokok di warung aku berpapasan dengan penjaja jamu yang lumayan mengagetkan. Wajahnya manis dan bodynya bahenol betul.

“Nggak salah ini orang jadi tukang jamu,”,,kata ku membatin.

“Mbak jamu”,tegurku. Dia menoleh.

“Mau minum jamu mas,?”,,tanyanya.

“Iya tapi tidak boleh di sini,,ke rumah”,,ajakku dan dia ikut dibelakang ku.

Sesampai di rumah,,si mbak menyaksikan sekeliling.

“Wah enak pun tempatnya mas ya,”,,ujarnya.

“Mbak jamu apa yang bagus”.

“Lha mas maunya guna apa,,apa yang mau guna pegel linu,,masuk angin atau jamu kuat”

“Kuat apa”,,tanya ku.

“Ya powerful segalanya”,,katanya seraya melirik.

“Genit pun si mbak”,,kata ku dalam hati.

“Aku mohon jamu powerful lah mbak,,biar bila malam powerful melek buat skripsi”.

Tapi terus cerah aku tidak cukup mempunyai keberanian guna menggoda dan menunjukkan pembicaraan ke yang porno-porno. Sejak saat tersebut mbak jamu jadi tidak jarang menghampiriku.

“Mas kemarin kemana saya kesini kok rumahnya dikunci. Saya ketok hingga pegel nggak terdapat yang buka”.

“Oh ya kemarin terdapat kuliah senja jadi saya dari pagi hingga malam di kampus”,,kataku.

“Mas ini mas jamu kunyit asam,,bagus guna anak muda,,biar kulitnya terang dan jauh dari penyakit”.

“Mbak suaminya mana,?”,,tanya ku iseng.

“Udah nggak punya suami mas,,kalau terdapat ngapain jualan jamu berat-berat”.

“Anak punya mbak,?”

“Belum terdapat mas,,orang suami saya dulu udah tua,,mungkin bibitnya udah abis”.

Kami semakin akrab sehingga nyaris setiap hari aku jadi langganannya. Kadang-kadang lagi nggak punya duit,,dia tetap membuatkan jamu guna ku. Dia pun telah tidak canggung lagi masuk ke lokasi tinggal ku. Bahkan dia tidak jarang numpang ke WC.

Mbak Wati,,begitulah dia menyatakan namanya setelah sejumlah kali mengantar jamu . Dia sekarang memasuki umur 27 tahun,,asalnya dari wilayah Wonogiri. Mbak Wati memandang lokasi tinggal ku sebagai lokasi persinggahan tetapnya. Dia tidak jarang kali protes keras andai aku tidak terdapat di rumah.

Semula Mbak Wati mendatangi ku pada selama pukul 13. Tapi sekarang dia datang tidak jarang kali sekitar pukul 5 sore. Kalau dia datang ke lokasi tinggal ku jamunya pun sudah nyaris habis. Paling sangat sisa segelas guna ku. Rupanya Mbak Wati menjadikan lokasi tinggal ku sebagai terminal terakhir. Ia pun sekarang makin berani.

Dia tidak melulu menggunakan kamar mandiku guna buang hajat kecil,,tetapi sekarang malah tidak jarang mandi. Sampai sekitar ini aku memandangnya sebagai kakakku saja. Karena dia juga memandangku sebagai adiknya. Sering kali dia membawa dua bungkus mi instan kemudian direbus di lokasi tinggal ku dan kami sama-sama menikmatinya.

Sebetulnya benak jorokku telah menggebu-gebu untuk merasakan tubuh mbak Wati ini. Namun keberanian ku guna memulainya belum kutemukan. Mungkin pun karena aku tidak berani tidak cukup ajar jadi Mbak Wati kian percaya pada diri ku. Padahal wooo ngaceng. Aku melulu berani mengintip andai Mbak Wati mandi. Lubang yang telah kusiapkan membuatku kian ngaceng saja bila menikmati intaian. Tapi bagaimana nih teknik mulainya.

“Mas boleh nggak saya nginep di sini ?” tanya Mbak Wati sebuah hari.

“Saya mau kembali jauh dan kini sudah kesorean,,lagi pula kelak saya nggak jualan, capek,,“katanya berdalih tanpa saya tanya.

“Lha Mbak,,tempat tidurnya hanya satu”.

“Nggak pa-pa,,saya istirahat di tiker aja. Mas yang istirahat di kasur”.

“Bener nih,”,kata ku,,dengan perasaan separuh gembira. Karena kupikir inilah peluang untuk menyergapnya.

“Iya nggak apa-apa koq”,katanya.

Tanpa terdapat rasa canggung dia juga masuk kamar mandi dan mandi sepuasnya. Aku juga tidak menyia-nyiakan peluang untuk pulang mengintainya. Badannya mulus bahenol walaupun kulitnya tidak putih,,tetapi format tubuhnya paling sempurna paling bahenol sebagai seorang wanita. Sayang dia miskin,,kalau kaya mungkin dapat jadi bintang film,,pikir ku.

Teteknya lumayan besar,,mungkin ukuran 36,,pentilnya kecil dan bulu jembutnya tebal sekali. Mungkin terdapat hubungannya dengan kumis tipis yang terdapat di atas bibirnya itu.Selesai mandi, sekarang giliranku masuk kamar mandi dan mencuci diri. Aku nggak tahan,,sehingga peluang mandi pun kugunakan guna ngloco.

“Mas mandinya koq lama sekali sih,,ngapain aja”,tanyanya mengagetkan.

“Ah biasa lah keramas sekalian biar seger”,,kata ku.

“Itu saya buatkan kopi,,jadi keburu dingin deh,,abis mandinya lama banget.”.

Malam tersebut kami ngobrol ke sana-kemari dan aku berjuang mengorek informasi sejumlah mungkin tentang dirinya.

“Mas suka di pijet nggak”,katanya tiba-tiba.

“Wah nggak,,nggak nolak”,kata ku bercanda.

“Sini saya pijetin mas”.

Tanpa menantikan terlalu lama aku segera mengarah ke ke kamar dikuti mbak Wati dan seluruh baju dan celana ku ku buka bermukim celana dalam. Kumatikan lampu sampai-sampai suasana kamar jadi agak remang-remang. Nggak nyangka sama sekali,,ternyata mbak Wati pinter sekali memijat. Dia memakai cairan body lotion yang dibawanya guna melancarkan mengurut.

Aku benar-benar pasrah. Meski ngaceng berat,,tetapi aku nggak berani tidak cukup ajar. Cilakanya Mbak Wati ini tidak canggung tidak banyak pun merambah semua tubuhku hingga mendekati si dicky. Beberapa kali justeru ke senggol sedikit,,membuat jadi tambah tegang aja.

“Mas celananya dimulai saja ya biar nggak kena cream”.

“Terserahlah mbak” kata ku pasrah. Dengan tangkas dia memelorotkan celana dalam. Sehingga aku sekarang jadi telanjang bulat.

“Apa mbak nggak malu menyaksikan saya telanjang”,,tanya ku.

“Ah nggak apa-apa,,saya dulu tidak jarang memijat suami saya”.

“Dia yang ngajari saya mijet”.

Tegangan ku kian tinggi sebab tangan nya tanpa ragu-ragu menyenggol kemaluan ku. Dia lama sekali memijat unsur dalam paha ku,,tempat yang sangat sensitive dan sangat merangsang. Mungkin bila ada kabel di hubungkan diriku dengan lampu,,sekarang lampunya akan menyala,,orang teganganku telah mulai memuncak.

Aku istirahat telungkup seraya berfikir,,gimana metodenya memulai. Akhirnya aku berketetapan tidak memungut inisiatif. Aku akan mengekor kemana keinginan Mbak Wati. Kalau terjadi ya terjadilah,,kalau nggak yaa beda kali mungkin. Tapi aku hendak menikmati kekuasaan perempuan atas laki-laki.

Setelah selama satu jam aku istirahat telungkup, Mbak Wati menyuruh aku telentang. Tanpa ragu dan tanpa rasa malu dan bersalah aku segera menelentangkan badan ku. Otomatis si dicky yang dari tadi berontak,,kini bebas tegak berdiri.

Celakanya si dicky tidak menjadi perhatian Mbak Wati dia tak usah khawatir memijat dan sedikitpun tidak berkomentar tentang dicky ku. Kaki kiri,,kaki kanan,,paha kiri,,paha kanan,,kepala tangan kiri,,tangan kanan,,lalu perut. Bukan melulu perut namun si Dicky juga jadi unsur yang dia pijat. Aku melenguh.

“Aduh mbak”.

“Kenapa mas”,katanya agak manja.

“Aku nggak tahan,,ngaceng banget”.

“Ah nggak apa-apa tandanya mas normal”.

“Udah tengkurep lagi mas tidur sebentar saya inginkan ke kamar mandi sebentar”.

Lama sekali dia di kamar mandi,,sampai aku kesudahannya tertidur dalam suasana telungkup dan telanjang. Tiba-tiba aku merasa terdapat yang menindihku dan pulang kurasakan pijatan di bahu. Dalam suasana setengah sadar kurasakan terdapat seusatu yang agak berbeda.

Kenapa punggungku yang didudukinya terasa agak geli Kucermati lama-lama aku sadar yang mengkibatkan rasa geli tersebut ada bulu-bulu apa barangkali Mbak Wati kini telanjang memijatiku. Ternyata memang benar begitu.

Tetapi aku diam saja tidak berkomentar. Kunikmati belaian bulu jembut yang lebat tersebut di punggungku. Kini aku sadar penuh,,dan dicky yang dari tadi bangun walau aku sempat tertidur kian tegang. Wah kejadian deh sekarang,,pikirku dalam hati.

“Balik mas katanya” sesudah dia turun dari badan ku

Aku berbalik dan ruangan jadi gelap sekali. Ternyata seluruh lampu dimatikannya . Aku tidak dapat melihat Mbak Wati terdapat dimana. Dia pulang memijat kakiku kemudian duduk di atas kedua pahaku. Ia terus naik memijat unsur dadaku dan seiring dengan itu,,jembutnya berkali-kali menyapu si dicky.

Kadang-kadang si dicky ditindihnya hingga lama dan dia mengerjakan gerakan maju mundur. Beberapa saat lantas aku merasa mbak wati memungut posisi jongkok dan tangannya memegang batang si dicky. Pelan-pelan di bimbing kepala si dicky menginjak lubang kemaluannya.

Aku pasrah saja dan paling menikmati kekuasaan perempuan. Lubangnya hangat sekali dan pelan-pelan semua tubuh si dicky masuk ke dalam lubang vagina mbak waty. Mbak Wati kemudian merebahkan dirinya mendekap diriku dan pantatnya naik turun,,sehingga si dicky terbit masuk
Kadang-kadang saking hotnya si dicky tidak jarang lepas,,lalu dituntunnya lagi masuk ke lubang yang diinginkan. Karena aku tadi telah ngloco dan posisiku di bawah,,aku dapat menahan supaya mani ku tidak cepat muncrat. Gerakan mbak Wati makin binal dan nafasnya semakin memburu.

Tiba-tiba dia menjerit terbendung dan mengurangi sekuat-kuatnya kemalauannya ke si dicky. Dia berhenti bergerak dan kurasakan lubang vaginanya berdenyut-denyut. Mbak wati menjangkau orgasmenya yang kesatu. Dia beristirahat dengan merebahkan semua tubuhnya ke tubuhku. Jantungnya terasa berdetak cepat.

Aku memungut alih dan mengembalikan posisi tanpa melepas si dicky dari lubang memek mabak wati. Ku atur posisi yang lega dan menggali posisi yang sangat enak dialami oleh memek mbak Wati. Aku pernah menyimak soal G-spot. Titik itulah yang kucari dengan menyimak reaksi mbak wati.

Akhirnya kutemukan titik tersebut dan serangan terus ku kosentasikan untuk titik tersebut sambil memaju dan memundurkan si dicky . Mbak wati mulai melenguh-lenguh dan tak berapa lama dia berteriak,,dia menjangkau klimaks tertinggi sementara tersebut aku pun sampai pada titik tertinggi ku.

Dalam suasana demikian yang terpikir melulu bagaimana menjangkau kepuasan yang sempurna. Kubenamkan si dicky sedalam barangkali dan bertahan pada posisi tersebut sekitar 5 menit. Kontolku berdenyut-denyut dan vaginanya mbak wati pun berdenyut lama sekali.

“Mas terima kasih ya,,saya belum pernah main hingga seenak ini”.

“Saya ngantuk sekali mas”.

“Ya telah lah istirahat dulu”.

Aku bangkit dari lokasi tidur dan masuk kamar mandi mencuci si dicky dari mani yang belepotan. Aku juga tidak lama tertidur. Paginya selama pukul 5 aku bangun dan ternyata mbak wati istirahat di samping ku.Kuraba memeknya,,lalu ku cium,,tangan ku,,bau sabun. Berarti dia tadi sempat bangun dan mencuci diri lalu istirahat lagi. Dia sekarang tidur lelap dengan ngorok pelan.

Kuhidupkan lampu depan sampai-sampai kamar menjadi agak remang-remang. Kubuka atau kukangkangkan kedua kakinya. Aku tiarap salah satu kedua pahanya dan kusibakkan jembut yang lebat tersebut untuk memberi ruang supaya mulutku dapat mencapai memeknya.

Lidahku menggali posisi clitoris mbak wati. Perlahan-lahan kutemukan titik tersebut aku tidak segera menyerang ujung clitoris,,karena bila mbak wati belum terangsang dia bakal merasa ngilu. Daerah selama clitoris aku jilat dan lama-lama mulai mengeras dan kian menonjol.

“Mas anda ngapain mas,,jijik mas udah,,mas”,,tangannya mendorong kepala ku,,tetapi kutahu tenaganya tidak sunguh-sungguh sebab dia pun mulai mengelinjang. Tangannya sekarang tidak lagi mendorong kepalaku,,mulutnya berdesis-desis dan diselingin teriakan kecil manakala sesekali kusentuh ujung clitorisnya dengan lidahku.

Setelah kurasakan clitorisnya menonjol sarat dan mengeras serangan ujung lidahku berpindah ke ujung clitoris. Pinggul mbak wati yang bahenol mengeliat seirama dengan gerakan lidahku. Tangannya sekarang bukan berjuang menjauhkan kepalaku dari vaginanya tetapi justeru menekan,,sampai aku susah bernafas.

Tiba-tiba dia menjepitkan kedua pahanya ke kepalaku dan mengurangi sekeras-kerasnya tangannya ke kepalaku guna semakin membenam. Vaginanya berdenyut-denyut. Dia menjangkau klimak. Beberapa saaat kupertahankan lidah ku mengurangi clitorisnya tanpa menggerak-gerakkannya.

Setelah gerakannya berhenti aku duduk salah satu kedua pahanya dan kumasukkan jari tengah ke dalam memeknya kucari posisi G-spot,,dan sesudah teraba kuelus pelan. Dengan irama yang tetap. Mbak Wati pulang menggerakkan pinggulnya yang bahenol dan tidak lama lantas dia menjerit dan menyangga gerakan tanganku di dalam memeknya. Lubang vaginanya berdenyut lama sekali.

“Aduh mas ternyata mas pinter sekali”.

“Aku kira mas nggak suka perempuan. Aku hingga penasaran mancing-mancing mas,,tapi kok nggak nyerang-nyerang aku”.

“Jadi aku bikin dalil macem-macem supaya dapat berdua sama mas”.

“Aku segen mbak,,takut dikira tidak cukup ajar. Selain tersebut aku juga hendak menikmati andai didului perempuan”.

“Ah mas nakal,,menyiksa aku. Tapi aku suka mas orangnya sopan nggak tidak cukup ajar kayak laki-laki lain”.

“Mas tadi kok nggak jijik sih jilati memek ku. Aku belum pernah lho digituin. Rasanya enak pun ya.”kata Mbak Wati.

Wati menyatakan ketika bersangkutan dengan suaminya yang telah tua dulu melulu hubungan yang biasa saja dan tersebut pun mbak wati jarang hingga puas. Dia menyatakan belum pernah bersangkutan badan dengan orang beda kecuali suaminya dan diriku.

“Pantes memeknya enak sekali,,peret mbak”,,kata ku.

“Wong tukang jamu koq,,yo terawat toh yo”.

“Sekarang gantian mbak,,barang ku mbok jilati po’o”.

Aku ra iso he mas”.

“Nanti tak ajari”.

Mbak Wati yang bahenol memungut posisi diantara kedua pahaku dan mulai memegang si dicky dan pelan-pelan memasukkan mulutnya ke ujung KL. Dia berkali-kali merasa inginkan muntah,,tetapi terus berjuang mengemut si dicky Setelah terbiasa kesudahannya dikulumnya semua batang KL ku sampai nyaris mencapai pangkalnya. Aku merasa ujung si dicky menyentuh ujung tenggorokkannya.

Dia memaju-mundurkan batang di dalam kulumannya. Ku instruksikan untuk pun melakukannya seraya menghisap kuat-kuat.dia menuruti seluruh perintahku. Bagian zakarnya pun dijilatnya laksana yang kuminta. Dia bukan lagi mau muntah namun mahir sekali. Setelah dilangsungkan sekitar 15 menit sekarang aku perintahkan dia istirahat telentang dan aku segera menindihnya.

“Mas kontole kok enak tenan,,keras hingga memek ku rasanya sarat sekali”.

Kugenjor terus seraya kosentrasi menggali titik G. Tidak hingga 5 menit Mbak wati langsung berteriak keras sekali. Dia menjangkau orgasme tertinggi. Sementara aku masih agak jauh. Setelah memberi peluang jeda sejenak. Mbak Wati kusuruh istirahat nungging dan kami mengerjakan dengan Dogy Style.

Rupanya pada posisi ini titik G Mbak wati tergerus hebat sehingga tidak cukup dari 3 menit dia berteriak lagi dan aku pun menjangkau titik tertinggi sehingga melalaikan teriakannya dan kugenjot terus sampai semua maniku hambis di dalam memek mbak wati.

Dia tertidur lemas,,aku juga demikian. Sekitar jam 8 pagi kami terbangun dan bersepakat mandi bareng. Badan Mbak wati memang benar-benar sempurna paling bahenol,,Teteknya besar menentang,,pinggulnya besar dan pinggangnya ramping sungguh bahenol. Setelah malam tersebut mbak Wati jadi tidak jarang menginap di kamar ku. Sampai satu hari dia datang dengan muka sedih.

Adu Q – “Mas aku diajak pulang ke dusun mau dikawinkan sama Pak lurah”.

“Aku berat sekali mas pisah sama mas,,tapi aku nggak dapat nolak kemauan orang tua ku”,,,katanya bersedih.

Result Togel – Malam tersebut Mbak wati nginap pulang di kamar ku dan kami main habis-habisan. Seingat saya malam tersebut saya hingga main 7 ronde merasakan tubuh bahenol nya,,sehingga badan ku lemas sekali.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *