Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Aku Jadi Pemuas Napsu

Aku Jadi Pemuas Napsu – Mbak sukma yang sedang sibuk bicara lewat ponselnya sedang asyk duduk di meja rias,,kira kira waktu telah menunjukan pukul 10 malam saat tersebut aku sedang istirahat di kamarnya,,aku berkeinginan bangun dan hendak menuju kekamar mandi menggali celana dalamku yang entah kemana,,aku lihat ternyata di sebelah mbak Sukma,,aku biarkan tubuhku tanpa celana dalam masuk kekamar mandi guna mandi,,ku nyalakan keran air hangat guna aku berendam di bathup.

Dari celah pintu yang separuh tertutup tersebut aku mendengar mbak Sukma masih bercerita seru adegan ranjang yang dinikmatinya bersamaku tadi sore,,selepas minum ramuan khasiatnya yang membangunkan energiku senja tadi. Kubiarkan badanku menerima kehangatan air hangat keran kamar mandi seraya bersandar kupejamkan mata.

Setelah lama tak tersiar lagi suara mbak Sukma,,aku menghentikan belaian sabun di tubuhku dan berjuang berdiri menuju pintu lokasi handuk bergantung. Bersamaan dengan tersebut Terdengar pintu kamar terbuka.

Dari celah pintu kamar mandi,,dari kaca rias di kamar aku menyaksikan jelas penolong mbak Sukma si Alifa masuk ke dalam sambil membawa kain bersih di nampan bareng teh hangat dan kue kecil bertumpuk di piring.

RmQQ365.com – Saat mencuci tempat tidur,,dari ujung seberangku sampai berputar mendekati kamar mandi,,aku sudah kering menyeka basah tubuhku,,yang kulilit handuk sepinggang. Saat membungkuk memperbaiki seprei lokasi tidur seraya membelakangiku,,perlahan aku terbit kamar mandi dan merangkulnya dari belakang.

Aih! pekiknya kecil terkejut.

Masih membungkuk,,kuremas dada dan perutnya dalam pelukanku,,kuarahkan dia menatap cermin meja rias,,yang tampak jelas belahan dadanya tersembul dibalik dasternya yang tidak banyak ketat. busana remaja kini memang sexy,,membuatku senang menatap pemandangan estetis di cermin. Alifa yang meronta berjuang berdiri dan melepas tanganku mulai mengerutkan dahi tanda risih.

Nyonyamu mana sayang?,,tanyaku

Errhh!! Keluar ke temannya,,ada yang hendak bertemu dengannya di wilayah mall.

Uhhh!! Tolong lepaskan mas pintanya memelas

Hmm,,terus teh ini guna siapa Alifa?

Untuk mas,,sesuai pesan nyonya tadi.

Apa saja pesannya?,,sambil menggerayangi tubuh remajanya yang masih kencang ini,,aku mengarahkannya ke arah meja rias.

Untuk melayani mas sebelum nyonya datang. Aarhh!!

Pekiknya ketika tangan kiriku yang memegang perutnya mulai turun ke bawah. Kuraih pangkal pahanya yang masih rapat tertutup pahanya,,kuremas buah dadanya dari belakang,,sambil kugesek gesekan pusakaku pada pantat atau punggungnya,,sekenanya. tangannya berjuang menggapai tepian meja rias,,kursi rias ataupun karpet bulu di kamar,,berusaha menopang tubuhnya supaya tak jatuh.

Yah layani aku dong Alifa aku kan hendak kau melakukannya.

Arrh!!,,pekik Alifa.

saat kupegang pergelangan tangannya,,kuputar badannya menghadapku,,yang dengan cepat unik ke atas dasternya memblokir muka dan menyangga tangannya di atas. Kutarik kebawah dengan cepat celana dalamnya dan saat menunduk segera kuraih bra yang memblokir dada ranumnya.

Kulepaskan bra dan celana dalamnya,,memperlihatkan tubuhnya yang ramping estetis masa2 remajanya. wajahnya masih tertutup daster yang berjuang ditariknya keluar. Kubantu Alifa melepas dasternya,,hingga terlihat kini ia menggigit bibir bawahnya seraya memelas wajahnya menatapku

Jangan mas,,,ampun mas

Jadi kau enggan melayaniku?,,kubiarkan diriku duduk di lokasi tidur.

Jangan melayani ini mas nanti sakit mas

Tapi terdapat nikmatnya kan?

Alifa tak menjawab. Ia menutupi kedua buah dadanya dengan menyilangkan tangannya,,menutup erat pangkal pahanya dengan merapatkan lututnya kesamping separuh ditekuk. Wao! terlihat estetis nian dipandang format dan pose yang dilaksanakan Alifa di depanku.

Alifa sayang,,cobalah kau menikmatinya dengan hati terbuka,,ikhlas.

Engkau justeru akan menikmati rasa nikmat yang lain dengan usaha penolakanmu. rayuku

Alifa diam saja.

Kalau mbak Sukma senang dengan pelayananmu padaku,,tentunya sikap mbak Sukma bakal baik kepadamu kan?

Kemarilah Alifa sayang kataku perlahan seraya berdiri.

Engkau cantik kuarahkan mukaku ke wajahnya dan mulai menghirup pipi,,ke arah telinga terus ke leher.

Engkau gadis sexy Alifa. kulitmu bagus kuhisap bahunya,,turun ke bawah ke depan.

Mulai terasa pangkal buah dadanya mengeras,,bergetar lembut ketika tanganku menyuruh pergelangan tangannya menjauhinya.

Kubenamkan mulutku,,menghisap dan menggigit dada ranum kenyal,,ketat kepunyaan Alifa. Alifa diam saja,,masih menggigit bibir bawahnya,,mulai membungkuk dengan mata terpejam,,terkulai ke kanan.

Kupeluk tubuh rampingnya,,kuremas kedua pantatnya,,kulebarkan pahanya. Kulakukan remasan selama sejumlah waktu hingga akhirnya kupeluk erat dan kubaringkan ke karpet bulu di kamar mbak Sukma ini.

Masih terpejam mata Alifa,,bibirnya separuh terbuka,,kedua tangannya memeluk kepalaku. Kutindih badannya,,kubuka kakinya lebar2 dengan usaha kakiku,,kugesekkan perlahan handuk yang mengayomi pusakaku ke pangkal pahanya. Kakinya tersingkap secara suka rela,,tertekuk lututnya.

Nafasnya tersengal ketika pusakaku yang mulai mengeras mengurangi pangkal pahanya. Alifa meremas tangannya di kepalaku ketika tubuhku mendorong maju mundur dan mengurangi ke bawah. Merintih dan merintih sambil menggoyangkan badannya menggali irama yang diinginkannya.

Tak terasa lama kami saling memagut,,menekan dan memeluk pasangannya masing,,sampai mulai terasa hangat pusakaku menyentuh tubuhnya. Handukku sudah terlepas. Sedikit mengusung panggul aku menunjukkan kepala pusakaku ketengah pangkal paha Alifa. Alifa diam tak bereaksi menantikan saat2 tersebut tiba. Kepalaku didekap erat seraya mengerang

ERrrgh!!

Saat kepala pusakaku mulai menduduki posisi yang pas pada kepunyaan Alifa. Segera kudorong tubuhku sambil mengurangi membuatnya membuka mulut,,tapi tak bersuara. Matanya terpejam dan tersingkap sesaat,,bergantian,,seirama dengan goyangannya mengimbangi desakan dan tekananku. Beberapa masa-masa kemudian

AAARRRGH!! pekiknya nyaring,,pendek,,dan tersingkap lebar mata dan mulutnya

Sambil berkelojotan,,bergoyang dan bergetar seluruh tubuhnya menghimpit rapat pingggangku. Pahanya yang erat menjepitku kini diringi gemetar seluruh dadanya. Kemudian Alifa diam,,memejamkan mata,,masih berair ujung kelopak matanya,,tapi tidak banyak tersenyum Alifa masih membelai kepalaku.

Enak kan sayang ?? bisikku di telinganya,,tanpa menghentikan gerakanku.

Masih dengan irama yang sama aku kini duduk berlutut dihadapnnya,,membuka lebar kakinya dengan kedua tanganku di betisnya yang kuangkat ke atas. Tangannya sekarang memegang erat kursi rias dan karpet bulu di salah satunya.

Kepalanya masih terkulai ke kanan,,mengangguk-angguk. sambil mengurangi bibir bawah ia mulai mengerang lagi. Pintu kamar tersingkap dari luar!! Kuangkat kepalaku dan mbak Sukma masuk. seraya menatap kami ia tersenyum kecil,,meletakkan pantantnya di kasur,,melepaskan sepatu tingginya.

DI pintu,,masuk lagi seorang perempuan tinggi,,lebih muda dari mbak Sukma dengan kurus panjang wajahnya serupa gadis potret model. Bajunya yang terbelenggu diujung bawahnya menunjukkan branya yang gelap membalut dadanya yang kencang.

Rok jeans sepaha yang dikenakannya tampak amat paling sexy membalut pahanya yang putih.

Lalu masuk lagi seorang perempuan pendek dengan tubuh yang tidak banyak lebih lebar dari mbak Sukma,,tetapi mempunyai buah dada yang teramat besar. Baju putihnya lurus membalut menutupi format tubuhnya yang tidak banyak lebar itu,,tanpa bisa menyembunyikan besar dada di depannya.

Sayang,,ini Desty dan yang baju putih ini Mahya. yang lantas menuliskan namaku untuk mereka

Yang di bawah tu si Alifa,,masih perawan dia tadi pagi. senyumnya untuk temannya.

Aku tidak menghentikan gerakanku,,masih merasakan denyutan di dalam lubang Alifa yang kini ikut menoleh ke arah mereka. Bingung ia mesti melakukan apa sedangkan tubuhku masih mendorong terbit masuk pusakaku ke dalam lubang miliknya.

Mbak Sukma terbit kamar seraya menepuk pundak Desty

Ayolah kalo kau menginginkannya.

Yuk Ndut,,kita ke dapur dulu. ajak Mbak Sukma ke arah Mahya.

Kulihat Desty mulai mencungkil perhiasannya,,meletakkan dalam tasnya. Membuka kancing bra dan ikatan bajunya,,meletakkannya di kursi rias sambil menghampiri kearahku. Kulihat Jelas buah dadanya bagus menjulang,,ujungnya runcing membuatku hendak menghisapnya.

Sedikit menunduk ia menurunkan rok jeans yang sudah terbuka resletingnya. celana dalam coklat gelap dengan bordir estetis menambah indah format lekukan bawah pusar si Desty.

Mas kata Desty perlahan seraya mendekatkan wajahnya menciumi punggungku yang masih bergoyang berirama.

Desty merangkulku dari belakang,,dan mengesekkan tubuhnya pada punggungku,,kurasakan dadanya yang kenyal dan ketat tersebut menekan punggungku. Kemudian ia bangkit tidak banyak berdiri,,menempelkan perutnya ke punggungku.

Kurebahkan oleng si Alifa di bawah,,kaki kanannya kusilangkan dengan kaki kirinya,,pahanya tidak banyak merapat,,pangkal pahanya tidak banyak lebih mengapit erat miliku. Alifa merintih,,kali ini meremas karpet disebelahnya erat2,,kemudian seraya merapatkan bibir ia mengejang.

Tanganku yang memegang kakinya merasa getaran kejang2 cepat yang lantas berhenti,,tapi dengan otot2 tubuh yang masih mengejang. badannya separuh tertekuk ke samping,,lubangnya terasa lebih sempit dari sebelummnya ketika itu. Kemudian ia diam tak bergerak,,dengan masih rebah oleng dan kaki terangkat satu. Ia tak bergerak,,diam lemas namun masih memegang erat karpet bulu.

Dari tadi tubuhku tetap bergoyang dengan irama yang sama mengurangi ke depan dan ke bawah. Aku tidak menyaksikan perlawanan lagi. Tapi lubang kepunyaan Alifa tersebut aku masih suka mengolahnya dengan pusakaku. Tidak sesempit sesaat tadi,,tapi masih terasa mengapit dan berdenyut ketika aku menghentikan sebentar gerakanku.

Desty yang tanganya telah gatal telah mengawali meremas dadanya sendiri,,menyaksikan kelojotan dan kejangan Alifa di hadapannya. Sambil meraih pergelangan tangan kiriku,,ia menyodorkan kemaluannya,,menempelkan tangannya di situ seraya menggesekan tubuhnya ke tanganku. Sedikit kujepit dengan jempol dan telunjukku,,kubuat celana dalam Desty tidak banyak turun ke bawah.

Dari samping lantas merangkulku,,duduk di paha kiriku,,menghadapku. Membuka pahanya lebar2 dan menenggelamkan pangkalnya ke pahaku.

Dicondongkannya tubuh bawahnya sampai lebih menempel,,menggesekkan kemaluannya ke pahaku. Kemudian menggesek kedua dadanya di bahu kiriku,,naik turun.

Kulepaskan si Alifa yang terdiam di lantai,,kuajak berdiri sebentar si Desty,,kemudian mengajaknya duduk di kursi rias. Kutarik lepas celana dalamnya,,tubuh Desty yang aduhai ini sudah duduk di kursi rias dengan tersingkap lebar pahanya.

Segera kudorong bersandar ke meja rias,,ia menopang sikunya. Pangkal pahanya dicondongkan ke arahku,,memperlihatkan format kemaluannya yang terselimut bulu tebal dari bawah pusar sampai sekeliling pangkal kakinya. kakinya dimulai sedemikian lebar sampai kedua tanganku bisa membuka belahan bawah Desty dan memijitnya perlahan.

UUUhhggghh Mengecil mulut Desty ke depan,,melenguh mencungkil nafas.

Kumasukkan pusakaku ke dalam kepunyaan Desty,,kulakukan gerakan maju mundur dengan irama perlahan. Terasa masih kering lubang Desty,,sehingga masih terasa dinding pusakaku menggesek lubang Desty saat berjuang masuk.

Desty tersenyum nakal. dan mulai menggoyangkan naik turun bawah perutnya,,membuatku semakin energik menekan tubuhnya. Kupercepat gerakanku. ku tak peduli andai aku menjangkau puncakku sebentar lagi. Tapi herannya,,perasaan rileks di kepalaku dan nafas tertata miliku seperti justeru membuatku tidak sampai2 pada ujung nikmatku.

Sudah tegang pusakaku bareng si Alifa, Sudah bergesekan di lubang sempit miliknya berulang kali. Kali ini dengan Desty,,lubang keringnya yang menggigit dinding pusakaku,,juga tak sanggup mencungkil energi yang kutunggu dari tadi. Heran pun ku sekilas.

Tapi dorongan2 dan desakan tajam,,cepat dan berulang untuk Desty menciptakan lubangnya mulai basah juga. Dengan cepat ia merangkul kepalaku,,pahanya dengan sigap dan cepat merangkul pinggangku,,sehingga membuatku bangkit,,menggendongnya,,dan mendorong lubang di bawah badannya dalam-dalam.

AArghhh!! nikmat mas

Badan Desty bergoyang dalam gendonganku. Kadang naik turun,,kadang maju mundur,,sambil terus mengapit kepalaku dengan tangan,,dan pinggangku dengan kakinya. Kuajak ia berlangsung keliling kamar mbak Sukma. Merintih si Desty bergoyang pantatnya terdorong pahaku yang melangkah maju bergantian.

Semakin erat genggamn Desty,,dan semakin memburur nafasnya. Kubuka handle pintu kamar mbak Sukma,,kubuka pintunya,,kuberjalan ke ruang tengah seraya menggendong Desty yang bergoyang goyang menggali kesenangannya.

Kulihat Mbak Sukma di depan tv ruang tengah,,melihat film porno asia,,pemerkosaan gadis sekolah jepang di tv layar lebarnya. Kulihat mbak Sukma menatap layar seraya menerawang matanya. Pakainnya sudah kebawah,,tinggal bra di dadanya yang tidak banyak melorot juga,,tanda kancing belakangnya sudah terlepas.

Kulihat kebawah,,kaki mbak Sukma bergoyang-goyang menjepit kepala si Mahya yang mengulum lekukan bawah tubuh mbak Sukma. Sambil bersandar dan melirik kami,,mbak Sukma menenggelamkan kepala Mahya dalam2. Mulut mbak Sukma terbuka,,setengah bergoyang ia melambai kearahku. Mengajakku mendekat.

Desty yang kugendong tambah mempererat genggamannya ketika kulewati tv itu,,membuat Desty menyaksikan dan mendengar jelas teriakan,,erangan dan tangisan keras gadis sekolah yang terpampang di tv,,dikerjai oleh si lelaki dewasa. Desty mempercepat ayunannya dan kulihat matanya melotot menyaksikan tv,,mempererat jepitannya,,merintih-rintih kemudian

ARrrghhhh!! AAAHhHHHHHHhhhh

Badannya bergunjang dalam gendonganku,,bergetar dan mengejang sesaat. Kemudian melapaskan tangan dan kakinya,,hendak turun. Kubiarkan ia merosot ke bawah,,ke lantai berselimut bulu tebal itu. Ia terbaring oleng sambil tersenyum padaku.

Mbak Sukma terpejam dan tersingkap matanya bergantian,,menikmati sapuan lidah dan hisapan si Mahya yang separuh telanjang berbaring di bawah. Kutarik meja ke pinggir memperluas ruang tengah ini,,kutarik kursi sofa kecil ke arah mereka berdua.

Kuangkat gaun putih unsur bawah kepunyaan Mahya. gaunnya di tengah tubuhnya kini bergantung,,karena unsur atasnya telah terlepas semua sampai pinggang. Tak kulihat celana dalam si Mahya di badannya.

Coba kuangkat tidak banyak pahanya,,mengajaknya bersandar telungkup di kursi yang kusiapkan. Masih melumat kepunyaan mbak Sukma,,si Mahya mulai melirik ke arahku. Kubuka tidak banyak pahanya,,yang diteruskan dengan usahanya sendiri membuka lebar2 dan tidak banyak menungging unsur bawahnya. merangarahkannya kepadaku.

Ah,,segera kusiapkan pusakaku berganti lubang sekarang. Kumasukan perlahan. sempit. Mahya menjerit kecil dalam benaman pangkal paha mbak Sukma. Perlahan kumasukan pusakaku yang basah ini menginjak lubang Mahya. Wanita ini gemuk,,sehingga menciptakan lubangnya sempit,,atau ia jarang melalukan sampai-sampai terasa sempit,,?

Perlahan namun pasti,,pusakaku telah di dalam lubang Mahya. kukoyak kesamping,,kedorong kedepan,,kebenamkan dalam-dalam ke bawah,,kugoyang kesegala arah. Aku senang dinding pusakaku terpijit denyutan ruang dalam Mahya.

Ah!!,,pekiknya tertahan

Lubang Mahya,,hampir sesempit lubang Alifa. Tapi kali ini ia memijit pusakaku di dalam,,membuatnya bertolak belakang dengan kepunyaan si Alifa. Kudorong terus si Mahya,,kuingin terus meraih sensasi di pijitan di ruang dalam miliknya.

Tak sejumlah lama,,aku mulai gemetar,,kupercepat gerakanku, kuperhatikan mbak Sukma yang terpejam matanya,,terlentang lemas, Mahya yang tidak mengulum kemaluan mbak Sukma,,mulai terengah-engah,,telungkup di kursi kecil. Badannya tidak banyak bergoyang seraya terus merapatkan pantatnya,,berusaha keras mengapit pusakaku saat bertindak di lubangnya. Kurasakan si Mahya ini yang sangat lihai diantara mereka.

Dengan meremas pantatnya,,kubenamkan dalam2 pusakaku ke lubang Mahya,,menegang paha dan lututku,,mengeluarkan cairan hangat yang kutunggu dari tadi. Kusampai puncak nikmatku dengan perempuan sintal namun lihai ini. Kulihat ia tersenyum menoleh kepadaku,,terengah engah tidak mempedulikan lubangnya tersiram air hangat dari dalam tubuhku.

Sesaat seraya meluruskan kaki, terduduk di bawah bersandar sofa,,aku merasa terdapat yang mengherankan saat kuperhatikan pusakaku masih bediri tegak. Aku telah yakin menjangkau puncak nikmat saat bareng Mahya tadi,,tapi pusakaku belum bergerak melingkar lemas kebawah.

Kupegang,,masih tegang dan kencang. Kuteguk cawan minuman disampingku,,kurasakan hangat tehnya,,sambil memblokir mata dan menyandarkan kepalaku ke sofa aku beristirahat memejamkan mata.

Setengah sadar aku menikmati beban berat mendidihhku,,bersamaan terjepitnya pusakaku kedalam lubang bawah wanita. Kurasakan seluruh gerakan buaian dan goyangan cepat dilangsungkan lama di atasku bersamaan dengan pekik panjang suara si Mahya.

Tak lama sesudah mengusung badannya,,kembali aku tertindih berat tubuh perempuan yang menenggelamkan pusakaku ke dalam liang lubang wanitanya. Kudengar suara mbak Sukma kini terengah dan menjerit terus menerus. Mulai kudengar pula suara Desty ikut tertawa perlahan dan bergantian menindih tubuhku seraya menggoyangkan pangkal pahanya menggali kenikmatan. Mereka terus mengerjakan secara bergantian.

Bandar Poker – Akhirnya tak tersiar suara dan gerakan lagi Kubuka mataku dan menyaksikan mereka bertiga tertidur di karpet,,semua dengan telanjang bulat. Kucoba bangkit,,merasakan tenagaku mulai pulih,,aku bergerak perlahan ke kamar mbak Sukma,,sambil menyimak pusakaku yang masih terus berdiri tegak.

Result Togel – Aku masih terkenang Alifa,,remaja belasan tahun yang masih sangat hendak kujamah dan mengubah tubuh molek kencangnya bareng lubang kenikmatannya yang sempit.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *