<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIwww.BDPKV.ORG 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus TurnOver 0.5%, Mudah Menang Dan Coba Sensasinya

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Asmara Sang Idola Hot

Asmara Sang Idola Hot – sore tersebut ketika speedboat yg membawa penumpang eksklusif sedang melaju lumayan kencang mengarah ke ke sebuah tempat pertambangan emas di Pulau S. Di barisan tempat duduk sangat belakang,,yg formasinya terdiri dari 2 baris terdapat sekelompok pemain musik yg akan menyelenggarakan pertunjukan guna acara farewell party salah seorang yg lumayan penting keberadaannya di pertambangan yg bertaraf internasional itu.

Salah satunya ialah aku yg di kumpulan musik tersebut sebagai pemegang rythm gitar sekaligus vokalisnya. Perjalanan menempuh waktu selama 1, 5 jam dari pelabuhan yg terdapat di pulau L. Setelah hingga di pelabuhan B,,yg di bangun khusus bikin kelancaran pertambangan tersebut sendiri,,kami di cek secara seksama.

Pertambangan ini merealisasikan sistem ketenteraman yg lumayan standart,,mulai dari pelabuhan pemberangkatan hingga ke pelabuhan kedatangan. Sebelumnya,,aku bareng pemain musik lainnya pun telah menemukan ID card yg permohonannya memerlukan waktu 2 minggu. Setelah menjalani pengecekan yg lumayan intensif dari pihak ketenteraman dan keterangan yg lumayan tentang segala ketentuan selama berada di tempat pertambangan tersebut sendiri,,selanjutnya kita mengarah ke ke ruangan tunggu guna menuju tempat acara.

Tak lama berselang,,sebuah mobil kijang sudah menjemput kumpulan kami. Dalam masa-masa yg tak tidak cukup dari 45 menit,,kita sudah sampai di pusat tempat pertambangan. Tidak pernah terbersit sebelumnya olehku,,bahwa tempat pertambangan yg awalnya ialah sebuah hutan belantara bakal menjadi suatu kota kecil yg nggak kalah sibuknya dibanding dengan kota kecil pada umumnya.

Sebelum kami mempersiapkan segala sesuatu yg sehubungan dengan acara tersebut sendiri,,kita mesti mengarah ke ke receptionist pertambangan guna check-in dan santap siang. Setelah menemukan kunci kamar setiap dan menanam barang bawaan,,kita mengarah ke ke kantin pertambangan untuk santap siang.

Sekitar jam 4 sore,,handphone salah satu kumpulan kita berbunyi yg isi dari percakapan antara temanku dan pihak sponsor dari pertambangan meminta kita guna check sound. Tanpa menantikan waktu lagi,,kami mempersiapkan diri guna datang ke tempat acara. Berdasarkan keterangan dari temanku yg berkata lewat handphone,,kami bakal di jemput oleh pihak sponsor pertambangan sendiri.

Dalam hitungan menit,,datanglah suatu mobil kijang biru yg di dalamnya ternyata seorang gadis cantik berambut sebahu berkulit kuning langsat dan mengenakan celana jeans biru yg dipadu dengan kaos warna serupa. Aku sempat terpana bakal kehadiran gadis itu dan tak pernah terbaygkan sebelumnya kalo di tempat kerja yg pada lazimnya laki-laki dan sedang di tengah hutan belantara terdapat gadis secantik dan se sexy dia. Dengan gerakan lincah gadis tersebut turun dari mobil kijang dan berlangsung ke arah kami.

“Hei,,,kenalkan nama saya,,,ani”,,sahutnya dengan mengulurkan tangan nya yg halus.

Selanjutnya secara bergantian kami berjabat tangan bikin berkenalan dengannya. Aku mendapat giliran terkahir guna berkenalan.

“Ridwan”,,ujarku pendek.

Dia memandangku dengan sorot mata yg tajam,,sambil masih menggenggam tanganku. Aku menikmati kelembutan telapak tanganya yg membuatku jadi terdiam sesaat.

“Maaf“,,sahutku seraya melepas cengkeraman tangannya.

“Kalo nggak salah anda vokalisnya yah?”,,ujarnya kemudian.

Aku tersenyum sembari mengiyakan pertanyaannya.

“Kamu tau dari mana?”,,tanyaku menambahkan.

“Dari daftaf pemain musik yg telah di fax sebelumnya”,,jawabnya lagi.

Kembali aku melulu tersenyum mendengar jawabannya. Sepertinya Lala menyimpan perhatian eksklusif terhadap diriku,,yg aku dapat menangkap gelagat tersebut dari sikapnya yg spontan.

“Kita telah siap nih”,,sahutku untuk memindahkan pembicaraan.

“Baiklah kalo begitu”,,katanya dengan gerakan enteng dia naik ke mobil yg dia sopiri sendiri.

Tak menantikan waktu lama lagi kita seluruh naik ke mobil dan mengarah ke ke tempat acara. Tempat yg di jadikan acara guna farewell party ialah sebuah taman yg lumayan indah pemandangannya,,ditengah taman ada suatu pohon yg sudah lumayan tua usianya. Dan sejumlah lampu hias serta sebanyak meja inilah kursi taman yg telah di tata dengan rapi.

Setelah check sound yg melulu membutuhkan waktu selama 1 jam,,selanjutanya kami pulang ke kamar masing-masing. Di dalam kamar ada kemudahan yg lumayan memadai,,mulai dari lokasi tidur yg ukurannya cukup besar,,ac,,kamar mandi dengan hot & cold waternya. Yg menurut keterangan dari pendapatku cukup bagus kemudahan untuk karyawan pertambangan tersebut sendiri.

Selama di dalam kamar aku sempat merenung sesaat atas kejadian senja tadi,,ketika aku berjabat tangan dengan Ani. Masa iya cewek secantik dia belum memiliki pacar. Aku menikmati kelembutan di balik sorot matanya yg tajam,,walaupun itu melulu sekilas. Lamunanku semakin jauh ketika aku menilik betapa sempurnanya sosok Ani. Mulai dari matanya yg bening,,hidungnya yg mancung, lantas leher jenjangnya.

Dan tak kalah terkesimanya saat pandanganku berpindah turun mengarah ke ke dadanya. Aku memperkirakan ukuran buah dadanya 36B,,di padu dengan format pinggangnya yg ramping dan sepasang kaki jenjangnya yg sexy. Dengan tinggi badan selama 170 cm dan berat 50 kg menurut keterangan dari tafsiranku,,ani adalahsosok gadis yg menjadi idola dari seluruh kaum adam.

Waktu menunjukan pukul 20.00 wita ketika acara baru di mulai. Acara dimulai dengan musik instrumentalia dari kita,,yg lantas aku lanjutkan dengan membawakan sejumlah lagu lembut sebagai pembuka. Setelah tersebut acara berpindah ke sambutan panitia,,serta salam perpisahan dari orang yg bakal meninggalkan tempat pertambangan yg bakal kembali ke negara asalnya,,dan diselesaikan dengan acara santap malam yg dibuntuti oleh semua tamu undangan.

Acara yg dilangsungkan cukup meriah dan sukses,,tentunya menjadikan pihak panitia merasa puas atas seluruh pihak yg menyokong lancarnya acara tersebut sendiri. Ani yg mulai dari mula acara tampak begitu elegan dengan gaun malamnya yg berwarna hitam yg di unsur lehernya begitu rendah,,menjadikan dia semakin cantik bertolak belakang dengan penampilannya tadi senja yg melulu mengenakan celana jeans dan kaos.

Penampilanku malam tersebut juga tidak banyak berbeda,,hanya mengenakan kemeja berlengan pendek warna biru muda dipadu dengan celana jeans biru kesukaanku. Ketika waktu mengindikasikan pukul 23.00 wita,,para tamu satu persatu mulai meninggalkan lokasi acara farewell party berlangsung. Saat tersebut tinggal sejumlah tamu aja yg masih bertahan ngobrol,,demikian pun dengan Ani yg masih bersenda gurau dengan teman-temannya.

Saat tersebut acara musik dari anda sudah berlalu dan di gantikan dengan CD dari panitia. Sementara aku bersama-sama kelompokku duduk seraya melepas lelah di belakang panggung acara. Aku mulai dihinggapi rasa lelah dan ngantuk sebab selama acara dilangsungkan aku telah mendendangkan lebih dari 25 lagu dan menjadikan aku tidak banyak capai.

Dengan berlangsung perlahan aku mendekat Ani yg sedang ngobrol dengan teman-temannya. Aku melulu diam saat sampai didekatnya,,karena aku gak inginkan menggangu percakapan mereka. Sekilas Ani memandang ke arahku yg sedang berdiri tak jauh darinya.

“Maaf,,ya Ver aku bermukim sebentar”,,kata Ani untuk temannya.

“Ok deh Nih,,,lagian pun aku mau kembali kok“,,sahut temannya kemudian.

Ani berlangsung kearahku,,sambil menyerahkan senyumnya yg menawan untukku.

“Thanks ya Wan,,,acaranya benar-benar sukses”,,sahutnya gembira.

“Sama-sama Nis“,,jawabku pendek.

“Oh yah Nis,,,aku permisi duluan yah”,,ujarku lagi.

“Soalnya kita kelak harus bangun dini hari biar gak ketinggalan speedboat” tambahku lagi.

“Sebentar Wan,,Kita samaan pulangya,,lagian khan yg jemput kalian tadi pun aku”,,katanya lagi.

“Ok deh“,,jawabku pelan.

Sepanjang perjalanan kami seluruh terdiam di dalam mobil,,tak terkecuali aku yg duduk di depan berdampingan dengan Ani. Sesampainya di depan apartement,,teman-temanku langsung turun dari mobil dan menyampaikan terima kasih untuk Ani yg telah mengirimkan aku. Giliran selanjutnya ialah aku yg terakhir turun dari mobil.

“Wan,,kamu belum ngantuk bener khan?”,,tanya Ani tiba-tiba.

“Hem,,sebenarnya belum begitu sih”,,jawabku perlahan.

“Ada apa emangnya?”,,tanyaku lagi.

“Kamu inginkan gak melihat-lihat tempat pertambangan di malam hari?”,,tawarnya kemudian.

“Hem,,,boleh deh,,lagian aku khan gak tidak jarang kali ada dipertambangan ini”,,jawabku meyakinkan.

Dengan tangkas Ani membelokkan mobilnya ke arah perbukitan,,yg mana tempat mesin dan alat-alat berat berada. Perjalanan di tempuh tidak cukup lebih 10 Km,,yg kebetulan saat tersebut waktu sudah mengindikasikan pukul 00.30 wita. Kadang-kadang di dalam perjalanan,,kita berpapasan dengan mobil pertambangan lainnya. Menurut penjelasan Ani sistem kerja di sini,,khususnya yg di lapangan sekitar 24 jam yg di untuk sebanyak 4 shift.

“Wan suara anda bagus banget yah,,,saat nyanyi tadi”,,tiba-tiba suara Ani memecah kesunyian.

Aku yg di puji seperti tersebut cuman tersenyum aja.

“Makasih yah Nis,,atas pujiannya”,,sahutku pelan.

“Aku serius kok bilang begitu”,,katanya lagi.

“Aku akan paling bahagia sekali sekiranya punya cowok laksana kamu”,,ujarnya lagi.

“Ah,,,bisa aja anda Nis”,,sahutku tersipu oleh pujiannya.

“Sudah suara anda bagus,,lagu-lagu kamu tidak sedikit yg romantis”,,pujinya lagi.

“Pasti deh tidak sedikit cewek yg tertarik sama kamu”,,sahutnya lagi.

“Aku khan cuman pemain musik biasa Nis,,bukan artis”,,jawabku merendah.

Aku mengatakan tersebut sambil memandang ke arah Ani, yg pun sedang menatapku. Sempat aku tertunduk oleh sorot matanya yg tajam,,namun lembut aku rasakan menghujam relung hatiku yg dalam.

“Kamu pun sangat cantik kok Nis,,nggak mungkin anda belum punya cowok”,,kataku sesaat.

“Wan,,aku tuh di sini kerjanya sibuk banget”,,katanya.

“Mana terdapat cowok yg inginkan dengan cewek yg super sibuk,,yg liburnya cuman 2 kali seminggu”,,katanya lagi.

Entah keberanian dari mana tiba-tiba tanganku menggenggam tangannya,,ketika mobil yg kami tumpangi sedang berhenti di atas sebuah wilayah perbukitan. Sementara musik sedang mengalun lembut dari tape mobil. Begitu syahdunya lagu kepunyaan procol harum’,,yg judulnya ‘whiter shade of pale’,,,membuat suasana kian terasa romantis diperbanyak dengan melulu kami berdua di dalam mobil. Tanpa aku duga sebelumnya,,tiba-tiba Ani mendekatkan tubuhnya seraya matanya menatap sayu.

“Wan,,,saat kesatu aku menerima copy identitas diri anda dan pun kelompok musik kamu,,berikut foto-foto anggota group”,,kataya pelan.

“Perasaanku menuliskan bahwa anda type cowok yg romantis ternyata benar adanya”,,terangnya kemudian.

“Nis,,,aku melulu seorang pemain musik”,,sahutku pelan.

“Apa yg anda harapkan lebih dari aku,,dari segi keuangan kamu jauh berbeda,,dari keelokan bahkan anda sangat cantik yg nggak begitu susah tentunya bikin mendapatkan cowok idaman kamu”,,jelasku lirih.

“Wan,,,semua tersebut semu bagiku,,kebahagiaan sejati adanya melulu di hati”,,sahutnya lagi.

“Buat apa terpenuhi segala sesuatunya,,sementara hati anda nggak bahagia”,,ujarnya lirih.

Dengan lembut aku rengkuh bahunya dan unik wajahnya menghampiri dan tak lama lantas aku telah mengecup bibirnya yg ranum.

“Ohh“,,desah Ani lirih.

Bibirku beralih perlahan dari bibir terus ke lehernya dan selesai dibelakang telinganya. Lidahku menjulur dengan lembut salah satu lehernya yg jenjang dan cuping telinganya,,yg sesekali menjulur ke lubang telinganya.

“Ohh,,,ssshh“,,desah Ani lembut.

Tanganku yg meremas payudara yg sebelah kiri dari luar gaun hitam nya yg tidak banyak terlepas talinya. Hal ini semakin menciptakan Ani mendesah guna kesekian kalinya.

“Wan anda lanjutin di kamarku aja yah”,,katanya parau sebab masih menyangga rangsangan.

“Di sini tidak cukup asyik,,lagian pun ntar kalo terdapat orang lewat terganggu lagi”,,tambahnya.

Mobil lantas bergerak perlahan meninggalkan wilayah perbukitan. Sepanjang jalan tanganku tak pernah berhenti membelai paha mulus Ani yg terbungkus gaun hitam panjang,,sementara Ani mengendarai mobil. Dalam waktu tidak cukup dari 30 menit sampailah mobil yg anda tumpangi di depan apartment pertambangan.

Kamar Ani kebetulan terdapat di lantai yg sangat atas sedangkan apartment ini memiliki 3 lantai di bawahnya. Setelah memarkir mobilnya di bawah suatu pohon,,aku terbit mobil terlebih dahulu. Dengan mesra aku mendekap pinggang Ani,,dan berlangsung pelan disisinya mengarah ke kamarnya yg terletak di ujung.

Sesampainya di depan pintu kamar aku menghentikan langkahku,,yg aku lanjutkan dengan mendekap pinggang Ani dan pulang aku mengecup bibirnya yg tidak jarang kali terlihat basah.

“Ohh“,,Kembali Ani mendesah lirih.

“Wan,,nggak enak ntar di liat ama orang lain”,,bisiknya pelan.

Kemudian Ani memberikan kunci kamarnya ke padaku. Tak lama pintu telah terbuka dan nampaklah olehku suatu kamar yg di atur dengan rapi,,serta di padu dengan letak lampu kamarnya yg sedang di ujung. Kesan romantis begitu terasa di dalam kamar Ani. Mulai dari warna catnya,,letak lampunya. Dengan mesra aku menggendong Ani ke sofa yg terdapat di tengah kamar yg menghadap ke luar jendela.

Setelah duduk di sofa sejenak,a,ni berdiri ke arah musik set yg ada di sekitar ranjang,,yg tak lama mengalunlah musik instrumentalia kepunyaan dari,,‘kenny g’,,yg judulnya,,‘going home’,,dengan lembut Ani berlangsung ke arah sofa dimana aku sedang takjub memandang lekukan tubuhnya yg di balut oleh gaun hitam dan di terpa oleh temaramnya sinar lampu kamar.

Perlahan Ani menghenyakkan pinggulnya yg sexy di sofa,,sementara tanganku menyambut pinggangnya yg ramping dan ku peluk erat seketika. Going home masih mengalun syahdu,,ketika bibir ku beralih ke lehernya yg jenjang,,serta kedua tangan ku menurunkan tali gaunnya yg berleher rendah. Bra 36B warna hitam yg berenda di tepinya,,menambah sexy penampilan Ani malam itu.

Dengan lembut aku meremas kedua payudaranya bergantian. Sementara bibirku masih aktif di bibirnya yg ranum,,dan tanganku mulai membuka tali branya dari belakang. Dalam hitungan detik terlepaslah bra hitam Ani,,dan terpampanglah di hadapanku sepasang payudara nya yg putih dengan ujungnya yg kecoklatan. Bibirku bergerak perlahan menciumi kedua payudaranya mulai dari yg kiri bergantian dengan yg kanan.

“Sssh,,ohh Wan”,,desah Ani yg mulai terangsang.

Tanganku yg kiri meremas lembut payudara Ani yg sebelah kanan,,sementara bibirku menjilati ujung puting yg kanan.

“Ohh,,,sssh,,terus Wan”,,desahan Ani semakin menjadi.

Setelah lumayan lama aku memicu bagian atas tubuh Ani,,kemudian aku lanjutkan dengan menundukan kepalaku seraya menjulurkan lidah guna menjilati perutnya yg rata. Sambil membungkuk tanganku perlahan menurunkan gaunya yg masih menggantung di unsur perut dengan menariknya kebawah. Tampaklah Gundukan CD hitam yg rendanya terdapat di unsur tengah,,dan nampaklah secara transparan bulu memek Ani yg hitam lebat.

Bulu memek Ani memang paling lebat dan hitam tersebut nampak dari pinggiran Cd nya yg masih dikenakannya. Beberapa terdapat yg terbit dari pinggiran CD hitam Ani. Aku hanya dapat menelan ludah sesaat menonton semua itu. Dengan gigitan lembut aku unik CD hitam Ani ke bawah yg melalui pahanya yg mulus.

Setelah CD nya sedang di pahanya,,tanganku menyelesaikannya dengan melepasnya seketika. Dengan gerakan perlahan aku membungkuk sambil menjulurkan lidahku ke arah gundukan hitam bukit memek Ani. Lidahku menjulur lembut menyapu labia minora serta labia mayoranya Ani dan sesekali ujungnya menyentuh clitoris Ani.

“Hekk,,ssshh”,,ani mendesah agak keras mendapat perlakuan itu.

“Want,,terusin Wan”,,jeritnya lirih.

Setelah lumayan lama Ani menerima rangsangan,,aku menghentikan sesaat pekerjaan itu. Yg tak lama lantas Ani berinisiatif memberikan kesenangan yg sama terhadap diriku. Dengan posisi duduk di sofa,,ini memudahkan untuk Ani untuk menyerahkan pelayanan oral Terhadapku. Dengan lembut Ani lantas menundukan kepalanya dan tak lama dia sudah melahap ujung kepala k0ntolku dengan lincahnya.

“Ughh“,,erangku merasakan kesenangan yg diserahkan oleh ujung lidah Ani.

Sementara tanganku meremas payudaranya dan sesekali aku padukan dengan memilin ujung putingnya lembut. Setelah lumayan puas Ani mencari seluruh permukaan k0ntolku yg di mulai dari zakarnya dan selesai di ujungnya yg di padukan dengan gerakan ujung lidahnya menyentuh lubang kencingku.

Perlahan Ani berdiri di hadapanku yg sedang duduk di sofa. Dengan lembut aku unik pinggangnya perlahan menghampiri ke arahku. Bibirku pulang menyentuh payudara Ani bergantian, mulai dari yg kanan dan selesai di payudara yg kiri. Dengan lembut aku memegang batang k0ntolku yg sudah paling keras dan mengarahkannya ke belahan memek Ani yg merekah basah oleh lendir birahinya. Sedikit demi tidak banyak Ani menurunkan pinggulnya dan bersamaan dengan amblasnya batang k0ntolku di dalam memek Ani yg masih sempit.

“Sssh,,,ohh Wan”,,erangnya saat k0ntolku membelah memeknya yg basah.

Dengan menggoygkan pinggulnya perlahan Ani mulai mengerjakan aksinya. Dan ini membuatku memejamkan mata merasakan sensasi atas gerakan erotis Ani.

“Ughh,,,ssshh”,,erangku lirih.

“Wan,,aku inginkan keluar”,,jeritnya parau.

“Sebentar sayg”,,sahutku tak kalah paraunya.

Tak lama berselang aku menikmati denyutan memek Ani dan di barengi rasa hangat mengarungi batang k0ntolku yg menandakan orgasme kesatu sudah di dapatkannya. Setelah denyutan mulai melemah,,kemudian aku menarik keluar k0ntolku dan meminta Ani rebahan di sofa. Dengan gerakan lembut aku membuka paha Ani,,sambil tanganku menggenggam batang k0ntolku yg masih keras. Perlahan aku melesakkan batang k0ntolku di belahan memek Ani.

“Sret,,,sret“,,setengahnya sudah masuk membelah memek Ani.

“Ssshh,,,wan,,terusin enak”,,jeritnya lirih.

Dengan sekali tekan,,namun lumayan lembut aku melesakkan saldo batang k0ntolku ke dalam memek Ani yg paling basah oleh lendirnya sendiri.

“Ohh,,,ssshh”,,kembali Ani mendesah lirih.

Perlahan aku mulai memaju mundurkan pinggulku dengan pasti.

“Ughh“,,aku menikmati kenikmatan,,setelah jepitan memek Ani berdenyut lembut.

Setelah sejumlah lamanya,,aku mulai menikmati denyutan di ujung batang k0ntolku.

“Ani sayg,,ohh“,,jeritku lirih.

“Aku mau terbit nih sayg”,,sahutku lagi.

Dengan cepat aku mengocok k0ntolku di dalam memek Ani. Dalam masa-masa yg bersamaan aku mencanut k0ntolku dan mengocoknya di atas perut Ani.

“Crett,,ohh. Ssshh”,,menyemburlah spermaku di atas perut Ani yg beberapa menempel di kedua payudaranya.

Dengan cepat Ani mengoleskan lelehan spermaku di semua permukaan perutnya dan kedua payudaranya.

“Thanks ya sayg“,,aku mengecup bibir ranum Ani kemudian.

“Sama-sama sayg”,,sahutnya lirih.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *