Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Berselingkuh Dengan Istri Temanku

Berselingkuh Dengan Istri Temanku – Sejak aku sukses menyetubuhi Cik Ling dan dia membuatku hilang keperjakaanku,,aku terobsesi merasakan tiga rekan kantorku dan satu lagi adik ipar Cik Ling, Cik Nina. Hari Sabtu lalu, Cik Nina mendatangiku. Gila,,seksi benar.

Dia duduk di depanku. Kaosnya super ketat dan celana jeans-nya super ketat menciptakan tubuhnya tercetak jelas dan bisa kulihat. Seolah Cik Nina tidak mempedulikan aku merasakan tubuhnya. Kapan ya,,pikirku. Ketika aku nyaris lebih melamun,,aku dikejutkan Nia yang masuk ruanganku tanpa mengetuk. Nia terkesiap dan mengaku ketidak senangannya atas apa yang mataku kerjakan dengan Cik Nina. Aku dapat lihat di wajahnya dan Nia berdiri kaku di samping Cik Nina,,kemudian Nia keluar.

Setelah selesai berkata dengan Cik Nina, Cik Nina terbit dengan tidak banyak pandangan beda kepadaku dan membuatku kelabakan. Aku sempat berpikir, Apakah Cik Ling bicara dengan Cik Nina ya? Ahh,,aku menginginkan yang,,ya ya ya,,dengan Cik Nina dan Cik Ling lagi.

Lima belas menit kira-kira, Nia masuk lagi ke ruanganku,,lalu ditutupnya. Ruanganku ber-AC dan Nia dengan tidak banyak akting memarahiku. Kupikir Nia ini cemburu. Dan kian aku menemukan jalan lapang merasakan tubuh Nia.”Iya,,iya,,aku mohon maaf. Mau mengampuni nggak? Entar tak kasih hadiah,”,,kataku pada Nia. Nia mengangguk. Nia memang sayang sama aku, nyaris tiap hari Nia membawakanku kue. Nia tahu bila aku suka kelaparan sebelum santap siang. Dari situ,,aku dapat lebih dekat dengan Nia,,istri Mas Heru ini. Mengapa Nia rela memperhatikanku ya? Ada yang tak beres kelihatannya hubungan mereka berdua. Nia telah punya dua anak yang masih balita dan dia baru berumur 26 tahun.

Akhirnya,,sesuai janjiku,,aku menyerahkan sesuatu guna Nia. Daster hitam. Aku terus cerah sudah menginginkan Nia menggunakan daster hitam ini dan aku menyetubuhinya. Ahh,,aku jadi ingat Cik Ling yang tidak sedikit mengajariku soal persetubuhan.

“Nia,,ini buatmu ya?” Nia tersenyum seraya menerima kadoku.

“Bagaimana kabar lokasi tinggal Nia?”,,tanyaku melanjutkan.

“Baik Jo,”,,katanya agak terpaksa.

“Kemana Mas Heru hari ini?”,,kataku memberanikan lebih dalam.

“Oooh,,baru pergi ke Bogor,,ada seminar dan training seminggu di sana,”,,katanya.

Wah,,ini peluang buatku.

“Maukah Nia menemuiku nanti sore?,,tanyaku.

Sementara aku berakting biasa sebab teman-teman kantor di luar dapat melihatku di dalam ruangan berkaca ini. Nia diam saja.

“OK,,kalau Nia inginkan temui aku di sini,”,,kutuliskan nama hotel berbintang di sekitar rumahnya, “Sore nanti ya,,sejam setelah kembali kantor,,dan kuharap Nia inginkan pakai apa yang aku berikan itu,”,,kataku merayu.

Nia terbit dari ruanganku,,hatiku berkecamuk. Mau tidak dia ya? Pikir dan anganku. Yaa,,paling-paling aku kehilangan duit hotel saja. Segera aku telepon hotel dan aku booking kamar 617 (lantai 6 kamar 17). Aku pesan yang menghadap ke selatan,,sehingga dapat melihat bukit-bukit di unsur selatan kotaku. Aku telepon Nia dan memberitahu nomor kamarku. Nia diam saja. Aku kian gelisah.

MitoQQ.net – Aku kembali sejam lebih awal. Mobil kutinggalkan di parkir Mall di kotaku dan aku naik taksi ke hotel. Dengan jantung yang kian berdegub aku menantikan Nia datang. Akhirnya terdapat ketukan di kamarku dan yaa,,hatiku melonjak sebab Nia datang. Ahh, senyumnya malu-malu dan segera kutarik ke dalam,,kukunci pintu. Kami berpandangan dan kesudahannya kami berpelukan,,aku dekap Nia sekuatku dan kuciumi powerful bibirnya yang manja. Ahh Nia,,kau benar-benar menjadi milikku senja ini.

“Nia bawa daster hitam yang aku beri?” dia mengangguk. Dan aku memintanya untuk menggunakan sekarang. Kusuruh dia ke kamar mandi,,sementara aku melucuti pakaianku sendiri sampai telanjang. Aku berdiri agak bersembunyi. Aku hendak menikmati Nia,,bagaimana dia berjalan. Aku mengelusi kemaluanku sendiri. Ahh,,tunggu ya,,sabar ya,,kataku dalam hati pada kemaluanku. Lama sekali Nia di kamar mandi. Sekitar 15 menit kemudian,,kulihat pintu kamar mandi dimulai Nia dan amboi,,kuperhatikan dia berlangsung dari belakang dan dia mencariku saat sampai dekat lokasi tidur. Akhirnya dia tahu persembunyianku. Aku terbit dengan tubuhku yang telanjang,,dengan batang kemaluanku yang menegang powerful penuh. Nia terhenyak melihatku,,matanya terpaku menjalari tubuhku dan terakhir menyaksikan kemaluanku. Batang kemaluanku bila tegang maksimum kira-kira 15 cm dan 4,5 cm diameternya. Lalu kupanggil agar dia menghampiri dan aku pun bergerak mendekat. Seksi sekali Nia dengan daster hitam yang kuberikan. Pundaknya melulu dilapisi tali hitam kecil. Ahh, Nia telah tidak gunakan BH lagi,,buah dadanya terlihat menggunung dan bergerak-gerak saat dia berjalan.

Ooh,,kedua bukitnya kurasakan nikmat di dadaku. Kupandangi dia saat kami berdekapan. Tanganku bergerilya di unsur belakang tubuhnya mencari punggung dan ke pantatnya yang estetis tertutup daster hitam. Aku kaget sebab dibalik daster hitam tersebut sudah tak terdapat lagi BH dan celana dalam. Dengan sekali sentak tentu Nia telah telanjang di dekapanku. Pikiranku berubah. Aku hendak menyetubuhi anusnya dulu dengan Nia masih menggunakan daster. Lalu,,kubalikkan tubuhnya. Nia menyandarkan kepalanya di dada kiriku. Wajahnya menghadapku dari samping. Ahh,,benar-benar menggairahkan tubuhnya. Buah dadanya yang besar menantangku,,juga tubuhnya,,semuanya. Dengan manja dan minta,,aku memaguti mulutnya,,menguluminya. Tanganku bergerak meraba leher,,kepala,,telinganya.

Kami berkuluman lama,,kuciumi pipinya,,telinganya,,dahinya dan tanganku mulai merambati kedua buah dadanya dan kuberikan lagi sensasi-sensai yang paling menikmatkannya. Tubuhnya sesekali membusung ke depan merasakan gerakan tanganku meremasi buah dadanya. Lalu tiba-tiba tubuhnya membungkuk dan kian membungkuk,,aku menyangga dengan tanganku yang masih di buah dadanya. Nia paling menikmati. Akhirnya Nia dan aku tidak kuat menyangga tubuhnya dan Nia kian menunduk akhirnya menjangkau dasar lantai, Nia membungkuk. Kubuka daster bawahnya ke atas dan kulihat pantatnya yang menggairahkan. Nia menungging,,aku meremasi buah dadanya dari belakang. Aku menciumi pantatnya dan bibir kemaluannya,,menggairahkan sekali. Kuraih klitorisnya dan menciptakan tunggingannya semakin naik dan membuka. Kugesekkan batang kemaluanku di sepanjang bibir kemaluannya bergerak ke atas ke anusnya. Seolah Nia tahu keinginanku. Akhirnya aku terdiam. Nia tahu sekarang bila aku inginkan anusnya. Aku diam,,sementara kemaluanku telah berada di bibir anusnya. Nia gerakkan pantatnya dan aku diam. Nia terus bergerak ke belakang menciptakan batang kemaluanku semakin tenggelam di anusnya. Nia paling menikmatinya dan tidak menikmati sakit. Akhirnya semua batang kemaluanku tertanam di anusnya. Ooh, nikmat sekali jepitan anusnya.

Aku merasakan sensasi kesenangan ini dan kuraih lagi buah dadanya dari belakang sedangkan Nia masih menungging. Kuremasi lagi dan kugerakkan lembut batang kemaluanku yang telah terbenam sarat di anusnya. “Ooh Nia, Nia,”,,kataku. Akhirnya aku mulai tidak tahan lagi,,cepat-cepat kucabut dan sebelum Nia tersadar,,batang kemaluanku telah menghujam ke lubang kemaluannya dengan cepat. Nia tersentak sebentar sebelum Nia sangat merasakan goyanganku. Sementara batang kemaluanku tertahan,,aku melucuti dasternya sampai-sampai Nia telanjang dalam gaya “doggy”-ku. Aku hendak Nia jadi betinaku laksana anjing jantan menyenggamai betinanya. Sambil masih menungging,,kugoyangkan nikmat,,kuciumi Nia dari belakang,,kuraih buah dadanya dan Nia melenguh kenikmatan. Nia kian tidak tertahan merasakan sensasi di liang kemaluannya. Makin rapat dan menungging saja dia,,batang kemaluanku berdenyut seiring denyutan jantungku. Akhirnya dengan satu teriakan keras kami bareng orgasme. Aku semprotkan spermaku ke liang senggamanya sedangkan Nia memuntahkan cairan kewanitaannya menghangati batang kemaluanku. Nia terkulai telungkup dengan menyisakan gerakan-gerakan kepuasan saat aku menyetubuhinya.

Kucabut batang kemaluanku dan kucumbui Nia. Sisa-sisa ketegakan batang kemaluanku dan sperma bercampur cairan kewanitaannya kuarahkan ke mulutnya dan pipinya. Diraihnya batang kemaluanku oleh Nia dan dikuluminya. Dibersihkannya dengan mulutnya yang menggairahkan tersebut dan batang kemaluanku mengeras lagi.

Satu istimewa pada Nia ialah buah dadanya yang berbentuk menggantung laksana buah pepaya besar. Aku suka menyimak BH-nya dari depan di kantor yang suka merosot ke bawah menyangga beratnya kedua bukit estetis itu. Aku suka menginginkan kapan aku dapat menikmatinya. Dari tadi aku melulu meremasi saja. Dan saat batang kemaluanku tegak lagi oleh kuluman dan sedotannya, kutuntun Nia ke kamar mandi. Aku hendak menyetubuhinya lagi di sana.

Kami mandi bareng dengan shower yang hangat. Tubuh Nia paling seksi lagipula dengan buah dadanya. Kucumbui Nia lagi. Kutengadahkan mulutnya dan dengan terpejam,,bibirnya kulumat lembut. Sementara tanganku meremasi buah dadanya,,batang kemaluanku bergesekan dengan kemaluannya. “Ahh..”Lalu kuangkat Nia ke meja di kamar mandi. Kucumbui dia, kukulumi bibirnya,,dan kesudahannya aku hingga di bukit indah. Dipeganginya kepalaku dan dengan nafas terengah-engah kesenangan dengan kepala yang didongakkan, Nia merasakan cumbuanku atas buah dadanya. Kukulumi,,kupaguti buah dadanya,,menggairahkan sekali. Aku puas dan berlari turun ke perutnya. Kuambil kursi dan kutaruh kaki Nia tersingkap dipundakku,,sementara dia duduk di meja. Kujilati pahanya dan menjalari ke bukit hitam kemaluannya. Ahh,,kukulumi,,kujilati dan cumbui kloritisnya dan Nia telah tidak tahan lagi. Kubopong sedangkan kedua kakinya mengapit pinggangku,,sementara aku bangkit mengulumi lagi kedua buah dadanya bergantian. Kubawa Nia ke lokasi tidur,,kurebahkan di sana.

Sebelum sensasi hilang,,kuburu tubuhnya,,kubuka selakangannya dan Nia menurut keterangan dari saja. Sekarang aku di tengah-tengah kedua kaki Nia yang tersingkap dan diangkat. Ahh,,kulihat Nia meremasi buah dadanya sendiri,,itu satu tanda supaya aku segera menyetubuhinya lagi. Aku menunduk dan kuciumi pahanya ke bawah ke arah bukit hitam di kemaluannya. Nia tergelincang kenikmatan. Sementara tanganku meremasi kedua buah dadanya,,kucumbui lagi kemaluannya yang kian basah. “Uhh,,enak sekali Jo,,,ehh,,,ehh”,,,lenguhan Nia memanjang, “Joo, Joo,,teruskan,,ehh,,”,,dan mulutku semakin diairi oleh cairan kewanitaannya bercampur dengan deru birahi Nia yang memuncak.Aku semakin merasakan saja persetubuhan ini dan kusiapkan kemaluanku guna lubang kemaluannya yang semakin siap menerimanya. Kuambil bantal dan kuganjal pinggulnya agar aku lebih leluasa menyetubuhinya. Kucumbui lubang kemaluannya dengan batang kemaluanku. “Ahh Jo,,cepat,,cepat Jo,,cepatt,,ahh,,ehh,,”,,lenguhannya, desisannya, geliatnya paling merangsangku. Lalu batang kemaluanku kumasukkan perlahan-lahan. Kepala kemaluanku terhujam,,kugosokkan ke dinding lubang kemaluannya memutar sejumlah kali. Nia paling menikmati. Kumasukkan lagi lebih dalam lubang yang menggairahkan untukku sebab dinding lubang kemaluan Nia memberi sensasi yang kian memuncak pada batang kemaluanku.

Bandar Poker – Aku diam sejenak saat terhujam separuh. Nia memainkan pinggulnya sendiri laksana menyetubuhiku. “Ohh Nia,,”,,kataku, “Nikmat sekali..” Nia terus menggoyang pinggulnya, kesudahannya kuimbangi dengan desakan dan gerakan memutar yang menciptakan batang kemaluanku terhujam sarat di lubang kemaluan Nia. Nia menggelinjang,,mengerang,,mendesis, “Uhh,,ahh.. Jo, Jo,,”,,beberapa kali namaku dipanggilnya. Aku menikmati ada yang beda di samping jepitan pinggulnya yang tersalur ke lubang kemaluannya pada batang kemaluanku. Nia bakal orgasme dan kubiarkan Nia mencapai kesenangan sampai Nia lepas. Aku pun kian tidak dapat menahan,,sebentar lagi inginkan keluar. Dengan sejumlah kali genjotan,,kucabut segera batang kemaluanku dan melangkah ke mulut Nia. Nia terpejam-pejam dan kumuntahkan spermaku mengairi mulutnya,,hidungnya,,matanya,,pipinya. Ahh, Nia menjilatinya,,juga batang kemaluanku dikuluminya. Sekali lagi kusemprotkan spermaku ke mulutnya. Nia menelannya.

Uhh,,nikmat sekali. Aku merasakan lagi buah dadanya sebagai unsur akhir aku menyetubuhinya. Kulihat Nia menggelepar-gelepar merasakan sensasi akhir yang kuberikan. Aku mencumbui Nia dan kumasukkan ke mulutnya spermaku dengan lidahku dan bertebaran di kepalanya. Kupeluki Nia hingga dia lelah tertidur dalam pelukanku.

Hasil Togel – Ahh Nia,,akhirnya tubuhmu kudapatkan juga. Betapa nikmatnya. Akhirnya Nia kembali setelah mencuci diri bersama. Kami suka melakukannya dan mengulangi persetubuhan di hotel yang sama di senja hari sepulang jam kantor. Jadi aku punya dua tubuh kepuasan seksku, Cik Ling dan Nia. Sebentar lagi aku inginkan Sasa. Tapi, Cik Nina kelihatannya lebih menggoda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *