Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Berujung Dapat Ngentot Cewek Gratis

Berujung Dapat Ngentot Cewek Gratis – perkenalkan,,nama gw ialah Nala (bukan nama pribumi tentunya). Gw lulusan suatu perguruan tinggi ternama di Jogya. Bagiku,,sex ialah hal yang tabu,,yang benar-benar tak terjamah. Terpikirkan juga tidak,,sampai cerita ini gw alami. Cerita Sex ini dibuka dari salah kirim SMS. Saat itu,,gw berniat mengirim SMS ke seorang rekan cewek yang telah lama kukenal.

Karena telah tidak lama berhubungan,,dan gw tidak punya daftar tentang nomor HP temanku tersebut,,maka gw menyebutkan nomor HP dengan agak mereka-reka. Segera kukirimkan SMS tersebut,,mengandung pesan yang kira-kira mengaku bahwa gw kangen dan hendak bertemu dengannya! Hallow Jun How Are U? I MISS U JUN Satu kali SMS kukirim kepadanya,,dia tidak menjawab. Aneh,,pkirku. Tak barangkali temanku tersebut tidak membalas bila tahu SMS itu dariku. Kemudian kukirimkan sekali lagi,,dan kucantumkan nama gw. Tak lama kemudian,,ia menjawab dengan miss call. Karena saat tersebut gw sedang sibuk,,kubalas saja miss call nya dengan pesan SMS yang mengaku bahwa gw bakal meneleponnya senja nanti.

pukul 5 langsung kutelepon temanku itu,,seperti yang kujanjikan. Halo, Juny?, Tanya gw sejenak,,ragu. Saya pikir kamu salah orang,,begitu tanggapan lawan bicara gw. Oh,,maaf. Saya pikir anda ialah teman saya. Memang saya tidak ingat betul nomor HP-nya. Maaf bila telah mengganggu,,jawabku sambil menyangga malu. Oh,,tidak apa-apa, jawab lawan bicaragw lagi. Saat tersebut juga berkeinginan kumatikan teleponku, tetapi lawan bicaragw segera bertanya. Memang yang mau anda telepon ini siapa sih? Kok pake kangen2 segala?,,ungkapnya,,menggoda. Lalu kujawab bahwa Juny ialah teman lamagw,,dan kami sudah berkawan sekitar 6 tahun. Singkat kata, kesudahannya kami berkenalan. Dari telepon itu,,gw tahu bahwa nama perempuan tersebut ialah Fitri.

Adu Q – Sejak ketika itu,,kami tidak jarang berkirim SMS. Kadang-kadang gw justeru menelponnya. Namun,,tidak terdapat niat sedikitpun dalam diriku guna menemuinya,,atau menyaksikan wajahnya. Toh tidak terdapat maksud apa-apa, pikirku. Dua bulan berjalan semenjak perkenalan itu,,entah mengapa,,isi pesan SMS pulang menjadi hal-hal yang agak menjurus ke sex. Tiga bulan berjalan semenjak perkenalan kami lewat telepon. Tiba-tiba, Fitri mengirim SMS yang menyatakan hendak bertemu. Mengapa tidak,,kupikir. Toh tidak terdapat ruginya untukku. Saat tersebut pikiranku belum beranggapan jauh hingga ke sex.

Kami janjian senja pukul 17.00. Kebetulan hari tersebut hari libur. Setelah mendarat di lokasi yang dijanjikan,,gw segera meneleponnya. Gua pake sweater pink,,kata Fitri. Segera kutemui Fitri yang sedang berdiri menunggu. Hai, Fitri ya?,,tanya gw. Fitri segera tersenyum. Wajahnya memang tidak cantik,,tubuhnya juga tidak aduhai laksana poster swimsuit di majalah Popular. Namun,,gw memang tidak terlalu mempersoalkan penampilan fisik. Segera kuperkenalkan diriku. Gua Nala,,kata gw. Memang pergaulanku dengan perempuan tidak intens,,sehingga saat tersebut gw tidak banyak gugup. Namun,,segera kututupi kegugupanku dengan tidak banyak jaim (jaga image). Kami segera menjadi akrab. Kami berkata sebentar sambil merasakan makanan di suatu food court.

Nala,,suka nyanyi-nyanyi gak?,,tanya Fitri sesudah kami berlalu makan. Suka,,tapi tidak di depan umum,,begitu jawabku. Sama dong. Kalo gitu,,mau gak anda saya ajak utk nyanyi di karaoke? Kita dapat pesan private room kok,,jadi tidak terdapat orang lain. tanya Fitri. Kupikir,,asyik pun ya,,untuk melepas lelah. Segera kami meluncur ke suatu karaoke terdekat memakai mobilku.

Setibanya di sana,,kami memesan lokasi untuk dua orang. Kami segera dibimbing masuk oleh seorang wanita. Ruangannya agak remang-remang,,dan ditutupi gorden,,jadi memang tidak bakal terlihat dari luar. Sambil waitress menyiapkan ruangan,,kami memesan minuman. Fitri permisi kepadagw guna ke toilet. Tepat sesudah waitress menyiapkan ruangan dan minuman, Fitri kembali. Kurasa agak mengherankan waktu tersebut karena wewangian wewangiannya makin tajam. Namun,,tidak kupedulikan.

Segera kami mulai memasang lagu kesenangan kami,,dan kami bernyanyi-nyanyi. Sampai tibalah kami di lagu yang kelima. Fitri memesan lagu yang lembut,,dan agak romantis. Sebelum lagu itu dimulai,,tak sengaja punggung tanganku menyentuh punggung tangan Fitri. Halus sekali,,pikirku. Sayang sekali tanganku untuk beralih dari punggung tangannya,,sehingga kubiarkan saja di situ. Fitri juga diam saja,,tidak berjuang melepaskan sentuhan tangannya dari tanganku. Dingin ya?,,tanya Fitri,,kepadagw,,sambil menyaksikan tanganku. Iya,,jawabku mengangguk lemah. Segera Fitri mendekatkan tanganku ke tangannya. Tanganku segera menggenggam jari-jarinya. Kami berdendang sambil merasakan kehangatan tersebut. Pelan-pelan, naluriku mulai berjalan. Ingin sekali gw membelai pipinya yang lembut, tetapi gw agak takut-takut. Perlahan-lahan Fitri mendekatkan bahunya ke bahuku sampai-sampai kami duduk paling dekat.

Wangi wewangian tubuh Fitri segera membius diriku. Tak kupedulikan lagi ketakutanku. Segera kubelai pipi dan kening Fitri. Ia menatapku. Gw balas menatapnya. Lalu kuusap lembut rambutnya. Darah kelelakianku segera berdesir. Kukecup keningnya. Fitri diam saja. Kukecup rambut dan pipinya,,segera wewangian tubuhnya pulang membius diriku. Fitri benar-benar kuperlakukan laksana pacarku sendiri. Tiba-tiba timbul gelora yang besar guna memeluknya. Fitri kelihatannya mengerti sebab dia segera mengolah posisi duduknya sampai-sampai memudahkanku guna memeluknya. Segera kupeluk Fitri dengan rasa sayang.

Tiba-tiba Fitri unik tanganku ke dada kirinya. Segera kurasakan unsur lembut kewanitaannya tersebut. Nikmat sekali,,namun dengan rasa agak takut. Pelan-pelan kusentuh buah dadanya yang lembut itu. Fitri diam saja. Gw mulai berani. Ku elus-elus buah dadanya,,perlahan-lahan,,dengan gerakan memutar,,tanpa menyentuh unsur putingnya. Gw semakin berani. Tangan kananku kumasukkan ke dalam sweater merahnya. Segera ku elus bukit lembut itu di unsur pinggirannya. Ku putar-putar tanganku mengelilingi putingnya. Setelah sejumlah saat,,kusentuh putingnya. Ternyata putingnya telah mengeras. Lalu kuremas dengan lembut. Fitri mendesah. Ssshh,,desahnya.

Kulanjutkan penjelajahanku ke dada kanannya. Kuulangi urusan yang sama. Lagi-lagi Fitri mendesah. Segera ia memagut bibirku,,dan melumatnya. Saat kujulurkan lidahku,,segera dihisapnya kuat-kuat. Oh,,nikmat sekali berciuman laksana ini, pikirku sebab memang gw belum pernah berciuman dengan wanita. Badanku bergetar hebat,,karena gw belum pernah mengerjakan hal laksana ini sebelumnya. Kami lanjutkan permainan kami sejumlah saat. Setelah itu,,kami berhenti untuk merasakan minuman kami. Kusodorkan sedotan minumanku guna diminum terlebih dulu oleh Fitri. Kemudian kami lanjutkan nyanyian kami seraya berpelukan. Nyaman sekali rasanya ketika itu.

Kuteruskan permainan tanganku dengan lembut,,mengelus dan meremas dengan lembut buah dada Fitri. Fitri pulang memagut bibirku. Kami berciuman hebat. Tiba-tiba Fitri unik tanganku,,dan memasukan tanganku ke dalam celana panjangnya. Segera terasa bulu-bulu halus kemaluannya tersentuh oleh tanganku. Pelan-pelan kudorong tanganku ke bawah,,menuju organ intimnya. Segera terasa tanganku menyentuh vaginanya yang hangat dan basah. Montok kan punya gua?, begitu ungkap Fitri ketika tanganku membelai lembut vaginanya. Segera kuiyakan pertanyaannya itu, sebenarnya gw tidak dapat membedakan laksana apa vagina yang tidak montok. Kuusap terus vaginanya, sambil desahan Fitri mengiringi gerakanku. Sssh.. Oh, Nala. Baru anda laki-laki yang dapat memperlakukanku dengan lembut, begitu terus desahnya. Tersanjung pun gw dipuji dirinya.

Kami terus bercumbu hingga tak terasa dua jam berlalu. Nala,,kamu tidak boleh pulang dulu ya. Gw hendak dikelonin sama kamu. Temani sebentar gw di hotel ya?,,tanya Fitri kepadagw. Saat itu,,gw agak takut. Takut gw tidak dapat menahan diri guna tidak istirahat dengannya. Segera kuingat ajaran2 agama yang melarangku melakukannya. Namun kelihatannya Fitri memahami ketakutanku. Gw hanya minta dielus kok. Tidak lebih. Ya, Nala?,,tanyanya dengan mata memohon. Berat sekali rasanya guna mengiyakan permintaannya. Di satu sisi,,gw fobia sekali melanggar doktrin agama. Lagipula,,gw tidak sedikit tugas yang malam tersebut harus kuselesaikan. Namun sisi kemanusiaanku menciptakan gw tidak tega menolaknya. Baiklah,,tapi tidak lebih dari tersebut ya?,,jawabku. Iya,,gua janji deh,,kata Fitri lagi.

Kami segera terbit dari ruangan,,membayar ke kasir,,dan meluncur ke suatu hotel memakai mobilku. Fitri menjadi penunjuk jalan. Setelah menunaikan uang deposit di kasir hotel,,kami segera melenggang ke dalam kamar. Di dalam kamar,,gw mengobarkan televisi. Sejenak kami merasakan sebuah film. Tak lama kemudian, Fitri membentangkan tubuhnya di kamar tsb. Nala,,sini dong,,kata Fitri. Gw mengolah posisi duduk ku di ranjang mendekati Fitri. Gw dalam posisi duduk,,sementara Fitri telah telentang. Nala,,belai gw lagi ya,,kata Fitri. Segera tanganku membelai dahi Fitri. Kuelus-elus dahinya sejumlah lama,,turun ke pipi,,lalu ke rambutnya yang panjang.

Fitri merasakan gerakanku sambil memblokir mata. Lalu kusandarkan tubuhku ke ranjang,,kukecup lembut kening dan dahinya. Fitri membuka matanya,,tersenyum. Lalu kucium kelopak matanya. Fitri benar-benar merasakan perlakuanku. Perlahan kukecup lembut bibirnya. Gw melulu menyentuhkan bibirku di bibirnya. Namun segera Fitri menjerat bibirku di bibirnya. Dilumat bibirku dengan bergairah,,sementara tangannya dengan powerful memelukku. Kujulurkan lidahku guna menyentuh bibir bawahnya, tetapi Fitri segera menghisap bibirku tersebut. Segera kuarahkan ciumanku ke unsur telinganya,,dan kujilat unsur dalam daun telinganya dengan lidahku.

Fitri meronta-ronta dan mendesah. Aduh Nala,,geli sekali. Teruskan Nala,,katanya. Kucumbu Fitri terus di telinganya. Kemudian kuarahkan cumbuanku ke lehernya. Fitri mendesah hebat. Ssshh,,,sshh,,,ohh,,desah Fitri. Gw tidak dapat menahan diriku lagi. Fitri,,boleh kubuka bajumu?,,tanya gw pelan untuk Fitri. Fitri mengangguk,,tersenyum. Perlahan-lahan kubuka kancing bajunya. Terlihatlah tubuhnya yang putih mulus,,dengan bra berwarna biru. Kulanjutkan ciumanku di seputar payudaranya. Tak tak sempat kukecup pelan ketiaknya yang bersih tanpa bulu. Fitri mengerang. Nala,,buka BH gua dong,,pinta Fitri. Segera kuarahkan tanganku ke punggungnya guna membuka BHnya. Sulit sekali membuka BHnya. Maklum, belum pernah gw membuka BH wanita.

Setelah terbuka,,pelan-pelan kutanggalkan BHnya. Segera terlihat bukit indahnya yang putih bersih,,tanpa cacat,,dengan puting kecoklatan. Indah sekali, pikirku. Ingin sekali gw menciumnya. Kupindahkan BHnya dan bajunya ke meja agar tidak kusut. Lalu,,pelan-pelan kubasahi buah dadanya dengan lidahku. Kuputar wajahku memutari tokednya. Fitri mendesah lagi. Gerakan tersebut terus kuulang sejumlah kali, lalu beralih ke toked kanannya. Di sana kuulangi lagi gerakanku sebelum kesudahannya lidahku mendarat di puncak tokednya. Kubasahi putingnya dengan lidahku, kumain-mainkan,,kukulum,,dan kuhisap. Fitri mengerang-ngerang. Aduh, Nala,,ssh,,ssh,,geli sekali. Terus Nala… Sambil mengulum putingnya, pelan2 kuelus unsur perutnya. Auw,,enak Nala.., Fitri mengurangi wajahku ke dadanya. Kira-kira 15 menit Fitri kuperlakukan laksana itu.

Nala,,bukain celanaku dong,,pinta Fitri. Segera kubuka kancing celananya,,dan kupelorotkan ke bawah. Terlihatlah pahanya yang putih bersih, dan kewanitaannya yang masih tertutupi Celana Dalam warna hitam. Masih mengulum putingnya,,segera kuarahkan tanganku ke selangkangannya. Kuelus-elus perlahan. Kugerakan tanganku dari dekat lututnya,,terus bergerak tidak banyak demi tidak banyak ke arah pangkal pahanya,,ohh,,,rintih Fitri menahan kesenangan yang kuberikan. Kuelus vaginanya yang masih tertutupi CD. Ternyata CD-nya telah basah. Kubelai pelan-pelan unsur tersebut. Fitri meronta-ronta,,dijepitnya tanganku dengan kedua belah pahanya. Oh,,,ohh,,ronta Fitri. Gantian tangan Fitri yang masuk ke celana dalamku. Dipegangnya Kontolku,,lalu dikocok pelan-pelan. Uuh, nikmat sekali rasanya.. Nala, buka celana dalam gua,,,pinta Fitri. Jangan Fitri,,gua gak berani mengerjakan itu.. katagw.

Gw bukan bermaksud munafik,,tapi gw memang benar-benar takut ketika itu,,karena belum pernah melakukannya. Tak apa-apa, Nala, tidak usah dimasukin. Gua cuma mohon diciumi aja, pinta Fitri memohon. Akhirnya kubuka celana dalam Fitri. Kunikmati pemandangan estetis dihadapanku. Oh,,indah sekali makhluk mempunyai nama wanita ini,,pikirku. Elus lagi, Nala,,pinta Fitri. Perlahan-lahan,,tanganku mulai membelai bibir vaginanya yang telah basah. Kuputar-putar jariku dengan lembut di sana. Lagi-lagi Fitri meronta. Ohh..ohh. Ke atas lagi Nala. Elus klitorisku, begitu desahnya perlahan. Gw tidak tahu serupa di mana klitoris. Gw terus membelai bibir vaginanya. Segera tangan Fitri menuntun tanganku ke klitorisnya.

Baru sekali tersebut gw tahu format klitoris. Mungil dan menggemaskan. Dengan lembut kuputar-putar jariku di atas klitorisnya. Setiap 5 putaran, Fitri langsung mengepit tanganku dengan pahanya. Sepertinya ia benar2 merasakan perlakuanku. Nala,,tolong hisap klitorisku,,,yah?,,pinta Fitri. Gw tidak banyak ragu, dan jijik. Pake tangan aja yah, Fitri,,,gw berjuang menolak dengan halus. Tolong dong, Nala. Sekali ini saja. Nanti gantian deh,,,pinta Fitri. Gw masih berat hati menghisapnya. Fitri,,maaf ya. Tapi kan tersebut kemaluan. Apa nanti… Belum berlalu gw bicara, Fitri segera memotongku. Kemaluanku bersih kok, Nala. Gw selalu memakai antiseptik. Tolong ya,,,sebentar saja,,kok,,pinta Fitri lagi.

Redmi99.net – Perlahan-lahan kudekatkan mulutku ke memeknya Fitri. Segera tercium wewangian yang tidak dapat kugambarkan. Perlahan-lahan kujulurkan lidahku ke klitorisnya. Gw fobia sekali bila rasanya tidak enak atau bau. Kukecap lidahku ke vaginanya. Ternyata tawar,,tidak terdapat rasa apa-apa. Terus, Nala,,ohh,,,enak sekali,,desah Fitri. Kuulangi lagi,,pelan-pelan. Lama-lama rasa fobia dan jijikku hilang,,malah berganti dengan gairah. Kuulang-ulang menjilati vaginanya. Fitri kian mendesah. ooh,,,oohh,,,ohh,,,ohh. Fitri menggenggam jari telunjukku,,lalu memasukkan ke dalam liang vaginanya. Kamu nanti tidak kesakitan?,,tanyaku kepadanya. Ia menggeleng pelan. Lalu, kuputar-putar jariku di dalam vaginanya. Ahh.., Fitri menjerit kecil. Kuputar jariku tanpa menghentikan jilatanku ke vaginanya.

Saat kuarahkan jariku ke langit-langit memeknya,,terasa terdapat bagian yang agak kasar. Kuelus pelan unsur tersebut,,berkali-kali. ‘Ya,,terus di situ Nala.. ahh,,enak sekali,,Kuteruskan untuk sejumlah saat. Fitri kian membuka lebar-lebar pahanya. Tiba-tiba Fitri menggerakkan pantatnya ke atas dan bawah,,berlawanan dengan arah jilatanku. Ah Nala,,,gw inginkan keluaar.. erang Fitri. Fitri kian mempercepat gerakannya,,dan tiba-tiba gerakan pantatnya dia hentikan,,lalu dikepitnya kepalagw dengan pahanya. Ahh.. Nala..gw keluar,,desahnya. Segera kupeluk tubuh Fitri,,dan kugenggam tangannya erat. Kubiarkan Fitri merasakan orgasmenya. Setelah sejumlah saat,,kuelus-elus dahi dan rambutnya. Nala, enak sekali,,kata Fitri. Gw diam saja.

Sekarang gantian,,ya,,,kata Fitri. Gw mengangguk pasrah,,antara inginkan dan takut. Diputarnya tubuhku sampai-sampai tubuhnya menindih tubuhku sekarang. Dibukanya celana dan celana dalamku. Malu sekali rasanya ketika itu. Segera kututupi Kontolku yang masih terduduk lemas. Sepertinya Fitri memahami perasaanku. Ia segera mematikan lampu kamar. Gw merasa lebih tenang jadinya. Lalu, dibukanya pahagw yang menutupi Kontolku. Fitri segera meraba-raba Kontolku. Oh,,geli sekali rasanya. Rasa geli tersebut membuatku secara refleks menggelinjang. Fitri tertawa. Enak kan, Nala? tanyanya menggodagw. Sial nih orang, pikirku. Dikerjain gua. Mau diterusin gak, Nala? tanya Fitri seraya menggoda lagi. Gw melulu mengangguk.

Saat tersebut Kontolku belum berdiri. Aneh sekali. Padahal seringkali kalo menyaksikan adegan yg tidak banyak porno,,punya gw langsung keras. Akhirnya Fitri mendekatkan mulutnya ke Kontolku. Dikecupnya ujung Kontolku perlahan. Ada getaran dashyat dalam diriku ketika kecupannya tiba di sana. Nala, punya anda enak. Bersih dan terawat,,ujar Fitri. Geer pun gw dipuji begitu. Dipegangnya gagang Kontolku, kemudian Fitri mulai menjilati Kontolku. Ya ampun, pikirku. Geli sekali.. Secara reflek gw meronta, mencungkil Kontolku dari mulut Fitri. Kenapa, Nala?,,tanya Fitri. Gua gak tahan. Geli banget,,sih?,,kata gw protes. Ya udah, pelan-pelan aja,,ya?,,kata Fitri. Gw mengangguk lagi. Fitri mulai memperlambat tempo permainannya. Rasa geli masih menjalari tubuhku, namun dengan dibuntuti rasa nyaman.

Kuperhatikan Fitri menjilati Kontolku,,tak terasa Kontolku segera mengeras. Fitri senang sekali melihatnya. Segera dilahap pulang Kontolku itu,,kali ini seraya dikocok-kocok dengan tangannya. Sekali lagi gw disiksanya dengan rasa geli yang amat sangat. Kunikmati permainannya, tak terkira nikmatnya. Ya ampun, baru sekali ini kurasakan kesenangan yang tiada tara laksana ini. Ah,,,tak kuasa gw menyangga desahanku. Nala, kumasukan ya punyamu?,,tanya Fitri. Nanti anda sakit, gak?, tanyagw. Gw telah tak dapat menguasai diri lagi. Ingin sekali rasanya Kontolku dikepit oleh vaginanya. Ya, bila gw yang ngontrol sih, gak sakit,,kata Fitri. Ya udah,,kamu yang di atas aja,,kata gw kepadanya.

Fitri segera mengolah posisi tubuhnya. Ia kangkangkan pahanya di atas tubuhku, kemudian pelan-pelan dibimbingnya Kontolku mengarah ke liang Kontolnya. Ditekannya sedikit,,masuklah tidak banyak ujung Kontolku ke dalam. Terasa tidak banyak basah dan licin kemaluannya. Didiamkan punyagw di sana utk sejumlah saat. Gw diam menunggu. Lalu ditekannya tidak banyak lagi. Kali ini punyagw masuk lebih dalam dan kian terasa cairan pelicin kemaluannya. Sudah sepertiga dari panjang Kontolku yang berada dalam vaginanya. Dia diamkan lagi Kontolku di sana sejumlah saat. Ia tidak banyak mengernyit. Sakit?,,kutanya. Iya, namun gak apa2,,,jawab Fitri. Kemudian ia mendorong Kontolku kian dalam, sampai akhirnya seluruh Kontolku tertelan di dalam vaginanya. Terasa basah dan hangat vaginanya. Nikmat dan geli sekali rasanya. Setelah sejumlah saat, Fitri mulai menggerakkan pinggulnya naik dan turun. Ahh,,,enak sekali merasakan Kontolku terjepit dalam vagina Fitri.

Gerakan pantat Fitri menciptakan Kontolku terkocok,,dan segera gw merasakan kesenangan yang tiada tara. Fitri pun seolah-olah begitu. Ohh.. ohh.. ohh.. ohh, Fitri mengerang-ngerang. Fitri terus menggerakan pinggulnya naik dan turun selama sejumlah saat dengan diiringi desahan. Tiba-tiba ia berhenti. Entah kenapa tiba-tiba terdapat perasaan kesal dalam diriku. Namun,,ternyata Fitri tidak berhenti begitu saja. Kini pinggulnya digerakan tidak naik-turun lagi,,tapi maju mundur, dan terkadang berputar. Sepertinya Fitri sangat merasakan gerakan ini, terbukti erangannya semakin sering. Ah,,,ah,,,ahh,,,ahh,,,desahnya terus, tanpa henti. Kuremas dengan lembut payudaranya, Fitri kian merintih. Sssh.. ssh.. sshh,,enak Nala.

Makin lama gerakan Fitri kian cepat. Nala, gw mau terbit lagi, Nala,,,rintihnya. Gw juga merasa Kontolku berdenyut kencang. Fitri,,tolong lepaskan,,gw inginkan keluar,,kata gw. Gw fobia sekali bila sampai Fitri hamil. Tapi Fitri tidak mau mencungkil Kontolku. Ditekannya powerful tanganku dengan kedua tangannya sampai-sampai gw tidak dapat melepaskan diri darinya. Tiba-tiba kurasa Kontolku menyemburkan cairan powerful di dalam vaginanya. Aduh, Fitri,,jangan,,,nanti anda hamil,,,teriakku,,sesaat sebelum cairanku keluar. Tapi seluruh sudah terlambat. Semua cairanku sudah terbit dalam vaginanya. Nikmat sekali rasanya,,namun terasa lemas tubuhku sesudahnya. Segera otot-otot Kontolku mengerut,,dan menjadi kecil kembali.

Agen poker online – Fitri dengan kecewa mencungkil Kontolku. Fitri,,kalo anda hamil gimana,,tanyagw dengan separuh takut. Tenang aja, Nala. Gua pake perangkat kontrasepsi kok. Kamu gak butuh takut,,ya?,,kata Fitri mendinginkan diriku. Kemudian, Fitri segera memijat-mijt Kontolku. Dielus, dan di kulum lagi laksana tadi. Tak lama,,Kontolku segera mengejang lagi. Segera Kontolku dimasukan lagi oleh Fitri ke vaginanya. Kembali Fitri mengerjakan gerakan maju mundur tadi. ohh.. ohh,,ohh,,oohh,,erangnya. Kuremas lembut tokednya. Ssshh,,,sshh,,sshh,,begitu terus rintihannya. Selama sejumlah saat Fitri mengocok Kontolku dengan vaginanya, hingga akhirnya ia berteriak. Nala, gw nyaris keluar,,desah Fitri.

Prediksi togel SGP – Segera Fitri mempercepat gerakannya. Gw juga membantunya dengan menggerakan pinggulku bertentangan dengan arah gerakannya. Ahh.. Nala,,gw keluar,,desahnya agak keras. Sejenak ia merasakan orgasmenya,,sebelum rubuh ke dalam pelukanku. Kubiarkan ia merasakan orgasmenya,,kuelus rambutnya,,dan kukecup keningnya. Kami berpelukan, dan istirahat tanpa busana hingga pagi hari. Alangkah Indahnya Hidup ini diciptakan oleh fitri dan gw tak bakal pernah melupakan memori terindah di malam kesatu bareng fitri walaupun sekarang gw gat au informasinya si Fitri ini! HIkz….hikzzzz…. nasib2 salah kirim sms bisa ngentot cewek gratis.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *