Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Cewek Jilbab Yang Haus Seks

Cewek Jilbab Yang Haus Seks – Siang tersebut aku sedang melintas di sebuah area pemukiman untuk mengirimkan komputer pesanan pelangganku ke rumahnya. Saat tersebut aku baru saja melalui sebuah Sekolah Menengah Atas yang terletak di area pemukiman itu dimana jam latihan baru saja usai. Nampak semua pelajar sekolah tersebut sedang berlangsung bergerombol terbit dari gerbang sekolah. Aku tidak begitu peduli saat tersebut yang terdapat dalam pikiranku hamyalah menggali alamat pelangganku.

Disaat aku sedang celingukan dari dalam mobilku mencari-cari alamat yang berkeinginan kutuju,,sekilas kulihat gerombolan siswi sekolah tersebut menyeluruh dengan seragam sekolah mereka yakni jilbab putih membungkus kepala mereka,,seragam putih lengan panjang dan rok abu-abu panjang semata kaki sedang berjalan kembali sekolah. Sebelumnya aku tidak terlampau mempedulikan mereka sebab sibuk menggali rumah tujuanku. Sesaat aku memperlahan laju mobilku sebab ada polisi istirahat di depan.

Saat itulah regu pelajar putri berjilbab itu nyaris berpapasan dengan kendaraanku. Terlihat alangkah cerianya mereka berjalan bareng dengan bercengkerama beramai-ramai diselingi tawa kecil sebab candaan masing-masing. Namun dari serombongan siswi berjilbab tersebut ada sosok yang membetot perhatianku yakni sosok remaja berjilbab yang berlangsung sendirian dibelakang regu tersebut. Aku lihat dia sedang menculik pandang ke arahku sambil tersenyum manis.

Dari tatapan mata serta senyuman yang menyungging di bibirnya itu dapat dibilang menggoda atau dapat juga disebut,,“nakal”. Akupun tersenyum seakan menjawab sinyal yang dilontarkan siswi berjilbab itu. Lalu dengan cermat kuperhatikan sosok tersebut dari ujung kepala hingga kaki. Wajahnya yang cukup cantik mengingatkanku bila dia serupa-serupa biduan religi remaja Sulis. Apalagi kulit mukanya pun agak putih disertai pipi agak tembam kemerahan karakteristik wajah Sulis. Tinggi gadis berjilbab tersebut kutaksir selama 160cm. Yang membuatku menelan ludah ialah format payudaranya yang kelihatan bulat membusung dari balik seragam putih lengan panjangnya. Walau tidak terlampau besar tapi lumayan proporsional. Lekuk pinggulnya yang aduhai kala ia melenggak-lenggok berlangsung terbungkus agak ketat oleh rok abu-abu panjang yang dikenakannya.

Aku hentikan laju mobilku seraya terus menatap siswi berjilbab itu. Siswi berjilbab itupun tersenyum lebar tatkala menyaksikan mobilku berhenti. Sambil menurunkan kaca jendela mobilku kuberi dia isyarat tangan supaya mendatangiku. Dan tanpa disadari oleh kawan-kawannya yang terus berjalan seraya bersenda gurau,,dia berlangsung perlahan mendekatiku. Basa-basi kutanya alamat yang kucari padanya. Kebetulan gadis jilbab tersebut tahu alamat yang kucari. Tiba-tiba tersiar teriakan dari arah regu siswi berjilbab rekan-rekannya menanyakan identitas diriku.

Lalu siswi berjilbab tersebut memberi isyarat untuk teman-temannya untuk menantikan dirinya sebentar Kemudian kucoba merayu dirinya supaya ia inginkan mengantarku ke alamat yang kutuju dengan iming-iming akan menyerahkan imbalan yang lumayan lumayan serta berjanji bakal mengantarnya balik ke tempat ini. Akupun mohon padanya supaya ia memberi tahu teman-temannya bila aku ini kenalan orang tuanya yang kebetulan sedang lewat. Dia juga menyutujui usulanku sambil berjalan kearah regu teman-temannya tadi. Terlihat ia sedang berkata seperti sedang menyatakan sesuatu untuk rombongan itu. Beberapa menit lantas iapun berpisah dengan rekan-rekannya itu. Sekilas mataku melirik ketika ia berkeinginan duduk dibangku sampingku.

Kulihat lekukan mulus pantatnya yang tampak sekal tercetak dari balik rok abu-abu panjang yang dikenakannya. Memang model rok yang ia pakai tersebut seperti mengetat dari pinggang hingga kebagian pangkal paha namun lantas agak melebar ke bawah. Saat ia duduk kusempatkan pula melirik format paha siswi berjilbab ini dan nampaknya ia laksana sengaja menarik-narik roknya tersebut seakan hendak terlihat lebih ketat lagi sampai memperlihatkan format pahanya yang aduhai. Belum lagi tatkala kulihat tonjolan tetek yang lumayan proporsional tersebut menyembul dari balik hem putih OSIS lengan panjangnya.

Oh,,betapa birahi di dalam diriku sontak mendidih dan tanpa diajak sang kontol juga perlahan berdiri tegak menonjol dari balik celanaku. Ekor mata siswi berjilbab tersebut sempat mengerling kearah tonjolan di celanaku ini.“Wah kayanya ada kesempatan nih”,,pikirku.

Selesai mengirim barang ke pelanggan,,akupun meluncur bareng gadis berjilbab itu. Lalu basa-basi kuajak ia ngobrol mengenai latar belakang dirinya. Namanya Siti Yunita anak ke 5 dari 6 bersaudari. Yah,,ternyata kakak dan adiknya ternyata wanita semua. Bapaknya ternyata melulu pegawai kecil disebuah instansi pemda,,sedang ibunya menolong perekonomian keluarganya dengan membuka warung di rumahnya. Dari situ aku tahu bila dia berasal dari family pas-pasan.

Dan dari kisah yang mengalir dari mulutnya pun aku tahu bila dia terdengar laksana mengeluh dengan keadaannya sekaligus iri dengan situasi kawan-kawan sekolahnya yang tampak lebih mapan. Siti Yunita pun bertutur bila sebenarnya ia bersekolah di Madrasah Aliyah tersebut karena keterampilan orang tuanya yang pas-pasan. Sebenarnya ia inginnya bersekolah di SMA negeri kesayangan pilihannya.

Jadi jilbab yang ia kenakan itupun lebih sebab peraturan mesti Madrasah. Gaya bicaranya yang tersiar agak genit,,sedikit kasar dan serba ceplas-ceplos seakan mengisyaratkan bila rasanya tidak bakal sulit untuk niatku guna menaklukan siswi berjilbab ini.

Aku bertaruh bila di lingkungan sekolahnya Yunita tentu lebih menyangga diri guna tidak bertingkah dan berkata layaknya kini di dalam mobilku ini. Beberapa saat lantas kuajak siswi berjilbab tersebut makan siang disebuah mall. Sembari mencicipi hidangan iseng-iseng kutanya Yunita bagaimana reaksi orang tuanya bila sampai tahu dia telat kembali dari sekolah. Ternyata dengan ketus ia membalas orang tuanya tidak bakalan bertanya macam-macam. Apalagi kembali telat telah menjadi urusan biasa baginya yang tidak jarang mampir ke lokasi tinggal teman dan biasanya menginap.

Redmi99.net – Sepertinya orang tua siswi berjilbab ini sudah jenuh menegur. Betapa girangnya diriku mendengar penuturannya. Karena peluang untuk menjadikannya sebagai pemuas birahiku ini semakin tersingkap lebar. Selepas santap siang itu,,aku mengajaknya pergi jalan ke suatu taman rekreasi dan ternyata Yunita menyetujuinya. Dalam perjalanan aku coba-coba mengawali niatanku ini dengan sengaja memegang tangannya dan kelihatannya gadis manis berjilbab ini membiarkannya. Tidak terdapat tanda penolakan darinya, kulanjutkan dengan mendaratkan tangan kiriku di atas pahanya. Perlahan dengan lembut kuusap-usap pahanya dari luar rok abu-abu panjangnya tetapi sekali lagi ia seperti tidak mempedulikan tindakanku.

Hatiku bersorak kegirangan kala menyaksikan gadis berjilbab ini akan dengan gampang kunikmati. Setibanya di taman rekreasi itu,,kuparkirkan mobilku agak memojok dan jauh dari mobil-nobil beda yang parkir. Kemudian aku memberitahunya bahwa aku akan mengisi janjiku guna memberi imbalan sebanyak uang sebagai ganjaran membantuku menggali rumah pelangganku tadi. Tak tak sempat diujung janjiku tadi aku memberi kriteria andai dia mengharapkan ganjaran tersebut. Yunita terlihat paling gembira sebab membayangkan hadiah duit yang telah didepan dimata.

Gadis berjilbab ini menyatakan bila dia tidak akan mempersoalkan dengan kriteria apapun yang kuminta,,yang terpenting hadiah duit itu. Hmm,,betapa senangnya diriku tatkala bayang-bayang untuk menyetubuhi siswi berjilbab ini tidak banyak lagi bakal terlaksana. Kemudian kuberitahu bahwa aku akan memberikan uang tersebut manakala aku dapat bebas menghirup bibirnya. Yunita melulu diam tidak membalas namun pun tidak kelihatan terkejut. Malah sesaat berikutnya dia melulu menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan keinginanku.

Tanpa buang-buang waktu,,aku juga merapat ketubuhnya dan mengecup mesra bibirnya. Yunita bereaksi membuka bibirnya tidak banyak seraya memejamkan mata. Kulumat bibir tersebut dan mulai memainkan lidahku ke dalam mulutnya.

“Emmhh…mmhh”,,desah siswi berjilbab ini seakan merasakan ciuman dan kuluman bibirku.

Tanganku juga tidak ketinggalan bergerilya meraba-raba masing-masing sudut tubuhnya. Menyadari Yunita kelihatannya dengan sukarela memberikan tubuhnya kepadaku tanpa halangan,,perlahan kubuka kancing seragam putih lengan panjangnya satu persatu sampai terbuka semua. Sekarang sepasang tetek ranum kira-kira berukuran 33 nampak terpampang dengan bra berwarna putih krem menutupinya. Kusingkap bra tersebut ke atas dan mulai meremas dan memilin susu kembar kepunyaan Yunita. Tangan kiri siswi berjilbab ini spontan memegangi tangan kananku yang sedang bermain di teteknya.

Sedangkan tangan kanannya dilingkarkan di leherku Puas melumat bibirnya mulutku turun ke dadanya mengecup,,melumat,,menghisap serta menggigit-git kecil kedua teteknya.

“Emmhhh,,ssshh”,,desah Yunita semakin kencang.

Wajahnya yang serupa penyanyi religi Sulis tersebut lengkap dengan jilbab putihnya menengadah ke atas dengan mata sayu. Nampaknya gadis berjilbab ini mulai merasakan gairah permainan ini. Aku benar-benar terangsang sebab permainan ini,,lalu kukeluarkan kontolku yang telah menegang dari tadi celah resleting celana yang kubuka. Kuletakkan telapak tangan siswi berjilbab ini di atas kontolku yang mulai mengeras itu. Seakan telah tahu apa yang mesti dilakukannya tanpa melihat,,dipegangnya kontolku dan mulai mengocoknya naik turun dengan lembut. Oh,,terasa sungguh nikmat tatkala telapak tangan halus tersebut memainkan kontolku.

“Yunn,,sshh,,ccup…cpak…”,,desah mulutku nikmat sembari terus memainkan tetek nan kenyal kepunyaan Yunita.

Dan siswi berjilbab tersebut pun pun terdengar balas mendesah dengan muka yang tetap menengadah ke atas sambil terus memainkan kocokan lembut tangannya dikontolku. Kuhentikan sejenak aksi ini kemudian aku pulang mengecup bibirnya dan menggeser pantatku guna duduk di kursi dimana Yunita berada. Dengan posisi duduk kami berdua yang menyamping berhadap-hadapan menciptakan kontolku sekarang menempel serupa di atas pahanya. Kemudian kulepaskan kecupanku seraya sejenak hendak melihat langsung aksi menggairahkan selanjutnya dengan mataku sendiri.

Rasanya sungguh nikmat tidak terkira bakal aku rasakan bilamana aku dapat melihat tangannya yang lembut tersebut mengocok-ngocok kontolku. Terlebih lagi kalau dilaksanakan di atas pahanya yang masih terbungkus rok abu-abu panjang semata kaki itu. Kemudian aku berbicara kepadanya bahwa hari ini aku benar-benar laksana sedang sedang di surga sebab saat ini dihadapanku terdapat siswi berjilbab sekolah menengah yang masih menyeluruh dengan seragam putih abu-abunya sedang mengocok-ngocok lembut kontolku.

Yunita melulu tersenyum menatapku dengan tatapan sayu seraya terus mengocok kontolku turun naik. Nafas gadis berjilbab tersebut juga semakin naik turun tidak teratur. Genggaman tangannya pun semakin erat mengocok kontolku yang keras dan berurat itu. Makin lama kocokan siswi berjilbab ini kian cepat. Aku yang telah semakin nyaris klimaks tersebut memberitahunya supaya lebih cepat lagi memainkannya. Gadis jilbab itupun semakin mempercepat gerakan tangannya naik turun sambil memintaku memuncratkan air maniku secepat barangkali dengan suaranya yang tercekat-cekat dampak nafasnya yang kian memburu cepat.

Bandar poker online – “Yunnnn…aakkuuu…kellluuarr…crott”,,teriakku terbendung kala menjangkau klimaks sambil memuncratkan air maniku.

Berdenyut-denyut rasanya kontolku di dalam genggamannya. Begitu deras spermaku mengalir terbit dari kontolku sampai muncrat di atas pahanya mengairi kain abu-abu panjang rok sekolah yang dipakainya. Tangannya tak henti-hentinya mengocok batangku laksana memerah seekor api sampai tiada lagi air mani yang menetes. Spermaku yang mengairi tangannya di lap sekalian dipahanya.

Togel SGP – Kemudian aku memberinya sebanyak uang laksana yang kujanjikan pada siswi berjilbab itu. Setelah membereskan pakaian masing-masing,,aku mengantarnya kembali dan memberinya nomor telepon selulerku guna dihubungi. Dengan tersenyum badung menyungging di bibirnya, Siti Yunita menyambar nomor teleponku sambil turun dari mobil. Tak tak sempat kutepuk gemas pantatnya yang montok itu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *