Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Dengan kebiasaan nonton film BF

Dengan kelaziman nonton film BF – Namaku Iwan (nama samaran). Aku tersebut sudah kuliah semester dua di di antara perguruan tinggi di Bandung. Aku bermukim masih bersama orangtua dan adikku yang masih SMP, Dina namanya (juga samaran). Orangtuaku keduanya kerja. Jadi lokasi tinggal sering bermukim adikku dan aku saja,,sama pembantu.

Pada masa-masa sore lokasi tinggal sedang kosong,,orangtua sedang pergi dan kebetulan pembantu pun sedang tidak ada. Adikku sedang pergi. Aku mencarter VCD BF XX dan X2. Aku senang sekali,,karena tidak terdapat gangguan pas sedang nonton.

Cerita X2 di VCD tersebut kebetulan bercerita mengenai seks antara adik dan kakak. Gila sekali deh adegannya. Kupikir kok dapat ya. Eh,,aku berani tidak ya melakukan tersebut sama adikku yang masih SMP? namun kan adikku masih polos sekali,,kalau di film ini mah telah jago dan pro,,pikirku dalam hati. Sedang nonton plus mikir gimana metodenya melakukan sama adikku,,eh,,bel berbunyi. Wah,,teryata adikku,,si Dina sama temannya datang. Sial,,mana filmnya belum berlalu lagi. Langsung kusimpan saja tuh VCD,,terus kubukakan pintu. Dina sama temannya masuk. Eh,,temannya manis pun loh.

“Dari mana lo?”,,tanyaku.

“Dari jalan dong. Emang kayak kakak,,ngedekem mulu di rumah,”,,jawabnya seraya manyun.

“Aku pun sering jalan tau,,emang elo doang. Cuman kini lagi males,”,,kataku.

“Oh iya, Kak. Kenalin nih temenku,,namanya Anti,,temen sekelasku,”,,katanya.

Redmi99.net – Akhirnya aku kenalan sama tersebut anak. Tiba-tiba si Dina tanya,,,“lihat VCD Boyzone aku tidak?”

“Tau,,cari saja di laci,”,,kataku.

Eh,,dia membuka lokasi aku membubuhkan VCD BF. Aku langsung gelagapan.

“Eh,,bukan di situ”,,kataku panik.

“Kali saja ada,”,,katanya.

Telat. Belum sempat kutahan dia sudah menyaksikan VCD XX yang covernya cukup hot itu,,kalau yang X2 sih tidak gunakan gambar.

“Idih.. Kak. Kok nonton film kayak begini?”,,katanya sambil memandang jijik ke VCD itu.

Temannya sih senyam-senyum saja.

“Enggak kok,,aku tadi dititipin sama temanku,”,,jawabku bohong.

“Bohong banget. Ngapain pun kalo dititipin nyasar sampe di laci ini,”,,katanya.

“Kak,,ini film jorok kan? Nnngg,,kayak apa sih?”,tanyanya lagi.

Aku tertawa saja dalam hati. Tadi jijik,,kok sekarang justeru penasaran.

“Elo mao nonton juga?”,,tanyaku.

“Mmm,,jijik sih,,tapi,,penasaran Kak”,,katanya seraya malu-malu.

“Anti,,elo mao nonton pun tidak?” tanyanya ke temannya.

“Aku mah asyik saja. Lagian aku udah pernah kok nonton film kayak begitu,”,,jawab temannya.

“Gimana,,jadi tidak? keburu mama sama papa kembali nih”,,desakku.

“Ayo deh. Tapi kalo aku jijik, dimatiin ya?”,,katanya.

“Enak saja lo,,elo kabur saja ke kamar,”,,jawabku.

Lalu VCD tersebut aku nyalakan. Jreng,,dimulailah film tersebut. Aku nontonnya seraya sesekali memandangi adikku dan temannya. Si Anti sih sepertinya tenang nontonnya,,sudah,,“expert”,,kali ya? Kalau adikku kelihatan begitu baru kesatu kali nonton film laksana begitu. Dia kelihatan takut-takut. Apalagi pas adegan rudalnya cowok dihisap. Mana tersebut rudal besarnya mohon ampun. “Ih,,jijik banget”,,kata Dina. Pas adegan ML kelihatannya si Dina telah tidak tahan. Dia langsung kabur ke kamar.

“Yee,,malah kabur,”,,kata Anti.

“Elo masih mao nonton tidak?”,,tanyaku ke si Anti.

“Ya,,terus saja,”,,jawabnya.

Wah,,boleh pun nih anak. Sepertinya,,bisa nih aku main sama dia. Tapi bila dia marah gimana? pikirku dalam hati. Ah,,tidak apa-apa kok,,tidak hingga ML ini. Sambil nonton,,aku duduknya menghampiri sama dia. Dia masih terus serius nonton. Lalu kucoba pegang tangannya. Pertama dia kaget namun dia tidak berjuang melepas tangannya dari tanganku. Kesempatan besar,,pikirku. Kuelus saja lehernya. Dia justeru memejamkan matanya. Sepertinya dia merasakan begitu. Wow,,tampangnya tersebut lho,,manis! Aku jadi hendak nekat. Waktu dia masih merem,,kudekati bibirku ke bibir dia. Akhirnya bersentuhanlah bibir kami. Karena barangkali memang telah jago, si Anti justeru mengajak French Kiss. Lidah dia masuk ke mulutku dan bermain-main di dalam mulut. Sial,,jagoan dia daripada aku. Masa aku dikalahin sama anak SMP sih. Sambil kami ber-French Kiss,,aku berjuang masukkan tanganku ke balik bajunya. Mencari sebongkah buah dada imut. Ukuran dadanya tidak begitu besar,,tapi kelihatannya sih seksi. Soalnya badan si Anti tersebut tidak besar namun tidak kurus,,dan tubuhnya tersebut putih.

Begitu ketemu buah dadanya,,langsung kupegang dan kuraba-raba. Tapi masih terbungkus sama bra-nya. “Baju elo gue buka ya?”,,tanyaku. Dia ngangguk saja seraya mengusung tangannya ke atas. Kubuka bajunya. Sekarang dia bermukim pakai bra warna pink dan celana panjang yang masih dipakai. Shit! kataku dalam hati. Mulus sekali! Kubuka saja bra-nya. Payudaranya bagus,,runcing dan putingnya berwarna pink. Langsung kujilati payudaranya,,dia mendesah, aku jadi kian terangsang. Aku jadi pingin menyetubuhi dia. Tapi aku belum pernah ML,,jadi aku tidak berani. Tapi bila sekitar dada saja sih aku cukup tahu. Gimana ya? Tiba-tiba pas aku lagi menjilati payudara si Anti,,adikku terbit dari kamar. Kami sama-sama kaget. Dia kaget menyaksikan apa yang kakak dan temannya perbuat. Aku dan Anti kaget pas menyaksikan Dina terbit dari kamar. Si Anti buru-buru gunakan bra dan bajunya lagi. Si Dina langsung masuk ke kamarnya lagi. Sepertinya dia shock menyaksikan apa yang kami berdua lakukan. Si Anti langsung pamit inginkan pulang. “Bilang sama Dina ya.. sorry,”,kata Anti. “Tidak apa-apa kok,”,,jawabku. Akhirnya dia pulang.

Aku ketuk kamarnya Dina. Aku hendak menjelaskan. Eh,,dianya diam saja. Masih kaget kali ya,,pikirku. Aku istirahat saja,,dan ternyata aku ketiduran hingga malam. Pas kebangun,,aku tidak dapat tidur lagi,,aku terbit kamar. Nonton TV ah,,pikirku. Pas hingga di depan TV ternyata adikku lagi istirahat di kursi depan TV. Pasti ketiduran lagi nih anak,,kataku dalam hati. Gara-gara menyaksikan dia istirahat dengan agak,,“terbuka”,,tiba-tiba aku jadi keingat sama film X2 yang belum berlalu kutonton,,yang ceritanya mengenai hubungan seks antara adik dan kakak,,ditambah hasrat aku yang tidak kesampaian pas sama Anti tadi. Ketika adikku menggerakan kakinya menciptakan roknya tersingkap,,dan terlihatlah CD-nya. Begitu menyaksikan CD-nya aku jadi semakin nafsu. Tapi aku takut. Ini kan adikku sendiri masa aku setubuhi sih. Tapi desakan nafsu semakin menggila. Ah,,aku peloroti saja CD-nya. Eh, nanti bila dia bangun bagaimana? Ah,,cuek saja. Begitu CD-nya turun semua,,wow,,belahan kemaluannya tampak masih amat rapat dan dihiasi bulu-bulu halus yang baru tumbuh. Kucoba sentuh,,hmm,,halus sekali. Kusentuh garis kemaluannya. Tiba-tiba dia menggumam,,aku jadi kaget. Aku merasa di ruang TV terlampau terbuka. Kurapikan lagi pakaian adikku,,terus kugendong ke kamarnya.

Sampai di kamar dia,,it’s show time,,pikirku. Kutiduri dia di kasurnya. Kubukakan bajunya. Ternyata dia tidak gunakan bra. Wah,,payah pun nih adikku. Nanti bila payudaranya jadi turun bagaimana. Begitu bajunya terbuka,,buah dada mungilnya menyembul. Ih, lucu bentuknya. Masih kecil buah dadanya tapi cukup ada. Kucoba hisap putingnya,,hmm,,nikmat! Buah dada dan putingnya begitu lembut. Eh,,tiba-tiba dia bangun! “Kak,,ngapain lo!”,,teriaknya seraya mendorongku. Aku kaget sekali, “Ngg.. ngg.. tidak kok, aku hanya pengen nerusin tadi pas sama si Anti,,tidak papa kan?” jawabku ketakutan. Aku bercita-cita orangtua aku tidak mendengar teriakan adikku yang agak keras tadi. Dia menangis.

“Sorry ya Din,,gue salah,,habis elo pun sih ngapain istirahat di ruang TV dengan suasana seperti itu,,tidak pake bra lagi”,,kataku.

“Jangan bilang sama mama dan papa ya,,please”,,kataku.

Dia masih nangis. Akhirnya kutinggali dia. Aduh,,aku fobia nanti dia ngadu.

Sejak saat tersebut aku bila ketemu dia suka canggung. Kalau ngomong sangat seadanya saja. Tapi aku masih penasaran. Aku masih hendak mencoba lagi guna “ngegituin” Dina. Sampai pada sebuah hari,,adikku sedang sendiri di kamar. Aku jajaki masuk.

“Din,,lagi ngapain elo,”,,aku mengupayakan untuk beramah-tamah.

“Lagi dengerin kaset,”,,jawabnya.

“Yang masa-masa itu, elo masih marah ya”,,tanyaku.

“..”,dia diam saja.

“Sebenernya gue,,gue,,pengen nyoba lagi”,,gila ya aku nekat sekali.

Dia kaget dan pas dia inginkan ngomong sesuatu langsung aku dekati mukanya dan langsung kucium bibirnya.

“MmhHPp.. Kakk,,mmHPh”,,dia laksana mau ngomong sesuatu.

Tapi kesudahannya dia diam dan mengekor permainanku guna ciuman. Sambil ciuman tersebut tanganku mengupayakan meraba-raba dadanya dari luar. Pertama menikmati payudaranya diraba,,dia menepis tanganku. Tapi aku terus berjuang sambil tetap berciuman. Setelah sejumlah menit berciuman seraya meraba-raba payudaranya,,aku mengupayakan membuka bajunya. Eh,,kok dia langsung inginkan saja dimulai ya? Mungkin dia lagi merasakan kesenangan yang amat paling dan kesatu kali dirasakannya. Begitu dibuka,,langsung kubuka bra-nya. Kujilati putingnya dan seraya mengusap dan mneremas-remas buah dada yang satunya. Walaupun payudara adikku tersebut masih agak kecil,,tapi dapat menyerahkan sensasi yang tak kalah dengan payudara yang besar. Ketika sedang dihisap-hisap,,dia mendesah, “Sshh,,sshh,,ahh,,enak,,Kak..” Setelah kuhisap,,putingnya menjadi tegang dan agak keras. Terus kubuka celanaku dan aku keluarkan,“adik”-ku yang telah lumayan tegang. Pas dia melihat,,dia agak kaget. Soalnya dulu kami pernah mandi bersama pas,,“punya”-ku masih kecil. Sekarang kan telah besar dong.

Aku tanya sama dia, “Berani guna ngisep punya gue tidak? Entar punya elo pun gue isepin deh,,kita pake posisi 69”.

“69,,apa’an tuh?”,,tanyanya.

“Posisi dimana anda saling mengisap dan ngejilatin punyanya mitra kita pada ketika berhubungan,”,,jelasku.

“Ooo”.

Langsung aku membuka celana dia dan CD-nya. Kami langsung memungut posisi 69. Aku buka belahan kemaluannya dan terlihatlah klitorisnya seperti format kacang di dalam kemaluannya itu. Ketika kusentuh gunakan lidah,,dia mengerang.

“Ahh.. Kakak nyentuh apanya sih kok enak banget”,,tanyanya.

“Elo harusnya ngejilatin dan ngisep punya gue dong. Masa elo doang yang enak,”,,kataku.

“Iya Kak,,habis fobia dan geli sih”,,jawabnya.

“Jangan bayangin yang bukan-bukan dong. Bayangin saja keasyikan elo,”,,kataku lagi.

Saat tersebut juga dia langsung menjilat punyaku. Dia menjilati kepala anu-ku dengan perlahan. Uuhh,,enak benar. Terus dia mulai menjilati semua dari batanganku. Lalu dia masukkan punyaku ke mulutnya dan mulai menghisapnya. Oohh.. tak waras benar. Dia ternyata berbakat. Hisapannya membuatku jadi nyaris keluar.

“Stop,,eh, Din,,stop dulu,”,,kataku.

“Lho kenapa?”,,tanyanya.

“Tahan dulu entar aku keluar,”,,jawabku.

“Lho emang kenapa bila keluar?” tanyanya lagi.

“Entar game over,”,,kataku.

Ternyata adikku memang belum memahami masalah seks. Benar-benar polos. Akhirnya kujelaskan kenapa bila cowok sudah terbit tidak dapat terus pemainannya. Akhirnya dia mulai mengerti. Posisi kami telah tidak 69 lagi,,jadi aku saja yang bekerja. Kemudian aku teruskan menghisapi kemaluannya dan klitorisnya. Dia terus menerus mendesah dan mengerang.

“Kak Iwan,,terus Kak,,,di situ,,iya di situ,,oohh,,sshh”.

Aku terus menghisap dan menjilatinya. Dia menjambak rambutku. Sambil matanya merem-melek. Akhirnya aku telah dalam situasi fit lagi (tadi kan kondisinya telah mau keluar). Kutanya sama adikku.

“Elo berani ML tidak?”

“..”,,dia diam.

“Gue pengen ML,,tapi terserah elo,,gue tidak maksa,”,kataku.

“Sebenerya gue takut. Tapi telah kepalang tanggung nih.. gue lagi,,‘on air’,”,,kata dia.

“OK,,jadi elo inginkan ya?” tanyaku lagi.

“..”,,dia diam lagi.

“Ya udah deh,,kayanya elo mau,”,,kataku.

“Tapi tahan sedikit. Nanti agak sakit awalnya. Soalnya elo baru kesatu kali,”,,kataku.

“..”,,dia diam saja seraya menatap kosong ke langit-langit.

Kubuka kedua belah pahanya lebar-lebar. Kelihatan bibir kemaluannya yang masih sempit itu. Kuarahkan ke lubang kemaluannya. Begitu aku sentuhkan kepala,,“anu”-ku ke liang kemaluannya, Dina unik nafas panjang,,dan kelihatan sedikit menerbitkan air mata. “Tahan ya Din..” Langsung kudorong anu-ku masuk ke dalam lubang kemaluannya. Tapi masih susah,,soalnya masih sempit sekali. Aku terus mengupayakan mendorong anu-ku,,dan.. “Bleess”,,masuk pun kepala kemaluanku. Dina agak berteriak.

“Akhh sakit Kak”.

“Tahan ya Din”,,kataku.

Aku terus mendorong supaya masuk semua. Akhirnya masuk seluruh kemaluanku ke dalam selangkangan adikku sendiri.

“Ahh.. Kak,,sakit Kak,,ahh”.

Setelah masuk,,langsung kugoyang maju-mundur,,keluar masuk liang kemaluannya.

“Ssshh,,,sakitt Kak,,,ahh,,,enak.. Kak,,,teruss,,,goyang Kak”.

Dia jadi merintih tidak karuan. Setelah sejumlah menit dengan posisi itu,,kami ganti dengan posisi,,“dog style”. Dina kusuruh menungging dan aku masukkan ke lubang kemaluannya lewat belakang. Setelah masuk,,terus kugenjot. Tapi dengan suasana “dog style”,,itu ternyata Dina langsung merasakan orgasme. Terasa sekali otot-otot di dalam kemaluannya tersebut seperti unik batang kemaluanku guna lebih masuk.

“Ahh,,ahha,,aku lemess banget.. Kak”,,rintihnya dan dia jatuh telungkup. Tapi aku belum orgasme. Jadi kuteruskan saja. Kubalikkan badannya untuk istirahat terlentang. Terus kubuka lagi belahan pahanya. Kumasukkan kemaluanku ke dalam lubang kemaluannya. Padahal dia telah kecapaian.

“Kak,,udah dong! Gue udah lemes”,,pintanya.

“Sebentar lagi ya”,,jawabku.

Tapi setelah sejumlah menit kugenjot,,eh,,dianya segar lagi.

“Kak,,yang agak cepet lagi dong,,”,,katanya.

Kupercepat desakan dan genjotanku.

“Ya,,,kayak gitu dong,,sshh,,ahh,,uhuuh”,,desahannya kian maut saja.

Sambil menggenjot,,tanganku meraba-raba dan meremas payudaranya yang mungil itu. Tiba-tiba aku seakan inginkan meledak,,ternyata aku inginkan orgasme. “Ahh, Din aku inginkan keluar,,ahh”,,Ternyata ketika yang bersamaan dia orgasme juga. Kemaluanku laksana dipijat-pijat di dalam. Karena masih enak,,kukeluarkan di dalam kemaluannya. Nanti kusuruh minum pil KB saja agar tidak hamil,,pikirku dalam hati.

BandarQ Online -Setelah orgasme bersama itu kucium bibirnya sebentar. Setelah tersebut aku dan dia kesudahannya ketiduran dan masih dalam suasana bugil dan berkeringat di kamar karena kecapaian. Ketika bangun,,aku dengsr dia lagi mengerang sambil menangis.

“Kak,,gimana nih. Punyaku berdarah banyak,”,,tangisnya.

Kulihat ternyata di kasurnya terdapat bercak darah yang lumayan banyak. Dan kemaluannya agak tidak banyak melebar. Aku kaget melihatnya. Gimana nih jadinya?

“Kak,,aku udah tidak perawan lagi ya?”,,tanyanya.

“..”,aku diam saja.

Togel Hongkong – Habis inginkan jawab apa. Gila! aku telah merenggut keperawanan adikku sendiri.

“Kak,,punyaku tidak apa-apakan?”,,tanyanya lagi.

“Berdarah begini wajar guna kesatu kali,”,,kataku.

Tiba-tiba,,gara-gara menyaksikan dia tidak gunakan CD dan menunjukkan kemaluannya yang agak melebar tersebut ke aku,,anu-ku,,“On”,,lagi!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *