Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Fantasi Istri Mengajak Threesome

Fantasi Istri Mengajak Threesome – Aku dan istriku, Risnawati yang biasa kupanggil dengan Ris, telah menikah kira-kira 4 tahun. Istriku ketika ini berprofesi sebagai ibu lokasi tinggal tangga, meskipun sempat kuliah di suatu perguruan tinggi negeri.

Sedikit gambaran jasmani tentang istriku, Ris pada ketika ini berumur 29 tahun, berkulit putih, berambut ikal sepunggung, dengan payudara yang lumayan besar (34B) berbentuk bagus sekal, tinggi 155 cm, berat 50 kg, dengan perut rata dan pinggang kecil tetapi sintal. Pinggulnya serasi dengan format badannya dan kedua bongkahan pantatnya sekali. Secara umum, dia lumayan seksi.

Telah lama kami mempunyai angan-angan untuk melakukan kegiatan seks three some. Biasanya, sebelum mengerjakan Making Love, kami mengawalinya dengan saling mengisahkan fantasinya masing-masing. Fantasi yang sangat merangsang untuk kami berdua, ialah membayangkan Ris mengerjakan hubungan seks dengan laki-laki beda dengan kehadiranku. Sekedar informasi, Ris memang memiliki gairah seks yang paling tinggi, sedangkan di sisi lain, aku seringkali cuma mampu ejakulasi satu kali.

Setelah ejakulasi, meskipun selama satu jam lantas penisku dapat ereksi lagi, lazimnya aku merasa lelah dan tidak bergairah, mungkin dampak beban kegiatan yang lumayan berat. Karenanya, seringkali ketika dia minta supaya bisa menjangkau orgasme berikutnya, sangat banter aku melakukannya dengan tangan, atau membantunya bermasturbasi dengan dildo. Walaupun demikian sekitar ini dia dapat merasa puas dengan teknik tsb.

Agen BandarQ – Setelah sekian lama mempunyai angan-angan tsb, sebuah hari aku tanya apakah ia inginkan merealisasikan angan-angan tsb. Pada tadinya ia hanya tersenyum dan mengira aku hanya bercanda. Namun sesudah aku desak, ia balik bertanya apakah aku serius. Aku jawab, ya aku serius. Terus dia tanya lagi apakah nanti aku masih bakal tetap sayang sama dia, aku jawab ya, aku bakal tetap menyayanginya sepenuh hati, sama laksana sekarang. Lalu aku tambahkan, bahwa semangat utama aku ialah untuk membuatnya bahagia dan menjangkau kepuasan setinggi-tingginya. Melihat wajahnya saat mencapai orgasme, selain paling merangsang pun memberikan kepuasan tersendiri bagiku.

Akhirnya dia jawab dia inginkan melakukannya bila moodnya mengijinkan. Kemudian aku dan Ris mendiskusikan kira-kira dengan siapa kami melakukannya, akhirnya opsi datang untuk seorang rekan dekatku, namanya Vence biasa kupanggil dengan Ven, yang sudah lama kami kenal, tetapi jarang bertemu sebab tinggal di kota lain. Sejak tersebut sering angan-angan kami melibatkan kehadiran Ven. Usia Ven 33 tahun, sama denganku, walau demikian tubuhnya lebih tinggi tidak cukup lebih 175 cm dan besar serta tegap, maklum dia ialah keturunan gabungan Eropa-Indonesia.

Akhirnya setelah sejumlah bulan berlalu, aku menghubungi Ven dari kantorku.

Setelah berbasa-basi sebentar, kemudian aku mulai mengisahkan tentang fantasi-fantasi kami. Sebagai kawan lama, kami terbiasa berkata terbuka, tergolong masalah seks. Ven tampak hendak sekali mendengar ceritaku dan dia mengaku kesanggupannya. Mengingat kegiatan bisnisnya, dia merencanakan guna datang ke kotaku selama 2-3 minggu lagi. Tidak tak sempat aku tegaskan, bahwa seluruh rencana ini sepenuhnya bergantung untuk kesediaan istriku.

Artinya andai pada saat-saat terakhir Ris berubah pikiran, maka sama sekali jangan ada satu pihakpun yang memaksakan kehendaknya. Aku katakan juga, dia jangan berlaku kasar terhadap Ris, karena kepuasan Ris ialah segala-galanya. Ven setuju dan bisa memakluminya.

Akhirnya masa-masa yang yang dirindukan tiba, baik Ris maupun aku lumayan gugup menghadapi apa yang sudah kita rencanakan. Namun aku meyakinkan Ris bahwa dia boleh berubah benak kapanpun. Sekitar pukul 6 senja Ven datang, pada saat tersebut aku masih sedang di kantor, Ris memberitakan kedatangannya melewati telepon.

Pukul 7 aku mendarat di rumah, terlihat Ven sudah mandi dan ganti baju dan sedang menyaksikan TV. Sementara tersebut Ris sedang sedang di kamar mandi. Setelah ngobrol sebentar, lantas aku masuk ke kamar guna menyimpan tas dan mengubah pakaian. Pada ketika bersamaan Ris baru terbit dari kamar mandi (kamar mandi terletak di dalam ruang istirahat kami) dengan melulu memakai handuk. Dia tampak paling cantik malam itu. Sementara aku mengubah pakaian, Ris mengenakan daster pendek berwarna merah. Ris terlihat cantik dengan daster tersebut, panjang daster tsb melulu sampai ke pertengahan paha, terlihat kontras dengan pahanya yang berwarna putih mulus. Sementara Ris masih menyisir rambut dan menggunakan parfum, aku terbit menemui Ven.

Setelah sejumlah saat kami mengobrol, bercerita tentang suasana masing-masing. Ris kemudian terbit kamar. Ven nyaris tak berkedip menatap Ris yang benar-benar tampil seksi malam itu. Singkat cerita, sesudah selesai santap malam kami sama-sama duduk di karpet, menyaksikan acara TV yang saat tersebut sedang berlangsung. Posisinya Ven, lantas Ris di tengah menyender di dadaku. Terus terang keadaan saat tersebut agak canggung dan kami benar-benar tidak tahu teknik untuk mengawali semua rencana yang sudah disusun.

Akhirnya aku memungut inisiatif dengan mulai menyentuh dan melingkarkan tangan di dada Ris dan menyentuh payudaranya dari luar daster. Mendapat perbuatan demikian Ris mulai terangsang dan nafasnya mulai tidak teratur. Segera sesudah itu, aku lumat bibirnya dan tangan aku mulai menyusup ke balik dasternya.

Ternyata saat tersebut Ris telah tidak menggunakan BH. Ris benar-benar terangsang kini. Pada saat tersebut tangan Ven mulai mengelus-elus paha Ris yang sudah terbuka, sebab daster mininya sudah terangkat ke atas. Kaki Ris yang awalnya tertekuk ditarik, sampai-sampai sekarang Ris berada dalam posisi duduk seraya bersandar padaku dengan kedua pahanya yang agak tersingkap dan kaki melonjor ke depan. Tangan Ven mulai bergerilya pada unsur paha atas Ris.

Kemudian Ven unik tangan Ris dan meletakkannya di atas pangkuan Ven. Secara reflek, dalam suasana terangsang, Ris mengusap-usap kemaluan Ven yang sudah tegang dari luar celananya. Bagian bawah celana Ven tampak menggembung besar. Aku mengira-ngira alangkah besar kemaluan Ven ini.

Sementara bibirku mulai menyusur leher dan belakang telinganya (bagian yang sangat sensitif baginya). Setelah tersebut aku berbisik di telinga Ris, inilah ketika untuk merealisasikan angan-angan kita. Lalu aku mencungkil pelukanku guna memberi peluang pada Ven guna beraksi.

Sekarang Ven mulai memungut alih permainan selanjutnya. Ditariknya Ris ke pelukannya dan tangannya yang satu langsung memeluk payudara Ris yang sebelah kanan, sementara tangannya yang satu mengelus-elus punggung Ris seraya mulutnya melumat bibir Ris dengan gemas. Tangan Ven yang sedang di payudara Ris disisipkan pada belahan daster Ris yang tersingkap dan mulai memelintir dengan halus ujung putingnya yang sudah mengeras. Kemudian Ven unik tangan Ris ke arah resluiting celana Ven yang sudah terbuka dan menyusupkan tangannya memegang kemaluan Ven yang sudah tegang itu. Kelihatan Ris agak tersentak saat terpegang senjata Ven yang tampaknya besar itu.

Setelah sejumlah saat mengelusnya, lantas Ris membuka celana Ven sampai-sampai kemaluannya tiba-tiba melonjak keluar, seolah-olah baru bebas dari kungkungan dan kini dengan jelas terlihat. Aku paling terkejut menyaksikan kemaluan Ven yang paling besar dan panjang itu. Kemaluan yang sebesar itu melulu ada di film-film BF barat saja. Batang penisnya berdiameter 7 cm dikelilingi oleh urat-urat yang melingkar dan pada ujung kepalanya berbentuk topi baja yang paling besar, panjangnya barangkali lebih dari 20 cm, pada unsur pangkalnya ditumbuhi dengan rambut pirang yang lebat.

Setelah terbit dari celananya kelihatan seram, jauh lebih panjang dan besar dari punyaku. Sesaat Ris menoleh ke arahku, dari sinar matanya yang agak panik, terlihat dia agak ketakutan dan tidak mengasumsikan akan menghadapi penis yang sebesar itu. Aku mulanya pun agak ragu-ragu, tapi guna menghentikan ini, kelihatannya telah kepalang, sebab tidak enak hati pada Ven yang telah mau memenuhi kemauan kami itu.

Redmi99.org – Kemudian aku mengangguk seraya tersenyum memberi motivasi pada Ris. Mendapatkan persetujuanku dan desakan semangat itu, Ris lantas dengan kedua tangannya memegang penis Ven dan mulutnya menghampiri ke kemaluan Ven. Ris mulai menjilati kepala penis Ven yang besar itu. Kemudian setelah lumayan basah oleh air ludahnya, perlahan Ris mulai memasukkan penis Ven ke dalam mulutnya. Terlihat paling susah untuk Ris untuk dapat memasukkan penis yang besar tersebut ke dalam mulutnya. Terlihat mulutnya mesti dimulai lebar-lebar untuk dapat menampung penis Ven yang dahsyat itu. Ven terlihat sangat merasakan isapan Ris itu.

Kira-kira sepuluh menit Ris mengulum kemaluan Ven, lantas Ven unik kepala Ris dan mendekatkan ke mukanya dan lantas melumat bibir Ris. Ris balas melumat bibir Ven dengan ganasnya, sedangkan tangan Ven merambah ke payudara Ris dan mulai membuka daster Ris. Setelah daster terlepas, seraya tetap berciuman, tangan Ven mulai menyusup ke balik celana dalam Ris yang berwarna cream seraya memainkan clitoris Ris. Tangan Ris sendiri tidak bermukim diam, ia terus membelai kemaluan Ven yang semakin menegang.

Kemudian Ven menggendong Ris dan membawanya ke kamar istirahat tamu. Terlihat Ris paling kecil dalam gendongannya, dikomparasikan badan Ven yang besar itu. Secara perlahan lantas Ven menempatkan Ris di ranjang dan membuka celana dalam Ris. Hingga sekarang Ris sudah telanjang bulat. Tampak kulitnya yang putih dan vaginanya yang tanpa rambut (Ris biasa memotong bulu vaginanya secara teratur) merekah dan terlihat basah. Kemudian Ven perlahan-lahan menunjukkan bibirnya ke leher Ris, lantas turun ke dadanya dan mulai melumat puting payudara Ris bergantian.

Sementara tersebut aku terus menyimak dari pintu kamar dengan menyangga birahi yang paling memuncak. Setelah puas bermain-main di payudara Ris, Ven lantas mulai menciumi pusar Ris hingga akhirnya mulai menjilati lubang vagina Ris yang semakin basah. Setelah dilangsungkan kira-kira 30 menit, terlihat Ris mulai mendekati orgasme, memahami demikian, Ven lantas mulai menunjukkan penisnya ke vagina Ris yang kian merekah. Sebelum memasukkan penisnya, tidak tak sempat Ven menggosok-gosok kepala penisnya pada bibir vagina Ris. Badan Ris menggelinjang kegelian menikmati gosokan penis Ven pada vaginanya.

Perlahan-lahan Ven mulai memasukkan penisnya ke vagina Ris. Ris berjuang membantu dengan membuka bibir vaginanya lebar-lebar. Kelihatannya paling sulit guna penis sebesar tersebut masuk ke dalam lubang vagina Ris yang kecil. Tangan Ven yang satu memegang pinggul Ris seraya menariknya ke atas, sampai-sampai pantat Ris agak terangkat dari lokasi tidur, sementara tangannya yang satu memegang batang penisnya yang ditekan masuk ke dalam vagina Ris.

Sementara Ven sedang berjuang memasukkan penisnya kedalam memek Ris, badan Ris tampak menggelinjang-gelinjang dan dari mulutnya tersiar suara, “aahh.., aahh.., sshh.., sshh”, laksana orang sedang kepedasan. Pada masa-masa Ven mulai mengurangi penisnya, tersiar jeritan terbendung dari mulut Ris, “Aduuhh.., sakiitt.., Veenn.., pelan-pelan.., doong”. Ven agak menghentikan kegiatannya sebentar guna memberikan peluang pada Ris memungut nafas, lantas Ven melanjutkan pulang usahanya guna menaklukkan vagina Ris. Aku agak kasihan pun melihat suasana itu, disamping tersebut melihat badan Ris yang menggeliat-geliat dan tangannya yang memegang erat alas lokasi tidur dengan kuat, membuatku terangsang dengan hebat. Ven dengan tentu tetap mendorong kemaluannya masuk secara perlahan-lahan ke dalam vagina Ris.

Akhirnya sesaat kemudian, nyaris seluruh kemaluan Ven masuk ke dalam vagina Ris. Ven lantas menggerakkan penisnya terbit masuk dengan irama yang teratur, sedangkan Ris mengimbangi dengan mengerakkan pantatnya. Tidak lama kemudian, Ris menjangkau klimaks. Tubuhnya mengejang dan mulutnya menerbitkan jeritan tertahan, “Aku sampaai Veenn.., peluk aku kuat-kuat”. Bersamaan dengan itu, kakinya melingkar di pinggang Ven dan mengunci dengan erat. Sementara Ven nyaris tidak dapat bergerak dan melulu menekankan kemaluannya ke dalam vagina Ris sekuat mungkin. Tak lama, Ris mulai terlihat rileks dan melonggarkan kakinya yang melingkar di pinggang Ven. Sementara Ven lantas meneruskan gerakan keluar-masuk penisnya secara perlahan-lahan dan Ris melulu diam keletihan dengan nafas yang tidak teratur. Tidak lama, tampaknya birahi Ris mulai bangkit lagi dan menggerakkan pantatnya lagi. Maklum perempuan kan dapat mengalami multiple orgasme.

Tidak lama kemudian, Ven menarik keluar penisnya dari vagina Ris dan meminta Ris guna menungging. Kemudian Ven memasukkan kemaluannya ke vagina Ris dari belakang. Aku yang semenjak tadi melulu menyaksikan mulai tidak tahan, lantas aku mendekat, membuka celana, dan menunjukkan kemaluanku yang sudah paling tegang ke mulut Ris. Dengan paling bernafsu, Ris mengulum penisku sedangkan Ven terlihat menggerakan pinggulnya semakin cepat. Tidak lama lantas tampaknya Ven nyaris mencapai klimaksnya dan mengerakkan pantatnya dengan paling cepat. Ris mengimbangi gerakan Ven dan mencungkil penisku dari mulutnya, sambil menerbitkan erangan Ris berkata, “Ayo Ven gerakkan yang cepat.., ah.., uh”. Setelah tersebut Ven ejakulasi dan menekankan pantatnya rapat-rapat sampai-sampai pinggulnya menempel ketat pada pinggul Ris. Dan pada saat nyaris bersamaan Ris juga kembali menjangkau orgasme. Tak lama Ven menarik keluar penisnya dan istirahat telentang di samping Ris.

Aku lantas duduk di kursi sofa yang terdapat di ruang tidur tersebut dan unik Ris. Perlahan Ris jongkok di atasku dan mulai menurunkan vaginanya yang terlihat membengkak ke arah kemaluanku (mungkin dampak barang Ven yang paling besar itu). Dengan gampang penisku masuk ke dalam vagina Ris, maklum setelah lumayan lama barang Ven yang besar tersebut keluar masuk, menciptakan vagina Ris agak melar. Walau demikian, aku tidak dapat menahan ejakulasi terlampau lama, mungkin dampak pengaruh situasi, tidak lama penisku memuntahkan cairan sperma di dalam vagina Ris, hingga meluber keluar.

Poker Online – Tampak Ven tergeletak dengan lesu di ranjang dan aku di sofa. Tampaknya energi kami benar-benar terkuras. Sementara Ris lantas pergi ke kamar mandi, guna pipis dan mencuci sisa-sisa spermaku di vaginanya. Kira-kira separuh jam kami beristirahat, Ris berinisiatif mengulum kemaluan Ven yang masih mengkerut. Sementara aku melulu memperhatikan. Tidak lama, kemaluan Ven mulai membesar lagi setelah sejumlah saat dikulum. Ris lantas mengangkangkan kakinya di atas Ven yang telentang istirahat dan menghadapkan wajahnya ke arah penis Ven. Ven lantas menjilati vagina Ris hingga ke lubang anusnya, dan Ris sendiri sibuk mengulum dan menghisap penis Ven. Melihat pemandangan ini, kemaluanku juga mulai menegang kembali.

Tak lama Ris bangun dan duduk di atas Ven, lantas Ris memasukkan penis Ven ke vaginanya dengan posisi Ris di atas. Ris menaik-turunkan pantatnya dengan bibir vagina memegang erat penis Ven dengan erat. Ketika Ris mendongkrak pantatnya, bibir vaginanya turut tetarik terbit mencengkeram kemaluan Ven. Sungguh pemandangan yang paling mengairahkan. Makin lama gerakan Ris kian cepat dan tak lama Ris tampak menjangkau orgasmenya dan menekankan pantatnya kuat-kuat sampai-sampai penis Ven masuk seluruhnya. Setelah tersebut Ris unik pantatnya dan jongkok di ambang ranjang seraya mengulum kemaluan Ven. Sementara vaginanya menuju arahku. Melihat pemandangan demikian, aku memasukkan penisku ke vagina Ris dari belakang, sedangkan mulutnya sibuk mengulum kemaluan Ven terbit masuk.

Prediksi togel – Kira-kira sepuluh menit kemudian, Ris kembali menjangkau orgasmenya dan aku rasakan vaginanya mengapit penisku dengan erat. Tak lama aku juga kembali menjangkau ejakulasi. Setelah tersebut Ris mengelap saldo air maniku yang terbelakang di mulut vaginanya dengan handuk kecil, Ris lantas berbaring di ranjang dan Ven pulang memasukkan penisnya ke vagina Ris. Setelah nyaris satu jam, dan Ris telah menjangkau dua kali orgasme lagi, barulah Ven pun menjangkau orgasmenya, tetapi kali ini Ven menerbitkan penisnya dari vagina Ris, sampai-sampai spermanya muncrat ke payudara dan perut Ris. Sambil tersenyum Ris membalurkan sperma tsb ke semua dada dan perutnya, untuk merasakan kehangatannya. Setelah tersebut Ris lantas mengelapnya dengan handuk kecil. Sementara Ven tampak keletihan namun paling menikmati. Ven lantas mencium bibir Ris, istriku dan memeluknya. Ris berbicara bahwa ia sangat merasakan malam tersebut dan tersenyum manis kepadaku. Kemudian mereka berdua tertidur di ranjang dengan tubuh telanjang, sedangkan aku tertidur keletihan di atas sofa.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *