<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIwww.BDPKV.COM 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus TurnOver 0.5%, Mudah Menang Dan Coba Sensasinya

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Gara Gara Di Intip Anakku

Gara Gara Di Intip Anakku – tidak terdapat yang dapat memaafkan dengan apa yang pernah saya lakukan. Yang pernah kami lakukan,,lebih tepatnya. Suatu tindakan yang tidak terpuji,,maksud saya ialah pembenaran dari sebuah hal yang buruk atau barangkali hal yang menjauh dari kesucian,,dari perbuatan buruk yang pernah kami lakukan. Tapi tentu ada alasan,,pasti ada,,pasti tidak jarang kali ada konsekuensi dari sebuah kelakuan yang buruk.

Saya tidak meminta simpati dari semua pembaca,,tapi bila kamu mempunyai empati dari kisah yang saya buat,,saya harap kisah ini dapat membuat kamu mengerti. Memang,,alasan saya menulis kisah ini guna mengklarifikasi dan sebagai semangat dan kekurangan dan pun suatu keperluan yang didasari suatu ketidaktahuan dan pun mungkin kesukaan dari suatu hubungan sedarah kami,,sewaktu saya menyetubuhi anak laki – laki saya.

Jika kisah ini memang tersiar klise atau telah pernah di tulis,,itu hanya diakibatkan oleh keserupaan suatu suasana perilaku Manusia. Namun kisah sex ini menurut dari cerita saya. Erik,,(pacarnya memanggilnya Robert,,teman-teman nya memanggilnya Rob,,tapi aku tetap memanggilnya Erik,,anak laki-laki ku yang paling ku sayang) sekali lagi dia mengganggu privasi aku,,sewaktu aku mandi. Yang ke-3 kalinya di dalam bulan ini. Dengan dalil sebelumnya bahwa adik perempuannya menggunakan kamar mandi kami yang lain,,dan Erik menjadi paling benar2 cerdik dalam kenakalannya. (suatu dalil yang memang tidak dapat aku sanggah)

Saat kesatu dia melulu buang air kecil,,tapi dia kerjakan dengan masa-masa yang lama,,menggoyangkan k0ntolnya,,memasukan ke celananya dan memblokir retsleting celananya sebelum dia berlalu. Memang seperti tersebut prosedurnya,,(kecuali memang sebab harus mengerjakan sesuatu yang memerlukan waktu yang panjang). Dia pernah menanyakan kepadaku mengenai sesuatu (tapi aku lupa mengenai apa) dan pertanyaan tersebut membuat dia semakin lama untuk terbit dari kamar mandi,,aku jadi curiga dia berjuang untuk menyaksikan sekilas tubuh telanjangku dari balik kaca plastic yang buram,,tetapi tetap dapat memperlihatkan lekuk tubuhku yang langsing diusiaku yang ke- 38 ini.

Aku mesti mengakui dimana aku tidak dapat menyembunyikan diriku lebih jauh,,dari anak laki – laki yang berumur 16 tahun dan sebagai remaja masa kini,,pasti telah melihat tidak sedikit sekali tubuh perempuan yang sedang telanjang. Sudah tentu saat dia sedang kencan,,(dan andai beruntung) dia bakal mendapatkan seluruh kejujuran dan kedustaan apa yang ditabung wanita,,tentang sebuah rahasia yang berada diantara kaki wanita,,secara pribadi. Sebenarnya aku tidak beranggapan lebih mengenai niatnya guna mengintip ku hingga nanti,,setelah sejumlah saat Erik hadir waktu aku sedang menyabuni tubuhku. Saat tersebut juga aku langsung membilas tubuhku dari sabun,,dan seketika tersebut juga aku tersadar dengan isyarat bahwa aku tidak sendirian dirumah. Suamiku telah pergi ke kantor pagi-pagi sekali, kemudian dimana Rika ? Aku berbicara di dalam hati.

“ Maaf,,mam”,,terdengar suara dari anak lakiku yang memiliki tubuh cukup atletis itu“,,rika menggunakan kamar mandi yang beda dan aku telah putus harapan tidak tahan hendak buang air kecil,,jadi aku masuk ke kamar mandi Mama”. Kata Erik kepadaku,,sambil membalikan badan ke kloset,,dan duduk di kloset,,setelah tersebut saya menyaksikan bayangannya dari balik kaca penghalang plastic dia menurunkan celana boxernya dengan sekali gerakan“,,dia bilang inginkan buang air kecil,,tapi mengapa dia duduk di kloset dan melepas seluruh celananya”,,aku bergumam di dalam hati.

Setelah aku perhatikan,,suatu perhatianku kepadanya yang tidak terlampau khusus.

”Mmm”,,aku bergumam yang gumaman ku barangkali agak keras dan dapat terdengar diantara derasnya suara air pancuran,,dan aku tetap melanjutkan membilas badanku.

Dan diluar ruangan shower,,aku menyaksikan dengan sudut mataku terdapat semacam rupa gerakan yang berirama,,dan sudah dapat dipastikan itu ialah gerakan yang paling familiar.

”Sepertinya dia sedang unik K0ntolnya,,benar gak ya,,hmmm”,,aku jadi tidak banyak penasaran. Aku tidak dapat menahan senyum kecilku,,ternyata aku menyaksikan anak lakiku secara diam-diam mengerjakan onani di hadapan Mamanya yang sedang telanjang.

Aku merasa laksana tergganggu tetapi pun merasa senang dalam masa-masa yang bersamaan,,bingung sekali rasanya.

Yang menciptakan ku senang bukanlah sesuatu yang sedang dia lakukan. Tetapi Tubuh ku ini,,setelah aku lihat2,,aku bangga memiliki tubuh yang dapat menjadi inspirasi untuk dia,,itu yang membuatku jadi agak tersenyum nakal. Yang menciptakan ku merara terganggu dan risih ialah karena tidak terdapat tanggapan yang cocok dari ku sebagai seorang Ibu,,aku merasa bersalah sebab aku tidak marah kepadanya. Tapi faktanya,,malah membuatku laksana agak tidak banyak horny dan merasa sedang di dalam keunikan yang eksotik,,aku justeru merasa sebagai penari striptis yang sedang tampil di dalam suatu pelindung kaca.

Aku geser badanku dengan tidak banyak goyangan yang sexy,,yang menunjukkan lekuk tubuhku, dan aku mendengar bertambahnya tempo pergerakan genggaaman tangannya di k0ntolnya. Di dalam suatu gerakan tubuhku yang total tanpa aku merasa ragu guna memperlihatkan bayang-bayang lekuk tubuhku dari balik penghalang kaca platic yang buram itu,,dan aku tidak tahu dari mana gagasan ini datang laksana spontan saja mengekor naluri,,aku majukan perutku ke menghadap plastic pelindung yang tembus cahaya tersebut tepat disebelanya ialah muka Erik yang sedang mengintipku secara langsung.

Dengan aku memajukan perutku agak menempel ke kaca tersebut,,otomatis dia menyaksikan bagian gelap di bawah perut Mamanya yang menunjukkan seperti semak tipis yang gelap yang sedang disirami oleh siraman air dari shower,,dengan gerakan tubuh ku yang naik dan turun perlahan secara berulang-ulang,,dengan paling benar-benar memprovokasinya.

Menurutku gerakan itu lumayan memberikan dia serangan seketika ke psikisnya dan menciptakan dirinya beranggapan untuk memungut tisu sebanyak-banyaknya untuk menyangga semprotan derasnya aliran sperma yang mengalir deras dari k0ntolnya,,agar tidak mengalir turun di lantai. Pikiran badung yang terdapat di otakku merupakan,,menginginkan dengan paling untuk menghisap unsur vital dari anak lakiku tersebut yang sedang dimainkan olehnya dan mengerjakan hisapan saat spermanya keluar laksana air mancur.

“Tapi dia ialah anak laki mu”,,protes hati nurani ku,,sambil aku membalikan badanku menjauh dari wujud bayanganya yang sedang memuntahkan sperma,,tapi jariku sendiri justeru menyentuh Memekku secara spontan.

Menurutku,,mungkin saat tersebut kami memiliki pikiran yang sama,,tentang ketidak senonohan/lancang tentang diri kami masing2,,berpikir dengan memutar khayalan kami mengenai keuntungan atau kejelekan yang akan anda dapatkan. “Ibu dan anak sama2 memiliki nafsu sexual yang tinggi”,,pikirku.

Aku menunggunya hingga dia terbit dari kamar mandiku,,dia terliahat laksana terburu-buru saat terbit dari pintu kamar mandi. Aku tidak tahu,,apakah dia sebetulnya tahu apa yang sedang terjadi,,sehingga dia keluar lumayan tergesa-gesa,,atau dia fobia diketahui oleh diriku,,(jika memang aku tidak tahu,,tapi kenapa tadi aku tempelkan tubuhku,agar dia dapat melihatku di kaca plastik ini?) Tapi sayangnya dampak ketergesa-gesaannya dia sudah melewatkan peragaan besar dari ibunya,,yang ternyata diriku pun merasakan orgasme,,tidak lama kira-kira tidak hingga 30 detik sesudah dia terbit dari kamar mandi.

Dan menurutku tersebut sangat memalukan!! Dan aku mengakuinya untuk diriku sendiri sesaat sesudah aku pulih dari nikmatnya orgasme kecilku. Jika dia bukan anak ku,,mungkin aku telah tergoda. Aku menilik kembali tetang aksi masturbasi anda antara aku dan Erik yang saling berbalasan namun secara sembunyi dan aku mengingatnya satu persatu,,aku membayangkan andai aku jadi Erik atau pada diriku sendiri,,seperti kejadian yang terjadi begitu saja dan memang tidak terencana namun memang sungguh nyata,,meskipun diantara kita kini sudah tidak di ruangan yang sama.

Sampai pada sebuah kesempatan, Rika anak perempuanku pergi terbit rumah pagi-pagi sekali. Dimana menurut keterangan dari Erik,,,rika pergi untuk mengerjakan suatu pekerjaan di luar rumah. Jadi peluang kali ini,,bisa dipakai Erik guna mengintip lagi Ibu-nya yang sedang telanjang. Apakah aksi Erik sebelumnya,,adalahsuatu kelicikan? Akankah dia melakukannya lagi,,dan apakah tanggapanku yang mesti aku bikin kali ini?

“Ah,,tidak,,jangan”,,tapi benak nakalku berbisik”,,ayolah,,sayang,,biarkan ilham erotis tersebut datang dan terdapat diantara kalian berdua”,hal ini dapat membuatku badung lebih jauh,,dan libidoku yang tinggi ini hendak merasakan sisi gelap dari suatu gairah yang terlarang.

Bagaikan seorang permaisuri di dalam novel-novel romantis yang tertarik untuk Pemuda-pemuda nakal,,dan membayangakan pemuda itu sebagai sumber obsesinya,,dan gairah kupun pulang menyala.

Aku mengupayakan untuk menanam diri dan berpikir,,jika aku berada pada kondisi itu,,aku masih belum dapat menemukan solusi mengenai masalah ini hingga dengan 8 hari kemudian,,sekali lagi privasi ku diserang. Tapi kali ini,,sesaat sesudah aku selasai mandi dan bersiap untuk terbit dari kamar mandi,,sebelum Erik menuntaskan aksinya.

“Upsss,,!!”,,kataku. Erik,,berdiri diatara aku dan handuk besarku yang masih tergantung di gantungan pintu kamar mandi,,dan aku pulang masuk kedalam ruangan shower,,lalu aku berkata

“Hey,,sayang,,tolong berikan handuk Mama,,yang warna merah jambu,,lempar saja handuk tersebut dari atas!!“.

Saya menyaksikan gerakan bayang-bayang k0ntolnya dari bayang-bayang kaca plastik pelindung,,sewaktu dia membuang handuk kepadaku. Aku segera menggunakan handuk dengan melilitkan kebadanku,,dan aku segera terbit dari ruangan shower.

Sewaktu aku keluar,,perasaan ku laksana meleleh. Aku menyaksikan Erik dengan celana pendeknya, yang telah siap dengan ujung k0ntol yang telah terlihat terbit dari celananya. Handuk kecil yang terdapat ditangannya tidak terlampau lebar guna menutupi k0ntolnya,,dari situ aku mulai mengerti. Anak laki-laki ku menatap dengan berani kearah tubuh ibunya. Dia menjulurkan tangannya ke k0ntol untuk memperbaiki posisi k0ntolnya supaya lebih nyaman. Dan dia mulai mengocok K0ntolnya di depan diriku,,namun itu melulu asumsi ku saja barangkali apa yang ku lihat ialah salah,,dan aku akan mengupayakan memikirkannya nanti.

Saat kesatu kali kami memakai kamar mandi bersama,,mungkin dia terlihat laksana kejadian yang tidak disengaja,,tapi lama kelamaan dan kali ini,,dia lebih berani dan memiliki maksud tersembunyi,,dan sekarang, dia melakukannya secara nyata di depanku.

”Sudah keterlaluan,,menurutku”,,dan spontan aku langsung menampar mukanya dengan keras.

Akibat tamparanku,,erik paling kaget,,dan akupun pun kaget,,mengapa aku menampar Dia,,aku agak tidak banyak merasa bersalah. Terlihat dari muka Erik yang sangat keadaan bingung dan paling sedih. Aku tahu bahwa barangkali aku sudah salah bertindak,,dengan tidak menyaksikan situasi dan kondisi. Melihat keadaan bingung dan ketakutannya,,sikap keibuanku juga mulai keluar,,dan aku jadi tidak menyimak mengenai keadaanku kini yang telah mendekati telanjang,,hanya berbalut handuk merah jambu,,tapi aku tetap acuh dan melupakan suasana ku kini yang melulu berbalutkan handuk,,aku langsung memeluknya dengan pelukan erat seorang ibu yang paling sayang untuk anak laki-laki nya. K0ntolnya yang tadi berdiri tegak dan keras,,menjadi agak lembek sejumlah saat,,tapi mukanya secara tidak langsung menempel pada payudaraku,,karena dekapan pelukanku yang erat untuk dirinya.

Aku merasa menjadi paling buruk di mata Erik,,dan aku hendak memberikanya sebuah ganti rugi untuknya.

“Oohh Erik anaku sayang,,maafkanlah Mama sayang,,mama tidak bermaksud guna menyakitimu,,soalnya Mama paling kaget saat membuka pintu shower,,kamu sedang onani dengan mengintip Mama,,dengan menyaksikan tubuh Mama yang telah tua ini”.

Erik melulu terdiam,,dengan menerbitkan sedikit air mata,,dengan tetap meneruskan pelukannya pada tubuhku dan terus menyandarkan kepalanya di Dadaku. Aku coba menuliskan kepadanya,,agar kejadian ini tidak dirasakan sebagai urusan yang serius,,dengan mengatakan,

”Adakah yang Mama dapat lakukan guna mu,,agar kamu dapat melupakan kejadian ini,,sayang?”,,“apa yang dapat mama dapakan guna bayi Mama ini,,apakah anda mau yang special dari Mama? Ayo,,bilang ke Mama,,sayang!!!”.

Sewaktu aku sedang membujuknya,,aku menikmati Puting susuku yang sebelah kiri laksana dihisap. Ternyata sesudah aku menyaksikan kearah Payudaraku, Erik telah berbicara dengan tersirat melewati aksi mulutnya,,apa yang dia mau dariku. Apa yang dapat dilakukan lebih,,dari seorang ibu untuk anaknya kecuali menyusuinya,,meskipun anaknya telah berumur 16 Tahun. Hati dan perasaan ku laksana menabur rasa keaslian kasih sayang dari seorang ibu guna anaknya melewati bagian tubuh yang paling intim,,yaitu putting susu ku ke Bibir Erik. Rasanya aku hendak memelihara kedekatan fisik,,tubuh kami antara aku dan anak ku,,sebagai moment yang manis. Sama seperti ketika Erik masih bayi. Tapi dengan bertumbuhnya kedewasaan diantara kami,,pasti akan memunculkan image yang buruk.

Aku menikmati K0ntolnya mulai mengeras dan berdiri tegak kembali,,dan dengan kata lain hisapan di Puting susuku terasa bukan hisapan yang kekanak kanakan,,tetapi dengan mengerasnya Batang k0ntol Erik,,memperlihatkan bahwa dia sedang sedang di dalam samudra gairah yang tak tertahankan!! Gelombang gairah tersebut pun akhirnya pun menerpa dan mulai merasuki ku,,dan aku mulai terangsang paling hebat,,sikapku pada saat tersebut mulai berubah dari seorang perempuan yang paling keibuan menjadi seorang Ibu yang sangat mengharapkan bercinta dengan seorang pemuda yang umurnya terpaut jauh lebih muda dariku (MILF).

Saya mulai menikmati telapak tangan Erik,,meluncur turun kebawah perutku dan jari-jrinya mengarah ke kearah lipatan vertikal ku yang ditumbuhi bulu halus,,yang memang paling aku rawat,,dan kini memek ku telah mulai basah oleh cairan kewanitaanku,,karena rangsangan yang hebat yang aku rasakan dari rabaan jari-jari Erik.

Dia tentu tahu dengan apa yang dia kerjakan kepadaku dan bakal membuatku menggeliat,,dimana tangan kanannya meyeruak masuk kedalam Memekku dan jarinya memainkan unsur yang sangat tervital di tubuhku,,jarinya mulai memelintir dengan halus klitorisku,,dan aku menikmati aliran darahku yang deras berdesir ke semua tubuhku,,suatu kesenangan yang susah diungkapkan dengan kata-kata,,aku merasa laksana melayang jauh tinggi ke awan. Yang kurasakan ini barangkali karena,,,anaku sendiri yang membuatku jadi begini,,memang rasanya terasa paling jauh berbeda,,saat aku mengerjakan ini dengan suamiku.

Tanpa sadar aku terus memajukan pinggulku guna penetrasi ke dalam sentuhannya jari2nya,,kami kerjakan ini dengan paling perlahan,,dan aku paling menikmatinya. Erik mengalihkan mulutnya guna menghisap puting ku yang satu lagi,,dan jari dari tangan kirinya tetep menusuk kedalam liang memekku,,sambil kadang memencet klitorisku dengan lembut,,dan aku rasakan saldo jarinya yang masih diluar liang memekku meraba bibir anusku dengan nakal,,kadang dimasukan atau menggesek gesek bibir anusku.

Aku mulai merasa kehilangan kontrol terhadap kondisi yang terjadi ketika itu,,aku paling yakin bahwa aku tidak memiliki kehendak guna menghentikan cekramaan dari rangsangan gairah nafsu yang sedang menghanguskan kami berdua. Yang terjadi justeru aku mencengkram Bantang k0ntol anaku yang mengacung tinggi dan keras,,yang sekitar ini anakku pamerkan kepadaku namun aku acuh tak acuh,,dan aku menikmati kekuatan dari seorang pria yang memiliki nafsu laksana binatang. Semakin aku beranggapan liar,,dan aku semakin terangsang paling hebat. Sentakan dari desiran darah di dalam adrenalinku merasuki sistem pertahanan tubuhku,,dan aku diciptakan sangat lemah karenanya,,aku telah melupakan kejadian ketika aku menamparnya tadi. Dan aku menikmati lututku mulai melemah.

Erik memahami bahwa memang pertahananku telah runtuh,,dan dia pun tahu bahwa ibunya telah pasrah dengan rangsangan dari kesenangan siksaan yang dia berikan dan dengan gampang dia membaringkan tubuhku ke lantai. Karpet berwarna merah muda pekat,,dengan bahan kain tidak banyak berbulu,,melapisi lantai kamar mandi utama kami,,dan menjadi bantalan yang lunak dah halus yang memang tepat sekali guna alas bercinta yang paling indah,,aku merasa badanku laksana perlahan melayang jatuh ketika tubuh telanjangku terbaring,,lebih tepatnya dibujur diatas bulu2 halus di karpet tersebut dengan ditolong oleh Anak lakiku tersayang yang powerful dan paling tampan.

Setelah tubuhku tergeletak di lantai,,erik langsung memeluku,,aku sedang di bawahnya yang pun menyambut pelukan tersebut dengan langsung menghirup bibirnya dengan sarat gairah yang terbendung untuk diledakan,,aku menikmati mulut Erik dan merasa anaku ini juga hendak di explor olehku,lidahnya mencari tiap inci dalam mulutku,,baru kali ini aku menikmati tentang Erik anak laki-laki ku yang ternyata paling hebat dalam bercinta.

Aku sempat terpikir,,dengan apa yang sedang terjadi sekarang,,dan akibat apa yang terjadi sesudah kejadian ini,,dan lama kelamaan bareng dengan desiran angin asmara diantara aku dan Anakku,,pikiran tersebut hilang terbawa gelombang kesenangan surga yang datang menerpa diriku dan aku merasa laksana tubuhku sedang melayang terbang jauh mengarah ke sebuah Bintang yang menyerahkan harapan tentang kesenangan suatu keintiman Seks yang estetis yang barangkali akan aku rasakan dan diserahkan oleh anaku sendiri.

Diriku semakin haus bakal kepuasan,,bukan saja haus tetapi aku telah sangat menikmati lapar akan kesenangan Bercinta,,aku sudah paling basah,,aku sempat beranggapan biarlah aku Hamil dari anaku sediri,,semua telah kepalang basah,,yang urgen aku melulu mau kesenangan itu, aku arahkan supaya Erik guna segera memasukan batang K0ntolnya yang cukup besar tersebut untuk segera menerobos masuk ke dalam Memek ibunya yang merah merona dan merekah yang sudah paling banjir bakal cairan-cairan kewanitaan.

Aku mulai menggenggam lengan atas Erik,,dan menikmati otot bisep dan trisepnya yang semakin membuatku bergelora,,dengan ketelanjangan kami berdua,,aku menikmati bersatunya tubuh dan badan kami antara ibu dan anak,,dengan sensasi yang benar-benar luar biasa, menikmati kulit ku bersentuhan langsung secara sarat dengan kulitnya tanpa adanya batasan dan halangan dan kami kerjakan dengan tanpa terdapat rasa tabu diantara kami. Tubuhku sudah memeluk erat tubuhnya dan menunjukkan suatu ayunan – ayunan kasih sayang dengan sarat nafsu dan rongrongan birahi. Aku menjadi birahi untuk anak lakiku,,sangat dan teramat sangat,,sehinggap Erik bisa dengan mudah menciptakan serapat barangkali tubuhnya kepadaku supaya dia bisa lebih leluasa guna menilai posisi yang nyaman guna menyetubuhi ibu kandungnya sendiri,,yang barangkali terkesan kuno namun klasik dengan teknik bercinta pria diatas perempuan.

Dalam kondisi berciuman kami yang sarat dengan hasrat dan birahi,,,aku dapat merasakan K0ntolnya mulai menyodok dan mulai mendorong menggali lubang Memek ibunya sendiri yang memang telah basah,,banjir oleh cairan yang licin dan lengket yang telah siap guna diterobos masuk,,pintu kesenangan surgaku laksana diketuk telah siap kubuka,,kenikmatan surga keduniaan yang sarat dengan dosa,,tapi sangat estetis dan luar biasa,,surga keduniaan sudah menantikan kami,,dan kami berdua siap melayang terbang kesana menggapai kesenangan yang terbalut dengan indahnya dosa. Birahi kami sudah paling tidak dapat kami tolerir.

Tiba-tiba aku menikmati suatu sensasi yang paling sulit guna diungkapan,,tanpa bimbingan tangan ku ternyata k0ntolnya sudah menyeruak menerobos masuk dengan hentakan nafsu hewan seorang anak Laki2 dan terus mendesak terpompa semakin dalam dan semakin dalam ke liang Memek ku,,dengan ukuran besar dan panjangnya k0ntol anaku aku sedikit menikmati agak ngilu pada bibir Memek ku,,tapi rasa sakit dan ngilu tersebut terhapuskan oleh ayunan gelombang nafsu birahiku yang sedang berkobar,,dan aku menikmati suatu sensasi nikmatya dari sebuah hujaman yang dapat menggapai rahimku,,dimana kesucianku sebagai seorang ibu sudah terengut dan dirampas oleh anak kandungku,yang sekitar ini melulu aku khususkan guna suami ku tersayang,,dengan jujur aku katakan aku merasakan terenggutnya dan terampasnya kebersihan ini,,kesucian dari suatu Memek,,sebuah rahim seorang ibu yang dapat menghasilkan sumber kehidupan dan embrio dari sebuah kehidupan baru.

Penetrasi demi penetrasi kami kerjakan bersama,,suatu dorongan,,desakan dan hujaman demi hujaman K0ntol anak ku kedalam Rahim lokasi dimana dulu dia dikandung. Penetrasi tersebut menimbulkan setruman setruman,,yang secara intensif dari masing-masing gerakan didalam persetubuhan jasmani kami dalam sebuah hubungan sedarah/inces,,yang termotivasi lebih dari sebuah pengorbanan ungakapan cinta dari sepasang manusia. Hujaman K0ntolnya terbit dan masuk seperti tersebut berturut turut kedalam Memekku,,dan aku dengan paling senang menerima hujaman itu ke dalam memekku,,pasti kami menikmati rasa persetubuhan yang sama indahnya,,suatu sensasi kepuasan yang belum tentu dapat di gapai oleh orang lain.

Kenikmatan dari persetubuhan yang nista ini laksana binatang yang tidak mengenal ayah ibu atau anak,,yang terpenting ialah kepuasan,,aku merasa menjadi seorang yang primitive laksana tidak terdapat laki2 beda di dunia ini yang dapat memberikan aku kepuasan tanpa batas,,erangan demi erangan kami lakukan,,desahan demi desahan,,dan jeritan jerita kecil yang ku ungkapan ke telinga Erik membuatnya semakin Liar menghujamkan k0ntol besar dan panjangnya tersebut sedalam dalamnya kedalam liang Memekku sampai-sampai aku menikmati sodokan pada rahimku. Basahan dari keringat kami berdua yang mengairi sekujur tubuh kami,,menimbulkan suara tepukan yang terdengar paling dramatis,,setiap tepukan dari unsur tubuh kami dari kulit yang basah oleh keringat,,pertemuan antara selangkangan ku dengan selakangan Erik yang memunculkan suara tepukan dipadukan dengan nikmatnya Sodokan,,dan jeritan,,sangat susah diungkapkan. Yang tentu sangat nikmat.

Tubuh kami terkunci dalam sebuah dekapan erat yang tak terlepaskan,,dadanya memeluk dadaku sampai-sampai payudaraku tergencet dan tertumpah menyembul ke samping diantara badanku dan dia,,pinggul dan pahanya menghantam pinggul dan pahaku naik turun dengan paling perlahan tapi tentu dengan nafsu birahinya kepadaku,,dengan erat aku cengkram kedua pantat sexy anak ku,,membantu mendorong menciptakan hujaman2 keras dan tidak banyak kasar guna Memekku, gerakan yang sangat berfungsi dan menciptakan kami laksana terbang bareng sesaat,,merasakan hujaman demi hujaman yang dia kerjakan terhadapku.

Aku mulai menunggu dengan waswas dan hati berdebar tapi paling menginginkannya juga,,aku sangat menyenangi disaat ketika seperti ini dimana aku rasakan suatu k0ntol yang besar keras dan panjang bakal menyemprotkan sperma di dalam Memekku,,k0ntolnya telah mulai berdenyut dengan hebat,dengan denyutan k0ntolnya tersebut pun aku pun mulai menikmati hal yang tak bakal pernah kurasakan di di dalam hidupku,,bahwa nafsu birahiku terpuaskan oleh anak kandung ku sendiri,,suatu sensasi yang memang paling luar biasa,,sepertinya aku pun akan merasakan oragasme. Sengaja aku tahan oragasme ku supaya Aku dan Erik dapat bareng menikmati Nikmatnya Suatu dosa hubungan sedarah antara ibu kandung dengan anak kandungnya.

Erik mempunyai K0ntol dengan batang dan kepala yang lumayan besar,,saat dia mengerjakan hujaman yang kali ini lumayan terasa keras bagiku,,tiba-tiba Erik diam mematung laksana membeku,,badannya bergetar menyangga suatu kesenangan yang sekitar ini dia impi-impikan,,aku rasakan K0ntolnya laksana terkunci tertelan paling dalam di memekku dengan kepala K0ntol berada jauh di dalam rahimku,,aku menyaksikan wajahnya yang tampan dan kedewasaan mulai tergambar dari raut wajahnya yang barangkali nanti menjadi Ayah dari anak yang bakal ku kandung ini.

Akhirnya urusan yang kutakutkan terjadi aku terlambat menarik keluar batang k0ntolnya dari dalam memekku,,tapi disatu sisi aku menikmati sensasi badung yang menjalar di tubuhku yang hendak merasakan rasanya andai dibuahi oleh anak kandung ku sendiri,,erik melenguh dan mendesah hebat K0ntolnya menyemburkan sperma di Rahimku lokasi dimana aku berisinya,,semburannya berkali kali paling kencang terasa,,dan saat tersebut pula aku menikmati Memekku pun berdenyut keras dan aku menjerit histeris sebab merasakan Orgasme yang sekitar ini belum pernah aku rasakan,,karena sensasi persetubuhan sedarah ini,,aku merasa laksana terbebas terbang,,aku orgasme paling panjang dan lama seiring dengan keluarnya sperma Erik yang menyembur di dalam Memekku. Terasa hangat basah,,gemericik,,sedikit lengket pada selangkangan kami yang menempel terkunci satu sama lain,,dengan aku menyilangkan kakiku pada pinggang Erik.

“Mam,,aku mengeluarkannya di dalam,,maaf”,,ucapnya dengan nada datar,,takut aku hamil,,tapi dia puas tanpa terdapat penyesalan.

“Ya Tuhan,,,erik,,kamu ini benar-benar nakal. Tapi inginkan gimana lagi,,kan telah keluar?”,,itu yang aku katakan kepadanya.

Kami merasakan klimax persetubuhan sedarah yang paling indah,,terdengar tabu namun faktanya estetis dan luar biasa.

Hitsbola – Spermanya perlahan lahan mengalir terbit dari dalam Memek ku,,bercampur dengan cairan kewanitaan ku,,spermanya paling banyak,,dan aku yakin dia sehat dan tentu spermanya pun sehat. Hamilkah diriku? Apa yang terjadi,,menjadikan kami ketagihan bakal hubungan rahasia yang sangat sarat dengan dosa,,aku bakal menjalani hubungan ini dengan caraku,,dan aku tidak bakal pernah menyerah.

Memang laksana yang aku katakan di mula cerita ini,,perbuatan ini tentu tidak dapat di maafkan,,apa yang kami kerjakan pasti bakal ada kosekwensinya,,aku tahu tersebut dan aku mengerti.

Tapi disaat Erik terdapat disebelahku,,dan masa-masa kami mengerjakan Dooggie style,,atau andai aku berada diatasnya layaknya perempuan penunggang kuda,,atau di manapun kami menumpahkan cairan kesenangan itu,,semuanya berisi resiko yang paling tinggi,,ketahuan oleh suami atau orang lain mengenai hubungan sedarah kami,,atau aku hamil. Tapi aku,,kami berjuang secantik mungkin supaya semua tersebut tertutup dengan rapih,,dan sepintar mungkin supaya aku tidak berisi embrio dari anak ku sendiri. Tapi sayangnya tetap saja aku sukses jebol juga. Aku benar-benar menjadi hamil dari embrio anakku sendiri

Singkat kata”,,waktu aku tahu Anak lakiku masuk kedalam kamar mandi,,untuk mengintip Mamanya yang sedang Mandi,,dan menawarkan sebuah permainan yang mempunyai resiko tinggi,,aKU TIDAK BISA MENOLAKNYA”!!!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *