Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Gelora Seks Gadis Muda

Gelora Seks Gadis Muda – Kembali ini ialah kisah true storyku,,yang terjadi pada waktu kuliahku. Nama pelaku dalam cerita ini disamarkan,,guna menghindari kesalahpahaman. Komentar dan saran pembaca silakan email

Kisah ini terjadi ketika Dino berumur kira-kira 22 tahun. Pada masa-masanya dimana kemauan mencoba segala urusan baru tidak jarang kali mendorong setiap tindakan manusia. Hanya logika dan iman yang powerful yang dapat mengungguli setiap kemauan itu. Dan Dino tidaklah tergolong pada kelompok yang dilafalkan diatas.

Pada masa – masa tersebut sepertinya kehadiran seorang rekan sangatlah penting. (..masa sich..?) Begitu pun Dino yang memiliki tidak sedikit teman tersebut tak pernah merasa sepi. Ada saja rekan yang mendampinginya,,baik ketika – ketika mereka bepergian ataupun kumpul-kumpul bersama. Biasanya yang tidak jarang kali menjadi obrolan mereka bilamana telah suntuk ialah para gadis – gadis. Ada saja kisah mengenai gadis- gadis yang kadang menciptakan mereka penasaran, melongo dengan bengong atau tertawa terpingkal – pingkal.

Suatu senja Dino mendapat telepon dari temannya Dudi,,yang bermukim di seputaran distrik Buahbatu. Dudi memintanya datang sore tersebut juga.

Ada apa ya dengan Dudi ini,,?’tanya Dino dalam hati. Tetapi seringkali Dudi ini selalu menciptakan kejutan. Ada saja urusan yang tidak di duga Dino dan rekan – temannya yang dilaksanakan Dudi. Tapi sekitar ini hal-hal tersebut ialah hal – urusan positif (…dari sudut pandang siapa,,?,,he,,he..). Tak beranggapan panjang Dino menyanggupinya.

Sore Sabtu tersebut Dino meluncur di jalanan,,menggunakan mobil carry putih yang dipinjamnya untuk orangtuanya dengan sekian banyak alasan. Mengenakan jeans dan kaos berkrah sesudah mandi sebelumnya,,(,,rapi sekali,,!!). Sambil menyetir mulutnya bersiul mengekor irama lagu riang yang tersiar mengalun dari Clarion,,tape mobil masa itu. Jalanan belumlah seramai sekarang,,sehingga tidak mesti berkonsentrasi sarat menjalankan kendaraan.

REDMIQQ – Berbelok ke kanan pada lampu traffic,,terus melaju dengan lancar. Kurang lebih 15 menit melaju di jalan Buahbatu tersebut kemudian berbelok ke kiri,,masuk pada jalan kecil. Daerah tersebut adalahtempat lokasi tinggal yang lumayan strategis. Karena terletak dekat kota dan hamper seluruh penduduknya adalahpenduduk asli. Bangunan yang berdiri di wilayah itupun beberapa besar ialah bangunan lama gaya tahun 60-70an. Meskipun tidak sebagus bangunan- bangunan di wilayah jalan dago. Katanya wilayah ini merupakan wilayah pemukiman pekerja-pekerja administrasi pada jaman tersebut.

Setelah berbelok ke kanan pada ujung jalannya,,mobil yang di kendarai Dino berhenti 200 meter dari belokan terakhir. Terlihat Dudi yang sebelumnya duduk di suatu warung mendatanginya. Menyapanya dengan hangat.

“Nah,,datang juga”,,ujar Dudi sesudah berada di samping mobil.

“Santai kan,,?”tanyanya.

“Ayo ke lokasi tinggal dulu,,”ajakn Dudi melangkah mengarah ke arah rumahnya yan masuk ke dalam dari jalan tersebut. Setelah mengunci mobil, Dino berlangsung mengikuti tahapannya dari belakang. Berbelok ke kanan,,terus samapai pada suatu belokan jalan kecil yang pun adalahjalan masuk ke lokasi tinggal Dudi temannya itu.Begitu menginjak pintu.

“Duduk ‘No,,,oh ya kenalin ini. Neng Indri,,satunya Dian,,” Ujar Dudi menyilakan.

“Dian tersebut cewekku,,jangan di ganggu,,”kelakar Dudi menambahkan

“Dino”.

“Dian”.

“Indri”,,,sahut gadis muda yang tengah duduk di kursi di ruang tamu tersebut.

“Ini lho neng.. Aa Dino yang Aa’,,ceritakan kemarin itu”,,terang Dudi seraya mengocok sendok pada gelas minum yang tengah ia bikinkan.

‘Gadis yang mungil’,bisikku dalam hati menatap Indri. Manis wajahnya yang masih polos,,tapi leluk-lekuk tubuhnya sudah membentuk.

“Sebentar ya.. Aa’ Dudi salin dulu,,”teriak Dudi dari kamarnya sesudah menghidangkan 3 cawan teh hangat. Dino menyeruputnya,,hmm begitu nikmat rasanya di senja ini. Tak tak sempat sebatang cerutu menyelip di bibirnya menemani percakapan mengalir diantara mereka. Indri ternyata tidaklah sepolos wajahnya,,pembicaraan yang Dino lontarkan bisa di imbanginya dengan baik. Berbeda dengan Dian yang lebih tidak sedikit diam.

‘Hmm anak ini lumayan bagus pun wawasannya,,”batinku pulang berbisik.

”Yok anda berangkat,,,”ajak Dudi yang sudah rapih terbit dari kamarnya. Berempat kami melangkah ke luar dari rumah tersebut setelah pamit pada orang tuanya Dudi.

“Neng di depan ya,,?”perintah pada Indri.

“Aa’,,mo pacaran di belakang,,jangan liat-liat ya,,”kelakar Dudi sambil mendekap pinggang Dian. Dian tersenyum kecil mencubit pinggang Dudi. Mobilpun melaju.

“Kemana anda ni Dud,,”Tanya Dino menyaksikan dari spion.

“Oh,,,ya dapat antar ke teteh dulu kan”,,Jawab Dudi seraya memberitahu alamat kakaknya itu. Mobil pun menuju selatan mengarah ke rumah kakaknya Dudi. Dan sepanjang perjalanan tersebut Indri berbicara,,mengajak ngobrol Dino. Ada-ada saja bahan pembicaraannya sampai-sampai kekakuan mulai tersa mencair.

30 menit lantas mobilpun menepi pada sebuah lokasi tinggal di suatu komplek. Dudi terbit sambil menggamit Dian.

“Sebentar ya ‘No,,,”ujarnya melangkah menginjak halaman lokasi tinggal tersebut. Entah terdapat apa keperluannya Dino tak mengerti. ‘Biar sajalah……..toh terdapat Indri yang menemaniku ngobrol’batinnya.

Dan pembicaran mereka berdua di mobilpun semakin hangat. Dino paling respek pada gadis mungil itu. Kadang-kadang mereka berdua tertawa bersama. Celotehannya tersebut tak terdapat henti-hentinya. Tak lama Dudi juga datang pulang diiring Dian dan tetehnya Dudi. Setelah basa basi sesaat merekapun berangkat. Menuju unsur selatan lagi ke suatu tempat pariwisata laksana usul Dudi. Dino mengilkuti saja,,pengen tau apa kelanjutan rencana Dudi rekan baikknya itu.

Adzan magrib berkumandang ketika mereka hingga di tepian suatu danau. Embun telah mulai turun. Dudi melangkah di ikuti Dian mengarah ke sebuah warung. Langsung duduk bersila.

“No. Indri,,mo pesan apa,,”teriak Dudi melongokkan wajahnya di jendela warung. Dino menatap pada gadis muda di sampingnya.

“Aa’,,mau pesan kopi dengan jagung bakar. Indri pesan apa……”Tanya Dino.

“Hmm…….teh manis dengan itu..tu, gorengan…………………..” jawabnya tersenyum. ‘Manis sekali senyumannya’.

“Dud,,kopi satu,,teh manis satu, jagung bakar dan gorengan……”teriak Dino.

“Ga gunakan lama ya,,”tambah Dino.

Kembali mereka berdua terbenam dalam pembicaraan yang hangat. Saling berkelakar, ataupun mengobrol serius. Pesanan juga datang, yang langsung di terima Dino. Meletakkan minuman mereka di dashboard,,dan menyerahkan sepiring gorengan untuk Indri. Dan seraya memgunyah makanan mereka setiap obrolan juga mengalir kembali. Embun kian turun,,sehingga jarak pandang menjadi semakin pendek. Cahaya lampu di warungpun tak lumayan menerangi mereka berdua yang sedang di dalam mobil.

“Ayo anda pulang”,,terdengar suara Dudi mendekat. Dino dan Indri serempak terperanjat.

“Bikin kaget aja anda Dud,,”ujar Dino,,mengemasi remah – remah saldo makanan mereka yang tak habis.

“Ini kembalikan dulu piring dan gelasnya,,”ujar Dino memberikan piring dan gelas yang sudah kosong. Berlari kecil Dudi mengarah ke warung,,menyerahkan benda itu ke tangan seprang ibu tua saudagar warung tersebut,,lalu kembali mengarah ke mobil di tengah gerimis yang turun.

“Uh,,dingin,,,”ujarnya menutupkan pintu mobil. Tak kecuali Dian yang sudah berada di dalam mobil menggemeletukkan bibirnya. Langsung saja mobil berangkat,,merayap pelan, sebab pandangan yang terbatas dampak gerimis dan kabut. Setelah hingga di jalan utama mobil langsung Dino arahkan mengarah ke kost-annya Dian sebagaimana petunjuknya.

“Aku nginap disini,,”ujar Dudi mengedipkan mata.

Dino melongo,,tak dapat berkata-kata.

‘Trus bagaimana aku dengan Indri gadis muda ini?’ pik1r Dino. Sambil menjalankan mobil perlahan. Bingung tak tau mesti bagaimana.

“Indri Aa’,anterin kembali jam segini ga pa-pa?” Tanya Dino harap-harap cemas.

“Jangan A’,jangan kerumah,,sudah terlampau malam,,”sahutnya denganmata bingung.

“Teruss”.

“Pokoknya tidak boleh ke lokasi tinggal aja,,”ujarnya manja.

Terus terang, Dino bingung sekali ketika itu,, dana yang ada di dompetnya saat tersebut tak memadai untuk menginap di hotel. Pikirannya terus berputar ….

Akhirnya terkenang ia pada Nunu,temannya sekomplek yang rumahnya biasa menjadi lokasi berkumpul teman-temannya. Rumahnya melulu di isi oleh Nunu seorang karena orangtuanya tidak jarang kali berada di luar kota. Kesanalah mobil Dino menunjukkan mobilnya. Tepat jam 11 malam tersebut mobil putih dan isinya mendarat di halaman lokasi tinggal kecil tersebut. Kecil tapi lumayan resik.Melongok dari celah pintu suatu wajah lugu temannya itu.

“Ada apa Din,,malam-malam gini….?”tanyanya seraya menyilakan masuk. Dino segera menghampiri dan menuliskan hal yang membuatnya bingung. Nunu manggut-manggut dan memahami keadaannya. Lalu ia bergerak ke suatu kamar yang kosong yang diperuntukkan guna tamu. Setelah membasuh muka dan bersih-bersih,,mereka bertiga juga ngobrol di ruang tamu dengan hangat. Cukup akrab memang. Tak terasa waktu selesai hingga Nunu yang tadi sudah mengantuk pulang menguap.

“Kalian teruskan saja ngobrol,,aku istirahat dulu telah ga kuat,,”Ujarnya beranjak mengarah ke kamarnya.

“Ok bos,,”sahut Dino dan Indri berbarengan.Kembali mereka tengeelam dalam pembicaraan hangat,,cukup intim malah. Indri bersandar di bahu di dada Dino. Menonton acara TV yang membosankan. Dino mengelus-elus bahu Indri menyerahkan kenyamanan perlindungan. Mengharumi rambut gadis muda tersebut. Rasa hangat mengalir dari tubuh yang berhimpitan tersebut, menyebar ke semua relung tubuh. Kadang mulut Dino menghirup ubun-ubun gadia muda itu, tak hendak kehilangan rasa wangi yang terlintas disana.

“A’,,”bisik Indri hamper tak terdengar.

“Hmm,,”gumam Dino menanggapi.

“Indri ngantuk,,”ucapnya perlahan.

“Ya sudah anda ke kamar saja..Aa’,,biar disini saja,,ga enak sama Nunu”jelas Dino. Indri bangkit dan tiba-tiba. Sebuah kecupan kecil dijatuhkannya pada pipi Dino dan langsung melangkah mnuju kamar.

HITSBOLA – Dino terpana,,terdiam,,kembali terbenam pada teknik Tv yang menjemukan itu. Menunggu kantuknya yang tak datang-datang juga. Akhirnya tak menantikan Dino juga bersiap-siap merebahkan dirinya di sofa di ruangan tengah itu Menatiksarung yang diserahkan oleh Nunu. Baru saja matanya berkeinginan terpejam.

“A,,”sebuah bisikan tersiar didepannya.

“Ng,,ada apalgi,,?tanya Dino. Terpaut pandangannya pada wajah Inri yang sudah berada di depannya.

“Indri takut,,ga mo istirahat sendiri,,”ujarnya dengan ekspesi meyakinkan.

“Temanin Indri di kamar,,ya A’,,,”tambahnya lagi seraya menyeret lengan Dino. Mau enggan Dino darurat bangkit,,mengikuti gadis muda yang unik tangannya menginjak kamar. Indri menutupkan pintu kamar itu perlahan. Gadis itupun berbaring di sebelah kiri Dino memunggunginya. Gelisah ia rupanya. Terasakan dari gerakannya yang menjalar di kasur di ruangan itu.

“Kenapa,,ga dapat tidur..?”Tanya Dino berbisik.

“Aa’,,belum tidur,,?,,Tanyanya.

“Ga tau nih mata ga mo terpejam,,”tambahnya lagi seraya mengembalikan badan, menatap ke arah Dino. Dino menundukkan wajahnya menatap mata gadis muda tersebut. Menarik dan mendekapnya hangat.

“Ya,,kesini deh lebih menghampiri ke Aa’,,”pinta Dino lembut. Gadis muda tersebut menggeser tubuhnya,,merebahkan kepalanya di dada Dino. Mendengarkan debur jantung lelaki tersebut berdegup bergemuruh. Dino mengecup kepala gadis muda tersebut dengan lembut,,mengirimkan berjuta kedamaian. Indri mengusung wajahnya,,memandang ke arah Dino. Kembali kecupan di jatuhkan Dino,,kini pada kening yang di hiasi rambut-rambut halus. Perlahan sekali,,sangat perlahan.

Setelah kecupan tersebut berlalu. Indri membuka matanya dan seraya menatap Dino bergerak keatas mewnjajari wajah pria itu. Diiringi kedua bola matanya meredup bibirnya mengecup lembut bibir Dino. ‘Lembut dan segar sekali bibir Indri ini’ batin Dino.

Dino bergerak memungut inisiatif atas keserupaan hasrat yang terbaca sudah. Mengait bibir lembut yang bergerak menjauh. Segera melumatnya dengan hangat. Kedua bola mata Indri terbelalak kemudian meredup pelan,,ikut larut dalam irama buaian gelora hasrat yang mulai terlintas dalam dirinya. Kini kedua bibir mereka bertautan erat,,saling melumat dan mengulum,,membangkitkan hangatnya bara asmara dalam kebersamaan.

“Mmmfhh,,,”desah Indri perlahan.

Lidah Dino sekarang mencoba lebih intens,,menyelusup melewati ke dua bibir lembut kepunyaan gadis muda itu,,mencoba mengejar pasangannya. Kemudan mengait lidah lancip sang gadis mengajaknya bercengkrama dalam kelembutan basah mulutnya. Indri juga tak kalah hangatnya membalas. Lidah mereka saling berpalun,,saling membelit dengan panasnya.

Tangan kiri Dino menjalar turun. Menyelusur di sepanjang punggung sang gadis,,mengirimkan kehangatan di sepanjang perjalanannya. Bibir mereka tetap bertaut kian erat,,saling melumat tak henti-hentinya. Tangan Dino terus turun,,meluncur di sepanjang kaos ketatnya Indri,,terus ke bawah,,menaik pada pinggang yang ramping mengejar bongkahan yang masih dilapisi rok tersebut. Meremasnya lembut……!!!

Indri membuka matanya,,bergerak perlahan menaiki tubuh Dino. Dan pulang melumat dan menngulum laksana sebelumnya. Tangan kanan Dino bergerak. Menyusuri unsur samping tubuh gadis muda itu,,mengelusnya perlahan,,terus naik turun,,kadang bergerak agak kedepan menyentuh pangkal bulatan dadanya,,mengelus denganibu jarinya.

“Uhhhhh,,”Rintih gadis muda tersebut perlahan. Tubuhnya tidak banyak mengusung menyerahkan ruang gerak keleluasaan pada jari Dino. Sementara tangan yang sebelah lagi tak henti-hentinya meremas dan membelai di belakang.

Tak lumayan begitu jari Kino menyelusup ke balik kaos yang dikenakan Indri,,meraba kehalusan kulit tubuh sang gadis,,mengelusnya seraya bergerak naik,,menemukan bongkahan dadanya yang masih terbalut bra tersebut. Tangan Dino bergerak terus menyelinap ke balik pembungkus dada tersebut…!!!

Menemukan bulatan padat kenyal berlapiskan kulit halus yang hangat. Merabanya dan mengelusnya dengan lembut,,jarinya tak berhenti menaiki bulatan padat tersebut,,menemukan putik mungil di puncaknya. Memilinnya perlahan….!!!

“Ouhhhh…”Desis Indri menggeliatkan tubuhnya. Rasa geli gatal melanda syaraf-syaraf kewanitaannya.

‘Terus..A’,,’batinnya mengamini tindakan Dino. Bibir Indri turun mengecup bola mata Dino,,bergerak kesamping melumat cuping telinga Dino dengan ganas…

Dino merasa kegelian atas perlakuan Indri pada telinganya. Langsung di peluknya tubuh mungil tersebut. Ia bangkit sampai terdudukdengan Indri dalam pangkuannya. Menarik lepas kaos gadis muda tersebut sampai lepas. Tak ketinggalan dengan bra dan roknya. Indri p[un melakukan sama,,melepaskan pakaian Dino… Dan sekarang mereka melulu di lapisi oleh secarik kain tipis yang menutupi selangkangan mereka masing-masing.

Sambil dalam posisi demikian mereka pulang saling melumat dan mengulum. Lidah Dino menjalari leher gadis muda itu. Menjilati permukaannya di sepanjang perjalannannya,,terus menaik menjumpai pangkal telinganya. Menjilati unsur belakang telinga itu berkali-kali. Terus mengulum cuping teringa itu dengan rakusnya.

“Ahhh,,,”erang Indri. Tubuhnya mulai berkelejat-kelejat di pangkuan Dino. Pinggulnya secara demonstratif bergoyang,,mengekspresikan kegeliab dan kegatalan yang melandanya. Akibat goyangan itu kewanitaannya yang terlapis oleh kain tipis tersebut menggerus batang kejantanan Dino yang sudah tegak,,malah kegelian dan kegatalannya kian memuncak.

Wajah dan bibir Dino kini berpindah pada bulatan padat di dada sang gadis. Mengecup di sekeliling bungkahan kenyal itu,,menjilat di sepanjang lingkaran lerengnya. Berputar terus ke atas mengarah ke puncaknya. Mengulum dengan powerful pada putik yang sedang di puncak dada tersebut.

“Ouhhhhhh.. Aa’,,”erang gadis muda itu. Matanya terbeliak sesaat dan pulang meredup. Terdengar napasnya sudah memburu. Desah dan rintih tak henti-hentinya tersiar meluncur dari bibir munginya. Kadang bibirnya menganga mencungkil keluhan nikmatnya. Dino tak berhenti,, bergantian dada kiri dan kanan Indri menerima lumatan dan kuluman yang tak kenal lelah,makin energik dan kian ganas….!!!

Indri tak tahan. Gelombang demi gelombang yang menderanya mendongkrak tingkat birahinya pada titik yang lebih tinggi. Tak lumayan hanya begitu,tangan mungilnya menjamah ke bawah. Terasa oleh Dino alangkah pinggul gadis muda tersebut terangkat. Tak tau apa yang dilakukannya,,hanya tiba-tiba tangan lentik tersebut telah berada kemabali diatas dengan menggenggam secarik segitiga satin,,yang langsung di lontarkannya di atas kasur. Tak lama pulang terasa kedua tangan tersebut sudah berada di pinggang Dino,,menarik karet pakaian terakhirnya. Dino mengusung tubuhnya menyerahkan keleluasaan pada sang gadis. Mereka sekarang telah telanjang….!!!

Langsung tangan mungil tersebut kembali bergerak,,terasa menggenggam batang berototnya yang sudah tegak. Menempatkannya pada lepitan basah yang hangat. Pinggulnya bergerak intuitif bergoyang,,mengurut dan mengelus batang kenyal itu naik turun.

Dino bergerak. Merangkul tubuh mungil gadis muda tersebut. Mendekapnya erat di tengah goyangan dan gerakan erotisnya. Menempelkan tubuh mereka yang sudah berkeringat erat ke tubuhnya. Merasakan gosokan putik bulatan padat dada Indri pada dadanya. Merasakan api yang mkembakar mereka bergejolak makain membara,,siap membakar mereka.

Kedua tangan Indri berpegangan pada bahu Dino. Pinggulnya tak henti bergerak,,menggali semua kesenangan yang terdapat di sepanjang batang kenyal pria yang ia duduki. Mata indahnya terpejam.

Tiba-tiba tangan mungil Indri bergerak pulang ke bawah,,menemukan batang berotot Dino yang sudah tegak maksimal,,menggengamnya dan menuntunya pada muara lepitan kewanitaannya,,menggosok kepala membolanya dengan lepitan basahnya. Melumasinya berkali-kali. Lengannya berpulang kepada pundak Dino seiring dengan kakinya yang sekarang berubah tumpuan. Lututnya sekarang menjadi andalan tubuhnya yang sedang di pangkuan Dino. Perlahan andalan lututnya bergerak,,melebar..!!!

“Ahhhh,,”pekik lirih Indri. Kedua lututnya yang melebar menyebabkan tubuhnya turun. Lepitan basah kewanitaannya ikut turun…menyebabkan lepitan tersebut terkuak oleh batang tegar Dino. Menelan kepala membola tersebut dalam jepitan halus basah namun liat mencekal. Tubuh sang gadis mengejang sesaat. Kembali pinggulnya bergerak memutar.

“Ohhh.. Aa’,,”rintihnya lirih di sela gerakan tubuhnya di bawah.

Dino menikmati kedua tangan Indri mencengkram erat pundaknya. Liang hangat di bawah terasa mencekal erat kepala batang tegarnya. Ditambah lagi dengan gerakan memutar pinggul sang gadis membuatnya tak dapat lagi menyangga diri. Dipeluknya ketat tubuh Indri dengan kedua lengannya,,hingga tubuh mungil mustahil bergerak lagi. Lalu menggerakkan tubuhnya naik. Meneruskan pendahuluan yang telah dilaksanakan sang gadis. Membenamkan batang tegarnya dalam kelembutan liat kewanitaan sang gadis. Mili demi mili batang berotot tersebut tenggelam,terbenam.

‘Sungguh erat cekalannya,,’batin Dino.

‘Bukan main punya Aa’,,ini,,’batin Indri. Tak tahan oleh geli dan gatal yang melanda,,indri menenggelamkan giginya pada pundak Dino. Menggigitnya dengan gemas.

“Ahhhhhhh”,,pekik Indri. Napasnya terengah-engah seakan-akan tengah berlari jauh. Akhirnya amblas telah batang berotot Dino,,terbenam utuh dalam kekenyalan liang kewanitaan Indri diringi pekikan kecilnya. Mereka terdiam sesaat,,saling berpandangan lekat. Perlahan tubuh mungil Indri bergerak,,naik turun dengan pelan. Mulai mencari semua kesenangan yang bakal memenuhinya,,makin lama temponya menaik. Terkadang bergerak maju mundur melayangkan pinggulnya dengan konstan.

Dino tak bermukim diam,,mencoba meningkatkan pasokan birahi dengan pulang melumat dan mengulum putik bongkahan dadanya yang sudah mengeras,,mengkilat oleh butir-butir keringat di timpa temaram cahaya. Bergerak seirama melayangkan pimggulnya naik turun bak piston mesin mengebor.

Gerakan mereka kian cepat. Dengus dan erangan tak hentinya tersiar dari kedua insane yang tengah mendayung perahu birahinya,,di selingi kecipak-kecipak pertemuan tubuh mereka di bawah. Tubuh mereka sudah basah mengkilat dimana-mana. Melicinkan gerakan merekan yang kian liar. Puncak kian mendekat….

Lalu gerakan Indri membuai pinggulnya berubah manjadi paling cepat. Melentingkan tubuhnya ke belakang,,memejamkan matanya.

“Ahhhh,,”pekiknya ketika keputusan puncak di capainya. Kembali bergerak cepat memacu pinggulnya, Kembali seraya melentingkan tubuhnya menjerit terputus-putus…

“Ahhh,,,ahhhhhh,,,ahhhh,,”gelombang yang lebih dahsyat menggulungnya,membolak-balikkan emosinya bercampur aduk. Melontarkannya ke langit berwarna warni. Tak powerful menahankannya,,memeluk ketat bahu Dino sambil giginya sudah membenam di pundak Dino. Rengekannya pecah sepanjang gelombang demi gelombang yang melandanya.

“Nggghh,,,”rengek Indri dengan nafas tersengal-sengal. Terasakan oleh Dino alangkah liang itu bergerak peristaltik,,mengurut dan memijat batang berototnya dalam tempo cepat. Dino tak tertahankan,,makin cepat,,di samping menyempurnakan pencapaian sang gadis pun letupan-letupan syarafnya nyaris meledak. Memompa batangnya terus menerus tak henti. Mengenggam pinggul sang gadis denga kedua tangannya seolah- olah tengah memaku sang gadis dengan batang berototnya pada liang yang sudah basah di bawah.

“Arghhh,,”sambil menggeram Dino menenggelamkan batang berototnya sedalam mungkin pada liang basah tersebut. Ototnya berdenyut sesaat. Bendungan laharnya meledak,,berkejaran di sepanjang pembuluh darah batang berototnya mengejar pelepasannya. Menyembur dalam kehangatan liang yang mencekal erat,,membasahi dan membanjirinya sampai tak tertampungkan dan mengalir perlahan ke muara liang tersebut.

BANDARPKV – Hening sejenak. Mereka terbenam dalam kelelahan yang sangat. Meresapi saldo deburan gelombang yang masih terasa. Diam tak berkata-kata…

“Makasih..A’”ujar Indri lirih mengecup bibir Dino.

Prediksi Togel Jitu – “Hmmm,,,”gumam Dino tak menjawab,,hanya dekapan lengannya kian erat pada tubuh mungil yang berkeringat tersebut. Tak bisa ia wujudkan kebanggan perasaannya. mengirimkan gadis muda tersebut menggapai puncak kesenangan yang berturut-turut dalam persetubuhan ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *