<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIAyo Daftar Di Situs Pkv Games BAGIQQ Dengan Minimal Deposit Rp10,000 Dapatkan Juga Bonus Dari Kami Turnover 0,5% Dan Refferal 20%. Di Jamin Mudah Menang Win Rate Tinggi

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Kakak Dan Adik

Kakak Dan Adik – Erma ialah gadis yang cantik dengan tubuh yang seksi dan kulit yang putih serta mulus,,pacarku ini walaupun payudaranya tidak terlampau besar tetapi lumayan membuat aku nafsu dan menikmatinya,,jujur saja aku belum pernah mengerjakan hubungan badan dengannya,,mungkin saja andai kita sama hornynya kita mengerjakan oral sex.

Erma di rumah memiliki saudara yang mana dua-duanya wanita seluruh sama pun dengan Erma sama cantiknya,,adek yang kesatu namanya Dina dia pun sama memiliki payudara yang sedang sedang saja,,tapi lebih banyak dari Erma,,disamping aku mengapeli Erma aku pun sering menyaksikan Dina dengan payudaranya yang melonjak lonjak.

Sedangkan adiknya yang kedua masih ruang belajar 2 SMP. Namanya Agnes. Tidak laksana kedua kakaknya,,kulitnya berwarna sawo matang. Tubuhnya semampai laksana seorang model cat walk. Payudaranya baru tumbuh. Sehingga bila memakai baju yang ketat,,hanya tampak tonjolan kecil dengan puting yang mencuat. Walaupun begitu,,gerak-geriknya paling sensual.

Pada sebuah hari,,saat di lokasi tinggal Erma sedang tidak terdapat orang,,aku datang ke rumahnya. Wah,,pikiranku langsung terbang ke mana-mana. Apalagi Erma mengenakan daster dengan potongan dada yang rendah berwarna hijau muda sampai-sampai terlihat kontras dengan kulitnya.

JodohQQ.net – Kebetulan saat tersebut aku membawa VCD yang baru saja kubeli. Maksudku hendak kutonton berdua dengan Erma. Baru saja berkeinginan kupencet tombol play,,tiba-tiba Erma menyodorkan suatu VCD porno.

“Hei,,dapat darimana sayang?”,,tanyaku tidak banyak terkejut.

“Dari teman. Tadi dia titip ke Erma sebab takut ketahuan ibunya”,,katanya seraya duduk di pangkuanku.

“Nonton ini aja ya sayang. Erma kan belum pernah nonton yang kayak gini,,ya?”,,pintanya tidak banyak memaksa.

“Oke,,terserah kamu”,,jawabku sambil mengobarkan TV.

Beberapa menit kemudian,,kami terpaku pada adegan panas demi adegan panas yang ditampilkan. Tanpa terasa penisku mengeras. Menusuk-nusuk pantat Erma yang duduk di pangkuanku. Erma pun memandang ke arahku seraya tersenyum. Rupanya dia pun merasakan.

“Ehm,,kamu udah terangsang ya sayang?”,,tanyanya seraya mendesah dan lantas mengulum telingaku.

Aku hanya dapat tersenyum kegelian. Lalu tanpa basa-basi kuraih bibirnya yang merah dan langsung kucium,,kujilat dengan sarat nafsu. Jari-jemari Erma yang mungil mengelus-elus penisku yang semakin mengeras. Lalu sejumlah saat kemudian.

Tanpa kami sadari ternyata kami telah telanjang bulat. Segera saja Erma kugendong mengarah ke kamarnya. Di kamarnya yang nyaman kami mulai mengerjakan foreplay. Kuremas payudaranya yang kiri. Sedangkan yang kanan kukulum putingnya yang mengeras. Kurasakan payudaranya semakin mengeras dan kenyal.

Kuganti posisi. Sekarang lidahku binal menjilati vaginanya yang basah. Kuraih klitorisnya,,dan kugigit dengan lembut.

“Aahh,,ahh,,sa,,sayang, Erma udah nggak kuat,,emh,,ahh… Erma udah inginkan keluar,,aackh,,ahh,,ahh!”.

Kurasakan terdapat cairan hangat yang mengairi mukaku. Setelah itu,,kudekatkan penisku ke arah mulutnya. Tangan Erma meremas batangku seraya mengocoknya dengan perlahan,,sedangkan lidahnya memainkan buah pelirku seraya sesekali mengulumnya.

Setelah puas bermain dengan buah pelirku, Erma mulai memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Mulutnya yang mungil tidak muat ketika penisku masuk seluruhnya. Tapi kuakui sedotannya memang nikmat sekali.

Sambil terus mengulum dan mengocok batang penisku, Erma memainkan puting susuku. Sehingga membuatku nyaris ejakulasi di mulutnya. Untung masih bisa kutahan. Aku tidak mau terbit dulu sebelum menikmati penisku masuk ke dalam vaginanya yang masih perawan itu.

Saat sedang hot-hotnya,,tiba-tiba pintu kamar terbuka. Aku dan Erma terkejut bukan main. Ternyata yang datang ialah kedua adiknya. Keduanya spontan berteriak kaget.

“Kak Erma,,apa-apan sih? Gimana bila ketahuan Mama?” teriak Agnes.

Sedangkan Dina melulu menunduk malu.

Aku dan Erma saling berpandangan. Kemudian aku bergerak mendekati Agnes. Melihatku yang telanjang bulat dengan penis yang berdiri tegak,,membuat Agnes berteriak terbendung sambil memblokir matanya.

“Iih… Kakak!”,jeritnya. “Itunya berdiri!”,,katanya lagi seraya menunjuk penisku.

Aku melulu tersenyum menyaksikan tingkah lakunya. Setelah dekat,,kurangkul dia seraya berkata,

“Agnes, Kakak sama Kak Erma kan nggak ngapa-ngapain. Kita kan lagi pacaran. Yang namanya orang pacaran ya,,kayak begini ini. Nanti kalo Agnes dapet pacar,,pasti ngelakuin yang kayak begini juga. Agnes udah dapat apa belum?” tanyaku sambil membelai pipinya yang halus.

Agnes menggeleng perlahan.

“Mau nggak Kakak ajarin?”,,tanyaku lagi.

Kali ini seraya meremas pantatnya yang padat.

“Mmh, Agnes malu ah Kak”,,desahnya.

“Kenapa musti malu? Agnes suka nggak sama Kakak?” kataku seraya menciumi belakang lehernya yang ditumbuhi rambut halus.

“Ahh,,i,,iya. Agnes udah lama suka ama Kakak. Tapinya nggak enak sama Kak Erma”,,jawabnya seraya memejamkan mata.

Tampaknya Agnes merasakan ciumanku di lehernya. Setelah puas menciumi leher Agnes,,aku berpindah ke Dina.

“Kalo Dina gimana? Suka nggak ama Kakak?” Dina mengangguk seraya kepalanya masih tertunduk.

“Ya udah. Kalo gitu tunggu apa lagi”,,kataku seraya menggandeng dua-duanya ke arah lokasi tidur.

Dina duduk di pinggiran lokasi tidur seraya kusuruh guna mengulum penisku. Pertamanya sih dia nggak mau,,tapi sesudah kurayu seraya kuraba payudaranya yang besar itu, Dina inginkan juga. Bahkan setelah sejumlah kali memasukkan penisku ke dalam mulutnya, Dina tampaknya sangat merasakan tugasnya itu.

Sementara Dina sedang memainkan penisku,,aku mulai membujuk Agnes.

“Agnes,,bajunya Kakak buka ya?” pintaku tidak banyak memaksa seraya mulai membuka kancing baju sekolahnya.

Lalu kulanjutkan dengan membuka roknya. Ketika roknya jatuh ke lantai, tampak CD-nya telah mulai basah. Segera saja kulumat bibirnya dengan bibirku. Lidahku bergerak-gerak menjilati lidahnya. Agnes pun lantas melakukan urusan yang sama. Sambil tetap menciumi bibirnya,,tanganku bermaksud membuka BH-nya. Tapi segera ditepiskannya tanganku.

“Jangan Kak,,malu. Dada Agnes kan kecil”,,katanya seraya menutupi dadanya dengan tangannya.

Dengan tersenyum kuajak dia mengarah ke ke kaca yang terdapat di meja rias. Kusuruh dia berkaca. Sementara aku terdapat di belakangnya.

“Dibuka dulu ya!”,,kataku membuka kancing BH-nya seraya menciumi lehernya.

Setelah BH-nya kujatuhkan ke lantai,,payudaranya kuremas perlahan seraya memainkan putingnya yang berwarna coklat muda dan telah mengeras itu.

“Nah,,kamu lihat sendiri kan. Biar dada anda kecil,,tapi kan bentuknya bagus. Lagian anda kan emang masih kecil,,wajar aja kalo dada anda kecil. Nanti kalo udah gede,,dada anda pasti ikutan gede juga”,,kataku seraya mengusapkan penisku ke belahan pantatnya.

Agnes mendesah keenakan. Kepalanya bersandar ke dadaku. Tangannya terkulai lemas. Hanya nafasnya saja yang kudengar kian memburu. Segera kugendong dia mengarah ke ke lokasi tidur. Kutidurkan dan kupelorotkan CD-nya.

Bulu kemaluannya masih paling jarang. Menyerupai bulu halus yang tumbuh di tangannya. Kulebarkan kakinya supaya mudah mengarah ke ke vaginanya. Kucium dengan lembut seraya sesekali kujilat klitorisnya. Sementara Dina kusuruh guna meremas-remas payudaranya adiknya itu.

“Aahh,,ach,,ge,,geli Kak. Tapi nikmat sekali,,aahh terus Kak. Jangan berhenti. Mmh,,aahh,,ahh”.

Setelah puas dengan vagina Agnes. Aku unik Dina menjauh tidak banyak dari lokasi tidur. Erma kusuruh meneruskan. Lalu dengan gaya 69, Erma mengajak Agnes menjilati vaginanya. Sementara itu,,aku mulai mencumbu Dina. Kubuka kaos ketatnya dengan terburu-buru. Lalu segera kubuka BH-nya. Sehingga payudaranya yang besar bergoyang-goyang di depan mukaku.

“Wow,,tete anda bagus banget. Apalagi putingnya,,merah banget kayak permen”,,godaku seraya meremas-remas payudaranya dan mengulum putingnya yang besar.

Sedangkan Dina melulu tersenyum malu.

“Ahh,,ah Kakak,,bisa aja”,,katanya seraya tangan kirinya membelai kepalaku dan tangan kanannya berjuang manjangkau penisku.

Melihat dia kesulitan,,segera kudekatkan penisku dan kutekan-tekankan ke vaginanya. Sambil mendesah keenakan,,tangannya mengocok penisku. Karena kurasakan air maniku nyaris saja muncrat,,segera kuhentikan kocokannya yang benar-benar nikmat itu. Harus kuakui,,kocokannya lebih nikmat daripada Erma.

Setelah mendinginkan diri supaya air maniku tidak terbit dulu, aku mulai melorotkan CD-nya yang telah basah kuyup. Begitu terbuka,,terlihat bulu kemaluannya lebat sekali,,walaupun tidak selebat Erma,,sehingga membuatku sedikit kendala melihat vaginanya.

Setelah kusibakkan,,baru tampak vaginanya yang berair. Kusuruh Dina mengangkang lebih lebar lagi supaya memudahkanku menjilat vaginanya. Kujilat dan kuciumi vaginanya. Kepalaku diapit oleh kedua pahanya yang putih mulus dan padat. Nyaman sekali pikirku.

“aahh, Kak… Dina inginkan pipiss”,,erangnya seraya meremas pundakku.

Nonton Juga Film Dewasa disini ”Bioskop SemI“.

“Keluarin aja. Jangan ditahan”,,kataku.

Baru berlalu ngomong,,dari vaginanya terpancar air yang cukup banyak. Bahkan penisku sempat terguyur oleh pipisnya. Wah nikmat sekali jeritku dalam hati. Hangat. Setelah selesai,,kuajak Dina pulang ke lokasi tidur.

Kulihat Erma dan Agnes sedang asyik berciuman seraya tangan dua-duanya memainkan vaginanya masing-masing. Sementara di sprei tampak ada tidak sedikit cairan. Rupanya dua-duanya sudah sempat ejakulasi. Karena Erma ialah pacarku,,maka ia yang dapat peluang kesatu untuk menikmati penisku. Kusuruh Erma nungging.

“Sayang, Erma udah lama nunggu saat-saat ini”,,katanya sambil memungut posisi nungging.

Setelah sebelumnya sempat menghirup bibirku dan lantas mengecup penisku dengan mesra. Tanpa berlama-lama lagi,,kuarahkan penisku ke vaginanya yang tidak banyak membuka. Lalu mulai kumasukkan tidak banyak demi sedikit. Vaginanya masih paling sempit. Tapi tetap kupaksakan. Dengan hentakan,,kutekan penisku supaya lebih masuk ke dalam.

“Aachk! Sayang,,sa,,sakit! aahhck,,ahhck”, Erma merintih tetapi aku tak peduli.

Penisku terus kuhunjamkan. Sehingga kesudahannya penisku seluruhnya masuk ke dalam vaginanya. Kuistirahatkan penisku sebentar. Kurasakan vaginanya berdenyut-denyut. Membuatku ingin bertindak lagi.

Kumulai lagi kocokan penisku di dalam vaginanya yang basah sehingga mempermudah penisku guna bergerak. Kutarik penisku dengan perlahan-lahan membuatnya menggeliat dalam kesenangan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Makin kupercepat kocokanku. Tiba-tiba tubuh Erma menggeliat dengan binal dan merintih dengan keras. Kemudian tubuhnya pulang melemas dengan nafas yang memburu. Kurasakan penisku laksana disemprot oleh air hangat. Rupanya Erma telah ejakulasi.

Kucabut penisku dari vaginanya. Terlihat terdapat cairan yang menetes dari vaginanya.

“Kok terdapat darahnya sayang?”,,tanya Erma terkejut saat melihat ke vaginanya.

“Kan baru kesatu kali”,,,balas Erma mesra.

“Udah, nggak apa-apa. Yang urgen nikmat kan sayang?”,,kataku menenangkannya seraya mengeluskan penisku ke mulut Dina.

Erma hanya tersenyum dan sesudah kucium bibirnya,,aku pindah ke Dina. Sambil memungut posisi mengangkang di atasnya,,kudekatkan penisku ke mulutnya. Kusuruh mengulum sebentar. Lalu kuletakkan penisku salah satu belahan payudaranya.

Kemudian kudekatkan kedua payudaranya sehingga mengapit penisku. Begitu penisku terjepit oleh payudaranya,,kurasakan kehangatan.

“Ooh… Dina,,hangat sekali. Seperti vagina”,,kataku seraya memaju-mundurkan pinggulku.

Dina tertawa kegelian. Tapi sebentar lantas yang tersiar dari mulutnya hanyalah desahan kenikmatan. Setelah sejumlah saat mengocok penisku dengan payudaranya,,kutarik penisku dan kuarahkan ke mulut bawahnya.

“Dimasukin kini ya?”,,kataku seraya mengusapkan penisku ke bibir kewanitaannya.

Kusuruh Dina lebih mengangkang. Kupegang penisku dan lantas kumasukkan ke dalam kewanitaannya. Dibanding Erma,,vagina Dina lebih mudah ditembus karena lebih lebar. Kedua jarinya membuka kewanitaannya supaya lebih mudah dimasuki.

Sama laksana kakaknya, Dina sempat merintih kesakitan. Tapi tampaknya tidak begitu dipedulikannnya. Kenikmatan hubungan seks yang belum pernah dia rasakan mengungguli perasaan apapun yang dia rasakan ketika itu.

Kupercepat kocokanku.

“Aahh,,aahh,,aacchk… Kak terus Kak,,ahh,,ahh,,mmh,,aahh… Dina udah inginkan ke,,keluar”.

Mendengar itu, semakin dalam kutanamkan penisku dan semakin kupercepat kocokanku.

“Aahh… Kak… Dina keluar! mmh,,aahh,,ahh,” Segera kucabut penisku.

Dan lantas dari bibir kemaluannya mengalir cairan yang paling banyak.

“Dina,,nikmat khan?”,,tanyaku sambil mengajak Agnes mendekat.

“Enak sekali Kak. Dina belum pernah ngerasain yang kayak gitu. Boleh kan Dina ngerasain lagi?” tanyanya dengan mata yang sayu dan senyum yang tersungging di bibirnya.

Aku mengangguk. Dengan gerakan lamban, Dina pindah mendekati Erma. Yang lantas disambut dengan ciuman mesra oleh Erma.

“Nah,,sekarang giliran kamu”,,kataku seraya merangkul pundak Agnes.

Kemudian,,untuk merangsangnya kembali,,kurendahkan tubuhku dan kumainkan payudaranya. Bisa kudengar jantungnya berdegup dengan keras.

“Agnes tidak boleh tegang ya. Rileks aja”,,bujukku seraya membelai-belai vaginanya yang mulai basah.

Agnes hanya mengangguk lemah. Kubaringkan tubuhku. Kubimbing Agnes supaya duduk di atasku. Setelah tersebut kuminta mendekatkan vaginanya ke mulutku. Setelah dekat,,segera kucium dan kujilati dengan sarat nafsu. Kusuruh tangannya mengocok penisku.

Beberapa ketika kemudian.

“Kak… aahh… terdapat yang,,mau,,keluar dari memiaw Agnes,,aahh,,ahh”,,erangnya seraya menggeliat-geliat.

“Jangan disangga Agnes. Keluarin aja”,,kataku seraya meringis kesakitan.

Soalnya tangannya meremas penisku keras sekali. Baru saja aku berlalu ngomong,,vaginanya mengalir cairan hangat.

“Aahh,,aachk,,nikmat sekali Kak… nikmat”,,jerit Agnes dengan tangan meremas-remas payudaranya sendiri.

Setelah kujilati vaginanya,,kusuruh dia jongkok di atas penisku. Begitu jongkok,,kuangkat pinggulku sampai-sampai kepala penisku menempel dengan bibir vaginanya. Kubuka vaginanya dengan jari-jariku,,dan kusuruh dia turun sedikit-sedikit.

Vaginanya sempit sekali. Maklum,,masih anak-anak. Penisku mulai masuk sedikit-sedikit. Agnes mengerang menyangga sakit. Kulihat darah mengalir tidak banyak dari vaginanya. Rupanya selaput daranya sudah sukses kutembus.

Setelah separuh dari penisku masuk,,kutekan pinggulnya dengan keras sampai-sampai akhirnya penisku masuk seluruh ke vaginanya. Hentakan yang lumayan keras tadi menciptakan Agnes menjerit kesakitan. Untuk meminimalisir rasa sakitnya,,kuraba payudaranya dan kuremas-remas dengan lembut.

Setelah Agnes merasa nikmat,,baru kuteruskan mengocok vaginanya. Lama-kelamaan Agnes mulai merasakan kocokanku. Kunaik-turunkan tubuhnya sampai-sampai penisku kian dalam menghunjam ke dalam vaginanya yang semakin basah. Kubimbing tubuhnya supaya naik turun

“Aahh,,aahh,,aachk… Kak… Agnes,,mau keluar,,lagi”,,katanya seraya terengah-engah.

Selesai berbicara,,penisku kembali diguyur dengan cairan hangat. Bahkan lebih hangat dari kedua kakaknya.

Begitu berlalu ejakulasi, Agnes terkulai lemas dan memelukku. Kuangkat wajahnya,,kubelai rambutnya dan kulumat bibirnya dengan mesra. Setelah kududukkan Agnes di sebelahku,,kupanggil kedua kakaknya supaya mendekat.

Kemudian aku berdiri dan mendekatkan penisku ke muka mereka bertiga. Kukocok penisku dengan tanganku. Aku telah tidak tahan lagi. Mereka secara bergantian mengulum penisku. Membantuku menerbitkan air mani yang semenjak tadi kutahan. Makin lama semakin cepat. Dan akhirnya.

crooottt,,croott,,creet,,creet! Air maniku memancar tidak sedikit sekali.

BandarQ Online Terpercaya – Membasahi wajah kakak beradik itu. Kukocok penisku lebih cepat lagi supaya keluar lebih banyak. Setelah air maniku tidak terbit lagi,,ketiganya tanpa diajak menjilati air mani yang masih menetes. Lalu lantas menjilati wajah mereka sendiri bergantian.

Hongkong 4D – Setelah selesai,,kubaringkan diriku,,dan ketiganya lantas merangkulku. Agnes di kananku, Dina di samping kiriku,,sedangkan Erma tiduran di tubuhku sambil menghirup bibirku.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *