Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Ketahuan ML di Ruang Kampus

Ketahuan ML di Ruang Kampus – Sore tersebut aku baru kembali dari lokasi tinggal temanku. Karena perjalanan pulang melalui kampusku,,maka sekalian aku menyempatkan diri guna mampir ke sana dengan tujuan menyaksikan nilai UTS-ku dan menulis jadwal SP (Semester Pendek).

Kumasuki halaman kampus dan kuparkirkan sepeda motor Tornado GX-ku. Saat tersebut waktu telah mengindikasikan jam 17.35,,di lokasi parkir pun melulu terlihat 3-4 kendaraan.

Aku segera menginjak gedung fakultasku,,di sana lorong-lorong telah gelap melulu diterangi sejumlah lampu downlight,,sehingga suasananya remang-remang, terkadang timbul perasaan ngeri di gedung tua tersebut sepertinya melulu aku sendirian,,bahkan suara,,,langkah kakiku menaiki tangga juga menggema. Akhirnya sampai pun aku di tingkat 4 dimana pemberitahuan hasil ujian dan jadwal SP dipasang.

Ketika aku sedang menyaksikan hasil UTS-ku dari lantai bawah sekonyong-konyomg terdengar tahapan pelan yang mengarah ke ke sini. Sadar atau tidak kurasakan bulu kudukku berdiri dan menginginkan makhluk apa yang nantinya bakal muncul. Ah konyol,,kubuang pikiran tersebut jauh-jauh, hantu mana barangkali terdengar bunyi langkahnya. Suara langkah tersebut makin menghampiri dan kesudahannya kulihat sosoknya,,oohh,,ternyata beda dari yang kubayangkan,,yang hadir ternyata seorang gadis cantik.

Aku juga mengenalnya walaupun tidak kenal dekat,,dia ialah mahasiswi yang pernah sekelas denganku dalam di antara mata kuliah,,namanya Yuli,,orangnya tinggi langsing,,pahanya jenjang dan mulus,,buah dadanya juga membusung indah,,kuperkirakan ukurannya 34B,,dipercantik dengan rambut panjang kemerahan yang dikuncir ke belakang dan wajah oval yang putih mulus. Dia pun termasuk di antara bunga kampus.

“Hai,,sore,,mau lihat nilai ya?”,,tanyaku berbasa-basi.

“Iya,,kamu pun ya?”,,jawabnya dengan tersenyum manis.

Aku kemudian meneruskan menulis jadwal SP,,sementara dia sedang mencari-cari NRP dan menyaksikan hasil ujiannya.

“Sori,,boleh pinjam bolpoin dan kertas? gua inginkan catat jadwal nih,”,,tanyanya.

“Ooo,,boleh,,boleh gua pun udah berlalu kok”,,aku kemudian memberikannya secarik kertas dan bolpoinku.

“Eh,,omong-omong anda kok baru datang kini malam-malam gini,,nggak fobia gedungnya udah gelap gini?”,,tanyaku.

“Iya,,sekalian lewat aja kok,,jadi mampir ke sini,,kamu sendiri pun kok datang jam segini?”.

“Sama nih,,gua pun baru kembali dari rekan dan lewat sini,,jadi biar sekali jalanlah”.

Kami juga mulai mengobrol,,dan obrolan kami kian melebar dan semakin akrab. Hingga sekarang belum terdapat seorang juga yang tampak di lokasi kami sampai-sampai mulai timbul benak kotorku terlebih lagi melulu ada sepasang lelaki dan perempuan dalam lokasi remang-remang. Aku mulai menikmati senjataku menggeliat dan mengeras. Kupandangi wajah cantiknya,,wajah kami saling menatap dan tanpa sadar wajahku kian mendekati wajahnya. Ketika semakin dekat tiba-tiba wajahnya maju menyambutku sampai-sampai bibir kami kini saling berpagutan.

Tanganku juga mulai melingkari pinggangnya yang ramping. Sekarang mulutnya mulai membuka dan lidah kami saling beradu,,rupanya dia cukup berpengalaman juga dalam berciuman,,nampaknya ini bukan kesatu kalinya dia melakukannya. Wangi parfum dan desah nafasnya yang telah tidak beraturan menambah gairahku untuk melakukan lebih jauh,,tanganku sekarang mulai turun meremas-remas pantatnya yang montok dan berisi,,dia pun membalasnya dengan melepas kancing kemejaku satu persatu. Tiba-tiba aku sadar berada di tempat yang salah,,segera kulepas ciumanku.

“Jangan di sini,,gua tau lokasi aman,,ayo ikut gua!”.

Kuajak dia ke lantai 3,,kami mencari koridor yang remang-remang tersebut menuju ke suatu ruangan kosong bekas ruangan mahasiswa penyuka alam,,sejak team penyuka alam pindah ke ruang beda yang lebih banyak ruangan ini dikosongkan melulu untuk menyimpan perlengkapan bekas dan tidak jarang tidak dikunci. Kubuka pintu dan kutekan saklar di tembok,,ruangan itu nyaris tidak terdapat apa-apa,,hanya suatu meja dan kursi kayu jati yang sandarannya telah bengkok,,beberapa perkakas usang,,dan suatu matras bekas yang berlubang.

Segera sesudah tombol kunci kutekan,,kudekap tubuhnya yang sedang bersandar di ambang meja. Sambil berciuman tangan kami saling melucuti pakaian masing-masing. Setelah kulepas tank top dan branya,,kulihat tubuh putih mulus dengan payudara kencang dan putingnya yang kemerahan. Saat tersebut aku dan dia telah topless tinggal menggunakan celana panjang saja. Kuarahkan mulutku ke dada kanannya sedangkan tanganku melepas kancing celananya kemudian mulai menyusup ke balik celana itu. Kurasakan kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan telah becek oleh cairan kenikmatan. Puting yang telah menegang tersebut kusapu dengan permukaan kasar lidahku sampai dia menggelinjang-gelinjang disertai desahan. Dengan jari telunjuk dan jari manis kurenggangkan bibir kemaluannya dan jari tengahku kumainkan di bibir dan dalam lubang tersebut membuat desahannya meningkat hebat seraya menarik-narik rambutku.

Akhirnya dengan perlahan-lahan kuturunkan celana beserta celana dalamnya sampai lepas. Kubuka resleting celanaku kemudian kuturunkan CD-ku sampai-sampai menyembullah senjata yang dari tadi telah mengeras itu. Tangannya turut menuntun senjataku menginjak liang vaginanya,,setelah masuk beberapa kusentakkan badanku ke depan sampai-sampai dia menjerit kecil. Aku mulai menggerakkan badanku maju mundur,,semakin lama frekuensinya semakin cepat sampai-sampai dia mengerang-erang keenakan,,tanganku sibuk meremas-remas payudara montoknya,,dan lidahku menjilati leher dan telinganya. Aku terus mendesaknya dengan dorongan-dorongan badanku,,hingga kesudahannya aku menikmati tangannya yang melingkari leherku kian erat serta jepitan kedua pahanya mengencang. Saat tersebut gerakanku kian kupercepat,,erangannya pun meningkat dahsyat sampai diselesaikan dengan jeritan kecil,,bersamaan dengan tersebut kurasakan pula cairan hangat menyelubungi senjataku dan spermaku mulai mengalir di dalam rahimnya. Kami merasakan klimaks kesatu ini dengan saling berdekapan dan bercumbu mesra.

Tiba-tihba tersiar suara kunci dimulai dan gagang pintu diputar,,pintu juga terbuka,,ternyata yang masuk ialah Pak Ayip,,kepala karyawan gedung ini yang pun memegang kunci ruangan,,orangnya berumur 50-an keatas,,rambutnya telah agak beruban,,namun badannya masih gagah. Kami kaget sebab kehadirannya,,aku segera mendongkrak celanaku yang telah merosot,,yuli berlindung di belakang badanku guna menutupi tubuh telanjangnya.

“Wah,,wah,,wah saya pikir terdapat maling di sini,,eh,,ternyata terdapat sepasang kekasih lagi berasik ria!”,,katanya seraya berkacak pinggang.

“Maaf Pak,,kita memang salah,,tolong Pak tidak boleh bilang sama siapa-siapa mengenai hal ini”,,kataku terbata-bata.

“Hmmm,,baik saya tentu akan jaga rahasia ini kok,,asal”.

“Asal apa Pak?”,,tanyaku.

Orang tua tersebut menutup pintu dan berlangsung mendekati kami.

“sal saya boleh ikut menikmati si Mak ini,,he,,he,,he,,!”,katanya seraya terus mendekati kami dengan senyum mengerikan.

“Jangan,,pak,,jangan!”.

PREDIKSI TOGEL – Dengan wajah pucat Yuli berlangsung mundur seraya menutupi dada dan kemaluannya guna menghindar,,namun dia tersudut di sudut ruangan. Kesempatan tersebut segera digunakan Pak Ayip untuk memeluk tubuh Yuli. Dia langsung memegangi kedua pergelangan tangan Yuli dan mengusungnya ke atas. “Ahh,,jangan gitu Pak,,lepasin saya atau… eeemmmhhh!”,,belum sempat Yuli melanjutkan perkataannya,,pak Ayip telah melumat bibirnya dengan ganas. Sekarang Yuli telah mulai berhenti meronta sampai-sampai tangan Pak Ayip telah mulai mencungkil pegangannya dan perlahan-lahan mulai turun ke payudara kanan Yuli kemudian meremas-remasnya dengan gemas. Entah kenapa daritadi aku melulu diam saja tanpa melakukan apa-apa selain takjub menonton adegan panas itu,,sangat kontas nampaknya Yuli yang berparas cantik tersebut sedang digerayangi oleh Pak Ayip yang tua dan bopengan itu,,seperti beauty and the beast saja,,dalam hati berkata. “Dasar bandot tua,,sudah ganggu acara orang masih mohon bagian pula”.

Ciuman Pak Ayip pada bibir Yuli sekarang mulai merambat turun ke lehernya, dijilatinya leher jenjang Yuli lantas dia mulai menciumi payudara Yuli seraya tangannya mengobok-obok liang vagina Yuli. Diperlakukan seperti tersebut Yuli telah tidak dapat apa-apa lagi, melulu pasrah seraya mendesah-desah, “Pak,,aaakhh,,jangan,,eeemmhh,,sudah Pak!”,,setelah puas,,“menyusu”,,Pak Ayip mulai menjelajahi tubuh unsur bawah Yuli dengan jilatan dan ciumannya. Setelah memungut posisi berjongkok Pak Ayip mengaitkan kaki kanan Yuli di bahunya dan menunjukkan mulutnya untuk menghirup kemaluan yang telah basah tersebut sambil sesekali menusukan jarinya. Sementara Pak Ayip mengerjai unsur bawah,,aku melumat bibirnya dan meremas buah dadanya yang montok itu,,putingnya yang telah tegang tersebut kupencet dan kupuntir.

Masih terlihat jelas warna kemerahan bekas gigitan dan sisa-sisa ludah pada payudara kirinya yang tadi menjadi bulan-bulanan Pak Ayip. Tak lama lantas kurasakan dia mencengkram lenganku dengan keras dan nafasnya kian memburu,,ciumannya pun kian dalam. Rupanya dia menjangkau orgasme sebab oral seks-nya Pak Ayip dan kulihat Pak Ayip pun sedang asyik menghisap cairan yang terbit dari liang senggamanya sehingga menciptakan tubuh Yuli menegang sejumlah saat dan dari mulutnya tersiar erangan-erangan yang terhambat oleh ciumanku. Sekarang aku menciptakan posisi Yuli menungging di matras yang kugelar di lantai. Kesetubuhi dia dari belakang,,sambil meremas-remas pantat dan payudaranya. Pak Ayip mencungkil pakaiannya sampai bugil,,kemudian dia berlutut di depan wajah Yuli. Tanpa diperintah Yuli segera meraih penis yang besar dan hitam itu,,mula-mula dijilatinya benda itu,,dikulumnya buah pelir tersebut sejenak kemudian dimasukkannya benda tersebut ke mulutnya. Pak Ayip mendengus dan merem melek kesenangan oleh kuluman Yuli,,dia menjejali penis itu sampai masuk seluruhnya ke mulut Yuli.

Yuli juga agak kewalahan diserang dari 2 arah laksana ini. Beberapa saat lantas Pak Ayip menerbitkan geraman panjang,,dia menyangga kepala Yuli yang hendak mengeluarkan penisnya dari mulutnya, sedangkan aku kian mempercepat goyanganku dari belakang. Tubuh Yuli mulai bergetar hebat sebab sodokan-sodokanku dan pun karena Pak Ayip yang telah klimaks menyangga kepalanya dan menyeburkan spermanya di dalam mulut Yuli,,sangat tidak sedikit sperma Pak Ayip yang ditumpahkan sampai cairan putih tersebut meluap terbit membasahi bibirnya,,jeritan klimaks Yuli tersumbat oleh penis Pak Ayip yang lumayan besar sampai-sampai dari mulutnya melulu terdengar,,“Emmpphh,,mmm,,hmmpphh”,,tangannya menggapai-gapai,,dan matanya terbeliak-beliak nikmat.

Kemudian Pak Ayip melepas penisnya dari mulut Yuli,,lalu dia berbaring telentang dan mengajak Yuli memasukkan penis yang berdiri kokoh tersebut ke dalam vaginanya. Sesuai perintah Pak Ayip,,dia menempati dan memasukkan penis Pak Ayip,,ekspresi kesakitan nampak pada wajahnya sebab penis Pak Ayip yang besar tidak mudah menginjak liang vaginanya yang masih sempit,,pak Ayip meremas-remas susu Yuli yang sedang bergoyang di atas penisnya itu. Aku kemudian memintanya untuk mencuci barangku yang telah belepotan sperma dan cairan kemaluannya,,ketika penisku sedang dijilati dan dikulum olehnya,,kutarik ikat rambutnya sampai rambutnya tergerai bebas. “Wah cantik banget si Mbak ini,,mana memeknya masih sempit lagi,,benar-benar beruntung saya malam ini”,,kata Pak Ayip memuji Yuli. “Dasar muka nanas,,kalo dia pacar gua udah gua hajar lo dari tadi!”,,gerutuku dalam hati.

Setelah penisku dimurnikan Yuli,,kuatur posisinya tengkurap di atas Pak Ayip,,dan kumasukkan penisku ke duburnya,,sungguh sempit liang anusnya itu sampai dia menjerit histeris saat aku sukses menancapkan penisku di sana. Kami bertiga lalu menata gerakan supaya dapat serasi antara penis Pak Ayip di vaginanya dan penisku di anusnya. Aku menghujam-hujamkan penisku dengan buas sambil meremas-remas payudara dan pantatnya pun sesekali kujilati lehernya.

BANDARPKV – Sementara Pak Ayip pun aktif memainkan payudara yang hanya sejumlah sentimeter dari wajahnya itu. Tak lama lantas Yuli menjerit keras. “Akkhh!”,,tubuhnya menegang dan tersentak-sentak kemudian terkulai lemah menelungkup,,begitu tubuhnya rebah langsung disambut Pak Ayip dengan kuluman di bibirnya. Aku dan Pak Ayip melepas penis kami dan berdiri di depan Yuli secara bergantian dia mengulum dan mengocok penis kami sampai sperma kami muncrat mengairi wajahnya.

Tubuh kami bertiga telah bersimbah keringat dan benar-benar lelah,,terutama Yuli,,dia nampak sangat keletihan setelah melayani 2 pria sekaligus. Sesudah beristirahat sejenak,,kami berpakaian kembali. Kami menciptakan kesepakatan dengan Pak Ayip guna saling mengawal rahasia ini,,pak Ayip juga menyetujuinya dengan kriteria Yuli inginkan melayaninya sekali lagi kapanpun bila dipanggil,,meskipun awalnya dia agak ragu-ragu kesudahannya disetujuinya juga.

Kami yakin dia tidak berani kelewatan sebab dia pun tidak hendak hal ini diketahui keluarganya. Sejak tersebut kami semakin akrab dan tidak jarang melakukakan perbuatan tersebut lagi meskipun tidak hingga pacaran,,karena kami telah punya pacar masing-masing.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *