Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Kisah Pemerkosaan Tragis Julia

Kisah Pemerkosaan Tragis Julia – Pemerkosaan Tragis Julia. Gadis yang umurnya masih muda 20 tahun dan kini bekerja di suatu Bank, sebab dia ditugaskan diluar kota maka dari tersebut dia ngekos dengan teman kerja perempuan tetapi lain cabang, namanya Julia dia memiliki bodi yang begitu menawan biasalah bila pegawai bank memang diwajibkan berpenampilan yang unik dan seksi tentunya.

Suatu hari di senja hari Julia terkejut menyaksikan kantornya sudah gelap. Berarti pintu sudah dikunci oleh Pak Warto dan Diman, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC terlebih dulu sebelum bakal pulang. Mungkin mereka mengira ia telah pulang.

Baru saja ia bakal menggedor pintu, seringkali para satpam duduk di pintu luar. Ada kabar semua satpam di kantor bank itu akan dibebastugaskan karena pengurangan karyawan, Julia merasa kasihan namun tak bisa melakukan apa-apa. Seingatnya ada tidak cukup lebih 6 orang satpam disana. Berarti tidak sedikit juga korban PHK kali ini.

“Mau kemana Julia?”, tiba-tiba seseorang menegurnya dari kegelapan meja teller.

Bandar poker online – Julia terkejut, terdapat Warto dan Diman. Mereka menyeringai.

“Eh Pak, kok telah dikunci? Aku mau kembali dulu..”, Julia menyapa mereka berdua yang mendekatinya.

“Julia, kami akan diberhentikan besok..”, Warto berkata.

“Iya Pak, aku pun nggak dapat apa apa..”, Julia menjawab.

Di luar hujan mulai turun.

“Kalau begitu.. kami mohon kenang-kenangan saja Mbak”, tiba-tiba Diman yang lebih muda membalas sambil menatapnya tajam.

“I.., iya.., kelak aku belikan kenang-kenangan..”, Julia menjawab.

Cerita Seks – Tiba-tiba ia merasa gugup dan cemas. Warto mencekal lengan Julia. Sebelum Julia tersadar, kedua tangannya sudah dicekal ke belakang oleh mereka.

“Aah! Jangan Pak!”.

Diman unik blus warna ungu kepunyaan Julia. Gadis tersebut terkejut dan tersentak saat kancing blusnya berhamburan. “Sekarang aja Julia. Kenang-kenangan guna seumur hidup!”.

Warto menyeringai menyaksikan Diman merobek kaos dalam katun Julia yang berwarna putih berenda. Julia berjuang meronta. Namun tak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat keluar.

“Jangannnn! Lepaskannn!”, Julia berjuang meronta.

Hujan turun dengan derasnya. Diman sekarang berjuang menurunkan celana panjang ungu Julia. Kedua lelaki tersebut sudah semenjak lama menyimak Julia. Gadis yang mereka tahu tubuhnya paling kencang dan sintal. Diam-diam mereka tidak jarang mengintipnya saat ke kamar mandi. Saat ini mereka telah tak tahan lagi. Julia menyepak Diman dengan keras.

“Eit, melawan pun si Mbak ini..”, Diman melulu menyeringai.

Julia di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semua perlengkapan di meja tersebut berhamburan bersih.

“Aahh! Jangan Pak! Jangannn!”, Julia mulai menangis saat ia ditelungkupkan di atas meja itu.

Sementara kedua tangannya terus dicekal Warto, Diman kini lebih leluasa menurunkan celana panjang ungu Julia. Sepatunya terlepas.

Diperlakukan laksana itu, Julia pun mulai merasa terangsang. Ia dapat menikmati angin dingin menerpa kulit pahanya. Menunjukkan celananya sudah terlepas jatuh. Julia lemas. Hal ini menguntungkan kedua penyiksanya.

Dengan gampang mereka mencopot blus dan celana panjang ungu Julia. Julia mengenakan setelan pakaian dalam berenda warna hitam yang mini dan sexy. Mulailah pemerkosaan itu. Pantat Julia yang kencang mulai ditepuk oleh Warto bertubi-tubi, “Plak! Plak!”.

cerita pemerkosaan – Tubuh Julia memang kencang menggairahkan. Payudaranya besar dan kencang. Seluruh tubuhnya pejal kenyal. Dalam suasana menungging di meja laksana ini ia tampak paling menggairahkan. Diman menjambak rambut Julia sampai-sampai dapat menyaksikan wajahnya. Bibirnya yang sarat berlipstik merah menyala menyusun huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya.

“Sret!”, Julia tersentak saat celana dalamnya sudah ditarik robek.

Menyusul branya ditarik dengan kasar. Julia benar-benar merasa terhina. Ia tidak dipedulikan hanya dengan mengenakan stocking sewarna dengan kulitnya. Sementara penis Warto yang besar dan keras mulai melesak di vaginanya.

“Ouuhh! Adduhh..!”, Julia merintih.

Seperti anjing, Warto mulai menyodok nyodok Julia dari belakang. Sementara tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Julia melulu mampu menangis tak berdaya.

Tiba-tiba Diman mengusung wajahnya, lantas menyodorkan penisnya yang keras panjang. Memaksa Julia membuka mulutnya. Julia memegang pinggiran meja menyangga rasa ngilu di selangkangannya sedangkan Diman memperkosa mulutnya.

Meja tersebut berderit derit mengekor sentakan-sentakan tubuh mereka. Warto mendesak dari belakang, Diman menyodok dari depan. Bibir Julia yang penuh tersebut terbuka lebar-lebar menampung kemaluan Diman yang terus terbit masuk di mulutnya. Tiba-tiba Warto menarik keluar kemaluannya dan unik Julia.

“Ampuunnn…, hentikan Pak..”, Julia menangis tersengal-sengal.

Warto duduk di atas sofa tamu. Kemudian dengan ditolong Diman, Julia ditingkatkan ke pangkuannya, berhadapan dengan pahanya yang terbuka.

“Slebb!”, kemaluan Warto pulang masuk ke vagina Julia yang telah basah.

Adabalak.com – Julia menggelinjang ngilu, melenguh dan merintih. Warto kembali mendekap Julia seraya memaksa melumat bibirnya. Kemudian mulai mengaduk aduk vagina gadis itu. Julia masih tersengal-sengal melayani serangan mulut Warto saat dirasakannya sesuatu yang keras dan basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Diman mulai memaksa menyodominya.

“Nghhmmm..! Nghh! Jahannaammm…!”, Julia berjuang meronta, namun tak berdaya.

cerita pemerkosaan – Warto terus melumat mulutnya. Sementara Diman memperkosa anusnya. Julia lemas tak berdaya sedangkan kedua lubang di tubuhnya disodok bergantian. Payudaranya diremas dari depan maupun belakang.

Tubuhnya yang basah oleh peluh semakin menciptakan dirinya terlihat erotis dan merangsang. Juga rintihannya. Tiba-tiba gerakan kedua pemerkosanya yang semakin cepat dan dalam seketika berhenti.

Julia ditelentangkan dengan tergesa lantas Warto menyodokkan kemaluannya ke mulut gadis itu. Julia gelagapan saat Warto mengocok mulutnya lantas mendadak kepala Julia dicengkeram dan…

“Crrrt! Crrrt!”, cairan sperma Warto muncrat ke dalam mulutnya, bertubi-tubi.

Julia merasa bakal muntah. Tapi Warto terus mengurangi hidung Julia sampai ia darurat menelan cairan kental itu. Warto terus memainkan batang kemaluannya di mulut Julia sampai bersih. Julia tersengal sengal berjuang menelan seluruh cairan lengket yang masih tersisa di langit-langit mulutnya.

Mendadak Diman ikut memasukkan batang kemaluannya ke mulut Julia. Kembali mulut gadis tersebut diperkosa. Julia terlampau lemah guna berontak. Ia pasrah sampai kembali cairan sperma memenuhi mulutnya. Masuk ke tenggorokannya. Julia menangis sesengggukan. Diman menggunakan celana dalam Julia untuk mencuci sisa spermanya.

“Wah.. bener-bener memori indah, Yuk..”, ujar Warto seraya membuka pintu belakang.

Tak lama lantas 3 orang satpam beda masuk.

“Ayo, kini giliran kalian!”, Julia terkejut menyaksikan ke-3 satpam bertubuh kekar itu.

Ia bakal diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia telah pamit dengan rekan sekamarnya Ita, bahwa ia tak kembali malam ini sebab harus ke lokasi tinggal saudaranya sampai tentu tak bakal ada yang mencarinya.

Julia ditarik ke tengah lobby bank itu. Dikelilingi 6 orang pria kekar yang telah membuka pakaiannya masing-masing sampai Julia dapat menyaksikan batang kemaluan mereka yang sudah mengeras.

“Ayo Julia, kulum punyaku!”, Julia yang melulu mengenakan stocking tersebut dipaksa mengoral mereka bergiliran.

Tubuhnya tiba-tiba dibikin dalam suasana seperti merangkak. Dan sesuatu yang keras mulai melesak paksa di lubang anusnya.

“Akhh…, mmmhhh.., mhhh…”, Julia menangis tak berdaya.

Sementara mulutnya dijejali batang kemaluan, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya yang kencang dicengkeram.

“Akkkghhh! Isep teruss…!, Ayooo”.

Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang saat cairan spermanya muncrat memenuhi mulut Julia. Gadis tersebut gelagapan menelannya sampai habis.

Kepalanya dipegangi dengan paling erat. Dan pria lain langsung menyodokkan batang kemaluannya menggantikan rekannya. Julia dipaksa menelan sperma seluruh satpam tersebut bergiliran. Mereka pun bergiliran menyodomi dan memperkosa seluruh lubang di tubuh Julia bergiliran.

tubuh Julia yang sintal tersebut basah berbanjir peluh dan sperma. Stockingnya telah sarat noda-noda sperma kering. Akhirnya Julia ditelentangkan di sofa, lantas para satpam tersebut bergiliran mengocok kemaluan mereka di wajahnya, sesekali mereka memasukkannya ke mulut Julia dan mengocoknya disana, sampai secara bergiliran sperma mereka muncrat di semua wajah Julia.

Ketika telah berlalu Julia telentang dan tersengal-sengal lemas. Tubuh dan wajahnya belepotan cairan sperma, keringat dan air matanya sendiri. Julia pingsan. Tapi semua satpam tersebut ternyata belum puas.

“Belum pagi nih”, ujar salah seorang dari satpam itu.

“Iya, aku masih belum puas…”.

Akhirnya muncul gagasan mereka yang lain.

Tubuh telanjang Julia diikat erat. Kemudian mereka membawanya ke belakang kantornya. Bagian belakang bank tersebut memang masih sepi dan tidak sedikit semak belukar. Julia yang masih dalam suasana lemas ditaruh begitu saja di suatu pondok tua tempat semua pemuda berkumpul ketika malam.

Hujan sudah berhenti namun udara masih begitu dinginnya. Mulut Julia disumpal dengan celana dalamnya. Ketika malam semakin larut baru Julia tersadar. Ia tersentak menyadari tubuhnya masih dalam suasana telanjang bulat dan terbelenggu tak berdaya. Ia benar-benar merasa dilecehkan sebab stockingnya masih terpasang.

Tiba-tiba saja tersiar suara sejumlah laki-laki. Dan mereka terkejut saat masuk.

“Wah! Ada hadiah nih!”, wewangian alkohol kental terbit dari mulut mereka.

Julia berjuang meronta saat mereka mulai menggerayangi tubuh sintal telanjangnya. Tapi ia tak berdaya. Ada 8 orang yang datang. Mereka segera mengobarkan lampu listrik yang remang-remang. Tubuh Julia mulai dijadikan bulan-bulanan. Julia hanya dapat menangis pasrah dan mengerang tertahan.

Ia ditunggingkan di atas lantai bambu lantas para lelaki tersebut bergiliran memperkosanya. Semua lubang di tubuhnya secara bergiliran dan bersamaan disodok-sodok dengan paling kasar. Kembali Julia bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, di pantat, dada dan wajahnya. Setiap kali bakal pingsan, seseorang bakal menampar wajahnya sampai ia pulang tersadar.

“Ini kan teller di bank depan?”

Poker Online – Mereka tertawa-tawa seraya terus memperkosa Julia dengan sekian banyak posisi. Julia yang masih terbelenggu dan terbungkam melulu dapat pasrah menuruti perlakuan mereka. Cairan berwarna putih dan merah kekuningan mengalir dari lubang pantat dan vaginanya yang sudah memerah dampak dipaksa menerima begitu tidak sedikit batang penis.

Hasil togel – Ketika seseorang sedang sibuk menyodominya, Julia tak tahan lagi dan kesudahannya pingsan. Entah telah berapa kali semua pemabuk tersebut menyemprotkan sperma mereka ke semua tubuh Julia sebelum kesudahannya meninggalkannya begitu saja sesudah mereka puas.

cerita ini memang terlampau bengis dan sadis, namun apalah daya. ini cerita Julia cewek bank yang diperkosa sampai memprihatinkan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *