<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIwww.BDPKV.ORG 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus TurnOver 0.5%, Mudah Menang Dan Coba Sensasinya

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Mbak Mifta Sungguh Mengairahkan

Mbak Mifta Sungguh Mengairahkan – Namaku Deni,,umurku menginjak usia tidak cukup lebih 20 tahun bulan ini. Para reader yg budiman,,aku bakal bercerita tentang empiris nyata kesatuku bagaimana rasanya bersetubuh dengan wanita. Pengalamanku ini terjadi pertengahan tahun 1995 dengan kakak rekan karibku.

Awalnya aku pikir bersetubuh dengan wanita ialah hal yg biasa-biasa saja,,atau kenikmatannya sama saja dengan waktu anda beronani dikamar mandi ketika kita lagi perlu kepuasan,,itu pendapatku masa-masa itu. Kebiasaanku beronani atau kata orang”,,nyoli”,,dimulai masa-masa usiaku masih 17 tahun saat aku duduk dikelas tiga S M P. Telah menjadi kebiasaanku sepulang sekolah aku mesti pergi kesawah untuk menggali sekarung rumput makanan dua ekor kambingku ketika masih dikampung,,kini aku bermukim di Jakarta bareng budeku. Memang kedua orang tuaku ialah peternak yg tidak cukup sukses.

Karena terbentur utang yg tak kunjung lunas akhirnya fauna perliharaanya tersisa dua ekor lagi. Teman setiaku ialah Rudi,,rumahnya serupa didepan rumahku hanya diberi batas sebuah jalan kecil yg menghubungkan kesebuah telaga diantara lokasi tinggal kami berdua.

Waktu tersebut hari menjelang sore, aku bergegas berganti pakaian sehabis santap sore sepulang sekolah kemudian ku ambil sabit yg terselip didinding dapur rumahku yg tercipta dari anyaman bambu,,serta tak tak sempat kutarik karung yg terbaring dibawah meja makan,,kemudian kutaruh dua-duanya diatas sadel belakang sepeda kesayanganku sambil santap pisang aku bergegas kerumah Rudi guna meminjam asahan mengasah sabitku agar mudah membabat rumput,,setelah hingga didepan pintu aku masuki rumahnya kemudian kupanggil dia.

”Rud”.

”iya”,,jawab Rudi dari kamar.

”pinjam asahnya dong Rud“,,sembari trus berjalan

”dibelakang Den,,di kamar mandi,,ambil aja,,saya lagi ganti pakaian”,,jawab Rudi dari kamar.

”cepatan Rud,,udah senja nih”,,Pintaku ke Rudi.

Aku kemudian kedapur sebab memang kamar mandinya terdapat diluar,,dibelakang rumah. Kamar mandi dikampungku umumnya melulu terbuat dari terpal yg dililitkan diempat tiang yg terpancang ditanah,,itupun melulu sepatas pinggul,,pendek. Pabila anda mau mandi ya mesti duduk agar nggak kelihatan. Pintu kamar mandinya pun melulu di tutupi dengan handuk,,sebagai simbol menandakan kalo didalam kamar mandi terdapat yg sedang mandi. Kubuka pintu dapur yg menuju terbit – kekamar mandi,,memang kamar mandinya di keliling pohon pisang dan rambutan jadi tidak cukup begitu jelas kalo tampak dari pintu dapur lokasi tinggal Rudi.

Setelah sejumlah langkah mendekati kamar mandi byur,,suara orang sedang mandi alangkah kagetnya saat kulihat kearah kamar mandi,,aku pikir tak terdapat orang dikamar mandi sebab tak terdapat handuk yg terjuntai dipintunya. Sungguh pemandangan yg luar biasa waktu itu,,betapa tdk Mbak Mifta kakaknya Rudi yg masih ruang belajar 3 SMU Negeri 1 di kampungku tersebut sedang asik mandi tanpa sehelang benangpun yg menutupi estetis tubuhnya.

Dibawah kuncuran air yg tertampung dalam kotak segi empat tercipta dari semen yg digantung diatas kamar mandi ia asik mencuci pantat dan pinggangnya yg ramping,,karena ia membelakangiku ia tak tahu kehadiranku aku tertengun kuperhatikan dari ujung kakinya kemudian naik kepahanya mulus,,putih gempal ditumbuhi bulu lembut diatas lututnya,,aku tak tahan pandanganku trus naik kearah pantat spektakuler padat dan mengandung ujung pantatnya yg menyembul bergoyang?,,goyang saat Mbak Mifta mengoyangkan kepalanya yg sedang ia keramasi. DominoQQ Online

Dia mengembalikan badannya,,semetara aku sudah bersembunyi dilebatnya pohon pisang kulihat toketnya membusung keatas estetis dan sekal berjuntai kesana kemari laksana balon yg terisi air,,diujung toket sebelah bawah terdapat daging kecil warna coklat muda yg agak menonjol dan astaga!!,,pandanganku turun kebawah perutnya,,ramping sekali dan pusarnya estetis serta bersih,,apa itu,,disela-sela kedua panggkal pahanya terdapat tonjolan daging yg belah ditengahnya ditumbuhi bulu ? bulu halus nyaris sampai lubang pusarnya. Aku tetap diam dibalik pohon pisang sembari mataku tak lepas dari pandangan kearah kamar mandi. Aku nikmati pemandangan tersebut sampai Mbak Mifta berlalu mandi,,baru aku memungut asahan lantas mengajak Rudi pergi kesawah untuk menggali rumput.

Malam harinya pikiranku nggak dapat tenang,,selalu terbayang dengan busungan kedua toket dan bulu-bulu halus diselangkangan Mbak Mifta,,sambil tergeletak dikamar yg sudah kukunci kucoba guna memejamkan mata tetap saja terbayang,,akhirnya pikiranku tak dapat tenang perlahan kumasukan jari-jari tangan kananku dibalik sarung,,trus kebawah diantara kedua panggkal pahaku kemudian tanganku kususupkan kebalik CD merk Sony yg sedang kukenakan,,kupegangi bulu-bulu dipangkal kemaluanku,,walau baru tumbuh sedikit tetapi terasa kasar kutarik-kutarik perlahan-lahan bulu yg tumbuh disekitar pangkal k0ntol,,k0ntolku menegang sejumlah urat terasa menyembul dipinggir batang kemaluanku,,kutarik tanganku lantas kuludahi permukaan tanganku kemudian kumasukan pulang kebalik sarung sedangkan CDku sudah kulepas namun masih tercantol dimata kakiku.

Ku urut pelan-pelan sembari kuremas-remas k0ntolku,,makin lama terasa nikmat sekali. Namun baru sejumlah urutan cengkeraman tanganku pada k0ntol terasa mulai seret dan panas sebab ludahku mengering. Disamping ranjangku diatas meja belajar terdapat sebotol handbody lotion yg tidak jarang kali kupakai sehabis mandi,,ku ambil dan kutuangkan dipermukaan tanganku,,ku oleskan diseluruh batang kemaluanku setelah tersebut ku genggam seraya lantas posisi tubuh kuberbalik dan kini aku tengkurap sembari menggenggam batang kemaluanyg kian membesar kupejamkan kedua mataku seolah?,,olah aku sedang menindih Mbak Mifta,,kutekan perlahan-lahan pantatku paling teratur naik turun,,tanganku kubiarkan saja menempel dikasur sembari tetap menggenggam batang k0ntolku.

Napasku mulai tersengal gerakanku semakin cepat ku kuremas?,,remas batang kemaluanku kubayangkan bila kemaluanku terjepit diantara selangkangan Mbak Mifta yg berbulu halus tersebut makin lama kurasakan makin.

“nikmat oughh,,,mbak Mifta,,enaakk”,,desahku terdapat sesuatu yg terasa kian memuncak kian dekat kelubang k0ntolku dan akhirnya

“oughh,,croott,,crott,,enakk Mbak Miftah”,,segumpal cairan warna kuning-kecoklatan agak kental terbit mengalir dari ujung k0ntolku,,aku terkulai lemas,,kubalikkan tubuhku kini aku terlentang keringat mengucur disekitar dada dan wajahku,,pelan?,,pelan ku urut batang kemaluanku ke arah atas ku peras sisa?,,sisa buih kesenangan yg masih tersisa,,mungkin aku lelah sebab kegiatan tersebut ku ulangi hingga tiga kali malam tersebut sampai-sampai handbody lotionku habis..akhirnya ku tertidur pulas.

Tepatnya malam tanggal 17 Agustustus 1995 Rudi datang kerumahku,,lalu mengajakku main kerumahnya tujuannya untuk menuntaskan pe-er bahasa inggris dari Bu guruku,,memang latihan yg sangat kusuka disekolah ialah bahasa inggris. Sesampai dirumahnya kulihat diruang tamu Mbak Mifta sedang istirahat terlentang sambil menyaksikan TV.

”kok sendiri mbak,,,bapak sama Ibu pada kemana??”,,tanya ku kepadanya sembari kulirik buah dadanya menonjol dibalik t-shirt warna ungu yg paling ketat melekat ditubuhnya serta menunjukkan lubang pusarnya.

”lagi ke lokasi tinggal saudara Den,,ada yg nikahan di Jakarta”,,ujarnya”,,ada pr malem ini Den?”,,tanya dia

”iya mbak,,pr bahasa inggris,,mbak inginkan bantuin??”,,ku pancing dia.

”nggak ah,,filmnya bagus entar aja Den,,coba aja dulu entar kalo nggak dapat Mbak bantuin deh”,,jawab Mbak Mifta.

”iya deh mbak,,saya permisi dulu kekamar Rudi nggak enak sama Rudi udah nungguin”,,kataku,,padahal aku masih hendak mengobrol bersamanya.

Dikamar aku sibuk menuntaskan pr dimeja belajar Rudi sedangkan Rudi malahan baca majalah diatas ranjang yg tercipta dari papan namun diatasnya terdapat kasur busanya,,pe-er kali ini menciptakan kepalaku benar-benar pusing,,akhirnya sesudah pukul 11 malam baru pe-er tersebut dapatku selesaikan,,karena asiknya membuka dan memblokir kamus sehingga aku tak sempat pada Rudi,,kutengok kearah ranjang kulihat ia sudah terlelap tidur. Kututup kamus dan kurapikan meja belajar Rudi.

Kuselimuti dia,,ahh lebih baik aku kedapur cari makanan pikirku sebab rumah Rudi sudah laksana rumahku sendiri,,ketika ku melintas ruang tamu kulihat Mbak Mifta masih istirahat terlentang didepan TV,,hanya saja sekarang ia sudah berganti pakain menggunakan baju istirahat longgar bercorak bunga-bunga.

”Mbak belum tidur“,,tanyaku

”belum Den,,habis filmnya bagus,,udah beres pe-ernya?”,,mbak Mifta balik bertanya sambil ku duduk disampingnya namun aku menghadap ke TV sedangkan ia masih tidur-tiduran.

”mana Rudi?“,,tanya Mbak Mifta.

”udah istirahat dari tadi mbak, barangkali capek?”,,jawabku.

”Den kata Rudi anda pintar ngurut kepala ya?”,,sembari Mbak Mifta mengurangi kepalanya seolah?,,olah sedang pusing, atau memang pusing beneran aku tak tahu masa-masa itu.

”tolong pijitan kepala Mbak Den”,,pintanya

”bisa sih tidak banyak mbak,,kenapa?,,kepala Mbak sakit,,yg sebelah mana yg sakit Mbak”,,sembari mulai kupegang kepalanya tepat diatas jidatnya,,kutekan perlahan-perlahan.

Tapi pandanganku tetap ke arah TV,,tapi sumpah enggak tahu pikiranku mulai porno,,sementara dibalik celana hawaiku,,k0ntolku nggak dapat diajak kompromi kian menegang. Aku tetap memijat disekitar kening Mbak Mifta,,kulirik ia ternyata matanya tertutup mungkin merasakan pijitan tanganku.

”enak Den,,kamu pintar mijatnya”,,kata Mbak Mifta.

Aku melulu tersenyum.

”udah Den,,pijitin pinggang Mbak iya”,,tanpa menantikan persetujuan dari ku lantas ia membalikan tubuhnya.

”sebelah sini Den”,,mbak Mifta memegang pinggangnya menyatakan letak yg mesti ku pijat.

Ku pegang pigangnya,,ku urut dari mulai dari atas kebawah seraya ku tekan perlahan-lahan permukaan pigangnya tapi melulu sebatas pinggulnya tak lebih dari itu,,aku fobia dibilang tidak cukup ajar. Tapi sejumlah kali tanganku tercantol baju tidurnya.

”susah ya Den,,kamu ngurutnya,,sebentar Den biar bajunya Mbak angkat keatas”,,mbak Mifta pegang ujung bajunya yg menutupi punggungnya sampai pinggulnya lantas ia tarik sampai sebatas tali branya,,tapi Mbak Mifta masih dalam posisi tengkurap. Ia letakkan tangan yg sebelah kiri diatas punggungnya.

Aku benar-benar terpesona menyaksikan permukaan kulit pinggul Mbak Mifta yg kamarin lusa melulu mampu kupandangi dari jauh sekarang ada di depan mataku,,dapat ku sentuh dan kuraba.

”cepatan Den”,,suara Mbak Mifta mengagetkanku.

”iya Mbak”,,aku tergagap,,kucoba tetap bersikap lumrah ku tekan sebisa barangkali pikiran pornoku sesudah sekian menit aku dan Mbak Mifta melulu diam sedangkan aku melulu mengurut dan Mbak Mifta sesekali mengeluh menyangga tekanan tanganku,,kucoba membuka pembicaraan

”kulit Mbak putih ya”,,pujiku namun aku tetap mengurut dibagian pinggang Mbak Mifta pelan-pelan.

Pijatanku kuarahkan kebagian bawah kesatu kuberanikan memijat gundukan daging pantatnya,,rasanya padat dan kenyal kemudian kupegang dengan kedua tanganku kuremas-remas,,aku nyaris nggak dapat menguasai diri kelihatannya Mbak MiftaPun merasakan pijatan-pijatanku,,desahan nafas Mbak Mifta kian jelas kudengar iramanya laksana orang sehabis lari pagi.

Tiba-tiba Mbak Mifta berbalik sekarang ia terlentang. Aku kaget separuh mati,,mati aku..pikirku aku tentu akan dicerca oleh Mbak Mifta atas ulahku yg tidak cukup ajar. Tapi mengherankan Mbak Mifta malah tersenyum melihatku. Mbak Mifta bangun dari tidurnya, kulihat matanya sayu dan bibirnya separuh terbuka dan basah paling mengoda.

”sini tanganmu Den”,,mbak Mifta meraih kedua tanganku, aku diam saja aku laksana terhipnotis melulu desah napasku kian tak teratur.

Diletakkannya kedua tanganku diatas toketnya,,ia bimbing kedua tanganku guna meremas kedua toket dibalik bajunya. Aku tak tahan ku angkat ujung bajunya kemudian aku berdiri dan kutarik keatas melalui kepalanya sampai akhirnya bajunya terlepas dari tubuhnya,,aku duduk lagi dihadapannya kupeluk dia,,kupegang tali pengait BH warna ungu dipunggungnya,,kutarik secara paksa.

“aduhh,,pelan-pelan Den sakit”,,ketika tali BH tersebut terlepas secara paksa.

Kini toket tersebut menyembul keluar,,membusung estetis ku pegang perlahan-lahan kemudian kuremas-remas.

“aughh,,geli,,enak,,den,,auhghh pelan-pelan Den”,,mbak Mifta memegang lenganku semakin kecang pegangannya, mata Mbak Mifta kadang tersingkap kadang tertutup.

Ku pegang unsur bawah toketnya kuangkat kemudian kuarahkan mulutku kebagian puting toket Mbak Mifta sebelah kiri,,kumasukan kemulutku kemudian ku gigit pelan-pelan.

”auhghh,,enakk,,den,,geli..Den,,terus teruss enakk Dennn“,,mbak Mifta mendekap kepalaku,,ia tarik rambutku sedangkan tangan kanannya membuka kancing celanaku kemudian trus kebawah sampai masuk kebalik CDku dan,,auhh,,ia pegang batang kemaluanku yg dari tadi sudah menegang.

Ia tarik kebawah celana hawaiku sampai terlepas,,akupun tak bermukim diam ku pegang celana istirahat Mbak Mifta kutarik sampai terpelorot hingga bawah.

Ku baringkan Mbak Mifta diatas tilam warna ungu lantas kepalanya kuangkat kemudian kuselipkan bantal dibawah kepalanya. Tubuhku merosot kesebelah bawah sementara sekarang posisiku diatas Mbak Mifta sementara kedua pahanya menjepit pinggangku,,tubuhku kian kebawah. Kusentuh unsur vital Mbak Mifta trus kubelai rambut? rambut halus disekitar lubang kewanitaanya kucium perlahan kemudian kugigit unsur daging yg menyembul terbit sebesar biji sirsak berwarna merah,,mbak Mifta merintih,,uaghh,,kamu pintar Dennn,,sementara kedua pahanya menjepit kepalaku menyangga geli bercampur nikmat,,kurasakan sekarang liang yg terdapat dipangkal Mbak Mifta tersebut makin lama kian mengeluarkan cairan yg mengisi lubang kemaluanya.

Posisiku sekarang berubah perlahan aku duduk didepan selangkangan Mbak Mifta ku pegang kedua pahanya Mbak Mifta kutaruh diatas lututku,,kini didepanku tampak jelas belahan lubang memek Mbak Mifta kian membelah sampai didalamnyapun tampak jelas olehku sebab terpaan sinar lampu diruang tengah itu,,perlahan-lahan kumasukan jari tengahku kedalam lubang kemaluan Mbak Mifta,,lalu kukocokkan perlahan-lahan jari tengahku di dalam kemaluannya.

”Aughh,,truss,,,den,,nikmat sekali,,,dennn”.

LAGA99 – Mbak Mifta merintih-rintih semetara kedua tangannya berputar kesana kemari meraih apa yg dapat ia pegang,,ku lihat Mbak Mifta laksana cacing kepanasan menggeliat kesana kemari. Ia berjuang meraih batang kemaluanku.

”Denio masukin punyamu Den”,,suara Mbak Mifta tersiar parau dampak tekanan birahi yg makin memuncak.

REDMIQQ – Ku genggam batang k0ntolku yg telah mengencang dari tadi kemudian tanganku yg sebelah kiri merenggangkan paha Mbak Mifta,,terlihat jelas lubang memek Mbak Mifta kian menganga,,batang kamaluanku kian dekat dengan lubang selangkangan Mbak Mifta kemudian kuarahkan tepat ditengah dan bluuss.

”aauu,,sakit Den tidak boleh kuat ?kuat nekannya”,,teriak Mbak Mifta.

”enaakk mbak,,aughh punya Mbak Mifta enakk,,aku tak menghiraukan lagi teriakan Mbak Mifta. Awalnya lubang kemaluan Mbak Mifta terasa serat namun lama kelamaan terdapat cairan yg mengalir hangat mengalir terbit dari rahim Mbak Mifta,,hingga sekarang batang k0ntolku bisa lancar terbit masuk kedalam lubang kesenangan itu.

”Cepat,,deennn,,tekan yg powerful punya Mbak inginkan keluar,,rintihan Mbak Mifta kian menjadi-jadi,,sementara dekapannya dipunggungku kian kecang auhghh cepatt Dennn yg powerful nusukk nya”,,rintih Mbak Mifta…

“aughh,,,mbak punya saya inginkan keluaarr,,enaakk,,enaakk,,mbakk,,,saya,,sayang,,mbak,,auhghh,,mbak kerluarr,,enakk,,enakk,,mbak”,,kugigit toket Mbak Mifta,,lalu ku sedot-sedot puting Mbak Mifta,,ada sesuatu yg makin memuncak mendekati.

”enaakk Den truss Denn Mbak sayang Deni juga” dan kesudahannya crott,,crott,,air maniku tumpah diatas perut Mbak Mifta,,aku terkulai lemas ku kecup lembut bibir Mbak Mifta,,mbak Mifta melulu diam dan tersenyum,,puas meski disela matanya kulihat terdapat air mata.

BANDARPKV – Kulirik jam dinding ternyata tengah malam sudah terlewati,,ku kenakan pulang celanaku,,sementara Mbak Mifta berakhir membenahi pakaian dan rambutnya yg acak-acakan lalu mengarah ke makar mandi. Ku langkahkan kaki mengarah ke kamar dan aku istirahat disamping kawan karibku Rudi. Poker Online

HITSBOLA – Sebulan sesudah kejadian tersebut Mbak Mifta lulus sekolah lantas atas saran kedua orang tuanya ia melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta. Salam sayang ku bikin Mbak Mifta yg cantik andai sempat baca kisah ini semoga anda tetap sayang padaku“melati”,,mu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *