<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIAyo Daftar Di Situs Pkv Games BAGIQQ Dengan Minimal Deposit Rp10,000 Dapatkan Juga Bonus Dari Kami Turnover 0,5% Dan Refferal 20%. Di Jamin Mudah Menang Win Rate Tinggi

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Memancing Birahi Gadis Smp

Cerita dewasa | cerita seks memancing birahi gadis smp – Ketika sedang belajar bersama,,aku jajaki pancing nafsu Sari dengan teknik kududuk di sebelah Rina. Aku rangkul Rina,,kucium pipinya,,bibirnya dan kuraba dadanya. Rina saat tersebut memakai kaos tanpa BH.

Rina membalasnya. Lalu kudorong dia supaya tiduran di karpet. Kami saling bergumul. Melihat urusan itu, Sari kaget juga. Dia menutupi wajahnya. Karena sekitar ini kami bersangkutan diam-diam. Tidak pernah secara terang-terangan. Kali tersebut kami melakukan seolah-olah tidak terdapat orang beda di samping kami berdua,,untuk memancing nafsu Sari.

Perbuatan kami semakin memanas. Karena Rina telah telanjang dada. Lalu Rina menurunkan celana pendeknya. Dia langsung bugil sebab tidak menggunakan celana dalam. Aku juga tidak bermukim diam,,kulepas seluruh pakaianku. Kugeluti dia. Lalu kami memungut posisi 69. Rina di atas. Kami saling menghisap.

“Aaahhh.., Mmasss,,,sshshshs… Masss,,,enaaakkk Mass,,,ooohh..!”,desah Rina dibesar-besarkan.

“Ohhh.. Riiinnn,,,hisap yang kuaattt Riinnnn,,!”,,desahku juga.

Kulihat Sari telah tidak menutupi wajahnya lagi.

Kira-kira lima menit saling menghisap, Rina berdiri memegang batang kemaluanku dan menunjukkan ke liang senggamanya yang telah tidak perawan lagi. Menurunkan pantatnya dengan perlahan.

“Bless,,!”,langsung masuk seluruhnya.

“Aaahhhh… Maasss,,aaahhh,,,ssshhh,,,aaahhh..!”,,desahnya.

Lalu dengan perlahan dinaik-turunkan pantatnya. Pertama-tama perlahan. Makin lama semakin cepat.

“Aahh,,ooohhh,,,sh,,sh,,ooohhh… Iiihhh,,!”,erangnya.

Kulirik Sari,,dia memandangi ekspresi Rina. Sepertinya dia telah terangsang berat. Karena wajahnya merah padam,,nafasnya memburu. Tangannya memegang dadanya. Gerakan Rina semakin tidak terkendali. Pantatnya berputar-putar seraya naik turun. Kira-kira 10 menit,,aku rasakan liang kewanitaan Rina telah berkedut-kedut. Dia inginkan sampai klimakasnya. Dan kesudahannya pantatnya menghujam batang keperkasaanku dalam sekali.

“Aaahhh.. Masss… Akuuu,,,sammmpppeee.. Maasss..!”

“Syuuurr,,,syurrr”,kehangatan menyelimuti kepala senjataku.

Kulepas ciumanku. Kupandangi wajahnya seraya tanganku mengusung kaosnya. Dia diam saja. Lepas telah kaosnya,,sekarang bermukim BH mininya. Kulepaskan pun pengaitnya. Dia masih diam saja. Akhirnya terpampanglah bukit kembarnya yang kecil lucu. Seperti biasa,,untuk menaklukan seorang perawan,,tidak dapat terburu-buru. Harus sabar dan dengan ucapan-ucapan yang tepat.

“Bukan maaiinnn. Susumu bagus sekali Sar,,!”,kataku seraya memandangi bukit kembarnya.

Warnanya tidak seputih Rina, agak coklat laksana warna kulitnya. Aku elus perlahan-lahan sekali. Kusentuh-sentuh putingnya yang telah menonjol. Setiap kusentuh putingnya, dia menggelinjang.

Kutidurkan dia ke karpet. Lalu kuciumi dada kanannya,,yang kiri kuremas-remas.

“Aaahhh,,,ssshhh,,, Maaasss,,,aaaddduuuhhh,,,aaa..!”

Poker online terpercaya – Bergantian kiri kanan. Kadang ciumanku turun ke arah perutnya, kemudian naik lagi. Tangan kananku telah mengelus-ngelus pahanya. Dia masih menggunakan celana panjang katun. Kadang-kadang kuelus-elus selangkangannya. Dia mulai membuka pahanya. Sementara tersebut Rina telah pergi ke kamar mandi. Karena kudengar suara guyuran air.

Setelah aku yakin dia telah di puncak nafsunya,,kupandangi wajahnya lagi. Wajahnya telah memerahkarena nafsunya. Ini saatnya. Lalu tanganku mulai membuka pengait celananya, retsletingnya,,dan menurunkan celana panjangnya sekalian dengan celana dalamnya. Tidak terdapat penolakan. Bahkan dia membantunya dengan mengusung pantatnya. Dia memandangiku sayu.

“Aaahhh… Masss,,,mmm,,,sshshshs”.

Batang kejantananku yang tadi telah agak lemas, mulai mengeras lagi.

Lalu kubuka bibir kewanitaannya dengan jariku. Sudah basah. Kutelusuri semua liangnya dengan jariku, kemudian lidahku. Dia semakin menggelinjang. Lidahku menari-nari menggali kedele-nya. Setelah dapat, kujilat-jilat dengan cepat seraya agak kutekan-tekan. Reaksinya, gelinjangnya kian hebat, pantatnya bergoyang ke kiri dan ke kanan.

“Adduuuhhh… Maasss… aaahhh.. ssshhh.. aaahhh..!”

Kuangkat kedua kakinya, kutumpangkan ke pundakku, sampai-sampai liang kewanitaannya semakin membuka. Kupandangi belahan kewanitaannya. Betapa estetis liangnya. Hangat dan berkedut-kedut.

“Saarr.., memekmu bagus betul.. Wangi lagi…”

Kembali kuhisap-hisap. Dia semakin keras mendesah.

Kuoles-oleskan kepala kemaluanku dengan cairan pelumas yang terbit dari liang senggamanya. Lalu kugesek-gesekkan kepala kejantananku ke bibir kenikmatannya. Kuputar-putar sambil mengurangi perlahan.

“Aaahhh.. Maasss… Ooohhh..!” dia mendesah.

Lalu kutekan dengan amat perlahan. Kepalanya mulai masuk. Kuperhatikan kemaluannya menggembung sebab menelan kepala keperkasaanku. Ketekan tidak banyak lagi. Kulihat dia menggigit bibir bawahnya. Kuangkat pantatku tidak banyak dengan amat perlahan. Lalu kudorong lagi. Begitu berulang-ulang hingga dia tidak meringis.

“Ayooo… Masss.. aaahhh.. ooohhh.., ssshhhshshhh..!”

Lalu kudorong lagi. Masuk sepertiganya. Dia meringis lagi. Kutahan sebentar, kutarik perlahan, kemudian kudorong lagi. Terasa kepala batang kejantananku tentang selaput tipis. Nah ini dia selaputnya.

“Kok enggak dalam..? Belum masuk setengahnya udah kena..!” batinku dalam hati.

“Sar.., tahan tidak banyak yaa..!”

Lalu kucium bibirnya. Kami berciuman, saling mengulum. Dan dengan tiba-tiba kutekan batang keperkasaanku dengan keras.

“Pret..!” kemaluanku menabrak sesuatu yang langsung sobek.

Poker Online – Dia inginkan menjerit, tetapi sebab mulutnya kusumpal, maka tidak terdapat suara yang keluar. Kudiamkan sebentar kejantananku supaya liang keperawanannya inginkan menerima benda tumpul asing. Lalu kutarik ulur perlahan-lahan. Setelah tampak dia tidak merasa kesakitan, kutekan lebih dalam lagi. Kutahan lagi. Kuangkat perlahan, kutekan tidak banyak lagi. Begitu berulang-ulang hingga senjataku masuk semuanya. Dia tetap tidak dapat bicara sebab mulutnya kulumat. Kutahan kemaluanku di dalam, kulepaskan ciumanku. Liang senggamanya mengapit seluruh batangku di seluruh sisi. Rasanya bukan main nikmatnya.

“Gimana Sar..?”

“Sakiittt Masss… Periiihhh… Mmmm..!”

“Tahan aja dulu, sebentar lagi ilang kok…” seraya kucabut paling perlahan.

Kutekan lagi hingga menyentuk ujung rahimnya. Begitu berulang-ulang. Ketika kutarik, kulihat kemaluan Sari agak tertarik hingga kelihatan agak menggembung, dan bila kutekan, agak mblesek menggelembung. Setelah 5 atau 6 kali aku turun naik, terasa agak mulai licin. Dan Sari juga tidak tampak kesakitan lagi.

“Sar.., memekmu sempit banget. Ooohhh enak sekali Sar..!” bisikku seraya mempercepat gerakanku.

Dia kelihatannya sudah merasa nikmat.

“Aaahhh,,eennnaaakkk… Masss,,aaahhh,,shshshshsh”,desahnya. Kupercepat terus.

“Ah,,ah,,ahh,,ooo,,shshsh,,,aaaddduuuhhh,,ooohhh..!” pantatnya mulai bergerak mengimbangi gerakanku. Kira-kira 5 menit,,dia mulai tidak terkendali. Pantatnya bergerak liar. Tiba-tiba dia menekuk,,kedua kakinya mengapit pantatku seraya mengusung pantatnya. Bibir kemaluannya berkedut-kedut.

Dan,,“Sysurrr,,syuurrr”,,dua kali kepala kejantananku disembur oleh cairan hangatnya.

Karena aku dari tadi telah mau terbit dan kutahan-tahan,,maka kupercepat gerakanku.

“Masss… Uuudddaaahhh.. Mmasss.. Aaaddduuhhh.. Gellii.. Maass,,!” teriaknya.

Aku tidak peduli. Keringatnya sudah laksana orang mandi. Kupercepat terus gerakanku,,akhirnya, “Crooot,,cruuuttt,,tiga kali aku menembakan cairanku di liang kenikmatannya.

Togel4D.bid – Sari hanya dapat mengangguk lemah. Lalu aku mendekap Sari.

“Sar… Terima kasih yaa..!” kataku seraya mengecup pipinya.

“Sari pun terima kasih Mas.. Enaakkk banget ya Mass..!”

Aku bangun memungut baju-bajuku yang berserakan. Kulihat di selangkangan Sari terdapat bercak-bercak lendir kemerahan.

“Aaaahhh… Aku dapet perawan lagi..!” batinku.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *