<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIwww.BDPKV.ORG 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus TurnOver 0.5%, Mudah Menang Dan Coba Sensasinya

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Mertua bispak

Mertua bispak – Aq punya cewek,,yah dia kan udah gede,,tinggi banget anaknya. Aq pacaran ama dia udah lama banget,,tapi aq belum pernah sama sekali bertemu dengan keluarganya,,dikarenakan pacarku tersebut tinggal sama kakeknya. Mamanya bermukim di luar kota bikin cari duit.

Mulanya aq kasian liat pacarku, papanya kan udah pisah sama mamanya. So dia bermukim sama kakeknya.

Pernah sih sejumlah kali bicara lewat telfon sama mamanya. Mamanya enak pun sih disuruh ngbrol,,keliatannya bila diliat dari gaya bicaranya,,dia masih muda banget,,lalu aq tanyain sama pacarku,,eh ternyata apa katanya??. Usia mamanya masih 27 thn,,hehe masih bohay tuh paling.

Hampir setaun aq pacaran ma dia,,sebut aja namanya Nanaa. Aq nggak tau mengapa nekat aja,,pas sebuah malam. Aq mengajaknya jalan keliling-keliling kota,,mulanya sih nggak terdapat niatan apa-apa,,tapi pas kami berhenti di suatu toko,,aq nggak sengaja lihat majalah yang agak hot gitu deh.

Pikiranku jadi kacau. nafsuku semakin nggak karuan,,tanpa tidak sedikit kata,,aq ajak dia pulang.

“Nana,,kerumahku dulu yuk,,kita nyantai dirumah dulu” ajakku

Sampai dirumah,,kayaknya emang peluang memihakku. RTumahku tampak sepi orang-orang nggak terdapat dirumah.

Basa-basi dulu deh ma Nanaa.

“Nana mamamu nggak kembali yah?”,,tanyaku.

“Katanya sih bulan depan mau kembali mas”,,jawab Nanaa lugu

“Owh begitu yah?”,,kuatnggapi dengan bimbang,,karena nafsuku udah nggak tahan nih pengen segera meledak-ledak.

Segera aja deh aq deketin dia pelan-pelan,,seperti seringkali kalau aq sedang hendak ciuman.

Dia pun menjawab ciumanku dengan lembut dan sarat kasih sayang,,tapi aq menciuminya dengan sarat nafsu.

Tanganku mulai bergerak di balik bajunya,,bergerak kebelakang guna membuka BH yang dikenakannya.

Tanpa melepas bajunya,,aq telah melepas tali BH nya,,(orang buru-buru yang begini nih)

Tak lama kemudian,,tanganku telah bergerak kedepan lagi,,meraba lembut kulit mulusnya,,sampai kesudahannya kurasakan unsur yang agak menonjol (34B),,setelah kuremas unsur yang menonjol itu,,lalu kuraba unsur pucuk putingnya,,kumainkan dengan lembut unsur itu,,eh dia mulai nggak konsen dengan ciumannya,,dia merem melek seraya mendesis-desis.

“Ssshhh,,emmmsssshhhh”,,desisnya yang buat aq tambah nafsu

Nggak sabar banget nih,,rasanya ubun-ubunku udah inginkan meledak

Langsung aja aq lepas baju dan BH nya.

Langsung ku makan puting susunya,,dan ku hisap-hisap hingga dia mengerang,,“oouuugghhhh”,,sebelah kanan kuhisap,,sebelah kiri kuremas-remas lembut.

Setelah puas dengan sebelah kanan segera aja kuhisap pun sebelah kiri.

“Auughhh,,mass geliii ahh” rintihnya

“Tapi nikmat kan Nana?,,tanyaku.

“Iiyaaahhh masss,,oogghhhhhh”,,dia mulai kehilangan kendali.

Melihatnya telah mulai kehilangan kendali,,segera kumasukkan jari-jari nakalku ke balik celananya.

Ooohhh begitu hanganya dan paling basah sekali di sini.

Dia tampak diam dan merasakan permainanku

Semakin aq hendak memainkan klitnya

“Aaaagggghhhh maassss”,,rintihnya mengeras,,saat tersebut kudengar suara motor masuk ke garasi rumah.

Segera saja aq dan Nanaa tersadar,,(padahal aq belum merawanin dia).

Kenapa peluang nggak terdapat yah?????,,‘sial’,,umpatku dalah hati.

Well kesudahannya aq belum sukses merawanin dia hehehehe… (jangan kecewa,,masih terdapat yang lainnya kok).

Akhirnya,,tiba hari dimana Mamanya Nanaa pulang.

Aq ikut menyambut kedatangan Mamanya Nanaa,,(sebut aja tante Tia),,di lokasi tinggal tante Tia sendiri.

Ternyata tante Tia bener-bener masih muda dan seksi sekali,,wajahnya nggak jauh lain dengan anaknya.

“Selamat datang tante Tia”,,sembari bersalaman dengan tante Tia,,tercium bau harum menusuk lubang hidungku.

“Oh iya,,kamu yah pacarnya Nanaa?”,,tanya tante Tia dengan tatapan liar.

“Iya tante”,,jawabku agak gerogi.

“Tolong dong anda bantuin Nanaa nurunin dagangan di taksi”,,pintanya.

Iya tante”,,segera saja aq angkat barang-barangnya.

(Langsung aja di hari yang sangat nikmat)

Kuambil sepeda motor,,setelah aq berhias rapi.

Niatku sih inginkan ngapel kerumah Nanaa.

Tapi begitu aq hingga di lokasi tinggal Nanaa.

Ketekan bel lokasi tinggal Nanaa,,apa yang aq liat benar-benar membuatku nggak tahan.

Mamanya Nanaa terbit membuka pintu dengan pakaian yang paling minim,,celana pendek 15cm diatas lutut dan baju tanpa lengan.

“Malam tante Nanaa nya ada?”,,tanyaku dengan sopan.

“Aduh Nanaa nya baru aq suruh ambil barang kerumah kakeknya”,,jawabnya halus. Waahhh sebenarnya rumahnya si kakek jauh sekali.

“Baru aja apa udah dari tadi tante?”,,tanyaku penasaran.

“Baru aja berangkat,,mendingan masuk dulu deh, dirindukan aja,,toh dia pun nggak lama, hanya ambil barang terus langsung pulang”.

“Iya deh tante”,jawabku sopan.

Setelah aq duduk di sofa,,tante membuatkan aq minum,,saat kuperhatikan dari belakang… busyyeeetttt pantanya,,bikin nggak tahan aja.

“Ini dek diminum dulu”,,sambil menyuguhkan minuman dingin.

“Iya tante makasih”.

“Tante bermukim mandi dulu ya dek,,gerah banget di sini”,,ijinnya dengan tidak banyak senyuman nakal.

“Iya tante”,,keringat dingin terbit diseluruh tubuhku.

Sambil menunggu,,aq melihat-lihat foto-foto yang tertempel di dinding,,foto masa kecil Nanaa,,foto papanya,,dan potret muda tante Tia.

Memang benar-benar cantik masa muda tante Tia.

Beberapa menit berlalu,,aq mulai jenuh melihat foto-foto ini.

Aq beranjak dari tempatku menyaksikan foto,,ehh ternyata,,pintu kamar mandinya nggak tertutup rapat.

Langsung saja aq melangkah mengarah ke pintu kamar mandi itu,,aq menyelipkan pandanganku di balik pintu kamar mandi itu.

Disana tampak tubuh estetis dan begitu mulusnya tanpa bercak tidak banyak pun.

Beberapa menit berlalu,,saat tante Tia mulai menggosok tubuhnya dengan sabun,,rudalku mulai berontak,,mulai nggak inginkan di atur.

Kupegang aja rudalku supaya terasa nikmat gitu.

Sampai-sampai aq tak sadar bila tante udah mulai ambil anduk,,segera aja aq berlari mengarah ke kursiku,,dengan sedikit menciptakan suara gaduh sebab buru-buru fobia ketahuan.

Tante Tia terbit dari kamar mandi dan mengarah ke kamarnya.

Tak lama lantas terdengar suara memanggil namaku.

“Dek Tedy mohon tolong bantuin tante sebentar dong”,,suara tante.

“Iya tante”,,dengan hati berdegup kencang aq mengarah ke kamar tante Tia.

Sesampainya di kamar tante Tia,,aq lihat tante Tia menggunakan celana dan BH,,tapi tali BH nya belum ditalikan.

“Dek Tedy bantu ikatin tali BH nya dong” pinta tante Tia manja.

“Iii,,iiya tante”,,aq semakin gemetaran. Air ludahku serasa berakhir aq telan terus.

Terasa begitu halusnya kulit tante Tia,,seakan aq inginkan terus menyentuhnya,,aq nggak memasang BH nya.

“Lho dek,,cepet dong pasang,,gimana sih?”,,pintanya.

“Eh ii iya tante,,maaf”,,aq terkejut.

“Dek tadi apa terdapat orang masuk rumah? di samping dek Tedy”,,selanya.

“Nggak terdapat tuh tante,,emangnya mengapa tante?”,,tanyaku penasaran.

“Nggak,,tadi samar-samar denger tahapan orang yang ngintip tante lagi mandi deh”.

Wah aq semakin kalut dan keringat dinginku semakin bercucuran,,untung aja aq udah berlalu memasang BH nya.

“Eh anuu tante… ginii ehhh,,emmmm”,,aq mulai panik.

“Anu mengapa dek Tedy? jangan-jangan”,,tante Tia mulai curiga.

“Nggak tante,,aq nggak ngintip kok,,aq nggak tau sama sekali,,bener deh,,aq nggak tau pokoknya”,,gugupku semakin parah.

“Lho iyaa,,kok anda jadi gugup banget sih,,santai aja”,,sembari tante Tia memegang pinggangku.

“Kalau yang ngintip dek Tedy tante iklhas kok”,,langsung saja tubuhku didorong ke atas ranjang.

Aq tak bisa melakukan apa-apa,,hanya dapat menelan iar liur yang berakhir sejak tadi.

Segera saja,,tante Tia terjun ke atas ranjang,,dengan tanpa mengenakan pakaian.

Tepat berada diatas tubuhku.

Kembali tante Tia melepas BH nya yang baru aja aq pakaikan

“Dek Tedy udah pernah negrasain belum?,,tanya tante Tia dengan tanganya mulai meraba kemaluanku yang udah mengeras semenjak tadi.

“Emmmhhmmmmmmmhhhhhh”,,aq tak bisa berbicara apa-apa

Tante Tia langsung aja melepas celanaku,,sampai kesudahannya kemaluanku terbit semua tanpa terdapat yang tertutupi.

Dilemparnya celanaku dilantai.

Dengan tatapan binal,,langsung saja tante Tia mengnulum kemaluanku.

Sungguh nikmat rasanya,,“ooohhhhhhhhhhh”,,rintihku pelan merasakan permainan tante Tia.

Tante Tia paling profesional sekali dalam masalah beginian. Maklumlah namanya pun udah tante.

Masuk seluruh batang kemaluanku di mulut tante Tia tanpa tersisa,,sampai-sampai biji pelerku pun dijilati,,ohh nikmat luar biasa.

Tante Tia mulai melepas celananya,,tetapi lidahnya masih saja menjilati batang kemaluanku,,seakan dia tak mau tidak mempedulikan kemaluanku tidur barang sejenak.

Begitu celana tante Tia terlepas dari tubuhnya,,dia pindah posisi….

Kedua paha tante Tia menjepit kepalaku. Terus dia tetap aja menjilati dan menghisap kemaluanku.

Aq tak tau mesti melakukan apa,,tapi begitu terdapat daging merah yang ditumbuhi dengan bulu-bulu halus itu,,langsung saja aq pun menjilatinya dengan lembut.

Kujulurkan lidahku kedalam memeknya.

Oooohhhhhh baunya benar benar nikmat.

Saat kurasakan tubuh tante Tia mulai gemetar,,semakin kencang kupermainkan klitnya.

Beberapa menit kemudian.

Ooogghhhhhh”,,tante Tia mengerang pelan,,disertai keluarnya cairan hangat dari lubang memeknya.

Tak inginkan kelewatan,,kujilati sampai berakhir cairan itu.

“Ayo dek Tedy,,tante udah nggak tahan,,rasanya gatel banget di dalam sana”,,pinta tante Tia dengan mesra.

Langsung saja beralih posisi,,tante Tia duduk diatas tubuhku tepat di batang kemaluanku,,dan memasukkan batang kemaluanku ke dalam lubang memeknya.

“Ooogghhhhh”,,rintihku nikmat. Benar-benar hangat dan begitu sempitnya lubang memek ini.

Tante Tia mulai bergerak pelan,,naik turun,,sembari mengatur tubuh.

Setelah mulai teratur tubuhnya. Tenpo gerakannya mulai dipercepat,,sampai menerbitkan suara,,‘plokk,,plokk,,plokk,,plokk’,,suara pantanya menepuk-nepuk pahaku.

“Ogghhh,,oohhhh”,,tante mulai hilang kendali,,merintih tak karuan tanpa pedulikan apapun.

Hampir 4 menit,,gerakan tante Tia semakin kencang… tak tau kenapa,,sangat kencang gerakannya hingga akhirnya.

“Aaaaaarrrrggghhhhhhhhhh”,,terasa di atas kemaluanku cairan hangat yang mengisi lubang memek itu,,memaksa batang kemaluanku untuk terbit dari lubang memek itu.

Tante Tia tak bergerak sedikitpun,,terlihat lemas,,lalu.

“Dek anda gantian di atas yah”,,pintanya melas.

“Iya tante”,,segera aq bangkit dan pindah posisi.

Aq mulai memasukkan batang kemaluanku ke dalam lubang memek itu,,aq gerakkan terbit masuk dengan pelan.

Saat udah mulai lancar,,aq tidak banyak mempercepat gerakannku.

Kurasakan posisiku agak begitu tak nyaman. Ku angkat kedua kaki tante Tia,,berada di pundakku.

“Ooogghhhh dek,,oooooohhhh anda pinter bangettt dekk”,,dengan wajahnya yang sangat merasakan permainanku.

“Aahh tante ini dapat aja”,,jawabku seraya tersenyum.

“Ooogghhh dek ooohhh mari dek lebih cepat dek”,,pintanya seraya mengigit kecil bibirnya.

Aq juga semakin menggila,,kepercepat gerakanku.

“Ooohhhhh iyaahhh terusss dekkkk hhhhh oohhhhhhhhh tuh kan terbit lagi tante”,,sambil tangan tante Tia memainkan klitnya sendiri.

Aq tetap menggerakkan batang kemaluanku maju mundur meski apapun yang terjadi.

“Dekkk dogy yukk”,,pinta tante Tia dengan terlihat paling kelelahan,,tapi pun sangat kenikmatan.

Tanpa ba bi bu segera aq menarik keluar batang kemaluanku dari lubang memeknya.

Tante Tia langsung memasang posisinya,,dan tampak dari belakang,,daging merah merekah,,yang membuatku terpana.

“Ayo dekk,,kok justeru bengong,,buruan masukin dong… buat tante puas”,,pintanya genit.

“Iya tante,,maaf”,aq malu banget,,karena kurang tidak sedikit bicara.

Segera kumasukkan batang kemaluanku ke dalam lubang memeknya,,serasa beda rasanya bila lewat belakang.

“Ooohhhh iya bener gitu dek ooohhhh”,,rintihnya menikmati.

“Ohh,,ohh,,nikmat tante,,memek tante nikmat sekali”,,aq telah mulai berani bicara.

“Ooogghhhhhhhhh terus dekk,,kencengin dek”,,grutunya seraya meremas-remas toketnya sendiri.

Tak lama kemudian,,aq menikmati ada sesuatu yang mau terbit dari tubuhku,,seakan enggan ditahan,,aq tak mampu menahannya. Aq semakin mempercepat gerakanku.

“Oogghhh mari dekk tante pun mau terbit nih”,,keras banget suaranya.

Sampai kesudahannya tak tertahan.

“Ooogghhhhh aaaaghhhhhhhh tantee,,nggak tahan aaaghhhhhhh”,,kukeluarkan seluruh pejuhku yang terdapat di dalam tubuhku. Rasanya laksana hilang seluruh energiku,,sungguh nikmat luar biasa.

Kudiamkan sejumlah saat batang kemaluanku di lubang memeknya,,sampai kesudahannya kami berdua terbaring lemas.

Akhirnya,,acara apelku gagal,,aq pulang,,tapi aq paling puas dapat melampiaskan gairah nafsuku.

Dan itulah mula selingkuhku dengan calon mertuaku,,dan terus berlanjut sampai ketika ini,,kadang nyesel juga,,tapi nafsuku sulit sekali guna ditahan bila udah liat pantat estetis calon mertua.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *