Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Ngentot Mama Part 2

Ngentot Mama Part 2 – Beberapa ketika kemudian,,tanganku kupindahkan ke vaginanya dan klitoris Mami kugosok-gosok dengan jariku. Hal ini menciptakan kocokan tangan Mami di batang kemaluanku semakin cepat,,membuat nafasku semakin tidak tertata dan nafas Mami pulang terengah-engah.

Setelah sejumlah menit berciuman dan nafas kami berdua telah tidak beraturan lagi,,secara perlahan Mami menghentikan kocokan di penisku,,dan menghentikan ciumannya serta terus berbisik di sekitar telingaku.

“Iwaan, Mamiii sudaaah,,nggak,,tahaaan Waan,toloong,,punyanya Waan,,dimasukin,,ke Mamii.., Waaan. Ayoo.., Waan..!”.

Mendengar ucapan-ucapan Mami ini, nafsuku semakin menjadi-jadi,,tapi perasaanku pun semakin bingung, sebab sempat terpikir Mami kan istrinya Papaku dan Mami meski bukan Mama kandungku, tapi kini kan sudah menjadi Mamaku. Aku berjuang melawan keadaan bingung ini,,dan tersentak dari lamunanku saat mendengar Mami pulang agak berbisik dengan suara yang tidak banyak menghiba.

“Iwaan,,ayoo,,sayaaang,,tolongiin.. Mamii.. Waaan..!”

Dan laksana tanpa berpikir, aku membalas sekenaku, “Maam,,boo,,leeh,,maam..?”,tanyaku,,dan kulanjutkan pertanyaanku sebab masih ragu, “Nggak,,apa-paa. Maam..?”

“Ii,,yaa,,sayaang,,boleeh.. boleh.., Waan.”,,jawab Mami sambil menghirup bibirku. nonton film semi online

“Siniii.. Sayaang..!”,kata Mami sambil unik badanku.

“Coba posisikan badanmu di atas Mami,”,,lanjutnya.

RedmiQQ – Aku segera bangun dan kunaiki badan Mami pelan-pelan. Dan sesudah aku sedang di atas badan Mami, kurasakan Mami membuka kedua kakinya lebar-lebar.

“Sinii.. Waaan, Mami bantu”,,kata Mami seraya memegang batang kemaluanku dan dibimbingnya ke arah vagina Mami.

Aku melulu menurut keterangan dari saja apa yang disebutkan Mami,,maklum aku masih terlampau buta,,dan ini bakal menjadi empiris kesatuku.

“Sudaah, Waan,,sekarang tekan pantatmu pelan-pelan..!”,,perintah Mami dan kuikuti permintaan tersebut dengan mengurangi pantatku pelan-pelan.

Tapi baru saja tidak banyak aku mengurangi pantatku,,penisku terasa laksana tertahan di vagina Mami,,dan seketika tangan Mami menyangga gerakan turun pantatku dan berbisik seraya sedikit meringis.

“Aduuh.. Waaan,,tahaan duluuu,,saa,,kiit… Waan”.

Kuhentikan desakan pantatku dan kuangkat sedikit saat mendengar keluhan Mami.

“Iwaaan,,pelan-pelan yaa Sayaang. Sudah lama Mami nggak begini.. dengan Papamu,,apalagi… punyamu,,itu besaar sekali,,lebih besar dari punya Papamu”,,kata Mami lemah namun membuatku menjadi paling bangga sebab punyaku disebutkan Mami masih lebih banyak dari punya Papa.

“Sekarang,,gimana Maaam..?”,tanyaku tidak sabar hendak segera memasukkan penisku ke dalam liang senggama Mami.

“Waan”,,kata Mami lagi, “Coba naik turunkan pantatmu pelan-pelan,,dan nanti bila pantatmu Mami tahan,,berarti anda harus tarik pantatmu ke atas,,dan masa-masa pantatmu nggak Mami tahan,,kamu boleh tekan lagi. Beberapa kali,,sampai nanti kamu dapat rasakan sendiri bila punyamu telah masuk ke dalam punya Mami,,bisaa,,kan Waan..?”,,kata Mami sambil menghirup bibirku.

“I,,yaaa Maam, Iwan jajaki sekarang,,yaa”,,jawabku.

Lalu kuikuti latihan yang diserahkan Mami. Tapi saat pantatku kutekan,,sering kulihat wajah Mami tidak banyak meringis seperti menyangga rasa sakit. Setelah sejumlah kali kunaik-turunkan pantatku pelan-pelan,,suatu ketika pantatku justeru ditekan agak keras oleh kedua tangan Mami dan terasa batang kemaluanku laksana terjeblos ke dalam lubang.

“Bleess”,,dan kudengar Mami agak berteriak, “Aaacchh.., Iwaan”,,sambil seperti menyangga nafasnya.

Karena kaget dengan teriakan Mami,,kutahan gerakanku dan kudiamkan sebentar sambil menantikan reaksi lebih lanjut dari Mami yang ketika ini sedang memejamkan matanya.

Tapi baru saja aku mau beranggapan apa yang bakal Mami kerjakan atau katakan,,terasa batang kemaluanku laksana tersedot-sedot dan dipijat-pijat. Sedotan dan pijatan di penisku ini terasa paling kuat sekali,,dan terasa paling enak. Karena rasa sedotan dan pijatan di batang kemaluanku terasa begitu nikmat,,secara terbius aku kembali mengurangi penisku masuk.

“Bleess..!”,,dan pulang kudengar Mami tidak banyak berteriak, “Waan,,aarrchh,,saakiiit,”,,sambil kedua tangan Mami tidak banyak mendorong pantatku.

Terpaksa kuhentikan desakan penisku,,tapi kurasa penisku telah masuk semuanya ke dalam liang senggama Mami sambil menantikan reaksi Mami.

Tidak lama kemudian,,tangan Mami mengurangi pantatku dan kurasakan pulang sedotan-sedotan dan pijatan-pijatan yang paling kuat di batang kemaluanku. Karena rasa enak ini,,secara terbius aku mulai menaik-turunkan pantatku pelan-pelan sampai-sampai penisku naik turun di dalam lubang vagina Mami,,dan Mami juga mulai menggerakkan pantatnya naik turun mengekor irama pergerakan penisku yang naik turun. Mami mulai menerbitkan desahan-desahan.

“Waaan,,teeruuss,,sayaaang,,aachhh,,enaaak.. Waan,,aduuuh,,enaak… Waan”.

Kurasakan batang kemaluanku begitu hangat di dalam vagina Mami yang paling basah,,sehingga masing-masing kali tedengar bunyi, “Ccrreeet,,creett”.

Hal ini membuatku semakin mempercepat gerakan penisku naik turun.

Tidak sadar terucap,,“Maaam… Iwaaan,,jugaa,,enaaak.. Maaam, ayoo Maam..!”,,sambil kedua tanganku memegang erat kepala dan rambut Mami.

Cerita Seks Terbaik – Beberapa menit kemudian,,kurasakan gerakan badan dan pantat Mami semakin binal dan semakin cepat,,serta kedua tangannya memegang erat kuat di punggungku. Tiba-tiba kedua kaki Mami dilingkarkan kuat-kuat di atas pantatku dan mendekap badanku kuat-kuat seraya berteriak lumayan kuat.

“Waaan. Mamiii,,nggaak,,kuaaat,,mauu,,keluaar,,aacrrhhh,,aacrhhh”,,dan terus terdiam dengan matanya tertutup dan nafasnya mengejar terengah-engah.

Melihat Mami terdiam dengan nafasnya yang megap-megap itu,,aku merasa kasihan dan segera kuhentikan gerakan penisku naik-turun, namun dengan posisi batang kemaluanku masih terbenam seluruh di dalam liang senggama Mami.

Setelah nafas Mami mulai agak teratur. Mami membuka matanya dan segera menghirup bibirku sambil berbicara lirih.., “Iwaan,,terima kasiih yaaa,,sayaang.. Iwaan pintaar,,dan,,bisa muasin Mami”.

Kembali bibirku diciumnya,,dan segera kujawab.., “Maaam.., Iwan nggak tahu.. Maam,,tapi Iwan sayaang.. Mami dan Iwan… mauuu Mami senang”.

Setelah kami diam sejenak dengan posisi masih laksana tadi, kemudian kuberanikan bertanya ke Mami.

“Maam,,jadi kini sudah selesai..? Kalau begitu.. Iwan,,cabut,,ya.. Maaam..?”.

“Jaangaan.. Waaan,”,,jawab Mami seraya mengencangkan pelukannya, “Sebentar lagi anda lanjutkan laksana tadi… hingga Iwan… menjangkau klimaks,”,,sambung Mami.

“Klimaks gimana Maam..?” tanyaku tidak mengerti.

“Aduuh.. Iwaaan,”,,jawab Mami seraya memencet hidungku, “Nanti Iwan tentu tahu sendiri deh. Nanti Iwan terasa laksana mau kencing, kemudian Iwan jajaki tahan sekitar mungkin,,lalu lepaskan bila sudah tidak kuat,,dan dari punyamu akan terbit air mani yang menyemprot,”,,lanjut Mami.

Aku melulu menjawab singkat, “Iyaaa.. Maaam, Iwan,,mengerti”.

Setelah kami diam sesaat, Mami kemudian berkata, “Waaan,,toloong cabut punyamu duluu Waan, Mami inginkan mengelap punya Mami agar agak kering,,biar anda sama-sama enak nantinya.

“Bener pun kata Mami,”,,kataku dalam hati,,“Tadi memek Mami terasa paling basah sekali”.

Lalu pelan-pelan batang kemaluanku kucabut terbit dari vagina Mami,,dan kuambil handuk kecil yang terdapat di lokasi tidur seraya kukatakan, “Maam,,biar Iwan saja yang ngelap,,boleeeh Maam..?”

“Terserah kamuuu,,deh Waaan,”,,jawab Mami pendek seraya membuka kedua kakinya lebar-lebar.

Aku merangkak mendekati vagina Mami,,dan sesudah dekat dengan kemaluan Mami,,lalu kukatakan, “Iwan bersihkan kini yaaa.. Maaam..?”

Kudengar Mami melulu menjawab pendek, “Yaaa, boleeh Sayaang”.

Lalu kupegang dan kubuka bibir kemaluan Mami,,dan kutundukkan kepalaku ke vaginanya. Lalu kusedot-sedot klitoris Mami agak powerful dan pantat Mami tergelinjang keras,,mungkin sebab kaget.

“Iwaan,,kamu nakaaal,,yaaa”.

Hisapan dan jilatan pulang kulakukan di seluruh bagian kemaluan Mami,,dan menciptakan Mami menggerak-gerakkan terus pantatnya. Kedua tangannya kembali mengurangi kepalaku. Beberapa ketika kemudian,,terasa kepalaku laksana ditarik Mami.

“Iwaan,,sudaaah,,sayaang. Mami nggak tahaaan. Sini,,yaang..!”

Lalu kuikuti tarikan tangan Mami. Tanpa disuruh,,aku langsung naik di atas badan Mami dan setelah tersebut kudengar Mami laksana berbisik di telngaku.

“Iwaan,,masukiiin,,punyamu.. Sayang. Mami telah nggak tahaaan.. Yaang..!”.

Tanpa membuang-buang waktu,,kuangkat kedua kaki Mami dan kutaruh di atas bahuku sambil hendak mempraktekkan laksana apa yang kulihat di film tadi. Sambil kupegang batang kemaluanku,,kuarahkan ke vagina Mami yang bibirnya tersingkap lebar. Lalu kutusukkan pelan-pelan,,sedangkan Mami dengan memblokir matanya laksana pasrah saja dengan apa yang kuperbuat.

Karena vagina Mami masih tetap basah dan lagipula baru kujilat dan kuhisap-hisap,,membuat kemaluan Mami semakin basah,,sehingga sodokan penisku bisa dengan mudah menginjak lubang kemaluan Mami.

Untuk meyakinkan apakah penisku telah masuk vagina Mami apa belum,,sambil tetap kutusukkan penisku,,aku bertanya, “Maaam,,sudaah,,maasuuk..?”

Kudengar Mami menjawab, “Iii,,yaaaa… Saayaang,,teeruuskan,,yang dalaam..!”.

Karena kurasa telah benar dan Mami memintaku guna lebih dalam,,lalu kehentakkan batang kemaluanku agak powerful masuk ke dalam vagina Mami.

Mulai kuayunkan penisku terbit masuk liang senggama Mami dengan cepat,,sehingga badan Mami bergoyang seluruh sesuai dengan ayunanku,,serta kedua buah dada Mami pun bergoyang-goyang keras,,sedangkan dari mulut Mami kudengar desisan.

“Sshh,,shh.. Waan,,teruuss.. Yaang,,shh,,,aduuh,,enaak Waaan,,teruus,,yang dalaaam.. Yaang..!”

Karena tidak tahan mendengar ocehan-ocehan Mami,,sehingga urusan tersebut membuat nafsuku semakin meningkat.

Sambil mempercepat buaian penisku terbit masuk vagina Mami,,secara tidak sadar terbit dari mulutku, “Maaam,,sshhh… Maaam, Iwaaan,,juuga,,sschh,,enaak”.

Karena rasa enak yang tidak bisa kuungkapkan disini,,makin kupercepat gerakan batang kemaluanku terbit masuk liang senggama Mami. Apalagi sesekali terasa penisku laksana tersedot-sedot atau terhisap oleh kemaluan Mami.

Lalu secara refleks terlahir dari mulutku, “Maaam,,sepertinya Iwaan,,sudah kepingin,,seperti yang.. Mamiiii,,bilang tadiii.. dicabuut,,yaa.. Maaam..?”

Sedangkan Mami,,mungkin sesudah mendengar kata-kataku barusan,,lalu pun mempercepat seluruh gerakan badannya,,dan pun melepas kedua kakinya dari bahuku serta memelukku kuat-kuat sambil berbicara tersendat-sendat.

“Iwaan,,jangaan.. Yaang.. jangan..! Biakan. Mamiii,,jugaa,,sudah inginkan keluaar Yaang..! Ayooo,,kitaaa,,samaa,,samaa Yaang..!”.

Aku telah kehilangan kesadaran sebab keenakan dan lagipula mendengar ucapan-ucapan Mami yang lumayan merangsang ini.

Lalu, “Maam..!”,,teriakku agak panjang seraya kepala dan rambut Mami kuremas dan kujambak kuat-kuat.

Bersamaan dengan teriakanku, Mami juga tiba-tiba berteriak lumayan keras seraya kedua kakinya dilingkarkan kuat-kuat ke pantatku dan rambutku di remas-remasnya.

Aku dengan nafas terengah-engah,,tertelungkup lemas di atas badan Mami. Dan Mami juga kulihat lemah lunglai dengan nafas megap-megap sambil memblokir kedua matanya,,berusaha mendinginkan diri dengan menata nafasnya. Setelah nafasku agak teratur,,kucium bibir Mami kemudian kubisikkan di telinga Mami.

“Maam,,terimaaa kasih Maam, Iwaan,,sayaang Mamii,”,,kataku seraya kembali kucium bibir Mami,,sedangkan Mami tetap masih memejamkan matanya dan nafasnya telah kembali teratur.

Ia menjawab, “Iwaan.., Mami puaas Sayang. Terima kasiih Waan,”,,katanya seraya memiringkan badannya sampai-sampai posisi kami kini menjadi tiduran saling berhadapan dan penisku yang terasa masih tegang tersebut masih tetap berada dalam liang senggama Mami.

Beberapa saat lantas sambil saling memandang dan berpelukan,,kutanyakan pada Mami, “Maam,,punya Iwan boleh Iwan cabut..?”.

Mami seraya memencet hidungku menjawab, “Jangan dulu Sayang. Biarin dulu di dalam punya Mami. Mami masih kepingin menikmati punyamu yang besar itu”.

“Coba deh Waan. Coba Iwan kocok terbit masuk punya Iwan,,biar Mami dapat merasakan enaknya punyamu,”,,katanya lagi sambil di antara kaki Mami diangkatnya dan ditaruh di atas pinggulku.

Tanpa menunggu ucapan-ucapan Mami lainnya,,lalu kumulai memaju-mundurkan pelan-pelan batang kejantananku ke dalam vagina Mami. Mami kulihat memejamkan matanya laksana sedang merasakan gesekan-gesekan penisku yang terbit masuk lubang kemaluannya. Tapi setelah sejumlah saat,,kurasakan dalam posisi oleng ini kelihatannya masuknya kemaluanku ke dalam vagina Mami terasa tidak cukup dalam. Lalu,,secara perlahan kudorong bahu Mami sampai-sampai telentang. Dan bersamaan dengan doronganku,,kunaiki tubuh Mami,,sehingga batang kemaluanku yang terdapat di dalam vagina Mami tidak hingga terlepas. Mami sepertinya memahami kemauanku,,dan sepertinya justeru membantuku dengan mendekap badanku rapat-rapat serta membuka kakinya lebar-lebar.

Lalu kuayun penisku perlahan-lahan terbit masuk kemaluan Mami. Karena Mami masih diam saja,,dan tetap masih memblokir kedua matanya,,lalu kutanyakan seraya berbisik di sekitar telinganya.

“Maaam.., gimana Maam, enaaaak apa nggak punya Iwaan..?

Kulihat Mami membuka matanya,,lalu menghirup bibirku serta terus berbisik.

“Wan,,teruuskan… Saayaang, Mami menikmatinya Wan.

Setelah Mami selesai membalas pertanyaanku,,kurasakan Mami mulai mengerakkan dan memutar pantatnya perlahan-lahan.

Karena Mami mulai menggerakkan pantat atau pinggulnya lagi,,kuputuskan guna menghentikan gerakan kemaluanku keluar-masuk dengan posisi penisku telah masuk seluruh ke dalam liang senggama Mami. Ingin menikmati enaknya gerakan Mami,,tapi mungkin sebab merasakan,,aku kini diam. Mami ikut berhenti pun dan membuka matanya kemudian memandangku sayu laksana bertanya.

“Kenapa diam.. Wan..?”

Agar Mami tidak bertanya lebih lanjut,,lalu kukatakan di telinga Mami, “Maam.., Iwan diam sebab kepingin menikmati sedotan dan pijatan laksana tadi Maam”.

Mami melulu tersenyum dan dipegangnya kepalaku, kemudian diciumnya pipiku seraya berbisik, “Waan,,kamu mulai nakal,,yaa..? Niih.. Mami,,kasih,,apa yang Iwaan minta..!”,,lanjut Mami sambil mendekap badanku.

Tidak lama kemudian,,terasa batang kemaluanku laksana disedot-sedot dan dipijat-pijat, mulai dari lemah,,makin powerful dan kuat,,sehingga secara terbius aku berbisik agak keras.

“Maam,,enaak,,enaak.. Maam… Aduh enaak,,aahh,,enaak.. Maam”.

Karena sedotan dan pijatan di batang kemaluanku terasa semakin kuat,,secara terbius kumulai lagi mengocok penisku terbit masuk vagina Mami. Mula-mula pelan,,lalu kupercepat.

Karena enaknya,,aku langsung bilang, “Maam,,enaak Maam.. Iwaan,,mau lagi Maam. Ayoo Maam..!”

Mungkin sebab melihatku mulai bernafsu lagi. Mami langsung mulai menggerakkan pinggulnya lagi yang kian lama kian cepat.

Selang sejumlah lama,,aku merasakan bila air maniku telah mau keluar,,tapi kucoba menahannya sekitar mungkin.

Tiba-tiba, “Mami.., Maaam.., Iwaan sudaah inginkan keluar”.

Mendengar bisikanku ini,,kurasakan gerakan pinggul Mami semakin cepat dan pelukan tangannya di badanku pun semakin keras.

“Waan.., Mami pun sudah dekat Waan… Ayoo Waan,,sama-sama..!”.

Belum hingga Mami menuntaskan kata-katanya,,aku berteriak agak keras, “Mamii.. Iwaan keluar,,ahh”,,sambil kubenamkan semua batang kemaluanku kuat-kuat ke dalam vagina Mami.

Bersamaan dengan teriakanku itu,,kudengar Mami juga berteriak lumayan kuat, “Iwaan.., Maamii keluaar,,jugaa.. Ayo Wan,,cepaat,,archh..!”

Dengan nafas tersengal-sengal,,kutelungkupkan badanku yang lemas tersebut di atas badan Mami, dan Mami pun dengan nafasnya yang terengah-engah, tergeletak laksana tidak bertenaga dengan kedua tangannya terkapar di samping badannya.

BANDAR Q ONLINE – Setelah nafasku tidak banyak teratur,,kucabut batang kemaluanku dari dalam liang senggama Mami. Kujatuhkan badanku tiduran di samping Mami,,dan tersiar Mami berbisik, “Terima.. kasiih,,yaaa.. Sayang..!”.

TOGEL HK – Dan sesudah berhenti sejenak,,sambil menghirup pipiku, Mami berbicara lagi, “Waan.., ini melulu kita berdua ya yang tahu. Papamu atau adikmu tidak boleh sampai tahu ya Wan”.

Supaya hati Mami tenang, kemudian kujawab, “Maam. Iwan bakal jaga itu,,terima kasiih ya Maam,”,,sambil kucium pipi Mami.

Aku terus bangun dan mandi bareng Mami di kamar mandi Mami.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *