<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIwww.BDPKV.ORG 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus TurnOver 0.5%, Mudah Menang Dan Coba Sensasinya

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Permainan Hot Citra

Permainan Hot Citra – laksana hari-hari biasanya,,pulang kerja aq tidak jarang kali memanfaatkan waktu guna beristirahat di suatu cafe yg letaknya tdk jauh dari tempatku bekerja. Sedang asyik merasakan jucie mangga kesukaanku,,tiba-tiba hp ku berdering. Aq lihat siapa yg menelponku,,ternyata nomornya tdk aq kenal sama sekali. Dengan bermalas-malasan,,kuangkat pun telepon itu.

“Halo”,,aq mengupayakan bicara sesopan mungkin.

“Ya halo. Ini Gugun ya”,,ujar suara lembut dari seberang sana.

“Maaf ini siapa ya,,saya tak mengenal suara anda”,,jawabku dengan tidak banyak penasaran. Soalnya,,sama sekali aq tak mengenal suara tersebut,,termasuk nomor teleponnya.

“Ini Citra,,kita memang belum pernah kenal kok”,,jawabku semakin membuatku penasaran.

“Citra,,? Terus,,dari mana anda mendapatkan nomor HP saya”,,aq jajaki bertanya.

“Nanti anda akan tau pun kok. Kita dapat ketemuan nggak?” ujarnya lagi

Aq tidak banyak terkejut. Soalnya,,di samping aq tak mengenalnya sama sekali,,aq pun tak tau apa maunya perempuan itu hendak bertemu denganku. Namun dengan masih penasaran,,akhirnya aq menyggupi permintaannya guna ketemuan di suatu mall yg lumayan terkenal di kotaku.

Setelah menguras sisa juice mannga di hadapanku,,aq langsung menghidupkan mesin mobil dan melaju arah utara,,menuju pusat perbelanjaan lokasi aq janjian bertemu dengannya.

Sesampai di lokasi kami janjian guna bertemu,,aq coba guna menghubungi nomor HP-nya yg masih tersimpan di HP-ku. Seketika tersiar suara dering HP kepunyaan seorang cewek cantik yg berdiri tak jauh dari tempatku berada. Seketika aq matikan kontak telepon dengannya,,dan langsung mengarah ke arah cewek itu.

“Citra ya,,saya Gugun”,,aq mengulurkan tangan mengenalkan diri.

“Citra”,,kurasakan tangannya yg lembut bersentuhan dengan tanganku.

Setelah berkenalan,,aq ajak dia guna masuk ke di antara cafe yg terdapat di pusat perbelanjaan itu,,sekaligus guna mengobrol. Dari percakapannya dengannya,,ia mengaku mendapatkan nomor HP-ku dari seseorang yg katanya kenal denganku. Tapi saat memberikan nama orang yg menyerahkan nomor HP-ku tersebut padanya,,ternyata aq pun tdk mengenalnya sama sekali.

“Persetan dengan orang yg menyerahkan nomor HP-ku,,,yg penting dapat berkenalan dengan cewek cantik”,,ujarku dalam hati.

Dari pembicaraanku dengannya,,ternyata kuketahui ia kuliah di fakultas hukum di Universitas “BH”,,yg lumayan terkenal di kotaku,,dan kost di wilayah “T” yg dekat dengan bandara. Dari ceritanya,,aq juga dapat menebak bahwa ia ketika ini sedang keadaan bingung setelah ditinggal pergi sang pacar.

“Sudahlah,,tak usah dipikirkan lagi. Justru bila kamu memikirkannya terus,,akan meningkatkan beban pikiranmu”,,ujarku seraya coba mendinginkan perasaannya dengan mengelus rambutnya yg direbonding.

Dan tanpa kusadari,,ternyata ia merebahkan kepalanya ke dadaku. Aq terkejut bukan main,,karena tak menygka ia bakal begitu. Lalu perlahan,,aq tawarkan padanya guna pergi dari tempat tersebut mencari lokasi yg bebas guna bercerita. Ia setuju,,dan kamipun meluncur mengarah ke pinggir pantai.

Dalam keadaan yg sejuk dan sore mulai merambat turun itu,,aq memberanikan diri guna merengkuh pundaknya. Ia tampak pasrah,,dan aq jadi kian berani untuk melakukan lebih lagi. Ku jajaki kembali mengelus rambutnya dan mengecup lembut keningnya,,terus turun ke bibirnya yg ranum.

“Ah”,,dia mendesah.

Aq jadi semakin berani. Lidahku mulai terbit masuk ke rongga mulutnya,,dan perbuatanku tersebut ternyata mendapat balasan darinya. Aq jadi semakin berani,,dan tanganku jajaki meremas daging kenyal di dadanya,,sementara ia pun terlihat mengupayakan menrambat ke sela-sela sudut pahaku.

Citra tampak mulai tak sabaran untuk dapat mengelus-elus rudalku yg telah menegang semenjak tadi. Secara perlahan-lahan,,ia mengupayakan untuk dapat membuka resluiting celana ku,,dan sesaat ia terkejut menikmati betapa besarnya punyaku.

“Oh,,besar sekali”,,katanya,,dan aq melulu tersenyum menanggapinya seraya tanganku tetap bermain di puting susunya.

Ciuman bibirku mulai turun ke leher, dan terus turun ke bawah serta berhenti sejenak di puncak bukit kembarnya. Disini,,aq permainkan puting susunya dengan lidahku,,sehingga membuatnya tak kuasa menyangga gejolak hawa nafsunya. Tampaknya,,ia telah tak sabaran lagi guna melanjutkan aktivitasnya ke arah yg lebih intim lagi,,karena ia telah mulai berjuang untuk melorotkan celana dalamku.

“Jangan disini,,citra. Kita cari lokasi istirahat yg aman yuk”,,ajakku,,yg ternyata dijawab dengan anggukan.

Tanpa pikir panjang,,segera aq hidupkan mesin mobilku,,dan mengarah ke sebuah hotel “P” yg terletak di jalan Dobi berdampingan dengan Bank BNI. Begitu masuk kamar,,aq segera memeluknya dan mengulum bibirnya dengan sarat nafsu. Sementara ia kulihat sibuk membuka kancing-kancing baju kemeja yg kupakai dan lantas melorotkan celana panjangku.

Akupun enggan kalah. Dengan sekali tarik,,aq sukses melepaskan baju kaos yg dipakainya dan lantas menarik resluiting celana jeans yg dipakainya,,sehingga tinggallah ia melulu mengenakan BH hitam dan CD yg pun berwarna hitam.

Tanpa melemparkan waktu lagi,,aq dorong tubuhnya ke ranjang yg berukuran besar tersebut setelah sukses membuka kait BH dengan ukuran 34B di unsur belakang tubuhnya,,sehingga terlihatlah dua buah gunung putih yg menyembul dengan puncaknya yg berwarna pink. Tanpa menantikan lagi,,segera aq hisap puting susunya yg berwarna pink tersebut dan sekali-sekali memainkannya dengan ujung lidahku.

“Ahh,,,gugun,!”,,serunya.

“Citra,,mimikmu begitu estetis dan kenyal. Aq paling menyukainya”,,ujarku.

“Terus,,gugun,,ohh,,geli”,,desahnya.

Mendengar desahannya itu,,aq jadi semakin bernafsu. Jilatanku terus merambat turun ke pusarnya,,dan terus ke gundukan di sela kedua pahanya. Dengan lihainya,,aq permainkan clitorisnya yg telah mulai menyembul dengan ujung lidahku,,dan aq terus memasukkan ujung lidahku sampai ke dalam. Tiba-tiba,,ia mengangat pinggulnya dan berteriak.

“Ah,,terus,,niiik,,maattt!”,,racaunya.

Sementara aq terus mempermainkan rongga kenikmatannya,,Citra pun terlihat semakin kencang menggoyang-goyang pinggulnya. Dan tiba-tiba ia berteriak dengan kuat.

“Ah,,aq,,ke,,,luar”,,dan tampak tubuhnya mengejang dengan mata terpejam.

Sementara di lubang kenikmatannya tampak cukup tidak sedikit cairan yg keluar. Aq menikmati rasa asin bercampur manis dengan wewangian yg harum dan terasa panas.

Dengan rakusnya,,aq jilat semua cairan yg terbit dari rongga kewanitaannya itu,,dan tubuhku terus merambat naik ke atas. Disini,,aq permainkan pulang puting susunya yg tampak begitu indah. Rasanya,,tak hendak aq mencungkil bibirku dari sana.

Tak lama kemudian,,aq lihat Citra pulang menggeliat dan mendesah-desah. Ia terlihat kembali terangsang dan mohon aq segera memasukkan rudalku yg berukuran 16 Cm dengan diameter 3 cm tersebut ke lubang vaginanya.

“Ayo Gugun,,,citra telah nggak tahan lagi”,,erangnya.

Tanpa menantikan lama lagi,,segera aq arahkan rudalku ke lubang vaginanya. Secara perlahan-lahan namun pasti,,ujung rudalku mulai menyeruak masuk ke lubang vaginanya yg berbulu tipis itu. Aq menikmati punyaku lumayan sulit menjebol lubangnya yg ternyata masih sempit itu. Namun aq terus memaksanya untuk dapat masuk.

“Ah,,pelan-pelan ya”,,erangnya.

Kembali aq tekan kepala rudalku guna masuk ke lubang vaginanya secara perlahan-lahan,,sehingga kesudahannya aq sukses memasukkan semua rudalku dan menikmati ujungnya menyentuh dasar vaginanya.

“Oh,,nikmat sekali”,,katanya seraya mendesah.

Hitsbola – Aq semakin bernafsu guna menggenjot terus lubang kenikmatannya mendengar desahannya. Semakin dia menceracau tak karuan,,semakin kencang aq menerbitkan dan memasukkan rudalku ke lubang kenikmatannya.

“Oh Gugun,,aq,,mau,,ke,,luar lagi”,,desahnya.

“Tahan dulu ya sayang,,aq juga,,su,,dah,,mau ,sampai,Keluarkan dimana,,?”,,tanyaku.

“Di lu”,,belum sempat ia menjawab,,aq telah tdk dapat menahannya lagi,,,sehingga akibatnya.

“Crett,,,crett,,crett,,crett!”,,beberapa kali tembakan pejuhku yg cukup tidak sedikit menghantam dinding vaginanya, sedangkan pada ketika bersamaan aq pun merasakan cairan hangat menyelimuti batang kemaluanku.

“Maaf Citra,,aq tak kuasa lagi menahannya dan pejuhku tertancap di lubang vaginamu”,,kataku menyesali.

“Tak apa-apa,,mudah-mudahan saja kini aq tak subur,,karena jadwal datang bulanku dua hari lagi”,,katanya seraya memelukku sambil membelai dadaku.

“Terima kasih Citra,,kamu sudah memberikan kesenangan yg tiada tara padaku hari ini”,,ujarku seraya mengecup bibirnya.

“Saya juga,,rasanya beban pikiranku hari ini menjadi hilang dan berubah jadi rasa nikmat. Yuk,,kita mandi berdua”,,ajaknya sambil unik tanganku mengarah ke kamar mandi.

Dan di kamar mandi itu,,batang kemaluanku pulang mengeras saat Citra sedang mengelus-elusnya. Tanpa berbasa-basi lagi,,aq unik pinggang Citra dan menyuruhnya menungging membelakangiku. Perlahan-lahan, aq arahkan kepala rudalku di sela-sela pantatnya yg bahenol. Sesaat,,aq menikmati Citra tersentak. Namun itu melulu sebentar,,karena tiba-tiba Citra mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya,,ketika dirasakannya kepala rudalku telah amblas semuanya.

“Ah,,,gugun. Aq hingga lagi”,,desah Citra tertahan.

“Aq ju,,ga”,,kataku seraya menembakkan pulang pejuhku ke dalam rongga kewanitaannya.

“Kapan kita dapat mengulangi laksana lagi,,gugun”,,ujar Citra seraya mengecup lembut bibirku.

“Terserah anda aja,,telpon saja aq”,,jawabku pasti.

Setelah jam mengindikasikan pukul 20.45 WIB, kami kemudian check out dari hotel tersebut dan mengantar Citra pulang. Di perjalanan menjelang lokasi kostnya, Citra terlihat laksana tdk hendak melepaskan tangannya dari rudalku. Sebelum hingga di lokasi kostnya, aq belikan ia voucher simpati supaya ia dapat menghubungiku kapanpun ia mengharapkan permainan laksana tadi kembali, dan lantas aq pulang ke lokasi tinggal untuk berkumpul dengan keluargaku.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *