Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Rekan Kerja Ku Yang Pengertian

Rekan Kerja Ku Yang Pengertian – Aku ialah seorang tenaga marketing yang bekerja di suatu perusahaan penyalur parfum di Bogor. Sebenarnya aku pun adalahperintis dari perusahaan itu,,sebut saja CV. WIN. Namun sebab andilku di perusahaan tersebut hanyalah Sumber Daya Manusia,,dan bukannya terdapat hubungan dengan finansial,,maka pendapatankupun tidak sama dengan teman-temanku yang beda yang pun ikut menjadi perintis.

Ada 5 orang tergolong aku yang kesatu kali bergabung menjadi satu sampai terbentuklah CV. WIN. Adalah Pak Damar,,orang yang sangat berperan di perusahaan itu,,karena beliaulah yang menjadi pemegang modal dari segala sesuatunya.

Beliau seorang Sarjana Ekonomi. Karena kekariban kami,,maka kamipun memanggil beliau dengan sebutan Babe,,sebutan khas orang Betawi. Karena lingkungan kami adalahtransisi antara Sunda dengan Betawi.

4 orang yang beda bertugas guna mengembangkan SDM,,baik SDM setiap maupun dalam urusan rekrutmen dan pengembangannya. Maka kami berempatpun berlomba untuk merekrut anak buah yang sebanyak-banyaknya,,dan mengembangkan sampai menjadi suatu tim yang integral dan solid.

Dalam empat bulan saja,,yang semula melulu berjumlah empat orang telah menjadi lebih dari lima puluh orang. Dan timku menjadi kesebelasan yang sangat solid dengan jumlah yang terbanyak.

Semua tersebut tak lepas dari kerja kerasku guna mengembangkan mereka,,mendidik mereka dan memotivasi mereka. Mereka memang kesebelasan yang powerful dan bermotivasi tinggi. Mereka semua paling respek terhadapku.

Itu semua sebab aku hampir disebutkan sempurna dalam urusan pembinaan dan approachmen. Aku tidak jarang kali menghadapi mereka dengan sabar,,meski sifat mereka tak sama. Aku merealisasikan pendekatan yang berbeda-beda dari yang satu dengan yang lainnya.

Redmi99.net – Aku tidak jarang kali memuji mereka yang berprestasi,,dan membina semangat untuk mereka yang sedang down. Aku tidak jarang kali sempatkan waktu selama 2 hingga 5 menit untuk masing masing pribadi untuk berkata mengenai keluhan-keluhan mereka,,kendala-kendala di lapangan, dan rencana-rencana mereka ke depan,,sehingga mereka merasa benar-benar menjadi unsur yang urgen dalam tim.

Paling tidak aku menyapa mereka sekilas dengan menyampaikan selamat pagi sarat semangat, memuji penampilan mereka,,atau melulu sekedar mengatakan,

“Dasi anda bagus”.

Aku pun sangat hendak sekali dengan mereka,,karena beberapa besarnya ialah wanita. Dan bukan rahasia lagi andai cewek sunda familiar dengan postur tubuh yang tak terkalahkan. Mereka rata rata berbadan segar dengan payudara yang sekal dan menantang.

Kulit mereka pun sangat bersih. Itu ialah keuntungan tersendiri bagiku sebab pasti suatu ketika nanti mereka (bahkan semuanya) dapat aku kencani satu persatu.Dengan pendekatan setahap demi setahap di antara diantara mereka, Laras,,akan dapat aku nikmati tubuhnya.

Cerita ini berawal ketika sebuah hari aku tidak terjun ke lapangan sebab badanku terasa tidak enak. Tapi sebab aku mesti memotivasi mereka,,paginya aku sempatkan guna ke kantor. Dan begitu mereka berangkat ke lapangan aku kembali ke kost guna istirahat.

Namun paginya dikantor,,Laras sempat curiga dengan kesehatanku dan bertanya.

“Mas kenapa,,sedang sakit ya?”

“Iya, Ras. Aku lagi nggak enak badan. Kayaknya aku nggak berangkat hari ini”.

“Ya udah,,entar berakhir meeting Mas kembali aja. Mas telah makan?” tanya Laras sarat perhatian. Dia memang orangnya paling perhatian.

“Udah sih,,tapi cuman dikit. Nggak selera”

Dengan sarat kelembutan Laras meraba dahiku. Tangannya lembut dan wangi. Kalau aku diraba agak lama barangkali aku langsung sembuh,,pikirku.

Pukul sembilan pagi seluruh karyawan telah menyebar ke lapangan. Sementara aku masuk dan beristirahat di ruang rapat. Babe masuk dan bertanya.

“Kenapa Yan,,sakit?”

“Iya, Be,”,,jawabku singkat.

“Ya udah,,tiduran aja situ,”,kata Babe ramah.

“Nggak ah, Be. Aku mau kembali aja. Ntar senja balik lagi”.

“Terserah deh”.

Aku bergegas kembali ke kost. Kostku memang melulu berjarak tiga ratus meter dari kantor. Semua ongkos kostku ditanggung oleh Babe. Ruangnya nyaman,,besar dan bersih. Penjaganya yang mempunyai nama Pak Min tersebut juga ramah. Berdasarkan keterangan dari Pak Min sebetulnya kamar tersebut khusus guna tamu dan tidak disewakan,,tapi entah kenapa aku diperkenankan mencarter kamar itu.

Di kamar tersebut ada lukisan panorama yang sangan besar dan indah. Asli pula dan bukan reproduksi. Kata Pak Min posisi kamar tersebut boleh diolah sesuka penghuninya. Asal tidak boleh kaget andai ada sensasi baru sesudah itu. Apalagi dengan lukisan itu. Tapi aku memandang itu melulu gurauan Pak Min dan aku tidak menanggapinya dengan serius.

Sebenarnya di kost tersebut tidak boleh membawa teman lawan jenis ke kamar,,tapi kelihatannya Pak Min,,si penjaga tersebut tahu apa yang diperlukan penghuni kost,,jadi peraturan tersebut diabaikan. Sehingga kamar sebelahku sering digunakan pesta seks oleh penghuninya. Aku pernah ikut sekali.

Sesampainya di depan kamar kost aku kaget sebab Laras ternyata telah berada di depan kamar kostku sedang menyimak majalah kesukaannya.

“Lho Ras,,kok anda disini. Lagi ngapain?” tanyaku singkat.

“Lagi nungguin Mas Iyan. Kenapa,,nggak boleh?” tanya Laras manja.

“Ya boleh sih,,tapi kok tadi nggak ngomong dulu”.

“Mau ngasih kejutan,,biar Mas Iyan sembuh”.

“Ah,,bisa aja kamu,”,sahutku seraya mencubit dagunya yang mungil itu.

Setelah membuka pintu kamar aku mempersilakan Laras masuk. Dengan tanpa canggung Laras masuk ke kamarku dan menyaksikan sekeliling.

“Kok posisi kamarnya nggak diolah sih Mas. Emang nggak bosen gini-gini aja. Ubah dong biar terdapat perubahan. Biar tidak jarang kali baru,,jadi Mas nggak sakit-sakitan”.

“Biarin, sakit kan sebab penyakit. Bukan sebab kamar. Eh ngomong-ngomong,,sorry lho kamarku berantakan”.

“Ah cowok mah,,biasa,”,,sahut Laras dengan sedikit dialek sunda.

Setelah tersebut tangan mungil Laras memunguti benda-benda yang berantakan tersebut dan menatanya dengan apik di lokasinya masing masing. Sementara aku pergi ke kamar mandi guna berganti pakaian.

Begitu masuk kamar,,kamarku telah kembali bersih dan apik oleh tangan Laras. Aku lihat Laras sedang sibuk memencet-mencet tombol remote untuk menggali acara tv. Hari tersebut Laras mengenakan baju tipis putih dengan celana hitam panjang.

Sangat tampak profesional dia dengan pakaian itu. Juga seksi. Sambil tiduran Laras terlihat paling menggoda. Payudaranya paling terlihat mulus dengan bra yang tidak seukuran. Terlihat sekali bra tersebut tak mampu memuat isi dari dada Laras.

Aku menelan ludah. Tiba mendarat suhu badanku naik. Aku tahu ini bukan sebab aku sakit,,tapi lebih sebab libidoku tentu sedang on. Si kecil pun ikut-ikutan bangun. Sialan. Aku menggerutu sebab ketika si kecil bangun dengan posisi yang salah.

Menghadap ke bawah. Sehingga bulu-bulunya yang semula sempat menempel jadi tertarik dan memunculkan rasa sakit. Aku merogohnya dan menempatkannya dengan benar. Tentu ini tak sepengetahuan Laras. Malu aku.

“Mas punya CD lagu yang bagus,,nggak?”,,tanya Laras mengagetkanku.

“Cari aja disitu, pilih sendiri. Ada lagu,,ada film. Eh,,aku kemarin sewa film bagus namun belum sempat nonton. Tuh, yang bungkusnya dari rental”.

“Film apa sih ini mas?”.

“Action,,tapi katanya sih,,ada ML nya”.

“HiIIi. Coba ah,,,penasaran”

Sementara Laras memasukkan keping VCD,,aku menyimak pinggangnya yang tidak banyak terbuka saat dia tidak banyak menungging. Putih,,mulus. Aku jadi terkenang Dewi pemeran VCD Itenas yang heboh itu. Sementara aku duduk memungut posisi bersandar di tembok dekat lokasi duduk Laras sebelumnya.

Aku bercita-cita setelah berlalu memasukkan keping VCD, Laras pulang ke lokasi duduk semula,,jadi aku berada disampingnya persis. Dan benar,,kini Laras berada disampingku dengan posisi bersila,,sementara kakiku aku selonjorkan. Kini kaki kiri Laras yang dilipat menumpang di kakiku.

Film juga dimulai. Aku pun bersiap untuk mengawali film panas siaran langsung tanpa pemirsa dan kamera. Aku mulai merangkul Laras. Mengelus rambutnya yang hitam itu,,sambil sesekali membahas kisah film itu.

Padahal sebetulnya aku tidak begitu menyimak alur kisah film itu. Aku melulu menjawab ya dan tidak atau tersenyum menanggapi Laras yang tampak serius. Lalu badan Laras mulai bersandar di badanku. Akupun dengan gampang menciumi rambutnya, telinganya pun tengkuknya.

Sementara tanganku yang sejak tadi bermain di wilayah atas, sekarang mulai merosot. Menyentuh dada Laras, meremasnya sampai Laraspun tak lagi menyimak film tersebut dan merasakan sentuhanku. Kini kami menjadi pemeran utama suatu film panas. Apalagi saat alur film tersebut tiba pada cerita make love,,sesekali kami melihatnya sebagai pemanas.

Wajah Laras yang semula menghadap tivi sekarang mulai tengadah menghadapku. Bibir kamipun beradu. Laras terlihat paling antusias. Napasnya paling wangi menggairahkan. Aku yakin Laras mempersiapkan urusan ini dengan santap permen wangi sebelumnya.

Dia menjilati mukaku dengan buas. Sementara tanganku sibuk bergerilya mengupayakan melepas pakaian Laras. Tanganku yang sedang di dalam baju Laras sukses membuka pengait bra-nya. Gumpalan daging sekal tersebut kini longgar tanpa pembungkus.

Sementara bibirnya sibuk menjilatiku,,tangannya mulai mengarah ke pakaianku. Akupun dilucutinya. Sekarang aku tak berbaju lagi. Bibir Laraspun mulai bergerilya turun. Menjilati dadaku dan mengulum susuku. Badanku kian panas. Libidoku kian naik. Leher,,perut,,telinga, dan dadaku menjadi sasaran bibir Laras. Aku menikmatinya seraya terus memainkan payudaranya yang semakin menghangat.

Semakin lama Laras semakin mengganas, dilepaskannya celanaku luar dan dalam. Bibirnya yang sekarang sudah tak berlipstik tersebut terus menjamah seluruh sektor tubuhku. Lidahnya menjilat-jilat bulu kemaluanku. Juga buah zakarku. Aku sesekali menggelinjang menyangga jilatannya. Apalagi saat kemaluanku masuk kedalam mulutnya. Ah,,hangat rasanya.

Laras berubah posisi. Yang semula berada tepat di depanku,,kini berpindah disampingku, seraya tetap menghisap kemaluanku. Perubahan posisinya bukan tanpa alasan. Ternyata Laras mengulum penisku dengan posisi dari samping sampai-sampai lidahnya tentang permukaan penisku unsur atas. Posisi ini sungguh paling nikmat. Baru kali ini menikmati hisapan dan jilatan yang paling hebat. Luar biasa.

Sementara tersebut tanganku terus membelai tubuh Laras. Payudaranya yang kenyal tidak jarang kali menjadi kesayangan tanganku. Juga pantatnya yang bulat mulus. Sungguh menggairahkan. Tapi saat jemariku kutuntun untuk mengarah ke liang vaginanya,,Laras menolak. Akupun menurut keterangan dari saja. Aku tidak inginkan memaksakan kehendakku.

Sekitar 10 menitan Laras bermain dengan posisi itu. Selanjutnya penisku dikeluarkannya dari mulut. Lidahnya yang terus mengganas tersebut menjalar keseluruh permukaan badanku unsur depan. Naik,,naik,,dan terus naik. Kini bibir kami pulang beradu.

Kini posisi Laras tepat mendudukiku. Lalu perlahan-lahan Laras menuntun penisku guna masuk kedalam liang vaginanya. Dan,,bless.. hangat,,nikmat.

Laras meringis menyangga rasa. Entah apa yang ia rasakan. Setelah berkonsentrasi dengan penisku, sekarang Laras mulai memompa dengan posisi naik turun. Aku masih pada posisi duduk.

Laras yang duduk dihadapanku terus naik turun sampai payudaranya terayun-ayun. Akupun tertarik dengan payudara itu. Kupegang,,kuremas,,kutekan kemudian aku menundukkan kepalaku sampai bibirku tentang payudara Laras. Dalam kesulitan sebab posisinya yang terayun-ayun aku mengisap payudara Laras.

Laraspun meraung-raung tak karuan.

“Ya Mas,,terus Mas. Hisap terus, Mas”.

“Augh,,augh.. Mas aku inginkan keluar,,augh,,augh.. Ahh!!

Laras mengejang. Mukanya memerah. Lalu kami mengembalikan tubuh kami. Untuk sedangkan kami pun melepaskan perabot kami yang tertancap. Akupun mulai bekerja. Kubimbing Laras guna berjongkok. Akupun menyetubuhinya lagi dengan posisi dari belakang.

Bless.. Kemaluanku masuk lagi ke liang vaginanya. Dengan posisi doggystyle aku memompa pantat Laras berkali-kali sampai aku menikmati ada desakan yang paling kuat,,hingga frekuensi doronganku semakin cepat. Aku meracau tak karuan.

Laras tahu itu. Sebelum spermaku muncrat,,dilepaskanlah pantatnya. Sekejap Laras telah berbalik posisi. Tangannya langsung menciduk kemaluanku. Dibantu mulutnya,,dikocoklah penisku sejadi-jadinya dan.

“Auuuggghhh”.

Sperma hangat muncrat ke mulut Laras. Tanpa ragu dikulumlah penisku. Rasanya tidak karuan. Spermakupun berakhir ditelan Laras. Lalu kami berduapun roboh tak berdaya.

Bandar Poker – Aku menghirup Laras sarat kasih dan dengan senyum kepuasan. Wajahnya yang sarat keringat tetap manis dengan senyuman itu.

Hasil togel 4D – Sementara layar tv ku sudah mengindikasikan display VCD. Entah duluan VCD atau aku selesainya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *