Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Reni Mahasiswi Bringas Seks

Reni Mahasiswi Bringas Seks – Cerita ini terjadi sejumlah waktu yang lalu. Semuanya berawal ketika penerimaan mahasiswa baru di kampusku. O iya,,aku ialah salah satu mahasiswa di di antara perguruan tinggi ternama di kotaku. Saat itu,,maklumlah namanya pun senior,,maka seluruh mahasiswa baru baik tersebut mahasiswa baru cowok maupun cewek tunduk atas seluruh perintahku.

Pada hari kedua orientasi pengenalan kampus, aku berkenalan dengan seorang mahasiswa baru yang mempunyai nama Reny dan berasal dari luar pulau. Anaknya imut-imut,,manis dan lucu,,membuatku paling tertarik kepadanya. Berbagai teknik pun kucoba untuk mengerjakan pendekatan,,sehingga sukses menjadikannya pacar.

Singkat cerita,,setelah dua bulan pacaran aku menyuruh dia jalan-jalan ke rumahku yang kebetulan lagi kosong. Setelah hingga di rumah,,kami bercerita sebentar,,mulai dari hal-hal yang berbau kampus sampai menyentuh masalah seks. Ternyata ia melayaniku dengan semangat,,sampai pikiranku juga melayang ke hal-hal yang tidak-tidak. Aku berjuang memancingnya terus dengan meningkatkan bumbu-bumbu cerita,,,dan dia juga terangsang. Perlahan-lahan kudekatkan tubuhku padanya dengan hati-hati,,takut siapa tahu dia menolak. Diluar dugaan,,dia tidak menghindar,,maka kucoba lebih jauh lagi dengan teknik menciumnya. Ternyata dia menjawab kecupanku dengan sarat nafsu. Aku menjadi lebih berani lagi.

JodohQQ.co – Aku berjuang untuk membuka baju dan celana panjang yang ia pakai. Ohh alangkah indahnya format tubuhnya saat kulihat melulu menggunakan penutup buah dada dan celana dalam putihnya. Aku juga tidak tahan lagi,,sambil mengulum bibirnya yang basah,,aku juga membuka semua pakaianku. Dia terkejut dan takjub saat melihat batang kemaluanku yang besar sudah tegang.

Dia membuka penutup dada dan celana dalamnya dan memegang batang kemaluanku seraya berkata,,“Kak,,besar sekali punyamu, aku kok hendak mencobanya!”.

Sambil menyangga nafsu,,aku membaringkan Reny ke lantai.

Awalnya kami melulu bergelut dengan saling berdekapan saja,,tetapi kemauan untuk mengerjakan yang lebih dari tersebut pun tidak bisa kami bendung lagi. Hingga benak sehat dan rasa hendak memeperlakukan Reny selayaknya perempuan yang baik juga sirna ketika itu. Kami saat tersebut sudah dilingkupi oleh kemauan birahi yang paling tinggi.

“Ren,,aku hendak mencium milikmu,,boleh kan?”,,tanyaku merayunya.

“Oh… Kak.. Lakukan saja,,aku telah tidak tahan lagi,,!”,,jawabnya seraya tangannya mengupayakan memegang batang kemaluanku yang telah berdiri tegak itu.

Kami saling mengerjakan oral seks dengan posisi 69. Kegiatan kami yang satu itu dilangsungkan hingga 10 menit,,dan kami juga terhenti bersamaan sebab rupanya sama-sama mengharapkan hal yang lebih lagi.

Setelah tersebut aku mulai memasukkan batang kemaluanku ke dalam liang keperawanannya secara perlahan-lahan. Dia meringis menyangga sakit yang teramat sangat,,tapi tidak berjuang untuk menolakku. Aku pun meningkat semangat guna mengocok liang keperawanannya dengan cepat seraya menggoyangkan pinggulku.

Setelah 15 menit kami bermain cinta,,aku mengajaknya terbang ke alam nikmat.

Aku mendengarnya mendesis, “Ssshh,,ahh.. Kak,,,nikmat sekali,,teruuss,,kaak,,sepertinya terdapat yang inginkan keluaarr”.

Aku beranggapan bahwa dia sudah menjangkau orgasme yang kesatu,,terus saja aku mengocoknya dan tiba-tiba, “Kakk,,aku keluar..!”,,dan memuncratlah cairan kental berwarna putih kemerah-merahan,,,tanda bahwa keperawanannya sudah kutembus.

Sampai empat kali dia merasakan orgasme. Dia kulihat merasakan lemas lunglai,,sedangkan aku sendiri belum. Lama-kelamaan daya tahanku mulai berkurang juga. Sambil menyangga rintihan kenikamatan,,aku merasa spermaku telah saatnya dikeluarkan. Aku pun menerbitkan batang kemaluanku dari dalam liang kewanitaannya seraya mengerang.

“Aaahh.. Reny,,kamu sungguh-sungguh hebat sayang!”,dan cairan putih kental dari dalam batang kemaluanku tertumpah di wajahnya.

Dia lantas menjilati batang kemaluanku yang besar tersebut sambil tersenyum puas.

Setelah bersih dari cairan sperma dan cairan kewanitaannya,,aku juga mengecup bibirnya dengan hangat. Kami kembali mengerjakan percintaan sambil berdekapan di bawah lantai. Tidak terasa kami juga tertidur pulas.

Cerita Sex Mahasiswi – Setelah terbangun,,aku menyaksikan Reny masih tertidur pulas di lantai. Aku duduk sebentar di sofa. Tiba-tiba aku teringat empiris masa lalu ketika aku berumur 15 tahun. Aku memiliki seorang tante yang mempunyai nama persis dengan nama pacarku ini. Ya,,nama tanteku pun Reny. Waktu tersebut aku dan tante bermukim serumah,,karena ayah dan ibuku lagi terbit kota guna mengurus pernikahanpamanku.

Karena fobia tidur sendiri,,maka tanteku mohon tolong supaya aku menemaninya di kamarnya,,kebetulan di kamar tanteku terdapat dua buah lokasi tidur yang letaknya bersampingan. Malam tersebut entah sebab kelelahan,,aku dan tanteku tak sempat memasang anti nyamuk elektrik,,dan dapat ditebak semua badanku diserbu nyamuk yang memang tidak tahu diri.

Tengah malam aku terbangun sebab tidak tahan bakal serangan nyamuk yang tidak tahu diri itu. Aku berbalik ke arah tanteku dan menyaksikan dia tertidur pulas sekali. Karena kamar itu melulu diterangi lampu pijar 10 watt,,maka samar-samar aku dapat menyaksikan tubuh molek tanteku yang tergeletak merangsang. O ya,,walaupun telah berumur 26 tahun,,tanteku memiliki wajah yang masih paling muda dan cantik. Entah sebab nafsu,,aku memberanikan diri mendekat tanteku. Kulihat daster yang dipakainya tersibak di unsur selangkangannya.

Aku mengupayakan mengintip dan menyaksikan gundukan kecil dari balik celana dalamnya. Ah,,betapa aku hendak melihat yang terdapat di balik celana dalam itu.

Tiba-tiba tanteku terbangun, “Hei,,apa yang anda lakukan?”.

Karena terkejut,,aku pun membalas asal-asalan, “Tadi aku menyaksikan tikus tante”.

Tante Reny menjerit seraya memelukku, “Ahh,,dimana tikusnya?”.

Sambil terbata-bata sebab gugup,,aku membalas bahwa tikusnya telah lari. Aku juga kembali ke lokasi tidur dan kesudahannya tertidur pulas sampai pagi hari.

Keesokan harinya,,saat sarapan aku lihat tanteku tersenyum-senyum sendiri,,tapi aku fobia untukmenanyakannya. Aku merasa,,kalau tanteku tersebut sepertinya memahami kelakuanku tadi malam,,tapi sebab memang aku masih merasa tidak enak dengan tanteku,,maka aku juga diam saja.

Malam harinya aku sengaja tidak tidur supaya bisa mengambil peluang seperti malam sebelumnya. Dan saat tersebut pun tiba. Tepat tengah malam,,saat kulihat tanteku tertidur pulas,,aku mengendap ke lokasi tidurnya dan mengupayakan mengintip. Astaga,,yang kulihat tidak lagi celana dalam putih yang biasa dipakainya,,melainkan gundukan kecil yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Sambil menginginkan yang tidak-tidak,,aku tidak menyadari bahwa celanaku telah merosot turun. Ya,,tanteku ternyata tidak tidur.

“Masih belum tidur, De,,?”,tanyanya.

Aku juga sadar sebab tenyata tante Reny memegang batang kemaluanku dan berkata, “Wah,,,sudah besar yaa?”.

“Ihh,,,geli tante,,!”,,jawabku mengupayakan menghindari pegangan tangannya di kemaluanku.

Tidak melulu itu saja,,karena lantas tanteku bagun dari lokasi tidurnya dan langsung mengulum kemaluanku yang telah jelas berdiri dengan tegaknya. Dia mengulum,,hingga aku meringis menyangga rasa nikmat dan tidak banyak kesakitan,,karena memang tanteku terlampau bernafsu mengulum kemaluaku,,hingga sempat giginya menyentuh batang rudalku. Tante Reny lantas membuka semua pakaiannya dan menyuruhku guna naik ke atas. Dia membimbingku guna menindihnya.

“De,,,ayo naik,,! Tante tahu kok anda juga hendak kan..?”,,katanya manis mengupayakan membujukku.

Aku juga naik dan tanteku menuntun batang kemaluanku yang saat tersebut masih belum terlampau besar masuk ke dalam liang kewanitaannya seraya mengerang.

“Ayo.. De,,kamu tentu bisa. Jangan diam begitu dong..! Gerakkan maju mundur. Ayoo,,yahh,,begitu,,ahh enak De,,!”,,katanya kesetanan.

Benar-benar aku mengupayakan mengerahkan segala kekuatan dan kemahiran yang kudapat dari sejumlah kali menyaksikan film porno guna menerapkannya pada tindakan kami itu.

“Terus De,,terus,,tante merasa enak..!”,,katanya memuji goyangan tubuhku dan rudalku yang mengupayakan memuaskan gairah kesenangan tanteku.

Aku juga merasa keasyikan dan akhirnya, “Crutt,,crutt,,crutt,,!”,,air maniku juga keluar.

“Wah,,belum apa-apa telah keluar. Tapi tidak apa-apa,,,wajar kok untuk pemula”.

“O ya,,tante,,normalnya berapa lama baru air mani keluar,,?”,,tanyaku tanpa malu-malu lagi.

“Satu jam”,,katanya seraya tersenyum simpul.

Kami terus saja melakukan urusan tersebut dalam sekian banyak macam gaya. Aku pasti saja menikmatinya,,karena tersebut adalahpengalaman seks kesatuku.

Setelah malam itu,,kami sejumlah kali mengerjakan hubungan seks hingga daya tahanku sungguh-sungguh teruji. Kami mengerjakan diantaranya di kamar mandi,,sofa dan pasti saja kamar tanteku. Memang saat-saat bareng tanteku dulu,,merupakan memori yang estetis untuk kehidupan seksku.

Situs BandarQ – Aku terus saja melamun hingga kudengar suara Reny menegurku” Kak,,antarkan aku pulang..!”,,katanya seraya merangkul diriku.

“Eh, Reny,,,kamu telah bangun..?”,,tanyaku terbata-bata sebab kaget.

“Kak,,lain kali kita buat lagi yaa,,?”,,pintanya manja.

“Iyalah,,,nanti. Enakkan,,?”,,tanyaku lagi.

Togel SGP – “Iya.. Kakak hebat mainnya, Reny hingga ketagihan,,!”,,katanya seraya merangkul tubuhku dengan erat dan lantas mencium pipi kananku.

“Iya dong,,siapa dulu,,!”,,balasku pun sambil mencim keningnya.

Hanya sebentar sesudah percumbuan kami yang estetis itu,,kami berpakaian pulang dan mencuci ruangan tersebut yang sempat agak berantakan. Kemudian aku juga mengantar Reny kembali dan tersenyum puas. Tamat

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *