Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Sang Model Binal Tempoe Doeloe

Sang Model Binal Tempoe Doeloe – Viola,,seorang model dan artis papan bawah, yaitoe yg biasa kebagian melulu sebagai peran pendoekoeng,,tetapi di oemoernya yg masih moeda,,25 tahoen,,dia telah menduduki seboeah roemah yg terbilang mewah di seboeah perumahan elite dan seboeah mobil BMW sudah dimilikinya. Kalo melulu mengandalkan gajinya saja belom tentoe dia mempunyai semoea itoe,,tak beda dia dgn menjadi,,‘peliharaan’,,seorang pejabat pemerintahan yg kaya dan berkoeasa yg oemoernya lebih layak menjadi ayahnya. Dgn ketjantikannya,,ramboet panjang sedada,,badan jangkoeng (172tjm) dgn koelit poetih moeloes,,dan wajah Indonya yg memukau dia menoendoekkan Pak Badhroen,,54 tahoen,,dalam seboeah jamoean santap malam. Pak Badhroen walau telah berkeloearga hoeboengannya dgn isterinya hanyalah sebagai formalitas,,sama laksana dirinya,,isterinya poen soeka selingkoeh sana-sini sebagai akibat dari kehampaan hidoep di tengah gelimang kemewahan,,,anak toenggal mereka yg sekolah di loear negeri joega familiar akan keplayboyannya. Tiga boelan sesudah pertemoean mereka,,Pak Badhroen sah mengusung Viola sebagai simpanannya.

Sebagai perempoean simpanan,,toegas Viola beberapa besar ialah memenoehi keboetoehan biologis Pak Badhroen yg hobbynya melalap gadis-gadis moeda seoemoernya. Pak Badhroen memang nafsoe seksnya menggeboe-geboe,,tetapi staminanya yg sudah dimakan oemoer tak mengimbanginya,,seringkali Viola merasa koerang poeas,,tapi dia tak enak mengatakannya teroes terang. Gairahnya yg tjoekoep tinggi yg belom sepenoehnya terpoeaskan oleh Pak Dahlan melibatkannya dalam sejumlah affair dgn oknoem-oknoem tertentoe dalam lingkoengan kerjanya laksana soetradara,,fotografer,,dan prodoeser. Soeatoe hari Pak Badhroen sedang pergi ke loear negeri oentoek oeroesan dinas sampai-sampai meninggalkan Viola sekitar doea minggoean. Di ketika yg sama Viola menerima pinjaman seboeah DVD dewasa dari salah seorang temannya. Alih-alih sedang sepi sedang tak terdapat job dan Pak Badhroen sedang tak ada, Viola menyetel DVD itoe di kamarnya. Di film itoe dia menyaksikan seorang perempoean Asia yg tjantik dan berwajah innotjent sedang digaoeli tiga orang pria negro bertampang sangar. Perempoean itoe moela-moela menampik tapi lama-lama dia tampak semakin merasakan digangbang tiga,,‘gorila’,,itoe. Dgn agresifnya dia melayani ketiga kemaloean hitam,,panjang,,dan beroerat itoe. Hingga kesudahannya air mani ketiga pria itoe moentjrat membasahinya loear dan dalam, perempoean itoe bahkan menelan air mani para pria itoe dan menjilati yg tertjetjer di badannya.

Redmi99.cc – Tontonan itoe memboeat jantoengnya berdebar-debar,,dia hingga orgasme sekali sebab mengeloes-eloes kemaloeannya. Dia moelai membaygkan bagaimana rasanya bersebadan dgn orang-orang kasar dan lower tjlass. Sepertinya terdapat sensasi beda yg timboel dari hoeboengan laksana itoe sebab dia merasa jenoeh dgn kehidoepan seks yg begitoe-begitoe saja. Pemikiran laksana itoelah yg mengoebah perilakoe seksoealnya, dia membaygkan seboeah kemaloean hitam panjang menyebadaninya dan tangan-tangan kasar menggeraygi badannya. Dia menoejoe ke jendela,,dan menyaksikan ke bawah dari kamarnya di lantai doea,,diperhatikannya Pak Soesno,,toekang keboennya yg beroemoer 43 tahoen sedang mencuci mobil di halaman depan. Lelaki itoe mengelapi mobil dgn tangannya yg kokoh beroerat,,keringatnya terlihat mengairi dahinya,,sesekali dia menyeka keringat itoe dgn tangannya. Soenggoeh obsesi itoe kian menggodanya memboeat jantoengnya berdetak kian tjepat. Di roemah itoe,,di samping Pak Soesno, masih terdapat joega Mbak Joem, pembantoe roemah tangganya. Dia masih mempertimbangkan kalo-kalo perempoean separuh baya itoe mengetahoei kalo dia memboeat skandal. Sembari merenoenginya. Viola tidoeran telentang di ranjang spring-bednya,,tangannya mengeloes-eloes kemaloeannya sembari teroes membaygkan hasrat liarnya,,sampai kesudahannya dia tertidoer tanpa menggunakan tjelana.

Bangoen-bangoen langit sudah mengoening dan jam sudah menoenjoekkan poekoel 5.15 sore. Fantasi binal itoe masih saja membayginya. Dia memikirkan sejumlah saat mengenai niatnya itoe,,akhirnya dia memboelatkan tekad oentoek menjalankan fantasinya itoe. Violapoen melepas seloeroeh pakaiannya laloe melilitkan handoek koening ke badannya. Dipanggilnya Pak Soesno melaloei intertjom yg menuju roeang belakang yg ditempati pembantoe.

“Pak Soesno,,tolong kesini sebentar,,kran air disini matjet nih keliatannya!”.

Sebentar kemoedian sudah terdengar ketoekan di pintoe,,dgn dada kian berdebar-debar. Viola memboekakan pintoe kamarnya. Moeka Pak Soesno langsoeng memerah bertjampoer grogi menyaksikan penampilan seksi majikannya itoe,,paha jenjang yg poetih moeloes itoe soenggoeh memboeatnya menelan lioer,,belom lagi tonjolan dadanya yg memboesoeng itoe.

“Ayo Pak,,sini,,tolong diliat krannya terdapat yg ga beres!”,sahoetnya seraya unik lengan Pak Soesno yg berotot itoe dan mengajaknya ke kamar mandi.

Viola sebisa moengkin bersikap normal walau gairahnya meningkat,,agar tak memberi kesan moerahan pada toekang keboennya itoe. Sementara Pak Soesno tampak salah tingkah dan matanya sesekali mentjoeri pandang badan Viola yg estetis itoe,,ingin sekali dia menyaksikan di balik handoek itoe,,gagang kemaloeannya menggeliat karenanya.

Di kamar mandi mewah yg terdapat TV-nya itoe, Viola doedoek di moeloet bathtoeb dan menyilangkan kakinya sampai-sampai paha moeloesnya semakin menampakkan keindahannya pada pria berkoemis itoe.

“Ini Pak,,kran boeat bathtoebnya ga jalan, ga taoe mengapa nih!”,katanya

“Bisa kok Boe,,ga terdapat yg matjet!”,kata pria itoe sesudah memoetar kran dan airnya mengalir

“Ooohh…ya oedah,,soalnya tadi saya poeter-poeter berapa kali airnya ga keloear meloeloe sih,,makasih ya Pak!”,,katanya sambil bangkit berdiri maoe mengirimkan Pak Soesno ke pintoe.

Viola yg berlangsung doeloean ke arah pintoe dikejoetkan oleh tarikan dari belakang yg mengakibatkan handoek yg melilit badannya terlepas. Dia terkejoet dan setjara refleks menoetoepi unsur dada dan selangkannya dgn kedoea tangan.

“Aww…koerang ajar,,apa-apaan nih!”,,jeritnya poera-poera marah pada Pak Soesno

Tetapi Pak Soesno dgn tjekatan segera menciduk kedoea lengan Viola laloe diusung ke atas dan dikoentji pergelangannya dgn telapak tangannya yg besar dan kokoh,,di samping itoe pria itoe joega memepet Viola sampai poenggoengnya menempel ke tembok dekat pintoe kamar mandi. Nafsoe Pak Soesno yg sudah lama tak bertemoe dgn isterinya di kampoeng mendorongnya oentoek beraksi lebih doeloe sebelom Viola memoelai.

“Aahh,,Iboe ini maloe-maloe,,saya taoe kok Iboe sengaja ngegodain saya, lagian emang daridoeloe saya oedah kepengen nyitjipin Iboe kok,,hehehe !”,,pak Soesno ketawa dekat wajah Viola.

Mata pria itoe laksana maoe tjopot menyimak badan telanjang Viola yg sempoerna,,poetih moeloes tak bertjatjat,,boeah dadanya kentjang dan montok dgn peroet rata,,pada pangkal pahanya nampak ramboet-ramboet hitam yg lebat menoetoepi wilayah itoe. Viola sendiri moelai merasa seksi dan terangsang memamerkan badan telanjangnya di depan toekang keboennya itoe.

“Pak…enngghh!”,,desahnya saat Pak Soesno meremas buah dada kanannya

“Gini kan yg Iboe maoe,,moempoeng Bapak nggak ada!”,,katanya dekat telinga Viola sampai-sampai dengoes nafasnya menioep telinga dan tengoeknya dan mendongkrak gairah Viola.

“Lepaskan,,pak…eemm !” ucapan-ucapan Viola lupa terselesaikan sebab Pak Soesno keboeroe meloemat bibir tipisnya dgn bibirnya yg tebal.

Rontaan Viola,,yg pada dasarnya melulu poera-poera itoe melemah sebab birahinya yg kian meninggi. Ketika Pak Soesno melepas koentjian pada kedoea pergelangannya,,dia serta merta melingkarkan lengannya ke leher pria itoe sembari menjawab tjioemannya dgn panas,,lidah mereka beradoe,,saling belit dan saling jilat.

Tangan Pak Soesno bergerak ke belakang mengeloes poenggoeng,,teroes toeroen meremas bongkahan pantatnya. Sementara nafas mereka sudah memboeroe dan terasa hemboesannya pada wajah masing-masing. Poeting Viola yg berwarna kemerahan mengeras dampak gesekan-gesekan jari Pak Soesno. Dia semakin terangsang,,tanpa menghiraoekan baoe keringat dan moeloet Pak Soesno dia mentjoemboe pria itoe dgn penoeh gairah. Moeloet Pak Soesno sekarang moelai toeroen ke dagoenya,,laloe menoeroen lagi sampai badannya memboengkoek dan berhenti di buah dada kirinya. Poeting itoe dikenyotnya dgn gemas,,dihisap dan sesekali digigit-gigit ketjil sampai-sampai Viola kian mendesah.

“Sshhh…ahh…jangan Pak!”,,desahnya.

Penolakan yg tak soenggoe-soenggoeh itoe justeru memitjoe Pak Soesno oentoek mempergentjar serangan-serangan erotisnya.

“Ohhh…eengghh!”,,lengoeh Viola panjang dgn badan bergetar ketika dirasakannya telapak tangan kasar itoe menyentoeh wilayah keperempoeanannya.

Pak Soesno memainkan jari-jarinya pada bibir kemaloean majikannya itoe memboeat wilayah itoe basah. Viola tersentak, badannya serasa kesetroem saat jari toekang keboennya sudah masoek lebih dalam dan menyentoeh klitorisnya. Badannya seolah kehilangan tenaga,,hanya dapat bersandar ke dinding dan pasrah atas perlakoean Pak Soesno.

TJioeman Pak Soesno sekarang merambat toeroen sampai dia berjongkok dan wajahnya tepat di depan kemaloean Viola. Dia diam mematoeng dan pasrah saja ketika moeloet toekang keboennya menyentoeh kemaloeannya yg berboeloe lebat. Lidah Pak Soesno menyentoeh bibir kemaloeannya,,sehingga badannya bergetar,,tanpa sadar Viola joega menempelkan kemaloeannya itoe kian dekat ke moeloet Pak Soesno. Pak Soesno menyedot-nyedot kemaloean Viola dgn nikmatnya,,lidahnya menyoesoep masoek mengais-ngais unsur dalam kemaloeannya,,sementara tangannya siboek mengeloesi paha moeloes dan pantatnya yg boelat. Viola menyangga nikmat sembari menggigit bibir dan meremasi ramboet Pak Soesno. Lidah hangat itoe memain-mainkan klitorisnya sampai-sampai rangsangan dari sana merambat ke seloeroeh badan Viola memboeat badannya bergetar. Terbesit perasaan maloe menilik perbedaan statoes mereka yg demikian kontras,,tetapi nafsoe mengalahkannya,,dia sudah tak pedoeli pada semoea itoe,,toh dirinya joega telah tidak jarang melakoekannya,,ini melulu sekedar variasi dari kehidoepan seksoealnya. Viola sekarang menaikan satoe kakinya ke poendak Pak Soesno dan merasakan permainan lidahnya yg lihai. Sekitar sepoeloeh menitan Pak Soesno mengerjai kemaloeannya sampai badannya mengejang dan kemaloeannya mengeloearkan tjairan orgasme. Pak Soesno masih menjilati kemaloean Viola,,tjairan itoe dia jilati dgn lahap.

Poeas melahap kemaloean majikannya,,pak Soesno bangkit berdiri dan mencungkil pakaiannya satoe-persatoe. Viola menatapi badannya yg berotot dgn koelit sawo matang itoe,,terlebih saat Pak Soesno mencungkil tjelana dalamnya,,mata Viola terpakoe pada kemaloean yg sudah menegang sebesar pisang ambon itoe. Pak Soesno meraih tangan Viola dan menggenggamkannya pada kemaloeannya.

“Gimana Boe,,gede kan,,gimana dibanding sama poenya Bapak?”.

Tanpa diperintah Viola berloetoet sampai-sampai kemaloean itoe menodong ke wajahnya,,benda itoe terasa keras sekali dan tidak banyak berdenyoet-denyoet. Tanpa maloe-maloe lagi. Viola moelai menjilati kemaloean yg digenggamnya itoe,,boeah kemaloean sampai oejoeng kemaloeannya tak loepoet dari sapoean lidahnya,,sesekali benda itoe dielus dgn pipinya hingga pemiliknya melengoeh keenakan. Setelah gagang itoe basah dan mentjapai ketegangan maksimal,,dia moelai menjilati dan mentjioem unsur kepalanya yg laksana jamoer itoe,,kemoedian dia memboeka moeloetnya dan memasoekkan gagang itoe sampai mentok,,itoepoen tak masoek seloeroehnya sebab terlaloe besar oentoek moeloet Viola yg moengil. Kepalanya majoe-moendoer mengemoet kemaloean hitam besar itoe sembari tangan satoenya memijati buah dadanya sendiri. Sebelom mentjapai klimaks,,pak Soesno menyoeroeh majikannya berhenti dan mengusung badannya sampai berdiri.

“Nanti aja Boe,,jangan boeroe-boeroe,,ntar koerang kerasa enaknya!”,,katanya

“Kita main di bak aja yah Pak,,airnya oedah penoeh toeh!”,,ajak Viola menyaksikan ke arah bathtoeb yg airnya sudah moelai meloeap.

Fioana poen laloe berlangsung ke arah bathtoeb,,diambilnya saboen tjair dari pinggir bak,,ditoempahkan tidak banyak laloe diadoeknya air itoe dgn tangannya sampai berboesa. Kedoeanya poen masoek ke bathtoeb itoe,,bagi Pak Soesno ini kesatu kalinya dia menikmati mandi di kamar mandi mewah itoe bareng perempoean setjantik Viola. Viola doedoek dan menyandarkan poenggoengnya pada badan Pak Soesno yg mendekapnya dari belakang. Pak Soesno laloe menggoeyoer wajah dan ramboet majikannya itoe dgn air sampai basah.

“Saya oedah soeka sama Iboe dari kesatu ketemoe doeloe,,apalagi kalo ngeliat Iboe di majalah ataoe di tivi,,enak yah Boe jadi orang familiar gini ?” kata Pak Soesno sembari mengelus ramboet panjang Viola.

“Ah,,bapak kan melulu liat dari loearnya aja,,sebenernya doenia saya ini ga seindah itoe kok Pak,,bisa dibilang moenafik,,kita ngapain aja haroes jaga imej,,soesah jadi diri sendiri,,hidoep emang ga terdapat yg koerang,,tapi masih belom happy,,yah namun ginilah Pak kalo kerja begini,,maoe gimana lagi!”,,jawab Viola menghemboeskan nafas panjang.

“Ssshhh!”,,desisnya lirih saat tangan Pak Soesno mengelus buah dadanya di bawah air sana.

“Boe,,Iboe kesatu kali ngentot kapan sih?”,,tanya Pak Soesno lagi.

Viola terdiam,,teringat pulang mimpi boeroeknya dimasa laloe saat masih SMA,,keperawanannya direnggoet seorang pria teman sekolahnya yg laloe memoetoeskannya tak lama setelahnya dan belakangan ketahoean bahwa pria itoe menggunakan dirinya oentoek taroehan dgn teman-temannya tentang sukses taknya memungut keperawanan dirinya.

“Pak,,tolong tidak boleh oengkit masalah individu yah,,saya ga soeka”,,oetjapnya dgn nada serioes seraya unik wajah Pak Soesno dan mentjioem bibirnya oentoek memindahkan pembitjaraan itoe.

Lelaki itoe menjawab tjioeman majikannya dgn buas poela sembari meremas-remas buah dadanya. Viola menggenggam kemaloean Pak Soesno yg sudah mengeras di bawah air sana,,memegangnya saja Viola sudah nafsoe sebab keras dan tonjolan oerat-oeratnya terasa di tangannya. Dikotjoknya gagang itoe sebentar sebelom ditunjukkan ke kemaloeannya.

“Sshhh…eemmm…eenggh!”,,desahnya saat gagang itoe melesak ke dalam kemaloeannya.

Pak Soesno poen sama-sama mendesah menikmati himpitan dinding kemaloean Viola pada kemaloeannya. Moelailah Viola menaik-toeroenkan badannya,dgn posisi demikian kemaloean itoe lebih terasa toesoekannya. Sembari merasakan genjotan,,lidah Pak Soesno berpindah-pindah pada telinga,leher,dan poendak Viola.

“Ssshh,,oohh teroes Boe,,!”Pak Soesno menggeram,,tangannya yg kokoh teroes memijati buah dada majikannya.

Goygan mereka kian liar,terlihat dari air yg kian beriak,demikian halnya dgn desahan mereka yg kian mentjeratjaoe. Viola kian menekan-nekan badannya seiring dgn orgasmenya yg nyaris tiba. Klentitnya kian bergesekan dgn kemaloean Pak Soesno yg beroerat itoe hingga akhirnya dia tak dapat menahan diri lagi,,badannya mengejang dalam peloekan toekang keboennya.

“Aahhh…ahhh…saya keloear Pak!”,,erangnya mengekspresikan kesenangan loear biasa yg didapatnya,kenikmatan bertolak belakang yg tak pernah dia dapatkan dari,,‘soeami’nya maoepoen teman-teman kentjan lainnya.

Pak Soesno masih belom menoenjoekkan firasat klimaks,dia masih energik menggenjot Viola. Mereka berganti posisi,sekarang Viola doedoek di bersandar bathtoeb itoe sembari memboeka kedoea kakinya,tangannya berpegangan pada bibir kanan dan kiri bathtoeb. Setelah memposisikan diri diantara kedoea paha itoe, pulang Pak Soesno menoesoekkan senjatanya ke liang kemaloean Viola. Lelaki itoe majoe-moendoer sembari memegangi betis Viola, sentakkan badannya mentjiptakan ombak mini di bak itoe. Goemaman dan desahan keloear dari moeloet Viola merasakan sodokan Pak Soesno yg demikian nikmatnya. Terkadang Pak Soesno menggerakkan pinggoelnya sampai-sampai kemaloeannya bergerak laksana mengadoek kemaloean majikannya.

Genjotan-genjotan Pak Soesno begitoe dahsyat hingga Viola mendesah sejadi-jadinya mentjoerahkan segala hasrat binal yg sekitar ini terpendam.OErat di kening dan badan pria itoe semakin menonjol yg berarti nafsoenya sudah dioeboen-oeboen. Tiba-tiba dia menoesoekkan kemaloeannya lebih dalam sembari mendesah panjang,beberapa kali senjatanya menembak di dalam rahim Viola. Setelah itoe frekoeensi genjotannya kian toeroen dan toeroen sampai akhirnya dia menjatoehkan diri memeluk badan majikan tjantiknya itoe dgn kemaloean masih menantjap. Mereka berpeloekan mesra merasakan momen-momen pastja orgasmenya,nafas mereka yg menderoe-deroe terasa hemboesannya.

“Gimana Boe,poeas ga?”,,tanya Pak Soesno

Dgn wajah memerah. Viola mengakoe ini ialah permainan ternikmatnya sebab mengandoeng sensasi kasar dan binal yg belom pernah dia rasakan sebelomnya. Mendengar itoe. Pak Soesno joega tersenyoem sebab dapat memoeaskan nyonya majikannya itoe. Mereka laloe mandi bersama. Pak Soesno menggosok-gosok badan Viola dgn telapak tangannya,sesekali dia remas lemboet buah dada dan poetingnya. Poendak,,leher dan poenggoengnya joega digosok dan dipijati. Viola merem-merem keasyikan diboeatnya.

“Eemmhh…enak Pak jadi rileks nih”,,katanya saat toekang keboennya itoe mengkramas ramboetnya disertai pijatan lemboet.

Setelah memandikan majikannya,pak soesno mohon Viola gantian memandikannya. Permintaan yg langsoeng ditoeroetinya tanpa keberatan. Viola memanjakan toekang keboennya itoe dgn pijatan-pijatan tangan haloesnya,sesekali joega kemaloeannya dikotjok pelan. Soenggoeh Pak Soesno hampir tak mempertjayai apa yg sedang dialaminya ketika itoe,mimpipoen dia tak pernah membaygkan bertjinta dgn perempoean setjantik dan sekelas Viola. Pelayanan yg didapat dari isterinya di kampoeng yg biasa-biasa saja jelas bertolak belakang jaoeh dari yg satoe ini. Viola joega melakoekan Thai massage yaitoe dgn menggosok-gosokkan buah dadanya ke poenggoeng Pak Soesno yg sudah litjin oleh saboen.

“Asyik Boe,,iya teroes gitoe mijitnya!”,,katanya sembari menggerakkan tangan ke belakang meremas pantat Viola.

Kemoedian Viola menjoeloerkan wajahnya di samping pria itoe dan merekapoen bertjioeman lagi.

“OEdahan yoek Pak mandinya!”,,kata Viola sesudah merasa tjoekoep berendam sebab airnya sudah moelai mendingin.

Dia berdiri dan meyiram shower ke badannya oentoek mencuci boesa-boesa saboen, kemoedian dia keloear dari bak dan melap badannya dgn handoek.

“Aww…!!”,,jeritnya terkejoet sebab tiba-tiba badannya diusung ketika sedang handoekan. “Bapak badung ih!”,,senyoemnya badung dalam gendongan Pak Soesno.

Badan Viola kemoedian dibawanya keloear kamar mandi dan ditelentangkan di ranjang,dia sendiri naik ke atas badan perempoean itoe menindihnya.

“Boleh moelai kini saya panggil Iboe pake nama?”,,tanyanya di sekitar wajah Viola.

“Boleh aja,tapi bantu kalo di depan orang beda jaga sikap yah”.

Habis membalas kembali bibirnya diloemat oleh Pak Soesno,tangan kasarnya pulang menjelajahi badan moeloesnya. TJioeman itoe moelai toeroen ke lehernya, sapoean lidahnya sempat terasa disana,kemoedian poendak sampai ke buah dadanya. Desahan keloear dari moeloetnya saat Pak Soesno menyapoekan lidahnya pada poetingnya, pria itoe joega mengenyoti buah dadanya.

“Ahh…Pak…sakit!”,,rintihnya dgn mendorong kepala Pak Soesno sebab lelaki itoe menggigit poetingnya dgn gemas sehingga membekas memerah.

Agen Bandar Q – Tetapi rasa sakit itoe tertoetoep dgn sensasi nikmat yg moelai pulang melandanya. Setjara bergantian pria itoe meloemat kedoea buah dadanya hingga basah oleh loedahnya. Viola menikmati kemaloean Pak Soesno sudah keras lagi ketika bersentoehan dgn pahanya. Tak lama kemoedian Pak Soesno memasoekkan lagi kemaloeannya ke dalam kemaloean Viola, dia menggenjotnya sembari menindih gadis itoe.

HK 4D Togel – Viola benar-benar mengakoei kedahsyatan toekang keboennya ini,betapa tak,tadi di kamar mandi baroe saja orgasme tapi kini telah siap tempoer lagi. Lelaki itoe mampoe memboeatnya melayg lebih tinggi,tak laksana ‘soeami’nya yg tak dapat memoeaskannya setjara penoeh. Hoeboengan terlarang itoe tetap berlanjoet hari-hari berikoetnya. Doea hari sesudah kejadian itoe Viola membebastugaskan Mbak Joem supaya bisa lebih leloeasa melakoekan kegilaannya. Viola bahkan hendak mentjoba berhoeboengan dgn orang-orang lower tjlass lainnya yg baginya memberi sensasi tersendiri. Bagaimana petoealangan Viola selanjoetnya? apakah urusan ini bakal diketahoei oleh Pak Badhroen kemoedian?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *