<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIAyo Daftar Di Situs Pkv Games BAGIQQ Dengan Minimal Deposit Rp10,000 Dapatkan Juga Bonus Dari Kami Turnover 0,5% Dan Refferal 20%. Di Jamin Mudah Menang Win Rate Tinggi

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Selingkuh Ngentot Istri Orang

Selingkuh Ngentot Istri Orang – Bakalan paling seru dan menantang sekali untuk kisah ini sebab siapa saja yang menyimak pastinya dia bakal ngaceng wakaka guna itulah simak ya kisah singkat yang tidak sedikit makna yang ada inilah ini gand.

Oya buat anda yang ingin kisah yang seru lainya anda juga dapat dapatkan di sini mengenai Cerita Mesum dan pun Cerita Dewasa yang telah kami tulis di lokasi ini pun sebelumnya gand. Dan untuk kisah ngentot kamu bisa menyimak di temapat ini,,yang mana kami bisa dari Internet teman-teman,,ya kami hendak sering lagi buat kamu yang belum tahu tentang kisah ngentot tersebut.

Singkat cerita,,setelah saya menikah dengan seorang wanita pilihan orangtuaku,,saya mengupayakan hidup mandiri bareng istri sebagai format rasa tanggungjawab saya sebagai suami dan kepala lokasi tinggal tangga,,meskipun rasa cintaku pada istriku itu belum mendalam,,namun tetap saya jajaki menerima fakta ini siapa tahu di lantas hari saya kami dapat saling menyukai secara penuh,,lagi pula memang saya belum pernah sama sekali jatuh cinta pada perempuan manapun sebelumnya.

Kami jajaki mengadu nasib di kota Kabupatenku dengan mengontrak lokasi tinggal yang paling sederhana. Beberapa bidang usaha saya jajaki tekuni supaya dapat menanggulangi kebutuhan hidup kami sehari-hari,,namun sampai kami memiliki 3 orang anak,,nasib kami tetap belum tidak sedikit berubah. Kami masih hidup pas-pasan dan bahkan harapanku semula guna mempertebal kecintaanku terhadap istriku malah malah semakin merosot saja. Untung saja,,saya orangnya pemalu dan sedikit dapat bersabar serta terbiasa dalam penderitaan,,sehingga perasaanku tersebut tidak pernah diketahui oleh siapapun tergolong kedua orangtua dan saudara-saudaraku.

Entah pengaruh setan dari mana,,suatu masa-masa tepatnya Bulan Oktober 2003 aku sempatkan diri berangjangsana ke lokasi tinggal teman lamaku sewaktu kami sama-sama di SMA dulu. Sebut saja namanya Azis. Dia baru saja kembali dari Kalimantan bareng dengan istrinya,,yang belakangan saya ketahui bila istrinya itu ialah anak majikannya sewaktu dia bekerja di di antara perusahaan swasta di sana. Mereka pun melangsungkan perkawinan bukan atas dasar saling mencintai, tetapi atas dasar jasa dan balas budi.

Sekitar pukul 17.00 sore,,saya telah tiba di lokasi tinggal Azis dengan naik ojek yang jaraknya selama 1 km dari lokasi tinggal kontrakan kami. Merekapun masih bermukim di lokasi tinggal kontrakan,,namun agak besar dibanding lokasi tinggal yang kami kontrak. Maklum mereka sedikit membawa modal dengan asa membuka usaha baru di kota Kabupaten kami. Setelah meneliti tanda-tanda yang telah diumumkan Azis saat kami ketemu di pasar sentral kota kami,,saya yakin tidak salah lagi, kemudian saya masuk mendekati pintu lokasi tinggal itu,,ternyata dalam suasana tertutup.

“Dog.. Dog.. Dog.. Permisi terdapat orang di rumah”,,kalimat penghormatan yang saya ucapkan sekitar 3 kali beruntun sambil mengetuk-ngetuk pintunya,,namun tetap tidak terdapat jawaban dari dalam. Saya lalu mengupayakan mendorong dari luar,,ternyata pintunya terkunci dari dalam,,sehingga saya yakin tentu ada orang di dalam lokasi tinggal itu. Hanya saja saya masih ragu apakah lokasi tinggal yang saya ketuk pintunya tersebut betul ialah rumah Azis atau bukan. Saya tetap berjuang untuk meyakinkannya. Setelah duduk sejenak di atas kursi yang terdapat di depan pintu,,saya jajaki lagi ketuk-ketuk pintunya,,namun tetap tidak ada firasat jawaban dari dalam. Akhirnya saya putuskan untuk mengupayakan mengintip dari samping rumah. Melalui sela-sela jendela di samping rumahnya itu,,saya sekilas menyaksikan ada kilatan cahaya dalam ruangan tamu, namun saya belum memahami dari mana sumber kilatan cahaya itu. Saya kemudian bergeser ke jendela yang satunya dan ternyata saya sempat menonton sepotong tubuh terbaring tanpa busana dari sekedar pinggul hingga ujung kaki. Entah potongan tubuh laki-laki atau wanita,,tapi terlihat putih mulus laksana kulit wanita.

Dalam suasana biji mataku tetap kujepitkan pada sela jendela tersebut untuk menyaksikan lebih jelas lagi suasana dalam lokasi tinggal itu,,dibenak saya hadir tanda tanya apa tersebut tubuh istrinya Azis atau Azis sendiri atau orang lain. Apa orang tersebut tertidur pula sampai-sampai tersingkap busananya atau memang sengaja telanjang bulat. Apa ia sedang menonton acara TV atau sedang memutar VCD porno,,sebab tidak banyak terdengar terdapat suara TV seolah film yang diputar. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang tidak jarang kali mengganggu pikiranku hingga akhirnya aku pulang ke depan pintu semula dan mengupayakan mengetuknya kembali. Namun baru saja sekali saya ketuk,,pintunya tiba-tiba tersingkap lebar, sampai-sampai aku tidak banyak kaget dan lebih kaget lagi setelah menonton bahwa yang berdiri di depan pintu ialah seorang perempuan muda dan cantik dengan pakaian tidak banyak terbuka sebab tubuhnya melulu ditutupi kain sarung. Itupun melulu bagian bawahnya saja.

“Selamat siang”,,kembali saya ulangi kalimat penghormatan itu.

“Ya,,siang,”,,jawabnya seraya menatap wajah saya seolah malu,,takut dan kaget.

“Dari mana Pak dan cari siapa”,,tanya perempuan itu.

“Maaf dik,,numpang tanya,,apa betul ini lokasi tinggal Azis”,,tanya saya.

“Betul sekali pak,,dari mana yah?”,,tanya wanita tersebut lemah lembut.

“Saya bermukim tidak jauh dari sini dik,,saya hendak ketemu Azis. Beliau ialah teman lama saya sewaktu kami sama-sama duduk di SMA dulu”,,lanjut saya seraya menyodorkan tangan saya guna menyalaminya. Wanita tersebut mebalasnya dan tangannya terasa lembut sekali tetapi sedikit hangat.

“Oh,,yah,,syukur bila begitu. Ternyata ia punya rekan lama di sini dan ia tak pernah ceritakan padaku”,,ucapannya seraya mempersilahkanku masuk. Sayapun langsung duduk di atas kursi plastik yang terdapat di ruang tamunya seraya memperhatikan suasana dalam lokasi tinggal itu,,termasuk letak lokasi tidur dan TVnya guna membandingkan dugaanku sewaktu mengintip tadi

Setelah saya duduk,,saya berniat menanyakan hubungannya dengan Azis,,tapi ia nampak buru-buru masuk ke dalam,,entah ia inginkan berpakaian atau memungut suatu hidangan. Hanya berselang sejumlah saat,,wanita tersebut sudah terbit kembali dalam suasana berpakaian sesudah tadinya tidak menggunakan baju,,bahkan ia membawa secangkir kopi dan kue lalu ditaruh di atas meja kemudian mempersilahkanku mencicipinya seraya tersenyum.

“Maaf dik,,kalau boleh saya tanya,,apa adik ini saudara dengan Azis?”,,tanyaku sarat kekhawatiran kalau-kalau ia tersinggung,,meskipun saya semenjak tadi menduga bila wanita itu ialah istri Azis.

“Saya kebetulan istrinya pak. Sejak 3 tahun kemudian saya menggelar pernikahan di Kalimantan,,namun Tuhan belum mengaruniai seorang anak”,,jawabnya dengan jujur,,bahkan sempat ia kisah panjang lebar tentang latar belakang perkawinannya,,asal usulnya dan tujuannya ke Kota ini.

REDMIQQ – Setelah saya memperhatikan ulasannya tentang dirinya dan kehidupannya bareng Azis,,saya bisa mengambil benang merah bahwa perempuan itu ialah suku di Kalimantan yang asal usul keturunannya pun berasal dari suku di Sulawesi. Ia kawin dengan Azis atas dasar jasa-jasa dan budi baik mereka tanpa didasari rasa cinta dan kasih sayang yang mendalam,,seperti halnya yang menimpa family saya. Ia tetap berjuang dan berusaha untuk mencari nilai-nilai cinta yang terdapat pada mereka berdua siapa tahu kelak dapat dibangun. Anehnya,,meskipun kami baru ketemu,,namun ia seolah hendak membeberkan segala suasana hidup yang dialaminya bareng suami sekitar ini,,bahkan terkesan kami akrab sekali,,saling menukar empiris rahasia lokasi tinggal tangga tanpa terdapat yang kami tutup-tupi. Lebih heran lagi,,selaku orang pendiam dan tidak cukup pergaulan,,saya malah seolah mengejar diriku yang sebetulnya di lokasi tinggal itu. Karena senang, bahagia dan asyiknya pembicaraan kami berdua,,sampai-sampai saya nyaris lupa menanyakan ke mana suaminya ketika ini. Setelah kami saling mengetahui kepribadian,,maka kesudahannya sayapun menanyakan Azis (suaminya itu).

“Oh yah,,hampir lupa,,ke mana Azis kini ini, kok dari tadi tidak kelihatan?”,,tanyaku sambil menginvestigasi semua sudut lokasi tinggal itu.

“Kebetulan ia pulang dusun untuk memungut beras dari hasil panen orangtuanya tadi pagi,,tapi katanya ia tidak bermalam kok,,mungkin sebentar lagi ia datang. Tunggu saja sebentar”,,jawabnya seolah tidak menghendaki saya kembali dengan cepat melulu karena Azis tidak di rumah.

“Kalau ke kampung seringkali jam berapa mendarat di sini”,,tanyaku lebih lanjut.

“Sekitar jam 8.00 atau 9.00 malam”,,jawabnya seraya menoleh ke jam dinding yang tergantung dalam ruangan itu. Padahal ketika ini tanpa terasa jarum jam sudah mengindikasikan pukul 7.00 malam.

Tak lama sesudah itu,,ia nampaknya buru-buru masuk ke ruang dapur,,mungkin ia inginkan menyiapkan santap malam,,tapi saya teriak dari luar bila saya baru saja santap di lokasi tinggal dan melarangnya ia repot-repot menyiapkan santap malam. Tapi ia tetap mengobarkan kompornya kemudian memasak seolah tak mengharapkan aku pulang dengan cepat. Tak lama setelah itu,,iapun pulang duduk di depan saya melanjutkan perbincangannya. Sayapun tak kehabisan bahan guna menemaninya. Mulai dari soal-soal empiris kami di dusun sewaktu kecil sampai soal lokasi tinggal tangga kami masing-masing.

BANDARPKV – Karena nampaknya kami saling terbuka,,maka sayapun berani menanyakan mengenai apa yang dikerjakannya tadi,,sampai lama sekali baru dibukakan pintu tanpa saya beritahu bila saya mengintipnya tadi dari selah jendela. Kadang ia menatapku kemudian tersenyum seolah terdapat sesuatu berita gembira yang ingin dikatakan padaku.

“Jadi bapak ini lama mengetuk pintu dan menantikan di luar tadi?”,,tanyanya seraya tertawa.

“Sekitar 30 menit barangkali,,bahkan nyaris saya pulang,,tapi untung saya jajaki kembali mengetuk pintunya dengan keras”,,jawabku terus terang.

“Ha.. Ha.. Ha.. Saya ketiduran sewaktu nonton acara TV tadi”,,katanya dengan jujur seraya tertawa terbahak-bahak.

“Tapi bapak tidak hingga mengintip di samping lokasi tinggal kan? Maklum bila saya tertidur seringkali terbuka pakaianku tanpa terasa”,,tanyanya seolah mencurigaiku tadi. Dalam hati saya jangan-jangan ia sempat menyaksikan dan merasa diintip tadi,,tapi saya jangan bertingkah yang mencurigakan.

“Ti.. Ti.. Dak barangkali saya lakukan tersebut dik,,tapi emangnya bila saya ngintip kenapa?”,,kataku terbata-bata, maklum saya tidak biasa bohong.

“Tidak masalah,,cuma tersebut tadi,,saya bila tidur jarang gunakan busana,,terasa panas. Tapi perasaan saya mengatakan bila ada orang tadi yang mengintipku lewat jendela sewaktu aku tidur. Makanya saya terbangun bersamaan dengan ketukan pintu bapak tadi”,,ulasnya curiga tetapi tetap ia ketawa-ketawa seraya memandangiku.

BandarQ Online – “M.. Mmaaf dik,,sejujurnya saya sempat mengintip lewat sela jendela tadi berhubung saya terlampau lama mengetuk pintu namun tidak terdapat jawaban. Jadi saya mengintip melulu untuk meyakinkan apa terdapat atau tidak terdapat orang di dalam tadi. Saya tidak punya maksud apa-apa”,,kataku dengan jujur,,siapa tahu ia betul melihatku tadi,,aku dapat dikatakan pembohong.

“Jadi apa yang bapak lihat tadi sewaktu mengintip ke dalam? Apa bapak sempat melihatku di atas lokasi tidur dengan telanjang bulat?”,,tanyanya sarat selidik, meskipun ia masih tetap senyum-senyum.

Togel Hari ini – “Saya tidak sempat menyaksikan apa-apa di dalam kecuali melulu kilatan cahaya TV dan sepotong kaki”,,tegasku sekali lagi dengan terus terang.

“Tidak apa-apa,,saya percaya perkataan bapak saja. Lagi pula seandainya bapak melihatku dalam suasana tanpa busana,,bapak tentu tidak heran, dan bukan soal baru untuk bapak,,karena apa yang terdapat dalam tubuh saya pasti sama dengan kepunyaan istri bapak,,yah khan?”,,ulasnya sarat canda. Lalu ia berlari kecil masuk ke ruang dapur guna meyakinkan apa nasi yang dimasaknya telah matang atau belum.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *