<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIwww.BDPKV.ORG 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus TurnOver 0.5%, Mudah Menang Dan Coba Sensasinya

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Sex Sofa Nikmat

Sex Sofa Nikmat – kali ini adalahsebuah nasib dari seorang bujangan oh bujangan,,cerita seks kali ini sebab pacar nggak punya temen cewek jarang,,kadang mbayangin di kerubutin cewek-cewek yg seksi dan panas. Kebiasaan menginginkan yg panas-panas juga menjadi kebiasaan. Apalagi bila lagi horny dan pengen banget waah dapat makin panas ne burung. Kakakakakakakaka 😀 . Kali ini ne,,cerita yg akan aku ceritakan mengenai kisahku yg benar benar aku gag nygka akan bisa laksana ini. Cerita yg benar-benar panas dan menggoda.

Jam 13:50 di flat lokasi tinggal Miko,,hujan bermukim gerimis saja tapi lumayan menyejukkan di siang hari yg seringkali panas. Rupanya hujan deras tadi menciptakan perjalanan dari bandara lumayan lama. Setelah mampir di warung Mas Mono untuk melakukan pembelian rokok anda berdua bergegas ke kamarku yg terletak di lantai 4.

“silakan masuk!”,,aku mempersilakan Aurel masuk kamarku.

“Tapi sorry yah tempatku acak-acakkan, maklum cowok”, aku agak tdk enak bila Aurel tdk nyaman di sini.

“Ah anda Miko,,biasa aja kok,,tempatku di Singapura pun nggak lebih bagus dari ini”,,ujarnya merendah.

Ruangan flatku tdk besar, terdiri dari ruang tamu,,satu kamar tidur,,kamar mandi dan dapur. Lumayan bikin bujangan.

“Wah!”,,seru Aurel.

“Sofa anda funky banget warnanya”, Aurel rupanya tertarik pada sofaku yg berwarna kuning itu.

Aku sendiri tdk suka dengan warna kuning sebab norak sekali. Tapi sofa pemberian kakakku ini dapat dirubah jadi lokasi tidur cadangan, jadi bermanfaat kalau terdapat teman-teman yg menginap di sini.

“Oh ini sofa udah lama,,ini diberi sama kakakku, Mbak Widya”,,kataku.

“Its very cool!” Aurel segera merebahkan tubuhnya di atas sofa itu.

Dari ekspresinya dia laksana anak kecil yg mengejar mainan lamanya.

“Eh sorry,,aku pun punya sofa warna kuning di apartemenku di Singapur”,,kata Aurel seraya mengubah posisi duduknya.

Dia laksana menyadari bila aku agak terbengong-bengong atas sikapnya tadi.

Aku pulang memutar otak,,bagaimana metodenya untuk menemukan tropi yg satu ini sebelum Erika menjemputnya. Segala macam teknik kupikirkan tergolong memberinya obat perangsang (tapi segera aku buang dari benakku sebab merasa malu sendiri). Aku duduk di sampingnya dan mengobarkan TV. Aurel bangkit dan bertanya.

“Miko,,aku haus anda ada es batu?” Aku heran dan berkata.

“Di kulkas terdapat air dingin tuh,,kamu tdk butuh pakai es batu lagi.” Aurel segera mangambil gelas dan sebotol air dingin di kulkas.

Aku menyaksikan TV seraya kakiku selonjoran di atas meja di depan sofa.

“Eh si Erika masih lama yah meeting-nya?” tanya Aurel sambari duduk di sampingku dan mendongkrak kakinya selonjoran di meja. “Nanti selama jam 3 atau jam 4 selesai,,dia bilang inginkan telpon kok bila udah selesai”, kataku menyatakan sambil menghembuskan asap rokok.

Tampak asap cerutu mengepul melenggok laksana tubuh seorang perempuan yg menggoda.

“Kamu mau pun nggak?” Aurel menawarkan segelas air minumnya.

“Oh no thanks.. dingin-dingin begini aku tdk dapat minum es.” Aku membalas singkat sambil menyimak sepasang kaki Aurel yg parkir di sebelah kakiku di atas meja.

Tampak gelang kakinya meningkatkan manis kakinya yg bagus dan terawat itu.

Terdengar suara Aurel yg minum gunakan sedotan dari gelas yg sudah berakhir airnya.

“Srrt,,srrt!”,,aurel menyedot gelas yg telah kosong. Aku menoleh ke arahnya dan tanpa kusangka sepasang mata bulatnya sedang menatapku dengan tatapan nakal.

Terlihat senyumnya yg kekanak-kanakan seraya bibirnya menyedot sedotan di gelas yg telah kosong itu. Rupanya Aurel menggodaku.

“Kayak anak-anak yah?” ujarnya seraya tetap tersenyum ke arahku. Aku tetap belum inginkan terpancing,,(soalnya fobia salah kira).

“Iseng banget sih kamu”,,aku membalas sambil menjawab senyumnya.

“Lagian daripada nungguin Erika lama banget.” Aku kian terkejut,,suara Aurel sengaja diciptakan seperti merengek manja.

Aku jadi kian salah tingkah, bingung apakah Aurel benar-benar menggodaku atau memang dia punya sifat manja? Belum berakhir kebingunganku, tiba-tiba kurasakan kaki Aurel menggelitik kakiku.

“Serius banget sih kamu,,biasa aja dong”,,ujarnya menggodaku lagi.

Pucuk ditimpa ulam tiba,,aku segera menjawab menggelitiki kakinya. Terdengar Aurel tertawa tertahan menyangga geli.

“Rel”,,ucapanku tertahan sebab Aurel menempatkan jari telunjuknya di atas bibirku mencukur perkataanku.

“Ssst,,stop talking”,,tatapan matanya berubah dan aku menyaksikan ada gairah dalam tatapannya.

Suaranya tersiar lebih mesra sedangkan nafasnya semakin berat.

“Kira-kira benak di kepala kita ketika ini sama nggak yah?” Perkataan Aurel tersebut segara manyalakan lampu di kepalaku yg dilanda kebuntuan semenjak tadi.

Segera aku mematikan rokok,,menyingkirkan gelas yg dipegangnya dan segera mengembalikan badan ke arahnya. Aurel mengubah posisi duduknya menjadi meringkuk,,kakinya ditekuk di depan dadanya. Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya tak sabar hendak melumat bibir tipisnya. Tiba-tiba Aurel menyangga tubuhku dengan tangannya dan agak mendorongku menjauh darinya.

“Wait a second”,,katanya.

“Kita lakuin step by step, OK”,,suara Aurel separuh memerintah dengan tatapan mata yg makin meredup menyangga gejolak hasratnya.

Aku kembali berjuang mendekat kepadanya laksana seekor pemangsa mendekati mangsanya. Kali ini gerak majuku tartahan oleh kaki kanan Aurel yg disodorkan menyangga dadaku. Aurel laksana menendang secara perlahan sampai kembali mendorongku mundur. Terlihat senyumnya dingin tapi sarat gairah ke arahku. Kakinya yg halus dan mulus tersebut diselipkan ke unsur kemejaku yg telah terbuka dan aku menikmati kakinya yg halus mengelus dadaku yg bidang dan agak berbulu.

Gerakan kakinya lincah bermain di atas puting dadaku. Kuraih betisnya kemudian lidahku mulai menjelajahi kaki Aurel yg estetis dan terawat itu. Mulai dari tumitnya ke unsur engkel kemudian ke arah betis unsur bawahnya. Halus dan hangat terasa di lidahku. Aurel kegelian,,ujung jari-jari kakinya sejumlah kali mengejang menahan kesenangan yg mulai merembet ke atas. BandarQ Online Terpercaya

Aku gemas menyaksikan jari-jari kakinya yg estetis tersebut kemudian kukulum satu persatu. “Iiih”,,aurel merintih lirih menyangga rasa geli bercampur nikmat. Sekitar 3 menit aku mengerjakan legs job saat Aurel yg telah tdk tahan lagi membuka ikat pinggangku dan membuka celanaku dengan sarat hasrat. Aku segera unik lepas baju kaos tanpa lengan yg dia kenakan. Terlihat bra hitamnya dan garis toketnya yg kencang dan ranum.

Begitu celana dalamku terlepas,,kemaluanku segera berdiri laksana ular kobra yg terusik. Aurel sejenak menggigit bibir bawahnya dan memeletkan lidahnya sebelum dia memagut penisku dangan rakusnya tanpa dipegang terlebih dahulu. Kedua tangan Aurel merayap ke atas dadaku seraya sesekali menciptakan gerakan laksana mencakar yg membangunkan sensasi tersendiri buatku. Kedua lengan Aurel tampak kencang dan pundaknya tampak lumayan atletis,,(belakangan aku baru tahu bila Aurel punya hobby diving/menyelam). Hangat terasa ketika penisku dikulumnya. Kadang Aurel memainkan penisku dalam mulutnya dengan lidah. Kemudian Aurel menciumku mulai dari penis terus ke atas sampai bibir anda berdua bertemu dan saling berpagutan dengan permainan lidah yg memabukkan.

Sementara tersebut Aurel mencungkil celananya sementara aku membuka bra-nya. Tampak toketnya yg ranum dan terbentuk dengan sempurna. Toket Aurel tdk termasuk besar namun bentuknya sungguh-sungguh indah dengan putingnya yg lancip laksana melotot ke arahku. kulingkarkan lenganku di pinggangnya yg ramping seraya mendekapkan kedua tubuh anda yg berciuman. Bagaikan es dan api bertemu menghasilkan getaran dahsyat salah satu kita. Aurel mendongak seraya menggoyang pinggulnya menggesek penisku.

“Oooh Miko,,uffssh”,,dia merintih sambil memejamkan matanya.

Aku menciumi lehernya yg jenjang,,lalu telinganya lantas turun ke toketnya. Aku memainkan lidahku di ujung puting susunya.

“Uuuhh,,yes Mikooo!”,,aurel memeluk dan menenggelamkan wajahku salah satu toketnya. Tercium wangi wewangian tubuh perempuan yg sedang dilanda birahi.

Aku merebahkan tubuhnya kemudian meneruskan eksplorasiku ke unsur bawah. Kugerakkan tanganku mencakar halus pinggangnya hingga ke toketnya. Aurel meremas kedua tanganku,,menahan geli yg ditimbulkannya.

“Ssshh,,sshh!”,,aurel mendesis berkali-kali menahan kesenangan itu.

Aku unik turun celana dalamnya yg berwarna putih dengan motif kupu-kupu berwarna-warni. Sesaat lantas aku telah berhadapan dengan tropi itu. Lubang memek Aurel yg terlihat tebal dengan bulu-bulu yg kelihatannya sering dipotong sehingga tumbuh rapi.

Sejenak aku mengagumi keindahan lubang memeknya,,lalu Aurel bergerak tidak banyak mengusung pinggulnya dan membuka agak lebar kedua pahanya seakan menyodorkan menu utamanya ke wajahku. Aku memainkan klitorisnya dengan tanganku,,sementara kujilati kedua pahanya.

“Aaahh,,sshh”,,aurel merintih lirih.

Aku menikmati wewangian kewanitaannya yg semerbak bersamaan keluarnya cairan cinta dari lubang memeknya. Kubenamkan wajahku ke lubang memeknya seraya menjilati bibir kemaluannya. Klitorisnya yg berwarna merah jambu kukulum seraya kumainkan dengan lidahku. Tubuh Aurel menggelinjang bergetar.

“Uuuhffss,,aaahh!”,,aurel menjerit menahan kesenangan sambil tangannya menggenggam tepi sofa.

Kurasakan cairan kemaluannya deras mengalir dan kuhisap dengan sarat kepuasan.

“Mik,,masukin sekarang,,aku nggak tahan nich”,,aurel lirih memohonku guna segera menginjak tubuhnya.

Aku segera menanam tubuhku di atas tubuhnya yg ramping seksi serta kencang itu. Berdesir darahku menyaksikan Aurel tergeletak polos telanjang. Kulitnya yg berwarna kemerahan sebab terbakar matahari tetapi tetap mulus dan halus karena diasuh dengan baik sampai menambah gairahku. Body Aurel agak kurus namun kencang dan atletis serupa-serupa pelari sprinter namun untungnya tdk hingga berotot.

“Mikoo,,jangan tak sempat pake pengaman,,aku tdk hendak hamil”,,suara Aurel yg seksi mengingatkanku.

“Ok,,tenang aja”,,aku segera meraih dompetku dan menerbitkan kondom yg tidak jarang kali kusiapkan di situ.

Si junior bersarungkan karet siap tempur! Aurel menggenggam penisku dan menuntunnya ke lubang memeknya yg merah basah.

Sejenak sempat kudengar Aurel mendesis ketika meraih penisku.

“Uuu,,besar dan kuat”,,ujarnya separuh berbisik seperti berkata pada dirinya sendiri.

Begitu ujung kepalanya menempel di bibir kewanitaannya,,kurasakan getaran listrik yg mulai menjalar di semua tubuhku. Lalu perlahan aku dorongkan ke dalam lubang memeknya.

“Uuuhhss,,yess,,mikoo,,uuffssh”,,aurel merintih sambil mendongakkan kepalanya. Dengan satu desakan berikutnya penisku telah masuk secara full dalam lubang memek Aurel yg hangat dan tebal.

Aurel mengalungkan kedua tangannya di leherku dan kedua kakinya melingkar di pinggangku.

Aku mulai gerakan memompa lubang memeknya.

“Yess,,uff Miik”,,aurel menjerit halus seraya memejamkan matanya.

Gerakanku semakin lama semakin cepat dengan desakan yg kian kuat menerobos kedalaman lubang memek Aurel yg merespon dengan berdenyut-denyut laksana memijit penisku. Tiba-tiba Aurel membuka matanya dan berbisik lirih.

“Mik ganti posisi,,aku biasa orgasme seraya doggy”,,kami segera ganti posisi,,badan Aurel membalik dalam posisi menungging,,(doggy style). Katanya dia biasa orgasme dalam posisi ini.

Aku menuruti permintaan Aurel yg jelas dalam posisi ini aku jadi dapat melihat postur Aurel lebih lengkap. Biarpun Aurel ramping,,tapi dia mempunyai pantat yg padat dan berisi sampai-sampai dengan pinggangnya yg ramping kian membuat pantatnya montok. Aku segera menunjukkan penisku kembali,,kali ini penetrasi dari belakang.

“Srrt”,,makin fasih penetrasiku kali ini soalnya unsur luar lubang memek Aurel sudah kian basah.

Aurel menggenggam pegangan sofa dengan kedua tangannya. Aku menciumi lehernya dari belakang seraya kadang-kadang menggigit pundaknya. Ternyata Aurel sangat kawakan dalam posisi ini dia kian aktif bergerak,,selain mengekor gerakan maju mundurku pinggulnya juga bergoyang mengocok penisku.

“Aurel,,pinggul anda hebat banget”,,aku berbisik terengah-engah.

Aurel menjawabnya dengan erangan-erangan,,dia menoleh kepadaku seraya menggigit bibir bawahnya. Terlihat peluh mengairi wajahnya yg kian memerah.

Sesaat lantas dia berbisik kepadaku.

“Faster,,sayang,,lebih cepat!”,,suaranya dibarengi deru nafas yg memburu.

Rupanya dia telah semakin mendekati klimaks. Aku juga meresponnya dengan gerakan yg lebih cepat dan keras. Kutusukkan penisku kian dalam ke lubang memeknya seiring perasaan klimaks yg telah diambang.

“Aaahh Uuuh Sssh,,teruus Miko ahh”,,aurel menjerit seraya bergerak makin binal sampai sofa ini bergetar berderik-derik.

Kuteruskan gerakanku dengan mengerahkan sekuat tenaga mengimbangi gerakan binal Aurel. Gerimis masih turun di luar saat Aurel tiba-tiba menjerit.

“Aaah Uuuhhffsshh,,mikooo”,,kepalanya mendongak,,tubuhnya bergetar hebat dan kurasakan semburan hangat dari lubang memeknya merembes hingga ke buah kemaluanku.

Aku pun mencungkil jutaan spermaku memancar kencang mengisi karet kondom yg kupakai.

“Uuu,,yess”,,aurel menyelesaikan gelombang kenikmatannya.

Sejenak tubuh kami mengejang bareng lalu rebah lunglai di atas sofa kuning. Aurel rebah menelungkup dengan tubuhku di atasnya. 15 menit lantas kami duduk dan mulai merapikan pakaian kami.

“Kok jadi begini yah”,,aku laksana bicara pada diriku sendiri,,(sengaja biar tdk ketahuan niatnya).

“Tau nggak apa sebabnya?”,,aurel berbicara sambil menatap lekat wajahku.

Kemudian dia melanjutkan dengan senyum nakalnya yg penuh makna itu.

“Sofa kuning ini,,bikin aku sugesti bikin ngelakuinnya”,,aku masih tdk memahami maksudnya,,kemudian Aurel menambahkan.

“Kan udah kubilang,,di apartemenku di Singapur aku punya sofa kuning”,,katanya.

“Terus?”,,aku mohon penjelasan. Aurel menambahkan.

“Pertama kali aku bercinta di sofa tersebut dan sampai kini aku tidak jarang kali melakukan kegiatan seksualku di sofa itu”,,lalu ia melanjutkan.

“Sofa anda mengingatkanku sama punyaku di sana,,so sofa kuning ini turn me on,,bikin aku terangsang”.

Aku tercengang kok dapat begitu? belum berlalu keherananku Aurel berbicara lagi.

“Tapi punya anda besar pun kok,,I like it very much”,,ujarnya tersenyum seraya berjalan ke arah kamar mandi. DominoQQ Online Terpercaya

LAGA99 – Aku masih duduk lemas di atas sofa tersebut ketika HP-ku berbunyi. Ternyata Erika telah berlalu dengan presentasinya dan kini sudah mendarat di sini. Dia menantikan Aurel di lokasi parkir. Aku mengirimkan Aurel ke bawah dan di tangga Aurel sempat berbisik.

“Miko,,sofanya tidak boleh kamu ganti yah! soalnya bila aku kangen sama sofaku di Singapur tentu aku ke sini lagi.” Aha! tentu akan aku rawat dengan baik.

REDMIQQ – Kalau butuh tdk boleh terdapat orang beda yg duduk di situ di samping Aurel saja.

BANDARPKV – Begitulah yg terjadi di flatku senja itu. Betul-betul story baru yg membuatku semangat. Karena Erika inginkan langsung kembali sama Aurel dan kelak dia mesti terbit kota,,jadi dagangan bawaan Aurel tersebut dititipkan padaku. Biar aku yg membawanya kelak sekalian ke kantor.

HITSBOLA – Begitulah masing-masing Aurel kangen pada sofa kuningnya di Singapura maka dia tidak jarang kali datang ke apartemenku dan disaat tersebut pula kami bercinta habis-habisan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *