Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Skandal Adik Ipar Di Dalam Keluarga

Skandal Adik Ipar Di Dalam Keluarga – Kehidupan terus berjalan. Usia kandungan istri saya memasuki bulan ke-4. Tahu sendirilah bagaimana situasi perempuan bila sedang hamil muda. Bawaannya malas melulu. Tapi guna urusan kegiatan dia paling bersemangat. Dia memang pekerja yang ambisius.

Berdedikasi,,disiplin,,dan sarat tanggung jawab. Karena tersebut jadwal terbit kota tetap dijalani. Kualitas hubungan seks kami kian buruk. Dia seakan benar-benar tak hendak disentuh kecuali pada ketika benar-benar sedang relaks. Saya pun tak hendak memaksa. Karenanya saya kian sering beronani diam-diam di kamar mandi. Kadang-kadang saya kasihan terhadap diri sendiri. Kata-kata Mbak Maya tidak jarang terngiang-ngiang, khususnya sesaat sesudah sperma menyemprot dari penis saya. “Kacian adik iparku ini”. Tapi saya tak punya opsi lain. Saya tak suka “jajan”. Maaf,,saya agak jijik dengan wanita lacur.

Tiap kali beronani,,yang saya bayangkan ialah wajah Mbak Maya atau si bungsu Rosi,,bergantian. Rosi sudah tumbuh menjadi gadis yang benar-benar matang. Montok,,lincah. Cantik sarat gairah,,dan terkesan genit. Meskipun masih bersikap manja terhadap saya,,tetapi telah tidak pernah lagi bergayutan di tubuh saya laksana semasa saya ngapelin kakaknya. Saya sering menculik pandang ke arah payudaranya. Ukurannya paling saya idealkan. Sekitar 34. Punya istri saya sendiri melulu 32.

REDMIQQ – Seringkali,,di balik baju seragam SMU-nya saya lihat gerakan estetis payudara itu. Keinginan untuk menyaksikan payudara tersebut begitu kuatnya. Tapi bagaimana? Mengintip? Di mana? Kamar mandi kami paling rapat. Letak kamar saya dengannya berjauhan. Dia menduduki kamar di sebelah gudang. Yang sangat ujung kamar Mak Jah,,pembantu kami. Setelah kamar Mayang,,kakak Rosi,,baru kamar saya. Kamar kami seluruhnya tercipta dari tembok. Sehingga tak mugkin bikin ngintip. Tapi tunggu! Saya terkenang gudang. Ya,,kalau tidak salah antara gudang dengan kamar Rosi terdapat suatu jendela. Dulunya gudang ini memang berupa tanah kosong semacam taman. Karena mertua perlu gudang tambahan,,maka dibangunlah gudang. Jendela kamar Rosi yang menghadap ke gudang tidak dihilangkan. Saya pernah mengamati,,dari jendela itu dapat mengintip isi kamar Rosi.

Sejak itulah niat saya kesampaian. Saya paling sering diam-diam ke gudang begitu Rosi berlalu mandi. Memang terdapat celah kecil namun tak lumayan untuk mengintip. Karenanya diam-diam lubang tersebut saya perbesar dengan obeng. Saya benar-benar takjub menyaksikan sepasang payudara montok dan estetis milik Rosi. Meski paling jarang, saya pun pernah menyaksikan kemaluan Rosi yang ditumbuhi bulu-bulu lembut.

Tiap kali mengintip,,selalu saya mengerjakan onani sehingga di sekitar lubang intipan tersebut terlihat bercak-bercak sperma saya. Tentu melulu saya yang tahu mengapa dan apa bercak itu. Keinginan untuk merasakan tubuh Rosi kian menggelayuti pikiran saya. Tetapi tidak jarang kali tak saya temukan jalan. Sampai kesudahannya malam itu. Mertua saya meminta saya menemani Rosi guna menghadiri Ultah temannya di suatu diskotik. Ibu cemas terjadi apa-apa. Dengan perasaan spektakuler gembira saya antar Rosi. Istri saya mengajak saya membawa mobil. Tapi saya menolak. “Kamu kan mesti detailing. Pakai saja. Masa orang hamil inginkan naik motor?” Padahal yang sebenarnya,,saya hendak merapat-rapatkan tubuh dengan Rosi.

Kami berangkat selama pukul 19.00. Dia membonceng. Kedua tangannya mendekap pinggang saya. Saya rasakan benda kenyal di punggung saya. Jantung saya berdesir-desir. Sesekali dengan badung saya injak pedal rem dengan mendadak. Akibatnya terjadi sentakan di punggung. Saya pura-pura tertawa saat Rosi dengan manja memukuli punggung saya.

“Mas Andy genit”,,katanya.

Pada sebuah ketika,,mungkin sebab kesal. Rosi bahkan tanpa saya duga sengaja menempelkan dadanya ke puggung saya. Menekannya.

“Kalau inginkan gini,,bilang aja terus terang”,,katanya.

“Iya iya mau”,,sahut saya.

Tidak terdapat tanggapan. Rosi bahkan menggeser duduknya,,merenggang. Sialan.

Malam tersebut Rosi mengenakan rok span ketat dan atasan tank top,,dibalut jaket kulit. Benar-benar seksi ipar saya ini.

Di diskotik telah menantikan teman-teman Rosi. Ada selama 15-an orang. Saya tidak mempedulikan Rosi berabung dengan teman-temannya. Saya memilih duduk di sudut. Malu dong bila nimbrung. Sudah tua,,ihh. Saya melulu mengawasi dari kejauhan,,menikmati tubuh-tubuh estetis para ABG. Tapi pandangan saya selalu selesai ke tubuh Rosi. She is the most beautiful girl. Di antara saudara istri saya Rosi memang yang sangat cantik. Tercantik kedua ya Mbak Maya,,baru Yeni,,istri saya. Mayang yang terjelek. Tubuhnya kurus kering sampai-sampai tidak memunculkan nafsu.

Sesekali Rosi menengok ke arah lokasi duduk saya seraya melambai. Saya tersenyum mengangguk. Mereka turun ke arena. Sekitar tiga lagu Rosi mendekat saya.

“Mas Andy udah pesan minum?”,,tanyanya.

Dagu saya menunjuk gelas mengandung lemon tea di depan saya. Saya tak berani minum minuman beralkohol,,meski melulu bir. Saya juga bukan pecandu.

“Kamu kok ke sini,,udah sana gabung temen-temen kamu”,,kata saya.

Janjinya Rosi dkk kembali pukul 22.00. Tadi ibu mertua pun bilang agar pulangnya tidak boleh larut.

“Nggak enak liat Mas Andy mencangkung sendirian”,,kata Rosi duduk di sebelah saya.

“Sudah nggak pa-pa”.

“Bener?” Saya mengangguk,,dan Rosi pulang ke grupnya.

Habis satu lagu,,dia mengunjungi saya. Menarik tangan saya. Saya memberontak.

“Ayo. Nggak apa-apa, sekalian saya kenalin ama temen-temen. Mereka pun yang mohon kok”.

Saya menyerah. Saya ikut saja bergoyang-goyang. Asal goyang. Dunia diskotik sudah paling lama tidak saya kunjungi. Dulupun saya jarang sekali. Hampir tidak pernah. Saya ke diskotik sebatas supaya tahu saja kayak apa suasananya.

Sesekali tangan Rosi memegang tangan saya dan mengayun-ayunkannya. Musik bener-benr hingar-bingar. Lampu berkelap-kelip,,dan kaki-kaki menghentak di lantai disko. Sesekali Rosi mengarah ke meja guna minum.

Menjelang pukul 22.00 sebagian rekan Rosi pulang. Saya segera menyuruh Rosi kembali juga.

“Bentar dong Mas Andy,,please”,,kata Rosi.

Astaga. Tercium wewangian alkohol dari mulutnya.

“Heh. Kamu minum apa? Gila kamu. Sudah mari pulang”. Segera saya gelandang dia.

“Yee Mas Andy gitu deh”. Dia merajuk namun saya tak peduli. Ruangan ini mulai membosankan saya.

“Udah dulu ya bro,,sis. Satpam ngajakin kembali neh”.

“Satpam-mu itu”.

Saya menjitak lembut kepala Rosi. Rosi memang minum alkohol. Tak tahu apa yang diminumnya tadi. Dia juga terlihat sempoyongan. Saya jadi cemas. Takut nanti kena marah mertua. Disuruh jagain kok tidak bisa. Tapi terdapat senangnya pun sih. Rosi jadi lebih sering mendekap lengan saya agar tidak sempoyongn.

Kami mengarah ke tempat parkir untuk memungut motor. Saya tolong Rosi mengenakan jaket yang kami bermukim di motor. Saya tolong dia mengancing resluitingnya. Berdesir darah saya saat sedikit tersentuk bukit di dadanya.

“Hayoo,,nakal lagi”,,katanya.

“Hus. Nggak sengaja juga”.

“Sengaja nggak pa-pa kok Mas”.

Omongan Rosi kian ngaco. Dia tarik ke bawah resluitingnya.

Dan sebelum saya berkomentar dia telah berkata, “Masih gerah. Ntar bila dingin Rosi kancingin deh”.

Segera mesin kunyalakan,,dan motor melaju meninggalkan diskotik SO.

Sungguh menyenangkan. Rosi yang separuh mabuk ini seakan merebahkan badannya di punggung saya. Kedua tangannya mendekap erat perut saya. Jangan tanya bagaimana birahi saya. Penis saya menegang semenjak tadi. Dagu Rosu disadarkan ke pundak saya. Lembut nafasnya sesekali menyapu telinga saya. Saya perlambat laju motor. Benar-benar saya hendak menikmati. Lalu saya laksana merasa Rosi menghirup pipi saya. Saya hendak meyakinkan dengan menoleh. Ternyata memang dia baru saja menghirup pipi saya. Bahkan selanjutnya dia mengecup pipi saya. Saya kira dia benar-benar mabuk.

“Mas Andy. Rosi pengin pacaran dulu”,,katanya mengejutkan saya.

“Pacaran sama Mas Andy? Gila anda ya.” Penis saya kian kencang.

“Mau enggak?”.

“Kamu mabuk ya?” Dia tak menjawab. Hanya pelukannya tambah erat.

“Mas”.

“Hmm”.

“Mas masih suka coli?”.

“Hus. Napa sih?”.

“Pengen tahu aja. Mbak Yeni nggak inginkan melayani ya?”.

“Tahu apa anda ini”.

Saya tidak banyak berteriak. Saya kaget sendiri. Entah mengapa saya tidak suka dia omong begitu. Mungkin reflek saja sebab saya dipermalukan.

“Sorry. Gitu aja marah”. Rosi kembali menghirup pipi saya.

Bahkan dia tempelkan terus bibirnya di pipi saya,,sedikit di bawah telinga.

“Saya horny Ros”.

Cerita Sex Terpercaya – “Kapan? Sekarang? Ahh masak. Belum pun diapa-apain”

Saya raih tangannya dan saya taruh di penis saya yang menyodok celana saya. Terperanjat dia. Tapi diam saja. Tangannya menikmati sesuatu bergerak-gerak di balik celana saya.

“Pacaran ama Rosi inginkan nggak?”,,kata Rosi. Aroma alkohol benar-benar menyengat.

“Di mana? Lagian udah malam. Nanti Ibu marah bila kita kembali kemalaman”.

“Kalau ama Mas Andy dipastikan Ibu gak marah”.

“Sok tahu”.

“Bener. Ayuk deh. Ke taman aja. Tuh deket SMA I ajak. Asyik lagi. Bentar aja”.

Tanpa menantikan perintah,,motor saya arahkan ke Taman KB di seberang SMU I. Taman ini memang arena asyik untuk mereka yang seang berpacaran. Meski di sekitarnya kemudian lintas ramai, tapi sebab gelap,,yaa tetap enak bikin berpacaran.

Kami menggali bangku kosong di taman. Sudah agak sepi jadi agak gampang mencarinya. Biasanya lumayan ramai sehingga tidak sedikit yang berpacaran di rumputan. Begitu duduk. Langsung saja Rosi merebahkan kepalanya di dada saya. Saya tak mengira anak ini bakal begini agresif. Atau sebab pengaruh alkohol kian kuat? Entahlah. Kami melepas jaket dan menaruhnya di sekitar bangku.

“Kamu kan belum punya pacar,,kok telah segini berani Ros?”,,tanya saya.

“Enak aja belum punya pacar.” Dia protes.

“Habis siapa pacar kamu?” Saya genggam tangannya. Dia mengelus-elus dada saya.

“Yaa ini.” Dia membuka kancing kemeja saya. Saya kian yakin dia diracuni alkohol. Tapi apa peduli saya. Inilah saatnya.

Saya kecup keningnya. Matanya. Hidung,,pipi,,lalu bibirnya. Dia tersentak,,dan menyerahkan pipinya. Saya kembali menggali bibirnya. Saya kecup lagi perlahan. Dia diam. Saya kulum. Dia diam saja. Benarkah anak ini belum pernah berciuman bibir dengan cowok?

“Kamu belum pernah mengerjakan ya?”,,kata saya.

Dia tak menjawab. Saya cium lagi bibirnya. Saya julurkan lidah saya. Tangannya meremas pinggang saya. Saya hisap lidahnya,,saya kulum. Tangan saya sekarang menjalar menggali payudara. Dia menggelinjang tetapi tidak mempedulikan tangan saya menyusiup salah satu celah BH-nya. Ketika saya mengejar bukit kenyal dan meremasnya,,dia merintih panjang. Kedua kakinya terjatuh dari bangku dan menendang-nendang rumputan. Saya buka kancing BH-nya yang terletak di unsur depan. Saya usap-usap lembut,,ke kiri,,lalu ke kanan. Saya remas,,saya kili-kili. Dia mengaduh. Tangannya terus meremasi pinggang dan paha saya.

“Mas Andy”.

“Hmm”.

“Please.. Please”.

Saya mencicilkan muka saya menciumi bukit-bukit itu. Dia kian tak terkendali. Lalu,,srrt srrt..srrt. Sesuatu terbit dari penis saya. Busyet. Masa saya ejakulasi? Tapi benar,,mani saya sudah keluar. Anehnya saya masih bernafsu. Tidak seperti saat bersetubuh dengan Yeni. Begitu mani keluar,,tubuh saya lemas,,dan nafsu hilang. Saya pun masih menikmati penis saya mampu menerima rangsangan. Saya masih menciumi payudara itu,,menghisap puting, dan tangan saya membelai paha,,menyelinap salah satu celap CD. Membelai bulu-bulu lembut. Menyibak,,dan menikmati daging basah. Mulut Rosi terus mengaduh-aduh. Saya rasakan kemaluan saya digeggamnya. Diremas dengan kasar,,sehingga terasa sakit. Saya butuh menggeser lokasi duduk sebab sakitnya. Agaknya dia tahu,,dan melonggarkan cengkeramannya.

Lalu dia membuka resluiting celana saya,,merogoh isinya. Meremas kuat-kuat. Tapi dia berhenti sebentar.

“Kok basah Mas?”,,tanyanya. Saya diam saja.

“Ehh, ini yang dinamakan mani ya?”.

Sejenak kondisi kacau. Ini anak justeru ngajak diskusi sih. Dia cium penis saya namun tidak hingga menempel. Kayaknya dia mengupayakan membaui.

“Kok gini baunya ya?,,emang kayak gini ya?

“Heeh”,,jawab saya kemudian kembali memainkan kelaminnya.

“Asin pun ya?”.

Dia mengocok penis saya dengan tangannya.

“Pelan-pelan Ros. Enakan anda ciumin deh”,,kata saya.

Tanpa perintah lanjutan Rosi menghirup dan mengulum penis saya. Uhh,,kasarnya mohon ampun, Tidak terdapat enaknya. Jauhh dengan yang dilaksanakan Mbak Maya. Berkali-kai saya meminta dia guna lebih pelan. Bahkan sesekali dia menggigit penis saya hingga saya tersentak. Akhirnya saya pulang ejakulasi. Bukan oleh mulutnya tapi sebab kocokan tangannya. Setelah tersebut sunyi. Saya lemas. Saya benahi pakaian saya. Dia pun membenahi pakaiannya. Tampaknya dia sudah terbebas dari pengaruh alkohol. Wajahnya yang belepotan mani dimurnikan dengan tissu.

“Makasih pelajarannya ya Mas”. Dia mengecup pipi saya.

“Tapi anda janji jaga rahasia kan?” Saya hendak meyakinkan.

“Iyaah. Emang mau kisah ama siapa? Bunuh diri?”.

“Siapa tahu. Pokoknya just for us! Nobody else may knows”.

Dia mengangguk. Kami bersiap-siap pulang. Sepanjang perjalanan dia mendekap erat tubuh saya. Menggelendot manja. Dan benak waras saya mulai bekerja. Saya mulai dihinggapi kecemasan.

“Ros”.

“Yaa”.

Bandar Q – “Kamu nggak jatuh cinta ama Mas Andy kan? Everyting just for sex kan?”.

“Tahu deh”.

“Please Ros. Kita nggak boleh keterusan. Anggap saja tadi anda sedang mabuk.” Saya menghentikan motor.

“Iya deh”.

“Bener ya? Ingat,,mas Andy ini suami Mbak Yeni”.

Dia mengangguk mengerti.

Prediksi Togel – “Makasih Ros”. Saya pulang menjalankan motor.

“Apa yang terjadi malam ini,,tidak usahlah terulang lagi”,,kata saya.

Saya benar-benar fobia sekarang. Saya sadari, Rosi masih kanak-kanak. Masih labil. Dia amat manja. Bisa saja dia lepas kendali dan tak memahami apa makna hubungan seks sesaat. Lalu saya dengar dia sesenggukan. Menangis. Untunglah dia menepati janji. Segalanya berjalan laksana yang saya harapkan. Saya tak berani lagi mengulangi,,meskipun peluang selalu tersingkap dan dimulai oleh Rosi. Saya benar-benar fobia akibatnya. Saya tidak inginkan menhancurkan family besar istri saya. Tak inginkan menghancurkan lokasi tinggal tangga saya.

Saya melulu menikmati Rosi di dalam bayangan. Ketika sedang onani atau saat sedang bersetubuh dengan Yeni. Sesekali saja saya menginginkan Mbak Maya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *