Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Skandalku Dengan Bos Di Kantor

Skandalku Dengan Bos Di Kantor – Suatu hari aku dipanggil pimpinanku ke dalam ruangannya. Aku menduga-duga apa gerangan sebabnya aku dipanggil seketika begini. “Duduk, Dik. Tunggu sebentar ya,”,,katanya seraya meneruskan menyimak surat-surat yang masuk hari ini.

Setelah selesai menyimak satu surat barulah dia menatapku.

“Begini Dik Anto, kelak hari cuti nasional. Hari ini apa yang masih mesti diselesaikan?” tanyanya.

Aku beranggapan sejenak seraya mengingat lagipula tugas yang mesti kuselesaikan segera hari ini.

“Rasanya sih telah tidak terdapat lagi yang mendesak pak,ada sejumlah proposal dan rencana kerja yang mesti saya buat,,tapi masih dapat ditunda hingga minggu depan. Ada apa Pak?”,tanyaku.

“Anu,ada tamu dari Kalimantan,,namanya Pak Jainudin,,panggil aja Pak Jay. Sebenarnya bukan guna urusan kantor anda sih. Hanya kebetulan saja pas dia terdapat di sini,,jadinya sekalian aja. Dia menginap di Bekasi. Tadi dia telpon katanya mohon tolong supaya diantarkan surat yang kemarin Dik Anto bikin konsepnya guna dipelajari,,jelaskan aja detailnya. Nanti Dik Anto antar saja ke sana dan bayar bill hotel beliau. Layani sampai berlalu urusannya,,kalau butuh nanti nggak usah pulang ke kantor. Besok beliau kembali. Kalau mobil kantor pas kosong,,pakai taksi aja soalnya ini penting. Uangnya ambil di kasir!” katanya sambil menyerahkan memo kepadaku guna ambil duit di kasir.

Bandar Q Online Bergegas aku ke kasir seraya cek di resepsionis terdapat mobil kantor lagi kosong atau tidak. Ternyata seluruh mobil lagi dipakai. Jadi aku naik taksi ke Bekasi.

Setelah hingga di hotel yang dituju,,aku segera mendatangi Pak Jay,,dan memberikan berkas yang dimaksud. Setelah dia bertanya mengenai detail dari berkas tadi, dia katakan bahwa dia sudah memahami dengan isinya dan setuju. Hanya terdapat perbaikan redaksional saja.

“OK Dik,,nanti saya kabari. Begini saja,,konsep ini saya bawa dulu. Perbaikannya nanti menyusul saja. Hanya redaksional kok. Isinya saya telah paham dan prinsipnya setuju,”,katanya.

“Oh ya pak,,pimpinan saya ucapkan bahwa bill hotel bapak biar kami yang selesaikan,”,kataku.

“Aduh,,jadi merepotkan. Sampaikan terima kasih dan salam guna pimpinanmu, Pak Is”,,katanya seraya menyalamiku.

“Baik Pak nanti saya sampaikan,,selamat jalan”.

Aku lantas membereskan bill di front office. Tiba-tiba saja petugas hotel memanggilku.

“Maaf Pak Anto ya? Ini Pak Jay inginkan bicara,”,katanya sambil memberikan gagang telepon. Kuterima gagang telepon dan dari seberang Pak Jay berkata”Dik,,saya tak sempat kasih tahu. Kebetulan seluruh urusan saya berlalu hari ini jadi saya dapat pulang siang nanti. Dik Anto tunggu sebentar di bawah ya!”

Aku menantikan Pak Jay turun ke lobby. Sebentar lantas dia telah datang dan mohon dipanggilkan taksi. Kupanggilkan taksi,,dia naik dan katanya.

“Terima kasih tidak sedikit lho bantuannya”.

Aku menggangguk dan tersenyum saja. Setelah taksinya pergi, aku beranggapan kalau dia jadi pulang,,sementara bill sudah ditunaikan penuh hingga besok,,sayang rasanya. Biar aja kuisi kamarnya hingga besok,,toh kelak juga libur. Aku lapor ke resepsionis.

“Mbak, Pak Jay telah check out, saya gunakan kamarnya hingga besok. Tapi bantu beresin dulu kamarnya,,saya inginkan jalan dulu sebentar. Boleh kan?” kataku.

“Boleh pak,,silakan saja,”,katanya seraya tersenyum.

Akhirnya saya keliling-keliling di Kota Bekasi. Nggak terdapat yang mengherankan sih. cuma telah lama saja tidak ke Bekasi. Setelah sejumlah lama,,capek pun rasanya badanku. Aku kesudahannya masuk ke suatu panti pijat tradisional. Siapa tahu bisa massage girl yang oke,,setelah dipijat nanti gantian anda yang memijatnya.

Seperti biasa begitu masuk di ruang depan aku disodori foto-foto close up yang cantiknya mengungguli artis. Mbak yang jaga mengomentari seraya sekalian promosi. Si A pijatannya bagus dan orangnya supel, Si B agak bawel tapi cantik, Si C hitam manis dan ramah dan lain-lainnya. Aku sih tidak tertarik dengan promosinya. Pilihanku seringkali menurut feeling saja.

Pada ketika lihat-lihat foto,,ada perempuan yang masuk. Kulihat sekilas, bila dia massage girl di sini aku pilih dia saja.

Kutanya pada yang jaga,,” Mbak, yang tadi barusan lewat kerja di sini juga?”

“Ya Mas,,dia baru mohon ijin terbit sebentar tadi. Katanya ada tidak banyak keperluan,” jawabnya.

“Boleh pijat sama dia Mbak?”,tanyaku lagi.

“Boleh saja,,tapi tarif untuknya agak tinggi sedikit,”,katanya seraya tersenyum lantas menuliskan rupiah yang mesti kusediakan.

Redmi99.net – Kuiyakan dan disuruhnya aku masuk ke kamar VIP,,ada AC-nya meskipun berisik dan tidak terlampau dingin. Sambil menantikan di dalam kamar,,kuamat-amati sekelilingku. Sebuah kamar berukuran 3 X 2 meter dengan suatu spring bed guna satu orang dan suatu meja kecil yang di atasnya terdapat cream pijat dan handuk. Pintunya diblokir dengan korden kain hingga ke lantai. Kulepaskan pakaianku bermukim celana dalam saja. Iseng-iseng kubuka laci meja kecil di sampingku. Ada kotak “25” yang telah kosong.

Tidak lama lantas gadis pemijat yang kupesan telah muncul. Kuamati lagi dengan lebih teliti. Lumayan. Kulitnya putih,,tinggi (untuk ukuran seorang wanita) dengan bentuk tubuh seimbang. Ia mengenakan celana panjang hitam dan kaus putih. BH-nya yang berwarna hitam nampak jelas membayang di badannya.

“Selamat siang,”,sapanya sambil memblokir korden dan mengikatkan pinggirnya pada kaitan di kusen pintu.

“Siang,”,jawabku singkat.

“Silakan berbaring tengkurap Mas,,mau diurut atau dipijat saja”.

“Punggungku dipijat saja,,kaki dan tangan boleh diurut”.

Aku berbaring di atas spring bed. Ia mulai memijat jari dan telapak kakiku.

“Namanya siapa Mbak?”,tanyaku.

“Apa perlunya Mas tanya-tanya nama segala. Mas kerja di Sensus ya?” Jawabnya seraya tersenyum. Meskipun jawabannya begitu namun dari nada suaranya dia tidak marah.

Akhirnya seraya memijat aku tahu namanya, Wati,,berasal dari Palembang. Pijatannya sebetulnya tidak terlampau keras. Sepertinya dia pernah belajar mengenai anatomi tubuh insan sehingga pada titik-titik tertentu terasa agak sakit andai dipijat.

“Aduh.. Pelan tidak banyak dong!”,teriakku saat dia memijat unsur betisku.

“Kenapa Mas, Sakit? Kalau dipijat sakit berarti terdapat bagian yang memang tidak beres. Coba unsur lain,,meskipun pijatannya lebih keras namun kan nggak sakit”.

Kupikir benar pun pendapatnya. Aku tidak banyak pernah baca mengenai pijat refleksi yang membuka simpul syaraf dan melancarkan aliran darah sampai-sampai metabolisme tubuh pulang normal. Ia memijat pahaku.

“Hmmhh.. Ada urat yang tidak banyak ketarik Mas. Pasti sejumlah hari ini adik kecilnya tidak dapat bangun secara maksimal,”,katanya.

Memang sejumlah hari ini,,entah sebab kelelahan bekerja atau karena lain sampai-sampai pada pagi hari ketika bangun istirahat adik kecilku kondisinya tidak cukup tegang. Aku tidak terlampau memperhatikan sebab pikiran memang lagi konsentrasi untuk menuntaskan pekerjaan minggu ini. Tangannya sejumlah kali mulai menyenggol kejantananku yang terbungkus celana dalam. Tapi anehnya aku sama sekali nggak terangsang. Kucoba untuk mendongkrak pantatku dengan asa tangannya dapat lebih ke depan lagi, namun ditekannya lagi pantatku.

“Sudahlah, Mas diam saja nanti nggak jadi pijat,”,,katanya.

Kali ini tangannya benar-benar meremas adik kecilku. Tapi sekali lagi aku heran,,karena nggak dapat terangsang. Tangannya sekarang memijat pinggangku. Ibu jarinya mengurangi pantatku unsur samping dan jari lainnya memijat-mijat selama kandung kemih.

“Penuh.. Beberapa hari tentu tidak dikeluarkan ya Mas? Maklum adiknya pun lagi nggak fit,”,komentarnya agak ngeres.

Lagi-lagi tebakannya benar. Aku tidak tahu dia asal tebak atau memang terdapat ilmunya guna hal-hal laksana itu.

“Hhh,,”,,kataku saat ia mulai mengurangi punggungku,,kemudian terus hingga tengkuk.

Aku mulai merasa rileks dan mengantuk. Enak pun pijatannya. Kini kakiku diurutnya dengan cream pijat. Sampai di sekitar pahaku dia berkata”Tahan tidak banyak Mas,,agak sakit memang”. Tangannya dengan powerful mengurut paha unsur dalamku. Terasa sakit sekali.

“Uffpp.. Haahh,”,kataku sambil menyangga sakit.

Kepalaku kubenamkan ke bantal. Setelah kedua belah pahaku diurut terasa terdapat perbedaan. Kejantananku mulai bereaksi saat tangannya menyusup ke bawah pahaku. Pelan tapi tentu kejantananku mulai membesar sampai-sampai terasa mengganjal. Aku agak mendongkrak pantatku untuk menggali posisi yang enak. Kali ini dibiarkannya pantatku naik dan tanganku meluruskan senjataku pada arah jam 12.

“Balik badannya,,dadanya inginkan dipijat nggak?”

Kubalikkan badanku. Kulihat keringat mulai menitik di lehernya. Untung terdapat AC,,meskipun tidak bagus,,sedikit menolong. Wati mengusap-usap dadaku.

“Badanmu bagus Mas,,dadanya diurut ya?”

“Nggak usah,,tanganku aja deh diurut,”,,kataku.

Ia duduk di sampingku dengan kaki menggantung di samping ranjang. Ketika ia meluruskan dan mengurut tanganku kupegang dadanya. Lumayan besar,,tapi agak kendor.

“Tangannya,,”,,katanya mengingatkanku.

Tidak berapa lama ia sudah berlalu memijat dan mengurut badanku. Aku meregangkan badan. Terasa lebih segar.

“Sebentar saya ambil air dulu Mas,”,ia terbit kamar dan pulang dengan membawa air hangat dan handuk kecil.

Dicelupkannya handuk kecil ke dalam air hangat dan dilapnya semua tubuhku hingga bekas cream pijat hilang. Kemudian dilapnya badanku sekali lagi dengan handuk yang terdapat di atas meja kecil. Aku pulang terangsang saat dia melap dadaku. Kuperhatikan dia dan kupegang tangannya di atas dadaku. Ia memutar-mutarkan tangannya yang dibungkus handuk.

“Kenapa Mas,”,,bisiknya.

“Ingin dikeluarin agar nggak sarat dan meluap terbuang,”,,kataku.

Ia menggerakkan tangan,,kode guna mengocok penisku.

“Nggak boleh emangnya disini ya? Ini apa?”,,tanyaku seraya membuka laci meja dan mengindikasikan kotak,,“25”,,yang kosong tadi.

“Mas ini tangannya usil deh. Bukan begitu Mas,,bos lagi terdapat di sini. Dia kesini seminggu dua kali. Dia tidak mengizinkan kami guna begituan dengan tamu,,katanya belakangan ini tidak jarang ada razia,”,jawabnya.

Kami diam sejumlah saat,,tensiku telah mulai turun.

“Begini saja Mas,,kebetulan saya pun lagi hendak dan Mas sebetulnya sesuai dengan seleraku dan rasanya dapat memuaskanku. Sekali-sekali hendak juga merasakan kesenangan. Nanti malam saja anda ketemu sesudah jam 10 malam, sini telah tutup”.

Kutanya berapa tarifnya guna semalam.

“Jangan salah kira Mas,,tidak seluruh wanita pemijat melulu ingin duit saja. Sudah kubilang bila kita nanti dapat take and give. Just for fun”.

Busyet.. Entah benar entah tidak bahasa yang diucapkannya aku tidak peduli. Malam ini aku bisa pemuas keinginanku yang terbendung selama sejumlah hari. Kukatakan nanti setelah berlalu kerja kutunggu di hotel tempatku menginap.

Aku pulang ke hotel dan mandi. Sekilas terdapat keinginanku guna berswalayan-ria. Tapi kutahan,,takut nanti malam jadi tidak cukup greng. Setelah mandi aku pulang jalan di dekat hotel. Jalan mulai macet,,karena jam kembali kantor telah lewat. Cuaca agak mendung dan tak lama turun gerimis. Kupercepat langkahku, namun gerimis telah mulai lebat. Untung ada suatu warung tenda. Sekilas kubaca terdapat STMJ. Boleh pun nih,,hitung-hitung persiapan nanti malam. Kupesan satu gelas. Kuseruput perlahan. Rasa hangat menjalari tubuhku. Jahenya terlampau pedas,,kulirik penjualnya.

“Di sini STMJ-nya pribumi Mas,,alami. Bukan produksi pabrik jamu, tetapi saya bikin sendiri. Jahenya memang sengaja agak tidak sedikit biar badan jadi sehat dan tidak gampang masuk angin,”,katanya seolah menyimak pikiranku. Kutunggu minumanku agak dingin. Ternyata ramai pun warung ini. Mungkin juga dampak ramuan Bapak penjualnya yang membuatnya dengan bahan alami.

Kembali ke hotel meskipun dengan pakaian tidak banyak basah,,namun kesegaran pijatan dan STMJ membuatku tidak fobia masuk angin. Aku tidak bawa pakaian ganti sebab niatnya tidak menginap,,hanya melayani tamu kantor. Kulepas bajuku dan dengan tetap menggunakan celana panjang kubaringkan tubuhku ke ranjang yang empuk. Enak pun jadi orang kaya. Menginap di lokasi yang lunak dan berAC. Namun kupikir lagi,,ternyata hidup ini enak bila dijalani dengan senang hati. Orang kaya yang punya jabatan pasti tingkat stressnya lebih tinggi dan belum pasti mereka dapat merasakan semua yang terdapat padanya. Mungkin sesuai juga aku jadi filsuf,,pikirku begitu sadar dari lamunanku.

Kulihat jam dinding mengindikasikan pukul delapan tidak cukup sepuluh menit. Masih ada masa-masa tiduran dua jam sesudah seharian pikiranku agak capek. Badan sih tidak apa-apa,,hanya benak yang butuh istirahat.

Setengah tertidur aku mendengar ketukan di pintu.

“Tok.. Tok.. Tok..

“Mas Anto,,ini Wati,”,,terdengar suara dari luar.

Upss,,aku melompat dari ranjang dan membuka pintu. Setelah kubuka pintu aku tertegun sejenak. Wati tetap menggunakan kaus yang tadi siang dipakainya dibalut dengan sweater dan celananya telah ganti dengan jeans. Sepatu dengan hak tinggi menciptakan dia terlihat lebih tinggi dan langsing. Kacamata jernih nangkring di hidungnya yang sedang. Wajahnya dihiasi dengan make up tipis. Kalau disaksikan sekilas laksana Yurike Prastica.

Wati masuk dan mencungkil sweaternya. Aku memblokir pintu, menguncinya dan duduk di atas ranjang, kemudian ia duduk di sampingku. Saat tersebut aku masih termangu, namun penisku bereaksi lebih cepat dan langsung saja tegak dengan kerasnya. Wati menyaksikan kebawah, ia sengaja menyaksikan dan meraba, mengelus serta memainkan penisku.

Aku mulai bergairah tetapi melulu diam menantikan aksinya. Kurebahkan tubuhku ke lokasi tidur,,ia terus memainkan penisku. Dilepasnya kacamata dan ditaruh di meja samping ranjang. Ia berdiri dan mencungkil celana panjangnya. Pahanya yang mulus terpampang di depanku. Kudorong ia dan kupepetkan ke dinding seraya berciuman lembut. Ia merintih kecil” Ngghngngh..”.

Tangannya membuka celana panjangku dan menariknya ke bawah. Tangannya meremas penisku dan mengeluarkannya dari celana dalamku. Ia bergerak sampai-sampai aku yang dipepetnya di dinding. Dalam posisi separuh jongkok ia mulai mengulum penisku. Penisku semakin lama semakin tegang. Ia menggabungkan permainannya dengan mengocok,,menjilat,,mengisap dan mengulum penisku. Kupegang erat kepalanya dan kugerakkan maju mundur sampai-sampai mulutnya bergerak mengulum penisku. Tangannya meremas pantatku dan unik celana dalamku yang mengganggu gerakannya. Kurasakan mulutnya menyedot dengan kuat hingga penisku terasa ngilu.

Kuangkat tubuhnya dan kulucuti celana dalamnya. Kaus tipisnya masih kubiarkan tetap di badannya. Sebuah keindahan tersendiri melihatnya dalam situasi polos di unsur bawah dan kausnya masih melekat. Belahan payudaranya yang besar membayang di balik kaus tipisnya. Kini aku yang jongkok di depannya dan mulai menjilati dan memainkan clit-nya. Vaginanya punya bibir luar yang agak melebar. Warnanya kemerahan. Ia terguncang-guncang saat clitnya kujilat dan kujepit dengan kedua bibirku. Beberapa ketika kami dalam posisi begitu. Tangan kirinya memegang kepalaku dan menekankan ke selangkangannya. Tangan kanannya meremas payudaranya sendiri.

Aku bangkit berdiri dan bermaksud melepas BH-nya. Kucari-cari di punggungnya namun tidak kutemukan pengaitnya.

“Di depan.. Buka dari depan,” Wati berbisik.

Rupanya model BH-nya dengan kancing di depan. Kuremas kedua dadanya dengan lembut. Tanganku sudah mengejar kancing BH-nya. Tidak lama dadanya telah terbuka. Putingnya yang coklat membayang di balik kausnya. Kugigit dari luar kausnya dan Wati mengerang.

Penisku di bawah yang telah berdiri melalui garis horizontal mulai menggali sasarannya. Tangannya mengocok penisku lagi dan menggesekkannya pada vaginanya. Kucoba memasukkannya sekarang,,namun meleset terus. Kuangkat sebelah kakinya dan kucoba lagi. Tidak tembus juga. Mulutku masih bermain dengan puting di dalam kausnya. Wati sepertinya tidak sabar lagi dan dengan sekali gerakan kausnya telah terlempar di sudut kamar. Tanganku mengelus gundukan payudaranya dan meremas dengan keras tetapi hati-hati. Ia menggelinjang. Mulutku menyusuri bahunya dan melepas tali BH-nya sehingga sekarang kami dalam suasana polos.

Karena telah gagal berkali-kali mengupayakan untuk memasukkan penis dalam posisi berdiri,,kudorong dia ke arah ranjang dan kesudahannya kudorong dia rebah ke ranjang. Saat tersebut aku mulai kepanasan sebab gairah yang timbul. Lalu aku menerkam dan mendekap Wati. Perlahan-lahan ia mulai mengekor permainanku. Kutindih tubuhnya dan kuremas pantatnya yang masih padat.

“Anto.. Kumohon please ayo.. Masukk.. Kan!”

Tangannya meraih kejantananku dan menunjukkan ke guanya yang telah basah. Aku menurut keterangan dari saja dan tanpa kendala segera kutancapkan penisku dalam-dalam ke dalam liang vaginanya.

Domino 99 Online – Kami saling bergerak guna mengimbangi permainan satu dengan lainnya. Aku yang lebih tidak sedikit memegang peranan. Ia lebih tidak sedikit pasrah dan melulu mengimbangi saja. Gerakan demi gerakan, teriakan demi teriakan dan kesudahannya kamipun menggelosor lemas dalam puncak kepuasan yang tidak terkira.

Setelah sejenak kami beristirahat,kami saling menyaksikan keindahan tubuh satu sama beda gairahku mulai bangkit lagi. Aku memeluknya pulang dan mulai menjilati vaginanya. Dan lantas memasukkan penisku yang telah kembali menegang.

Aku menusuk vaginanya,,crek,,crek,,,crek,,,crek,,,crokk,,. Berulang kali. Ia juga mendesah sambil unik rambutku. Kami saling bergoyang,,hingga lokasi tidur juga terasa inginkan runtuh dan berderit-derit. Setelah nyaris setengah jam dari permainan kami yang kedua kali, Wati mengejang dan vaginanya terasa lebih lembab dan hangat. Sejenak kuhentikan genjotanku.

Kini aku pulang menggenjot vagina Wati lagi. Kami berdua bergulingan seraya saling berdekapan dalam suasana merapat. Kuputar badannya sampai-sampai dia dalam posisi pegang kendali di atas. Kini dia yang lebih tidak sedikit memainkan peranan. Akhirnya aku nyaris mencapai puncak dari kesenangan ini. Kutarik buah zakarku sampai-sampai penisku seakan-akan memanjang.

“Wati,kayaknya aku nggak tahan lagi,aku inginkan keluar”.

Akhirnya tak lama lantas kami menjangkau titik puncak. Aku terbit duluan dan tak lama Watipun menemukan puncaknya dengan merasakan kedutan pada penisku. Setelah tersebut kami tergeletak lemas,,dengan Wati memelukku dengan payudaranya mengurangi perutku.

“Wati terimakasih guna saat-saat ini”

Kumpulan bandar balak6 – “Nggak usah To.. Wati yang terimakasih karena, Wati nggak menyangka anda sungguh hebat. Wati nggak nyangka anda punya tenaga yang besar. Wati tadi hanya bercita-cita menikmati permainan dengan cepat sebab tadi siang pijatanku telah kuarahkan supaya kita bermain dengan cepat”.

Kami tertidur berdekapan dan sesudah pagi harinya kami bercinta guna ketiga kalinya,,dan kuakhiri dengan tusukan yang manis,,kami saling mencuci badan dan pulang. Kuantar ia hingga di depan gang rumahnya.

Hasil togel Hongkong – Ketika sejumlah hari lantas kucari dia di lokasi kerjanya,,tidak kudapati lagi dirinya. Kata Mbak yang jaga di depan dia pulang dusun dan tidak pulang lagi. Ditawarkan temannya yang lain guna memijatku, tetapi aku tidak punya minat dan langsung balik kanan,,back to Batavia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *