<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIwww.BDPKV.ORG 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus TurnOver 0.5%, Mudah Menang Dan Coba Sensasinya

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Terlena Dengan Kenikmatan

Terlena Dengan Kenikmatan – Cindy berdiri di belakang suaminya yg sedang bicara dengan seorang petugas di resepsionis,,tangan di belakang menggenggam mesra tangan Cindy. Semua orang tak hentinya menyampaikan selamat,,setiap kali berpapasan dengan pasangan yg baru saja menikah ini. Keduanya begitu jelas tampak baru menikah sebab Cindy masih tetap menggunakan busana pengantinnya. Suaminya melepaskan cengkeraman tangan mereka guna menandatangani pemesanan kamar.

Cindy melangkah mundur dari meja resepsionis dan menyapukan pandangan ke seputar lobi. Seorang lelaki negro sedang memandanginya. Pandangan mata mereka bertemu dan Cindy membalasnya dengan senyuman,,memandang barangkali sang pria menikmati kebahagiaan yg terpancar dari pasangan pengantin baru di depannya.

Tapi tatapan matanya tak pun bergeming. Apa ini? Sesuatu mengenai raut wajahnya memaksa batin Cindy berbisik. Dia tahu makna dari ekspresinya tersebut,,tapi tak dapat untuk menjelaskannya. Intensitasnya menyebarkan atmosfir. Matanya yg tak berkedip mengisyaratkan bila dia tengah memikirkan sesuatu…Cindy palingkan pandangnya. Sang pria hendak menyetubuhinya! Telah dia lupakan gairah akan lelaki lain sejak berkencan dengan Tomy.

Dia tahu dengan cepat bahwa Tomy ialah pria spesial untuknya dan segera dia tutup hatinya untuk pria lain. Dia sudah lupa,,atau tak menyadari,,bahwa semua lelaki suka memandang kecantikannya. Pria itu hendak menyetubuhinya. Tapi apa yg Cindy cemaskan? Dia telah menikah sekarang!,t,erlihat jelas sudah menikah! Kembali dia menoleh ke arah sang pria,,yg tak pernah henti memandangnya.

Dia amati wajahnya sekarang,,memang tdk tampan dan berkulit gelap,,segelap rambut hitamnya dan matanya yg pun senada,,tapi laksana ada pesona tersendiri. Kenapa dia hanya terus menatapnya saja? Kenapa dia tdk tersenyum atau bahkan memberi isyarat yg cabul? Cindy baru sadar bila dia sudah balas menatap sang lelaki untuk sekian lama sesudah Tomy menyentuh pundaknya.

Dia tersenyum pada suaminya,,kemudian ikut melangkah mengarah ke ke kamar yg mereka pesan. Dia mulai merasa terangsang. Dia menyetubuhi suaminya dengan segenap hasrat. Pengantin baru ini bercinta dengan sarat gairah,,berisik dan liar. Tomy menyutubuhinya di atas ranjang,,lalu di lantai dan terakhir di dalam bathub. Mereka terlelap ke alam mimpi dengan tubuh telanjang saling dekap.

Cindy merinding sesudah air yg mengairi tubuhnya perlahan berubah jadi dingin. Dia berdiri di dalam bathtub,,membiarkan payudaranya yg basah menggantung bebas dihadapan suaminya. Kemudian dia melangkah terbit dari dalam bathub dan mengarah ke ke depan cermin. Dia tertawa saat menyaksikan kulitnya yg mulai berkerut kedinginan di depan cermin. Tawanya terhenti ketika dia mainkan kalung rantai yg telah diserahkan Tomy sebelum mereka menikah.

Dia tak tahu asal usulnya,,tapi suaminya mengatakan bila rantai tersebut adalahsebuah simbol ikatan cinta yg kuno. Selama dia memakainya,,mereka berdua tak bakal dapat terpisahkan. Dia memegangnya,,memantulkannya di atas kekenyalan payudaranya dan lantas mencoba mengepaskan bulat payudaranya dengan lingkaran rantai tersebut.

Entah bagaimana,,dia dapat menikmati Tomy tengah menyentuhnya masing-masing kali rantai itu bersentuhan dengan kulitnya. Dia melangkah masuk ke dalam kamar dan menerbitkan jubah sutera berwarna emas yg pendek dari dalam tasnya. Dibungkuskan lembutnya kain itu ke tubuh telanjangnya.

Dia duduk di atas ranjang,,membuat ujung jubahnya tersingkap sampai atas pahanya dan menampakkan tidak banyak memeknya yg mengintip. Dia tersenyum saat menyadari alangkah terbukanya jubah pendek tersebut. Tomy akan paling suka dia memakainya,,atau lebih tepatnya lagi,,menyetubuhinya dalam balutan jubah sutera tersebut.

Suara gemericik shower menyadarkan Cindy dari keadaan erotisnya. Dia mempertimbangkan guna masuk saja ke dalam kamar mandi,,menyusul suaminya dalam guyuran air hangat,,tapi dia merasa begitu haus. Dia raih dompetnya dan mengeluarkan sejumlah recehan. Dia putuskan untuk melakukan pembelian sebotol teh dingin,,lalu menyaksikan apa suaminya perlu bantuannya apa tdk.

Dia terbit dan melangkah menyusuri lorong,,lupa bakal jubahnya yg pendek dan tipis. Bergegas dia mengarah ke mesin penjaja minum oTomyatis di lantai terdekat,,memasukkan koin recehannya dan menunduk untuk memungut minumannya. Terdengar suara pintu yg dimulai datang dari lorong ketika dia ambil kaleng minumannya. Dia tolehkan wajahnya ke arah sumber suara tadi.

Itu sang lelaki tadi. Dia berlangsung mendekatinya,,langkahnya menunjukkan kepercayaan diri atau ketdkpedulian,,cindy tak tahu yg mana. Tapi sorot matanya menuntun Cindy untuk meyakini bahwa itu ialah sebuah kepercayaan diri yg kuat.

Cindy merasa tak powerful berdiri menyangga tubuhnya,,dia mulai rubuh. Sang lelaki semakin dekat,,dia raih tangan Cindy guna membantunya berdiri,,memegang kepalanya dan mengarahkan supaya tatapan mata Cindy tetap memandangnya.

Ada sesuatu dalam sorot matanya… begitu misterius,,begitu memikat,,begitu sarat nafsu,,tapi sama sekali tak mengancam. Sang lelaki tersenyum. Cindy terlampau mati rasa guna merespon. Sang lelaki kembali berlangsung menyusuri lorong meninggalkannya. Sebuah hembusan hawa dingin menyapu pahanya dan naik menggelitik rambut di selangkangannya.

Sang lelaki telah menyaksikan pantatnya. Dia sadar bila jubahnya yg begitu pendek tentu tersingkap naik ketika dia menunduk untuk memungut minumannya tadi. Pantat telanjangnya bakal terlihat membulat nikmat dalam posisi itu – dia mengetahuinya dari sejumlah pose yg pernah dia kerjakan didepan cermin.

Lalu dia menyadari sesuatu yg jauh lebih penting. Sang lelaki pasti pun telah menyaksikan memeknya. Telah dia saksikan sendiri lipatan bibir memeknya yg mengintip begitu menggoda dari bawah pantatnya. Sang pria tentu sudah melihatnya.

Cindy bergegas pulang ke kamarnya,,kembali pada suaminya. Tomy bakal dengan senang hati menyetubuhi isterinya yg berpakaian minim lagi. Cindy hadir di kamar mandi dan memberi suaminya sebuah peragaan kecil. Dia menunduk seperti yg dilakukannya di mesin minuman tadi,,bertanya pada suaminya.

“Apa anda pikir ini terlampau pendek?”.

Jelas dia bakal berkata.

“Tdk”.

Lalu Cindy pulang bertanya,,“bukankah kalung rantai ini pas di sini?”,,dan mulai membuka unsur depan jubahnya,,mengekspos kalung rantai dan payudaranya. Dia biarkan pemberian suaminya itu menggantung di putingnya.

om menelan jawabannya. Cindy menjatuhkan jubahnya ke atas lantai,,lalu melangkah masuk ke dalam siraman air hangat bareng suaminya. Cindy sudah lupa perjumpaan dengan sang lelaki pada malam sebelumnya. Dia terbangun dari tidurnya,,tubuh telanjangnya menempel rapat ke tubuh telanjang suaminya dan pikirannya hanya diisi oleh kebahagiaan dan masa mendatang yg menanti mereka.

Dia melangkah ke kamar mandi dan menyaksikan jubah berwarna emas yg terbaring di atas lantai. Pikiran mengenai sang lelaki asing datang kembali. Dia tentu sudah memberinya sebuah peragaan yg lumayan menggairahkan! Dia gunakan jubah tersebut,,mengingat bagaimana teknik sang lelaki memandangnya.

“Apakah”.

Dia membungkuk,,posisi yg sama seperti ketika dia memungut minuman kemarin. Dia menoleh ke cermin di belakangnya. Sudah tentulah sekarang,,bongkahan pantatnya terbuka dengan cepat. Memeknya menyusul hadir tepat sesudahnya.

Dia rasakan suatu hembuasan hawa hangat menyapu tubuhnya sebab pemandangan tersebut. Dia bangkit dan meneliti tubuhnya di dalam pantulan cermin. Dia amati putingnya mengeras dari balik jubah suteranya dan dia mulai memainkan jubah tersebut.

Dia singkapkan lebih untuk menunjukkan daging payudaranya lebih tidak sedikit lagi,,lalu menutupnya kembali. Dia uji seberapa longgar dia dapat mengikat unsur depan tanpa terlalu tidak sedikit memperlihatkan tubuhnya. Dia nikmati belahan dadanya yg tampak menggiurkan. Tanpa berpikir,,tangan kirinya menyelinap ke balik jubah suteranya dan meremas payudaranya yg sebelah kiri dengan lembut.

Tak dapat dia cegah guna memikirkan sang lelaki asing dan alangkah senangnya dia andai sang lelaki melihatnya seperti kini ini! Kain sutera itu menggantung dengan lembut di pinggir payudara telanjangnya,,terlipat seiring gerakan naik turunnya. Dia baygkan mata sang lelaki menatap tak berkedip padanya,,pada dadanya.

“Dia barangkali sudah menyaksikan memekku,,tapi dia belum lihat yg ini!”.

Tangan kananya merayap menaiki pahanya,,menyusup ke dalam jubah. Dia belai memeknya dan memandangi tubuh indahnya yg menggelinjang. Jubah itu tetap dalam suasana terikat longgar pada unsur depan. Dapat dia lihat pandangan sarat gelora birahi dalam tatapan matanya. Seperti itukah dia menjawab tatapan mata sarat nafsu dari sang pria? Dia pejamkan matanya sesudah pikiran tersebut terlintas.

Cindy merasa mata sang lelaki tengah mengawasinya sekarang. Keberadaannya di dalam benaknya. Dia hayalkan sang lelaki asing sedang di seberang cermin,,memandang payudaranya yg terguncang,,melihat dia tengah memuaskan dirinya sendiri. Dia selipkan satu jarinya masuk ke dalam celah memeknya. Apakah ini jari sang pria?

“Oooh”,,cindy mendorong jarinya masuk ke dalam lubang memeknya sendiri dengan keras,,mengusung pinggulnya bertentangan arah dengan sodokan jarinya.

Bagaimana andai ini ialah batang penisnya? Cindy berhenti. Dengan cepat dia tutup jubahnya dan melangkah mengarah ke ke dalam kamar. Tanpa menyaksikan ke arah suaminya,,dia kenakan sepotong celana pendek dan menutupi payudara telanjangnya dengan sweater yg ringan.

Dia bakal turun guna mendapatkan secangkir kopi… dia bakal turun dan melupakan baygan yg baru saja dia hayalkan. Cindy menerima secangkir kopi dari si gadis di belakang meja konter. Dia teguk cairan panas itu,,berharap bisa meredakan gemetar tubuhnya. Tapi justeru semakin meningkatkan merah kulitnya yg sudah merona. Dia berbalik dan melangkah mengarah ke ke lift.

“Ya ampun”.

Sang lelaki asing berdiri di pintu. Lift tersebut mengarah turun,,tapi dia tdk keluar. Cindy melangkah masuk,,merasa aman sebab ada sepasang orang berumur lebih tua masuk bersamanya. Dia menolak memandang ke arah sang pria,,tapi dia tahu bila mata sang lelaki memandanginya. Dia MERASAKAN mata sang lelaki di tubuhnya.

Jantungnya berdegup kencang dibalik sweaternya. Dia teguk kopinya dengan tangan yg gemetar. Dia gigit bibir bawahnya saat menikmati denyutan diantara pahanya. Perasaan tersebut tumbuh kian besar,,seakan terdapat jari yg menggosok bibir memeknya,,mengirimkan getaran menggelora ke sekujur tubuhnya.

Memeknya bereaksi sendiri,,seakan tahu bila pernah disaksikan dan hendak untuk pulang dipandang. Kembali dia teguk kopinya,,tak menyadari bila lift sudah berhenti. Pasangan tua itu melangkah keluar. Tak terdapat seorangpun yg masuk lagi.

Lift pulang naik. Cindy sadar bila setdknya dia melirik ke arah sang pria. Jika tdk,,sang lelaki akan mendekatinya. Dia bersiap untuk menyerahkan sedikit senyuman. Dia paksakan kepalanya bergerak tidak banyak ke arah sang pria,,menunggu sang lelaki menatapnya dengan seringai serta menyampaikan sesuatu yg kasar.

Sang lelaki menatapnya. Seakan matanya tak pernah berpaling,,terus menatap Cindy. Seakan mata tersebut tak mempunyai arah destinasi lainnya,,mereka terus menatapnya. Cindy menikmati hantaman sensasi dari kepala sampai ujung kakinya. Dia bakal tersenyum kemudian segera berpaling.

Tapi dia tdk tersenyum. Dia sama sekali tak berpaling. Cindy memandang tepat di matanya dan dia sadar dirinya telanjang baginya. Tanpa menggunakan pakaian dan sang lelaki telah menyaksikan ketelanjangannya guna memperkuat khayalan terlemahnya. Belum pernah Cindy menonton pernyataan nafsu yg begitu berani dari seorang lelaki kepadanya,,bahkan sang lelaki belum menyampaikan sepatah katapun. Dan Cindy belum pun memalingkan muka. Lift berhenti di lantainya Cindy.

Pintunya terbuka. Seharusnya dia bergerak. Sang lelaki yg bergerak. Dia mendekati Cindy hingga melulu berjarak 1 inchi darinya. Pintu lift memblokir kembali. Cindy menikmati memeknya berdenyut. Dia rasakan putingnya terbakar. Sang lelaki menciumnya. Sang lelaki tdk bertindak dengan serangan nafsu buta. Dia melulu menekankan lidahnya ke bibir Cindy dan menciumnya.

Cindy balas mencium. Dia rasakan bibir basahnya bertemu dengan bibir basah sang lelaki dan meluncur lembut di atasnya. Pintu lift terbuka. Lantai berikutnya. Seorang lelaki dengan anaknya masuk. Sang lelaki asing hentikan ciumannya seiring terbukanya pintu lift dan bareng Cindy menoleh ke arah semua pengganggu. Keabadian seakan berlangsung lambat.

Cindy menatap pintu lift yg terbuka. Setiap denyut kesadarannya mengatakan supaya melangkah terbit melewati pintu tersebut. Dia melangkah ke depan,,tapi terhalangi oleh tubuh sang pria. Tangan sang lelaki berada di dada Cindy. Cindy menyaksikan penguasaannya pada tekanannya yg lembut.

Dia mulai menyadari bila tangan tersebut sudah berada di dadanya sekitar ini. Dia memaksa melalui sang lelaki asing,,keluar mengarah ke ke lorong. Dia begegas ke arah tangga,,berharap sang lelaki tdk mengikutinya. Dia hingga ke ujung lorong, nafasnya mengejar cepat.

“Dasar perempuan bodoh, anda wanita – yg bodoh!”.

Dia terus merutuk dirinya sendiri ketika menuruni tangga. Begitu menyesal sebab tak tidak mempedulikan sang lelaki memandang bahwa dia telah sukses menaklukannya. Begitu menyesal sebab bersikap tenang dan seakan isteri yg penurut dan setia.

Tomy terbangunkan oleh isterinya,,yg sedang menggesekkan memeknya ke batang penisnya supaya ereksi. Dia lepaskan sweater dari tubuh isterinya dan kalung rantai yg menggantung dipayudara Cindy menghantam wajahnya. Cindy luncurkan memeknya pada batang penis Tomy yg telah keras kini dan dan dia tarik kalung rantainya terlepas dari leher ketika dia mulai bergerak menyetubuhi suaminya.

Sekali lagi dia berjuang keluarkan pertemuan dengan sang lelaki asing dari dalam benaknya ketika dia dan suaminya tengah bersiap guna perjalanan bulan madu. Mereka tidak banyak terlambat guna berkemas,,terima kasih pada gelora birahi Cindy. Dia perlu Penis suaminya dalam tubuhnya,,itu bakal mengingatkan dia bakal cinta yg dia rasa pada suaminya dan komitmennya pada pernikahan mereka yg suci. Selama Tomy bercinta dengannya,,dunia bakal jadi sempurna.

Namun hasrat Cindy yg terus berkobar sepanjang hari sungguh menciptakan Tomy keletihan dan kesudahannya Cindy menyerah untuk tidak mempedulikan suaminya rehat. Mereka nikmati keindahan panorama,,pergi santap malam yg romantis dan pulang ke kamar pengantin mereka sesudah merasa segar dan siap guna malam panjang sarat gairah.

Mereka berdiri di depan pintu utama,,menunggu kendaraan datang. Mata terus konsentrasi mengamati jalanan dari bukit yg berliku panjang. Berharap taksi yg mereka pesan segera datang dan Cindy tak butuh lagi merasa khawatir melihat sang lelaki asing di sekitarnya. Tapi memusatkan diri pada taksi ternyata tak tidak sedikit membantu.

Seakan sang pria hadir ke manapun mereka pergi,,selalu hadir dalam penglihatan Cindy ketika mata Tomy tak melihatnya. Sang lelaki terus memandangnya ketika di restoran,,saat di pantai,,saat di musium. Dalam masing-masing tatapan,,gairahnya berkobar semakin besar terhadap Cindy.

Intensitasnya seakan suatu kontak fisik untuk Cindy,,merangsang payudaranya,,membuat memeknya basah dan membara oleh tangan-tangan yg kasat mata. Cindy tak pernah beranjak dari segi suaminya. Tak bakal dia biarkan sang lelaki menyentuhnya kembali. Tak bakal dia ijinkan sang lelaki membangkitan sesuatu yg terlarang dari dalam dirinya. Dia kini seorang isteri,,yg baru.

Agenpkv.com – Dinner datang sesudah matahari terbenam. Akhirnya mereka bisa duduk di suatu private restoran. Sebuah bilik terpencil paling tersembunyi dari mata yg mengawasi. Hanya mata suaminya serta mata pelayan remaja yg dapat memandangi keelokan Cindy. Cindy unik nafas dan menekankan kalung rantainya ke belahan dadanya.

Dia menggunakan gaun yg dapat membuat mata setiap lelaki terloncat terbit dan dia menerka seberapa lama suaminya dapat menahan diri ketika memandangnya menggunakan pakaian laksana ini. Tap tak lama berselang,,kaki Tomy telah mengejar jalannya kebalik rok dan mengarah ke ke celana dalam Cindy. Ujung jempolnya menggesek selangkangannya,,dia menggeser posisi tubuhnya sedikit menunduk ke depan guna menyambut sang penyusup.

Tomy menjatuhkan buah zaitun ke belahan dada Cindy,,lalu pura-pura kendala saat mengupayakan mengambilnya dara dalamnya. Tangannya merayap pelan mengelus payudara Cindy. Dia menciptakan permainan kecil dengannya,,kadang memungut sesuatu barang lainnya guna dijatuhkan ke dalam belahan dada isterinya.

Cindy merasa bersyukur bakal bilik terasing yg mereka tempati ini karena sejumlah kali tangan badung suaminya mengakibatkan payudaranya menyembul terbit dari balik gaun. Setiap kali Tomy dengan cepat memandang sekelililingnya,,lalu mencelupkan puting Cindy ke dalam wine atau kecap,,hanya untuk lantas dia hapus dengan suatu hisapan serta kecupan bibirnya sendiri. Celana dalam Cindy kuyup telah dan dia telah tak sabar guna kembali ke dalam kamar pengantin mereka.

Tomy unik tangan Cindy ke arah selangkangannya dan menyusup ke dalam. Dia meremas penis suaminya dari bawah meja. Tomy menggigit tulang steak dengan keras,,mencoba guna tdk merintih keras ketika isterinya memijit dan mengocok penisnya. Cindy menikmati sebuah cairan hangat menyembur pada tangannya.

Sial! Dia hendak memuaskan suaminya,,tapi tdk hendak menyudahinya secepat ini! Dia lap sperma Tomy di tangannya dengan serbet,,tapi dia sadar bila dia perlu lebih dari sebatas kain serbet guna membersihkannya. Dia tutupi tangannya dengan serbet dan bergegas mengarah ke ke toilet wanita. Keluar dari lokasi restoran dan mengarah ke ke lobi. Dia temukan tanda toilet perempuan dan melangkah mengarah ke lorongnya. Ada seseorang sedang duduk di kursi, di samping jalan masuk toilet perempuan tersebut.

Itu sang pria. Dia merasakan gabungan rasa fobia dan marah. Bajingan ini masih mengikuti mereka dan menantikan dia terbit dari dalam restoran. Cindy harap dapat melewati lelaki ini sebelum dia melihatnya. Tapi dia gagal. Sang lelaki berdiri,,menghalangi jalannya. Hampir saja Cindy berlari menubruknya. Dia baru saja bakal berkata“Permisi”,,atau,,“kamu,,”.

Tapi sang lelaki akan sangat merasakan pilihan yg kedua. Namun sebelum Cindy menyampaikan sepatah kata,,sang lelaki mulai bergerak mundur,,memberikan jalan untuk Cindy untuk mengarah ke ke pintu masuk,,meskipun Cindy masih tetap berdiri di lokasinya berada.

Cindy tak menatap matanya sampai sang lelaki berhenti lagi. Mereka sedang di ujung lorong. Toilet perempuan terletak di tempat sangat ujung sampai keberadaan dua-duanya sama sekali tak tampak dari restoran. Cindy hendak teriak,,tapi pulang dia mendapati mata sang pria.

Masih tersisa gelenyar sensasi dalam tubuhnya dari permainan kecil dengan suaminya tadi. Dan gelenyar itu terus bergolak ketika mata sang lelaki memandanginya dalam balutan gaun ketat. Dia menikmati matanya berhenti di payudaranya – terasa seakan suatu cairan hangat tertuang dari kedua matanya. Bergerak turun ke pinggangnya dan dia menikmati tatapannya seakan sepasang tangan memegangi pinggangnya.

Bergerak turun lagi ke pahanya dan dia merasa tatapanannya laksana angin lembut yg berhembus pelan naik turun menyusuri kedua pahanya. Ternyata tersebut memang tangannya. Ujung jari tengah sang lelaki bergerak menyusuri naik turun daging paha Cindy yg terbuka. Tangan yg satunya memegang tangan Cindy yg memegangi kain serbet.

Cindy menikmati sperma suaminya teremas diantara tangan mereka ketika sang lelaki mengarahkannya mengarah ke ke pinggang Cindy. Cindy menikmati tangannya sendiri mengurangi gaunnya naik,,dibimbing oleh desakan tangan sang pria. Cindy rasakan tangannya sendiri sekarang menekan celana dalamnya,,menekankan serbet yg berlumuran sperma Tomy ke tubuhnya.

Kain celana dalamnya terasa begitu tipis. Tangan Cindy terkulai lepas kala sang lelaki menekankan serbet itu ke dalam memeknya. Cindy merasa serbet basah itu membasahinya,,mengalir menyentuh tubuhnya. Sang lelaki menekannya masuk,,celana dalamnya tertekan ke dalam celah memeknya dan dia rasakan jari sang lelaki mendorong serbet beserta spermanya menyentuh klitoris Cindy.

Cindy mematung,,terdiam beku. Tubuhnya membeku seutuhnya kala serbet itu perlahan menerobos masuk ke dalam memeknya. Itu ialah sperma suaminya. Tapi dengan tangan sang pria. Cindy merasa dirinya berteriak,,jauh di dalam hatinya. Sebuah suara dari hati yg waras,,meneriakkan akan kekeliruan dari semua peristiwa ini.

Tapi ini ialah sperma suaminya sendiri!!! Namun lantas ada sesuatu yg terjadi,,seseorang hadir dari ujung lorong. Seorang pria,,berjalan mendekati mereka dan Cindy bisa merasakan bila mata lelaki yg hadir tersebut seakan terkunci pada obyek yg tengah digosokkan pada selangkangannya. Cindy bisa meyakinkan urusan tersebut karena tak pun dia dengarkan suara derit pintu dimulai dari toilet pria.

Pria tersebut menyaksikan seseorang sedang menggosokkan sperma suaminya ke dalam memek Cindy. Cindy seakan tersadar dari alam bawah sadarnya dan dia bergegas lari terbit dari lorong tersebut. Sang pria melulu memandangnya dalam diam kala Cindy berlari melewatinya.

Tomy sedang terlelap. Mereka usai bersangkutan seks. Satu kali. Cindy tidak mempedulikan suaminya menelanjanginya,,mencium payudaranya dan menyetubuhinya dengan segenap hasrat. Cindy menemukan orgasme,,namun gairah yg mereka untuk saat di meja restoran tadi tak pernah kembali. Dia tarik wajah suaminya mendekat,,membenamkannya diantara payudara,,mencoba untuk unik kembali gairah dan birahinya.

Cindy hendak terbang tinggi dan menghilang bareng Tomy. Ingin menikmati Tomy di dalam tubuhnya. Ingin menggoyg binal batang penis Tomy yg menyodoknya dan mempercayai bahwa suaminyalah penyuka terbaik di dunia ini untuknya. Namun sekarang Tomy tidur. Cindy tak dapat menyalahkannya. Mereka melulu tidur sebentar-sebentar saja sejak sampai di sini dan gelora seks Cindy telah menciptakan suaminya kewalahan.

Dia biarkan kepala suaminya terkulai di samping tubuhnya. Dengan hati-hati dia pindahkan tubuh Tomy yg menindihnya,,lalu berdiri. Dia mainkan kalung rantainya sembari berlangsung mondar-madir dalam kamar dengan telanjang. Kembali dia rasakan tenggorokannya teramat kering,,lalu memungut recehan guna mesin penjaja minuman oTomyatis.

Dapat dia rasakan sperma Tomy masih di dalam tubuhnya kemudian dia kenakan celana dalam warna emasnya. Dia enggan madu cinta suaminya hingga menetes ketika dia berlangsung di lorong nantinya. Jubah sutera warna emas pulang dia bungkuskan pada tubuhnya dan dia kemudian terbit dari kamarnya. Dia tahu betul alangkah jubahnya itu begitu minim. Tentu saja,,meskipun sekarang dia menggunakan celana dalam,,itu tak tidak sedikit membantu juga.

Masih tak dapat dia tepis perasaan ketelanjangannya. Jubah itu terlihat menggantung pada payudaranya,,memberikan pemandangan yg begitu jelas bakal ukuran serta kekencangan buah dada tersebut. Belahan samping dari tangan sampai pinggang pun patut dipertanyakan,,karena selalu menunjukkan celana dalamnya masing-masing kali kakinya melangkah dengan tergesa menyusuri lorong,,meskipun melulu sekilas lalu. Dia tak memikirkan mengenai apapun lainnya. Matanya terfokus pada mesin minuman serta rasa haus yg menyerang tenggorokannya dengan hebat.

Udara terasa tidak banyak lebih dingin di lorong dan bisa dia rasakan gelenyar rasa yg dia kenali merayap naik di paha dan di balik jubahnya. Dia berpapasan dengan sejumlah pria di lorong,,dapat dia lihat mereka melirik ke arahnya ketika bersimpangan. Akhirnya dia hingga ke mesin minuman dan segera dia masukkan recehannya. Kaleng teh dinginnya jatuh terbit dan dengan berhati-hati dia mengambilnya. Sesuatu mengurangi pantatnya.

Dengan sigap Cindy berdiri,,siap guna teriak pada seseorang yg sudah menyentuhnya. Ternyata sang pria. Cindy menyaksikan baygan sang lelaki dari pantulan pada mesin di depannya. Cindy membeku,,begitu terkejut dan tetap terdiam saja laksana perjumpaan-perjumpaan mereka yg sebelumnya. Dapat Cindy lihat sang pria melulu memakai celana pendek saja dan dia sadar bila yg tengah menekannya kini tak beda dan tak bukan ialah penis ereksi sang pria.

Sang lelaki menyingkapkan jubah Cindy. Cindy masih tetap membeku ketika sang lelaki mengekspos pantat indahnya. Masih tetap dia membeku ketika tangan sang pria mengurangi celana dalamnya. Sebuah jari menyelip ke dalam karet celana dalamnya dan meluncur mengarungi pinggangnya. Cindy mesti menghentikan sang pria… dia mesti menghentikannya… pikiran tersebut terus berulang dalam benaknya.

Sang lelaki mendorongkan pinggangnya pada Cindy,,menekan penis kerasnya tepat di celah bongkahan pantatnya. Cindy masih terus menghadap ke arah mesin. Tangan sang lelaki bergerak naik meninggalkan pinggang Cindy dan mengurangi payudara terlarangnya dari luar jubah sutera. Jemari sang lelaki mulai bermain dengan tali jubah tersebut.

Tiba-tiba saja Cindy ingat sebuah hal,,dia tak gunakan bra. Jika sang lelaki membuka jubahnya, payudaranya bakal tersuguh bebas di hadapannya. Itu tak boleh terjadi,,meskipun bisa dia nikmati sentuhannya itu. Meskipun sejujurnya dia menyenangi ide tak waras itu. Cindy tangkap tangan sang lelaki dan menyingkirkannya dari payudaranya. Sang pria tidak mempedulikan Cindy menepiskan tangannya menjauh.

Cindy menikmati tangan tersebut jatuh di samping tubuhnya. Cindy tercekat oleh rasa dingin dari kaleng minuman. Ternyata tadi sang lelaki asing membubuhkan kaleng tersebut di belahan payudaranya. Dapat Cindy rasakan berat kaleng minuman tersebut menekan kalung rantainya mengurangi tajam pada dagingnya.

“Uhh”,,rasa dingin tersebut membuatnya melenguh.

Dia rasakan kedua putingnya segera mengeras oleh sensasi rasa dinginnya. Sang pria mengalihkan kaleng tersebut melewati payudara kirinya,,melembabkan jubah suteranya dengan dingin

Setetes air jatuh mengaliri belahan payudaranya,,membuat dadanya merinding kedinginan lagi dan mengakibatkan dia tersengal. Tubuhnya masih tetap membeku,,tapi melulu separuhnya diakibatkan oleh dinginnya kaleng. Sang lelaki menaik turunkan kaleng tersebut menggesek puting sebelah kanannya. Cindy menikmati ketaksadaran sama laksana sebelumnya.

Kenapa dia biarkan sang lelaki menyentuhnya laksana ini? Kenapa dia jadi begitu terangsang? Dia putuskan guna menghentikannya,,namun tubuhnya menampik untuk mematuhinya,,tak terdapat yg salah dengan sentuhannya…Sang pria berjuang menyelipkan kaleng minuman tersebut diantara lipatan jubah,,dan mulai meluncurkannya turun.

Perbuatannya tersebut menyebabkan jubahnya terbuka,,membuat lokasi dada Cindy terekspos semakin luas. Cindy meneliti rantai kalungnya yg mulai terlihat,,lalu baygan lingkar payudaranya yg kenyal. Tubuh sang pria sekarang sepenuhnya mengurangi Cindy,,menghangatkan unsur belakangnya,,sedangkan unsur depan tubuh Cindy tersingkap kedinginan.

Dapat dia rasakan nafas hangat sang lelaki menerpa lehernya kala jubahnya mulai terbuka. Cindy memandang turun pada belahan dadanya,,mencemaskan keterbukaan payudaranya yg sangat dapat dinikmati mata sang pria andai dia mengintip dari balik pundaknya. Sang pria menghirup leher Cindy. Dan Cindypun tetap terdiam membeku. Jika sang pria mengupayakan untuk membuka jubah Cindy sepenuhnya, Cindy akan tidak mempedulikan saja… TDK! Dia tangkap tangan sang pria.

Tangan tersebut terasa dingin sebab kaleng minumannya dan daging tubuh Cindy serasa terbakar kala tangan sang pria mengurangi tubuhnya. Tak bakal dia perlihatkan payudaranya. Tak bakal dia biarkan sang lelaki membuka jubahnya dan menyaksikan bagian tubuh terlarangnya yg melulu boleh guna mata suaminya saja! Tangan sang lelaki kembali ke pinggang Cindy.

Cindy perhatikan bila jubahnya sudah terbuka sampai perutnya. Dia simaklah kalung rantainya tetap berada diantara payudaranya – terjepit diantara kehangatan belahan dadanya. Putingnya masih tertutupi. Cindy merasa menang dengan fakta tersebut. Sang lelaki telah menyaksikan banyak,,namun belum terdapat bagian yg terlarang.

Sang lelaki mulai menggoyg. Dia gerakkan penisnya ke tubuh Cindy,,menggodanya dengan panjang batang penis serta gairahnya. Ya ampun… Cindy menikmati sebuah gelombang hangat mulai menyebar di pahanya. Dia hendak menjauh. Dia hendak lari. Tapi dia tdklah sedang bersetubuh,,dia tdk sedang bersetubuh… Dia masih terlindungi oleh celana pendek sang lelaki dan pun celana dalamnya.

Dia tdk sedang bersetubuh…Namun siraman erotis masih cukup untuk tubuhnya guna mendorong ke belakang secara insting ke batang penis sang pria.

“Ohh!”,,cindy tersentak kala sang lelaki menekannya ke arah mesin,,membuat kaleng teh dingin terjatuh.

Tangan sang lelaki mulai membelai pinggulnya,,menyingkap jubahnya sampai sebatas pinggang seiring tekanannya yg semakin keras.

“Wow!” Cindy mendengar dua orang pria melalui mereka. Mereka melihatnya tengah dihentak oleh sang pria.

“Ya ampun!”,,seorang perempuan lewat. Dia melihatnya tengah digoyg oleh sang pria.

Orang ketiga bersiul. Dia melihatnya tengah disodok oleh sang pria. Tangan sang lelaki bergerak naik di dalam jubah Cindy. Kulit telanjang pinggangnya sudah disentuh. Tak apa-apa,,tak masalah… pikir Cindy. Masih tdk terlarang… Kenapa? Mengapa?,,kenapa aku tidak mempedulikan pria ini melakukannya? Cindy mengupayakan berasio bakal sikap membiarkannya ketika tubuhnya tergesek pada mesin minuman dengan pelan.

“Mami,,mereka sedang apa?”.

Cindy simaklah seorang lelaki kecil dari sudut matanya.

“Ayo pergi,,donnie! Pergi dari sana!”,,sang mami mencoba unik anaknya menjauh dari pemandangan seorang lelaki asing dengan metodis menggesekkan penisnya ke celana dalam Cindy.

Menjauh dari cerminan akan tangan sang pria mengelus tubuh perempuan yg nyaris telanjang dengan pinggang terekspos dan tubuhnya terhentak ke mesin minuman. Tapi si lelaki kecil menepiskan tangan maminya ketika dia menonton tangan sang lelaki meraih payudara telanjang Cindy dari dalam jubahnya…Cindy terhenyak oleh karenanya.

Sentuhan tangan sang lelaki pada keindahan bulatan kenyal dadanya ialah titik batasnya. Itu telah terlarang. Ataukah itu diakibatkan oleh eksistensi si lelaki kecil dan maminya? Cindy bergegas pergi melalui mereka semua,,tanpa menyaksikan lagi pada sang lelaki atau si lelaki kecil yg melongo. Di sepanjang jalannya bercita-cita bahwa sentuhan terlarang sang prialah yg membuatnya menghentikan semua. Bukannya kenyataan bila mereka sudah terganggu…

“Hey,,ada apa denganmu?” Cindy menatap pantulan dirinya di cermin ketika dia bicara dibawah nafasnya.

Dia baru saja bangun istirahat dan kini harus menghadapi fakta dari kejadian malam sebelumnya. Dia menampik untuk memikirkan mengenai kelengahannya ketika sang pria bertindak terhadapnya.

Tomy tengah mandi dan sekarang dia sendirian di kamar mereka,,memikirkan…Dia duduk di ranjang,,merasa bersalah dengan apa yg telah terjadi kala dia pulang ke kamarnya. Dia bangunkan Tomy. Sekali lagi dia berjuang untuk membangkitkan penis suaminya yg lelah. Dia begitu menghendaki guna segera disetubuhi oleh suaminya. Jika butuh Cindy bakal menyetubuh tangan suaminya saja misalkan suaminya tdk pun bangun.

Tapi Cindy tahu bila dia tak melepasnya begitu saja. Awalnya,,dia palsukan orgasme bareng Tomy. Dia palsukan kenikmatannya,,dia palsukan erangannya,,dia palsukan kepuasannya. Tubuhnya bergetar oleh gairah seksual,,tapi seakan-akan tangan Tomy telah tak berperasaan. Tak lagi dapat menstimulasi kulit lembutnya. Bibir Tomy tak dapat memadamkan dahaganya yg membara.

Penis kerasnya tak dapat mengisi kekosongan birahinya. Dia meminta suaminya guna mengambilkan sekaleng teh dingin untuknya. Tak barangkali dia pulang ke lorong tersebut lagi. Tomy sudah kembali,,ekspresi keletihan mendominasi wajahnya. Bahkan dia tak memblokir pintu dengan benar dibelakangnya. Dia rebah ke atas ranjang di samping isterinya dan dengan segera jatuh terlelap kala isterinya meneguk redakan dahagan

Cindy bangkit,,bersiap guna mengenakan pakaiannya. Dia ambil celana dalam berwarna emasnya dan secara teratur memakainya. Dia amati tasnya dan kemauan untuk menggali di dalamnya sirna dengan cepat. Yg dia tahu hanyalah dia menikmati ketakpastian. Dia pungut jubah dengan warna senada dari lantai dan memakainya kemudian mengikatnya kencang. Dia bertanya-tanya apakah sesudah Tomy terbit dari kamar mandi nanti,,gairah seksnya pun akan segar kembali.

Kelihatannya tersebut sudah tak masalah lagi. Dia dudukkan tubuhnya di depan cermin dan mulai menyisir rambutnya. Segera saja kilau indahnya pulang lagi. Cindy merasa matanya menggali sesuatu yg lebih lagi dibalik jubahnya… pada kalung rantai yg tergantung nyaman diantara payudaranya. Pintu kamarnya dibuka…Cindy memandang dalam cermin dan menyaksikan sang pria. Dia tak merasa terkejut,,sama sekali tak menikmati takut.

Sang lelaki terlihat bimbang,,seakan kemarahan Cindy terhadapnya kemarin malam ialah akhir dari affair kecil mereka. Cindy balas menatap sang lelaki dari dalam cermin. Dia masih tetap menggunakan celana pendek yg sama dengan kemarin malam. Cindy berdiri,,mengenakan jubah dan celana dalam yg sama laksana yg dia gunakan dalam pertemuan terakhir mereka. Jubah sama yg dia basahi dengan kaleng minuman. Jubah sutera lembut sama yg nyaris dia lucuti dari tubuh estetis Cindy.

Cindy sadar sang lelaki telah menyentuhnya dimana seharusnya tak dia biarkan disentuh seorang pria. Tapi dia telah menciptakan batas. Dia selesai kala sentuhan sang lelaki berkembang ke arah yg tak sepantasnya. Dia selesai sebelum sentuhan sang lelaki menjadi benar-benar terlarang. Sekali di dalam lift. Satu kali di restoran. Sekali di lorong. Cindy membuka jubahnya. Kain sutera yg lembut perlahan meluncur menuruni kulit putihnya. Kalung rantainya jadi terlihat.

Bulatan payudaranya tersingkap di depan mata,,bersama dengan puting merah mudanya yg lembut. Dia tawarkan payudaranya pada sang pria. Dia tawarkan padanya sentuhan terlarang. Sang lelaki menciumnya,,penuh hasrat dan basah. Dia raba dan remas payudaranya.

Cindy menciduk tangannya,,tapi kali ini bukan guna menepiskannya. Dia bawa telapak tangan sang lelaki pada putingnya,,menyusupkannya dalam belahan dadanya dan memijat dirinya sendiri dengan sentuhan terlarang sang pria.

Payudara Cindy bergerak mengekor cengkeramannya yg sepenuh gairah. Putingnya melentur dibawah jari sang pria. Lalu Cindy bawa tangan sang lelaki ke mulutnya dan menghisap rasanya. Dia hempaskan tubuh Cindy ke ranjang,,tubuh Cindy terpantul di atasnya,,payudaranya bergoyg seirama pantulannya. Cindy pun lepaskan celana dalamnya kala sang lelaki melepas celana pendeknya.

Ingin Cindy teriak ketika sang pria mengerjakan penetrasi terhadapnya. Ingin dia suarakan kesenangan seutuhnya yg dia rasa ketika batang penis sang lelaki meluncur ke dalam tubuhnya. Sang lelaki menyutubuhinya dengan kasar,,liar,,sodokannya menghujam dalam,,membawa penisnya menjebol ke unsur tubuh Cindy terdalam. Kedua tubuh mereka terlontar binal naik turun di atas ranjang. Cindy tautkan pahanya yg terentang lebar melingkari sang pecintanya.

Payudaranya terbuai liar,,seliar persetubuhan yg mereka lakukan. Segenap nalar sehat Cindy menguap. Birahinya memegang kendali. Sekujur tubuhnya tergetar dan terhempaskan oleh persetubuhan sangat murni yg pernah dia tahu. Cindy mengharapkan penis sang pria,,cindy memerlukan ejakulasi sperma sang pria. Dia hendak menyetubuhi sang lelaki lagi dan lagi kala penis menawan kepunyaan sang lelaki meluncur terbit masuk di dalam lorong memeknya.

Sepasang mata itu… tatapannya… Cindy menikmati birahi sang lelaki meraih pemenuhannya dalam tiap gerak persetubuhan yg dia lakukan. Ranjang tersebut berderit seirama buaian birahi keduanya,,terasa begitu nyaring,,senyaring yg memungkinkan. Penis sang pria mengantarkan rasa sakit padanya,,namun Cindy justeru semakin keras menghentakkannya.

“Setubuhi aku,,setubuhilah”. Cindy menjerit pada dirinya sendiri berulang kali. Jadilah pejantanku,,jadilah pecintaku…

Gerakan sang lelaki semakin intens dan liar. Dia sadar eksistensi suami Cindy di dalam kamar mandi,,dan teramat sadar andai dia mesti menyetubuhinya dengan cepat dan tepat. Dia fokuskan perhatiannya pada payudara Cindy yg terguncang dan kalung rantainya yg terlempar di dekat daging kenyal tersebut.

“Oh,,oh,,oh…” Cindy menngerang terbendung dalam masing-masing sodokan sang pria.

Jubahnya terjuntai membuka sarat di samping tubuhnya.

Sang lelaki melihat keelokan Cindy seutuhnya. Cindy tersenyum oleh karenanya. Sang lelaki telah menyaksikan wajahnya,,payudaranya,,memeknya… dia telanjang bareng sang pria,,pria yg bukanlah suaminya.. Sang lelaki menggeram. Spermanya menyembur dalam tubuh Cindy,,menjilati dinding lorong memek Cindy yg basah.

Cindy merasakannya mengalir terbit dari dalam tubuhnya,,menggelitik kelentit serta pahanya. Oohh,,spermanya… memeknya terasa begitu hidup oleh rasa basah dan lengketnya. Mengalir terbit dari dalam memeknya,,menuruni pahanya dan jatuh di atas seprei.

“Usaplah! Oh kumohon,,gosoklah!”,,dia melulu memikirkan kata tersebut,,tapi tersebut terjawabkan.

Sang pria memungut selimut dan menyelipkannya diantara paha Cindy.

“Ohh,,oohhh”.

Kaki Cindy menendang tak terkontrol ketika jari sang lelaki mendorongkan spermanya masuk ke dalam memeknya. Tak terdapat celana dalam di hadapannya. Tak terdapat yg menangkal spermanya. Sang lelaki menggesek Cindy dengan cepat dan keras. Kalung rantai terlontar di payudara Cindy,,pengaitnya sudah berpindah ke depan. Cindy menciduk rantainya dan menyingkirkan dari payudaranya. Sang lelaki bergerak naik ke atas Cindy,,batang penisnya telah mengeras lagi.

Kalung rantai tersebut sudah hilang… kini tergantikan oleh batang penis mengkilat kepunyaan sang pria. Batan penis basah itu meluncur di belahan payudaranya. Cindy mengurangi payudaranya merapat,,menjepitkannya pada batang sang lelaki yg licin. Tangan sang lelaki bergabung dengan tangan Cindy dan memijat payudara Cindy ketika batang penisnya bergerak menyetubuhinya.Suara shower berhenti. Sang lelaki tetap mengayun.

Cindy terus menyetubuhinya. Dia dengar suara suaminya menyingkapkan tirai. Dia dengar suara suaminya menggosok gigi. Tapi dia konsentrasi pada suara basah dari penis sang lelaki yg tengah menyetubuhi payudaranya.

“Keluarkanlah… Oh,,keluarkanlah untukku,,keluarkanlah di atas tubuhku”.

MitoQQ.com – Sperma sang lelaki menyembur ke lehernya,,meninggalkan jejak berkilau putih di sepanjang dada Cindy. Cindy angkat kepalanya dan mengecap rasa sperma sang lelaki yg sejumlah menyembur ke mulutnya. Sang lelaki bangkit dan mengalihkan penisnya ke bibir Cindy. Cindy menyambutnya,,menghisap lahap gabungan sperma sang lelaki dengan madu birahi memeknya sendiri dari ujung sampai di sepanjang batang penis sang pria.

Suara pisau cukur listrik suaminya berhenti. Cindy melompat dari ranjang. Sang lelaki yg sudah menggunakan celana pendeknya dengan cepat mengarah ke ke pintu keluar. Cindy membalut payudaranya yg berlumuran sperma dengan jubahnya. Tomy muncul,,masih ada saldo air menetes dari tubuhnya. Cindy berdiri di hadapan suaminya“Mmmm.” Tomy bergumam ketika dia cium pengantinnya. Tangannya bergerak ke tali jubah Cindy…

Cindy memegang tangan suaminya dan menepiskannya ke samping. Dia melenggang ke dalam kamar mandi untuk mencuci sperma sang lelaki dari memek dan payudaranya. Sebentar lagi,,dia bakal pergi memungut sekaleng teh dingin.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *