Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Tukar Pasangan

Tukar Pasangan – Penampilanku tidak jarang kali keren dan modis namaku Ivan usia 23 tahun tubuh saya atletis dengan tinggi yang,,ideal aku kelahiran Bandung jujur saja aku memiliki gairah seks yang tinggi aku suka melakukan,,hubungan seks dengan variasi sekian banyak gaya.

Aku sudah memiliki istri yang pastinya cantik,,kulitnya putih dan seksi tentunya agar merangsang,,nafsuku,,kali ini aku bakal bercerita empiris pribadiku ketika aku mendapat undangan rekan lamaku yang,,bernama Alvin,,dia ialah teman kuliahku ketika di bangku kuliah di kota Surabaya.

Setelah lulus anda jarang kontak kontakan dan jarang bertemu ketika ini di pun sudah menikah namun aku,,belum kenal dengan istrinya,,pada ketika menghubungiku,,alvin menuliskan bahwa dia bakal berada di,,Jakarta sekitar satu minggu lamanya dan tinggal sedangkan di suatu apartemen yang sudah disediakan,,oleh perusahaannya.Cerita Dewasa.

Dia pun datang bareng istrinya dan ketika ini mereka pun belum memiliki anak laksana aku dan,,istriku,,maklum kami kan setiap baru menikah dan masih konsentrasi ke karir kami,,baik istriku

ataupun istri Alvin melulu ibu lokasi tinggal tangga saja,,sebab kami pikir kondisi tersebut lebih aman untuk,,mempertahankan sebuah lokasi tinggal tangga,,karena lingkungan kerja pergaulannya menurut keterangan dari kami tidaklah aman bagi,,istri-istri kami.

Malam tersebut sampailah kami di kamar apartemen yang dihuni oleh Alvin dan istrinya. “Hai… Alvin gimana kabar kamu,,sudah lama yach anda nggak ketemu,,kenalkan ini istriku Fariha”.

kataku.

“Hai Van,,nggak ngira gua bila bakalan dapat ketemu lagi sama kamu,,hai Fariha… apa kabar,,ini Mella,,istriku,,mella ini Ivan dan Fariha”,,kata Alvin balik mengenalkan istrinya dan menyuruh kami masuk.Kemudian kami ngobrol bareng sambil merasakan makanan yang sudah disiapkan oleh Alvin dan Mella. Kulihat Fariha dan Mella cepat akrab walaupun mereka baru ketemu,,begitu pun dengan aku dan Alvin. Ketika Mella dan Fariha asyik ngobrol macam-macam. Alvin menarikku ke arah balkon yang terdapat dan segera,,menarik tanganku sambil membawa minuman kami masing-masing.

“Eh.. Van gua punya ide,,mudah-mudahan aja elo setuju… sebab ini tentu sesuai dengan kenakalan kita,,dulu… gimana”,,kata Alvin.

“Tapi elo tidak boleh marah ya… bila nggak setuju”,,kata Alvin lagi. “Oke gua janji”,,kataku. “Begini,,gua tau anda kan setiap punya libido seks yang tinggi,,gimana bila kita jajaki bermain

seks bareng malam ini,,dengan sekian banyak variasi tentunya,,elo boleh gunakan istri gua dan gua pun boleh,,pake istri kamu,,gimana”,,ucap Alvin. “Ah,,gila kamu”,,kataku spontan.

Tetapi aku terdiam sejenak dan beranggapan sambil memandangi Fariha dan Mella yang sedang asyik ngobrol.Kulihat Mella paling cantik tidak kalah cantiknya dengan Fariha,,dan aku yakin bahwa sebagai laki-laki,,aku paling tertarik untuk merasakan tubuh seorang wanita laksana Fariha maupun Mella yang tidak kalah,,dengan ratu-ratu keelokan Indonesia. “Gimana Van,,kan anda akan sama-sama menikmatinya,,tidak terdapat untung rugilah”,,kata Alvin meminta,,keputusanku lagi.

“Tapi gimana caranya,,mereka tentu marah… bila kita beritahu”,,aku balik bertanya. “Tenang aja,,gua punya metodenya kalau elo setuju”,,kata Alvin lagi. “Gua punya Pil perangsang,,lalu anda masukkan ke minuman istriku dan istrimu,,tentunya dengan dosis,,yang lebih banyak,,agar mereka cepat terangsang,,dan anda mulai bereaksi”. “Oke,,gua setuju”,,kataku.

Dan kami juga mulai mengemban rencana kami tersebut. Alvin memungut gelas lagi dan memasukkan sejumlah butir pil perangsang ke dalam dua buah gelas yang, sudah dipenuhi soft drink yang bakal kami berikan untuk Fariha dan Mella

“Aduh,,asyik amat… apa sich yang diobrolin,,nich,,minumnya anda tambah”,,kata Alvin sembari,,memberikan gelas yang satu ke Mella,,sedangkan aku menyerahkan yang satu lagi ke Fariha,,karena

kebetulan minuman kepunyaan mereka yang sebelumnya kelihatan telah habis. Kemudian Fariha dan Mella langsung menenggak minuman yang kami berikan sejumlah kali. Aku duduk di,,samping Fariha dan Alvin duduk di sekitar Mella,,kami juga ikutan ngobrol bareng mereka. Beberapa masa-masa kemudian,,baik aku maupun Alvin mulai menyaksikan Fariha dan Mella mulai sedikit,,berkeringat dan gelisah seraya merubah posisi duduk dan kaki mereka,,mungkin obat perangsang tersebut,,mulai bereaksi,,pikirku.

Kemudian Alvin berinisiatif mulai mendekap Mella istrinya dari samping,,begitu pun aku,,dengan sedikit,,meniupkan desah nafasku ke tengkuk Fariha istriku. “Mell… aku sayang kamu”,,kata Alvin.

Kulihat tangannya mulai meraba paha Mella,,istrinya. “Eh Alvin,,apaan,,sich kamu… kan malu,,akh,,ah”,,kudengar suara Mella halus. “Nggak pa-pa,,ah,,ah,,kamu sayangku,,ah”,,desah Alvin meneruskan serangannya ke Mella. Melihat situasi itu. Fariha agak bingung… namun aku tahu bila dia juga mulai terangsang dan tak kuasa,,menahan gejolak nafsunya.

“Lus,,aku cinta kamu,,ukh,,ulp,,ah”.

Aku juga mulai mendekap Fariha istriku dan langsung menghirup bibirnya dengan nikmat,,dan kurasa Fariha,,pun menikmatinya. Aku juga mulai mendekap tubuh istriku dari depan,,dan tanganku juga mulai meraba bagian,,pahanya sama laksana yang dilaksanakan oleh Alvin. “Lus,,akh,,ak,,kamu,,sangat cantik sayang”,,kataku.

“Akh. Van,,ah,,ah”,,desah istriku panjang,,karena tanganku mulai menyentuh unsur depan kemaluannya,,dan membelai dan mengusapnya dengan jari tangan kananku,,setelah terlebih dahulu menyibakkan CD-nya,,secara perlahan. Cerita Sex Tukar Pasangan,,Kulihat Alvin telah membuka bajunya dan mulai perlahan membuka kancing baju Mella istrinya,,yang.

kelihatan telah pasrah dan paling terangsang.

“Ah. Alvin,,ah,,ah,,ah”,,desah Mella kudengar. Dan Alvin sudah sukses membuka semua pakaian, Mella,,dan kulihat alangkah mulusnya kulit Mella yang ketika ini melulu tinggal CD-nya saja,,dan tersebut pun sudah sukses ditarik oleh Alvin. Tinggallah tubuh bugil Mella di atas sofa yang kami gunakan bareng itu dengan kelakuan Alvin pada,,dirinya. Kulihat Alvin pun telah membuka seluruh pakaiannya dan kini tanpa sehelai benang juga yang,,menutupi tubuh Mella maupun Alvin yang ketika ini saling rangkul dan cium di sampingku dan istriku.

“Ah,,ulp,,ulp,,ulp,,ah,,sst,,sst”,,kulihat Mella menjilat dan menghisap kemaluan Alvin yang putih,,kemerahan dengan nikmatnya,,“ukh,,ukh,,ohh,,ukh”,,erang Alvin merasakan permainan Mella.

Aku pun kini sudah sukses membuka seluruh pakaian Fariha istriku,,kulanjutkan dengan meremas buah,,dadanya yang kenyal tersebut dan kulanjutkan dengan mengisap kedua puting susunya perlahan dan berulang-ulang.

“Ah,,ah,,ah. Van,,terus,,ah,,ah”,,desah Fariha keenakan. Tangan Fariha juga mulai membuka celanaku,,dengan tergesa-gesa karena melulu celanaku yang belum kubuka dan sepertinya Fariha telah mulai tidak sabaran.

“Akh,,akh,,ukh,,oh”,,ketika celana dan CD-ku tersingkap dan jatuh ke bawah,,Fariha segera memegang kemaluanku dan menjilatinya laksana apa yang dilaksanakan oleh Mella.

Aku lantas segera menata permainan dengan memungut posisi jongkok dan membuka lebar kedua kaki,,istriku dan mulai menjilati klitorisnya dan seluruh bagian luar kemaluannya.

“Aah,,oh,,terus,,terus Van,,enak,,akh,,akh”,,desah Fariha.

“Ulp,,ulp,,sst,,sst,,ah,,uhm,,uhm,,uhm”.

Aku terus menjilati klitoris istriku dan kulihat bibir kemaluan dan klitorisnya merekah merah,,merangsang serta kelihatan basah oleh jilatanku dan air kesenangan milikya yang pastinya terus

mengalir dari dalam kemaluannya.

“Ah,,terus,,ah,,ah,,terus Van,,enak,,akh,,akh,,ukh”,,rintih Fariha.

Yang membuka lebar kedua kakinya serta meremas buah dadanya sendiri dengan sarat kenikmatan. Perlahan kulihat Alvin menggendong Mella istrinya dan membaringkannya sejajar di sebelah istriku di

sofa panjang yang kami pakai bareng ini,,kemudian Alvin mulai memasukkan kedua jari tangannya ke,,lubang kemaluan kepunyaan Mella dan mengocoknya pelan serta menariknya terbit masuk.

“Akh. Alvin,,ahk,,kamu,,gila Alvin,,akh,,terus,,terus Alvin,,ahh”,,rintih Mella terdengar.

“Ukh,,ah,,ulp,,akh,,akh,,akh,,oh,,oh,,oh”.

Suara dan desahan dari istriku dan Mella secara bersamaan dan sarat kenikmatan. Perlahan tangan kananku mulai ikut meraba kemaluan Mella yang sedang di sebelah istriku. Dan aku juga ikutan memasukkan kedua buah jariku ke kemaluan Mella tersebut.

Dan Alvin pun tidak mempedulikan semua tersebut kulakukan,,kemudian seraya terus mengocok lubang kemaluan Mella,,tangan kiri Alvin juga mulai ikut meraba kemaluan istriku yang ketika ini tanpa rambut,,karena habis,,kucukur kemarin,,permainan ini terus berlanjut baik Mella maupun istriku membuka dan memblokir matanya,,menikmati permainan yang aku dan Alvin lakukan.

Perlahan aku mulai meraba buah dada Mella dengan tangan kananku dan meremasnya pelan,,kurasakan buah,,dada kepunyaan Mella lebih kenyal dibanding kepunyaan istriku,,tetapi buah dada istriku lebih banyak dan menantang guna dihisap dan dipermainkan.

Kemudian aku mulai berdiri dan menunjukkan kemaluanku yang berukuran panjang 16 cm serta diameter 4 cm tersebut ke arah mulut istriku,,dan tangan kananku terus meremas buah dada kepunyaan Mella. Istriku dan Mella pun tidak mempedulikan semuanya ini terus berlanjut.

Dan kulihat Alvin tetap memasukkan dan mengocok kedua lubang kemaluan yang di depannya dengan kedua buah tangannya dengan sekali-kali meremas buah dada kepunyaan istriku maupun Mella,,istrinya.

Kemudian Alvin mulai berdiri dan menunjukkan kemaluannya ke lubang kemaluan Mella yang sudah paling basah.

“Ah. Alvin,,terus,,masukkan,,terus Alvin semuanya”,,kata Mella. Melihat tersebut aku juga mulai menunjukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluan istriku. “Akh,,ukh,,ah,,oh,,ah,,oh”,,erang istriku keenakan.

Saat ini baik posisiku dan Alvin maupun Fariha dan Mella berada pada posisi yang sama. Aku dan Alvin,,terus unik turunkan kemaluan kami di lubang kemaluan kepunyaan Mella dan Fariha.

Begitu pun dengan Mella dan Fariha membuka lebar kakinya dan mendekap pinggangku maupun Alvin seakan-akan mereka fobia kehilangan kami berdua.

Selang sejumlah saat lantas Alvin menghentikan kegiatannya dan memintaku mundur,,kemudian memasukkan batang kemaluannya yang berukuran panjang 17 cm namun diameternya barangkali 3 cm dan kelihatan begitu panjang dari punyaku melulu punyaku lebih banyak dan keras dibanding kemaluan Alvin yang terus mengarah ke ke lubang kemaluan kepunyaan istriku.

Kulihat istriku lumayan kaget tetapi melulu pasrah dan terus merasakan kemaluan kepunyaan Alvin yang mulai mengocok lubang miliknya tersebut. Aku juga mulai pun mengarahkan kemaluanku ke lubang kemaluan kepunyaan Mella,,perlahan kurasakan lubang kemaluan Mella masih lumayan sempit serta mengapit batang kemaluanku yang kutekan perlahan.

“Akh,,akh… Mell,,memekmu begitu padat,,dan enak,,akh”,,kataku. “Terus… Van.. Terus,,punyamu begitu besar,,terus Van,,enak,,akh”,,rintih Mella.

“Van,,terus,,beri aku kenikmatan,,akh,,akh,,terus Van,,enak,,lebih dalam Van,,akh”.

“Lus,,punyamu begitu enak,,sangat,,rapat dan mengapit kontolku,,akh”,,,desah Alvin untuk istriku.

“Ehm,,ehm,,ukh,,ukh,,lebih dalam Alvin,,lebih dalam,,teruskan Alvin,,teruskan… kontolmu,,sangat.

panjang,,akh,,dan menyentuh,,dinding,,rahimku,,akh,,akh,,enak. Alvin”,,desah istriku lirih. Kemudian aku terus meremas dan menjilat puting susu kepunyaan Mella dan sekali-kali kugigit pelan

putingnya dan Mella terus menikmatinya,,sementara kemaluanku terus naik-turun mengocok lubang kemaluan Mella yang terasa padat dan kenyal serta semakin basah tersebut.

Terasa batang kemaluanku serasa masuk ke lubang yang paling sempit dan padat ditumbuhi daging-daging yang berdenyut-denyut mengapit dan mengurut batang kemaluanku yang semakin keras dan menantang lubang kemaluan Mella yang kubuat basah sekali.

Dan Mella juga terus merasakan dan mengusung pinggulnya serta menggoyangkannya ketika menerima hujaman batang kemaluanku yang ketika masuk melulu menyisakan dua buah biji kemaluan yang menggantung dan terhempas di luar kemaluan Mella tersebut.

“Akh. Mell,,enak,,sekali,,punyamu… akh,,akh”,,desahku.

“Oh Van,,aku sangat,,suka,,milikmu ini. Van yang besar dan keras ini,,akh,,ogh,,ogh,,terus Van,,ah”.

Kulihat Alvin mengembalikan tubuh istriku dan memasukan kemaluannya yang panjang putih kemerahan itu dari belakang.

“Akh,,akh,,akh. Alvin,,terus,,lebih dalam Alvin,,akh,,enak. Alvin”,,rintih istriku,,yang kulihat buah dadanya menggantung bergoyang mengikuti desakan dari kemaluan Alvin yang terus terbit masuk,,dan lantas tangan Alvin meremas buah dada itu serta menariknya. “Akh. Alvin,,akh,,ogh,,ogh,,ahh”,,jerit nikmat istriku merasakan permainan Alvin dari belakang

tersebut.

“Ogh.. Lus,,buah dadamu begitu besar,,dan,,enak,,ukh,,ehm,,ehmmm”,,sahut Alvin sarat kenikmatan. Mella mengupayakan merubah gaya dalam permainan kami,,saat ini dia telah berada di atas tubuhku yang duduk dengan kaki yang lurus ke depan,,sedangkan Mella memasukkan dan mengurangi kemaluannya dari atas ke arah kemaluanku.

“Blees”.

“Aakh,enak,,akh. Van punyamu begitu besar,,akhg”,,desah Mella yang terus menaik-turunkan tubuhnya dan sesekali mengurangi dan memutar pinggulnya merasakan kemaluanku yang terasa nikmat dan ngilu namun enak. “Oh,,mell,,terus,,ah,,ah”,,desahku. “Oh Van,,oh,,oh,,oh,,van,,aku nyaris keluar Van,,aogh,,ogh”,,jerit Mella. “Okh.. Van,,okh,,aku ke,,luar,,okh,,okh”,,tubuh Mella mengejang laksana kuda dan kurasakan kemaluanku juga bergetar mengimbangi orgasme yang dijangkau Mella.

“Oh,,ukh,,okh. Mell aku pun keluar,,okh,,okh”.

Kami pun berdekapan dan mengejang bergetar bareng serasa sedang di awan,,menikmati ketika klimaks kami itu selama sejumlah saat sampai kemudian kami berdua merasa lemas,,dan tetap berdekapan dengan posisi Mella di atas,,seolah kami paling takut kehilangan satu sama lain seraya memandangi permainan Alvin dan istriku di sebelah kami.

Kulihat Fariha istriku sangat merasakan permainan ini dengan posisi laksana atau kuda yang sedang kawin,,buah dada istriku yang besar bergoyang-goyang ke depan-belakang dengan cepatnya,,sekujur tubuh Alvin maupun istriku berkilap disebabkan keringat yang mengalir pelan sebab permainan seks mereka ini. Kulit Alvin yang putih mulus sebab dia berdarah Manado ini kelihatan bercahaya begitu pun istriku begitu merasakan panjangnya kemaluan Alvin. Tangan istriku meremas sandaran sofa dan berteriak lirih, “Ah,,ah,,ah,,uh,,uh,,uh. Alvin tekan terus Alvin dengan keras,,ah,,ah”,,kulihat satu tangan istriku memutar dan memelintir puting susunya sendiri serta sekali-kali meremas keras buah dadanya itu seolah fobia kehilangan kesenangan permainan mereka tersebut.

Aku lantas mendorong kepalanya dan beberapa tubuhku dan berbaring di bawah buah dada istriku,,kemudian berinisiatif guna ikut meremas buah dadanya dan mengisap puting susunya. “Akh. Van,,akh,,enak,,ogh,,ogh,,ogh,,terus Van”,,rintih istriku, terasa olehku lantas Mella menjilati dan menghisap batang kemaluanku yang mulai mengeras kembali.

“Ogh,,ogh,,ogh. Van,,ogh,,ogh. Alvin,,kontolmu paling panjang dan membuatku sangat… puas Alvin… akh…

terus,,akh”,,kata Fariha.

“Ulp,,ulp,,ulp,,ulp,,ulp”,,jilatan Mella di kemaluanku yang mengeras.

“Okh. Alvin,,aku,,hampir,,ke,,ke,,luar. Alvin,,terus”,,desah istriku.

Kuremas dan kupelintir dengan keras puting susu dan buah dada istriku,,dan kulihat Alvin pun mengejang.

“Akh,,akh,,akh,,akh.. Lus,,aku pun keluar,,akh,,akh”,,jerit Alvin kuat,,kemudian tubuhnya mengejang

dan bergetar hebat.

“Ogh,,ogh,,ogh,,ogh”,,istriku juga mengejang dan meremas sandaran sofa dengan kuat. Beberapa saat. Aku juga kembali merasakan kesenangan mengalir di batang kemaluanku dan. “Akh,,akh,,akh,,akh”,,kemaluanku juga memuncratkan spermaku kembali,,sebagian ke wajah Mella dan beberapa lagi meloncat sampai ke tubuh istriku dan aku juga kembali mengejang kesenangan dan kulihat Mella terus menjilati kemaluanku yang besar itu dan membersihkannya dengan lidahnya.

Kemudian kami tergeletak dan tertidur bareng di sofa tersebut sampai pagi harinya,,dalam situasi tanpa sehelai benang juga menutupi tubuhku,,istriku. Alvin dan Mella istrinya. Permainan ini pulang kami ulangi pagi harinya.

Dan pulang kami ulangi bareng dalam sejumlah hari sampai saatnya Alvin dan Mella mesti kembali ke Surabaya,,ini semua ialah awal dari permainan seks bareng kami yang sampai kini biasanya kami kerjakan kembali andai aku dan istriku ke Surabaya,,ataupun mereka ke Jakarta.

Bahkan kadang-kadang-kadang Mella sendiri ke Jakarta bermain seks bertiga denganku dan istriku.

ataupun aku atau istriku yang ke Surabaya bermain seks bertiga atau bareng dengan di antara dari Alvin atau Mella.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *