<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIwww.BDPKV.ORG 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus TurnOver 0.5%, Mudah Menang Dan Coba Sensasinya

Cerita Dewasa | Cerita Seks | USG 3 Dimensi

USG 3 Dimensi – pu menjualkan alat-alat medis perusahaan,,dia tetap layak dijaga sebagai karyawan marketing yang digaji dengan baik. Walaupun kadang menyaksikan Aryati pengin banget ngerasain tubuhnya. namun saya tidak mau tercebur cinta dengan karyawati saya,,apalagi Making Love,,walaupun saya sendiri belum menikah,,wibawa saya sebagai boss dapat luntur jadi bubur.

Alkisah saya memesan perangkat USG dua minggu yang kemudian dan sekarang tibalah barang pesanan senilai 450 juta itu dihadapan saya. USG (Ultra Sonografi) 3 dimensi berwarna. Aryati pasti saja ikut tercebur dalam transaksi ini.

Siang tersebut setelah Aryati menjemput barang pesanan itu dari jasa courier,,sekarang dua wujud menakjubkan tersebut ada di depan saya. Yang satu Aryati yang beda CKD-USG yang paling istimewa itu.

Kenapa istimewa,,karena bila untuk USG bayi dalam kandungan,,wajah bayi pun dapat nampak laksana foto,,juga guna USG alat-alat dalam yang lain,,baik tersebut ginjal,,jantung,,pembuluh darah yang besar,,maupun ovarium,,(=telur),,dari seorang wanita.

Sempat saya telpon untuk Rumah Sakit pemesan bahwa barang pesanan mereka telah datang, sebab Direktur Medis telah pulang. Saya telpon ke lokasi tinggal beliau dan beliau perintahkan untuk mengerjakan pengiriman barang jam 8 pagi kelak di Rumah Sakit lokasi beliau bekerja. Sambil dia pesan,,agar barang yang diterima mesti telah siap digunakan dan dioperasikan.

“Mati!’,,pikir saya,,karena itu dengan kata lain hari ini pun saya mesti merakitnya,,karena perangkat medis elektronik yang mahal laksana ini,,semua komponen dalam format lepas (CKD = Completely Knock Down).

Akhirnya sesudah menerima“,,perintah”,,dari pembeli,,saya panggil unsur service yang Insinyur Elektro guna mulai menyusun USG ini. Mulai senja tersebut,,akhirnya dengan berdebar-debar,,selesailah seluruh jam 12 malam. Aryati pasti saja jangan pulang sampai malam tersebut,,karena sebagai unsur Marketing diapun bakal mendapat share deviden 5 % dari nilai transaksi ini. Di samping melayani kami dengan membuatkan kopi.

Pak Sabastian, 10 tahun lebih tua dari saya yang merakit perangkat ini telah nampak keletihan dan ikut tegang saat saya mulai menancapkan kabel listrik. “ON”,,hiduplah perangkat mahal ini,,kami bertiga termangu-mangu didepan perangkat ini,,di samping ini guna kesatu kalinya pun perusahaan kami mendapat pesanan perangkat ini,,juga kesatu kali Pak Sebastian merakit. Tinggal kami bertiga di ruang elektrik perusahaan,,semua karyawan pasti sudah kembali dan terlelap dirumah masing-masing.

Kami bertiga bengong memandangi perangkat yang telah hidup tersebut,,nampaknya tidak terdapat trouble sedikitpun“,,Ayo anda coba,,kita melulu punya masa-masa 7 jam sebelum memberikan barang ini”,,suara saya memecah keheningan

“Saya,,Pak!”,,Pak Sebastian langsung menyahut,,di samping dia telah hapal alat-alat medis kedokteran,,dia pun tahu kecanggihan perangkat ini dan pengecekan yang berharga 500.000 untuk masing-masing kali total USG semua tubuh.

Dengan energik Pak Sebastian melepas bajunya dan istirahat dimeja kerja unsur elektronik yang sebetulnya meja ping-pong,,mulailah saya jadi berpengalaman USG dadakan,,berbekal kitab manual dan seingat-ingatnya latihan Anatomi,,saya mulai memeriksanya dengan memberinya lubricant,/,pelincir supaya prop USG yang besar ini dapat digeser dengan gampang di badan pak Sebastian. Dari Jantung,,Lambung,,Kantong Empedu,,Pembuluh Darah dan Ginjal.Luar Biasa!,,dari layar nampak serupa seperti mata saya terdapat didalam badan Pak Sebastian. Saya dan Aryati tertawa saat nampak adanya batu kecil di Ginjal sebelah kiri Pak Sebastian,,Pak Sebastian langsung meringis kawatir. “Tenang saja Pak,,masih kecil sekali,,pakai obatpun saya harapkan dapat hilang”,,“,,Saya gantian,,Pak”,,Aryati ikut-ikutan hadir suaranya sesudah takjub menyaksikan percobaan saya pada pak Sebastian.

Saya seketika bengong, di samping ruang yang sarat dengan perangkat elektronik dan melulu ada meja pingpong ini,,hanya terdapat Saya,,aryati dan Pak Sebastian. Saya memandang Pak Sebastian,,nampaknya dia memahami kejengahan saya“,,Iya,,pak diusahakan saja pada Aryati,,sekalian untuk diusahakan untuk menyaksikan telur dan rahim”,,“Tapi”,,kata saya. “Sudahlah pak,,dicoba daripada nanti kita dianggap nanti saya yang repot” dia menyahut “Cobalah Pak,,tidak usah sungkan,,biar saya pamit kembali dulu”,,Pak Sebastian matanya nampak serius,,tapi nampak diujung bibirnya senyum kecil,,pengertian sekaligus menantang saya guna “memeriksa”,,aryati. “Pamit Pak!,,saya kembali dulu”,,langsung dia ngeloyor pergi, barangkali kelelahan,,mungkin tidak hendak mengganggu,,“acara”,,saya dengan Aryati.

Setelah Pak Sebastian bukan lagi di ruang,,tinggal saya bareng Aryati“,,jadi,,Pak ?”,,suara Aryati pulang muncul,,saya hanya dapat mengangguk-angguk ‘Ya,,silahkan”.

Tanpa ragu sedikitpun Aryati melepas kancing bajunya dan membaringkan diri di meja pingpong,,nampak BH Krem dan beberapa payudara yang menyembul,,kulit yang putih dan paling bersih. Aduh”My Dick”,,mendadak bangkit ditengah malam!.

Mulailah saya menyerahkan pelincir di perutnya yang putih dan kencang, “Hi-hi-hi,,dingin,,pak”,,ketika pelincir menetes diperutnya. Saya cek lambung dan ginjalnya,,normal semuanya. Saya tidak berani memeriksanya lebih lanjut. “Pak,,sekalian yang lain,,mumpung gratis”. Saya mulai menggerakkan prop USG ke unsur tubuh atasnya, sebab BHnya masih ditempat pasti saja saya tidak dapat mengarahkan prop tepat ke Jantungnya “Aryati,,eh,,eh,,”..”,,oh,,ini Pak”,,sambil memegang BHnya”,,sebentar,,pak”,,dengan gaya akrobat seorang wanita, BH Aryati telah terlepas. Nampak payudara yang sangat estetis di depan saya,,puting yang kencang dan bagus,,payudaranya walaupun tidak besar akan namun kencang,,nampak kenyal dan paling proporsional kiri dan kanan. Saya mulai menunjukkan prop USG ke arah Jantungnya dengan menggesernya dari wilayah perut. Nampaknya Aryati merasakan geseran prop USG tersebut,,kedua putingnya nampak mengeras menjulang. Lebih tak waras lagi malahan kini dia memblokir kedua matanya,,sambil berdesis pelan. Saya arahkan prop USG tepat di jantungnya,,dengan pembesaran 200 X,,saya mulai“,,membaca”,,ruang-ruang jantungnya. Karena saya mengupayakan menelusuri unsur kiri dan kanan jantung,,tentu saja saya mesti berulang-ulang menggeser prop USG,,sambil menuliskan padanya apa yang saya baca dari layar monitor. Tak pernah sekejappun Aryati membuka kedua matanya,,sambil terus berdesis-desis pelan. “My Dick”,,sudah tidak tahan lagi,,lihat suasana seperti ini. Saat tangan kanan saya memegang dan menggeser prop USG,,entah dari mana seketika refleks tangan kiri meremas payudara kanan Aryati. Saya remas-remas dan memain-mainkan pelan payudaranya. Desis Aryati kian jelas kentara“,,terus,,pak”…”,,terus Pak”,,aryati berbisik”,,mana tahan”,,pikir saya. Sudah tidak ingat lagi antara boss dan karyawatinya. Saya letakkan prop USG tersebut,,sekarang yang mengecek jantungnya ialah tangan kanan saya di payudara kirinya. Saya isap-isap dan gigit-gigit pelan payudaranya“,,enak Pak,,terus,,terus”,,sambil tetap terus memblokir mata.

Saya jilat-jilat dan ciumi perutnya,,tangan kanan saya kini sudah beralih ke arah selangkangannya yang masih terbalut apik dengan rok. Saya elus-elus dengan halus selangkangannya,,terasa lembab“,,eh,,eh,,eh,,enak pak”.

Saya masukkan tangan saya kedalam roknya,,teraba CD-nya,,basah nian,,kakinyapun bukan lagi sejajar laksana tadi,,sekarang kakinya mementang lebar-lebar memberi peluang tangan saya guna mengeksplorasi selangkangannya lebih lanjut. Saya tarik tepi CDnya,,teraba vulvanya yang telah basah,,saya gosok pelan-pelan bibir dalam vaginanya. Lendir vaginanya memudahkan saya guna menggosok-gosok jari tengah saya ke vaginanya, pun kelentitnya“,,ekh,,ekh,,ekh”,,makin keras suara Aryati.

“Sebentar yaa”,,mendadak saya bangkit,,saya segera matikan USG dan lampu ruang elektronik yang cerah benderang tersebut dengan segera. Saya lepas segera seluruh baju yang saya kenakan pun CD saya. Saya telah tidak sabar lagi. Aryatipun pun tidak inginkan kalah,,tanpa diperintahkan,,langsung dia lepas seluruh baju,,rok,,dan CDnya. Dari remang-remang penerangan dari ruang sebelah kini nampaklah Aryati yang telanjang bulat dan menakjubkan. Bukit kewanitaannya dipayungi oleh rambut yang lebat“,,pantas,,alisnyapun lebat”,,pikir saya. Kini saya langsung menunjukkan mulut saya ke vaginanya,,karena lebatnya“,,hutan”,,kewanitaannya,,saya terpaksa memakai kedua tangan saya guna menyibak“,,hutan”,,nya. Gantian sekarang justeru Aryati yang mengelus-ngelus dan memilin-milin payudaranya sendiri.

Memeknya berbau khas yang agak keras dan berasa asin,,seperti keju belanda. Maklumlah, kami berdua tidak sempat mandi semenjak pagi hari tadi. Tapi sudahlah mulut saya telah dalam posisi itu. Saya jilat-jilat kelentitnya dan naik turun di bibir dalam vaginanya naik – turun. “Pak,,masukin.pak”,,aryati memohon. Tanpa perintah kedua,,saya berdiri. Saya tarik tubuh Aryati ketepi meja pingpong,,segera saya masukkan“,,tongkat naga”,,saya ke vaginanya. “Bless”,,tanpa kendala saya masukkan “My Dick” saya,,karena lendir di vagina Aryati telah membanjir,,di samping posisi saya yang berdiri mempermudah urusan itu. Saya pegang pinggulnya,,saya tarik dan dorong tubuh Aryati,,sesuai dengan arah laju pinggul saya yang maju mundur“,,ekh,,ekh,,ekh”,,terus menerus suara Aryati tersiar keenakan. Setelah 10 menit seketika tangan Aryati memegang paling keras kedua tangan saya yang sedang memegang pinggulnya‘,,maaasssss”,,aryati menjerit tertahan…pada ketika yang bersamaan,,vagina Aryati berdenyut-denyut keras “My Dick” saya yang didalamnya laksana diremas-remas dengan lembut oleh vaginanya. Aryati orgasme hebat,,pantatnya bukan lagi terletak dimeja pingpong namun terangkat keras keatas. Rupanya dia sedang merasakan semaksimalnya orgasme dan keheningan sesaat yang timbul pada dirinya.

LAGA99 – Setelah dia agak tenang,,saya baru pulang memompanya,,terasa agak kering kini vaginanya,,habis lendirnya. “Sakit,,mas,,sakit,,mas”,,dia mengeluh. “Tanggung”,,pikir saya. Segera saya ambil pelincir USG yang terbaring dekat kami,,saya olesi kepala “My Dick”,,saya dan pun vagina Aryati, segera saya masukkan pulang “My Dick” saya kedalam vaginanya,,sekarang pulang licin laksana semula. “Terus. mas,,enak”,,saya tetap dalam posisi semula,,sekarang dengan bekal tidak banyak pelincir diibu jari saya,,saya tolong Aryati dengan menggosok-gosok kelentitnya. Kali ini,,sungguh susah saya orgasme,,konsentrasi saya buyar total,,setelah Aryati memanggil saya dengan sebutan “Mas”,,aduh saya ini boss-nya. Tapi “what the hell,,what will be,,will be”,,kembali saya berjuang konsentrasi untuk menerbitkan semua isi “My Dick”,,saya. Rupa-rupanya “perkosaan”,,saya dengan jempol kanan saya menggunakan pelincir di kelentitnya mengundang pulang orgasme Aryati. Sedangkan benak saya masih berperang antara “Mas dan Pak”.

“Tahan mas,,tahan,,saya mau terbit lagi”,,dalam hitungan menit muncullah “Maaasss.masss,,masss”,,dan remasan lembut vagina Aryati yang berdenyut-denyut di “My Dick”,,saya. Aryati orgasme guna kedua kalinya,,tetapi tidak sehebat yang kesatu,,tangannya meremas keras tangan kiri saya,,sedangkan tangan kanan saya masih aktif di kelentitnya. “Rugi,,kalau saya tidak orgasme”,,pikir saya. Segera gantian saya memblokir mata,,konsentrasi penuh menginginkan vaginanya Sharon Stone. Saya percepat pompaan saya di selangkangannya.

“Akkkkhhhhhhhhhhh”,,saya mendengus panjang, saya keluarkan seluruh isi “My Dick”,,saya kevaginanya,,dan saya tanamkan sedalam-dalamnya“,,tongkat naga”,,saya,,saya orgasme.

REDMIQQ – Saya terbaring disamping Aryati,,dua insan telanjang bulat dengan vagina dan “My Dick”,,yang berleleran sperma. BandarQ Online

BANDARPKV – Aryati mendekap saya,,dijilat-jilat pelan telinga saya “Maaf ya mas,,sejak tadi malam memang saya lagi “kepengin””,,aryati berbisik. “Puas mas?,,saya puas sekali”. Saya mengangguk.

“Ayo anda pulang”,,saya mengingatkan,,jam sudah mengindikasikan jam 2 malam. Segera kami berdiri dan membereskan baju, Aryati kekamar mandi mencuci sisa-sisa sperma yang berleleran di vaginanya.

HITSBOLA – Saya kini sendirian di ruang elektronik, lampu telah saya hidupkan kembali,,sambil mengisap rokok dan menantikan Aryati pulang ke ruang ini,,saya termangu-mangu. “Aduh,,sekarang dia panggil saya Mas,,padahal saya bossnya,,belum lagi bila dia hamil”.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *