<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIwww.BDPKV.ORG 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus TurnOver 0.5%, Mudah Menang Dan Coba Sensasinya

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Utang Di Bayar Istriku Sendiri

Utang Di Bayar Istriku Sendiri – Aku hakekatnya tak tega menagih utang pada kawanku yang satu ini. Tapi, karena keadaanku juga sungguh-sungguh mendesak, saya memberanikan diri dengan kemauan temanku dapat membayar; minimal separuhnya dahulu. Sayang sekali, Darta, kawanku yang baru menikah enam bulan yang lalu ini, tak dapat membayar barang sedikit malahan. Memang saya paham keadaannya. Dia menikah malahan karena desakan orang tua Mila, yang kini jadi istrinya. Darta sendiri, hingga saat ini belum punya profesi.

Karena hari sudah larut, saya tahu diri, seketika permisi pada Darta.

“Gua jadi enggak enak nih..”

“Sudahlah Ta. Gua gak apa-apa koq. Gua hanya nyoba aja, barangkali ada,”,saya menukasnya,,takut membuatnya jadi bobot pikiran.

“Ma, gua ingin bisikin sesuatu,,’,tiba-tiba Darta mendekatkan mulutnya ke arah telingaku. Dan saya benar-benar terkejut,,saat Darta menawarkan istrinya untuk kutiduri.

“Sinting lu.. Sialan..” ucapku.

“Sstt.. Jangan bising. Gua juga kan ingin balas budi sama elu. Soalnya eu udah banyak bertingkah baik sama gua. Gak ada salahnya kan,,jikalau kita saling berbagi kesenangan,,”,begitulah sebut Darta dengan serius.

Bandar poker – memang membisu-membisu sudah sejak lama saya selalu memandang Mila. Pun saya malahan memuji Darta, dapat menerima gadis secantik Mila. Kecuali posturnya yang tinggi, Mila memiliki kulitnya yang putih dan mulus. Tubuhnya menggairahkan. Memang selalu terbungkus rapat, dengan baju yang longgar. Tapi saya dapat membayangkan, alangkah kenyalnya tubuh Mila.

Baru memandang wajah dan jemari tangannya malahan, saya memang suka seketika berpantasi; membayangkan Mila jikalau berada di hadapanku tanpa busana. Lalu Mila kugumuli dengan sesuka hati. Tapi untuk bertingkah macam-macam, rasanya kubuang jauh-jauh. Karena saya sungguh-sungguh tahu, Mila itu orang baik-baik, dan keturunan orang baik-baik pula. Lihat saja penampilannya, yang selalu terbungkus sopan dan rapi.

“Lu serius, Ta? Bagaimana dengan Mila? Apa ia ingin?” saya malahan akhirnya mulai terbuka.

“Kita pasang strategi, donk! Bila secara seketika, terang istri gua kagak bakalan ingin,” jawabnya.

“Gimana caranya?” saya penasaran.

Darta kembali membisikan lagi rencana edannya. Aku memang sungguh-sungguh menginginkan hal itu terjadi. Telah kubayangkan, alangkah nikmatnya bersetubuh dengan perempuan wahai seperti Mila.

“Mila..! Mila..! Milaa..!” Darta memanggil istrinya.

Dan tanpa selang waktu lama, Mila ke luar dari dalam kamarnya dengan dandanan yang konsisten rapat.

“Ada apa, Bang?” tanya Mila.

“Tolong belikan rokok ke toko..!” kata Darta sambil merogoh uang ribuan ke dalam sakunya.

“Bagus, Bang,” Mila menerima uang itu, lalu ke luar.

Darta seketika menyuruhku masuk ke dalam kamarnya, seraya masuk ke kolong ranjang. Aku ingin saja, terbaring di tembok dingin, di bawah ranjang. Lalu Darta ke luar lagi. Pintu kamar, terlihat masih terbuka.

Tak lama kemudian, terdengar bunyi Mila yang datang. Mereka bercakap-kapabel di ruang tetamu. Dan Darta mengatakan jikalau saya sudah pulang, karena ada ditelepon sama bos-ku. Mila kedengarannya tak banyak tanya. Dia tak terlalu mempedulikan kehadiranku. Hingga bunyi pintu yang dikunci malahan, dapat terdengar dengan terang.

JazzQQ.com – Kulihat dua pasang kaki memasuki kamar. Pintu ditutup. Dikunci pula. Pun termasuk lampu malahan dimatikan, sehingga mataku tak memandang apa-apa lagi. Yang kudengar hanya bunyi ranjang yang berderit dan bunyi kecupan bibir, entah siapa yang mengecup. Lalu ada juga yang terdengar bunyi seleting celana,,dan nafas Mila yang mulai tak beraturan. Pluk,,pluk,,pluk.. Sepertinya baju mereka mulai dilemparkan ke lantai, satu persatu.

“Emh.. Ah.. Uh.. Oh,,” Jelas,,itu bunyi milik Mila.

“Euh.. He.. Euh..” nah jikalau itu, bunyi Darta.

Tampaknya mereka sudah mulai bercumbu dengam hebatnya. Ranjang malahan hingga bergoyang-goyang semacam itu dahsyat.

“Emh.. Akh.. Ayo Bang.. Aduuh ss..”,bunyi Mila membuat nafasku bergerak lebih kencang dari umumnya.

Aku dapat merasakan, Mila sedang ada dalam puncak nafsunya. Aku sudah tak tahan mendengar bunyi dengusan nafas kedua insan yang tengah memadu berahi ini. Hingga saya mulai membuka celanaku, bajuku dan celana dalamku. Aku sudah telanjang bulat. Lalu saya bergerak pelan, ke luar dari daerah persembunyian, kolong daerah tidur.

Meski kondisi sungguh-sungguh gelap, tetapi saya masih dapat memandang dua tubuh yang bergumul. Khususnya tubuh Mila, yang putih mulus. Darta sudah memasukan penisnya,,dan sedang memompanya turun naik, diiringi desahan nafas yang tersengal-sengal. Konvensional. Mila sepertinya lebih merasakan berada di posisi bawah, sambil kedua tangannya memeluk erat tubuh Darta, dan kakinya menjepit pantat Darta. Aku mulai tak tahan.

Tiba-tiba Darta semakin mempercepat pompaannya. Ranjang bergoyang lebih ganas lagi. Dan bunyi erangan tertahan Mila semakin menjadi-jadi.

“Emh, emh, emh, emh.. Ah.. Oh..” Hanya itu yang keluar dari mulut Mila,,karena mulutnya disumpal oleh mulut Darta. Dan akhirnya.

“Agh.. Agh..!” bunyi Darta mengakhiri pendakian itu.

Tapi tampaknya Mila belum selesai. Ternyata, kakinya masih menyilang erat, mengunci paha Darta, supaya tak seketika mencabut penisnya. Tapi apa hendak dikata, Darta sudah lemas. Dia terkapar dengan nafas yang lemah-lunglai.

Kesempatan inilah, saatnya saya mesti masuk. Maka yang direncanakan Darta tadi. Kamu tanpa ragu lagi, saya seketika melompat ke atas ranjang. Meraih tubuh Mila dan seketika menindihnya. Tentu saja Mila terpekik terkejut.

“Siapa Dia..! Kurang ajar..! Pergi..! Ke luar..! jangan..! setaan..!” Mila berontak. Dia sungguh-sungguh geram tampaknya.

“Mila, saya punya hutang pada kawanku. Aku ia sedikit peluang..” Darta yang menjawab, sambil mengelus rambutnya.

“Biadab..! Aku tak ingin..! Lepaskan..! bangsat..!” Mila mendorong tubuhku.

Tapi karena nafsuku sudah memuncak,,saya tak mungkin menyerah. Kutekan lebih keras tubuhnya,,sambil tanganku berusaha memberi nasihat supaya penisku seketika masuk. Mila konsisten meronta. Mila berkali-kali meludahi mukaku. Tapi saya membisu-membisu menikmatinya. Pun ludahnya malahan kusedot dari bibirnya, dan kutelan.

Walhasil liang organ intim wanita Mila sudah licin, tetapi penisku konsisten agak seret untuk seketika menembusnya. Mila terpekik, saat saya menekan dan memaksakannya sekaligus. Bles..! Walhasil masuk juga. Kudiamkan beberapa saat, karena saya ingin mencumbu dahulu bibirnya. Mila konsisten berontak, hingga akhirnya kehabisan energi. Walhasil ia hanya membisu.

Kurasakan ada air mata yang mengalr dari kedua kelopak matanya. Tapi saya semakin bernafsu. Kuremas-remas payu daranya yang terbukti memang cukup besar dan semacam itu kenyal. Lalu saya mulai memompa penisku. Mila terpekik kembali. Kasihan juga, saya melihatnya. Sehingga saya bergerak pelan-lahan, hingga akhirnya organ intim wanita Mila dapat menyesuaikan diri dengan penisku. Mila tak bereaksi. Dia membisu saja. Tapi saya sungguh-sungguh menikmatinya.

Poker Online – Aku Mila membisu, tentunya jauh lebih enak dari pada menjalankannya dengan patung. Aku terus memompanya, hingga napasku mulai ngos-ngosan. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah alat pendengar Mila. Dan akhirnya cukup baik. Lama kelamaan, di jeda isakan tangisnya,,membisu-membisu kurasakan vaginanya diangkat, seakan Mila ingin menerima hunjaman penisku lebih dalam. Tentu saja saya semakin termotivasi. Kupompa lebih kencang lagi. Tiba-tiba isakan tangisnya stop, diganti dengan napasnya yang semakin memburu. Dan yang lebih mengejutkan lagi, kakinya tiba-tiba mengunci pantatku. Aku tersenyum, sambil mencumbui alat pendengarannya.

“Dia menikmatinya, sayang?”,bisikku.

“Tapi..!”,ia membentakku. Tapi saya yakin, Mila hanya tak ingin mengakui kekalahan dirinya. Bersamaan, saat penisku kucabut, Mila menekan pantatku. Tangannya malahan memeluk tubuhku,,supaya saya merapatkannya kembali.

Lalu ada bunyi erangan dari bibirnya yang tertahan. Aku erangan itu, kedua kakinya semakin erat menekan pantatku. Dan vaginanya ditekan pula ke atas. Aku malahan sungguh-sungguh terangsang. Hingga detik-detik akhir malahan akan seketika tiba. Kupeluk erat pula tubuh Mila. Kugenjot lebih kencang dan lebih keras. Aku akhirnya tiba pada genjotan yang terakhir. Aku tekan sungguh-sungguh kuat. Kugigit pelan lehernya.

Prediksi togel – “Agh.. Agh,,Agh,,” Maniku keluar di dalam vaginanya. Begitupun Mila.

“Akh.. Akh.. Akh.. Ss,,”,begitulah yang keluar dari mulut Mila.

Lalu kemudian Mila mendorong tubuhku dan seakan menyesali dan tak ingin lagi bersentuhan denganku.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *