Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Seks | Yuli Gadis Manisku Pemuas Birahiku

Yuli Gadis Manisku Pemuas Birahiku – Dengan bibir yang terus melumat buah dadaku serta menggigit puting susuku,,jari-jari Indri mempermainkan kelentitku. Uhh,,rasanya aku terbenam dalam samudra kesenangan yang tak terhingga.

Geliat-geliat tubuhku menggila disertai dengan rintihan yang diakibatkan tak mampunya aku menerima kesenangan yang datang melanda bak topan di lautan.

Kujambak rambut Indri sampai menjadi awut-awutan. Dan Indri sendiri semakin kesetanan. Jari-jarinya berjuang menembus lubang vaginaku. Aku menikmati kegatalan sekaligus kesenangan yang dahsyat. Bibir lubang vaginaku mengencang,,,ingin dimasuki tetapi justeru merapatkan pintunya. Sungguh sebuah ironi yang sangat.

Pada gilirannya dilepasnya kuluman di dadaku. Tangannya membuka lepas celana dalamku. Indri langsung menyorongkan mukanya ke pahaku. Ke selangkanganku. Wajahnya mengendus semua permukaan kemaluanku. Hidungnya menyergap wewangian yang terbit dai kemaluanku. Dan lidahnya dengan segera mengejar lubang vaginaku. Langsung menjilatinya.

Bandar poker – aku sendiri menjadi mabuk sarat kenikmatan. Aku merintih dan terus menggeliat. Kali ini aku mengharapkan bibir Indri,,lidah Indri,,mulut Indri seluruhnya menelan kemaluanku. Aku angkat-angkat pantatku supaya Indri bisa dengan cepat melahap semuanya. Aku hendak Indri cepat-cepat menghilangkan kegatalan yang menerpaku.

Aku bisa merasakan wilayah vaginaku sudah membasah. Cairan birahiku mengalir dengan deras sekali. Kudengar bibir Indri yang menjadi sibuk menyedot cairan itu. Kedengaran laksana anak-anak minum es krim dari tempatnya,,menjilat-jilat,,menyedot dan melahap sampai cangkir-cangkirnya ikut termakan. Aku menikmati Indri sedang,”memakan”,kemaluanku.

”Indrii,,,aku tidak tahann,,,oohh,,,gatal sekallii.. Indrii”.

Kudengar nafas Indri kian memburu. Hh,,,hh,,hh,,hh,,hh,,hh.. Tangannya meliar. Dia melepas sendiri pakaiannya,,dia renggut kancing celana dan unik resluitingnya dan dengan serta-merta dilemparkannya ke lantai celana jeansnya. Kemudian dia rengkuh kaki kananku,,ditarik dan ditungganginya. Dijepitnya kakiku di selangkangannya,,diarahkannya jari kakiku. Diarahkannya jari-jari kakiku ke lubang vaginanya,,dia desak-desakkan ke lubang vaginanya. Dia merintih,,mengaduh,,oohh,,hh,,hh.

Saat kesudahannya lubang tersebut melahap ujung-ujung jari kakiku Indri,,mulai mengerjakan gerak memompa. Dijadikannya jari-jari kakiku sebagai pengganti penis lelaki. Pantatnya naik turun unik dan mendorong kemaluannya melahap jari-jari kakiku. Baru kali ini aku menyaksikan perempuan sedemikian kehausan. Indri bukan lagi mempedulikan penampilannya. Dia bukan lagi merasa perlu mengawal penilaian orang beda terhadap dirinya.

Indri sedang dipacu oleh nafsu birahinya yang bergolak-golak laksana kawah gunung berapi yang berkeinginan memuntahkan laharnya. Pantatnya yang semakin estetis di mataku tersebut terus naik turun bak alun samudra,,,terkadang dipercepat terkadang melambat mengekor alir birahinya yang datangnya pun bergelombang-gelombang..

Hingga,,,akhirnya dengan teriakan bak lolong serigala betina, ‘Mbak Marinii,,ma’afin akkuu,,,oohh,,,oohh,,,oohh.. Maarriinii”.

Indri meraih puncak kepuasan birahinya. Orgasmenya. Sesudah tersebut ia langsung rebah ke lantai. Kulihat keringatnya mengairi seluruh tubuhnya,,blusnya,,rambutnya,,pada tubuhku,,bahkan pada karpetku. Aku sedemikian terpana oleh birahi yang baru saja menyerangnya.

Aku menonton kepuasan tak terhingga pada Indri. Kubiarkan dia. Nafasnya tersengal-sengal. Pelan-pelan aku bangkit mengarah ke dapur,,pasti bakal nikmat andai dalam panas Jakarta serta panasnya permainan birahi Indri yang melelahkan ini disegarkan dengan segelas besar orange juice dingin dari lemari esku.

Di depannya aku meminum sejumlah teguk dari gelas itu. Kemudian kuserahkan padanya. Indri dengan sarat kehausan langsung menerima dan meminumnya sampai tandas habis. Kembali senyumannya merebak yang tidak jarang kali diiringi dengan dekik lesung di pipinya.

”Terima kasih, Mbak Mar,,ohh,,thanks bangett,,untuk segala-galanya,,,untuk,,,nih,,,nih,,,nih,,,nih,,,nih,,,nih”,,sekali lagi senyumnya mengembang dengan disertai gaya humor segarnya dengan tangannya menjamah bibir, leher, dada, paha, jari-jari kaki,,jari-jari tangan dan vaginaku dengan kata-kata,”nih,,nih,,,nih”,itu.

Dan reaksiku sungguh tak kuduga sendiri,,rasa ketersanjunganku, rasa kesenangan yang kuterima darinya serta sekian banyak macam rasa yang tak dapat kuungkapkan mendorongku guna kembali mendekap Indri. Kupeluk Indri dan aku menciuminya. Indri menyambut pelukan dan ciumanku. Kembali kami saling melumat.

‘Mbak Marini belum orgasme yaa?? Mau yaa..?’,,dia berbisik ke telingaku.

”He-eehh”,aku terlarut dan membalas dalam gumam.

Indri melepas pelukanku,,tangannya meraih kedua bahuku dan memandangku.

”Mbak aku punya dildo. Persis deh mbak. Macam-macam bentuknya. Ada yang serupa punya orang bule,,ada china,,ada negro,,ada coklat,,putih. Nanti bermukim pilih saja. Mauu..?? OK, Mbak tunggu ya,,biar aku ambil,,nanti anda pilih-pilih”,aku tidak menjawab,,malu.

Aku malu guna berterus cerah bahwa aku sangat hendak melihat mainan,”perempuan kesepian”,itu. Aku sendiri malu guna mencoba-coba beli. Pertama fobia ketahuan suami dam kedua yaa,,,malulah datang ke tempat tersebut untuk melakukan pembelian itu. Selama ini aku pecahkan saja dengan caraku yang aman dan mudah,,ketimun.

Sekitar 10 menit lantas Indri pulang dengan tas di tangan.

”Nih Mbak,,lihat saja.,Pilih saja”,aku keheranan ketika dia membuka tas itu.

Dia tumpahkan sejumlah benda-benda berbentuk penis. Ada yang biru,,ada yang kuning,,ada yang serupa penis negro,,hitam menyeluruh dengan urat-uratnya laksana yang aku pernah tonton di VCD.

‘Suamiku senang membawakan ini seluruh untukku. Oleh-oleh,,dia bilang. Mungkin dia paling tahu aku tentu kesepian tidak jarang ditinggalnya’.

Melihat kontol-kontol palsu berserakan di karpet rumahku, aku geli juga. Tetapi ketika aku menginginkan bagaimana benda-benda itu dapat memberikan kesenangan syahwatku,,mukaku jadi memerah. Rasanya birahiku naik lagi. Libidoku tergoda.

‘Indri inginkan nggak tolong aku masak dulu. Nanti santap siang saja di sini yaa??’,,aku menyuruh Indri ke dapur.

‘Aku nggak tahan menyaksikan dildo Indri tadi. Aku hendak ngerasain yang item gede tadi lhoo’, Indri cekikikan mendengar aku berbisik padanya.

”Saya senang Mbak Mar udah inginkan ngomong gitu,,hi,,hi,,hi”.

”Khan Indri yang ngajarin”,dengan wajah sarat gairah,,kami saling merangkul pinggang mengarah ke dapur.

Kami masak tumis kangkung. Ada sepotong daging ham di chiller lemari es-ku, Indri memasak sambal goreng pedas ala Menado.

”Biar Mbak Marini galak”,komentarnya.

Kami santap sepiring berdua. Saling menyuapi. Dia mengunyah daging Menadonya lantas mencaplok bibirku. Daging kunyahannya beralih ke mulutku. Demikian pula aku sebaliknya. Kami pun minum dari satu gelas.

Waktu makan tersebut kami jadikan waktu guna terus pemanasan untuk mengisi kehausan seksual wanita-wanita yang tidak jarang ditinggal suaminya. Mas Adit suamiku,,walaupun tidak merantau namun waktuku bersamanya paling sedikit. Saat kembali larut dari kantornya,,aku telah demikian ngantuknya. Saat bangun pagi,,dia langsung terburu-buru mandi guna kembali ke kantornya. Saat hari-hari Minggu atau hari cuti lainnya dia tinggalkan aku bermain golf dengan relasi-relasinya.

Suamiku kesudahannya menjadi lelaki yang paling egois. Menjadi suami yang hanya beranggapan bahwa keperluan istrinya hanyalah harta,,uang,,harta,,uang dan seterusnya. Bahkan ketika kami sedang menggelar senggama sering terputus oleh HP-nya yang berdering, lantas dia bangun bergegas mengisi undangan lah,,panggilan proyek lah,,rapat seketika lah atau sejuta dalil lainnya. Dan,,bahkan pada ketika benar-benar ada peluang yang longgar sekalipun ternyata memang dia tidak cukup mampu menyerahkan kepuasan seksual pada istrinya. Hanya dalam masa-masa singkat,,sebelum birahiku benar-benar muncul dan naik,,dia sudah muncrat-muncrat. Kontolnya langsung lemas. Saat birahiku datang merambati nafsu libidoku, Mas Adit telah tidur ngorok di sampingku.

Sesaat setelah berakhir makan siang itu,,bibirku dan bibir Indri langsung saling melumat. Tangan Indri langsung merogoh blusku. Dipeluknya tubuhku. Didorongnya aku bersandar ke dinding. Kali ini lumatan bibir Indri sungguh paling nikmat. Lidahnya yang merasuki rongga mulutku meruyak, menjilati lidahku dan disusul dengan bibirnya yang menyedot ludahku.

Tanganku pun terbawa aktif. Kupeluk tubuhnya,,aroma parfum Indri yang tentu mahal harganya,,merangsang hidungku dan mengkatrol nafsu birahiku. Pelan-pelan aku membimbing pelukannya ke peraduan,,ke ranjangku. Kemudian kami bergulingan di ranjang lunak itu. Baru kali ini aku pakai ranjang pengantinku ini guna berasyik masyuk bukan dengan suamiku atau dengan lelaki,,tetapi dengan Indri yang sama-sama sebagai wanita bersuami.

Aku dan Indri saling melepas pakaian. Aku buka celana jeansnya,,dia buka rokku,,aku tarik T-shirtnya,,dia buka blusku,,aku tarik celana dalamnya dia tarik pula celana dalamku. Begitu kami sudah sama-sama berbugil ria, Indri langsung merangsek selangkanganku. Bibirnya mencari-cari vaginaku. Dan aku sendiri juga hendak mencoba kemaluan Indri.

Aku yang cukup kawakan selingkuh,,mencuri peluang bercumbu dengan pria lain yang bukan suamiku,,tidak begitu susah beradaptasi. Kuraih paha Indri yang,”getas”,itu. Aku dekatkan wajahku ke arah selangkangannya pula,,kami ber-69. Indri asyik mengenyot vaginaku dan kebalikannya aku menjilati klitorisnya dan kemudian pun mengenyot kemaluannya. Aroma selangkangan Indri yang sarat wewangian sangat bertolak belakang dengan wewangian lelaki yang menebarkan wewangian alami. Daya rangsang wewangian Indri secara lembut dan halus meruntuhkan kesadaranku. Pelan tetapi tentu aku membenamkan diri dalam gairah birahi yang hebat. Aku mulai menggosok-gosokkan kemaluanku dan menekankan pada bibir Indri,,demikian pula Indri padaku.

Kami saling melumat memek lawan cumbunya. Saat tekanan hawa nafsu kami tak lagi terbendung, Indri berbisik, ”Mbak Mar,,kamu nungging yaa”,yang langsung kupenuhi. Aku hendak tahu kesenangan macam apa yang akan diserahkan oleh Indri padaku. Kurasakan wajahnya ditenggelamkan ke pantatku. Lidahnya menjilat tepi-tepi analku. Kemudian menusuk lubang anal itu. woowww.. Aku jadi ingat bakal seorang mitra selingkuhku,,yang pun melakukan teknik seperti ini.

Aku merintih penuh nikmat. Kuarahkan tanganku untuk mencapai kepala Indri. Saat kudapat,,kutekan kepala itu supaya lebih dalam terbenam ke pantatku. Aku hendak lidah Indri menusuk lebih dalam ke duburku. Tetapi melulu sesaat.

Indri lantas bangkit meninggalkan analku. Tangannya ganti meraih pinggulku. Kemudian kurasakan terdapat sesuatu yang mendorong-dorong bibir vaginaku. Saat kulihat,,kusaksikan dildo besar hitam mencuat dari sabuk kulit yang di gunakan di pinggang Indri. Kontol palsu tersebut siap menjebol memekku. Rupanya dildo tiruan kontol negro tersebut sudah dioperasikan oleh Indri. Hatiku tersenyum geli. Selanjutnya aku pasrah.

Aku yakin Indri tahu apa yang bakal diperbuatnya. Dia meludah pada dildo itu dan pulang menusukkan pada vaginaku. Aku membuka celah kemaluanku. Sedemikian inginnya aku menikmati kontol sebesar tersebut memenuhi liang surgaku. Sedikit demi tidak banyak Indri melesakkan dildo tersebut ke dalam vaginaku. Dan tidak banyak demi tidak banyak pula vaginaku menelannya. Rasa kegatalan dan nikmat yang hebat langsung melanda kemaluanku. Aku berteriak dan merintih..

‘Sakit mbakk,,??’, Indri menghentikan tusukkannya.

”Enaakk Ndrii, teruss,,,enaakk.. Terusinn,,masukkin semuanyaa”.

Akhirnya semua panjang dildo yang tidak tidak cukup dari 20 cm tersebut tertelan seluruhnya ke dalam kemaluanku. Ooohh,,,rasanya tidak terdapat celah yang tersisa.. Dinding kemaluanku memegang erat seluruh batang dildo tersebut dengan eratnya,,syaraf-syaraf peka dalam dinding tersebut berinteraksi,,,batang dildo tersebut dicengkramnya.

Indri unik sedikit dan pulang memasukkannyak,,,dia melakukannya berulang-ulang. Dia memompa seperti pria memompakan kontolnya pada wanita. Aku dibuatnya kelimpungan. Nikmat yang tak terhingga menyergapku. Aku mendesah,,merintih,,meracau.

Indri yang rupanya tidak tahan mendengar racauanku,,merunduk guna menciumi bokongku dan lantas membenamkan pulang hidungnya ke analku. Dia jilat analku,,dia pun menyedoti lubangnya. Dan aku semakin menggila.. Semakin,,semakin,,,semakin.

Poker online – kesudahannya kuraih orgasmeku,,,aku tidak tahu lagi,,,rasanya aku berguling ketika orgasme tersebut datang,,kenikmatan dahsyat yang menimpaku membuatku tak sempat diri,,,aku berteriak histeris,,meracau histeris.. Caci maki dan umpatan ucapan-ucapan kotor sarat birahi terbit dari mulutku.. Belakangan Indri mentertawakanku,,dia bilang aku yang cantik,,ayu dan lembut ini dapat juga mengeluarkan ucapan-ucapan hina,,seronok kasar dan kotor laksana itu.. Dia menginginkan betapa kesenangan telah melandaku sampai kata-kata yang sedemikian kotor tersebut begitu saja meluncur dari mulut cantikku,,,begitu katanya.

Prediksi togel – itulah mula diriku mengenal dunia lesbian. Sejak tersebut aku dan Indri tidak jarang bercumbu. Saat suamiku berangkat kerja, tak jarang permainan digelar di rumahku. Atau di rumahnya,,yang rata-rata hari-harinya dilewatkan sendirian.

Lama kelamaan aku semakin tidak sedikit melihat wanita yang cantik. Sesekali kami,,aku dan Indri sepakat untuk menggali partner yang ke-3. Kami hendak bercumbu bertiga. Dengan siapaa yaa..?? Kapaann yaa..??

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *