Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Sex | Akibat Perselingkuhan Pacar

Akibat Perselingkuhan Pacar – Perihal dengan Rico aku tak cemburu lagi dengannya,,apalagi aku sudah diluncurkan juga dengan pacarnya Rico. Findi namanya. Anaknya cukup cantik,,badannya pun seksi walau teteknya tak sebesar Risa,,pacarku. Kutaksir ukuran BHnya selama 34B.

Kisahku ini terjadi saat aku kembali ke kota K,,guna menengok Risa. Kangenku padanya telah nggak ketulungan,,mestinya aku kembali 2 minggu lagi, namun aku kembali seminggu lebih awal, sebab udah tak tahan kangen. Sengaja Risa tak kuberi kabar untuk menyerahkan kejutan kepadanya, sebab saat kutelepon katanya ia kangen sekali denganku.

Pagi-pagi benar aku telah sampai di kota K,,sesudah melepas lelah aku meluncur naik taksi ke dekat lokasi tinggal Risa. Dari wartel yang berjarak 500 m,,kutelepon ke rumahnya.

“Pagi,,Risanya ada”?

“O,,Risanya pergi baru dua menit yang lalu”,Ibunya Risa yang mengusung telephone.

“Kemana ya Bu”?

“Aduh tidak cukup tahu ya,,Katanya mau tuntunan skripsi atau apa gitu”?

“Ya udah Bu,,makasih”.

Begitu kuletakkan telepon,,kulihat mobil Risa melintas di depanku, entah mengapa aku tak terbersit dalam benakku guna mengikutnya. Kulihat Risa berhias sangat cantik dan sexy,,mungkin tersebut juga yang membuatku curiga sebab selama ini masing-masing ia bimbingan,,dandanannya biasa-biasa saja. Akhirnya kuminta sopir taksi untuk mengekor mobil Risa.

Setelah berlangsung 3 km,,tiba-tiba mobil berhenti,,lantas pintu dibuka, kulihat cowok yang paling kukenali wajahnya,,Rico rekan sekampus Risa,,sesaat mereka ngobrol lantas Rico masuk ke mobil melewati sebelah kanan. Ternyata mereka ganti stir,,Rico yang memegang stir lantas Risa duduk si sebelahnya.

Beberapa ketika mobil berlangsung Risa menoleh ke belakang, aku terkejut langsung kutundukkan badanku supaya ia tak mengenaliku. Saat ku munculkan lagi wajahku alangkah terkejutnya aku saat Risa ternyata menghirup pipi Rico,,lantas ia menggelayut mesra di bahu Rico seraya Rico terus menyetir. Hampir saja kuminta sopir taksi guna menghentikan mobil mereka, tetapi naluriku berbicara lain aku mesti ikuti kemana mereka pergi.

Mobil Risa terus meluncur melalui batas kota K melalui kota U arah mengarah ke areal wisata di kota B. Tiba-tiba badanku merinding, keringat dingin mengairi tubuhku, jangan-jangan mereka benar ke kota B, lokasi aku dan Risa biasa memadu asmara. Sejenak aku diam mendinginkan diri, tiba-tiba kulihat Hpku, aku ada gagasan coba telp HP Risa, toh ia tidak tahu kalo aku lagi kembali ke kota K.

“Hallo Sayang,,lagi ngapain”?

“Eh Ryan,,kupikir siapa kok nggak terdapat nomornya?” jawab Risa santai.

“Oh iya aku gunakan private number,,sori belum kuganti. Lagi dimana nih?”

“Ini Ryan inginkan ke lokasinya Bu Ani, konsultasi skripsi”.

“Emang rumahnya di mana”?

“E,,Di jl,,KS,,Kudengar Risa agak gugup, ia membalas sekenanya. Padahal setahuku Bu Ani tersebut rumahnya di Jl. RHT.

“Ya udah, ati-ati ya”.

“Ok Ryan Bye,,cup ah”,Gila kupikir Si Risa,,dia bohongi aku namun masih pun sempat bersikap mesra.

Dengan jawaban tadi aku yakin betul kalo Risa dan Rico sedang mengarah ke ke lokasi wisata di kota B. Terbayang di wajahku pergumulan yang pernah aku lakukan bareng Rico dan Risa, terdapat gairah, terdapat cemburu yang membara. Tapi mengapa mereka kerjakan ini? Kenapa Risa menghianatiku? Kenapa Rico menyalahgunakan kepercayaanku? Bukankah kuajak dia ikut bergabung pada permainan dulu itu supaya tak terdapat cemburu diantara kita? Kenapa mereka mengerjakan ini tanpa seijinku bahkan berdusta kepadaku? Sejuta pertanyaan terus melintas di kepalaku.

Aku menyalahkan diriku sendiri mengapa kuajak Rico masa-masa itu? Ah semuanya telah telanjur, aku nggak dapat membayangkan lagi apa yang mereka lakukan selama ini saat aku di luar kota. Dengan dalih skripsi mereka bebas mengerjakan apa saja.

Di sela-sela kegundahanku tiba-tiba kuingat Findi, pacar Rico. Sedang apa kira-kira dia? Tahukah ia kalo Rico selingkuh dengan Risa. Tiba-tiba terdapat gairah dalam diriku untuk merasakan tubuh Findi, kubayangkan bodynya, putihnya dan pantatnya yang aduhai. Kulihat Hpku kucoba cari nomornya, ah bersyukur aku ternyata aku masih menyimpan nomornya.

“Hallo Findi?

“Iya,,Siapa nih?”Suaranya merdu dan manja sekali.

“Ini Ryan”.

“Oh Bang Ryan,,Gimana informasinya Bang?”sapanya paling lembut dan ramah.

“Baik,,Findi sendiri gimana?,Baik pun kan?

“Iya Bang”.

“Lagi dimana nih Fin”.

“Di lokasi temen Bang,,di U”.

“Lho nggak pacaran,,kan hari sabtu?

“Aduh Bang,,Rico lagi sibuk sekali akhir-akhir ini ngerjain skripsi, jangankan pacaran telp aja aku fobia ganggu,,Lho bukannya Rico lagi ke dosen ama Mbak Risa?,Abang di K kan?,Belum ketemu Mbak Risa?”,tanyanya laksana memberondong.

“Oh ya tho,,Belum tuh Riss,,Eh anda di kota U ya?,,Aku pun di U nih,,gimana kalo anda ketemu, itung-itung ngilangin kangen sebagai sesama ditinggal pacar sibuk skripsi,,he,,he”,,kucoba sambil berkelakar sekaligus menghilangkan rasa cemburuku pada Risa dan Rico.

“Ah Abang dapat aja.. Tapi boleh pun Bang,,soalnya temenku pun mau pergi bentar lagi”.

“Ya udah kujemput anda ya,,”Setelah Findi menyerahkan alamat temennya kemudian kusuruh sopir taksi meluncur ke alamat tersebut.

“Pagi Fin”.

Gila kulihat cantik sekali Findi pagi ini badannya yang dibungkus kain ketat serta celana ketat tiga perempat seolah memamerkan seluruh tonjolan yang ia punya.

“Eh Abang”,,Udah dateng kok cepat sekali?

“Iya nih,,,Ternyata posisiku tadi udah dekat,,,Yuk”,ajakku seraya mengandengnya masuk ke taksi. Terasa harum wangi parfumnya menciptakan ‘adik’ku menggeliat.

Setelah menginjak taksi,,lantas kami meluncur dengan cepatnya, seakan tahu betul sopir taksi tersebut mengarahkan ke obyek wisata B.

“Kemana anda Bang”?,Tanya Findi menyaksikan taksi ke arah B.

“Gimana kalo anda ke B,,seraya lihat pemandangan. Di jakarta lihatnya gedung terus sih”.

“Boleh Bang,,Siapa takut.. Asal nggak aneh-aneh aja Abang”.

“Aneh-aneh”,gimana maksudnya?

“Ya kan dah lama nggak ketemu Mbak Risa,,Aku nanti jadi pelampiasan lagi,,katanya seraya mengerling sarat arti.

“Dasar kamu,,kataku seraya kucubit dia.

Di perjalanan kami terus bercanda,,kisah kesana-kemari sampe akupun agak tak sempat kalo tujuanku ialah investigasi Risa dan Rico. Hingga sebab taksi dikemudikan paling cepat maka tanpa diperkirakan sebelumnya posisi taksiku serupa di belakang mobil Risa yang dikemudikan Rico.

”Bang tersebut bukannya mobil Mbak Risa?,Yang nyetir Rico kan? Mau kemana mereka?,Kok kemari?

”Itulah yang pun Abang hendak tahu, Abang semenjak tadi mengikuti mereka. Trus Abang telp Findi,,eh pas di kota U juga,,jadi sekalian aja pikirku,,abang pun penasaran kok Fin”.

“Pantesan sibuk terus mereka,,jangan-jangan”Findi tak meneruskan kata-katanya, matanya berkaca-kaca,,ia rebahkan tubuhnya ke dadaku.

“Bang”,Gimana nih Bang?

”Udahlah Fin.. Gak pa-pa,,santai aja, toh Findi kan pun sama Abang,,jadi satu-satu nantinya hehe”.

”Ih Abang genit”.

”Katanya seraya terus merapatkan ke badanku seakan nggak inginkan ia lepaskan. Kulihat Findi mulai agak tenang.

Taksi kami terus mengekor arah mobil Risa,,dari belakang kulihat sesekali Risa menghirup Rico,,kadang kebalikannya Rico yang menghirup Risa.

“Ih,,mereka genit sekali”,kata Findi sebel.

”Aku cium Abang pun ah,,tanpa peduli pada sopir taksi tiba-tiba Findi menciumku.

”Ih badung kamu”,,padahal saat tersebut adikku sungguh-sungguh tegang,,aku bergairah menyaksikan apa yang bakal diperbuat Risa dan Rico sekaligus bergairah sebab Findi terus merapat ke badanku.

Tiba di kota B. Kulihat mobil Risa belok ke arah Hotel KDR,,aku hafal betul sebab di tempat tersebut aku dan Risa tidak jarang memadu kasih,,kemudian kuminta sopir taksi guna terus dulu agar nggak ketahuan mereka kalo aku dan Findi membuntuti.

“Bang mereka ke Hotel,,mau ngapain mereka? Masak konsultasi di Hotel?” Findi semakin sebel diliputi rasa cemburu, rasa yang sama yang pernah kurasakan dulu,,(Cemburu Membawa Sensasi).

”Udah Fin,,tenang aja nanti anda ikutin mereka”.

Setelah sejumlah saat taksi lantas kuminta berputar masuk ke hotel, aku berbincang-bincang sesaat dengan reseptionist yang aku udah cukup kenal sebab langganan kemudian aku mohon kamar di sebelah Risa dan Rico. Sedangkan sopir taksi kuminta dia kembali setelah kubayar, sebab aku beranggapan pulangnya bersama sekalian dengan Risa dan Rico.

Jalan mengarah ke ke kamarku melalui depan kamar Risa dan Rico, ketika aku lewat tersiar desahan-desahan yang paling menggairahkan. Kurang ajar batinku ternyata mereka udah nggak dapat menahan lagi, namun di sisi beda desahan-desahan tersebut justru membuatku terasa bergairah.

Begitu masuk kedalam kamar aku dan Findi segera menggali lubang yang bisa kami pakai untuk mengintip kegiatan Risa dan Rico,,tanpa menemui kendala kami mengejar lubang yang dapat melihat kegiatan mereka secara jelas tetapi tak barangkali mereka lihat sebab tempatnya paling tersembunyi.

“Oh Ris.. Aku kangen sekali ama tetekmu”,ujar Rico seraya memegang dada Risa yang masih terbungkus kain lengkap.

“Ohh.. Ohh.. Aku pun Ric,,,aku kangen ama batangmu yang tegak itu”,desah Risa seraya terus mereka berciuman bibir.

Kulihat Findi begitu dongkol menyaksikan kelakuan mereka, tetapi sisi laen aku pun lihat kalo Findi wajahnya merah, kuduga selain menyangga amarah ia pun menahan gairah melihat kegiatan Rico dan Risa. Perlahan kuraba paha Findi yang masih terus mengintip kegiatan Rico dan Risa.

”Ohh,,ooh”,,Lenguhnya tanpa menggeser posisi mengintipnya.

Sementara di seberang kamar kulihat Rico telah sukses melucuti pakaian atas Risa sampai yang terbelakang di atas hanyalah BH Risa.

”Ohh,,Ric,,Lidahmu badung sekali”.

“Tapi”,anda suka kan?

“He eh.. Ehm.. Oh.. Terusin nakalmu Ric,,lepaskan BH ku” Risa semakin bernafsu.

Aku hafal betul bila Risa sangat tidak tahan andai teteknya di pegang. Dalam sekejap BH Risa telah terlepas dari tempatnya, sekarang yang nampak ialah dua buah gunung kembar yang menjulang dengan puting yang telah mengeras. Rico dengan lahap menjilati puting tersebut.

“Ohh,,Enak sekali Ric,,,Kok dapat ya sekecil ini di jilat rasanya sampe ke ubun-ubun,,ooh”,lenguh Risa dengan manja menyangga gairah. Sementara aku sendiri terus bergerilya di paha Findi.

“Ough,,ohh,,Enak Bang”.

“Lepasin celanamu ya”,Pintaku dengan berbisik.

“Ho,,,oh”,Kulepas celananya yang tiga perempat,,sengaja kusisakan CD-nya biar terdapat sensasi tersendiri.

“Uhh.. Bang”,rintihnya saat tanganku mengucap vegynya yang masih tertutup CD, tetapi nampak jelas rambut-rambutnya yang hitam kecoklatan.

“Ohh,,ouhh,,,ohh,,kamu pintar sekali Bang”,desahannya kian keras tatkala kuraba bibir vegynya yang telah basah.

Di seberang kamar kulihat Risa dan Rico telah tak berpakaian lagi alias telanjang bulat. Risa kulihat sedang mengoral penis Rico.

“Ohh,,Ris enak,,sekali,,oh”,rico meracau.

“Enak mana ama kuluman Findi Ric?,,”Tanya Risa seraya terus mengoral.

“Enakan oralmu Ris”.

Mendengar perkataan Rico, Findi menjadi jengkel. Seolah ia akan memperlihatkan ucapan Rico,,lantas ia segera melucuti celanaku. Terpampanglah penisku yang telah tegak mengacung. Tanpa tidak sedikit basa basi ia langsung kulum penisku.

”Oh,,Ohh”,,bibir tipis Findi ternyata lihai pun mengoral penisku, memang kuakui bibir tebal Risa lebih mantap guna mengulum penis, tetapi demi mengasyikkan hati Findi aku tetap memuji dia.

”Auh.. Ogh, enak.. Fin.. Bohong kalo Rico bilang enakan kuluman Risa,,ohh”,seakan makin energik Findi terus mengocok penisku dengan cepat.

”Oh.. Fin enak sekali,,aku nggak tahan Fin”,,seraya terus Findi mengulum penisku, tanganku menyelusup ke dada Findi, kutemukan dua gunung yang memang nggak sebesar punya Risa.

“Ohh,,bang,,aku bergairah sekali,,,bang,,oh”.

Kulihat di kamar sebelah Risa dan Rico telah tidur berpelukan, tersiar dengkuran halus Risa yang paling kukenal. Karena aku dan Findi terlampau asyik bermain sampai-sampai tidak sempat menyaksikan sampai klimaks Rico dan Risa dalam memanjat kenikmatan.

”Bang masukin punyamu Bang,,ohh.. Aku nggak tahan lagi”,perlahan kumasukin penisku di vagy Findi.

”Pelan-pelan Bang,,oh,,,nikmat,,ohh”.

“Ohh.. Ough”.

“Ouhh,,,ough,,oghh,,,ohh”,kami terus berpacu mengjar nafsu yang semakin membara seolah tak sempat kalo di sebelah terdapat pasangan anda masing-masing.

”Ohh,, Bang aku nyaris sampe”.

“He eh,, Abang juga,, Dikeluarin dimana?”

“Di luar aja Bang aku lagi subur,, Oh”.

“Ya udah Findi keluarin dulu”.

“Oh,, Bang,, Oh.. Ohh”,Rintihan panjang Findi menyelesaikan klimaksnya.

Ia semburkan lahar basahnya ke penisku, sedangkan penisku segera kutarik dan kukgoyang-goyangkan dengan keras di atas perut Findi.

“Ohh,, Ohh”,cret cret spermaku terbit dengan derasnya di perut Findi.

MitoQQ.com – Kami kemudian berdekapan sangat erat. Sementara tersebut di kamar sebelah Rico dan Risa masih tertidur, begitu pula dengan Findi, ia tertidur mungkin sebab kecapekan. Sedangkan aku sendiri tak dapat tidur. Sambil menghisap cerutu aku beranggapan keras untuk mencari ide supaya dapat menuntaskan konflik perselingkuhan ini dengan happy ending dengan tanpa amarah bahkan kalo dapat dengan gairah, sebab bagaimanapun tadinya aku yang salah dan aku memang sangat menyukai Risa, namun vegy Findi pun pun lezat rasanya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *