<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIAyo Daftar Di Situs Pkv Games BAGIQQ Dengan Minimal Deposit Rp10,000 Dapatkan Juga Bonus Dari Kami Turnover 0,5% Dan Refferal 20%. Di Jamin Mudah Menang Win Rate Tinggi

Cerita Dewasa | Cerita Sex | Mesum Dengan Baby Sister

Mesum Dengan Baby Sister – kali ini mengisahkan pengalaman Sex dari seorang anak SMP yang ketika tersebut dia mengerjakan hubungan sex dengan baby sisternya yang mengasuh dia dari kecil. Hubungan Sex ini bisa terjadi dampak pengaruh Film bokep yang disaksikan oleh teman-temanya masa-masa itu. Sehingga terjadilah pemaksaan oleh anak SMP tersebut kepda baby sisternya guna melayani nafsu sex dari ank SMP itu. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik kisah dewasa ini.

Namaku Ginting, aku seorang anak yang berasal dari family yang tergolong memiliki ekonomi menengah keatas. Dimana Ayahku tidak jarang kali sibuk dengan pekerjaanya dan Ibuku sibuk dengan arisan dan shopingnya. Dari kecil aku selalu diasuh oleh baby sisterku yang mempunyai nama Mba Marni. Pada sampai sebuah hari aku mengerjakan skandal Sex dengan Mbak Marni.

Kejadian ini bermula pada masa-masa teman-temanku datang ke rumahku, Dedi, Dika, Budi, dan Bobi berniat main ke rumahku, untuk menyaksikan kaset DVD bokep yang diangkut oleh Bobi. Kebetulan kakak Bobi memiliki usaha rental kaset DVD di rumahnya. Pada saat tersebut ayah dan ibuku kebetulan sedang pergi dengan hal mereka masing-masing. Bobi Ketika tersebut membawa 3 kaset bokep dan kami memang telah berencana untuk menyaksikan kaset bokep tersebut dirumahku.

Ditengah asiknya kami menyaksikan Film Bokep, ternyata Mba Marni mengintip kami yang sedang menyaksikan Film bokep itu. Saat tersebut Mba Marni mengintip dari celah pintu yang tdk tertutup rapat dan yang tahu mba marni mengintip melulu aku. Oh iya aku hampitr lupa, Mba Marni ini menjadi baby sisterku semenjak dia berumur 19 tahun dan Usia Mba Marni ketika tersebut 27 tahun dengan kedudukan masih singgle ( belum menikah ).

Karena pengaruh film Bokep itu, tiba-tiba naluri lelaki terbit begitu saja. Aku hendak sekali mengerjakan sex laksana yang terdapat di dalam kaset DVD bokep yang kutonton bareng dengan teman-temanku tadi. Karena pada saat tersebut wanita yang ada melulu Mba Marni, maka aku berniat hendak mepraktekanya dengan Mba Marni. Kemudian aku mulai mencari dalil kepada teman-temanku guna menyusul Mba Marni.

”Eh teman-teman,,,Maaf yah Gue bermukim sebentar,,,Gue inginkan ke toilet dulu,,”ucapku.

”Oke Nting,,,tidak boleh lupa pintunya diblokir yaaa!!!”,,jawab di antara temanku.

”Okey bro,,tenang aja,”,jawabku.

Kemudian aku bergegas untuk terbit dari kamarku, dan saat aku terbit Mba Marni yang ketika tersebut Masih sedang di samping pintu kamarku kaget dengan keberadaanku dengan di iringi nafasnya yang tdk teratur.

”Hmm,,,ma,,,ma,,,terdapat Den Ginting ternyata”,,ucap Mba Marni menyapaku sembari membetulkan posisi berdirinya.

”Mbak ngapain disini, pake ngintip-ngintip lagi?”,tanyaku dengan maksud menegurnya.

Pada saat tersebut dalam hatiku berbicara,”wah,,peluang nih bikin Gue praktekin urusan yang di kaset DVD bokep tadi”.

Kemudian dengan perlahan-lahan pintu kamarku aku kunci dari luar kamar dan aku berpura-pura marah terhadap Mba Marni.

”Mbak, apa-apaan sih ngintip-ngintip segala”.

”Hmm,,,hmm,,Mbak inginkan kasih minum guna teman-teman Den Ginting”,,jawabnya.

”Nanti aku bilangin ayah dan ibuloh, kalo Mba Marni ngintipin Ginting”,,ancamku, sembari aku pergi turun ke bawah dan untungnya kamarku sedang di lantai atas.

”Mba Marni mengikutiku ke bawah,,sesampainya di bawah”.

”Mba Marni, anda ngintipin saya dan teman-teman tersebut maksudnya apa?”,tanyaku.

”Mbak, hendak kasih minum teman-teman Den Ginting”.

”Kok, Mbak nggak membawa minuman ke atas”,,tanyaku dan memang Mba Marni ke atas tanpa membawa minuman.

”Hmm,,,Hmm”,,,ucap Mba Marni mencari dalil yang lain.

Dengan keadaan bingung Mba Marni mencari dalil yang beda dan tdk disadari olehnya, aku menyaksikan dan membayangkan format badan dan buah dada Mba Marni yang ranum dan seksi sekali. Dan aku memberanikan diri untuk mengerjakan permainan yang sudah kutonton tadi.

”Kesini deh Mbak !!!”,ucapku”.

”Lalu diapun mendekat”.

”Lebih dekat lagi dong mbak !!!” suruhku lagi,

Karena memang Mba Marni menghampiri de ngan tidak banyak malu-malu dan Masih jaga jarak, akupun menyuruhnya guna lebih dekat lagi.

”Cepetan Mba lebih dekat lagi”!gitu aja lama banget sih”.

Mba Marni mengekor perintahku dan dirinya telah dekat sekali denganku, terasa buah dadanya yang ranum sudah menyentuh dadaku yang naik turun oleh deruan nafsu. Aku duduk di meja santap sehingga Mba Marni sedang di selangkanganku.

”Den Ginting inginkan apa”,,tanyanya.

”Den, inginkan diapain Mbak “,,tanyanya, saat aku memegang bahunya guna didekatkan ke selangkanganku.

”Udah,,jangan tidak sedikit tanya”, jawabku sembari aku melingkari kakiku ke pinggulnya yang seksi.

”Jangan Den,,,tidak boleh Den Ginting”,pintanya guna menghentikanku membuka kancing baju baby sisterku.

”Jangan Den Ton,,jangan,,,jangan’,tolaknya tanpa menolak tanganku yang membuka satu persatu kancing bajunya.

Sudah empat kancing kubuka dan aku menyaksikan bukit kembar di hadapanku, putih mulus dan mancung terbungkus oleh BH yang berenda. Tanpa kuberi peluang lagi guna mengelak, kupegang buah dada Mba Marni dengan kedua tanganku dan kupermainkan puting susunya yang berwarna coklat muda dan kemerah-merahan.

”Jangan,,,tidak boleh Den Ginting”.

”Akh,,,akh,,,jangan, tidak boleh Den”.

”Akh,,,akh,,,akh”.

”Jangan,,,Den Ginting”.

Aku mendengar Mba Marni mendesah-desah, aku langsung mengulum puting susunya yang belum pernah dipegang dan di kulum oleh seorang lelaki pun. Aku memasukan semua buah dadanya yang ranum ke dalam mulutku sampai-sampai terasa sesak dan sarat mulutku.

”Ohhh,,,ahhhh,,,,Den,,,Den Ginting,,,,tangan ber”,,tanpa memperhatikan kelanjutan dari desahan tersebut kumainkan puting susunya dengan gigiku, kugigit pelan-pelan.

”Ouh,,,,ouhh,,,,Ahhh”,desahan nafas Mba Marni laksana lari 10 km.

Kupegang tangan Mba Marni guna membuka celana dalamku dan memegang kemaluanku. Tanpa diberi aba-aba, Mba Marni memegang kemaluanku dan mengerjakan gerakan mengocok dari ujung kemaluanku hingga pangkal kemaluan.

”Oouhhh,,,ssss,,,ahhh,,,,Mba,,,,Mba”.

”Teruss,,,,Ahhh,,,Mba”.

”Ton,,,Ton,,,,Ginting, saya tdk powerful lagi”.

Mendengar tersebut lalu aku turun dari meja santap dan kubawa Mba Marni tiduran di bawah meja makan. Mba Marni telentang di lantai dengan buah dada yang menantang, tanpa kusia-siakan lagi kuberanikan guna meraba selangkangan Mba Marni.

Aku singkapkan pakaiannya ke atas dan kuraba-raba, aku menikmati bahwa celana dalamnya telah basah. Tanganku mulai kumasukan ke dalam celana dalam-nya dan aku menikmati adanya bulu-bulu halus yang basah oleh cairan liang Vaginanya.

”Mbak, dimulai yah celananya”,,Mba Marni melulu mengangguk dua kali.

Sebelum kubuka,,aku mengupayakan memasukantelunjukku ke dalam liang Vaginanya. Jari telunjukku sudah masuk separuhnya dan kugerakkan telunjukku laksana aku memanggil anjingku.

”Ssss,,,ahhhh,,,euhhhh”.

”Cepat dimulai”,,pinta Mba Marni.

Kubuka celananya dan kulempar ke atas kursi makan, aku menyaksikan kemaluannya yang Masih orisinil dan belum terjamah serta bulu-bulu yang tertata rapi. Aku mulai terkenang akan film DVD bokep yang kutonton dan kudekatkan mulutku ke liang Vaginanya.

Perlahan-lahan kumainkan lidahnku di dekat liang surganya, terdapat rasa asem-asem gurih di lidahku dan kuberanikan lidahku guna memainkan unsur dalam liang Vaginanya. Kutemukan adanya daging tumbuh laksana kutil di dalam liang kenikmatannya, kumainkan daging tersebut dengan lidahku.

”Ahhhh,,,Ton”.

”Mbak inginkan kelluaar”.

Aku tdk tahu apa yang dimaksud dengan,”terbit”,,namun aku semakin giat memainkan daging tumbuh tersebut, tanpa kusadari terdapat cairan yang terbit dari liang Vaginanya yang kurasakan di lidahku, kulihat liang Vagina Mba Marni sudah basah dengan gabungan air liurku dan cairan liang Vaginanya.

Lalu aku merubah posisiku dengan berlutut dan kuarahkan batang kemaluanku ke lubang senggamanya, sebab sejak tadi kemaluanku tegang.

”Zlebb…. Zlebbb”,, Aku menikmati kehangatan spektakuler di kepala kemaluanku.

”Ton,,,Ton pellann dongg”,,Kutekan lagi kemaluanku ke dalam liang surganya.

”Zlebb,,,Zlebb”,,dan.

”Eghhh,,,eghhh”,,suara Mba Marni tertahan ketika kemaluanku Masuk seluruhnya ke dalam liang Vaginanya.

”Ton,,,Ton,,,pelaan”,,nafsu birahiku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku tdk mendengar perkataan Mba Marni.

”Maka kupercepat gerakanku”.

”Eghhh,,,eghhh,,,eghhh,,,tolong,,,bantu Ton pelan-pelan”, tdk lama kemudian.

”Den Ginting, Mba keluaar laagi”.

Bersamaan dengan tersebut kurasakan tekanan yang hebat dalam kepala kemaluanku yang telah dipancar oleh cairan Vagina Mba Marni. Maka kutekan sekuat-kuatnya kemaluanku guna Masuk seluruhnya ke dalam liang Vagina Mba Marni. Kudekap erat badan Mba Marni sampai-sampai agak tersengal-sengal,,tdk lama kemudian.

”Croot,,croot,,,crottt”,air maniku Masuk ke dalam liang Vagina Mba Marni.

Setelah Mba Marni 3 kali terbit dan aku telah keluar, Mba Marni lemas di sampingku. Dalam suasana lemas aku naik ke dadanya dan aku mohon untuk dimurnikan kemaluanku dengan mulutnya. Dengan sigap Mba Marni menuruti permintaanku. Sisa air maniku disedot oleh Mba Marni sampai berakhir ke dalam mulutnya. Kami mengerjakan kira-kira sekitar 3 jam, tanpa kusadari teman-temanku teriak-teriak sebab kunci pintu kamarku sewaktu aku terbit tadi.

”Ginting,,bantu bukain dong,pintunya”teriak mereka.

Maka cepat-cepat kuminta Mba Marni mengarah ke ke kamarnya guna berpura-pura istirahat dan aku naik ke atas membukakan pintu kamarku. Bertepatan dengan aku ke atas Ibuku kembali naik Taxi.

Dan kuminta teman-temanku untuk santap oleh-oleh Ibuku kemudian kusuruh pulang. Setelah semua temanku kembali dan Ibuku tidur di kamar menantikan papa pulang. Aku ke kamar Mba Marni guna meminta maaf, atas perlakuanku yang sudah merenggut keperawanannya.

”Mbak, maafin Ginting yah!”

”Nggak apa-apa Den Ginting, Mbak pun rela kok”.

”Keperawanan Mbak lebih baik dipungut sama anda dari pada sama supir tetangga”, jawab Mba Marni.

Dengan kerelaannya itu maka, kelakuanku kian hari kian manja terhadap baby sitterku yang merawatku sejak usiaku sembilan tahun. Sejak kejadian tersebut kuminta Mba Marni main berdiri, main di taman, main di tangga dan mandi bersama, Mba Marni mau melakukannya.

Togel4d.bid – Hingga suatu ketika terjadi, bahwa Mba Marni berisi dampak perbuatanku dan aku ingat waktu tersebut aku ruang belajar dua SMK. Papa dan Ibuku memarahiku, sebab hubunganku dengan Mba Marni yang cantik wajahnya dan putih kulitnya. Aku diceraikan dengan Mba Marni, Mba Marni dicarikan suami guna menjadi bapak dari anakku tersebut.

Sekarang aku memimpikan kebersamaanku dengan Mba Marni, sebab aku belum mendapatkan perempuan yang sesuai untukku. Itulah kisahku semua pembaca, kini aku telah bekerja di perusahaan ayahku sebagai di antara pimpinan dan aku sedang menggali tahu ke mana Mba Marni, baby sitterku tercinta dan bagaimana kabar Ginting Juniorku.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *