Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Cerita Sex | Rasa Nikmat Janda Muda

Rasa Nikmat Janda Muda – Memang hari tersebut aku sedang munjur sebab duduk ku disamping pak kusir yang jalannya tuk tik tak tik tuk lho justeru kayak lagu anak anak aja hehehe, namun ini benar kejadiannya dimana cerita nyata ini terjadi di dalam minibus yang aku tumpangi, masing-masing paginya aku bila berangkat ke kantor memakai tranposrtasi umum, dimana ketika di dalam bus aku duduk bersampingan dengan seorang perempuan yang menggunakan jilbab.

Wajah yang cantik, body yang ramping serta kulitnya pun putih tampak dari telapak tangannya, bila di dalam bus biasa aku tidak jarang tertidur sebab memang bila malam aku tidak jarang kali lembur di rumah, lha pada masa-masa ada perempuan cantik di sebelahku yang tadinya mata ngantuk kini hilang ketika wanita tersebut memainkan HPnya dan menelepon sesorang.

Tersingkap pahanya ketika dia jegang sangat meninggalkan bekas membuat gairah lelakiku muncul, terus aku beranggapan gimana metodenya aku dapat memulai percakapan dengannya, dan barangkali sudah naluriku sebagai pegombal sesudah dia berlalu menelepon aku berucap

”Wachhh… hobinya sama pun yach !”.

Sejenak dia memandangku bingung, mungkin beranggapan orang ini sok akrab banget sich.

”Hobi apaan ?” tanyanya.

“Itu nitip absen”, sahutku dan dia tertawa kecil.

“Tau aja kamu. Dasar tukang nguping”, sahutnya. Akhirnya obrolan bergulir.

Selama pembicaraan aku tidak menanyakan nama, kegiatan maupun teleponnya, namun lebih tidak sedikit cerita lucu.

Sampai kesudahannya dia ngomong “kamu lucu pun yach.., nggak kaya cowok yang laen.”

”Maksud anda ?” tanyaku lagi.

”Biasanya mereka baru ngobrol sebentar udah nanya nama terus mohon nomor telepon.” Setelah tersebut kami saling berkenalan. Perempuan muda berjilbab mempunyai nama Rina.

BandarPkv.net – Obrolan terus berlanjut sampe dia turun di Thamrin dan aku terus ke kota. Dua hari lantas aku bertemu dia lagi. Cewek manis berjilbab tersebut menghampiriku dan duduk disebelahku seraya bercerita bahwa teman-temannya penasaran sebab dia hari tersebut punya tidak sedikit cerita konyol.

Pagi tersebut kami menjadi lebih akrab. Sambil berkelakar tiba- mendarat dia berbicara :

”Kamu tentu suka maen cewek yach, soalnya anda jago ngobrol banget. Pasti tidak sedikit cewek di bis ini yang anda pacarin.”Sumpah mati aku kaget sekali denger omongan dia.

Kayanya maksud aku bikin kencan ama dia udah ketauan. Akhirnya sebab udah nanggung aku ceritain aja ke dia kalo aku telah beristri dan punya anak. Ech rupanya dia biasa aja, malah aku yang jadi kaget sebab ternyata dia telah nggak perawan lagi sebab pernah NBA masa-masa lulus sekolah dulu.

Sekarang dia telah bercerai. Wuichhh, nggak nyangka banget kalo doi ternyata janda muda.

Selanjutnya sudah dapat ditebak. Obrolan telah lebih enteng arahnya. Akupun mulai memancing obrolan ke arah yang menjurus sex. Keakraban dan keterbukaan ke arah sex telah di depan mata. Sampai sebuah sore sesudah dua bulan perkenalan, kami janjian kembali bareng.

Hari tersebut dia mengenakan jilbab merah muda sewarna dengan hem dan rok panjangnya. Posisi duduk kami telah akrab dan menempel. Bahkan Rina tidak sungkan lagi mencubit aku masing-masing dia menyangga tawa atau tidak tahan aku goda.
Beberapa kali saat dia mencubit aku tahan tangannya dan dia tampaknya tidak keberatan saat akhirnya tangan kirinya aku tumpangkan di pahaku dan aku elus-elus lengannya yang tertutup hem lengan panjangnya seraya terus ngobrol.

Akhirnya dia sadar dan berbisik, “Wachh, kok kerasan banget ngelus tanganku, entar lengan bajuku jadi kusut lho.

“Habis gemes ngeliat muka manis kamu, lagipula bibir tipis kamu,” sahutku seraya nyengir.

“Dasar tak waras kamu,” katanya seraya menyubit pahaku.Serrrrrr…, pahaku berdesir dan si junior langsung bergerak memanjang.

Aku lihat bangku sekelilingku telah kosong sedangkan suasana gelap malam menciptakan suasana di dalam bis agak remang-remang. Aku angkat tangan kirinya dan aku kecup lembut punggung jarinya. Janda muda berjilbab itu melulu tersenyum dan mempererat cengkeraman tangannya.

Akhhhhh… telah ada lampu hijau pikirku. Akhirnya aku teruskan ciuman pada punggung jarinya menjadi gigitan kecil dan hisapan lembut dan powerful pada ujung jarinya. Tampaknya dia merasakan sensasi hisapan di jarinya.

Wajahnya yang dihiasi jilbab tersebut tampak sendu tampak cantik sekali. Dan kesudahannya dia menyender ke samping pundakku. Ketika bis menginjak jalan tol, kegiatan kami meningkat. Tangan kananku telah mengusap payudaranya yang putih berukuran 36 B dari luar kemeja merah mudanya. Terasa padat dan kenyal.

Lalu perlahan jemariku membuka kancing kemejanya satu persatu dan menyusup kedalam BH miliknya. Putingnya semakin lama semakin mengeras dan terasa meningkat panjang sejumlah mili. Sementara tersebut tangannya pun tidak bermukim diam mulai mengelus-ngelus kontolku dari luar.

Setelah sejumlah menit lantas tiba-tiba sikapnya pulang menjadi liar dan agresif. Dia tarik ritsletingku dan terus merogoh dan meremas kontolku yang telah tegang. Tanganku yang di dada ditarik dan diarah kan ke selangkangannya.

Aku tidak bisa berbuat tidak sedikit karena posisinya tidak menguntungkan sampai-sampai hanya dapat mengelus paha dari luar rok panjangnya saja. Aktifitas kami terhenti kala nyaris tiba di tujuan. Dan dengan nafas yang masih tersengal-sengal menyangga birahi kami membereskan pakaian masing-masing.

Turun dari bis aku bilang inginkan anter dia hingga dekat rumahnya. Aku tau kita akan melewati pinggir jalan tol. Daerah tersebut sepi dan aku telah merencanakan untuk mengalirkan hasratku di wilayah itu.

Tampaknya janda muda berjilbab tersebut juga mempunyai hasrat yang sama. Ketika berjalan, tangan kirikuku merangkul sambil membelai payudaranya dari luar hem merah muda lengan panjang yang dikenakannya.

Dan saat kita melalui jalan yang sepi itu secepat kilat tangan kananku meraih kepalanya yang dibungkus jilbab merah muda model modis dan langsung menghirup dan melumat bibir tipisnya itu. Dengan cepat pula cewek berjilbab tersebut menyambut bibirku, menghisap dan menyedotnya.

BalakTiga.com – Tangannya langsung bertindak menurunkan ritsleting celanaku dan aku sendiri langsung mengusung rok panjang model ketat miliknya. Rrrretttttt… aku tarik kasar cdnya…, jariku langsung menyelusup masuk ke memeknya terasa hangat dan licin. Rupanya dia paling terangsang semenjak di bis tadi. Di tengah deru nafasnya Rina berdesah :

“Ayo mas… masukin aja… aku kepengen banget nech. Hhhhhh…”

”Sebentar sayang”, sahutku,

“Kita cari lokasi yang aman.”Aku tarik dia melalui pagar pengaman tol dan ditengah rimbun pohon aku senderkan dia dan setelah unik rok panjang model ketatnya tersebut sampai sepinggang Lalu buru-buru kuloloskan celana dalamnya lantas kuangkat kaki kanannya.

Sengaja celana dalamnya kusangkutkan di pergelangan kaki kanan yang kuangkat tersebut biar celana dalamnya tidak kotor menyentuh tanah. Dengan bernafsu aku buka celanaku dan menunjukkan kontolku ke memeknya tapi lumayan sulit juga.

Akhirnya dia membimbing kontolku menginjak memeknya. ? Emmhhh…!?, kepala janda muda berjilbab merah muda tersebut mendongak sembari melenguh tatkala ujung kontolku mulai penetrasi kedalam memeknya.

Luar biasa, itulah sensasi yang aku rasakan saat kontolku mulai menyeruak menginjak memeknya yang sudah diairi cairan nafsu. Ditengah deru mobil yang mengarungi jalan tol aku memompa pantatku dengan gerakan pelan dan menghentak pada saat menjangkau pangkal kontolku. Rina menyambut dengan menggigit pundakku masing-masing aku menghentak kontolku masuk kedalam memeknya.

“Ooochhhh… auchhhh… Masssss… oochhh…”, desahnya. Birahi dan ketegangan bercampur aduk dalam hatiku saat terdengar suara orang mengarungi jalan dibalik pagar. Namun tempat kami lumayan aman sebab gelapnya malam dan terlindung pohon yang lumayan lebat.

Bahkan barangkali orang yang berjalan tersebut tidak akan beranggapan ada sepasang insan yang lumayan gila guna ber cinta di pinggir jalan tol tersebut.

“Gantian mas… aku cape”, katanya. Aku kemudian duduk menyandar dan wanita muda berjilbab merah muda tersebut memegang rok panjang yang kusingkap tadi supaya tidak jatuh kebawah.

Kemudian Rina mulai berjongkok menunjukkan memeknya. Ketika kontolku pulang menyeruak diantara daging lembut memeknya yang telah licin, sensasi tersebut kembali menerpa diriku. Sambil memegang bahuku, dia mulai mengurangi pantatnya dan menggerakan pinggulnya dengan teknik menggesek perlahan, maju mundur seraya sesekali memutar.

Kenikmatan tersebut kembali mendera dan semakin tinggi intensitasnya saat aku menolong dengan mengurangi keatas pinggulku sambil unik pantatnya.

Desahan suaranya kian keras masing-masing kali kemaluan kami bergesekan, “uchhhhh… ssshhh… uchhhhh…”. Mataku sendiri terpejam merasakan rasa yang terbuat dari pergesekan bulu kemaluan kami seraya terus menggerakkan pinggul mengimbangi gerakannya.

”Terus sayang… mari terus”, desahku. Keringat sudah mengairi punggungnya dan gerakan kami telah mulai melambat tetapi tekanan semakin dinaikkan untuk mengimbangi rasa nikmat yang menjalar disekujur tubuh kami dan terus bergerak ke arah pinggul kami, berkumpul dan berpusar di ujung kemaluan kami.

Berdenyut dan ujung kontolku mulai siap meledak, sementara wanita berjilbab ini mulai merintih sambil menjepitkan memeknya lebih keras lagi.

“Hegghhhhhh… hhhegghhhh… heghhh… terus mas… sodok… sodok terussss… mas… yachhh… disitu… terus… terussss… ooocchhhhhhh”, dengan desahan panjang seraya mendongakkan kepalanya yang terbungkus jilbab,

Tia mengurangi dan mengapit keras kontolku sedangkan memeknya terus berdenyut-denyut. ? Mass…mmhh…oouuccchh…?, pekiknya terbendung sembari menundukkan kepalanya yang berjilbab tersebut tatkala menjangkau puncaknya. Aku hanya dapat terdiam sambil mendekap tubuhnya menantikan dia berlalu orgasme.

Ketika jepitannya mulai mengendur aku langsung bereaksi meneruskan rasa yang tertunda itu, tanpa basa basi rasa nikmat tersebut mulai menerjang kembali, berkumpul dan meledak menyemburkan cairan kenikmatanku ke dalam memeknya.

Aku sodokan kontolku sambil mengurangi pinggulnya sedangkan kakiku mengejang merasakan aliran rasa yang menerjang terbit dari tubuhku itu. Setelah beristirahat sejumlah menit kami saling memandang… kesudahannya tersenyum dan tertawa.

”Kamu memang bener-bener gila, namun jujur aku sangat menyenangi bercinta dengan teknik seperti ini.

Aku belum pernah senikmat ini bercinta.” akunya. “He.. he.. he.. sama donk”, kataku seraya mengecup bibir sang janda muda berjilbab yang tipis tersebut sementara kemaluanku mulai mengendur di dalam memeknya.

Setelah tersebut kami membereskan pakaian masing dan berjanji guna mengarungi kesenangan seks ini guna hari-hari mendatang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *