Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Dukun Cabul Menikmati Tubuh Pasien Nya

Dukun Cabul Menikmati Tubuh Pasien Nya – bangkit dari dipan dan mendekat Lisa yang mandi keringat menonton mamanya disetubuhi dengan hebat tadi. Kaos ketat Lisa yang basah keringat menampakan kemolekan gadis yang baru merekah ini.

“Hong Silawe.. Silawe,,,mamamu sudah mengerjakan ritual sangat beratnya. Cah Ayu. Biarkan dia tidur dulu”,,ujar Mbah Sukmo seraya menggamit tangan Lisa yang masih terpaku dengan apa yang baru dia lihat tadi.

Mbah Sukmo mengarah ke karpet besar di lokasi meja praktiknya. Ia lantas meneguk air teh dalam gelas seng yang besar di mejanya. Dipandanginya Lisa yang duduk di karpet. Benar-benar paling cantik daun muda ini.

Rambutnya yang dicukur pendek dengan tubuh yang langsing dan padat,,menunjukkan energi muda dari gadis yang sporty ini. Dengan masih telanjang. Mbah Sukmo mendekati Lisa yang duduk memandangnya. Batang penisnya mulai menegang lagi,,hendak merasakan nikmatnya vagina belia ini.

“Lisa, dengarkan aku. Tinggal selangkah lagi. Dan seluruh ritual ini bergantung anda sebagai puterinya. Kamu ikuti saja perintahku. Kita tuntaskan ritual agung ini.Siaap?”

“I,,,i,,,ya..Iya Mbah”.. Lisa menjawab, gadis ini agak tergagap sebab pandangannya yang terfokus pada penis Mbah Dukun yang pulang perkasa. Kilatan bekas cairan vagina mamanya masih nampak dari batang penis Mbah Sukmo.

“Hong Silawe.. Silawe,,,kemari Nduk. Hisap kontol ini dengan mulutmu. Lakukan dengan benar ya Cah Ayu”,,perintah Mbah Sukmo seraya menyodorkan penisnya di depan mulut mungil Lisa yang masih duduk takjub di karpet tebal ruang praktiknya.

Lisa masih terdiam terpaku. Dadanya naik turun, dengan nafas masih memburu. Terasa vaginanya basah sebab cairan. Ada perasaan mengherankan menyaksikan pergumulan Mama yang begitu dicintainya dengan pria tua itu.

BalakTiga.com – Pergumulan tersebut begitu menciptakan rasa keingintahuannya muncul,,meskipun rasa fobia begitu berpengaruh saat ini. Pengalaman kesatu yang malah didapatkannya dari mama dan pria tua yang lebih layak menjadi kakeknya itu.

“Nduk,,ayo, keburu roh gaib yang inginkan membuka tirai penghalang cita-cita mamamu pergi”,,ujar Dukun Sukmo mendekat.

Penisnya yang berdiri begitu tegak dengan urat-urat besar dan warna hitam pekat, tampak begitu menakutkan untuk sang dara. Bandot tua ini telah tidak tahan untuk menyantap tubuh anak kota yang begitu terawat. Begitu putih laksana mamanya. Begitu langsing dan terawat.

“Lisa fobia Mbah”,,desah Lisa perlahan, seraya kedua telapak tangannya saling meremas.

Mbah Sukmo menghela nafasnya. Dia membelai rambut hitam mangsanya dengan senyum manis. “Tidak usah fobia Cah Ayu. Semua tidak menyakitkan. Kamu mesti melakukannya sebelum pengorbanan mamamu dan Mbah percuma.

Kamu sayang mamamu, bukan?” Sang Dukun juga menebar jebakan mautnya menciptakan Lisa tidak mempunyai pilihan kecuali menganggukkan kepala. Dan dengan sigap. Mbah Sukmo mendekatkan penisnya di depan bibir mungil itu.

“Jangan hingga kena gigi ya Cah Ayu. Kulum, sedot dan gunakan lidahmu…begitu ritualnya”. Masih dengan ragu-ragu Lisa memegang penis yang sampai begitu besarnya tidak lumayan dalam genggamannya.

Mbah Sukmo segera mendorong kepala Lisa maju mundur.

“Hong Silawe.. Silawe,,,setan belang,,jangkrik monyong….terus Nduk”,,ujar Sukmo keenakan. Lisa terus mengulum batang penis Sukmo.

Setiap sedotan membuat pria bejat tersebut merem melek. Terkadang, saking tidak sabarnya Sukmo mendorong terlampau keras sampai separoh batangnya menyodok masuk ke dalam tenggorokan Lisa. Air liur Lisa mengairi hangat penisnya,,menggantikan sisa-sisa cairan kemaluan mamanya sendiri.

“Hoooo oooh,,,bener gitu metodenya Cah Ayu”. Sukmo kian kelojotan, batang penisnya semakin membesar sampai-sampai nyaris menciptakan Lisa kendala bernapas tiap kali dukun cabul tersebut memaksa batangnya mengisi mulutnya.

Tangan Sukmo meremas-remas rambut pendek Lisa.

“Ah,,beruntungnya aku. Anak ini cantiiiiik banget. Mirip artis sinetron Agnes Monica. Mungil, tetapi seksi”,pikir Sukmo.

“Sekarang jilati kantong bola kontol Mbah sayang,,,di situ tempat seluruh pengasih guna membuka tirai penghalang Mama”,,lanjut Sukmo.

Dan Lisa juga menurut. Dua buah zakar Sukmo dikulumnya bergantian. Membuatnya tidak kuasa menyangga semua kesenangan ini. Dia juga menjadi semakin bergairah dan bernafsunya.

“Sekarang giliran Mbah”,tanpa ba-bi-bu sebab diselimuti nafsunya. Tangan-tangan dan lidah Sukmo berebutan menjamah tubuh gadis cantik yang baru tumbuh-tumbuhnya ini.

“Mbah. Lisa malu”. Ketika dua tangan Mbah Sukmo berjuang melucuti kaos ketatnya. Tangan-tangan mungil Lisa berjuang menahannya.

Agen BandarQ Online Terpercaya – Namun, Sukmo tidak peduli lagi. Diserangnya ketiak kiri-kanan sang gadis sambil unik kaosnya. Breeet….terlihatlah dada putih mulus dengan dua gundukan yang estetis bentuknya masih dalam perlindungan BH hitam berendanya.

Tidak sebesar mamanya memang, namun bentuknya begitu paripurna,,pikir Sukmo. Belum pernah dijamah laki-laki. Masih format alami yang mengundang tangan-tangan kasarnya meremas dengan gemas.

“Demi mamamu sayang,,,demi mamamu”. Sukmo membaringkan tubuh Lisa yang didera keadaan bingung dan rasa nikmat yang kesatu kali dia rasakan tersebut ke karpet.

Ciuman dukun tua tersebut memborbardir bibir mungil Lisa,,dan semua bagian lehernya. Dan dua tangannya yang lebih kuat unik lepas BH tersebut dari dua payudara yang hendak disentuhnya langsung. Kulit ketemu kulit. Sukmo berhenti sejenak.

Pemandangan yang spektakuler membuatnya tertegun. Bahkan saat malam kesatunya saat memungut kegadisan isteri kesatunya,,tidak pernah dia mengejar sensasi sehebat ini.

“Hong Silawe…Silawe. Kamu cantik sekali Nduk. Dua payudaramu ini mesti disedot untuk menerbitkan hawa pembantu mamamu”. Seperti tak sabar,,bibir tebal Sukmo juga menyerbu dua puting payudara Lisa bergantian.

Tangannya juga bergantian meremasnya. Kadang gerakan halus melingkar sehaluan jarum jam di dekat puting,,kadang remasan terhadap seluruh bagian payudara Sukmo.

“Aaaahh…Mbah”. Lisa mulai terhayut dalam permainan Mbah Sukmo yang begitu menciptakan dirinya melambung. Dua putingnya telah mancung sebab rangsangan hebat Sang Dukun yang kaya empiris ini. Setelah nyaris 30 menit dicumbu. Tubuh Lisa menggeliat tetapi dengan kaki masih terkatup.

Sang Mbah pun melangsungkan serangan kilat etape berikutnya. Salah satu tangannya mulai menuju selangkangan Lisa. Dibelainya selangkangan gadis tersebut dari luar. Mulut dan tangan Sukmo mulai bergeser posisi turun,,ke perut dengan dua tangannya masih bergantian memutar-mutar puting Lisa. Lisa pun kian menggelinjang. vaginanya juga semakin basah.

“Mbah,,sudah tidak boleh Mbah”. Lisa tiba-tiba tercekat dalam sadarnya.

Tangannya memegang dua tangan Sukmo yang sudah sukses membuka kancing dan resliting celana jeans yang membalut bagian bawah tubuhnya. Sial,,hebat pun kesadaran bocah ini,,pikir Sukmo. Rupanya penaklukannya menjadi tidak gampang sekarang.

“Kamu mengacaukan semuanya!!!!” bentak Sukmo dengan menciptakan mimik wajah sangat angkernya.

“Roh marah dan pengorbanan mamamu percuma malam ini. Sudahlah,,lenyap mimpi mamamu!!!” Lisa yang terduduk sambil mendekam pada dua pahanya tertegun menyaksikan akting top markotop sang dukun.

Perasaan bersalahnya mulai muncul. Diliriknya tubuh mamanya di dipan yang masih mandi peluh sebab percintaan hebatnya tadi.

“Ah,,mama sudah berusaha keras, dan tak layak aku menghancurkannya”,batin Lisa.

Melihat lawannya bingung. Sukmo juga semakin memasang akting cuek dan marah. Dan ia mengembalikan badannya mengarah ke meja persembahannya. Lisa juga terlihat mulai panik. “Maaf,Mbah. Lisa hanya takut.

Nggak pernah Lisa laksana ini”. Lisa juga menubruk tubuh Mbah Sukmo dari belakang. Tak sengaja dua tangan mungil tersebut bersentuhan dengan penis Mbah yang telah lapar ini. Sukmo juga tersenyum…..

“Masih dapat diatur asal Lisa benar-benar siap dalam upacara ini. Sekarang Mbah bersila di sini. Lisa berdiri tiga kaki dari posisi Mbah. Lakukan perintah Mbah”,ujar Mbah Sukmo dengan nada tinggi. Lisa menurut.

“Apa perintah Mbah…?”Tanya Lisa sesudah berada di jarak yang diharapkan Sukmo.

“Kamu dapat menari Nduk? Liukkan tubuhmu,,menarilah guna menggoda sang roh gaib datang lagi,,,,yak, terus raba badan neng sendiri.

Yah,,begitu,,,mulai lepas celana jeans itu!” Sukmo merasakan ABG cantik ini menari begitu erotisnya,meliukkan pinggulnya yang ramping,,dengan dua payudara yang bergantung bebas naik turun mengekor gerakan Lisa.

“Rebahkan tubuhmu di karpet itu,Nduk”,ujar Sukmo lirih sambil menyangga nafsunya yang telah melambung.

Tubuh seksi Lisa yang mengkilap basah oleh keringat dan air liur Sukmo rebah tidak jauh dari Sukmo. Lelaki tua ini juga merangkak menghampiri jempol kaki Lisa. Dengan lembut dikulumnya jari-jari kaki Lisa,,terus bibirnya mencari betis, dan terus menaiki paha sang dara jelita ini.

“Uuuuugh”. Terdengar desisan terbendung dari Lisa.

BandarPkv.org – Sukmotidak menyia-nyiakan keadaan. Lidahnya juga menyodok-nyodok vagina Lisa yang terlindung dibalik CD hitam berenda itu. Lisa semakin kelojotan. Dan dengan cepat, tangan Sukmo unik turun CD Lisa dan melemparnya ke karpet.

“Jangan fobia Nduk. Semua bakal lancar”,bisik Sukmo saat Lisa mengindikasikan keraguan.

Selanjutnya, lidah Sukmo menyibak rambut vagina Lisa yang tertata apik ini. Menerobos masuk, menjilati klitoris Lisa. Lisa benar-benar melayang merasakan permainan lidah yang dahsyat dari Sang Dukun. Melihat Lisa mulai menggelinjang, Sukmo terus melanjutkan serangannya.

Lidah Sukmo menusuk-nusuk liang vagina Lisa yang semakin banjir itu. Tanpa dapat mengontrol dirinya,,tanpa terasa tangan Lisa telah menjambak rambut panjang sang dukun. Dan semakin dekat dengan kenikmatan, semakin keras tangan Lisa unik rambut Sukmo.

“Aaaaaahh,,,hhh..Mbah”,lenguh Lisa.

Tubuhnya bergetar. Perasaan yang luar biasa. Dia merasakan orgasme kesatunya dalam hidupnya sebagai wanita. Sukmo tersenyum. Dia tidak mempedulikan sekian detik Lisa menggelepar dalam kenikmatan. Sukmo juga merangkak mendekati bibir Lisa, dan menciumnya lembut.

“Sekarang saatnya upacara utama,Nduk. Kamu siap?” Mangsanya terdiam, masih dalam kesenangan luar biasa yang tidak pernah dirasakannya. Sukmo pun menunjukkan kepala penisnya yang serupa jamur besar tersebut di bibir vagina Lisa. Lisa melenguh ketika bibir vaginanya membuka perlahan, ketika penis raksasa tersebut mulai menjebol vaginanya.

“Lisa takut,Mbah”,,desis Lisa menyaksikan penis besar yang terasa tidak mungkin dapat masuk ke dalam lubang vaginanya itu. “Sabar Cah Ayu.

Sakit hanya di awal. Pengorbanan guna mamamu,,”Sukmo begitu lihai memainkan perasaan sang dara ini. Dia juga mempersiapkan pergerakan penisnya. Perlahan kepala penis Sukmo mulai masuk”.

“Aaaah,,,sakiiiiittt,,ttt,,tt,,Mbah”,,teriak Lisa. Sukmo telah tidak begitu menggubrisnya.

Dia dan senjata pamungkasnya telah begitu sibuk merasakan sensasi menjebol keperawanan gadis seksi ini. penis Sukmo juga terus bergerak pelan tetapi pasti diiringi rintihan kesakitan Lisa.

“Sabar,sayang…..Heeeeeehhh…hhhh…”Mbah Sukmo juga menghentakkan pinggulnya dengan kekuatan penuh. “Aaaaaahhh…..Mbah…Sakiiiit”. Bleeeeessss,,,seluruh batang penis Sukmo yang besar tersebut tenggelam dalam vagina Lisa yang begitu terasa paling sempit.

Air mata Lisa mengalir di sela dua matanya menikmati perih selaput daranya dirobek benda besar yang tidak pernah dibayangkan dapat berada dalam liang vaginannya. Setelah sejenak tidak mempedulikan vagina Lisa beradaptasi, Mbah Sukmo mulai menggoyangkan pantatnya naik turun.

Tampak batang besar penis Sukmo terbit masuk dengan kokohnya. Cairan vagina bercampur darah perawan Lisa. Rapatnya vagina Lisa menciptakan Dukun sableng ini merem melek merasakan semua kesenangan yang barangkali sebelumnya hanya dapat didapatkan dalam mimpi.

Lisa kelojotan menerima hantaman penis Sukmoyang terus menerjang tanpa ampun seolah hendak membongkar rapatnya vagina perawan Lisa. Peluh mengairi dua manusia yang berjauhan umur itu.

“Uuuuugh,,,hh,,eeeemph”. Lisa melenguh saat Mbah Sukmo unik tubuhnya dalam posisi duduk. Seperti insting alamiah, tubuh Lisa seakan paham untuk memungut peran dalam pergumulan posisi ini.

Pantat Lisa naik turun, pinggulnya meliuk memperkuat remasan vagina Lisa terhadap batang penis Sukmo. Sukmo juga menyambut dari bawah dengan sodokan terhebat penisnya.

“Hong Silawe..Silawe…weee…wwweee…wenaaaakkk,Nduk.” Sukmo meracau sarat kenikmatan.

10 menit dalam deru nafas Lisa semakin ga karuan. Tangannya mendekap Sukmo.

“Aaaaahhh…hhh…..hhh..Mbaaaaah..” Lisa orgasme guna kedua kalinya.

Sukmo menyambut pelukan Lisa dengan lembut. Mengurangi daya sodokan guna memberikan peluang gadis ini merasakan pengalaman orgasme dua-duanya yang indah, Sukmo memberi kecupan hangat di bibir gadis cantiknya.

“Gimana,,nduk? Siiiiiiap dengan ritual kesenangan berikutnya sayang?” bisik Sukmo diiringi anggukan lemah Lisa.

Dengan sigap Sukmo menidurkan tubuh Lisa dengan tetap memegang pinggul gadis cantik tersebut dengan dua tangannya yang kuat. Lalu ia mengusung dua kaki Lisa dan meletakkannya ke pundaknya dengan posisi penis masih di dalam liang senggama Lisa.

”Eeeeemmphh,,,phh,,aaahh”. Lisa mendesah saat dalam posisi barunya Mbah Sukmo mempercepat genjotannya.

Semakin cepat batang Sukmo terbit masuk,,diiringi naik turunnya payudara Lisa. Cairan vagina Lisa semakin memberi pelumas untuk rudal raksasa ini guna mengaduk-aduknya, memaksimalkan kenimatan dua manusia itu.

“Aaaaaah,,,enak sekali vaginamu Cah Ayu.” bisik Sukmo seraya meraih puting Lisa dengan bibirnya di sela genjotan itu.

Hampir 30 menit Sukmo tanpa kenal lelah terus menyetubuhi gadis cantik itu. Peluhnya bahkan menetes jatuh di perut langsing Lisa,,bercampur dengan keringat sang gadis. Kulit Lisa tampak semakin mengkilap sebab peluh yang mengairi semua unsur tubuhnya.

Nafas dua-duanya saling bersahutan dengan sesekali diiringi erangan sarat kenikmatan. Hingga entah sodokan yang ke berapa ratus kali,,tubuh Lisa pulang mulai mengindikasikan tanda-tanda orgasme akan kembali melanda.

“Eeeeergghh..aaaaahh…Mbah…Lisa ga tahan lagi”,desah Lisa seraya mencengkram karpet dengan kuku-kuku tangannya. “Saaaabaar,,sayang,,,aaaahh,,aahh..Mbah pun mau sampai.” Sukmo mempercepat genjotannya.

Urat-urat penisnya berkedut tak dapat dibendungnya. Dengan seluruh kekuatannya yang tersisa, dihentakkannya penisnya dalam-dalam sampai mentok ke dasar rahim Lisa. Diiringi teriakan orgasme yang dahsyat.

“Aaaaaahhhhh,,,aaaahhh….Lisa….Silawe…Aaahhh,, hoong… Lisaaaa”. Lisa juga mengejang hebat, cairan vaginanya muncrat bertumbukan dengan tumpahan sperma Mbah Sukmo yang sepertinya mengisi liang kenikmatannya.

Tubuh Sukmo roboh di atas pelukan Lisa. Lemas, puas, dan nikmat. Sukmo pelan-pelan menarik keluar penisnya dari vagina Lisa. Senyuman kemenangannya tersungging di pipinya saat menyaksikan sisa-sisa spermanya menetes terbit dari vagina gadis cantik itu, berbaur dengan cairan vagina dan darah perawan.

Togel4d.bid – ”Mandilah,,di kamar mandi itu. Upacara kita berhasil Nduk. Mamamu bakal mendapatkan seluruh yang diinginkannya”,ujar Sukmo sambil membuang kaos dan jeans pada Lisa yang masih terlentang di karpet.

Gadis ini masih tak percaya dengan apa yang dialaminya. Dipungutnya pakaiannya, dan dengan tahapan kaki yang masih lemas dia masuk ke bilik kamar mandi di mana sang mama masih nyenyak dalam kebugilannya”. Gua pun dah bisa yang gua inginkan.

Nyoblos memang nikmat,,daripada nyoblos di TPS mending nyoblos langsung calegnya hehehe!,”ujar Sukmo dalam hatinya seraya ketawa kecil”.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *