Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Sekali Mendayung Dua Memek Kudapati

Cerita dewasa sekali mendayung dua memek kudapati – kali ini mengisahkan pengalaman cerita dewasa Threesome dari Seorang Pria yang menemukan kepuasan sex dari 2 perempuan yang dikenalnya di Bus ketika perjalanan kembali kampung. Wanita itu ialah Seorang SPG dan yang satu ialah keponakan dari SPG itu. Langsung aja yuk baca dan simak baik baik kisah dewasa ini.

Kisah ini bermula ketika aku bakal pulan dusun dengan memakai angkutan Bus . Ketika tersebut kebetulan aku duduk bersebelahan dengan seorang perempuan cantik, dari semenjak pandangan kesatu aku merasa terdapat rasa yang bertolak belakang dilam hatiku saat melihat perempuan ini. Wanita ini kira-kira berumur selama 26 tahunan lah. Saat tersebut aku duduk di sekitar jendela, kebetulan wanita tersebut duduk di sebelahku, tepatnya dia duduk. Bus yang kami tumpangi sebut saja bus A, bus ini berangkat dari terminal Pulau Gadung dan memiliki tujuan akhir di kota Cepu. Tak jarang aku menculik curi pandang kearahnya, sesudah aku amati dengan cermat ternyata dia memang benar-benar mengagumkan. Dia memiliki perawakan yang lumayan proposional,,tinggi badan kira-kira 168 cm, berat badan kira-kira 60 kg, kulitnya putih, dan guna ukuran dada sedang namun padat berisi. Dengan curi-curi pandang aku terus melirik kearah dadanya,,tampak jelas format bulat montok dadanya dan BH berwarna biru dibalik baju street berwarna putih yang agak menerawang.

Wanita tersebut ketika tersebut bepergian dengan seorang gadis kecil yang duduk di sebelahnya,”tersebut anaknya bukan ya”,dalam benakku. Kalau menyaksikan dari umur sih, cewek di sebelahku ini rasanya dia masih terlampau muda untuk memiliki seorang anak berusia 13 tahun. Akupun mulai beranggapan keras bagaimana teknik membuka omongan dengan perempuan ini. Sayang jugakan bila cewek secantik ini dilewatkan begitu saja.hhe. dan kayaknya mengherankan juga bila nggak terdapat obrolan antara aku dan Wanita itu, sebab perjalanan kami bakal lebih dari separuh hari. Akupun terus berfikir keras bagaimana teknik untuk berkenalan dengan perempuan itu. Ehhh… emang bener-bener rejeki deh, Belum sempat aku mengejar cara, tiba-tiba dia justeru menyapa aku lebih dulu.

”Mas,,,mas tujuannya inginkan kemana mas,”tanyanya.

”Emmm,,,mbak tanya saya ya?,,tanyaku guna meyakinkan bila dia bertanya padaku.

”Iyalah mas saya tanya sama mas,,masak iya sama kernet busnya sih,,hehe”,jawab perempuan itu.

”Kirain mbak tanya sama siapa gitu. Hehe,,,saya inginkan ke cepu mbak, mbak sendiri inginkan kemana,”tanyaku padanya.

”bila saya ke Cepu mas, nih mulangin keponakan bengal ini ke orang tuanya,” jawabnya.

”Ouh gitu ya mbak, Rumah orang tuanya di Cepu ya,”tanyaku lebih lanjut.

”Iya mas,,namun cepunya yang unsur plosok,,hehe,,”katanya.

Agen bandarq online terpercaya – setelah aku berlalu berbasa-basi,,kesudahannya dengan sendirinya kami mulai akrab,,kesudahannya akupun tahu namanya ternyata dia mempunyai nama Regina,,dia ialah seorang SPG di Ibu kota ( jakarta ). Kalau menyaksikan Dari gaya Regina kayaknya dia tipe wanitagampangan. ketika tersebut hari semakin larut, Buspun bakal singgah untuk santap malam di distrik Sukamandi Jawa barat,,kamipun mendapat santap malam cuma-cuma dari agen bis A ini. Ketika aku menyaksikan menu makanannya ternyata menu yang diserahkan hanya sepotomg bandeng, sambel dan lalapan saja. Kemudian akupun mengupayakan menawarkan mereka berdua guna aku traktir santap yang lebih enak di bagian beda restoran disekitar situ. Mulanya Regina agak canggung, namun Chacha gadis kecil keponakan Regina tersebut mengiyakan tawaranku,,inginkan nggak inginkan Reginapun menerima tawaranku.

Singkat kisah setelah kami berlalu makn,,kamipun pulang ke lokasi duduk di bus itu, kamipun membual semakin akrab. Berdasarkan keterangan dari Regina Seperti biasa bus ini bakal sampai di Cepu selama pukul 2 pagi dan merekapun berencana menantikan di warung lokasi pemberhentian bus hingga hari agak cerah,,setelah cerah baru mereka melanjutkan perjalanan ke Desa lokasi orang tua keponakanya itu. Akupun merasa kasihan mendengar kisah mereka,,sampai-sampai aku menawarkan mereka guna menginap saja di hotel sembari menantikan hari terang. Lali Regina berkata.

”Kalau nginep dihotel duit dari mana mas saya,,ini aja dananya pas-pasan mas”,,ujar Regina.

”Gimana bila kita menginap di Hotel wilayah semarang aja sembari menantikan hari terang,,nanti nginep di Hotelnya aku yang bayarin deh, kalian inginkan nggak?,,tawaranku untuk mereka.

”Yaudah deh bila gitu mas,,makasih ya mas dari tadi udah baik banget sama kami”,ucap Regina.

Setelah dari rumah santap tadi, Regina kian akrab saja denganku,,laksana kami telah lama berkenalan saja. Tiba-tiba dia mulai memegang tanganku. Katanya dia merasa dingin. Aku menikmati tekanan dari susunya ke unsur lenganku. Perlakuan ini menciptakan voltase di tubuhku meningkat,,dan dia kian erat memelukkuSementara rangsangan kian tinggi,,aku belum mengejar jalan,,bagaimana teknik mengeksekusi Regina,,bila ada keponakannya. Tidak terdapat titik terang,,sedangkan bus telah mulai menginjak Kendal,,yang berarti tidak lama lagi bakal sampai Semarang. Sesampainya di Semarang kami turun dari bus dan langsung beralih ke taksi. Aku memilih hotel Ciputra di Simpang lima Semarang.Regina dan Chacha laksana terheran-heran menyaksikan hotel pilihanku.

”Wow,,,bagus banget hotelnya om, kan mahal nginep di sini om ya”,ucap Chacha.

Kemudian akupun mengarah ke ke Resepsionis guna memesan kamar dan aku menemukan kamar Superior dengan lokasi tidur double bed. Kemudian kamipun bergegas mengarah ke kamar hotel itu,,kemudian Regina berkata.

”Mas bila cuma nginep sebentar di sini sayang banget deh mas kayaknya,,,berakhir kamarnya enak banget sih”,,kata Regina sambil menyaksikan sekeliling kamar.

Sementara regina menyaksikan Sekeliling kamar, Chacha mulai mengupayakan tempat istirahat yang empuk,,diapun duduk sambil,menggenjot-genjot kasur itu. Setelah mengemas barang, yang melulu sebuah ransel,,aku pamit inginkan menyegarkan badan. Sambil menggosok gigi aku memenuhi bak dengan air hangat. Rasanya nikmat sekali berendam berlama-lama dalam bak mandi. Kontolku dari tadi telah menegang, jadi semakin keras saat terendam air hangat. Aku dikejutkan oleh pintu kamar mandi yang tiba-tiba terbuka. Regina seraya cengar-cengir menuliskan tidak tahan,,kebelet pipis. Setelah memelorotkan celana dalamnya dia langsung duduk di kloset. Terdengar desiran air kencingnya lumayan lama juga. Aku tidak dapat berlindung,,sebab sedang telentang di bath tub dengan posisi telanjang bulat. Kemudian dengan polosnya Regina mengarah ke ke arah bath tub dimana aku berendam dengan air hangat,,Reginapun mengupayakan merasakan hangatnya air di bath tub dimana aku berendam.

”Enak ya mas berendam disini”,tanyanya.

”Nyaman banget berendem disini deh Regina”,kataku.

”Aku ikutan berendam ya mas,,bolehkan?,,badanku lengket banget rasanya mas,,tadi pas berangkat aku gak sempet mandi,”boleh ya mas?,,ujarnya padaku.

Akupun melulu mengganguk,,belum sempat aku menjawab,tanpa ragu Regina mulai membuka bajunya satu persatu. Akupun memperhatikan, bodynya lumayan menggiurkan, Susunya tegak menantang dengan pentil yang masih kecil. Itu menandakan dia belum pernah hamil. Yang spektakuler bulu di bawah sana hitam lebat. Warnanya kontras sekali dengan kulitnya yang putih. Regina tanpa ragu langsung melangkah masuk ke dalam bath tub. Regina memungut posisi membelakangiku. Tanpa komando tanganku langsung mencengkram kedua bongkahan susunya. Penisku kian mengeras dan menerjang unsur belakang Regina.

Merasa penisku menrjang badannya Regina berbalik posisi dan langsung meraih penisku. Digenggam-genggamnya. Nikmat yang spektakuler membuat aku kian menyelonjorkan tubuhku sampai-sampai posisiku jadi telentang terendam air hangat.Regina menyelam dan mulutnya langsung melahap penisku. Aku tidak mengasumsikan dia secepat ini mengerjakan itu, Sehingga aku agak berjingkat saat bibirnya menyentuh kepala penisku.Dia tidak dapat berlama-lama sebab sesak nafas di dalam air. Tanpa kuminta, Regina menempati penisku dan penisku dipegangnya kemudian dibimbingnya menginjak lubang vaginanya. Memasukkan penis ke vagina di dalam air,,terasa agak sulit, sebab lubang memek Regina terasa kesat. Namun Regina tidak putus asa,,dia mengupayakan terus hingga akhirnya terbenam pun seluruh batangku di dalam memeknya.

Nikmat sekali rasanya, memek Regina terasa sempit sekali. Mungkin sebab pengaruh berendam di dalam air,,atau memang aslinya sempit begini. Aku tidak ambil pusing,,sebab pikiranku terfokus merasakan genjotan Regina. Pintu kamar mandi tersingkap tiba-tiba. Muncul si kecil Chacha. Dia terkejut dan mengerjakan gerakan memblokir mulutnya dengan tangan. Posisi kami tidak dapat disembunyikan lagi,,sebab Regina yang bugil sedang berada diatas tubuhku dalam posisi bugil juga.

”Chacha kebelet pipis nih, dari tadi ditungguin lama banget habisnya,”Kata Chacha.

Dia seperti pun Regina tadi langsung memelorotkan celana dan duduk di closet. Desiran air kencingnya tersiar nyaring. Sementara dia duduk di closet, Regina laksana tidak perduli dia terus menggenjotku hingga aitnya tertumpah dari bak. Chacha duduk terpaku menyaksikan kami bersangkutan Sex,,walau kencingnya sudah berlalu dari tadi. Situasi telah tanggung, Chacha kugamit guna bergabung berendam di bak. Dia kuminta membuka bajunya. Tidak terlampau repot, Chacha mengekor anjuranku. Dia melolosi satu persatu bajunya. Setelah baju luarnya yang terdiri dari celana jins dan kaus putih di lepas,,tinggallah celana dalam pink bergambar figur kartun dan miniset. Dia melepas minisetnya terlebih dahulu. Teteknya langsung menyembul gempal dengan pentil yang masih kecil sekali. Ukuran tetek Chacha seharusnya sudah membutuhkan BH,,sebab minisetnya telah kelihatan sempit. Setelah menggantungkan minisetnya dia meloloskan celana dalamnya. Aku tidak dapat langsung menyaksikan kemaluannya. Yang tampak melulu bongkahan pantat kecilnya. Sepintas tampak memeknya yang masih gundul,,saat dia masuk ke dalam bak mandi. Chacha memungut tempat di unsur kakiku. Bak mandi jadi sesak dipenuhi tiga orang,,,dua diantaranya sedang beraktifitas.

Gerakan kami jadi tidak leluasa lagi sampai-sampai aku menganjurkan Regina terbit dari bak mandi dan meneruskan di luar. Regina kuatur memunggungiku dengan posisi merunduk bertopang wastafel, Aku menggenjotnya dari belakang. Batangku dengan gampang masuk ke dalam lubang memeknya yang terasa paling licin. Regina laksana tidak peduli dengan kehadiran Chacha. Dia mendesah-desah dan mengerang sampai kesudahannya menjerit dan kakinya dirapatkan. Terasa lubang memeknya berkedut-kedut. Regina menemukan orgasmenya yang kesatu. Sementara aku sebenarnya sudah hampir, namun terinterupsi sebab Regina menghentikan gerakannya. Di lepasnya batang kontolku dari lubang memeknya sampai-sampai penisku mengacung kedepan tegap.

Regina berjuang memuaskanku dengan jongkok seraya mengulum dan menghisap penisku. Namun sebab konsetrasiku telah buyar,,aku jadi susah menikmati,,oralnya.

Setelah Bosan mengoralku yang tak pun mencapai ejakulasi,,kesudahannya Regina berdiri dan dia lalu mencuci dirinya dengan meraih shower.

BandarQ Online – Aku pulang masuk ke bak mandi yang di situ masih terdapat Chacha. Aku berhadap-hadapan dengan Chacha. Kuperhatikan teteknya paling mengkal dengan putting susu yang menajam diujungnya. Chacha kuraih sampai-sampai dia kupeluk dengan posisi membelakangiku. Aku meremas perlahan-lahan tetek mengkalnya. Beda sekali rasa tetek Regina dengan Chacha. Jika tetek Regina terasa lembut oleh lemak,,tetek Chacha terasa mengkal dan lebih keras. Puas memainkan teteknya aku menggapai belahan memeknya. Jari tengahku langsung merasa clitorisnya mencuat dan saat kuraba halus dia telah mengeras. Aku terus memainkan clitorisnya hingga akhirnya Chacha kelojotan menjangkau orgasme.

Sementara tersebut Regina telah mengeringkan badan dengan berkemben handuk dia meninggalkan kami berdua. Aku mentas dari bak mandi. Chacha pun kuminta keluar. Aku duduk di colset dengan posisi menyandar,,sampai-sampai penisku bebas tegak. Chacha kubimbing sedang di atasku . Dia menuruti saja kemauanku. Sambil berdiri mengangkangi badanku Chachai mendekatkan lubang memeknya ke kepala penisku yang sudah memerah sebab sangat tegang. Aku mengoles-ngoles kepala penisku di dekat lubang memeknya hingga terasa terdapat cairan lendir terbit dari dalam. Setelah kurasa pelumasan mencukupi,,aku berjuang memasukkan kepala penisku ke memek gundul itu. Agak sempit rasanya,,namun penisku dapat terus menerobos kedalam. Kesanku Chacha telah jebol perawannya. Meski jepitannya lebih powerful dibanding memek Regina, namun penisku fasih maju-mundur di lubang memeknya. Aku terus mendekapnya hingga akhirnya aku menjelang orgasme kutarik badannya dan begitu lepas, meledaklah ejakulasiku. Lemas sekali badanku. Kami berdua kemudian mandi mencuci diri dengan shower. Selama mandi tersebut kutanya Chacha soal keperawanannya. Dia menyatakan memang telah pernah berhubungan, dengan pacarnya yang telah SMA. Karena itulah dia sempat ketahuan selagi asyik main dikamarnya. Akibatnya Chacha dipulangkan ke kampungnya. Sekarang berikut proses pemulangan Chacha ke orang tuanya di kampung. Di Jakarta Chacha bermukim di lokasi tinggal budenya,,yakni ibunya Regina. Lalu Chacha berkata,

”Mbak Reg,,,bebas menerima cowoknya menginap di kamarnya, mengapa aku gak boleh ajak pacarku ke kamarku”,,kata Chacha dengan muka agak cemberut.

Aku tidak inginkan berkomentar,,sebab rasanya tidak terdapat gunanya berkomentar pada ketika seperti ini. Aku berbalut handuk dan pun Chacha berkemben handuk kami masuk menyelinap ke bawah selimut. Regina telah mengorok istirahat di sisi kiri,,aku memilih posisi ditengah dan Chacha di sisi kananku. Tidak nyaman rasanya istirahat berbalut handuk lembab, maka kubuka handukku dan kulempar ke kursi, Handuk Chacha pun kulepas,,sampai-sampai kami berdua telanjang di bawah selimut. Sementara tersebut Regina yang pun berbalut handuk perlahan-lahan kulepas dan ku lempat juag ke kursi. Kami bertiga istirahat bugil di bawah selimut.

Rasa lelah dan kecapaian ngentot menciptakan aku cepat tertidur. Aku terbangun sebab rasa geli di kemaluanku. Kuintip ke bawah,,ternyata Chacha sedang menghisap penisku. Mungkin dia berjuang membangunkan penisku. Aku berpura-pura tidur. Kulirik di celah korden telah masuk cahaya cerah matahari. Kulirik jam di meja sudah mengindikasikan hamper jam 7 pagi. Kubiarkan Chacha beroperasi sendiri,,sedangkan Regina masih ngorok disebelahku. Chacha berjuang memasukkan penisku ke lubang memeknya dengan posisi menempati badanku. Dia sukses menelan seluruh batang penisku kemudian dia mengerjakan gerakan naik turun, kadang-kadang maju mundur. Mungkin dia jenuh pada posisi itu,,dia bangkit berdiri dan mengembalikan badannya sampai-sampai memunggungiku. Chacha pulang jongkok dan pulang menggenjot. Dia mengupayakan merebahkan badannya ke depan hingga hamir menghirup kakiku. Penisku terasa dipaksa menghadap kebawah. Chacha kendala melakukan gerakan pada posisi itu,,sebab lubang memeknya laksana kedongkrak oleh batang penisku yang sedang keras sempurna.

Kemudian Chacha berdiri lagi dan dia berbalik arah pulang ke posisi berhadapan denganku. Penisku pulang dimasukkan ke dalam memeknya. Dia menggenjot sebentar kemudian merabhkan badannya. Sambil memelukku dia terus mengggerakkan-gerakan pinggulnya. Posisi ini agak sulit, sebab berkali-kali penisku lepas dari lubang memeknya. Chacha pulang ke posisi mendudukiku,,dia rupanya mengejar posisi nikmatnya sampai-sampai gerakannya kian liar,,dan tak lama lantas berhenti menggenjot dan terasa memeknya berdenyut-denyut.

Aku jadi dalam posisi nanggung sampai-sampai kusibak selimut dan langsung kuarahkan penisku menginjak memek Regina. Memeknya terasa berlendir. Berarti dia telah bangun dari tadi dan sempat menyaksikan permainan kami sampai-sampai di terangsang. Bagitu penisku ambles,,dia langsung mengerang. Kugenjot dengan gerakan kasar, Regina merintih-rintih. Sayangnya memeknya terlampau banjir sehingga tidak cukup mencengkeram. Aku terus berjuang kosentrasi untuk menjangkau puncak. Namun sesudah sekian lama masih pun belum berhasil,,hingga badanku lelah. Kubalikkan posisi dengan tetap menjaga kontolku di dalam memek Regina. Dia memahami dan sekarang Regina memegang kendali. Dia bergerak maju mundur naik turun di atas tubuhku. Menjelang aku orgasme.

Regina telah memekik sambil mengapit kontolku. Mendengar teriakan tersebut aku jadi tak dapat lagi menyangga ejakulasiku dan kulepas saja di dalam memeknya.

poker online terpercaya – Kemudian pada suasana laksana itu, aku tidak memikirkan resiko hamil dan sebagainya,,yang urgen rasanya nikmat. Regina langsung jatuh berbaring di sampingku. Aku tertidur telentang dan agak terengah-engah. Tiba mendarat terasa batang penisku dimurnikan dengan husapan handuk hangat. Kulirik kebawah, ternyata Chacha yang melakukan. Aku tidak sempat menyimak apa yang dilaksanakan Chacha tadi saat aku bertempur dengan Regina. Setelah dimurnikan , Chacha pulang mengoral penisku. Tanpa rasa malu dia terus berjuang membangunkan penisku. Lama pun penisku tidak bangun-bangun, Aku merasa kasihan sebab usaha Chacha tidak membawa hasil. Dia lantas kuminta berbaring dan kakinya dikangkangkan. Aku mengerjakan oral bikin memek kecil ini. Chacha tersenyum dan terus menggelinjang menikmati sapuan lidahku di ujung clitorisnya yang menonjol. Tidak butuh waktu terlampau lama kesudahannya memek Chacha cenat-cenut.

Setelah dia menjangkau orgasme aku memasukkan jari tengah ke dalam memeknya,,aku menggali G-spotnya. Teraba terdapat jaringan halus. Aku meyakinkan bagian tersebut G-spotnya sebab ketika kusentuh pelan Chacha bereaksi. Aku serang terus sampai sejumlah saat lantas Chacha memekik. Dia menjangkau orgasme tertingginya. Dari lubang pipisnya meleleh cairan kental. Jumlahnya tidak banyak, barangkali cuma 3 tetes, namun jelas sekali meleleh keluar. Melihat reaksi itu, penisku mulai bangun. Belum terlampau sempurna tetapi lumayan keras guna disodokkan ke memek Chacha. Aku langsung menindih Chacha dan terasa memeknya mencekat dan masih ada saldo cenat-cenutnya. Aku genjot langsung dengan gerakan cepat. Nikmat sekali rasanya. Chacha merintih-rintih, dan dia kembali menemukan orgasme berkualitasnya. Aku menengarai tersebut karena Chacha pulang menjerit laksana tadi. Aku tidak memberi peluang dia melampiaskan orgasmenya, aku terus menggenjotnya.

”Ahhhh,,,,ssssss,,,ahhhh ampun om udah om,,memekku perih om,,,sssssss,,,,ahhh”,,jerit lirih chacha.

Tanpa membalas aku terus menggenjot memek Chacha. Chacha mulai pun mendesis-desis pertanda dia merasakan persetubuhan ini. Maka dari tersebut aku tega menggenjot terus dan memang benar Chacha pulang menjerit. Pada saat menjangkau orgasme,,lubang memek terasa lebih nikmat sebab makin ketat memegang erat dan terdapat ritme di dalamnya. Kuhentikan sebentar hingga orgasmenya tuntas kemudian kugenjot lagi. Memeknya terasa kian sempit sampai-sampai aku merasa nikmat dan mengantarku menjangkau puncaknya. Aku sudah laksana lupa daratan sehingga saat mencapai orgasme kubenamkan dalam-dalam penisku ke memeknya. Chachapun menjerit,,rupanya dia pun sampai untuk puncak tertingginya.

”Idihhh,,,,seru banget deh ngentotnya”,,kata Regina yang duduk bersila dengan tubuh telanjang menyaksikan pertempuranku dengan keponakanya.

”Bener-bener Gila anda Cha kecil-kecil ngentotnya powerful juga”,,kata Regina mengomentari adik sepupunya.

Aku tidur sebentar. Chacha sempat tertidur dan mendengkur halus. Kulihat jam sudah mengindikasikan jam 09.00 pagi. Aku mengupayakan membangunkan Regina dan sesudah terbangun Kamipun mandi bertiga di kamar mandi seraya saling menyabuni.Pagi tersebut badanku terasa enteng sekali. Kami bertiga turun ke coffee Shop guna sarapan pagi. Chacha terkagum-kagum oleh banyaknya aneka sarapan pagi yang tersedia. Mungkin dia belum pernah merasakan hal semacam ini. Sambil mencicipi makanan, Chacha mengusulkan supaya bisa menginap semalam lagi di hotel ini. Regina setuju. Kami memang akhirnya meningkatkan satu malam lagi di hotel. Sepanjang siang aku melulu jalan keluar bareng mereka santap di bawah. Mereka mondar-mandir terbit masuk kamar membawa belanjaan. Regina dan chacha kuberi dana yang lumayan tidak sedikit untuk sekedar melakukan pembelian barang membeli pakaian dan sepatu di mall di bawah hotel.

Togel4D.bid – Hari berikutnya aku menyempatkan ke cepu merapikan urusanku . Regina dan chacha mengurungkan pulang kampung. Dan Merekapun ikut denganku. Dari cepu aku langsung menggondol mereka ke jakarta lagi chachapun tidak jadi dipulangkan ke kampung,,pada kesudahannya dia ke Jakarta lagi guna kost bareng Regina. Regina memilih lokasi kost di sekitar tempat kerjanya sampai-sampai dia melulu perlu jalan kaki saja disaat dia kerja. Aku menolong mereka menunaikan uang kosnya. Lumayankan Cuma bayarin duit Kos aku dapat menikmati 2 Memek yang aduhai mantap tersebut sesuka hatiku. Demikian cerita-cerita dewasaku yang benar-benar menjadi rejeki nomplokku. ”Selesai”.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *