Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Dewasa | Terbuai Dengan Buah Dada Besar Gadis ABG

Terbuai Dengan Buah Dada Besar Gadis ABG – Sepulang kantor, tubuhku menjadi tambah penat sehabis mengerjai Lia tadi. Kuparkir Mercy kesayanganku di suatu mall yang terletak tak jauh dari kantorku. Kubergegas mengarah ke sebuah salon dengan hiasan yang didominasi warna merah itu.

“Mau diapain Pak” tanya resepsionis yang cantik.

Kulihat namanya yang terpampang di dada. Anggi, namanya.

“Creambath sama refleksi” jawabku.

“Mari dibersihkan dulu Pak” Anggi menyilahkanku ke lokasi cuci.

Poker Online Terpercaya – Tak lama pegawai salon yang bakal merawat rambutkupun datang. Kuperhatikan dia terlihat masih ABG. Dengan tubuh yang kecil dan kulit sawo matang namun bersih, wajahnya pun terlihat manis dan imut. Walaupun tak secantik Lia, namun wajahnya yang menyiratkan kemudaan dan keluguan tersebut menarik hatiku. Tapi yang sangat menyedot perhatianku ialah buah dadanya yang besar guna ukuran tubuhnya.

Dengan tubuh yang mungil,buah dadanya terlihat menonjol sekali dibalik seragamnya yang berwarna hitam itu. Perawatanpun dimulai. Pijatan Dian, nama gadis ABG itu, mulai memberikan kesenangan di tubuhku yang lelah. Tetapi tak kuduga sesudah aku menyetubuhi Lia tadi, gairahku pulang timbul menyaksikan Dian. Terutama sebab buah dadanya yang terlihat masih padat dan kenyal itu.

Benar-benar sexy sekali dilihatnya, diperbanyak dengan celana jeansnya yang tidak banyak di bawah pinggang cocok mode masa kini, sampai-sampai terkadang perutnya tampak saat dia memijat unsur atas kepalaku. Setelah creambath, Dianpun yang menyerahkan layanan refleksi.

Karena lokasi dudukku lebih tinggi darinya, kadang saat dia agak menunduk, aku dapat menyaksikan belahan dadanya dari balik T-shirtnya yang kancingnya sengaja dibuka. Begitu estetis pemandangan itu. Semenjak aku merasakan Tari, gadis SMP dulu, belum pernah aku merasakan ABG belasan tahun lagi. Terlebih dulu Tari berdada kecil, sedangkan aku hendak mencoba ABG berdada besar laksana Dian ini.

Akupun mengajaknya mengobrol. Ternyata dia baru lulus SMA dan berusia 18 tahun lebih sedikit. Mau melanjutkan sekolah tidak terdapat biaya,dan belum menemukan kerja yang sesuai. Dia bekerja di salon tersebut seraya mencari-cari kerja yang beda yang lebih baik.

Singkat kata,aku tawarkan dia guna melamar di perusahaanku. Tampak dia berseri-seri mendengarnya. Aku sarankan sehabis jam kerjanya saya dan anda bisa mengobrol lebih jauh lagi tentang pekerjaan itu. Diapun setuju guna menemuiku di food court selepas kembali kerja nanti.

Jam 8.00 malam, Dian menemuiku yang menunggunya di lokasi yang sudah disepakati itu. Kupesan santap malam seraya kita berbincang-bincang tentang prospeknya guna bekerja di perusahaanku. Kuminta dia mengantarkan surat lamaran serta ijazahnya segera mungkin untuk diproses.

Kubilang terdapat lowongan sebagai resepsionis di kantorku. Memang hanya ada Noni resepsionis di kantorku, sampai-sampai aku merasa butuh untuk meningkatkan satu lagi. Setidaknya itulah pikiranku yang telah diseliputi hawa nafsu menyaksikan kemolekan tubuh muda Dian.

Sambil berbincang, mataku terus mengagumi buah dadanya yang terlihat sekal menggiurkan itu. Ingin rasanya cepat-cepat kujilat dan kuhisap sepuas hati. Dian terlihat menyadari aku menatap dadanya, dan dia terlihat tersipu malu sambil berjuang menutup celah T-shirtnya.

Sehabis santap malam, aku tawarkan guna mengantarnya pulang. Sambil meneruskan wawancara, alasanku. Dianpun tidak menolak menilik dia sudah hendak sekali pindah lokasi kerja. Terlebih penampilanku membuatnya semakin yakin.

Di dalam mobil,dalam perjalanan, kuteruskan perbincanganku tentang job description seorang resepsionis di kantorku. Sambil mengobrol kucoba meraba pahanya yang terbungkus jeans ketat. Sesekali tangannya menampik rabaan tanganku.

“Jangan Pak,,malu”,alasannya.

Sementara itu,nafsuku telah begitu menggelora dan motel jam-jaman langgananku juga sudah nyaris tampak.

“Dian.. Terus cerah saja.. Kamu mengisi semua persyaratan.. Hanya saja anda harus dapat melayani aku luar dalam guna bekerja di perusahaanku.”,tegasku seraya kembali mengerayangi pahanya. Kali ini tidak terdapat penolakkan darinya.

“Tapi Pak.. Dian nggak biasa..”

“Yach anda mulai kini harus membudayakan diri ya..” kataku seraya meremas pahanya dengan tangan kiriku, sedangkan tangan kananku membelokkan setir Mercyku ke pintu masuk motel langgananku itu.

Mobilku langsung masuk ke dalam garasi yang telah dimulai oleh petugas, dan pintu garasi langsung diblokir begitu mobilku sudah berada di dalam. Kuajak Dian turun dan kamipun masuk ke dalam kamar. Kamar motel itu lumayan bagus dengan kaca yang menutupi dindingnya. Tak lama, petugas motel datang dan akupun menunaikan rate guna 6 jam.

Setelah si petugas pergi, kuajak Dian guna duduk di ranjang. Dengan ragu-ragu dia patuhi perintahku seraya dengan gugup tangannya meremas-remas sapu tangannya. Kusibakkan rambutnya yang ikal sebahu dengan sarat kasih sayang, dan mulai kuciumi wajah calon resepsionisku ini. Kemudian kuciumi bibirnya yang agak tidak banyak tebal dan sensual itu. Tampak dia melulu bereaksi tidak banyak sambil memblokir matanya. Hanya nafasnya yang mulai memberat..

Kurebahkan tubuhnya di atas ranjang, dan langsung tanganku dengan gemas merabai dan meremasi buah dadanya yang ranum itu. Aku paling gemas sekali menyaksikan seorang ABG dapat mempunyai buah dada seseksi ini. Kuangkat T-shirtnya, dan langsung kujilati buah dadanya yang masih tertutup BH ini. Kuciumi belahan dadanya yang membusung.

Ahh.. Seksi sekali anak ini. Dia masih tetap memblokir matanya seraya terus meremas-remas sapu tangan dan seprei ranjang saat aku mulai merasakan buah dadanya. Kubuka pengait BHnya yang terlihat kekecilan guna ukuran buah dadanya, dan langsung kuhisap dan kujilati buah dada gadis ABG salon ini.

“Eh.. Eh..” melulu erangan terbendung yang terbit dari mulutnya. Dian terlihat menggigit bibirnya sendiri seraya mengerang saat lidahku menari di atas putingnya yang berwarna coklat.

Dengan cepat puting tersebut mengeras pertanda siempunya sedang terangsang hebat. Segara kulucuti seluruh pakaianku sampai-sampai aku telanjang bulat. Kemaluanku sudah tegak hendak merasakan nikmatnya tubuh gadis muda ini. Akupun duduk di atas dadanya dan kuarahkan kemaluanku ke mulutnya.

“Jangan Pak.. Dian belum pernah..” katanya sambil memblokir bibirnya rapat.

“Ya anda harus mulai belajar donk..” jawabku seraya menyentuhkan kemaluanku, yang panjangnya nyaris sama dengan panjang wajahnya itu, ke semua permukaan wajahnya.

“Katanya inginkan jadi pegawai kantoran..” aku mengigatkan.

“Tapi nggak bakal muat Pak.. Besar sekali”

“Ya anda coba aja tidak banyak demi sedikit. Dimulai dari ujungnya dulu ya sayang..” perintahku lagi.

Dianpun mulai membuka mulutnya. Kusodorkan kemaluanku dan tidak banyak demi tidak banyak rasa hangat yang nikmat menjalari kemaluanku itu, saat Dian mulai menghisapnya. Kuangkat kepalanya tidak banyak sehingga dia lebih leluasa menghisapi kemaluan calon bosnya ini.

“Ya.. Begitu.. Sekarang jajaki lebih dalam lagi” kataku seraya mendorong kemaluanku lebih jauh ke dalam mulutnya.

Kemudian kutarik terbit kemaluanku dan kuarahkan mulut gadis ABG ini ke buah zakarku.

“Sekarang anda jilat dan hisap ini ya.. Sayang”

redmi99.net – Dianpun menurut. Dijilatinya dan lantas dihisapnya buah zakarku satu per satu. Demikian selama sejumlah menit aku duduk di atas dada Dian dan mengajarinya memberikan kesenangan dengan memakai mulutnya. Mulutnya tampak sarat sesak saat ia menghisapi kemaluanku.

Setelah puas merasakan hangatnya mulut Dian, aku pulang gemas menyaksikan buah dadanya yang membusung itu. Kembali kunikmati buah dadanya dengan mulutku. Kembali Dian merintih tertahan seraya mengatupkan bibirnya. Sementara itu, akupun melucuti celana jeansnya dan sekalian celana dalamnya. Tampak vaginanya yang bersih tak berbulu laksana menantang guna digenjot kemaluanku.

Tanganku meraba-raba vaginanya dan tak lama mengejar klitorisnya. Kuusap-usap klitorisnya itu, sedangkan mulutku pulang dengan gemas merasakan buah dadanya yang besar menantang. Terdengar dengusan nafas Dian semakin dalam dan cepat.

Matanya masih memblokir demikian pun dengan bibirnya. Tangannya terlihat semakin keras meremas sprei ranjang kamar. Aku sudah hendak menyetubuhi gadis ABG petugas creambath ini. Kurenggangkan pahanya sedangkan kuarahkan kemaluanku ke liang nikmatnya.

“Pelan-pelan ya Pak..” pintanya seraya membuka mata.

Tak kujawab, namun mulai kudorong kemaluanku menerobos liang vaginanya. Memang dia telah tidak perawan lagi, namun vaginanya masih sempit mengapit kemaluanku.

“Ahh..” jeritnya saat kemaluanku sudah menerobos vaginanya. Tak kuasa lagi dia untuk menyangga jeritan nikmatnya.

Mulai kugenjot vaginanya, seraya kuremas-remas buah dadanya. Makin keras erangan Dian mengisi ruangan itu.

“Ahh.. Ahh..” erangnya seirama dengan goyanganku.

Buah dadanya bergoyang menggiurkan saat aku memompa vaginanya. Sesekali kuhentikan goyanganku guna kembali menghisapi buah dadanya yang besar dengan gemas. Hampir 20 menit terus kupompa gadis ABG manis pegawai salon ini. Tiba-tiba dia merintih dan mengejang hebat tanda orgasme. Tampak butir keringat mengalir mengairi wajahnya yang manis. Kuseka keringatnya dengan sarat kasih sayang.

Kemudian kunaiki pulang tubuhnya dan kali ini kuletakkan kemaluanku diantara buah dadanya yang kenyal itu. Tanganku merapatkan buah dadanya, sampai-sampai kemaluanku terjepit diantaranya. Nikmat sekali rasanya diapit buah dada gadis ABG semanis dia.

Mulai kugoyangkan badanku maju mundur sampai-sampai buah dadanya yang kenyal menggesek-gesek kemaluanku dengan nikmat. Kadang kulepaskan kemaluanku dari himpitan buah dadanya untuk lantas kusorongkan ke mulutnya guna dihisap. Kemudian pulang kujepitkan diantara buah dadanya yang ranum itu.

Kira-kira 15 menit lamanya kemaluanku merasakan kenyalnya buah dada dan hangatnya mulut Dian. Akupun merasa bakal orgasme, dan tak lama kusemburkan cairan ejakulasiku di atas buah dada Dian. Dengan kemaluanku, kuoleskan spermaku keseluruh permukaan buah dadanya yang paling membuatku gemas itu.

“Pak.. Jangan bohong lho janji Bapak..” ujar Dian ketika kami sudah meluncur pulang di dalam mobilku.

“Oh nggak, sayang.. Cepat saja anda kirim lamarannya ya” jawabku.

Dianpun tersenyum senang mendengarnya. Terbayang olehnya kerja di kantor yang adalahcita-citanya. Akupun tersenyum senang menginginkan buah dada Dian yang bakal dapat aku nikmati sepuasnya nanti. Kuturunkan Dian dipinggir jalan seraya kuberi duit untuk biaya taksi.

“Terimakasih ya Pak Robert” katanya saat dia turun dari mobilku.

“Sama-sama Dian”,jawabku seraya melambaikan tangan.

daftar judi online – Kukebut mobilku mengarah ke jalan tol. Hari sudah larut malam. Jalanan sudah menjadi lenggang. Ingin rasanya cepat hingga di apartemanku sesudah hari yang melelahkan ini. Tiba-tiba aku sadar bila aku belum mentest secara seksama keterampilan Dian guna menjadi resepsionis. Interpersonal skill, bahasa Inggris, telephone manner, dan lain-lain. Rupanya aku melulu terbuai oleh buah dadanya yang nikmat itu.

Prediksi togel – Biarlah nanti unsur HRD yang mentestnya, pikirku. Kalau lulus ya diterima, bila nggak ya nggak apa-apa. Toh aku telah puas merasakan buah dadanya he.. He..Di Kala Waktu Malam Minggu – Namaku Cynthia. Ini baru kesatu kali aku coba bikin ngirim kisah seksku. Sudah semenjak 3 tahun lalu, aku tidak jarang kali “haus seks”. Entah tersebut karena keperawananku yang dipungut oleh mantan cowokku ato tersebut karena libidoku yang besar. Sejak ketika itu, aku selalu menggali cowok yang dapat aku ajak nge-seks.

Aku tidak peduli tersebut cowok apa, yang urgen dia punya barang yang dapat memuasin aku. Banyak sekali rekan teman cowok ku yang datang di apartemenku kalo aku lagi tidak terdapat kelas. Begitulah hidupku di LA. Sekarang aku mau kisah tentang empiris seks ku yang tak terlupakan.

“Hmph, capek nih” umpatku dalam hati.

Hari tersebut aku kuliah hingga jam 9 malam. Parkiran mobil pun telah gelap. Sambil menyaksikan kanan kiri, aku juga berlari-lari kecil mengarah ke ke mobilku yang ku parkir di belakang gedung science. Ketika hingga di mobil, HP ku berbunyi. Ternyata si Rei.

“Halo Cyn, lagi ngapain?” tanya si Rei.

“Ini nih, lagi mo kembali baru aja berlalu kelas” sahutku seraya menstater mobil.

“Ooh, mo ke sini ga? Kita ntar mo ngadain pesta nih. Kan hari sabtu, masa di lokasi tinggal aja sih?” Si Rei juga nyerocos.

“Oh ya? Mau donk, kalo gitu gue ke sana kini deh” jawabku dengan senangnya.

“OK deh. Bye”

Sejak hidup di LA,,aku tidak jarang kali suka dengan kehidupan malam. Pesta,,diskotik ataupun pergaulan bebas. Akupun mulai membereskan rambut dan pakaianku. Kemudian, aku mulai menaruh make-up tipis di mukaku. Setalah selesai, aku pun mengemudikan mobilku ke lokasi Rei. Rei ialah anak orang kaya. Apartemenya yang terletak di wilayah BH tersebut sangat mahal harganya. Aku pun membebastugaskan mobilku di depan Liquor Store. Ketika aku turun dari mobil, tidak sedikit cowok bule yang menyaksikan dan bersiul kepadaku. Saat tersebut aku melulu mengenakan rok pendek dan kaos putih ketat. Payudaraku yang berukuran 34 c tersebut pun tampil makin menggoda. Memang payudaraku lumayan besar guna orang seukuranku. Ketika aku sedang menggali cari liquor kesukaanku, Hp ku juga berbunyi lagi. Ketika kulihat nama Rei,,aku segera menjawab. Hanya pembicaraan kecil yang terjadi,,ternyata dia mohon dibelikan sejumlah botol bir. Aku juga segera memungut sebotol XO dan 12 botol corona. Setelah membayar,,aku juga segera mengendarai mobilku ke lokasi Rei. Dengan kemacetan LA aku juga tiba di lokasi Rei sesudah setengah jam di mobil. Rei juga menyambut ku dengan gembira. Ketika aku masuk, ternyata tidak terdapat seorang juga di situ di samping aku dan Rei.

“Kok ga terdapat anak anak? Katanya mo pesta?”,tanyaku keheranan.

“Ntar lagi pun pasti datang”,jawabnya seraya tersenyum.

“Siapa aja sih?”,kejarku.

“Cowok-cowok lah,,7 orang deh kayaknya.”,,katanya seraya berjalan ke dapur.

“Jadi gue cewek sendiri nih?” tanyaku keheranan.

Dengan santainya dia cuma membalas “Yup,kenapa? Loe ga suka? Kan loe seringkali suka main keroyokan. Apalagi kalo ceweknya cuman loe sendiri.”

“Loe tak waras ya? loe buat pesta bikin cuman ngentotin gue rame rame?” tanyaku dengan kaget.

“Bukannya loe suka kayak gituan,lagipula barang mereka gede gede lagi. Tenang aja, dipastikan puas” imbuhnya seraya ketawa nyengir.

Aku hanya diam saja. Rei memang tidak jarang nge-seks denganku, tapi anda tidak pacaran. Aku pun pernah nge-seks dengan Rei dan dua temannya. Tapi kali ini TUJUH orang. Aku fobia tapi aku pun terangsang. Aku memang paling suka menjadi pusat perhatian lagipula gangbang. Rei tau itu. Rei tau seluruh tentang aku. Tapi aku hanya tau tidak banyak tentang Rei. Dia paling suka menyaksikan cewek di entot rame rame.

“Kenapa? kok bengong?” tanya Rei seraya mengusap belai tangannya ke pantat kiriku.

“Ga mengapa kenapa kok” jawabku singkat.

Aku memang telah biasa dengan kelakuan Rei. Tangan Rei yang tadi cuman memegang pantat kiriku, sekarang meremas remas pantatku dengan kerasnya.

“Udah lah Rei, siapin dulu donk makanan bikin pestanya” kataku seraya menepis tangannya.

“Kok gitu sih? Ayo donk kan udah lama gue ga liat loe telanjang” katanya santai.

“Ya udah kalo loe mau, namun siapin dulu donk makanannya. Habis tersebut kalo ada masa-masa gue inginkan mau aja. Gimana? Mau ga?” tanyaku menggoda.

“Hahaha. Kita cuma santap chips doank kok malem ini. Tuh chipsnya udah ada. Tinggal dimulai doank” katanya seraya memasang muka mesum.

“Iiih, benci gue ama loe” kataku seraya mencuekin muka mesum dia.

“Ya udah gue bikinin salad deh. Mau ga?”

“Bikin lah kalo loe mau” katanya singkat.

Ketika aku menciptakan salad di meja dapur, tangan tangan Rei menjelajahi pantatku. Aku yang telah biasa dengan tersebut cuma mendesah desah kecil. Aku menikmati kedua tangannya mengusung rok ku hingga ke pinggangku. Dia melulu bersiul saat melihat pantatku yang penuh. Waktu tersebut aku menggunakan G-string jadi dia dapat melihat semuanya. “Auw” jeritku saat Rei memukul pantatku seraya ketawa. Aku juga meneruskan mengaduk salad saat dia menurunkan g-stringku hingga ke lantai. Aku segera mengusung kakiku dan menendang g string tersebut ke belakang. Aku kira Rei bakal segera memasukan penisnya ke dalama memekku, namun dia melulu menurunkan rok ku dan merapikannya.

Aku terheran heran saat dia melakukan tersebut tapi aku tidak mengatakannya. Kini tangan Rei mulai meraba raba dan meremas payudaraku seraya mulutnya menciumi leherku. Aku melulu melenguh kecil saat dia meremas payudaraku dengan agak keras. Aku membebastugaskan kerjaanku dan mengupayakan menikmati rangsangan Rei. Rei juga mulai melepas baju ketatku. Rei melulu diam saat dia menyaksikan tubuhku yang separuh telanjang. Aku yang sudah paling terangsang mulai memijit mijit penis Rei dari luar celananya. Rei juga melenguh keasyikan ketika aku remas remas dan kukocok penisnya perlahan. Rei tidak diam saja, dia langsung melepas behaku dan melemparkannya. Aku yang melulu memakai rok mengupayakan membuka baju Rei. Tapi Rei cuman menepis tanganku. Rei juga ketawa saat melihatku kebingungan. Rei juga mulai menunduk dan memungut beha dan g stringku yang berserakan di lantai. Kemudian dia berlangsung ke kamarnya meninggalkan aku yang keadaan bingung dan paling terangsang. Ketika aku tersadar bahwa payudaraku terpampang bebas, aku juga kembali mengenakan kaos putih ketatku. Aku merasa bila putingku tercetak jelas dengan baju itu. Tapi aku tidak punya opsi lain. Rei juga kembali ke dapur dan kulihat bahwa beha dan g stringku sudah dia sembunyikan.

“Boleh pun toket loe, lebih keliatan gede lho” katanya seraya meremas remas toketku.

“Mau loe apa sih Rei? Mau ngentot ga sih loe?” tanyaku telah tidak sabar.

“Oh, loe inginkan ngentot?” tanya nya dengan muka sok innocent.

Aku juga menjadi malu sendiri. Belum sempat aku membalas telpon apartement Rei berbunyi. Aku tau kalo rekan temannya telah ada di luar. Mereka cuma mohon dibukain pintu saja.

“Nih kalo loe inginkan ngentot, mending loe kini emut kontol gue sampe gue keluar” tantangnya

“Ada tamu Rei” kataku seraya kebingungan.

Rei juga segera memencet tombol guna membuka pintu apartemen. Apartemen Rei terdapat di lantai 8.

“Masih ada masa-masa kok”, kata Rei seraya meringis, “ayo inginkan ga?”

“Ntar kalo mereka liat gimana?” kataku sambil menyaksikan ke pintu.

“Cuek aja lah. Mereka pun udah tau kalo loe suka nge seks, lagipula gue udah kasih tau mereka kalo loe suka di gangbang. Udah nyerah aja, ntar pun loe tentu ngemut kontol mereka juga”.

Aku pun melulu diam dan berjongkok di depan dia. Tanganku mulai membuka resletingnya dan ku keluarkan penis dia yang terbilang besar itu. Tanpa ragu ragu, aku juga segera melahap batang tersebut dan menghisapnya. Rei melulu melenguh kecil seraya menjambak rambutku saat aku memasukkan penisnya hingga masuk ke tenggorokanku. Aku memang pandai sekali memberi Deep Throat. Ketika aku memberi dia deep throat, Rei juga segera melenguh panjang dan menembakkan air maninya ke mulutku yang langsung kutelan. Aku memang suka menelan air mani cowok. Rei melulu tersenyum saat aku menjilat jilat batangnya yang perlahan mengecil. Rei juga memasukan senjatanya pulang ke celananya dan aku melulu mengusap bibirku dengan tissue. Tak lama, Pintu apartemen Rei pun tersingkap dan masuklah tujuh orang yang tidak aku kenal. Mereka seluruh berbadan bagus dan bertampang yang lebih dari biasa.

“Halo Rei, siapa tuh ceweknya?” tanya rekan si Rei yang kesudahannya kuketahui namanya Donny.

“Oh dia Cynthia, temen gue” Kata Rei santai “Kenalan sana”

Singkat kata, aku juga berkenalan dengan mereka semua. Aku tidak dapat mengingat nama mereka semua sebab mereka terlampau banyak. Rei juga segera berceloteh cakap dengan mereka sedangkan aku masih di dapur menyiapkan makanan. Ketika aku sedang menggali cari lokasi buat chips, aku menikmati ada tangan yang memegang pantat ku. Aku kira tersebut tangan kepunyaan si Rei, jadi aku melulu diam dan meneruskan kerjaanku.

“Hmm, boleh pun pantat loe”

Ketika aku mendegar bahwa tersebut bukan suara Rei aku juga kaget dan segera menepis tangan itu.

“Pinter pun si Rei kalo cari cewek” ternyata tersebut si Donny.

“Udah ga usah sok jual mahal, Rei udah ngomong kalo loe tersebut suka seks” imbuhnya.

Aku paling sakit kaget saat dia ngomong secara terus terang. Aku melulu diam saja sambil membungkuk malu.

“Loe tau mengapa loe di sini?” tanyanya lagi.

Aku melulu menggelengkan kepala saja.

“Loe tersebut di sini bikin muasin anda kita. Mending loe kini ikutin aja apa yang aku bilang ato loe bakalan diperkosa rame rame ama mereka.” katanya mengancam.

Aku yang tidak punya opsi lain melulu mengangguk menurut.

“Hehehehe.. bagus. Sekarang loe temenin mereka ngobrol trus gue bakalan siapin minumannya.” suruhnya.

Aku pun melulu mengangguk dan memungut salad yang tadi aku buat. Ternyata mereka lagi berjudi. Aku tidak tau apa yang mereka mainkan namun mereka menyuruhku duduk dan ikut main. Mereka juga segera menyatakan peraturannya. Aku baru tau kalo mereka tersebut bermain poker, namun yang menang dapat menyuruh di antara dari yang kalah guna melepas baju. Aku juga mengiyakan aja meskipun aku tau kalo aku kalah dua kali maka aku bakal telanjang bulat. Aku juga tersadar, jadi ini maksud Rei memungut beha dan g stringku. Aku melulu melirik ke Rei yang tersenyum kemengangan. Tak lama, Donny juga datang membawa minuman. Dia memberiku sebotol corona yang tadi kubeli dan kuminum pelan pelan. Ketika ronde kesatu di mulai, mereka juga segera dengan cepatnya menata kartu mereka. Aku yang tidak tau apa apa, cuma menyaksikan kartuku dan meminum coronaku. Aku merasa bahwa di antara dari mereka menang, mereka tentu akan menyuruhku membuka bajuku.

Ternyata benar, aku tidak tau apa nama kartuku namun meraka ngomong kalo aku kalah. Maka di antara dari mereka menyuruhku melepas bajuku. Ketika aku membuka bajuku, mereka melulu berkomentar mengenai toketku yang besar itu. Aku yang separuh telanjang melulu menunduk malu dan menutupi putingku dengan tanganku. Tak lama kemudian, mereka mengawali ronde yang kedua. Aku merasa bahwa muka dan badanku mulai memanas, aku tidak tau apakah tersebut reaksi dari bir atau sorotan sorotan mereka. Aku yang mulai merasa canggung, mulai meminum birku hingga habis. Tak lama kemudian, ronde ke dua selesai dengan melayangnya rok ku. Memekku yang tak berambut tersebut sudah tidak tertutupi apa apa. Aku merasa memekku mulai gatal, dan aku tersadar kalo Donny sudah mencampurkan obat perangsang ke dalam bir ku. Aku yang telah tidak dapat menahan gatalnya mulai menggesek gesekkan pahaku.

Seks Terbaru – “Hehehehehe, terangsang ya cyn?” tanya si Rei dengan santainya.

Aku hanya diam saja dan menunduk.

“Kalo inginkan ngerasain kontol anda kita bilang aja Cyn” imbuhnya.

Aku paling malu, namun aku pun terangsang dengan hebatnya. Aku yang masih menggesek gesekan pahaku tanpa sadar mengeluh terangsang. Mereka hanya tertawa melihatku laksana itu.

Aku pun berbicara ke Rei “Rei, please masukin kontol loe”.

Mereka yang mendengar itu melulu tertawa dan mulai menerbitkan kontolnya.

Rei pun membalas “Kalo loe inginkan dientot, loe ngomong ama mereka semua, tidak boleh cuma gue doank. Ntar yang beda kan iri” katanya mengejek.

“Pls entot gue, gue udah ga tahan lagi” kataku seraya merangkak ke di antara dari mereka dan mulai meremas remas kontolnya.

Mereka melulu ketawa dan memanggilku “maniak seks”, “cewek tak waras kontol” dan beda lain nya.

Aku juga segera memasukan kontol yang kupegang tersebut ke mulutku. Kumulai dengan menghirup kepala kontolnya dan menjilat jilat batangnya yang telah tegang. Empunya kontol tersebut pun segera mengeluh terbendung dan memegang kepalaku dan memaksaku memasukan kontolnya yang panjang tersebut ke mulutku. Aku melulu memejamkan mata saat aku menikmati kontol beda menerobos dinding vaginaku. “Ooh”, lenguhku tertahan. Seseorang yang mengentotku dari belakang tersebut segera memaju-mundurkan kontolnya di memekku. Aku merasa kalo tiap kali dia mendorong pantatnya, kepala kontolnya menyentuh dinding rahimku. Salah seorang dari mereka memukul pantatku sampai merah dan memasukan di antara jarinya ke dalam anusku. Aku pun melulu melenguh keenakan. Ketika aku masih keasyikan merasakan jari di anusku, kontol yang terdapat di mulutku segera menyemprotkan air maninya dan langsung kutelan. Aku juga mulai menjilati kontol tersebut dengan maksud membersihkannya. Cowok yang kujilati kontolnya itu melulu tersenyum dan meremas toketku.

Dengan mendarat tiba, cowok yang memompaku dari belakang unik kontolnya. Aku yang masih belum terbit menoleh dengan protes namun kulihat kalo tersebut ternyata si Donny yang memompaku dan Donny melulu berdiri dan meninggalkanku seraya tersenyum. Dia juga menyuruhku guna menungging dengan tangan di meja makan. Aku juga menurut keterangan dari saja. Ketika aku telah dalam posisi menungging, Donny juga dengan kasarnya memasukkan kontolnya di anusku. Aku juga menjerit menyangga sakit yang spektakuler itu. Setelah dua menit kesakitan, aku juga mulai merasa nikmatnya anal seks. Aku juga segera mengekor irama Donny, dan Donny juga segera mengusung kedua pahaku dengan kontol yang masih di anusku. Aku juga tidak punya opsi lain di samping bersandar kebelakang agar tidak jatuh. Donny dengan pelannya menaik turunkan tubuhku seraya memutar badannya. Maka memekku juga terpampang dengan jelas ke cowok cowok yang laen. Aku paling kaget saat aku menyaksikan si Rei merekam kejadian tersebut dan temannya memfotoku.

Tapi, kesenangan yang aku dapatkan dari Donny menelan kekagetanku dan membuatku orgasme. Aku segera menggerang gerang keasyikan sambil memilin milin puting kananku. Aku merasa terdapat cairan vaginaku yang menetes keluar. Kemudian, aku merasa si Donny mulai mempercepat kocokannya di anusku. Aku yang fobia jatuh segera menyenderkan tubuhku ke belakang dan tidak mempedulikan toketku meloncat loncat dengan bebas. Aku pun pun melihat lampu lampu flash kamera yang mengabadikan kejadian itu. Donny juga segera menjatuhkan tubuhku di kasur yang telah disiapkan cowok cowok beda di ruang tamu. Aku jatuh dengan telungkup dengan kontol yang masih di anusku. Dengan cepatnya, si Donny menarik keluar kontol tersebut dan segera menerbitkan spermanya di dalam gelas wine yang bening. Aku yang keletihan cuma melihat tersebut dengan sarat tanda tanya.

Belum sempat aku menata nafas, Donny menyuruhku menjilati kontolnya hingga bersih. Aku menjilati kontol tersebut dengan perasaan yang jijik. Kemudian di antara dari mereka segera mengusungku dan memasukkan kontolnya ke memekku. Aku pun hanya melenguh tertahan. Cowok tersebut segera memaju mundurkan kontolnya dengan aku suasana berdiri. Aku hanya dapat berteriak teriak kecil sebab kontol tersebut sangat besar diameternya. Aku merasa terdapat kontol laen yang menerobos anusku. Aku merasa laksana sandwich karena dijepit kedua cowok besar itu. Tak lama lantas aku juga orgasme lagi dan lagi. Tiap kali mereka inginkan keluar, mereka segera menarik keluar kontolnya dan mengeluar kan air mani brand di dalam gelas wine. Aku masih bingung dengan itu, namun ketiga orang yang belom mengentotku segera mengeroyokku. Ada yang memasukkan kontolnya ke memekku, ke mulutku ataupun mengentot toketku. Aku sudah laksana di dalam sorga dunia.

Aku tidak tahu telah berapa kali aku orgasme malam itu. Mereka mengentotku dengan nonstop. Selalu terdapat kontol yang memenuhi vaginaku. Ketika mereka seluruh sudah berlalu mengentotku, mereka menaruhku di sofa dengan kepala di bawah. Aku telah tidak tahu apa yang terjadi namun dengan samar samar aku lihat Donny memasukan leher botol bir yang masih sarat isinya ke vaginaku. Aku juga segera terasadar dengan adanya benda dingin di vaginaku, namun aku telah terlalu capek guna berontak. Aku hanya dapat melihat Donny menaik turunkan botol tersebut di vaginaku. Kemudian, aku menikmati bir yang meleleh turun dari vaginaku ke toketku. Kemudian, Donny segera unik botol bir tersebut dan menyuruhku membuka bibir memekku dengan tanganku. Akupun melulu menurut keterangan dari saja. Kemudian, aku melihati Donny memasukan sedotan ke dalam memekku yang sarat dengan bir dan dengan segera aku menikmati bir tersebut disedot oleh Donny dan ditelannya. Mereka seluruh tertawa saat melihatku melenguh menandakan aku orgasme lagi. Aku yang telah terlalu capek, mulai merangkak ke atas kasur di lantai ruang tamu dan aku juga tertidur.

Agen BandarQ Online – Keesokan paginya, aku juga terbangun dengan suatu mentimun di memekku. Aku keadaan bingung dan aku lihat cowok cowok tersebut sudah tertidur dengan lelapnya di sebelahku dan di sofa. Aku juga segera menerbitkan mentimun tersebut dari memekku. Ketika aku bangun, aku baru menikmati panasnya anusku dan sakitnya memekku. Dengan tidak banyak tertatih aku berjalan menggali baju baju ku. Aku mengejar kaos putihku dan rok ku yang langsung kukenakan. Akupun berlangsung ke arah kamar mandi untuk membereskan diri. Ketika aku sedang menyisir rambutku yang random acakan, pintu kamar mandi tersingkap dengan mendarat tiba dan aku lihat Donny menyeruak masuk. Aku cuma menyaksikan apa yang bakalan dia lakuin. Tak kuduga, dia dengan tanpa malu mulai kencing dengan enaknnya. Aku yang menyaksikan itu melulu menggelengkan kepala dengan jijik. Setelah aku berlalu menyisir rambutku, aku segera terbit secepat barangkali dari kamar mandi tersebut sebelum si Donny menyuruhku melakukan yang macam macam.

Aku juga segera mencari isi kantong dan kunci mobilku saat Rei memegang tanganku dan menyuruhku minum pregnancy pil. Rei menyuguhkan pil tersebut dan segelas air putih yang langsung kuminum.

Kumpulan judi online – “Hebat pun lo Cyn semalem” pujinya

“Sakit seluruh nih Rei” jawabku seraya meringis “Gue kembali dulu ya capek nih”

“Ya udah namun minum ini dulu ya?” katanya seraya menyogorkan gelas yang sarat dengan sperma “gue tau loe tentu suka”

“Aduh Rei gue laper banget, dari kemaren malem gue blom makan” jawabku mengiba.

Prediksi Togel SGP -“Enggak, minum dulu baru boleh pulang. Udah lah cepet minum” tegasnya.

“Iih maksa banget sih” gerutuku.

Rei juga segera memungut video camnya dan menyuruhku bergaya seolah olah aku merasakan minum sperma. Aku pun melulu tersenyum seraya menegak berakhir sperma itu.

Rei juga tersenyum dan berbicara “Mulai hari ini kalo loe ke mana mana usahain tidak boleh pake beha ato celana dalem, ok? jadi ntar kalo gue kepengen ngentot, cuma bermukim masukin doank” katanya seraya ketawa. “Gila loe” umpatku seraya ngeloyor pergi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *