Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Seks | Ayo Pak Terus Puaskan Santi Sampai Lemas

Ayo Pak Terus Puaskan Santi Sampai Lemas – Tentu saja akupun diundang,,dan malam tersebut akupun meluncur mengarah ke tempat resepsi diadakan. Aku pergi bareng dengan Jason,,temanku masa-masa kuliah di Amerika dahulu. Sesampainya di hotel tampak semua undangan beberapa besar membawa pasangannya masing-masing. Iri pun melihat mereka ditemani oleh istri dan anak mereka,,sedangkan aku,,karena

masih bujangan,,ditemani oleh si bule ini.

“Selamat malam Pak”,,sapa seseorang agak mengagetkanku. Aku menoleh,,ternyata Lia sekretarisku yang menyapaku. Dia datang bareng tunangannya. Tampak sexy dan cantik sekali dia malam itu,,disamping pun anggun. Berbeda sekali bila dikomparasikan saat aku sedang merasakan tubuhnya,.. Liar dan nakal. Dengan gaun malam yang berdada rendah,,belahan buah dadanya yang besar terlihat menggoda. “Malam Lia”,,balasku.

Mata Jason tak henti- hentinya menatap Lia,,dengan pandangan kagum. Lia melulu tersenyum manis saja disaksikan dengan sarat nafsu laksana itu. Tampak dia mengawal tingkah lakunya,,karena tunangannya sedang di sampingnya. Kamipun kemudian berbincang-bincang sekedarnya. Lalu akupun permisi berkeinginan menyapa semua undangan beda yang datang,,terutama semua klienku. “Malam Pak Robert”,,seorang perempuan cantik tiba- mendarat menyapaku. Dia ialah Santi, istri dari Pak Arief,,manajer finansial di kantorku.

Redmi99.com – Mereka baru menikah selama tiga bulan yang lalu. “Oh Santi.. Malam”,,kataku “Pak Arief dimana?” “Sedang ke restroom.. Sendirian aja Pak?” tanyanya. “Sama teman” jawabku seraya memandangi dia yang malam tersebut tampak cantik dengan gaun malamnya dengan anggun. Belahan gaunnya yang tinggi memamerkan pahanya yang putih menggiurkan. Dadanya walaupun tak sebesar Lia,,tampak membusung menantang. “Makanya, cari istri dong Pak.. Biar terdapat yang nemenin”,,katanya seraya tersenyum manis. “Belum terdapat yang inginkan nih” “Ahh.. Bapak dapat saja.. Pasti tidak sedikit banget cewek yang inginkan sama bapak.

Kalau belum married saya pun mau lho”,,jawabnya menggoda. Memang Santi ini rasanya punya perasaan tertentu padaku. Tampak dari teknik bicaranya dan teknik dia memandangku. “Oh.. Kalau saya sih inginkan lho sama anda biarpun anda sudah married” kataku seraya menatap wajahnya yang cantik. “Ah.. Pak Robert.. Bisa aja”,,jawabnya seraya tersipu malu. “Bener lho inginkan aku buktiin?”,,godaku “Janganlah Pak.. Nanti bila ketahuan suamiku dapat gawat”,,jawabnya perlahan seraya tersenyum.

“Kalau nggak ketahuan gimana.. Nggak apa khan?” rayuku lagi. Santi terlihat tersipu malu. Wah.. Aku mendapat angin nih.. Memang aku semenjak berkenalan dengan Santi sejumlah bulan yang kemudian sudah menginginkan nikmatnya menyetubuhi perempuan ini. Dengan kulit putih,,khas orang Bandung,,rambut tidak banyak ikal sebahu,,bibir tipis,,dan masih muda lagi. Dia baru berumur 24 tahunan. “Gimana nih sesudah kawin.. Enak nggak? Pasti masih hot y. “Godaku lagi. “Biasa aja kok Pak.. Kadang enak.. Kadang nggak.. Tergantung moodnya” jawabnya lirih. Dari jawabannya aku punya sangkaan bahwa Pak Arief ini tidak begitu memuaskannya di atas lokasi tidur. Mungkin sebab usia Pak Arief yang telah berumur dikomparasikan dengan dirinya yang masih sarat gejolak hasrat seksual perempuan muda. Pasti jarang sekali dia merasakan orgasme. Uh.. Kasihan sekali pikirku.

Tak lama Pak Ariefpun datang dari kejauhan. “Wah.. Pak Arief.. Punya istri cantik begini kok ditinggal sendiri” kataku menggoda. Santi terlihat senang aku puji laksana itu. Tampak dari tatapan matanya yang haus bakal kehangatan laki-laki tulen laksana aku ini. “Iya Pak.. Habis dari belakang nih”,,jawabnya. Tatapan matanya terlihat curiga menyaksikan aku sedang membual dengan istrinya yang jelita itu. Mungkin dia telah dengar kabar bakal ke- playboyanku di kantor.

“Ok saya bermukim dulu ya Pak Arief.. Santi”,,kataku lagi seraya ngeloyor pergi mengarah ke tempat hidangan. Akupun memungut hidangan dan menyantapnya nikmat. Maklum perutku telah keroncongan,,terlalu tidak sedikit basa-basi dengan semua tamu undangan tadi. Kulihat si Jason masih ngobrol dengan Lia dan tunangannya. Ketika aku menggali Santi dengan pandanganku,,dia pun sedang menculik pandang padaku seraya tersenyum. Pak Arief terlihat sedang membual dengan tamu yang lain.

Memang payah pun bapak yang satu ini,,tidak dapat membahagiakan istrinya. Santi lantas berjalan memungut hidangan,,dan akupun pura-pura meningkatkan hidanganku. “San.. Kita terusin ngobrolnya di luar yuk”,,ajakku berbisik padanya “Nanti saya ditelusuri suami saya gimana Pak..” “Bilang aja anda sakit perut.. Perlu ke toilet. Aku tunggu di luar ya”. “Kataku sambil menyangga nafsu menyaksikan lehernya yang putih jenjang, dan lengannya yang berbulu halus Tak lama Santipun terbit ruangan resepsi menyusulku. Kamipun pergi ke lantai di atas,,dan mengarah ke toilet. Aku berencana guna bermesraan dengan dia di sana. Kebetulan aku tahu suasananya tentu sepi. Sebelum hingga di toilet,,ada suatu ruangan kosong,,sebuah meeting room,,yang terbuka. Wah kebetulan nih, pikirku.

Kutarik Santi ke dalam dan kututup pintunya. Tanpa basa-basi lagi,,aku cium bibirnya yang estetis itu. Santipun menjawab bergairah. Tangankupun bergerak merambahi buah dadanya,,sedangkan tanganku yang satu menggali kaitan retsleting di belakang tubuhnya. Kulepas gaunnya sebagian sampai-sampai tampak buah dadanya yang ranum melulu tertutup BH mungil berwarna krem. Kuciumi leher Santi yang jenjang itu,,dan kusibakkan cup BHnya kebawah sampai-sampai buah dadanya mencuat keluar. Langsung kujilati dengan rakus buah dada itu,,aku hisap dan aku permainkan putingnya yang telah mengeras dengan lidahku.

“Oh.. Pak Robertt”,,desah Santi seraya menggeliat. “Enak San..” “Enak Pak.. Terus Pak..” desahnya lirih.

Tangankupun meraba pahanya yang mulus,,dan hingga pada celana dalamnya. Tampak Santi telah begitu bergairah sampai-sampai celananya telah lembab oleh cairan kewanitaannya. Santipun lantas tak sabar dan membuka kancing kemeja batikku. Dicium dan dijilatinya putingku.. Lalu terus ke bawah ke perutku. Kemudian dia berlutut dan dibukanya retsleting celanaku,,dan tangannya yang lentik berbulu halus tersebut merogoh ke dalam menerbitkan kemaluanku dari celana dalamnya. Memang kami sengaja tidak inginkan telanjang bulat sebab kondisi yang tidak memungkinkan.

“Ohh.. Besar sekali Pak Robert.. Santi suka”,,katanya seraya mengagumi kemaluanku dari dekat. “Memang punya suamimu seberapa?”,,tanyaku tersenyum menggoda. “Mungkin hanya separuhnya Pak Robert.. Oh.. Santi suka..”,,katanya tak melanjutkan lagi jawabannya sebab mulutnya yang mungil tersebut sudah mengulum kemaluanku.

“Enak Pak?”,,tanyanya seraya melirik badung kepadaku. Tangannya sibuk meremas-remas buah zakarku sedangkan lidahnya menjilati batang kemaluanku. “Enak sayang.. Ayo isap lagi” jawabku menyangga rasa nikmat yang menjalar hebat. Dikulumnya lagi kemaluanku,,,sementara kedua tangannya meremas-remas pantatku. Sangat sexy sekali menyaksikan pemandangan itu. Seorang perempuan cantik yang telah bersuami,,bertubuh padat,,sedang berlutut didepanku dengan pipi yang menggelembung menghisap kemaluanku. Terlebih saat kemaluanku terbit dari mulutnya,,tanpa memakai tangannya dan melulu menggerakkan kepalanya mengekor gerak kemaluanku, Santi mengulumnya kembali. “Hm.. Kontol bapak enak banget.. Santi suka kontol yang besar begini”,,desahnya. Tiba-tiba tersiar bunyi handphone. Santipun menghentikan isapannya.

“Iya Mas.. Ada apa?”,,jawabnya. “Lho Mas udah pikun ya.. Khan Santi tadi usah bilang.. Santi inginkan ke toilet.. Sakit perut.. Gimana sih” Santi berkata kepada suaminya yang tak sabar menunggu. Sementara tangan Santi yang satu tetap meraba dan mengocok kemaluan atasan suaminya ini. “Iya Mas.. Mungkin salah santap nih.. Sebentar lagi Mas.. Sabar ya..” Kemudian terlihat suaminya berkata agak panjang di telpon,,sehingga masa-masa tersebut dipakai Santi guna kembali mengulum kemaluanku sedangkan tangannya masih memegang handphonenya.

“Iya Mas.. Santi pun cinta sama Mas”,,katanya sambil memblokir telponnya. “Suamiku telah nunggu. Tapi biarin aja deh dia nunggu agak lama,,soalnya Santi pengin puas dulu”. Sambil tersenyum badung Santi pulang menjilati kemaluanku. Aku sudah hendak menikmati kehangatan tubuh perempuan istri bawahanku ini. Kutarik tangannya supaya berdiri,,dan akupun tiduran di atas meja meeting di ruangan itu. Tanpa butuh dikomando lagi Santi menaiki tubuhku dan menyibak gaun dan celana dalamnya sampai-sampai vaginanya tepat sedang di atas kemaluanku yang telah menjulang menyangga gairah. Santi lantas menurunkan tubuhnya sampai-sampai kemaluankupun menerobos liang vaginanya yang masih sempit itu.

“Oh.. My god”,,jeritnya tertahan. Kupegang pinggangnya dan lantas aku naik- turunkan sampai-sampai kemaluanku maju mundur menjelajahi liang nikmat istri cantik Pak Arief ini. Kemudian tanganku bergerak meremas buah dadanya yang bergoyang ketika Santi bergerak naik turun di atas tubuhku. Sesekali kutarik badannya sampai-sampai buah dadanya bergerak ke depan wajahku untuk lantas aku hisap dengan gemas.

“Ohh Pak Robertt.. Bapak memang jantan”,,desahnya “Ayo Pak.. Puaskan Santi Pak..” Santi berbicara sambil menggoyang-goyangkan badannya maju mundur di atas kemaluanku. Setelah tersebut dia pulang menggerakkan badannya naik turun memburu kepuasan bercinta yang tak diperoleh dari suaminya. Setelah sejumlah menit aku turunkan tubuhnya dan aku suruh dia menungging seraya berpegangan pada tepian meja. Aku sibakkan gaunnya,,dan terlihat pantatnya yang putih menggairahkan melulu tertutup oleh celana dalam yang telah tersibak kesamping. Kuarahkan kemaluanku ke vaginanya,,dan langsung kugenjot dia,,sambil tanganku meremas-remas rambutnya yang ikal itu.

“Kamu suka San?” kataku sambil unik rambutnya ke belakang. “Suka Pak.. Robert.. Suka..” “Suamimu memang nggak dapat ya” “Dia lemah Pak.. Oh.. God.. Enak Pak.. Ohh” “Ayo bilang.. Kamu lebih suka ngentotin suamimu atau aku” tanyaku sambil menghirup wajahnya yang mendongak ke belakang sebab rambutnya aku tarik. “Santi lebih suka dientotin Pak Robert.. Pak Robert jantan.. Suamiku lemah.. Ohh.. God”,,jawabnya. “Kamu suka kontol besar ya?”,,tanyaku lagi “Iya Pak.. Oh.. Terus Pak.. Punya suamiku kecil Pak.. Oh yeah.. Pak Robert besar.. Ohh yeah oh.. God. Suamiku jelek.. Pak Robert ganteng. Oh god. Enakhh..” Santi mulai meracau kenikmatan. “Oh.. Pak.. Santi nyaris sampai Pak.. Ayo Pak puaskan Santi Pak”,,jeritnya. “Tentu sayang.. Aku bukan suamimu yang lemah itu”,,jawabku seraya terus mengenjot dia dari belakang.

Tangankupun sibuk meremas-remas buah dadanya yang bergoyang menggemaskan. “Ahh.. Santi hingga Pak..” Santi melenguh saat gelombang orgasme menerpanya. Akupun nyaris sampai. Kemaluanku telah berdenyut-denyut hendak mengeluarkan laharnya. Kutarik tubuh Santi sampai dia pulang berlutut di depanku. Kukocok-kocok kemaluanku dan tak lama tersemburlah spermaku ke wajahnya yang cantik. Kuoles-oleskan sisa-sisa cairan dari kemaluanku ke semua wajahnya. Kemudian Santipun mengulum dan menjilati kemaluanku sampai bersih. “Terimakasih Pak Robert.. Santi puas sekali”,,katanya ketika dia mencuci wajahnya dengan tisu. “Sama-sama Santi. Saya melulu berniat menolong kok”,,jawabku seraya bergegas memperbaiki pakaianku kembali. “Ngomong-ngomong,,kamu pintar sekali blowjob ya? Sering latihan?”,,tanyaku.

“Santi tidak jarang lihat di VCD aja Pak. Kalau sama suami sih jarang Santi inginkan begitu. Habis nggak nafsu sih lihatnya” Wah.. Kasihan pun Pak Arief,,pikirku geli. Malah aku yang dapat merasakan enaknya dioral oleh istrinya yang cantik jelita itu. “Kapan kita dapat melakukan lagi Pak”,,kata Santi mengharap saat kami terbit ruangan meeting itu. “Gimana bila minggu depan aku suruh suamimu ke luar kota jadi kita dapat bebas bersama?” “Hihihi.. Ide bagus tuh Pak.. Janji ya” Santi terlihat gembira mendengarnya. Kamipun pulang ke ruangan resepsi. Santi aku suruh turun terlebih dahulu,,baru aku menyusul sejumlah menit kemudian. Sesampai di ruang resepsi terlihat Jason sedang menggali aku.

“Hey man.. Where have you been? I’ve been looking for you” “Sorry man,,. I had to go to the restroom. I had stomachache” jawabku. Tak lama Santi datang bareng Pak Arief suaminya. “Pak Robert,,kami inginkan pamit dahulu.. Ini Santi nggak enak badan.. Sakit perut katanya” “Oh ya Pak Arief,,silakan saja. Istri bapak cantik mesti benar-benar diasuh lho..” Santi terlihat tersenyum mendengar perkataanku itu,,sementara wajah Pak Arief mengindikasikan rasa curiga.

Bandar judi online – He.. He.. Kasihan,,pikirku. Mungkin dia bakal syok berat bila tahu aku baru saja menyetubuhi istrinya yang cantik itu. Tak lama aku dan Jason juga pulang. Sebelum kembali aku berpapasan dengan Lia,,sekretarisku. Aku suruh dia guna mendaftarkan Pak Arief guna training di Singapore. Memang baru-baru ini aku mendapat tawaran training ke Singapore dari di antara perusahaan. Lebih baik Pak Arief saja yang pergi,,pikirku.

Togel HK 4D – Toh memang dia yang menggarap pekerjaan tersebut di kantor,,sedangkan aku melulu akan membantu istrinya yang cantik melintasi lautan birahi sekitar dia pergi nanti. Tak sabar aku menanti minggu depan datang. Nanti bakal aku ceritakan lagi pengalamanku bareng Santi bila saatnya tiba. Dengan tidak adanya batas waktu sebab terburu-buru,,tentu aku bakal lebih dapat menikmati dirinya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *