Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Seks | Menginap Dirumah Tetangga Cantik Dan Bohay

Menginap Dirumah Tetangga Cantik Dan Bohay – Aku biasa dipanggil Hendri (nama samaran). Saat ini aku kuliah di di antara Akademi Pariwisata seraya bekerja di suatu hotel bintang lima di Denpasar, Bali. Kisah yang aku ceritakan ini ialah kisah nyata yang terjadi ketika aku masih duduk di ruang belajar 2 SMA,,di kota Jember, Jawa Timur.

Saat tersebut aku bermukim di suatu gang di pusat kota Jember. Di depan rumahku tinggalah seorang wanita, Nia R. namanya,,tapi ia biasa dipanggil Ninik. Usianya saat tersebut sekitar 24 tahun,,karena tersebut aku tidak jarang kali memanggilnya Mbak Ninik. Ia bekerja sebagai kasir pada suatu departemen store di kotaku. Ia lumayan cantik,,jika disaksikan serupa bintang sinetron Sarah Vi,,kulitnya putih,,rambutnya hitam panjang sebahu.

Bandar poker namun yang sangat membuatku kerasan melihatnya ialah buah dadanya yang indah. Kira-kira ukurannya 36B,,buah dada tersebut nampak serasi dengan format tubuhnya yang langsing.

Keindahan tubuh Mbak Ninik terlihat semakin aduhai ketika aku menyaksikan pantatnya. Kali ini aku tidak dapat berbohong, hendak sekali kuremas-remas pantatnya yang aduhai itu. Bahkan andai Mbak Ninik memintaku menghirup pantatnya bakal kulakukan. Satu urusan lagi yang membuatku kerasan melihatnya ialah bibirnya yang merah. Ingin sekali aku menghirup bibir yang merekah itu. Tentu akan paling nikmat saat menginginkan keindahan tubuhnya.

Setiap pagi ketika menyapu teras rumahnya, Mbak Ninik selalu memakai kaos tanpa lengan dan melulu mengenakan celana pendek. Jika ia sedang menunduk,,sering kali aku melihat bayang-bayang celana dalamnya berbentuk segi tiga. Saat tersebut penisku langsung berdiri dibuatnya. Apalagi andai saat membungkuk tidak terlihat bayang-bayang celana dalamnya,,aku tidak jarang kali berpikir,,wah tentu ia tidak menggunakan celana dalam.

Kemudian aku menginginkan bagaimana ya tubuh Mbak Ninik andai sedang bugil,,rambut vaginanya lebat apa tidak ya. Itulah yang selalu hadir dalam pikiranku masing-masing pagi,,dan tidak jarang kali penisku berdiri dibuatnya. Bahkan aku berjanji dalam hati andai keinginanku terkabul,,aku bakal menciumi semua bagian tubuh Mbak Ninik. Terutama unsur pantat,,buah dada dan vaginanya,,akan kujilati hingga puas.

Malam itu,,aku pergi ke lokasi tinggal Ferri, pelajaran musik guna pementasan di sekolah. Kebetulan orang tua dan saudaraku pergi ke luar kota. Jadi aku sendirian di rumah. Kunci kubawa dan kumasukkan saku jaket. Karena pelajaran sampai malam aku kelelahan dan tertidur,,sehingga terlupa ketika jaketku digunakan Baron,,temanku yang main drum. Aku baru menyadari ketika sudah hingga di teras rumah.

”Waduh kunci terbawa Baron”,ucapku dalam hati. Padahal lokasi tinggal Baron lumayan jauh juga. Apalagi telah larut malam,,sehingga guna kembali dan numpang istirahat di lokasi tinggal Ferri pasti tidak sopan. Terpaksa aku istirahat di teras rumah,,ya itung-itung seraya jaga malam.

”Lho masih di luar Hen,,” Aku tertegun mendengar sapaan itu,,ternyata Mbak Ninik baru pulang.

”Eh iya.. Mbak Ninik pun baru pulang”,ucapku menjawab sapaannya. ”Iya,,tadi setelah kembali kerja, aku mampir ke lokasi tinggal teman yang ulang tahun”,jawabnya.

”Kok anda tidur di luar Hen”.

”Anu,,kuncinya terbawa teman, jadi ya nggak dapat masuk”,jawabku. Sebetulnya aku berharap supaya Mbak Ninik memberiku tumpangan istirahat di rumahnya. Selanjutnya Mbak Ninik membuka pintu rumah,,tapi sepertinya ia merasakan kesulitaan. Sebab sesudah dipaksa-paksa pintunya tetap tidak inginkan terbuka. Melihat urusan tersebut aku segera mendekat dan menawarkan bantuan.

”Kenapa Mbak,,pintunya macet”.

”Iya,,memang semenjak kemarin pintunya agak rusak,,aku tak sempat memanggil tukang guna memperbaikinya”,jawab Mbak Ninik.

”Kamu dapat membukanya, Hen”,lanjutnya.

”Coba Mbak,,saya bantu”,jawabku,,sambil memungut obeng dan tang dari motorku.

Aku mulai bergaya,,ya sedikit-sedikit aku pun punya bakat Mc Gayver. Namun yang membuatku paling bersemangat ialah harapan supaya Mbak Ninik memberiku tumpangan istirahat di rumahnya.

”Kletek,,,kletek”,akhirnya pintu terbuka. Aku juga lega.

”Wah pinter pun kamu Hen,,belajar dari mana”.

”Ah,,,nggak kok Mbak,,,maklum saya saudaranya Mc Gayver”,ucapku bercanda.

”Terima kasih ya Hen”,ucap Mbak Ninik seraya masuk rumah.

Aku agak kecewa,,ternyata ia tidak menawariku istirahat di rumahnya. Aku pulang tiduran di kursi terasku. Namun sejumlah saat kemudian. Mbak Ninik terbit dan menghampiriku.

“Tidur di luar tidak dingin? Kalau mau,,tidur di rumahku saja Hen,” kata Mbak Ninik.

”Ah,,nggak usah Mbak,,biar aku istirahat di sini saja,,sudah biasa kok”,jawabku basa-basi.

”Nanti sakit lho. Ayo masuk saja,,nggak apa-apa kok,,ayo”.

Akhirnya aku masuk juga,,sebab itulah yang kuinginkan.

”Mbak,,saya istirahat di kursi saja”.

Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa yang ada di ruang tamu.

”Ini bantal dan selimutnya Hen”.

Aku tersentak kaget menyaksikan Mbak Ninik datang menghampiriku yang nyaris terlelap. Apalagi ketika tidur aku membuka pakaianku dan melulu memakai celena pendek.

”Oh,,maaf Mbak,,aku terbiasa istirahat nggak gunakan baju”,ujarku.

”Oh nggak pa-pa Hen,,telanjang pun nggak pa-pa”.

”Benar Mbak,,aku telanjang nggak pa-pa”,ujarku menggoda.

”Nggak pa-pa,,ini selimutnya,,kalau tidak cukup hangat terdapat di kamarku”,kata Mbak Ninik seraya masuk kamar.

Aku tertegun pun saat menerima bantal dan selimutnya, karena Mbak Ninik melulu memakai pakaian istirahat yang tipis sampai-sampai secara samar aku dapat melihat semua tubuh Mbak Ninik. Apalagi ia tidak mengenakan apa-apa lagi di dalam pakaian istirahat tipis itu.

Aku pun teringat ucapannya bila selimut yang lebih hangat terdapat di kamarnya. Langsung aku mendekat kamar Mbak Ninik. Ternyata pintunya tidak diblokir dan tidak banyak terbuka. Lampunya pun masih menyala,,sehingga aku dapat melihat Mbak Ninik istirahat dan pakaiannya tidak banyak terbuka. Aku memberanikan diri masuk kamarnya.

”Kurang hangat selimutnya Hen”,kata Mbak Ninik.

”Iya Mbak,,mana selimut yang hangat”,jawabku memberanikan diri.

”Ini di sini”,kata Mbak Ninik seraya menunjuk lokasi tidurnya.

Aku berlagak bingung dan heran. Namun aku memahami Mbak Ninik hendak aku istirahat bersamanya. Mungkin pun ia hendak aku,,, Pikiranku melayang kemana-mana. Hal tersebut membuat penisku mulai berdiri. Terlebih saat menyaksikan tubuh Mbak Ninik yang tertutup kain tipis itu.

”Sudah tidak boleh bengong,,ayo sini naik”,kata Mbak Ninik.

”Eit,,katanya tadi inginkan telanjang, kok masih gunakan celana pendek,,buka dong kan asyik”,kata Mbak Ninik ketika aku berkeinginan naik ranjangnya.

Kali ini aku benar-benar kaget,,tidak mengira ia langsung memintaku telanjang. Tapi kuturuti kemauannya dan membuka celana pendek inilah cekana dalamku. Saat tersebut penisku telah berdiri.

”Ouww,,punyamu telah berdiri Hen,,kedinginan ya,,ingin yang hangat”,katanya.

”Mbak nggak adil dong kalau melulu aku yang bugil, Mbak pun dong”,kataku.

”OK Hen,,kamu inginkan membukakan pakaianku”.

Kembali aku kaget dibuatnya,,aku benar-benar tidak mengira Mbak Ninik menuliskan hal itu. Ia berdiri di hadapanku yang telah bugil dengan penis berdiri. Aku memang baru kali ini tidur bareng wanita,,sehingga saat menginginkan tubuh Mbak Ninik penisku telah berdiri.

”Ayo bukalah bajuku”,kata Mbak Ninik.

Aku segera membuka pakaian tidurnya yang tipis. Saat itulah aku benar-benar menonton pemandangan estetis yang belum pernah kualami. Jika menyaksikan wanita bugil di film sih telah sering, tapi menyaksikan langsung baru kali ini.

”Hen,,kamu berpengalaman juga melakukannya,,sudah tidak jarang ya”,katanya.

”Ah ini baru kesatu kali Mbak,,aku mengerjakan seperti yang kulihat di film blue”,jawabku.

Aku terus menciumi tiap unsur tubun Mbak Ninik. Aku menunduk sampai kepalaku mengejar segumpal rambut hitam. Rambut hitam tersebut menutupi lubang vagina Mbak Ninik. Bulu vaginanya tidak terlampau tebal,,mungkin tidak jarang dicukur. Aku menghirup dan menjilatinya. Tanganku pun masih meremas-remas pantat Mbak Ninik. Sehingga dengan posisi tersebut aku mendekap seluruh unsur bawah tubuh Mbak Ninik.

”Naik ranjang yuk”,,ucap Mbak Ninik.

Aku langsung menggendongnya dan merebahkan di ranjang. Mbak Ninik istirahat dengan terlentang dan paha terbuka. Tubuhnya memang estetis dengan buah dada yang menantang dan bulu vaginanya yang hitam estetis sekali. Aku kembali menghirup dam menjilati vagina Mbak Ninik. Vagina tersebut berwarna kemerahan dan menerbitkan bau harum.

Mungkin Mbak Ninik rajin mengasuh vaginanya. Saat kubuka vaginanya,,aku mengejar klitorisnya yang serupa biji kacang. Kuhisap klitorisnya dan Mbak Ninik menggeliat keasyikan sampai pahanya tidak banyak menutup. Aku terjepit diantara paha mulus tersebut terasa hangat dan nikmat. kisah abg sange.

”Masih belum puas menjilatinya Hen”.

”Iya Mbak,,punyamu sungguh asyik dinikmati”.

”Ganti yang lebih nikmat dong”.

Tanpa basa-basi kubuka paha mulus Mbak Ninik yang agak menutup. Kuraba sebentar bulu yang menutupi vaginanya. Kemudian seraya memegang penisku yang berdiri hebat,,kumasukkan batang kemaluanku tersebut ke dalam vagina Mbak Ninik.

”Oh, Mbak ini nikmatnya,,ah,,ah”.

”Terus Hen,,masukkan hingga habis,,ah,,ah”.

Aku terus memasukkan penisku sampai habis. Ternyata penisku yang 17 cm tersebut masuk seluruh ke dalam vagina Mbak Ninik. Kemudian aku mulai dengan gerakan naik turun dan maju mundur.

”Mbak Ninik.. Nikmaat,,oh,,nikmaattt seekaliii,,ah”.

Semakin lama gerakan maju mundurku semakin hebat. Itu menciptakan Mbak Ninik semakin menggeliat keasyikan.

”Oh,,ah,,nikmaatt.. Hen,,terus,,ah,,ah,,ah”.

Setelah sejumlah saat mengerjakan maju mundur, Mbak Ninik memintaku unik penis. Rupanya ia hendak berganti posisi. Kali ini aku istirahat terlentang. Dengan begitu penisku tampak berdiri laksana patung. Sekarang Mbak Ninik memegang kendali permainan. Diremasnya penisku seraya dikulumnya.

Aku kelonjotan menikmati nikmatnya kuluman Mbak Ninik. Hangat sekali rasanya,,mulutnya laksana vagina yang terdapat lidahnya. Setelah puas mengulum penisku,,ia mulai menunjukkan penisku sampai tepat di bawah vaginanya. Selanjutnya ia bergerak turun naik,,sehingga penisku berakhir masuk ke dalam vaginanya.

”Oh.. Mbak Ninik,,,nikmaaatt sekali,,,hangat dan oh”.

Sambil merasakan kesenangan itu,,sesekali aku meremas-remas buah dada Mbak Ninik. Jika ia membungkuk aku pun mencium buah dada itu,,sesekali aku pun mencium bibir Mbak Ninik.

”Oh Hen punyamu Oke juga,,,ah,,,oh,,,ah”.

”Punyamu pun nikmaaat Mbaak,,,ah,,,oh,,,ah”.

MitoQQ.com – Mbak Ninik rupanya semakin keasyikan,,gerakan turun naiknya semakin kencang. Aku menikmati vagina Mbak Ninik mulai basah. Cairan tersebut terasa hangat lagipula gerakan Mbak Ninik disertai dengan pinggulnya yang bergoyang. Aku merasa penisku seperti diapit dengan jepitan dari daging yang hangat dan nikmat.

”Mbak Ninik.. Mbaaakk.. Niiikmaaattt”.

”Eh,,ahh,,ooohh.. Hen,,asyiiikkk,,ahh,,ennakk,,nikmaaatt”.

Setelah dengan gerakan turun naik, Mbak Ninik melepas penisku. Ia hendak berganti posisi lagi. Kali ini ia nungging dengan pantat menghadapku. Nampak olehku pantatnya laksana dua bantal yang lunak dengan lubang nikmat di tengahnya.

Sebelum kemasukan penisku,,aku menciumi dahulu pantat itu. Kujilati,,bahkan sampai ke lubang duburnya. Aku tak peduli dengan seluruh hal,,yang urgen bagiku pantat Mbak Ninik sekarang menjadi barang yang paling nikmat dan mesti kunikmati.

”Hen,,ayo masukkan punyamu aku nggak tahaan nih”,kata Mbak Ninik.

Kelihatannya ia telah tidak sabar menerima hunjaman penisku.

”Eh iya Mbak,,habis pantat Mbak nikmat sekali, aku jadi nggak tahan”,jawabku.

Kemudian aku segera memungut posisi,,kupegang pantatnya dan kuarahkan penisku tepat di lubang vaginanya. Selanjutnya penisku menghunjam dengan buas vagina Mbak Ninik. Nikmat sekali rasanya ketika penisku masuk dari belakang. Aku terus menusuk maju mundur dan kian lama kian keras.

”Oh.. Aah.. Hen.. Ooohh.. Aah.. Aaahh,,nikmaaatt Hen,,,terus,,,lebih keras Hen”.

”Mbak Ninik,,enak sekaliii,,,niiikmaaatt sekaaliii”.

Kembali aku meraskan cairan hangat dari vagina Mbak Ninik mengairi penisku. Cairan tersebut membuat vagina Mbak Ninik meningkat licin. Sehingga aku semakin keras menggerakkan penisku maju mundur.Mbak Ninik berkelonjotan,,ia memejamkan mata menyangga rasa nikmat yang teramat sangat. Rupanya ia telah orgasme. Aku pun merasakan urusan yang sama.

”Mbak,,aku mau terbit nih,,aku nggak tahan lagi”.

Kutarik penisku terbit dari lubang duburnya dan dari penisku terbit sperma berwarna putih. Sperma tersebut muncrat diatas pantat Mbak Ninik yang masih menungging. Aku meratakan spermaku dengan ujung penisku yang sesekali masih menerbitkan sperma. Sangat nikmat rasanya ketika ujung penisku menyentuh pantat Mbak Ninik.

”Oh, Mbak Ninik.. Mbaak,,,nikmat sekali deh.. Hebat,,,permainan Mbak bener-bener hebat”.

“Kamu pun Hen,,penismu hebat,,hangat dan nikmat”.

Kami berdekapan di ranjang itu, tak terasa telah satu jam lebih kami merasakan permainan itu. Selanjutnya sebab lelah kami tertidur pulas. Esok harinya kami terbangun dan masih berpelukan. Saat tersebut jam telah pukul 09:30 pagi.

“Kamu nggak sekolah Hen,”,tanya Mbak Ninik.

“Sudah terlambat, Mbak Ninik tidak bekerja?”

”Aku masuk sore,,jadi dapat bangun agak siang”.

Poker online kemudian Mbak Ninik pergi ke kamar mandi. Aku mengikutinya, kami mandi berdua dan ketika mandi pulang kami mengerjakan permainan nikmat itu. Walaupun dengan posisi berdiri,,tubuh Mbak Ninik tetap nikmat.

Akhirnya pukul 14:30 aku pergi ke lokasi tinggal Baron dan memungut kunci rumahku. Tapi sepanjang perjalanan aku tidak dapat melupakan malam itu. Itulah ketika kesatu aku mengerjakan permainan nikmat dengan seorang wanita.

Hasil togel – Kini ketika aku kuliah dan bekerja di Denpasar,,aku masih sering menilik saat itu. Jika kebetulan kembali ke Jember,,aku tidak jarang kali mampir ke lokasi tinggal Mbak Ninik dan kembali merasakan permainan nikmat. Untung kini ia telah pindah,,jadi bila aku istirahat di lokasi tinggal Mbak Ninik,,orang tuaku tidak tahu.

Kubilang aku istirahat di lokasi tinggal teman SMA. Sekali lagi ini ialah kisah nyata dan benar-benar terjadi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *