Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Cerita Seks | Teman Sekelasku Sangat Menggairahkan

Teman Sekelasku Sangat Menggairahkan – Saat ini aku sedang kuliah semester dua di di antara universitas swasta di unsur selatan Jakarta. Ini kisah sejumlah bulan lalu,,sekaligus kisah pengalaman kesatuku mengerjakan hubungan seks. Hari kesatu kuliah memang membosankan sebab belum kenal teman-teman. Tetapi,,dengan jarak satu baris,,ada mahasiswi duduk tiba-tiba,,dia terlambat selama 10 menit.

Kemudian agak kulirik hati-hati bagaimana rupanya. Memang sih tidak terlampau cantik namun manis. Ditambah kulit coklatnya,,rambutnya agak ikal,,panjangnya separuh leher,,belah tengah. Sejenak benak terpenuhi pikiran-pikiran kotor. Bajunya abu-abu dengan lengan biru dan agak ketat,,jadi buah dadanya tampak mancung. Perkiraanku selama 34A ukurannya.

Sekitar seminggu berlalu,,tetapi aku belum pun kenal dengan cewek itu. Seminggu kemudian, ketika aku sedang ngobrol dengan sejumlah temanku (yang kenal dengan cewek itu),,tiba-tiba dia mendekat kumpulanku dan teman-temanku. Ngobrol,,ngobrol,,ngobrol,,akhirnya dia duluan yang bertanya guna berkenalan.

“Eh,,elo namanya siapa,,?”,,katanya.

Dalam hatiku, “Agresif nih kayaknya,,bodo ah,,tancap aja,,!”

Lalu kubilang, “Eldi”.

Dia pun ngejawab, “Diya Hartiyan,,panggil aja Yayan”.

Akhirnya kami berkenalan juga.

Bandar Judi – Setelah aku merasa akrab dengannya,,pikiranku mulai berpulang kepada pikiran-pikiran kotorku lagi. Bahkan lebih parah,,ingin bersetubuh dengan Yayan. Setiap kali kulihat dada seksinya,,batang kejantananku mulai tegang. Malah,,kadang-kadang bila sedang duduk di belakangnya, Yayan seringkali membangunkan nafsuku dengan melepas ikat rambutnya dan mendongkrak rambutnya sampai lehernya terlihat. Juga bibirnya yang sexy,,yang barangkali terlalu enak untuk dihirup dan dikulum. Nafsuku yang telah meledak suka hendak membuatku mencungkil celana dan onani di depan wajahnya. Aku juga hendak mempunyai fotonya bikin bahan onani di kamar atau di kamar mandi. Tetapi berhubung nafsuku telah kelewat batas,,aku tidak jarang onani dengan bahan melulu menggunakan daya khayalku saja.

Yang membuatku meningkat nafsu, Yayan mudah sekali dirangkul atau dipeluk cowok. Kupakai peluang ini dengan mendekap bagian pinggangnya,,apalagi Yayan justeru menanggapinya dan membalasnya. Kemudian,,pada ketika ujian negara semester 1,,wanita diwajibkan memakai rok panjang semata kaki. Begitu kulihat Yayan,,wuaih,,anggun sekali! Apalagi dengan ekstra belahan roknya yang nyaris sedengkul. Ketika kebetulan dia duduk,,kulihat pahanya yang ternyata tidak sehitam kulit unsur lainnya,,melainkan lebih coklat muda,,hampir putih. Batang kejantananku pulang terangsang. Sesampainya di rumah,,aku mengerjakan onani lagi.

Lalu,,inilah saat-saat yang mengejutkan. Setelah midtest semester dua,,salah seorang temanku hendak main ke rumahku yang pun mengajak sejumlah teman-teman lainnya. Kebetulan orangtuaku sedang tidak terdapat di rumah. Bagian yang sangat mengejutkan dan menciptakan nafas memburu ialah Yayan ikut pun ke rumahku. Hari tersebut Yayan menggunakan kemeja yang agak menunjukkan bagian pusarnya. Di lokasi tinggal aku mengupayakan biasa saja dan berjuang menutupi nafsu birahiku. Tidak lama Yayan hendak ke kamar mandi. Karena rumahku bertingkat,,dan kamar mandi atas lagi bobrok (airnya tidak jalan),,kuantarkan Yayan ke kamar mandi bawah (sementara teman-teman lainnya di atas main Play Station) sambil mengupayakan menstabilkan nafas yang memburu menggambarkan orang penasaran.

Sejenak aku berpikir, “Terlalu nekat nih,,tapi,,kapan lagi,,?”

Akhirnya kuputuskan guna memberanikan diriku. Aku pura-pura menyatakan bagian-bagian kamar mandiku untuk Yayan.

“Yan,,ini showernya,,ati-ati lho nyemprotnya kencang, trus WC-nya,,udah dapat kan,,?”

Tidak lama lantas kulakukan niat gilaku.

“Emm.. Yan,,!”,aku bertanya agak gemetaran sambil menyaksikan tangga.

Yayan menjawab, “Apaan sih,,? Ada apa,,?”

“Ehmm.. Gue,,boleh,,,” Yayan langsung memotong, “Apaan sih,,! Boleh apaan,,?”

“Gue boleh cium elo,,nggak,,?”

Batinku berkata, “Kok kayak anak SMP yah,,? Tapi,,bodo amat lah,,!”

Yayan agak tertegun, “Hah,,! Ee,,emm”.

Entah adrenalin dari mana yang datang,,tiba-tiba kupegang pinggang kanannya sambil unik Yayan ke pelukanku. Yayan tampak tidak berdaya,,hanya agak mendesah. Langsung saja kucium perlahan bibir seksinya itu.

Awalnya bibir Yayan melulu diam saja,,terkadang agak membuka lebar. Namun sesudah agak lama, Yayan mulai memejamkan matanya dan langsung melingkari kedua tangannya di leherku,,lalu menjawab ciumanku diperbanyak jilatan di ujung bibirku. Sesekali Yayan pun mengulum lidahku dan agak digigit.

Aku mendengar desahan Yayan, “Ehmm,,,eehh,,,mm,,”,,mungkin sebab menikmati kulumannya.

Sex Terbaru – Lalu Yayan yang mulai agresif,,mendorongku ke tembok seraya membuka bajuku. Terpikir olehku,,seperti di film saja. Setelah bajuku lepas, Yayan melemparkannya ke lantai dan menjilati dadaku, kemudian turun menjilati bulu wilayah pusarku. Bukannya geli yang kurasakan,,tetapi malah menambah kencangnya ereksi batang kemaluanku. Lalu kubalas lagi melucuti kemejanya. Terlihat buah dadanya yang bulat sexy.

Sambil meneruskan ciuman mautku,,kulepas kaitan BH-nya. Kulempar BH-nya ke lantai dan mulai menghisapi buah dada Yayan.

“Aghh,,ahhgghh.. Di,,aahh,,!” Yayan tampak berkeringat dan menerbitkan desahan.

Adabalak.com – Beruntung pintu kamar mandi telah kututup rapat. Puting Yayan kubasahi dengan ludah dan kujilati kembali. Yayan pun sesekali menjambak rambutku dan menjilati daun telingaku. Setelah lama bermain pada puting payudaranya,,kulepaskan celana panjang dan celana dalamku. Kemudian aku menyender di tembok seraya memegangi batang kejantananku yang telah berdiri tegang dan agak berurat. Yayan tidak mulai memasukkan batang kemaluanku ke mulutnya,,tapi justeru memainkannya dengan tidak banyak kocokan. Serentak dengan masuknya batang kejantananku ke mulut Yayan, aku menikmati ada semacam getaran listrik di wilayah pinggul dan selangkangan.

“Eghh.. Yan,,ehhgghh,,!”,,aku pun mendesah sebab enaknya hisapan Yayan.

Sesekali Yayan pun meludahi ujung batang kemaluanku dan menjilati pinggirnya. Akhirnya,,kuajak Yayan untuk mengerjakan persenggamaan.

“Ehh.. Yan,,gue masukkin yahh,,hh,,!” seraya nafasku naik-turun.

Tanpa tidak sedikit bicara kecuali tidak banyak desahan, “Eughh,,ehh,,” Yayan langsung mendorongku ke dudukan WC,,sehingga aku terduduk dan Yayan duduk di pangkuanku sesudah melucuti celananya.

Wajahnya menghadap ke arahku. Yayan sendiri yang menunjukkan batang kemaluanku ke lubang vaginanya.

“Esshhghh,,emmhh,,!” Yayan mendesah tetapi seperti tertahan.

Wajahnya tampak agak merah. Dari situ kuketahui bila dia sepikiran denganku. Tidak hendak suaranya kedengeran. Akhirnya aku mengerjakan persetubuhan guna kesatu kalinya. Setelah Yayan menusukkan batang kejantananku ke liang senggamanya,,aku menikmati ujung batang kejantananku menabrak dan mendorong sesuatu. Nampaknya selaput daranya tertekan.

Batinku berkata, “Yess.. Yayan masih perawan”.

Yayan mengupayakan mengayunkan badannya ke atas dan bawah.

Kugoyangkan pun badanku ke atas dan ke bawah. Kurasakan selaput Yayan telah robek. Mungkin nanti bakal terlihat noda darah. Goyangan Yayan semakin kencang. Sekujur tubuhnya tampak kucuran keringat. Bagitu pun badanku,,terutama unsur leher. Kuusapi keringatnya dengan tanganku sambil membelai tubuh seksinya,,juga kutempelkan badannya ke badanku. Karena aku fobia tutup WC-nya jebol,,kuangkat Yayan dengan batang kejantananku masih menancap, dan kutiduri Yayan di lantai. Untung lantainya belum basah,,,jadi masih bersih. Kukangkangkan kedua kakinya, kutempelkan di pinggang dan kupegangi. Goyanganku sekarang maju mundur.

“Aghh,,aah.. Di,,a,,ayo.. Di,,!” Yayan pulang mendesah seraya memanggil namaku.

Kembali aku menikmati adrenalin mengherankan merasukiku. Biasanya senafsu-nafsunya aku onani,,paling cepat melulu 5 menit. Karena di kamar mandiku terdapat jam dinding,,kulihat sudah nyaris 10 menit semenjak ciuman kesatuku itu, aku belum pun mencapai klimaksnya. Kalau onani tentu sudah terbit dari tadi. Akhirnya, Yayan ejakulasi duluan. Di sekujur batang kemaluanku kurasakan cairan hangat dari vaginanya. Kocokanku masih berlanjut,,tetapi tidak lama. Aku merasa pun sudah hendak segera menjangkau orgasmeku. Karena takut terbit di dalam,,segera kucabut batang kejantananku. Aku bermaksud guna memuncratkan spermaku di wajahnya.

Judi poker – Sambil kudekatkan batang kemaluanku ke bibir Yayan,,kukocok tidak banyak lagi dengan telapak kananku yang sebagian diisi oleh air mani Yayan. Kemudian saat mau keluar, Yayan ikut memegangi batang kemaluanku.

“Crot,,crot,,!” Spermaku memenuhi wajahnya.

Nampak seputar bibirnya diisi sperma putih kental. Juga di pipinya,,hidung,,alis dan terdapat yang memuncrat sampai mengenai rambutnya. Sisa-sisa spermaku ditelan berakhir oleh Yayan.

“Aghh.. Di,,sperma loe tidak sedikit bangeetthh,,!” Yayan mencoba berkata sambil masih mengocok batang kejantananku dan mencuci wajahnya dari lelehan cairan panas itu.

“Ghhahh,,ahh.. Yan,,capek nih gue,,! Kuat pun elo,,!”,,aku mengupayakan bercanda.

Yayan membalas, “Eughh,,ehh,,elo lagi,,kuat banget,,!”

Togel hongkong – Akhirnya Yayan mencuci bekas sperma yang mengairi sekitar wajahnya dan berpakaian kembali. Aku sepakat dengan Yayan guna bilang bila kami tadi lagi nelpon dulu, jadi agak lama naiknya,,biar yang lainnya tidak pada curiga,,dan Yayan membalas setuju dengan ciuman.

Setelah mengerjakan persetubuhan itu, Yayan ke atas duluan,,pura-pura tidak terdapat apa-apa. Begitu pun aku sehabis berdusta menelepon.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *