<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIAyo Daftar Di Situs Pkv Games BAGIQQ Dengan Minimal Deposit Rp10,000 Dapatkan Juga Bonus Dari Kami Turnover 0,5% Dan Refferal 20%. Di Jamin Mudah Menang Win Rate Tinggi

Cerita Sex Suamiku Rela Menjual Saya Kepada Temannya

Suamiku Rela Menjual Saya Kepada Temannya – Suaminya memang bejad masa istri yang disayang sekitar menemani dia malaha dijadikan pemuas nafsu orang beda atau biasa dinamakan pelacur, aku pun tidak pernah menduga Rikky akan memasarkan memekku, mula kesatu anda bertemu anda baik baik dan aku menyaksikan Rikky tipe tanggung jawab.

Kami menikah lima tahun yang kemudian dan dikarunai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan kami beri nama Rizal. Perkawinan kami mulus-mulus saja hingga Rizal hadir diantara kami. Tentu saja waktuku tidak sedikit tersita guna mendidik Rizal.

Rikky berkerja di perusahaan swasta yang bergerak dibidang buatan kayu, sementara aku melulu tinggal di rumah. Tetapi aku tidak pernah mengeluh. Aku tetap sabar menjalankan tugasku sebagai ibu lokasi tinggal tangga sebaik- baiknya.

Sebenarnya masing-masing hari dapat saja Rikky kembali sore hari. Tetapi belakangan ini dia selalu kembali terlambat. Bahkan hingga larut malam. Pernah saat kutanyakan, kemana saja bila pulang terlambat. Dia melulu menjawab “Aku menggali penghasilan ekstra Yan”, jawabnya singkat.

Rikky kian sering kembali larut malam, bahkan pernah satu kali dia kembali dengan mulut berbau alkohol, jalannya agak sempoyongan, rupanya dia mabuk. Aku mulai bertanya-tanya, semenjak kapan suamiku mulai gemar minum- minum arak.

Selama ini aku tidak pernah melihatnya laksana ini. Kadang-kadang ia menyerahkan uang melakukan pembelian barang lebih padaku. Atau kembali dengan membawa oleh-oleh guna aku dan Rizal anak kami. Setiap kali aku menyebut aktivitasnya, Rikky berjuang menghindari.

“Kita jalankan saja peran masing-masing. Aku cari duit dan anda yang mengurus rumah. Aku tidak pernah menanyakan pekerjaanmu, jadi lebih baik kamu pun begitu”, katanya. Aku baru dapat menerka-nerka apa aktivitasnya saat suatu malam, dia memintaku untuk memasarkan gelang yang kupakai.

Ia menyatakan kalah bermain judi dengan seseorang dan butuh uang guna menutupi utang atas kekalahannya, jadi tersebut yang dilakukannya sekitar ini. Sebagai seorang istri yang berjuang berbakti untuk suami, aku menyerahkan gelang itu. Toh dia pun yang membelikan gelang itu.

Aku memang diajarkan guna menemani suami dalam suka maupun duka. Suatu sore ketika Rikky belum pulang, seorang temannya yang mengaku mempunyai nama Johan berangjangsana ke rumah. Kedatangan Johan berikut yang merangsang perubahan dalam lokasi tinggal tanggaku.

Johan datang guna menagih utang- utang suamiku kepadanya. Jumlahnya selama sepuluh juta rupiah. Rikky berjanji guna melunasi utangnya itu. Aku berbicara terus-terang bahwa aku tidak tahu-menahu tentang utang itu, lantas aku menyuruhnya guna kembali kelak saja. Tetapi dengan pandangan badung dia tersenyum,

“Lebih baik saya menantikan saja Mbak, itung-itung mendampingi Mbak.” Aku agak risih mendengar ucapannya itu, lebih-lebih saat melihat tatapan binal matanya yang seakan-akan hendak menelanjangi diriku.

“Rikky tidak pernah kisah kepada saya, bila ia mempunyai istri yang begitu cantiknya. Berdasarkan keterangan dari saya, sayang sekali bunga yang indah melulu dipajang di lokasi tinggal saja” ucap Johan. Aku kian tidak enak hati mendengar perkataan rayuan-rayuan gombalnya itu, Tetapi aku mencoba menyangga diri, sebab Rikky berutang duit kepadanya.

Dalam hati aku berdoa supaya Rikky cepat kembali ke rumah, sampai-sampai aku tidak butuh berlama-lama mengenalnya. Untung saja tak lama lantas Rikky pulang. Kalau tidak tentu aku telah muntah mendengar kata-katanya itu.

Begitu menyaksikan Johan, Rikky terlihat lemas. Dia tahu tentu Johan bakal menagih hutang-hutangnya itu. Aku meninggalkan mereka di ruang tamu, Rikky kulihat memberikan amplop coklat. Mungkin Rikky sudah dapat melunasi hutangnya.

Aku tidak bisa mendengar pembicaraannya, tetapi kulihat Rikky membungkuk dan sesekali terlihat berjuang menyabarkan temannya itu. Setelah Johan pulang, Rikky memintaku menyiapkan santap malam.

Dia merasakan sajian santap malam tanpa tidak sedikit bicara, Aku pun menanyakan apa saja yang dibicarakannya dengan Johan. Aku menyadari Rikky sedang suntuk, jadi lebih baik aku menyangga diri. Setelah berlalu makan

Rikky langsung mandi dan masuk ke kamar tidur, aku menyusul masuk kamar satu jam lantas setelah sukses menidurkan Rizal di kamarnya. Ketika aku menginjak kamar istirahat dan menemaninya di ranjang, Rikky lantas memelukku dan menciumku. Aku tahu dia bakal meminta ‘jatahnya’ malam ini. Malam ini dia beda sekali sentuhannya lembut.

Pelan-pelan Rikky mulai mencungkil daster putih yang kukenakan, sesudah mencumbuiku sebentar, Rikky mulai membuka bra tipis yang kukenakan dan mencungkil celana dalamku. Setelah tersebut Rikky tidak banyak demi tidak banyak mulai merasakan jengkal demi jengkal semua bagian tubuhku, tidak terdapat yang terlewati.

Kemudian aku menolong Rikky guna melapaskan semua pakaian yang dikenakannya, hingga akhirnya aku dapat melihat penis Rikky yang telah mulai agak menegang, namun belum sempurna tegangnya.

Dengan sarat kasih sayang kuraih batang kesenangan Rikky, kumain- mainkan sebentar dengan kedua belah tanganku, lantas aku mulai mengulum batang penis suamiku dengan lembutnya. Terasa di dalam mulutku, batang penis Rikky khususnya kepala penisnya, mulai terasa hangat dan mengeras.

Aku menyedot batang Rikky dengan semampuku, kulihat Rikky begitu bergairah, sesekali matanya terpejam menyangga nikmat yang kuberikan kepadanya. Rikky lantas membalas, dengan meremas-remas kedua payudaraku yang lumayan menantang, 36B.

Aku mulai menikmati denyut-denyut kesenangan mulai bergerak dari puting payudaraku dan mulai menjalar keseluruh unsur tubuhku lainnya, khususnya ke vaginaku. Aku menikmati liang vaginaku mulai terasa basah dan agak gatal, sampai-sampai aku mulai merapatkan kedua belah pahaku dan menggesek-gesekan kedua belah pahaku dengan rapatnya, supaya aku dapat meminimalisir rasa gatal yang kurasakan di belahan liang vaginaku.

Rikky rupanya tanggap menyaksikan perubahanku, lantas dengan lidahnya Rikky mulai turun dan mulai mengulum daging kecil clitorisku dengan nafsunya, Aku paling kewalahan menerima serangannya ini, badanku terasa bergetar menyangga nikmat, peluh ditubuhku mulai mengucur dengan deras diiringi erangan-erangan kecil dan napas tertahan saat kurasakan aku nyaris tak dapat menahankenikmatan yang kurasakan.

Akhirnya semua rasa nikmat semakin memuncak, ketika penis Rikky, mulai terbenam tidak banyak demi tidak banyak ke dalam vaginaku, rasa gatal yang kurasakan semenjak tadi pulang menjadi nikmat ketika penis Rikky yang sudah ereksi sempurna mulai bergerak-gerak maju mundur, seolah-olah menggaruk-garuk gatal yang kurasakan.

Suamiku memang jago dalam permainan ini. Tidak lebih dari lima belas menit aku berteriak kecil ketika aku telah tidak dapat lagi menahan kesenangan yang kurasakan, tubuhku meregang sekian detik dan kesudahannya rubuh di ranjang saat puncak-puncak kenikamatan kuraih pada ketika itu, mataku terpejam seraya menggigit kecil bibirku ketika kurasakanvaginaku menerbitkan denyut-denyut kenikmatannya.

Dan tidak lama lantas Rikky menjangkau puncaknya juga, dia dengan cepatnya unik penisnya dan sejumlah detik kemudian, air maninya tersembur dengan derasnya ke arah tubuh dan wajahku, aku membantunya dengan mengocok penisnya hingga air maninya habis, dan lantas aku mengulum pulang penisnya sekian lama, hingga akhirnya perlahan-lahan mulai mengurang tegangannya dan mulai lunglai.

“Aku benar-benar puas Yan, anda memang hebat”, pujinya. Aku masih bergelayut manja di dekapan tubuhnya. “Yan, anda memang istriku yang baik, anda harus dapat mengerti kesulitanku ketika ini, dan aku mau anda membantu aku guna mengatasinya”, katanya.

“Bukankah sekitar ini aku telah begitu Mas”, sahutku. Rikky mengangguk- angguk memperhatikan ucapakanku. Kemudian ia melanjutkan, “Kamu tahu maksud kedatangan Johan tadi sore. Dia menagih utang, dan aku melulu sanggup menunaikan setengah dari borongan utangku.

Balaktiga.com – Kemudian sesudah lama berbicang-bincang ia menawarkan sebuah solusi kepadaku guna melunasi hutang-hutangku dengan suatu syarat”, ucap Rikky. “Apa kriterianya, Mas?” tanyaku penasaran.

“Rupanya dia menyukaimu, dia mohon izinku supaya kamu dapat menemani dia semalam saja”, ucap Rikky dengan pelan dan tertahan. Aku laksana disambar petir ketika itu, aku tahu makna ‘menemani’ sekitar semalam. Itu berarti aku mesti melayaninya semalam di ranjang laksana yang kulakukan pada Rikky.

Rikky memahami keterkejutanku. “Aku telah tidak tahu lagi dengan lagipula aku mesti menunaikan hutang- hutangku, dia sudah menakut-nakuti akan menagih lewat tukang-tukang pukulnya andai aku tidak dapat membayarnya hingga akhir pekan ini”, katanya lirih. Aku melulu terdiam tak dapat mengomentari perkataannya itu.

Aku masih shock memikirkan aku mesti rela menyerahkan seluruh tubuhku untuk lelaki yang belum kukenal sekitar ini. Sikap diamku ini ditafsirkan lain oleh Rikky. “Besok anda ikut aku mendatangi Johan”, ujarnya lagi, sambil menghirup keningku kemudian berangkat tidur. Seketika tersebut juga aku membenci suamiku.

Aku tak mau mengikuti kemauan suamiku ini, tetapi aku pun harus memikirkan keselatan keluarga, khususnya keselamatan suamiku. Mungkin sesudah ini ia bakal kapok berjudi lagi pikirku. Sore hari setelah kembali kerja, Rikky menyuruhku berdandan diri dan setelah tersebut kami berangkat mengarah ke tempat yang dijanjikan sebelumnya, rupanya Rikky mengantarku ke suatu hotel berbintang.

Ketika tersebut waktu sudah mengindikasikan sekitar pukul 20.00 malam. Selama hidup baru kesatu kali ini, aku pergi guna menginap di hotel. Ketika pintu kamar di ketuk oleh Rikky, sejumlah saat lantas pintu kamar terbuka, dan kulihat Johan menyambut kami dengan hangatnya, Suamiku tidak berlama-lama, lantas ia memberikan diriku untuk Johan, dan lantas berpamitan.

Dengan lembut Johan unik tanganku menginjak ruangan kamarnya. Aku tertunduk malu dan wajahku terasa memerah ketika aku menikmati tanganku dijamah oleh seseorang yang bukan suamiku. Ternyata Johan tidak seburuk yang kubayangkan, memang matanya terkesan binal dan seakan inginkan melahap semua tubuhku, namun sikapnya dan perlakuannya kepadaku tetap tenang, sampai-sampai dikit demi tidak banyak rasa grogi yang menyerangku mulai memudar. Johan menanyakan dengan lembut, aku hendak minum apa.

Kusahut aku hendak minum coca-cola, namun jawabnya minuman tersebut tidak ada kini ini di kamarnya, lantas dia menerbitkan sebotol sampagne dari kulkas dan menuangkannya tidak banyak sekitar separuh sloki, lantas disuguhkannya kepadaku, “Ini dapat menghilangkan tidak banyak rasa gugup yang anda rasakan kini ini, dan dapat juga menciptakan tubuhmu tidak banyak hangat.

Kulihat dari tadi kelihatannya anda agak kedinginan”, ucapnya lagi seraya menyodorkan minuman tersebut. Kuraih minuman tersebut, dan mulai kuminum secara dikit demi tidak banyak sampai habis, memang benar sejumlah saat lantas aku menikmati tubuh dan pikiranku agak tenang, rasa gorgi telah mulai menghilang, dan aku pun merasakan terdapat aliran hangat yang mengaliri semua syaraf-syaraf tubuhku.

Johan lantas menyetel lagu-lagu lembut di kamarnya, dan mengajakku berbincang-bincang hal-hal yang ringan. Sekitar 10 menit kami berbicara, aku mulai menikmati agak pening di kepalaku, tubuhkupun limbung.

Kemudian Johan merebahkan tubuhku ke ranjang. Beberapa menit aku rebahan di atas ranjang membuatku mulai dapat menghilangkan rasa pening di kepalaku. Tetapi aku mulai menikmati ada perasaan beda yang mengalir pada diriku, terdapat perasaan denyut-denyut kecil di semua tubuhku, semakin lama denyut- denyut itu mulai terasa menguat, khususnya di bagian-bagian sensitifku. Aku menikmati tubuhku mulai terangsang, meskipun Johan belum menjamah tubuhku.

Ketika aku mulai tak kuasa lagi menyangga rangsangan di tubuhku, napasku mulai mengejar terengah-engah, payudaraku seolah-olah mengeras dan benar-benar peka, vaginaku mulai terasa basah dan gatal yang menyengat, perlahan-lahan aku mulai menggesek-gesekkan kedua belah pahaku untuk meminimalisir rasa gatal dan memicu di dalam vaginaku.

Tubuhku mulai menggeliat- geliat tak tahan menikmati rangsangan semua tubuhku. Johan rupanya merasakan tontonan ini, dia memandangi keelokan wajahku yang sekarang sedang megap-megap bertarung melawan rangsangan, nafsunya mulai memanas, tangannya mulai meraba tubuhku tanpa dapat kuhalangi lagi.

Remasan-remasan tangannya di payudaraku membuatku tidak tahan lagi, hingga tak sadar aku melorotkan sendiri pakaian yang kukenakan. Saat pakaian yang kukenakan lepas, Mata Johan tak lepas memandangi belahan payudaraku yang putih montok dan yang menyembul dan seakan hendak loncat terbit dari bra yang kukenakan.

Tak tahan menyaksikan pemandangan estetis ini, Johan lantas menggumuliku dengan panasnya sembari tangannya menuju belakang punggungku, tidak lebih dari 3 detik, kancing bra-ku sudah lepas, sekarang payudaraku yang kencang dan padat telah menghampar dengan indahnya, Johan enggan berlama-lama memandangiku, dengan buasnya lagi ia mencumbuiku, menggumuliku, dan tangannya semakin cepat meremas-remas payudaraku, cairan vaginaku mulai mengairi celana putihku.

Melihat ini, tangan Johan yang sebelahnya lagi mulai bermain-main di celanaku tepat di cairan yang mengairi celanaku, aku menikmati nikmat yang benar-benar luar biasa. Napasku benar-benar memburu, mataku terpejam nikmat ketika tangan Johan mulai menginjak celana dalamku dan memainkan daging kecil yang tersembunyi di kedua belahan rapatnya vaginaku.

Johan memainkan vaginaku dengan ahlinya, membuatku darurat merapatkan kedua belah pahaku guna agak menetralisir serangan- serangannya, jari-jarinya yang badung mulai menerobos masuk ke liang tubuhku dan mulai memutar-mutar jarinya di dalam vaginaku. Tak puas sebab celana dalamku agak mengganggu, dengan cepatnya sekali gerakan dia mencungkil celana dalamku.

Aku sekarang benar-benar bugil tanpa tersisa pakaian di tubuhku. Johan tertegun sejenak memandangi daya tarik tubuhku, yang masih bergeliat- geliat melawan rangsangan yang mungkin disebabkan obat perangsang yang disuguhkan di dalam minumanku.

Dengan cepatnya selagi aku masih memicu sendiri payudaraku, Johan mencungkil dengan cepat semua pakaian yang dikenakan hingga akhirnya bugil pula. Aku semakin bernafsu menyaksikan batang penis Johan sudah berdiri tegak dengan kerasnya, Besar dan panjang.

Dengan cepat Johan pulang menggumuliku dengan benar-benar sama-sama dalam puncak terangsang, aku menikmati payudaraku diserang dengan remasan-remasan panas, dan.., ahh.., akupun menikmati batang penis Johan dengan cepatnya menyeruak menjebol liang vaginaku dan menyentuh titik-titik kesenangan yang terdapat di dalam liang vaginaku, aku menjerit-jerit terbendung dan menjawab serangan penisnya dengan menjepitkan kedua belah kakiku ke arah punggungnya sampai-sampai penisnya dapat menerobos secara maksimal ke dalam vaginaku.

Kami bercumbu dengan panasnya, bergumul, masing-masing kali penis Johan mulai bergerak masuk menerobos masuk ataupun saat unik ke arah luar, aku menjepitkan otot-otot vaginaku seperti berkeinginan menahan pipis, saat tersebut aku menikmati nikmat yang kurasakan berlipat-lipat kali nikmatnya, begitu pun dengan Johan, dia mulai keteteran menahan kesenangan tak dapat dihindarinya.

Sampai pada satu titik saya telah terlihat bakal orgasme, Johan tidak menyia-nyiakan peluang itu, dengan hentakan2 penisnya yang dipercerpat.. kesudahannya kekuatan pertahananku ambrol.. saya orgasme berulang-ulang dalam masa-masa 10 detik..

Johan rupanya pun sudah tidak dapat menahan lagi serangannya dia melulu diam sejenak guna merasakan kesenangan dipuncak-puncak orgasmenya dan sejumlah detik lantas mencabut batang penisnya dan tersemburlan muncratan-muncratan spermanya dengan banyaknya memenuhi wajah dan beberapa berlelehan di belahan payudaraku. Kamipun kesudahannya tidur keletihan setelah bergumul dalam panasnya birahi.

Keesokan paginya, Johan mengantarku kembali ke rumah. Kulihat suamiku menerimaku dengan muka tertuduk dan berkata sebentar sedangkan aku masuk ke kamar anakku guna melihatnya sesudah seharian tidak kuurus.

Setelah kejadian itu, aku dan suamiku sempat tidak berkata satu sama-lain, hingga akhirnya aku luluh pun saat suamiku mohon maaf atas kelakuannya yang mengakibatkan masalah ini hingga terjadi, tetapi urusan tersebut tidak dilangsungkan lama, suamiku pulang terjebak dalam permainan judi.

Togel4d.bid – Sehingga secara tidak langsung akulah yang menjadi taruhan di meja judi. Jika menang suamiku akan menyerahkan oleh-oleh yang tidak sedikit kepada kami. Tetapi andai kalah aku mesti rela melayani teman-teman suamiku yang menang judi. Sampai ketika ini kejadian ini tetap masih berulang. Oh hingga kapankah penderitaan ini bakal berakhir.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *