<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIAyo Daftar Di Situs Pkv Games BAGIQQ Dengan Minimal Deposit Rp10,000 Dapatkan Juga Bonus Dari Kami Turnover 0,5% Dan Refferal 20%. Di Jamin Mudah Menang Win Rate Tinggi

Diperkosa Kakak Ku Menjadikan Aku Ketagihan Sex Sama Kakak ku

Diperkosa Kakak Ku Menjadikan Aku Ketagihan Sex Sama Kakak Ku – Sebut saja Namaku Ani, mahasiswi tingkat tiga di suatu perguruan tinggi negeri di Bandung, Aku dan saudaraku empat bersaudara, aku anak nomor tiga, Kakakku yang sangat besar, Mbak Ine telah menikah dan tinggal bareng suaminya di Jakarta, Kakakku nomor dua, Mas Doni bekerja di Batam, dan adikku Toni yang sangat bungsu masih ruang belajar satu SMU negeri di Bandung, Baca pun Cerita Mesum yang terdapat di web ini,

Pertama kali aku mengerjakan hubungan seks dengan kakakku nomor dua ketika aku masih ruang belajar dua SMU, Saat tersebut kakakku sedang libur dan kembali ke Bandung, aku paling senang sekali, Kami bertiga pergi ke Cipanas dan kami mencarter sebuah pondokan di sana, Malam harinya ketika aku sedang tertidur nyenyak di kamarku, aku merasa terdapat sesuatu di kemaluanku, Mula-mula rasanya enak sekali laksana ada yang mengelus dan menghisapnya, namun tiba-tiba rasanya paling sakit laksana ada yang mengurangi dan berjuang masuk, dan kurasakan pun seperti terdapat yang sedang menindihku,

Saat aku membuka mataku, aku menyaksikan kakakku sedang menindihku dan berjuang memasukkan batang kemaluannya, aku mengupayakan berontak namun tenagaku kalah kuat,

“Mas Doni jangan, aduh sakit Mas,,, sakit,,!”

“Ah diem aja dan tidak boleh coba teriak,,!” kata kakakku,

Malam tersebut kegadisanku dipungut oleh kakakku sendiri, Tidak terdapat rasa nikmat laksana yang kubaca di buku, tetapi rasanya sakit sekali, Aku hanya dapat pasrah dan menyangga sakit di unsur liang kewanitaanku ketika kakakku bergerak di atas tubuhku, Gerakannya kasar seperti hendak mencabik-cabik tubuhku, Aku hanya dapat menangis tersedu-sedu, Saat kulihat tubuh kakakku mengejang dan kurasakan terdapat sesuatu yang hangat memancar ke dalam liang senggamaku, semakin hancurlah perasaan hatiku,

Pagi harinya aku melulu terdiam di kamar, sebab tubuhku rasanya lemas dan sakit, Saat kakakku mengajakku pergi, aku melulu memalingkan wajahku dan menangis, Sore harinya kakakku masuk ke kamarku, dia mohon maaf atas kejadian semalam dan berjuang untuk memperbaikinya, namun aku melulu diam saja, Malam harinya kakakku datang lagi ke kamarku, Aku paling ketakutan, namun dia melulu tersenyum dan mencoba menghirup bibirku, aku pulang berontak, Aku memaki-maki kakakku, namun dia tidak peduli dan kembali menghirup bibirku seraya meremas payudaraku, lama-lama aku menjadi terangsang karenanya, Dan malam tersebut kembali aku dan kakakku melakukannya, tapi beda dari malam yang kemarin, malam ini aku merasakan kesenangan yang spektakuler dan kami melakukannya dua hingga kali,

Sebelum kakakku pulang bekerja di Batam, ketika mengantar kakakku di Bandara, aku meminta hadiah perpisahan darinya,

Di kamar mandi Bandara kami melakukannya lagi, “Ah Mas Doni,,, terus Mas,, akh,,”

“Akh Ani, anda cantik sekali, akh… Ani, Mas Doni inginkan keluar, akh,,!”

“Ani pun Mas,,, akh… Mas, Ani terbit Mas,,, akhh,,!”

Mas Doni memelukku erat-erat, begitu pun diriku, Setelah sejumlah saat kami berciuman dan pulang lagi ke ruang tunggu dengan dalil habis dari kantin beli makanan, Aku hanya dapat menangis ketika Mas Doni pergi, namun aku pun sangat bahagia dengan hadiah yang diberikannya,

Sejak saat tersebut aku laksana ketagihan dengan seks, dan guna melampiaskannya aku melulu dapat mengerjakan masturbasi di kamar mandi, Aku telah punya pacar dan kami melakukannya hingga sekarang, namun aku jarang merasakan kesenangan seperti yang kudapatkan dari kakakku, Dan ketika adikku mulai beranjak dewasa, aku menyaksikan sosok kakakku, namun adikku lebih tampan dan gagah bila dikomparasikan dengan kakakku, Aku tidak jarang merasa terangsang, namun hanya dapat kutahan dan lagi-lagi hanya dapat kulampiaskan dengan jalan masturbasi, Entah berapa lama aku dapat menahan kemauan untuk melakukannya dengan adikku,

BalakTiga.com – Sampai sebuah hari, ketika orang tuaku sedang tidak terdapat di rumah, adikku baru kembali sekolah dan aku menyiapkan santap siang untuknya, Karena hari tersebut terasa panas, aku melulu menggunakan celana pendek dan t-shirt tanpa menggunakan BH, Saat adikku kusuruh makan, Toni menolak sebab sudah santap di luar bareng teman-temannya, dan kesudahannya aku santap sendiri, sementara adikku asyik berenang, Selesai santap aku buatkan jus jeruk dan kuantarkan ke empang renang, Sambil meminum jus jeruk, aku menyaksikan adikku berenang, Saat Toni terbit dari empang renang dan duduk di sebelahku seraya meminum jus jeruk dan berjemur, jantungku berdetak semakin cepat dan aku paling tidak tahan guna memeluknya,

Tidak kusangka adikku yang dulunya polos, kini sudah pulang menjadi seorang cowok yang gagah dan tampan terlebih lagi hobinya ialah berenang, Dadanya tampak bidang dengan format yang menggairahkan, tubuhnya atletis dan dapat kutebak bila batangnya pun lumayan besar, Aku melulu dapat memandangnya, wajahnya ditutupi oleh handuk kecil yang digunakannya guna mengeringkan tubuhnya, Aku telah tidak tahan lagi dan aku tidak peduli apa yang bakal terjadi, Aku mengelus dada adikku dan Toni melulu menggelinjang kegelian,

“Mbak Ani,,, apaan sih,,? Geli tau,,! Kurang kerjaan, mendingan bikinin aku roti bakar…”

Aku tidak banyak terkejut dan kucubit perutnya, Toni melulu tertawa,

“Emang aku pembantumu, enak aja,” kataku agak jengkel,

Aku telah benar-benar tidak tahan, tanpa pikir panjang lagi kutindih tubuh adikku dan kulempar handuk dari wajahnya,

“Mbak Ani inginkan ngapain sih,,?” tanyanya,

Tanpa sepatah kata juga langsung kucium mulutnya dan kuremas-remas dadanya yang bidang itu, Adikku paling terkejut dengan apa yang kulakukan dan mendorong tubuhku, Aku tidak peduli, kucium lagi bibirnya dan kali ini adikku tidak bereaksi apa-apa dan mengupayakan untuk menikmatinya, Aku tahu bila Toni mulai terangsang, sebab kurasakan diantara kedua pahanya terdapat sesuatu yang meningkat besar,

Kuciumi terus bibir dan lehernya, adikku tidak banyak kewalahan namun Toni tidak jarang kali mencoba menjawab ciumanku meski terasa agak kaku,

“Baru kesatu dihirup cewek ya,,?” tanyaku,

“Ah Mbak tidak sedikit omong, terusin aja Mbak,,!” katanya tidak sabar lagi,

Mendengar ucapannya aku jadi semakin bersemangat, langsung kubuka kaosku, dan adikku hanya dapat melotot menyaksikan payudaraku yang lumayan besar,

“Wah susu Mbak bagus sekali, baru kali ini Toni menyaksikan susu cewek,” katanya,

Kusuruh Toni memegang dan meremasnya, “Aduh tidak boleh keras-keras, sakit,, Coba sekarang anda isep susu Mbak,,”

Lalu kusodorkan payudaraku ke mulutnya, Toni mengulum dan menghisap puting payudaraku, “Akh enak sekali Ton, sshs… akhh terus Ton,,, enak sekali…”

Kusuruh Toni berhenti, kemudian kuciumi lagi bibir dan lehernya, lantas kuturun ke dadanya dan kuciumi serta kugigit pelan putingnya, Toni hanya dapat mendesah lirih, “Akh,, enak Mbak, akhh…”

Dengan tergesa aku turun kebawah, kulihat batang kejantanannya yang gagah sudah tidak banyak tercetak dan menunjukkan kepalanya di celana renang adikku, Dengan sarat nafsu langsung kutarik celana renang adikku hingga ke lututnya,

“Wah,,, Ton punya anda Oke pun nih, lebih bagus dari punya Mas Doni,,”

AgenPkv.com – Adikku melulu tersenyum dan kelihatannya tidak sabar dengan apa yang bakal kulakukan, Aku juga lalu membuka celanaku dan kini aku telanjang, Toni bangun dari kursi dan duduk, kemudian Toni meraba bibir kemaluanku, lantas kusuruh Toni menjilati bibir kemaluanku, Toni sepertinya kaget namun langsung kutarik kepalanya ke arah kemaluanku, dan Toni mulai menjilati permukaan lubang senggamaku,

“Akh,,, Ton enak sekali terus akh… yaa disitu Ton, enak,,, akhh… terus Ton terus akkhh…” desahku,

Aku menggelinjang keasyikan dibuatnya, rasanya enak sekali dan aku paling suka andai ada yang menjilati kemaluanku, Aku telah tidak tahan, kudorong tubuh adikku ke kursi lagi, lantas kupegang batang kejantanannya dan kuarahkan ke liang senggamaku, Toni kelihatannya tidak banyak tegang ketika kepala kejantanannya menyentuh permukaan bibir kemaluanku, Toni menyangga nafas dan merintih saat aku mengurangi tubuhku ke bawah, dan batang kejantanannya masuk seluruhnya ke liang kewanitaanku,

“Akh… Mbak… enak sekali… hangat,, yeah… mari Mbak terusin,,!”

Aku kemudian bergerak, menggoyangkan pantatku ke atas dan ke bawah, dan kadang kuputar-putar, tangan adikku kusuruh meremas-remas payudaraku dan Toni paling bernafsu sekali, Aku bergerak semakin lama semaki cepat, tanganku memegang paha adikku guna tumpuan, Beberapa ketika kemudian, nafas adikku mulau mengejar dan gerakannya mulai tidak karuan, kadang memegang pantatku, kadang meremas payudaraku, dan aku tahu bila Toni sudah nyaris sampai dan berjuang menahannya,

“Akh,, Mbak,,, aduh… Toni mau terbit Mbak,,!”

“Tahan Ton,,, Mbak sebentar lagi akhh,,!”

Semakin kupercepat gerakanku, aku mulai liar, Kuremas dadanya dan ketika kurasa kesenangan itu, aku mengurangi tubuh adikku, dan tubuhku menjadi tegang seraya kuremas paha adikku,

“Toni nggak tahan lagi Mbak… akh… Mbak, Toni terbit Mbak akhh,,!”

Pantatnya terangkat ke atas seperti hendak menusuk kewanitaanku dan kurasakan semprotannya yang lumayan keras sejumlah kali di dalam rahimku, Begitu pun denganku, otot kemaluanku mengurangi batangnya dan kurasakan liangku semakin basah, baik oleh cairanku diperbanyak mani adikku yang memancar sangat tidak sedikit di lubang senggamaku,

Tubuh kami basah oleh keringat, dan lantas kupeluk tubuh adikku merasakan sisa-sisa kesenangan tadi, Nafas adikku mulai tertata dan kurasakan batang kemaluannya mulai mengecil di liang kewanitaanku, tetapi pantatku masih tetap bergoyang di atas tubuhnya,

“Mbak, enak sekali,,, makasih ya Mbak, baru kesatu kali ini Toni menikmati nikmatnya tubuh wanita dan nikmatnya mengerjakan hubungan badan,”

“Mbak yang mestinya makasih sama kamu, ternyata adik Mbak lumayan hebat meski baru kesatu kali, namun Mbak paling puas sekali dan Mbak pengen sekali lagi, bolehkan Ton,,?”

“Wah,,, Toni pun mau Mbak,,!”

Kucabut batang kejantanannya dari lubang kewanitaanku dan pulang kurasakan orgasme ketika mencabutnya, Batang kemaluan adikku telah mengecil sekarang, namun tetap telihat gagah, Toni kemudian duduk di pinggir kursi dan aku lantas menjilati batang kejantanannya, Toni pulang mendesah, “Ssshhh,,, enak Mbak,,!”

Tangannya mengelus rambutku dan kadang meremas payudaraku, Aku pulang terangsang dan batang kemaluan Toni dengan cepatnya pulang tegak dan kokoh, Aku kemudian lari dan mencemplungkan diriku di empang renang, Toni menyusul sesudah membuka celana renang yang masih terbelakang di lututnya, Di empang kembali kami berciuman, tapi kini Toni kubiarkan lebih agresif, Sambil duduk di tangga kolam, diciuminya bibir dan leherku, lantas dihisapnya puting payudaraku,

Kemudian kurasakan Toni berjuang memasukkan batang keperkasaannya, tapi tidak jarang kali meleset, Aku melulu tertawa kecil, kemudian kubantu dia, Kupegang batangnya dan kuarahkan ke kemaluanku, Toni melulu tertawa kecil dan lantas dia mengurangi rudalnya ke sarangku, Toni kemudian menggerakkan pantatnya dan memompa senjatannya terbit masuk liang surgaku, nafasnya pun mulai memburu, Aku merasakan tekanan yang diserahkan Toni dan rasanya nikmat sekali,

“Akh,,, enak sekali Ton, yang keras Ton,,! Akh,,!”

“Akhh Mbak,,, anda pindah di kursi ya,,? Di sini nggak enak,”

Toni kemudian mengusung tubuhku, kulingkarkan kakiku di pinggangnya sampai-sampai aku masih dapat bergerak walaupun Toni berdiri dan berlangsung ke arah kursi lokasi kami tadi,

Di baringkannya tubuhku, kemudian Toni mulai memompa batang kejantanannya lagi, semakin lama semaki cepat, Aku mengimbangi gerakakn Toni dengan mengerakkan pantatku ke kiri dan ke kanan, kadang kuremas-remas pantat adikku yang kenyal, Nafas Toni mulai tidak teratur,

“Lebih cepat Ton,, akh,,!”

“Mbak,,, Toni mau terbit Mbak, akh,,!”

Gerakan Toni semakin cepat, dan ketika kulihat tubuh Toni mulai mengejang, kulingkarkan kakiku di pinggangnya, Toni mengurangi dan memasukan batang kemaluannya lebih dalam lagi,

“Akh,,, Mbak, Toni terbit Mbak, akhh,,, Mbak,, ngeakhh…”

Poker V – Tubuhnya kemudian rubuh di atas tubuhku, Tanpa menerbitkan burungnya, kusuruh Toni berbalik dan aku mulai menggerakkan pantatku di atas tubuhnya, Batang kemaluan Toni memang mengecil, namun lama-lama mulai mengembang lagi, Aku bergerak tidak karuan di atas tubuhnya, sampai sejumlah saat lantas aku orgasme, kupeluk erat-erat tubuh Toni, Setelah agak tenang, sebab aku tahu bila Toni belum keluar, lantas aku turun dan mengulum batang keperkasaannya, Toni menggerakkan pantatnya ke kiri dan ke kanan dan kadang menusuk ke dalam mulutku, Selang sejumlah waktu kemudian, batang kemaluannya laksana mengembang di dalam mulutku,

“Akh,,, Toni terbit Mbak,, akhh,,!”

Maninya menyembur di dalam mulutku dan kutelan semuanya, lantas kami berdekapan dan berciuman, Tanpa sadar kami tertidur di kursi, kepalaku kurebahkan di dadanya dan tubuhku di atas tubuhnya,

Sore hari kami dikejutkan oleh suara klakson mobil dan kami buru-buru bangun, Aku menggunakan bajuku yang berserakan di pingir empang dan Toni buru-buru memungut celana renangnya dan berlari ke kamarnya, Saat santap malam, kakiku mengeranyangi kakinya dan jari kakiku mengurangi batangnya yang mulai mengembang, Kedua orang tuaku tidak banyak keheranan dengan kelakuan kami, namun mereka tidak pernah tahu dengan apa yang sudah terjadi salah satu kami, Malamnya seusai santap malam aku langsung masuk kamar, begitu pun Toni, Tengah malam aku terbangun sebab Toni menciumi bibirku dan malam tersebut kami melakukannya lagi,

Togel4D.bid – Sejak ketika itu, secara sembunyi-sembunyi kami melakukannya, bahkan sesudah aku menikah dengan pacarku, kami juga masih tidak jarang melakukannya, terutama ketika suamiku sedang dinas terbit kota, Rahasia ini sampai kini masih kami pegang dan bahkan cinta gelap kami ini membuahkan putra kesatuku yang kini sudah berusia 9 tahun,

Saat pernikahan Toni aku menyerahkan sebuah hadiah, Setelah malam pengantinnya, kami melakukannya di gudang belakang lokasi tinggal saat seluruh orang telah terlelap, Toni bilang walaupun istrinya kini masih gadis, namun tidak terdapat yang menyaingi aku, Makanya suamiku sangat kerasan di rumah sebab servisku yang paling memuaskan, tanpa tahu bila aku selingkuh dengan adik kandungku sendiri.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *