<TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI SITUS KAMI DAN JANGAN LUPA DI BAGI KE TEMAN TEMAN LINK KAMI YA
Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR AKUN DISINIAyo Daftar Di Situs Pkv Games BAGIQQ Dengan Minimal Deposit Rp10,000 Dapatkan Juga Bonus Dari Kami Turnover 0,5% Dan Refferal 20%. Di Jamin Mudah Menang Win Rate Tinggi

Kisah Seks Dewasa Pengalaman Masa Kecilku

Kisah Seks Dewasa Pengalaman Masa Kecilku – Saat tersebut saya baru ruang belajar 3 SD,,jadi belum tahu apa-apa mengenai seks. Apalagi bersangkutan badan. Umur saya waktu tersebut kira-kira masih 9 atau 10 tahun. Jadi saya rasa pembaca sekalian juga mengerti bila di saat-saat umur seperti tersebut boleh dibilang anda tidak tahu apa-apa. Betul tidak?,,sewaktu saya kecil laksana itu,,saya bermukim di desa SB dengan kakek dan nenek saya. Memang dari usia 1 hingga kira-kira 12 tahun saya tidak pernah tinggal bareng orang tua saya. Boleh disebutkan di sana saya hidup tanpa teman,,soalnya desa saya dulunya beberapa besar penduduk pribumi,,sedangkan saya non pribumi. Jadi melulu sebagian yang inginkan berteman dengan saya.

Karena bilamana pulang sekolah saya tidak ada rekan bermain,,saya tidak jarang bermain sendiri atau kadang-kadang pergi ke lokasi tinggal tetangga sebelah bermain-main. Tetangga sebelah saya pun mempunyai seorang anak dan jarang bergaul. Jadi kami tidak jarang kali bermain bersama. Oh ya saya lupa,,anak tetangga sebelah saya itu ialah seorang cewek manis dengan rambut panjang dan mempunyai tinggi lebih dari saya. Dan satu lagi,,umur dia lebih tua dari saya 2 tahun. Jadi pada ketika itu,,dia masih berumur kira-kira 13 tahun. Memang benar kata guru Biologi saya bahwa lazimnya cewek lebih cepat dewasa ketimbang pria.

Hampir masing-masing hari saya main ke sebelah dan orang tuanya pun baik untuk saya. Ya barangkali juga karena anaknya jarang bergaul. Jadi mereka tidak jarang kali senang bila melihat saya bermain-main dengannya. Cewek rekan saya bermain ini,,kita sebut saja mempunyai nama Siska. Sering ditinggal sendiri di rumah,,karena ibunya ialah seorang bidan yang masing-masing hari jarang di rumah. Sedangkan ayahnya ialah seorang pekerja. Jadi otomatis bila ibunya pergi dia bermukim sendirian di rumah. Karena dia tidak jarang sendiri,,kadang-kadang dia datang ke lokasi tinggal saya untuk menyuruh saya bermain di rumahnya.

Terang saja saya mau,,soalnya di rumahnya selain tidak sedikit permainan,,juga bebas sebab tidak terdapat orang yang melarang. Karena keseringan saya bersamanya,,kami telah tidak terdapat perasaan malu satu sama lain. Kami pun sering menyaksikan acara TV berdua dan seingat saya waktu tersebut masih belum ada tidak sedikit saluran. Hanya terdapat TVRI saja. Bila di lokasi tinggal sedang kosong, kami habiskan masa-masa dengan bermain-main,,seperti main catur, main rumah-rumahan dan bila sudah jenuh kami duduk bersebelahan nonton TV bersama. Apabila nonton film horor saya paling senang karena bilamana dia ketakutan kami tidak jarang berpelukan. Karena dia lebih tua dari saya,,tak jarang saya mendapat latihan tentang apa saja darinya.

Saya ingat pada sebuah siang sebab kecapaian bermain, saya tertidur di kamarnya. Mungkin sebab dia pun kecapaian dia tidur pun di samping saya dan saat saya bangun saya menikmati tangan saya telah memegang sesuatu yang lembut dari tubuhnya dan saat saya lihat ke samping ternyata tangan saya sedang memegang dadanya yang pada saat tersebut masih belum membesar tapi telah lumayan guna dinikmati. Karena belum memahami apa-apa saya menggerakkan tangan saya guna menggeser supaya tidak mengganggu tidurnya,,namun tangannya yang lembut tiba-tiba menciduk tangan saya supaya tetap sedang di dadanya. Sambil menggerak-gerakkan tangannya yang menciduk tangan saya di dadanya,,saya lihat dia kelihatannya keenakan. Dan walaupun saya waktu tersebut belum memahami tentang yang begituan,,tapi naluri saya menuliskan untuk terus melanjutkan kegiatan tersebut tanpa dikomando. Saya pun menempatkan tangan saya satu lagi ke payudaranya dan meremas-remasnya perlahan. Walaupun dia masih dalam suasana tidur dan berpakaian lengkap. Namun sensasi yang saya rasakan waktu tersebut begitu indah. Bahkan kemaluan saya dapat berdiri paling tegang.

Dia yang sudah menikmati bahwa tangan saya sudah bergerak sendiri juga mulai mencungkil genggamannya pada tanganku dan tidak mempedulikan tangan saya bergerak sendiri. Kemudian tangannya bergerak mengarah ke ke batang kemaluan saya yang telah berdiri tegak tetapi sebab waktu tersebut saya masih kecil,,jadi batang kemaluan saya pun kecil dan masih botak. Saya cerah saja kaget,,karena dia tiba-tiba menerbitkan kemaluan saya dan menggenggamnya. Saya waktu tersebut tidak memahami apa maunya dan tidak pernah memahami soal bagituan. Namun semakin lama saya semakin menikmati nikmat yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Saya menyaksikan dia sudah membuka matanya dan menyaksikan dia tersenyum menyaksikan wajah polos saya yang tidak memahami soal begituan. Dia lantas dengan tangan satunya lagi mengusung kaosnya ke atas dan sekarang melulu tinggal kaos kutangnya saja. Tangan saya yang pulang diam ditariknya pulang ke perutnya yang telanjang dan mengusap-usapkannya. Saya juga mulai mengusap-usap perutnya yang berkulit halus dan putih itu, sebab saya menikmati bahwa kulitnya paling enak dielus.

Dia yang tahu bila saya semenjak kecil tidak pernah tinggal bareng orang tua lantas bertanya,,“tango,,apakah anda pernah minum ASI?”,saya melulu menggeleng dan terus merasakan usapan tangan saya dan cengkeraman tangannya di batang saya. “Apakah anda mau mencoba?”,,saya mengangguk dengan cepat,,karena seumur-umur saya tidak pernah merasakan. Dia pun lantas membuka kaos kutangnya dan tampak olehku sepasang bukit yang tidak begitu tinggi mencuat ke atas. Kemudian dia menghentikan aktifitasnya dan duduk bersila bersandar di dinding. Dengan bertelanjang dada dia lantas mengambil kepala saya dengan lembut dan ditariknya supaya rebah di pangkuannya dan sesudah saya rebah dengan kepala tepat sedang di pangkuannya.

Dia lantas memegang payudaranya yang sebelah kanan dan menyodorkannya ke mulut saya. Saya lantas pun menghisap-hisap payudaranya. Dia tertawa kegelian dan kembali menciduk batang kemaluan saya dan mempermainkannya kembali.

“Kak,,kok nggak terdapat susunya”,,protes saya masa-masa itu.

“Kita kan kini lagi main rumah-rumahan,,jadi anda ecek-ecek aja”.

Saya juga mengangguk dan pulang menghisap payudaranya yang masih berwarna merah muda itu.

“Nah,,sekarang saya berperan jadi mama dan anda anak mama yang masih kecil jadi anda harus nurut”,,katanya lagi dan saya tetap setuju meski saya tidak cukup mengerti arah permainannya.

Tapi saya tidak perduli sebab sepertinya permainan rumah-rumahan laksana begini yang baru kesatu kali kami mainkan kelihatannya sangat unik dan mengasyikkan. Karena batang kemaluan saya terus dipermainkan dengan tangannya,,tiba-tiba saya menikmati seperti hendak kencing. “Siska,,eh,,mama saya inginkan kencing.”,dia juga menghentikan kegiatannya dan lantas mengusung kepala saya lantas berkata,,“oke,,sekarang mama bawa anda ke kamar mandi dan sekalian mandi yah”,,saya pulang mengangguk.

Sesampai di depan pintu kamar mandi,,dengan masih bertelanjang dada dia lantas membuka seluruh pakaian saya. Saya melulu menurut keterangan dari dan sekarang saya tanpa sehelai benang juga yang memblokir ditariknya tangan saya ke kamar mandi,,dia pun lantas menutup pintu dan mulai membuka celananya plus CD-nya. Kini guna kesatu kalinya saya menyaksikan dia telanjang bulat di depan saya. Entah mengapa kemaluan saya yang tadi sempat turun,,kembali naik setelah menyaksikan dia jongkok guna pipis sampai-sampai kemaluannya yang telah mulai ditumbuhi bulu-bulu halus tampak jelas.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *