Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Menaklukkan Hati Kakak Ipar Ku, Janda Yang Pendiam

Menaklukkan Hati Kakak Ipar Ku, Janda Yang Pendiam Dan Sedikit Religius – Janda Gersang, seorang janda yang belum pernah merasakan kesenangan sexual dengan judul “ Menaklukkan Hati Kakak Ipar ku, Janda Yang Pendiam dan Sedikit Religius”,yang tidak kalah serunya dan dipastikan dapat menambah libido seks, selamat menikmati.

Aku memang ketagihan bermain cinta dengan wanita separuh baya alias STW. Ada lagi empiris nyata yang kualami. Pengalamanku menaklukkan kakak ipar ku yang pendiam dan agak religius. Entah setan mana yang merasuki diriku sebab aku mencelakakan orang baik-baik kedalam neraka nafsu.

Kejadiannya begini, sebuah hari rumahku kedatangan tamu dari Padang. Uni Tati kakak tertua istriku. Dia datang ke Jakarta sebab tugas kantor ikut seminar di kantor pusat suatu bank pemerintah. kakak ipar ku Uni ialah kepala cabang di Padang, kakak ipar ku Uni menginap dirumah kami.

Dari pada menginap di hotel, mendingan pun uang hotel ditabung buat beli oleh-oleh. Selama seminggu dia bermukim dirumahku. Dari istriku kutau bila kakak ipar ku Uni Tati berusia 40 tahun. Suaminya telah meningal 2 tahun lalu sebab kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai. Lebih tepatnya kubilang elegan karena orangnya ingin diam dan paling religius. Selama di Jakarta, masing-masing ada peluang aku dan istriku menyuruh Uni jalan-jalan, maklum ini trafik kesatunya ke Jakarta, seringkali ke mal sebab waktunya sempit. Kami telah berencana pas hari Sabtu bakal jalan-jalan ke Taman Safari

Poker Online Terpercaya – Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas seketika dari kantor yakni harus memantau pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan supaya aku tetap mengantar kakak ipar ku Uni jalan-jalan andaikan ke Ancol saja dan pulangnya dapat jemput istriku di Mangga Dua. Sebetulnya aku agak males kalo nggak terdapat istriku. Aku merasa risih mesti jalan berdua Uni sebab orangnya pendiam. Akupun mengasumsikan Uni tentu nggak mau. Tapi tanpa dinyata ternyata Uni mengamini usul istriku.

Pagi-pagi banget istriku telah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro lumayan jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menantikan kakak ipar ku Uni yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi. Sehabis ngopi dan merokok, aku pulang tidur-tiduran di kamarku menantikan jam. Pikiranku melayang menginginkan kakak istriku ini. Uni Tati sangat unik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan perempuan baik-baik, aku tertantang menaklukkan Uni. Mumpung terdapat kesempatan. Dasar setan tidak jarang kali mencari peluang menggoda.

Kuatur jebakan guna memancing kakak ipar ku Uni. Aku buru-buru mandi mencuci badan dan keramas. Dengan berlilit handuk aku menantikan kepulangan Uni dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menantikan dibalik horden dan kulihat Uni menginjak pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit. Sengaja pintu lokasi tinggal aku tutup tapi tidak dipedulikan tak terkunci. Aku selesai menuju kamarku dan segera memasang jebakan guna mengejutkan Uni. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar pun kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas.

Kudengar pintu depan berbunyi laksana ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menantikan kakak ipar ku Uni melalui kamarku dengan asa dia menyaksikan tubuh dan juniorku yang sejak tadi berdiri tegak menginginkan petualangan ini. Handuk kututupkan ke kepala seakan-akan sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tidak menyaksikan dan tidak menyadari kehadiran Uni. Dari bakik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Uni pasti menyaksikan tubuhku yang polos dengan junior yang tegak berdiri.

Nafsuku semakin menggeliat saat kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya nyaris melewati kamarku sekarang seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak. Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalo terdapat orang. Beberapa detik aku melakukan begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari terdapat orang. “E..eee…maaf Uni, aku kira nggak terdapat orang,” kataku sambil mendekati pintu seolah-olah hendak menutup pintu. Aku tidak berjuang menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan kakak ipar ku Uni terdiam memandangi tubuhku yang polos menghampiri kearahnya.

Dengan tenangnya seolah aku berpakaian menyeluruh kudekati kakak ipar ku Uni dan sekali lagi memohon maaf.

“Maaf ya Uni, aku terbiasa laksana ini. Aku nggak sadar bila ada tamu dirumah ini,” kataku seraya berdiri didepan pintu mau memblokir daun pintu.

Tiba-tiba laksana tersadar kakak ipar ku Uni bergegas meninggalkanku sambil berbicara “i…i…iya , tidak apa-apa…..”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya sekitar tingal dirumahku. Aku lantas memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong kemudian smengetok pintu kamar Uni. “Ada apa Andy,” ujar Uni sesudah membuka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi laksana itu, aku tidak menyiakan kesempatan. “Uni, ampuni Andy ya…aku lupa bila ada tamu dirumah ini,” kataku menyusun obrolan biar nyambung.

“Nggap apa-apa, hanya Uni malu hati, sungguh Uni malu melihat anda telanjang tadi,” balasnya tanpa inginkan menatap aku. “Kenapa musti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Uni kan telah pernah menikah jadi telah biasa menyaksikan yang tegak-tegak laksana itu,” kataku memancing reaksinya.

“Sejujurnya Uni tadi kaget separuh mati melihat anda begitu. Yang Uni malu, tanpa sadar Uni terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Uni telah lama tidak menyaksikan seperti tersebut jadi Uni laksana terpana,” katanya seraya berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan. Aku jadi ngak tega. Kudekati kakak ipar ku Uni dan kuberanikan memegang pundaknua sambil menenangkannya.

“Sudalah nggak usah malu, kan cuma anda berdua yang tau.” Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berbicara apa-apa. Ketika kurasa telah agak tenang kusarankan guna mandi aja.

Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk mendekap saat kakak ipar ku Uni telah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, kakak ipar ku Uni diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos unsur belakang berbarengan dengan ciumanku yang tiba dibibirnya.

“Jangan Ndy…dosa,” katanya sambil mencungkil diri dari pelukanku. Namun pelukanku tidak mau mencungkil tubuh sintal yang sedang didekapnya. Daam usaha kedua kakak ipar ku Uni telah menyerah. Bibirnya tidak dipedulikan kulumat meski masih tanpa perlawanan. Ucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini unsur depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran…putting susu sebelah kiri. Uni menggeliat.

Pilinan jariku di payudaranya menciptakan nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran pun dengan perempuan ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style perempuan baik-baik. Bagusnya, seluruh apa yang kulakukan tidak terdapat penolakan. Seperti dicocok hidungnya kakak ipar ku Uni menurut keterangan dari saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.

Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , kakak ipar ku Uni diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku……..Uni masih diam.

Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku….turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus hingga keujung ibu jari kaki. Aku tidak merasa jijik sebab tubuh kakak ipar ku Uni yang putih bersih sangat membangunkan gairah.

Kukangkangkan kakinya, kakak ipar ku uni masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam merasakan sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru saat kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Uni tiba-tiba berteriak ,” Ahhhhhhhh……..”

Agen BandarQ Online Terpercaya – “Kenapa Uni….Sakit?,” tanyaku. kakak ipar ku Uni melulu menggeleng. Dan kegiatan jilat menjilat vagina tersebut kulanjutkan. Uni menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung..”Andyyyyyyy… mari Andy….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Andy tuntaskan….Uni udah nggak tahan,” katanya.

Aku tidak inginkan berlama-lama. Tanpa tidak sedikit variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan juniorku kelobah surganya yang telah basah kuyup. Dengan sekali sentak seluruh batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin sebab sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, terbit dan masuk. kakak ipar ku Uni semakin menggelinjang.

Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain masa-masa baru lama. Melihat reaksinya pertanda inginkan orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Uni meronta-ronta , unik segala apa yang dapat ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya. Semua itu dilaksanakan dengan lebih tidak sedikit diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh,,,,”lolongan panjangnya menandakan dia menjangkau puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya.

Tiba-tiba aku didikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku. “Jangan keluarin didalam ….aku lagi subur,” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kesenangan yang belum mereda.

Kekagetanku hilang sesudah tau reaksinya. “Baik Uni cantik, Andy keluarin diluar ya,” balasku seraya kembali memasukkan Junior ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena desakan yang lumayan keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini kakak ipar ku Uni agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa tidak sedikit reaksi Uni menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.

Dan sampailah saatnya, saat punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina kakak ipar ku Uni dan kugencet batang juniorku seraya menyemprotkan sperma. Kuhitung terdapat lima kali juniorku meludah. Sekujur tubuh Uni yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas sarat kenikmatan. Kulihat Uni bagkit memungut tisu dan meneyka badan serta mukanya.

“Andy,,,,kamu sudah menyerahkan apa yang belum pernah Uni rasakan,” kata perempuan cantik tersebut sambil rebahan disampingku.

Dengan persetujuan kakak ipar ku Uni, kami menelpon istriku mengabarkan bila batal ke Ancol sebab Uni nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi mengerjakan persetubuhan. Dalam dua sessi berikut paling kelihatan pertumbuhan yang terjadi sama Uni. Kalo permainan kesatu dia tidak sedikit diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat menggunakan kondom biar dapat dengan leluasa menumpahkan sperma ketika punyaku terdapat didalam vaginanya.

“Aku sadar ini dosa, namun aku pun menikmati apa yang belum pernah aku rasakan sekitar bersuami. Suamiku itu ialah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Uni. Sampai Uda meninggal, Uni tidak pernah merasakan kesenangan sexual laksana ini. Sebetulnya Uni masih kepengen nikah lagi namun tidak pernah ketemu orang yang tepat.

Togel4d.bid – Mungkin posisi kakak ipar ku Uni sebagai kepala unsur lah yang membuat tidak sedikit pria menjauh.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *