Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Ngecrot Di Mulut Dan Susu Cewek Idolaku Saat SMU Dulu

Ngecrot Di Mulut Dan Susu Cewek Idolaku Saat SMU Dulu – Saya tergolong anak yang pandai bergaul. Tapi sayang banyak sekali teman saya di kuliahan rata-rata pria. Hal ini disebabkan pacar saya 1 ruang belajar dengan aku. Jadi susah untuk menyaksikan kesana dan kesini. Saya pacaran sama pacar saya (sebut saja namanya Ina) ketika itu nyaris 5 tahun, tapi kini kita udah putus.

“Kami pacaran dari SMU, dan hubungan suami-istri sudah tidak jarang kami lakukan”.

Hingga suatu ketika pada bulan september saya bertemu dengan rekan lama di sma dan satu kuliahan dengan saya. Sebut saja namanya Novi. Saat smu novi tergolong anak yang sangat cantik di sekolah. Suatu kebanggaan untuk kaum lelaki jika sukses berteman lagipula menjadi pacarnya. Tapi melulu orang-orang tertentu saja yang dapat menjadi temannya. Dalam berteman ia tidak jarang kali memilih-milih, lagipula dalam menjadi pacar. Saat tersebut pun aku tidak sukses menjadi temannya.

Wajar andai dia tidak inginkan berteman dengan ku sebab aku melulu cowok biasa yang memiliki tampang biasa juga.

Novi ialah cewek idola disekolah kami. Hampir seluruh anak dari ruang belajar 1-3 mengenal dia. Dia tergolong anak orang kaya dan pintar. Kalau dibilang ukuran tubuhnya nyaris mendekati sempurna diperbanyak dengan adanya tahi lalat di bawah bibir. Bibirnya tipis dan ukuran dadanya juga ditaksir kira-kira 34B. diperbanyak dengan badannya yang ideal dan kulitnya yang kuning bersih.
Kejadian ini terjadi pada mula september, ketika saya bareng dengan Ina berkeinginan makan siang di belakang kampus. Tidak sengaja kami berdua berpapasan dengan Novi. Kami juga senyum duluan dan setelah itu dijawab dengan senyuman dan perkataan oleh Novi. “Masih tahan lama yah dari sma”? katanya. Kami melulu membalas perkataan dia dengan senyuman saja. Melihat body nya yang aduhai menciptakan saya hendak mempunyai dia, namun mana barangkali pikir ku.

Keesokan harinya saya terlambat kuliah dan tidak diijinkan masuk oleh dosen, sebab saya terlambar lebih dari 15 menit. Dengan kesal saya memaki-maki dosen dalam hati, sebab jarak dari lokasi tinggal ke kuliahan lumayan jauh. Tidak sengaja saat turun dari tangga saya menyaksikan Novi sedang duduk di teras sendirian. Saat tersebut saya memberanikan diri guna menyapa dia, mumpung gak terdapat Ina. Saya langsung duduk disebelah Novi dan berkata, “ga terdapat kuliah vi”? tanyaku. Novi langsung membalas “ga terdapat dosen tuh”? “kamu sendirian, mana Ina”? tanya dia. “ga ada, aku sendirian”. Saat tersebut ga sengaja aku ngelihat ke unsur dadanya sebentar. Ya ampun, antara kancing atas dan bawahnya tidak banyak kebuka dan kelihatan format dadanya yang kuning bersih. Saat tersebut aku langsung menyaksikan mukanya lagi seraya jantung ini berdetak lebih keras, dan kamipun melanjutkan percakapan kira-kira 1/2 jam lamanya.

Setelah tersebut saya masuk kuliah jam 09.30. Di dalam ruang belajar saya tidak dapat kosentrasi belajar, benak selalu tertuju pada muka dan dada Novi yang kenyal. Dalam hati ku berfikir, gimana metodenya tuk dapatin Novi dan bodinya. Selama 1 jam aku berfikir terus, dan aku mulai dapat gagasan tuk deketin dia. Setelah tersebut kususun rencana serapi mungkin supaya gak kelihatan kalo semua tersebut sudah aku atur.

Pulang kuliah gak sengaja aku ketemu dengan Novi. Dia sedang menyaksikan papan pengumuman. Aku diam sebentar sebab ku akui aku pun grogi separuh mati. Setelah agak tenang tidak banyak aku mulai mendekati dia. “Hei, lagi ngapain?” tanyaku. “hei, ketemu lagi, lagi liat pemberitahuan nih.” Jawab dia. “eh vi, tau gak jalan pasir pogor dimana?” tanyaku. Sebenarnya aku telah tahu dimana jalan pogor itu. Sengaja aku pilih jalan tersebut karena jalan pasir pogor melalui rumahnya dulu.

“Kalo ga salah di deket Ciwastra deh? Emang mo ngapain kesana?” jawab dia. Wah kena pun nih, pikir ku. “mo ketemu temen aku di sana, Cuma ga tau jalannya kemana. Kalo ga salah rumah anda di wilayah Ciwastra kan?” pancing aku. “iya, emang kenapa?” “Anterin donk kesana, ntar aku anter balik dech ke lokasi tinggal kamu”. “gimana yah, soalnya temenku terdapat yang mo nganterin balik, namun ya udah dech aku ngomong bentar ama temen aku, anda tunggu aja di kopma yah?” jawab dia. Wuihh, rencana ku sukses nih.

Tidak hingga 10 menit Novi mendekat ku yang sedang duduk bareng temenku. “ayo, inginkan balik sekarang?” dengan gesit aku berdiri dan pergi bersamanya. Temanku melulu bengong, sebab tidak menduga aku bakal jalan bersama ama Novi. Kami pergi mengarah ke tempat parkir mobil, sebab aku saat tersebut memakai mobil Feroza.

Di tengah perjalanan kami hanya berkata mengenai masa sma dan tentang ina. Tapi setiap percakapan mengarah pada Ina, aku tidak jarang kali bilang kalo aku telah putus dari Ina. Dan aku bilang ama Novi supaya tidak boleh ungkit-ungkit masalah Ina lagi. Mobil sengaja kuperlambat agar aku bisa bicara lebih lama dengan dia. Dan ketika itu, kancing baju atasnya tersingkap dan dia duduk sambil oleng ke pintu mobil. Sehingga kelihatanlah BH nya yang berwarna hitam. Aduh ma, ucapku. Ngga terasa kontolku telah mengeras. Ku jajaki diam sejenak, karena bila salah tidak banyak sikapku maka gagal pun tuk dapetin bodinya.

Setelah ditunjukin jalan pasir pogor, aku juga mengantarnya balik. Sesampai nya didepan pintu lokasi tinggal yang cukup mewah, ia berbicara sambil tersenyum. “makasih yah, dah mo nganterin. Mo masuk dulu ga ke rumah?” wah peluang nih pikirku. Tapi rencana sih mesti tetap kujalanin. “ga deh vi, makasih. Lain kali aja yah, aku harus ke pasir pogor lagi nih. Oh ya, kelak balik jam berapa? Bareng yuk?” pancing aku. “Besok aku balik jam 9.30, ya udah kalo inginkan nganterin tungguin di papan pengumuman kelak yah?” wah, rencana kesatu aku berhasil nih. Tinggal jalanin rencana ke 2.

Besoknya aku telah stand by di papan pengumuman. Dan tak lama lantas novi datang menghampiriku. “mo nganterin lagi nih, kalo mau kini aja”, tanyanya. “ayo dech kini aja”. Jawabku. Dalam hati ini pun deg-degan banget. Bukan sebab mau jalan ama Novi, tapi fobia ketahuan ama Ina. Wah dapat berabe nih hal kalo ketahuan. Akhirnya kamipun kembali samaan. Di tengah perjalanan kembali kami ngobrol hingga terbahak-bahak. Memang aku pintar untuk menciptakan orang beda ketawa, dan kuakui itulah keunggulan ku dalam menaklukan hati wanita. Ditengah tawa kami akupun mulai bertanya kesenangan dia? Saat tersebut terpikir oleh ku untuk menyuruh dia berenang, sebab dengan berenanglah aku dapat menyaksikan bodinya secara langsung. Memang Novi sekitar di smu tidak pernah 1 kali juga ikut latihan berenang, entah kenapa? “mau kemana lagi ntar berakhir nganterin aku?” “Aku inginkan berenang nih vi, kamu dapat berenang gak?” pancing aku. “gak dapat nih” jawab dia.

“Ya udah, anda mau berenang samaan ga ama aku, ntar aku ajarin dech” jawab aku. “tapi aku gak punya baju renang, soalnya aku gak suka renang sih”! Katanya. “yah anda cari dulu donk, ntar kalo ga terdapat kan lain urusannya lagi, jadi kelak jam 2 senja yah?” tanyaku. “iya deh jam 2 senja jemput aku di lokasi tinggal yah” jawabnya. Sesudah tersebut aku anterin dia balik kerumahnya. Sesudah tersebut aku melulu tertawa kecil dan menggumam, “udah kena perangkap aku nih, bermukim rencana ke 3 nih besok. Wah, udah kebayang format dadanya, pahanya dan sentuhan tangannya ketika aku ajarin dia berenang besok, terlebih tangannya di tumbuhin bulu-bulu halus”.

Besoknya kamipun pergi berenang samaan ke pemandian Cipaku. Saat ganti baju aku telah membayangkan format dadanya, pahanya yang putih dan lain-lainlah benak ku ketika itu. Saat ketemu hati ku langsung berdetak lebih kencang, sebab Novi yang terdapat di depanku kini sedang menggunakan baju renang. Dan dadanya mulai kelihatan tidak banyak menyembul diperbanyak dengan pahanya yang estetis banget. Suerr, kontolku saat tersebut langsung tegang terlebih dia menggandeng tanganku mengarah ke tempat penyimpanan tas di samping empang renang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *