Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Pengalaman Sex Dengan Cewek SMU Yang Liar Saat Berlibur Di Lombok

Cewek SMU Yang Liar Saat Berlibur Di Lombok – Cerita mesum kali ini ialah pengalaman sex saya dengan ABG yang masih SMU mempunyai nama Linda. Setelah saya mengirimkan kisah saya tersebut, saya mendapat email dari Linda yang katanya tertarik dengan empiris sex saya dan kebetulan dia berada di Lombok dalam rangka liburan bareng keluarganya.

Kami janjian lewat email bertemu pada bulan Oktober di suatu rental internet. Tentu saja pembaca, saya yang menilai tempatnya di rental internet tersebut, sebab hari tersebut saya masih mesti membalas sejumlah email yang hendak berkenalan denganku dan menggali tahu mengenai pariwisata di Lombok.

Pada hari Kamis, saya telah stand by di rental tersebut, berdebar-debar pun rasanya saya menantikan Linda, laksana apa rupanya ya. “Selamat pagi, Om namanya Andi khan?” “Ya, betul.. Ini Linda ya!” tanya saya pulang padanya. Di hadapan saya sekarang ialah seorang cewek ABG yang cantik.

Saya perkirakan umurnya baru 16 tahun, tinggi 160 cm, berat 47 kg dan berkulit putih mulus khas cina dengan rambut lurus sebahu, menggunakan baju hem ketat warna krem, celana jins hitam tiga perempat yang pas. Duduk di samping saya terlihat mengintip CD-nya yang berwarna putih. Kontol saya langsung tegak laksana Monas menyaksikan cewek cantik ini. “Gimana khabarnya?” tanyaku membuka pembicaraan sambil mempersilakannya duduk.

“Baik Om, senang rasanya liburan ke Lombok” “Oh ya? Udah kemana aja Linda?” “Ke pantai Senggigi, terus Suranadi dan lokasi gerabah itu” “Terus Linda kini sama siapa?” “Sama Papa, Mama dan sepupu, Linda bermukim di sebuah Hotel”

“Wah, asyik dong..” “So pasti, namun lebih asyik kalo diantar sama tour guide laksana Om” “Itu sich mudah Lin, yang urgen ada komisinya lho” canda saya. “Tenang Om, dipastikan nggak nyesel dech nganterin Linda” Linda orangnya supel dengan senyumnya yang manis serupa artis mandarin dan wewangian tubuhnya yang paling wangi.

‘Adik’ saya telah nggak dapat diam nich. “Ceritanya Om Andi tuch pribumi khan?” “Tentu saja pribumi lho, dari empiris sex pribadi” “Enak dong”“Enak apanya Lin?” pancing saya mulai memepetkan lokasi duduk. Ini baru peluang namanya.

Asik khan pembaca, dapat berduaan sama abg yang pasti saja masih seger-segernya.. “Gituannya lho..” jawabnya tersipu malu. “Emangnya Linda pernah gituan sama pacar?” “Ya.. Hampir pernah” “Hampir pernah gimana, nggak usah malu dech, ceritain dong”

“Siapa tahu Om dapat bantu” ujarku seraya tangan kiri saya merangkul pundaknya. Wah, Linda tampaknya nggak marah nich saya pegang pundaknya, berarti terdapat lampu hijau dong. “Janji ya Om, nggak bilang siapa-siapa” “Janji dech” saya mengindikasikan tanda victory padanya.

“Gini Om, Tony pacar saya tersebut kalo udah nafsu cepat keluarnya, sebenarnya Linda belum apa-apa” “Maksudnya..” tanyaku pura-pura blo’on sebenarnya tahu maksudnya. “Iya, pas kontolnya Tony nempel di anunya Linda, udah terbit duluan” “Oh gitu, tersebut istilah kedokterannya ejakulasi dini” “Terus ngatasinya gimana dong Om”

“Ya, Linda mesti dapat foreplay dulu, maksudnya pemanasan gitu” “Ya udah Om, namun Tony maunya terburu-buru end lagian mainnya kasar sich” “Linda inginkan Om bantuin?” tanya saya yang telah tidak lagi menyaksikan isi layar monitor semenjak tadi. “Maksud Om..?” “Ya.. Gimana metodenya foreplay”

“Hus.. Om ini ngaco, Linda khan pacarnya orang” “Bukannya ngaco, Linda ya tetap pacarnya Tony, Om khan cuma menyerahkan petunjuk” jawab saya betul-betul membujuknya supaya mau foreplay, berakhir potongan tubuhnya itu, alamak montok abis, barangkali rajin fitnes ya atau aerobic.

“Tapi.. Ada orang lho di sini Om, Linda khan malu” “Nggak terdapat orang di sini kok, sini Om pangku” rayuku sambil unik pinggangnya guna duduk di pangkuan saya menghadap monitor komputer. “Om.. Jangan..” celetuknya ragu dan canggung.

“Udah.. Atasnya doang kok, gimana?” tanya saya seraya membuka dua kancing atas hemnya sampai kelihatan BH merahnya, tangan kanan saya langsung masuk meremas payudaranya. “Ja.. Ngan.. Om.. Geli..” “Gimana rasanya empiris sex ini Lin..” “En.. Ak.. Sst.. Mmh” Linda kelihatannya telah agak terangsang dengan permainan tangan saya, diperbanyak lagi ciuman saya yang tiba secara tiba-tiba pada lehernya.

Tangan kiri saya pun mulai aktif meremas payudaranya yang sebelah. Ciuman pada lehernya saya ubah jadi menjilat, jadi kedua tangan meremas dan kadang-kadang memelintir kedua putingnya tersebut yang kian lama kian mengeras. “Mmh.. Mmh..” gumam Linda.

Beberapa menit kemudian.. “Udah.. Om.. Sst.. Udah..” tahan Linda sambil mencungkil saya dan membereskan bajunya. “Ada apa Lin, misal foreplay belum abis lho” goda saya tersenyum. “Mmh.. Iya sich Om, cuman nggak leluasa di sini” “Maunya Linda dimana?”

“Tempat yang sepi orangnya gitu” Saya lihat lokasi rental internet tersebut sudah mulai ramai kedatangan pengunjung, barangkali Linda agak terganggu pun konsentrasinya. “Gimana kalo di hotel aja Lin, di sana lebih tenang” usulku. “Iya dech.. Tapi tidak boleh di Senggigi ya Om”, jawabnya seraya tangannya mengandeng saya mesra.

“Oke, nanti OM cariin yang agak jauh dari Senggigi” Dan kami juga check in di di antara hotel yang agak jauh dari Senggigi, sebab saya tahu Linda tidak inginkan ketahuan keluarganya, katanya dia bilang sama keluarganya inginkan ke rental internet sekitar 3 jam. Karena tersebut kami pergunakan empiris sex ini sebaik-baiknya.

“Wah, di sini baru tenang nich” kata Linda sambil menyimak hotel yang cukup tenang sebab tempatnya agak jauh dari Senggigi dan kota. “Nah, kini gimana? Mau nerusin empiris sex foreplay?” “Mmh.. Gimana ya” Linda agak ragu kelihatannya.

Wah, anak ini mesti dipicu lagi agar mau foreplay, soalnya si ‘buyung’ telah tegak laksana pentungan pak satpam. Kemudian saya membuka kaos atas saya dan celana panjang jins sampai tinggal CD, sengaja saya membuka baju menghadap ke Linda. “Wow.. Apaan tuch Om, kok kembung” kata Linda seraya menunjuk ke kontol saya.

“Linda inginkan lihat punya Om ya” Kutanggalkan seluruh celana dalam saya sampai saya bugil dan kelihatan kontol yang tegak itu. “Wow.. Kontol Om bengkok dikit ya..” tercengang Linda melihat format kontol saya. “Ini baru pribumi lho Lin, tanpa pembesaran” ujarku seraya mendekatinya.

Bandarmurni.com – Kemudian tangan saya aktif membuka hem kremnya dan celana jins hitam tiga perempatnya. Sekarang terlihat jelas BH merahnya dan CD putihnya yang cantik, pemandangan yang indah. Saya gendong Linda dan menaruhnya dengan lembut di sofa itu, lantas saya menghirup dan menjilat bibirnya serta tangan saya meremas payudara dan menanggalkan pengait BH-nya. “Om.. isep.. sst.. susu.. nya.. Linda..” rengeknya meminta saya menghentikan ciuman dan berpindah ke payudaranya, ciuman dan hisapan saya giatkan, lantas puting tersebut saya gigit perlahan.

“Terr.. us.. Om.. sst.. sst..” rintihnya sambil mengalihkan kepala saya pada payudaranya. Tangan kiriku mengelus payudara sebelah kiri dan tangan kanan saya masuk dalam CD-nya dan mengusap-usap vaginanya yang ditumbuhi bulu halus, lantas saya masukkan jari keluar-masuk dengan lancar.

“Ouh.. Mmh.. Enak.. Om.. Nah.. Gitu..” Saya turun lagi menghirup perutnya yang putih bersih, turun lagi menghirup CD-nya yang mulai basah. “Buka.. Aja.. Om.. Cepet.. Sst” celotehnya yang telah bernafsu sekali seraya membuka CD-nya. Sekarang tampak jelas sekali vaginanya yang masih kencang dan saya jilat dengan pelan dan semakin ke dalam lidah saya menari-nari.

“Sst.. Terr.. Us.. Om.. Mmh..” rintihnya tak karuan sambil mengapit kepala saya. Beberapa menit saya permainkan vaginanya dan paha unsur dalam Linda yang sudah paling basah sekali. “Om.. Mmhmm.. Ganti.. Om.. Sstss” “Gantian gimana Lin..” goda saya seraya telentang.

“Gantian Linda isep kontolnya Om, tapi tidak boleh keluar dulu ya” “Beres, nanti Om gunakan kondom kok” “Mmh..” Linda tidak menjawab, soalnya telah mulai menghisap kontol saya, kesatu-tama hanya masuk separuh tapi lama-kelamaan masuklah seluruh kontol saya. “Terr.. Us.. Lin.. Jilat..” perintah saya seraya memegang kepalanya dan mendorong pelan agar kontol saya masuk seluruh ke mulutnya.

Beberapa menit kami mengerjakan oral sex, Linda ternyata merasakan pengalaman sex itu. “U.. Dah.. Lin.. Om.. Nggak tahan.. Nich” “Iya Om, Linda pun pengin ngerasain senggama gaya kuda ama kontolnya Om yang bengkok tersebut hi.. hi..” celotehnya tertawa sambil memungut posisi menungging.

“Sabar ya Lin, Om pasang kondom dulu” Kemudian sesudah saya pasang kondom, saya masukkan ke vaginanya, tenyata meleset. “Aduh.. Om.. Pelan.. Dong” rintihnya kesakitan. Memang vagina Linda masih sempit sepertinya dan posisi itu agak sulit sich. “Lin bantu bantuin pegangin kontol Om”

“Sini Linda bantuin masukin namun pelan ya” Linda lantas memegang kontol saya dan menunjukkan ke vaginanya dan saya dorong pelan, pelan tapi tentu dan bless.. masuk seluruhnya dengan desakan saya yang terakhir agak keras. “Aduh Om sakit” “Nggak apa-apa kok Lin, udah masuk kok” “Sst.. Om.. Gini rasanya ya.. Sst..” “Gi.. Mana.. Lin..”

“E.. Nak.. Sst.. Agak cepetan Om.. Sst” “Nahh.. Sst.. Gitu..” Genjotan demi genjotan saya giatkan seraya tangan kiri memegang perutnya dan tangan kanan memegang payudaranya. Plok.. Plok.. Plok.. Demikian kira-kira bunyinya. Kira-kira sejumlah menit saya ngentot dengan Linda dengan posisi doggy style. Dan semakin lama semakin cepat.

“Ce.. Pat.. Sst.. Sst.. Om.. Aah.. Linda mau terbit nich” rintihnya tertahan. “Sa.. ma.. an.. Lin.. keluarnya.. sst.. yess..” jawab saya seraya mempercepat sodokan kontol saya. “Sst.. Lin.. Da.. Sst.. Kel.. Uar.. Om.. Argh..” jerit Linda. Tiba-tiba tubuh Linda mengejang dan saya juga juga, kesudahannya crot.. crot.. crot.. Keluar cairan putih dalam kondom saya, bersamaan dengan muncratnya cairan di vagina Linda. Tubuh kami juga lemas merasakan sensasi yang spektakuler itu.

“Trim’s ya Lin, rasanya gimana?” tanya saya seraya mengecup pipinya. “Enak sekali Om, baru kali ini Linda puas” “Gimana ML ama Om Andi Lin?” tanya saya sambil menghirup pipinya. “Puas rasanya ke Lombok, bisa plusnya lagi” katanya seraya ke kamar mandi dan sejumlah menit sehabis mandi lantas Linda sudah membereskan bajunya.

“Sampe kelak ya, sehari lagi Linda kembali lho” “Okey, kapan mengerjakan pengalaman sex ini?” “Terserah Om dech, tapi tidak boleh terlalu malam ya, nanti Papa curiga lho” “Gimana kalo jam 19.20 Om jemput?” “Okey dech, laksana biasa ya” Maksudnya laksana biasa merupakan, Linda kujemput gunakan mobil sewaan di Senggigi, namun agak jauhan. Karena andai ketahuan bapaknya khan dapat berabe.

Pukul 19.30 Linda telah berada dalam mobil bareng saya, dengan menggunakan rok jins span warna biru dipadu dengan kaos ketat warna putih selaras dengan warna kulitnya. Aduh mak, kian cantik aja nich ABG, pikirku. “Kita kemana Om?” “Bandara Selaparang” “Ngapain ke sana?” tanyanya heran. “Udah nggak usah tidak sedikit tanya, nanti pun tahu” “Linda ama Papa hanya dikasih ijin satu jam lho Om”

“Maka itu, Om inginkan kasih hadiah bikin Linda” “Wah, terima kasih Om” jawabnya sambil menghirup pipi saya mesra. Saya pilih bandara itu supaya bisa romantis dan dapat lebih pribadi, tahu khan pembaca maksud saya, he.. he.. he… Setelah hingga di bandara, saya parkir mobil di lokasi yang agak sepi, kebetulan pun kacanya hitam pekat.

Saya ajak Linda pindah ke lokasi duduk belakang mobil Kijang itu supaya lebih leluasa bila mepet-mepetan. “Mana hadiahnya Om?” tanya Linda tidak sabaran, sebab tidak tahu apa hadiahnya. “Om cuma inginkan kasih hadiah laksana kemaren” selidik saya menantikan tanggapannya.

“Maksud Om?” “Iya, laksana yang Om ajarkan kemarin, nah tersebut hadiahnya, namun Linda inginkan nggak?” “Idih, si Om maunya..” jawab Linda seraya tersipu. Untuk saya tersebut sudah lumayan adalahtanda setuju dari Linda sampai tanpa menantikan jawaban dari Linda, saya langsung menghirup bibirnya dan tangan saya sudah tiba pada pahanya.

Saya elus-elus pahanya yang putih dan masih terbalut oleh jins biru yang paling seksi sampai memperlihatkan lekuk-lekuk bodinya. Linda pun kelihatannya hendak menghabiskan malam terakhirnya bareng saya. dengan tergesa-gesa membuka celana saya hingga separuh dan melahap kontol saya yang telah kencang dari tadi.

“Teru.. Ss.. Lin..” perintah saya seraya membuka kaos dan BH putihnya yang berenda itu. “Mmh.. Mmbmnb..” celotehnya tidak jelas sebab mulutnya sarat dengan kontol saya yang maju mundur dihisapnya dengan irama yang cepat.

“Ud.. Ahh.. Lin.. Om.. Mau.. Kel.. Uar.. Arghh..” Tiba-tiba Linda mencungkil kulumannya, dan berganti posisi dengan saya yang berjongkok dan Linda yang duduk seraya membuka rok spannya. Pemandangan yang sangat estetis pembaca, Linda menggunakan CD kuning yang bergambar hati atau cinta.

“Ayo Om, tidak boleh diliatin aja” “Ya..” jawab saya sambil menghirup vaginanya yang masih terbungkus CD kuningnya, jilatan demi jilatan membuatnya geli sampai pinggulnya ke kiri ke kanan tak beraturan. “Uda.. Hh.. Om.. Buka aja.. Sst.. mmh..” katanya mengajak saya membuka celana dalamnya.

Dengan ditolong Linda, saya membuka celana dalam beserta rok spannya sampai ia bermukim mengenakan BH saja. Vaginanya yang di tumbuhi bulu halus tersebut mengeluarkan wewangian harum khas wanita, sejumlah saat saya cium dan jilat pada unsur dalam vaginanya. “Sst.. Arggh.. En.. Akk.. Om.. Nah gitu.. Sst” “Jil.. At.. Om.. Bagian yang itu.. Ya.. Sst..” pintanya pada saya yang membuatnya paling terangsang.

Sambil menjilat semua bagian vaginanya, tangan kanan saya masuk ke dalam BH-nya dan meremas payudaranya dengan lembut dan kadang-kadang memelintir putingnya yang telah keras sekali. “Ayo.. Om.. Sst.. Linda.. Nggak.. tahan.. Nih..” rintihnya memohon pada saya. Saya sudah memahami maksudnya, Linda sudah paling terangsang sekali hendak melepaskan hasratnya dengan segera.

Kemudian saya berganti posisi dengan Linda saya pangku berhadapan dengan saya seraya membuka penutup payudaranya itu. Maka kami berdua telah bugil di dalam mobil itu, untung saja suasana bandara waktu tersebut belum terlampau ramai sebab kedatangan pesawat masih lama. “Pel.. Lan ya Om” kata Linda seraya menggesek-gesekkan bibir vaginanya sebagai pemanasan dulu.

“Gimana Lin..?” “Udah Om, kini aja” ajak Linda seraya memegang kontolku mengarahkannya pada lubang kemaluannya. saya pun sambil menyodoknya pelan, lantas pada kesudahannya bless.. masuklah seluruh kontol saya. “Arg.. Sst.. Mmh..” rintih Linda sebab masuknya kontol saya yang lantas maju mundur dengan lembut.

MitoQQ.com – Kontol saya serasa diremas-remas dalam lubang kemaluan Linda yang masih paling kencang sekali, denyut-denyut yang memunculkan rasa nikmat untuk saya dan tentunya pun Linda yang menggerakkan pinggulnya ke kiri ke kanan meraih kenikmatannya sendiri.

“Om.. Sst.. kemot su.. sunya Linda.. Sst.. Mmh..” “Mmh.. Mmh..” Sambil menyodok vaginanya, saya menjilat, kadang mengulum kedua payudaranya bergantian. Posisi tersebut menimbulkan bunyi yang saya tirukan kira-kira ceplok.. ceplok.. Beradunya kontolku dalam vaginanya disertai rintihan dan jeritan kecil dari Linda menciptakan saya hendak segera memuntahkan lahar putih yang telah dari tadi saya tahan.

“Ce.. Peet.. Sst.. Om.. Linda.. Mau kelu.. Ar.. Sstss.. aahh..” celotehnya meminta saya menyodoknya lebih cepat dan gerakan pinggulnya semakin cepat. “Ya.. Lin.. Ayo..” jawab saya dengan sodokan yang tak kalah cepatnya dengan pinggulnya dan pada kesudahannya muncratlah lahar tersebut secara bersamaan crot.. crot.. crot.. “Argh.. Ahh..” jerit kecil Linda menyertai muncratnya lahar itu. “Ahh..” kami berdua duduk dengan lemas dan puas dalam mobil.

“Trim’s ya Lin” jawab saya sambil menghirup keningnya. “Sama-sama Om” jawab Linda sambil mendekap saya dengan erat. Pengalaman sex malam tersebut kami habiskan dengan santap malam dan sebelum kembali ke hotel, Linda meminta sekali lagi ‘pelajaran’ pada saya di pinggir pantai Senggigi yang berpasir putih dan dalam cahaya bulan yang bercahaya terang namun tidak di dalam mobil.

Sampai-sampai saya kewalahan menuruti sekian banyak pengalaman sex dan macam gaya yang hendak dicobanya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *