Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Tak Kusangka Pembantu Baruku Adalah Langgananku Saat Di Panti Pijit

Tak Kusangka Pembantu Baruku Adalah Langgananku Saat Di Panti Pijat – kisah majikan ngentot dengan pembantu, gadis yang dulu bekerja di panti pijat plus dengan judul “ Tak Kusangka Pembantu Baruku Adalah Langgananku Saat Masih di Panti Pijat ” yang tidak kalah serunya dan dipastikan dapat menambah libido seks, selamat menikmati.

Sebelum menikah, kegemaran saya ialah menjelajah panti pijat. Sudah puluhan PP dan tak terhitung lagi WP yang telah pernah saya rasakan. Tapi memang terdapat satu WP di sekitar terminal bus kota S yang jadi langganan. Di samping murah, menurutku dia lebih tulus dalam melayani. Setelah menikah, saya menyimpulkan untuk menghentikan semua kelaziman itu.

Semua no telp WP saya hapus dari kenangan HP. Nomor HP pun ganti. Saya sangat menyukai istri saya. Apalagi dia ialah wanita pujaan saya semenjak SMP. Lama saya incar baru dapat ditaklukkan sesudah saya berumur 27 tahun dan dia telah menjadi janda. Reni, nama istriku, belum punya anak. Suaminya meninggal sebab kecelakaan pesawat. Begitu mendengar Reni menjada, saya langsung mendekat.

Setahun lebih pendekatan, kesudahannya Reni luluh. Hanya sebulan pacaran langsung saya ajak menikah. Saya berjanji pada diri sendiri tidak bakal lagi ke PP atau bahkan lokalisasi. Stop semua. Tobat. Saya tidak masalah dia janda. Toh dia perempuan yang saya cintai semenjak lama dan saya telah tidak perjaka. Sudah puluhan meki saya rasakan. Setahun kesatu menikah saya menjalani hari-hari yang sarat kebahagiaan. Reni paling bergairah di ranjang. Wajah dan tubuhnya sempurna bagiku. Tinggi 160 cm, berat 50 kg, rambut sebahu, berjilbab, dan dada 34 B. Hampir tiap hari kami mengerjakan hubungan suami istri (tentu kecuali ketika menstruasi).

Rasanya tak pernah bosan. Oh ya, aku dan Reni sama-sama kerja. Aku kerja di perusahaan percetakan surat kabar. Sebagai manajer percetakan, saya bekerja sore sampai malam. Berangkat jam 17.00 dan pulang sangat cepat jam 01.00 dini hari. Biasanya saya dan Reni mengerjakan pertempuran pada subuh. Atau bila dia kembali kantor lebih cepat. Reni kerja di perusahaan periklanan. Biasanya dia kembali jam 16.00 dan sering kembali lebih awal.

Setahun menikah, Reni mengeluh takut bila malam sendirian. Di pun capek mengurus lokasi tinggal sendirian. Karena tersebut dia mohon izin untuk menggali pembantu lokasi tinggal tangga. Karena kasihan dan tak tega menyaksikan istri tercinta, aku langsung setuju. ”Aku mohon tolong tante Yayuk guna mencarikan,” katanya. Tante Yayuk ialah adik dari ibunda Reni. Dia bermukim di Jombang dan menjadi langganan saudara-saudara untuk mohon dicarikan pembantu.

Seminggu sesudah itu, Tante Yayuk menelepon istriku. Katanya telah dapat pembantu. Reni juga langsung semringah. ”Pembantunya telah ada, kelak datang,” kata Reni.

Hari yang dinanti tiba. Saat tersebut hari Minggu. Reni telah di teras menanti kedatangan penolong baru kami. Aku mengerjakan rutinitas bersepeda masing-masing minggu dengan bapak-bapak di kompleks. Saat bersepeda, Reni telp. ”Mas, pembantunya telah datang. Namanya Yenny. Anaknya bersih kok. Manis juga,” kata Reni. Aku tak begitu peduli dan menanggapi dengan biasa saja dan meneruskan bersepeda.

Poker Online Terpercaya – Saat mendarat di rumah, aku langsung mandi dan lantas istirahat di kamar. Tak sempat kenalan dengan penolong baru. Hanya sejam aku tidur, Reni telah menggangguku mohon jatah. Kami juga bertempur hingga dua ronde. HAbis tersebut tidur lagi sebab kecapekan.

Jam 13.00 Reni membangkitkan aku untuk santap siang. Setelah duhur, aku mengarah ke meja makan. Baru nasi putih yang tersaji. ”Lauknya masih di dapur. Bentar ya,” kata Reni kemudian beranjak ke dapur. Aku menantikan di meja santap sambil baca koran. ”Ini teh hangatnya Pak.” Tiba-tiba terdapat suara perempuan, bukan istriku. Aku yakin tersebut pasti penolong baruku. ”Oh ya,” kataku seraya terus menyimak koran. Aku tidak menyaksikan wajahnya. Dan dia tentu tidak menyaksikan wajahku sebab terhalang koran. Begitu pun saat dia membawakan lauk ke meja makan, aku pun tak melihat. Baru sesudah istriku menyuruh makan, koran kulipat dan kami juga makan.

Setelah makan, Reni ke dapur guna membuatkan jus wortel kesukaanku. Selesai menciptakan jus wortel, Reni mendapaat telepon dari temannya. ”Yen, bantu jus-nya antar ke bapak. Aku terima telepon dulu,” kata Reni seraya berjalan ke kamar. Mungkin pembicaraannya agak privat. Aku telah pindah duduk di depan TV. Kemudian tahapan ringan wanita mendekat. ”Ini jusnya Pak.” Aku menoleh ke arah suara itu.

Duerrr mataku langsung terbelalak. Yenny pun tak kalah kaget. Jus di tangannya hingga tumpah sebagian. Aku kenal betul dengan pembantuku ini. Dulu dia primadona di PP dekat terminal. Langgananku sewaktu masih membujang. Wajahnya manis, kulit sawo matang. Mungil namun sekel. Bobbs-nya 32B. Ya sekelas Kiky bila di BM. Dulu di PP namanya Rini. Aku cepat menguasai situasi. Aku pegang tangannya dan berbisik. ”Lupakan masa kemudian kita. Jaga rahasia ya. Aku telah tobat kok,” kataku seraya memberi kode jari telunjuk di bibir. ”Saya pun sudah tobat,” kata Yenny.

Hari tersebut aku tak konsen lagi nonton TV. Kalut rasanya. Bagaimana barangkali aku punya penolong yang ternyata bekas WP langgananku. Dan konyolnya lagi, dia menggunakan kaus Twin Tower Kuala Lumpur yang dulu aku belikan ketika dia aku ajak jalan-jalan ke Malaysia. Akhirnya aku menyimpulkan untuk cepat-cepat ke kantor mendinginkan diri. Aku pamit ke istri dipanggil bos. Aku ingat, tiga tahun kemudian aku bawa Rini alias Yenny ke hotel. Waktu tersebut dia bilang mau kembali kampung. Dia hendak bertobat. Sudah jenuh jadi WP. Waktu mau kembali kampung, dia telepon dan aku transfer duit Rp 5 juta sebagai bekal. Siapa tahu dapat untuk modal usaha.

Senin pagi rutinitas terjadi laksana biasa. Aku mendampingi Reni sarapan. Yenny menyiapkan sarapan. Dia pun berlaku wajar, tidak tampak canggung. Sehingga Reni tidak bakal mengira bila kami pernah kenal. Aku pun bersikap sok jaim kepadanya. Pagi tersebut aku antar Reni ke kantor. Setelah mengantar, aku tak langsung pulang. AKu ragu pulang sebab ada Yenny di rumahku.

Baru jam 12.30 aku kembali ke rumah. Yenny telah menyiapkan santap siang. Aku pun santap siang. Yenny aku ajak santap siang bersama. Sengaja aku lakukan sebab aku hendak ngobrol. ”Kamu gimana ceritanya dapat sampai kerja di sini?” tanyaku. Yenny cerita, setelah kembali ke dusun dia meregistrasi sebagai TKI di Malaysia. Tapi tidak kerasan. Apalagi dia punya anak di Jombang. Kangen sama anak terus.

AgenPkv.net – akhirnya dia pulang. Tapi sebab tabungan menipis, dia mesti kerja lagi. Tp dia bertekad enggan jadi WP lagi. Suatu saat dia ketemu Tante Yayuk yang tak lain ialah tetangganya di desa. Sama Tanta Yayuk ditawari kerja jadi PRT dan Yenny lsg setuju. Perjanjiannya dia dapat pulang sebulan sekali guna menengok anaknya yang sudah ruang belajar 1 SD. Siang tersebut aku buat kesepakatn dengan Yenny untuk mengerjakan hal-hal yang tidak layak dilakukan. ”Kita sama-sama telah tobat. Kita jaga sama-sama ya,” kataku. YEnny mengangguk. Masalah beres pikirku.

Tapi masalahnya, masing-masing pagi sampai senja saya melulu berdua dengan Yenny di rumah. Ibarat batu bila terus ditetesi air bakal tergerus juga. Dan sebab sebelumnya telah akrab, kami juga ngobrol santai saat tidak terdapat istri di rumah. Lama-lama hasrat lama tumbuh. Apalagi belakangan Yenny sering melulu memakai celana pendek dan kaus u can see longgar bila lagi kerja.

Tapi bila ada istriku, dia menggunakan baju panjang. Sepertinya dia sengaja menggodaku. PErnah aku peringatkan. Tapi melulu bertahan dua hari, kelaziman memakai pakaian minim diulangi lagi. Malah sekarang dia tidak menggunakan pakaian dalam. Itu dapat kau pastikan sebab u can see nya longgar jadi dari samping kadang-kdang tampak buah dadanya. Putingnya pun terlihat menonjol. Trus di celananya tidak tampak ada garus CD. Dugaanku dia tak gunakan CD atau mungkin melulu pakai G string.

Tiap hari aku jadi menyimak Yenny. Kadang samai adik gw tegang. Kalau telah gitu aku ke kamar untuk melemparkan hajat secara self service.

Suatu hari, aku lihat Yenny mengepel lantai. Aku langsung horny dan masuk kamar. Kubukan seluruh bajuku dan aku sibuk mengocok rudal kesayanganku menginginkan Yenny. Lagi enak-enaknya, tiba-tiba pintu kamar terbuka. opps aku tak sempat mengunci pintu. Yenny telah berdiri di depan pintu. ”Ngapain gunakan onani segala, wong terdapat sasaran nganggurm” kata Yenny seraya tertawa genit.

”Kita kan telah janji gak bakal ada hubungan,” kataku. Yenny menghampiriku dan mendorong tubuhku yang bugil ke lokasi tidur. Dia juga langsung melucuti pakainnya sendiri. Benar dugaanku. Dia tidak menggunakan pakain dalam. ”Sudah kupakan janji gombal itu. Ayo puasin aku,” kata Yenny. Dia langsung menghirup bibirku. ”Yen yen katanya tobat,” aku mengupayakan mengingatkan. ”Gimana inginkan tobat bila tiap subuh dengar erangan anda sama istrimu. Aku dah lama gak ngentt tahu,” kata Yenny.

Sambil menghirup bibirku dan leherku, tangan kanan Yenny sudah membelai rudalku. Lalu perlahan bibirnya turun ke bawah. Lidahnya memutar di perut dan terus turun hingga ke pens. ”Hmmm masih laksana yang dulu. Lurus tegak, berotot dan keras. Siapa yang dapat melupakan rudal kayak gini,” kata Yenny. Dia juga mengulum perlahan, dia nikmati betul laksana anak kecil merasakan es krim. Aku telah lupa dengan janji-janjiku guna meninggalkan dunia perlendiran. ”Ah aku kan dulu janji gak ke PP atau lokalisasi lagi. Kalau di lokasi tinggal kan gpp,” kataku dalam hati.

Puas di BJ Yenny, ganti aku yang menjilati mekinya. ”Tahu gak yang (dia mulai memanggiku dengan sayang seperti ketika di PP dulu). Aku terakhir ngentt ya sama anda di hotel itu,” kata Yenny. ”Massa sih?” kataku gak percaya. ”Demi Allah. Habis tersebut aku benar-benar berhenti,” katanya. 10 menit aku jilmek Yenny kelonjotan. Aku telah hapal betul letak G-spot Yenny. Diapun merasakan orgasme.

Pertempuran dilanjutkan dengan WOT. Pelan-pelan dia jongkok, tangan kannnya memegang kontl ku guna dimasukkan ke mekinya. Blessss pantatnya turun hingga konol ku amblas. Lalu dia mengerjakan gerakannaik turun. Tangannaya kebelakang bertumpu pada pahaku. Sementara tanganku sibuk meremas tokednya. Kadang dia membungkuk. Dalam posisi WOT kami berciuman. Kalau dia capek menggenjot, gantian aku yang menggenjot dari bawah. ”’Ohhhhh augghhhh enak banget Yang….aku kangen kamu,” kata Yenny. ”Meki kamu pun enak Yen. Masih nyedot kayak vacum cleaner,” kataku.

Posisi berbalik. Tetap WOT namun dia membelakangiku. Ini posisi kesayangan Yenny. Dengan posisi ini dia tidak jarang kali orgasme. Katanya gunakan gaya itu dapat pas di G-spotnya. Hanya lima menit di posisi itu, Yenny telah O. ”’Ahhhhh yesss aku keluaarrrrrr,” teriak Yenny. Dia langsung bangkit dan mengulum kontl ku. Tak lama kau pun keluar croot-crotttt. ”Wah masih banyak, tadi pagi kan anda main sama istrimu,” kata Yenny.

Setengah jam istirahat, kami melanjutkan ronde kedua. Kali ini menggunakan gaya doggy style kesukaanku dan diakhir dengan missionary. Habis tersebut kami tidur berdekapan di ranjang yang sekitar ini menjadi medan pertempuranku dengan istri. ”Makasih ya Yang…aku puas banget,” kata Yenny.

Setelah itu, ngeseks bareng Yenny, pembantuku menjadi rutinitas masing-masing hari. Tp kami tak melakukannya di kamarku lagi. Takut kualat. Kami mengerjakan di kamar Yenny atau di ruang TV, ruang tamu. Kamar ta tamu, dapur, kamar mandi, atau di halaman belakang lokasi tinggal di atas rumput beralas tikar.

Istriku tak pernah curiga. Sebab bila ada istriku, Yenny bersikap paling wajar. Dia pun hormat untuk istriku. Pekerjaannya pun selalu beres. Tentu sebab aku pun membantu mengepel atau mencuci rumah. Bahkan istriku begitu sayang kepadanya. Oleh istriku Yenny pun sering disuruh pergi melakukan pembelian barang dan dibelikan pakaian. Kalau pergi keluar, Yenny pun memakai kerudung laksana istriku.

Togel4D.bid – Sudah tiga tahun Yenny kerja di rumahku. Semua aman-aman saja. Kehidupan seks dengan istriku pun tetap berlangsung lancar. Sampai istriku hamil dan mencetuskan anak kesatu kami. Yenny yang mengawal dan mengasuh anakku dengan sarat kasih sayang ketika Reni kerja. Tapi aku dan Yenny enggan bersetubuh di sekitar my baby. Rasanya laksana punya dua istri yang akur.

Oh ya, Reni pernah hendak punya baby sitter, namun aku tolak. Aku bilang Yenny sudah dapat menghandle semua.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *