Situs BandarQ Terpercaya
DAFTAR DI SINI www.BANDARPKV.com 1 ID Play 8 Games | Minimal Setor dan Tarik dana Rp.20.000 Bonus Referral 20% dan Bonus Turn Over 0.5%

Tidak Tahan Menahan Nafsu Ketika Tidur Berdua Dengan Tante

Tidak Tahan Menahan Nafsu Ketika Tidur Berdua Dengan Tante – Namaku Didi usiaku baru memasuki 17 tahun dan aku sebentar lagi bakal duduk dibangku kuLucyh,aku akan mengisahkan pengalamanku saat kehilangan keperjakaanku masa-masa masih duduk dibangku SMA ruang belajar 2.

Wajahku biasa-biasa aja nggak terdapat yang istimewa,namun aku memiliki keunggulan mungkin agak luar biasa dikomparasikan dengan orang banyak sekali yaitu memiliki kontol yang cukup besar lebih tidak cukup 16 cm dengan diameter 4,5 cm. Padahal waktu istirahat adek kecil ku tersebut Cuma 4 cm.

Cerita sex ini bermula dari adanya hajatan dirumah nenekku yang dari ibu,kebetulan adik ibuku menikah. Semua family dari ibu bermalam dirumah nenek mulai dua hari sebelum pesta dilangsungkan.

Rumah nenekku tidak terlampau besar sementara keluarga dari ibuku seluruh berjumlah 14 orang beserta anak-anaknya yang ikut kerumah nenekku,semua datang sekeluarga melulu tanteku yang mempunyai nama Tante Lucy datang sendiri sebab suaminya sedang tugas terbit kota dan belum memiliki anak. Tante Lucy usianya selama 36 tahun wajahnya cantik dan tubuhnya tidak banyak gemuk tetapi padat terawat maklum orang kaya.

Karena dirumah udah penuh,maka tante inginkan menginap di losmen dekat lokasi tinggal nenekku,aku mengantarnya naik motor,kemudian tanteku memilih kamar VIP yang full AC,malam tersebut aku kembali dan bermalam dirumah nenekku. Pagi harinya aku diajak mengantarkan makanan ke tante,aku pergi mengantar seorang diri dan kebetulan tante Lucy baru bangun dari tidurnya.

“Masuk Didi”,,katanya seraya membukakan pintu kamar nya.

“Baik tante”,jawabku seraya masuk dan menempatkan makanan diatas meja dalam kamarnya.

“Tante terlambat bangun nih… berakhir semaleman tante ngak dapat tidur,,kayaknya losmen ini serem deh Didi,jadi tante agak fobia jadinya”,dia bercerita.

“Eh,,tunggu dulu ya… tante inginkan mandi dulu trus inginkan bonceng sama Didi ke Rumah Ibu,tante males inginkan naik becak”,sambungnya.

“baik tante”,jawabku.

Tante masuk kekamar mandi sementara aku duduk di kursi yang terdapat di dalam kamar losmennya. Suara air menyiram badannya kudengar,dan tiba-tiba benak kotorku berjalan saat kulihat lobang kunci kamar mandinya.

Aku berlangsung pelan-pelan mengarah ke kamar mandinya terus aku mengintip kedalam,kulihat tanteku lagi menyabuni semua tubuhnya dan aku terpana menyaksikan tubuhya yang mulus dengan buah dada yang besar dan kulihat lagi bulu vaginanya yang rapi,mungkin tante Lucy rajin mengasuh dan memotong bulu vaginanya,aku menelan ludah dan otomatis kontolku langsung menegang.

Agak lama aku mengintip tante mandi seraya nafasku ngos-ngosan ngak tahu mengapa sampai kesudahannya tante Lucy berlalu aku cepat-cepat duduk pulang dikursi seraya pura pura SMS. Seolah-olah ngak terjadi apa-apa.

“Hayo SMS sama pacarnya ya ?”,,tiba-tiba tersiar suara tante Lucy didepan ku

“eh enggak tante…masih belum punya pacar,,“jawabku gugup,maklum orang melakukan salah tentu pikirannya kalut

“Didi… anda keluar dulu ya,,tante inginkan ganti baju trus anda berangkat,,biar tante mau santap dirumah ibu aja”,,kata tanteku.

Aku terbit dari kamarnya dan menantikan diruang loby hingga akhirnya tanteku datang dan kami berdua berangkat kerumah nenek. Malam harinya selama jam 9 malam tante Lucy minta dikirimkan ke losmen lagi,,dan tante Lucy kisah sama ibuku bahwa tante agak ketakutan istirahat sendiri di losmen.

Dia meminta aku guna menemaninya,,dan ibuku mengizinkannya,,jadilah aku malam tersebut menginap di losmen mendampingi tante Lucy. Berhubung lokasi tidurnya single bed maka aku istirahat dibawah. Tante Lucy tiduran seraya menerima telpon dari mas Agus suaminya,,dari omongannya tante kisah lagi ditemani aku sebab takut suasana losmen yang angker ini menurutnya.

Sekitar jam 11 malam aku bangun pingin pipis berakhir hawa AC menciptakan ku inginkan pipis,aku pergi kekamar mandi dan mulai pipis,,serr,,lega rasanya. Setelah aku membasuk kontolku mataku tertuju pada celana dalam berwarna crem yang terdapat digantungan di kamar mandi.

Iseng aku memegangnya dan kuperiksa celana dalam itu,lalu sebab penasaran kucium celana dalam tersebut pas dibagian yang menutupi lobang vaginanya,kuhirup aromanya dan serr,,darahku mengalir deras dan detak jantungku deg-deggan langsung aja aku horny ketika itu, kuulang ulang menghirup CD tersebut dan aku tambah horny saja. Kontolku tegak setegak-tegaknya.

Dalam pikiranku berkata,wah berarti tante Lucy ketika ini istirahat ngak pake CD dan ketika terbit dari kamar mandi mataku otomatis tertuju pada bawah pusar tante yang saat tersebut terlentang dengan dengkuran yang halus,namun tidak bisa kulihat dengan jelas sebab lampu kamar yang redup.

Malam tersebut aku ngak dapat tidur,terbayang tubuh tante yang lagi mandi pun terbayang Cdnya pun terbayang yang lain-lainnya dengan kontolku yang tegak ngak tidur-tidur,,sialan,,umpatku dalam hati. Kulirik jam sudah mengindikasikan pukul 2 dini hari,namun mataku ngak dapat terpejam,,tiba-tiba aku dengar suara:

“Didio… Didi”.

Aku pura-pura ngak mendengar.

“Ran…Didio”,kali ini suaranya agak keras dan kayak orang gemetaran.

“Iya tante Lucy terdapat apa?”,tanyaku seraya pura-pura lemas.

“Tolong Didi tante pinjam selimutnya,ngak tahu nih tante kedinginan”,,balasnya.

Aku bangun dan berlangsung menghampirinya sambil memberikan selimut yang aku jadikan alas”,kamu istirahat diatas aja Didi disamping tante”.

“Iya tante”,jawabku,tetapi dadaku tambah deg-degan,maklum otakku mulai ditumbuhi hal-hal porno.

Sini selimutnya berduain biar anda ngak kedinginan”,katanya,seperti kerbau dicucuk hidungnya aku nurut aja memepetkan badanku kedekat tante,maklum selimutnya kecil jadi guna berdua mesti mepet.

Tante Lucy oleng membelakangiku sedang aku masih terlentang,kudengar nafasnya tertata dengan halus menandakan dia terlelap lagi,aku menghadap tanteku dan tak sengaja kontolku menyentuh pantatnya, terdapat desiran mengherankan didarahku dan rasa hangat dikemaluanku.

aku sengaja menyentuhkan kemaluanku di pantatnya dan rasa hangat tersebut kembali menjalar,semakin kudekatkan dan semakin menempel aku kian merasakan kehangatan itu,aku berhati-hati sekali fobia tante Lucy terbangun aku menyingkapkan daster unsur belakang tante keatas.

oww,,terlihat jelas buah pinggulnya yang kembar paling mulus,maklum belum punya anak,dan diantara dua belah pantatnya aku Lucyt ada suatu gundukan berbulu dengan garis memanjang ditengahnya. Pikiranku kian tak karuan dan kulihat penisku,nampak diujungnya menerbitkan cairan jernih yang lincin langsung kuoleskan keseluruh ujung kepala penisku.

Perlahan aku sentuhkan penisku ke gundukan berbulu kepunyaan tante Lucy,“ohh”,aku mengerang perlahan menikmati sensasi sentuhan penisku pada vagina tante Lucy,kugerakkan tidak banyak pantatku untuk mengurangi vagina tante Lucy,namun aku tidak tahan menyangga sesuatu yang berkeinginan meledak terbit dari dalam penisku dan.

croot,,croot,,croooot,,aku keluar,,kupejamkan mataku guna menikmatinya,kulihat spermaku tidak sedikit tumpah dibulu vagina dan paha bagiaan dalam tante Lucy,karena fobia tante Lucy terbangun maka aku segera tidur,dengan senyum sarat kepuasan.

“Didi,,bangun udah jam 8 pagi”,sayup kudengar terdapat orang membangunkanku,aku segera membuka mata dan menyaksikan tante sudah berlalu mandi. Tante Lucy menggunakan handuk yang dililitkan didadanya seraya tersenyum tante Lucy menghampiriku dan duduk disebelahku:

“Didi tadi malam anda mimpi ya..?”

“Eng”,belum sempat aku membalas tante Lucy meneruskan bicaranya.

“Berarti sekarang anda sudah aqil balig,kamu mesti mandi wajib,tadi pagi di paha dan pantat tante tidak sedikit kena tumpahin sperma kamu”,kata tante Lucy.

“Maaf tante… Didi ngak sengaja”,jawabku spontan sebab terkejut, “mati aku… Duh malunya”,bathinku dalam hati.

“Nah lihat ku… burung anda bangun mulai tadi”,kata tante Lucy seraya matanya menyaksikan kebawah perut ku.

Astagaaaaaa… Rupanya semalam aku tak sempat memasukkan burungku kedalam sangkarnya dan mulai pagi tadi disaksikan sama tante.

“Maaf tante”,kataku dengan malu-malu sambil unik celanaku dan memasukkan batangku kedalam Cdku,tiba- tiba.

“Jangan dimasukkan dulu Didi…! Didi kan telah dewasa sekarang… tetapi Didi belum diketahui Didi tersebut sempurna apa tidak”,kata tante Lucy.

“Sempurna gimana tante..??”,tanyaku seraya menggeruntukan dahiku,untuk yang ini aku memang ngak tahu,bukan pura pura ngak tahu.

“Kadang terdapat orang yang sukanya sesama jenisnya sendiri,trus terdapat yang impoten kesudahannya ditinggal pergi sama istrinya,jadi tante pingin tahu Didi sempurna apa tidak,kamu keluarin lagi deh burungnya!”,perintah tante Lucy,akupun spontan menerbitkan lagi penisku dari dalam celanaku yang kebetulan masih kaku.

Kulihat Tante menelan ludah tidak banyak melirik kepenisku,dan tante Lucy berkata,“Didi diam aja ya nanti,didi pejamkan mata aja bila takut sakit,ini Cuma tes aja koq”.

“Baik tante”.

Aku memejamkan mata,dan aku rasakan tante Lucy naik keatas tubuhku tanpa melepas handik yang dipakainya,dan kurasakan penisku tertempel oleh benda berbulu dan basah sampai-sampai aku merasa tidak banyak geli dan terkejut .

“Emm”,aku berguman seraya terpejam.

“Kenapa Didi,,sakit..??”,agak berbisik suara tante Lucy dengan nafas tidak banyak bernafsu.

“Enggak tante…ngak apa-apa”.

HITSBOLA – Ada tidak banyak gerakan yang dilaksanakan tante Lucy sampai-sampai vaginanya mengurangi penisku kearah atas trus kebawah dan tersebut berlangsung sejumlah saat,aku menikmati geli yang spektakuler dan aku menggigit bibir bawahku agar tidak bersuara.

aku membuka tidak banyak mataku hendak melihat wajah tante,ternyata tante Lucy memejamkan matanya pun sambil menggigit bibirnya juga,gesekan antara vagina tante Lucy dan penisku kian licin sampai-sampai berbunyi “tet,,pret,,pret,,pret”,,setiap tante Lucy memaju mundurkan vaginanya diatas penisku.

Kemudian tante Lucy berhenti bergerak,,dan dengan nafas agak tak tertata bilang:

“Didi,,sekarang tes terakhir ya”.

“iya tante… Didi siap”.

REDMIQQ – Aku menikmati jari tante memegang penisku unsur tengahnya,sesaat lantas aku menikmati kepala penisku menyeruak sebuah lubang yang agak lebar sehingga mudah masuknya,aku merasakannya seraya memejamkan mata dan menikmatinya.

Ketika baru sepertiga masuk aku menikmati ujung penisku membentur semacam dinding yang berlobang kecil sekali,dan lobang tersebut kayaknya laksana cincin,,kepala penisku terarah kesana dan kurasakan pemilih lobang tersebut yaitu tante Lucy berjuang untuk memasukkan kepala penisku kelobangnya tetapi agak kesulitan.

Kurasakan desakan tante kian kuat terhadap penisku dan kelihatannya kulit kepala penisku terkupas oleh cincin tersebut rasanya nyilu nyilu enak sampai-sampai aku terbit suara.

“aakh”.

Tante Lucy menghentikan gerakannya.

“Gimana Didi… Sakit..??”.

“Enggak tante ngak apa apa”.

Tiba-tiba kurasakan lobang cincin tersebut berkedut-kedut dan meremas perbatasan antara kepala penisku dan batangnya,tadi barangkali kepalanya sudah melalui cincin itu,dan kelihatannya kepala penisku diempot oleh benda didalam vagina tante.

“Akh,,akh”,tiba-tiba tante Lucy bersuara.

Kembali kurasakan jepitan cincin tersebut makin powerful dan penisku kelihatannya tersiram air hangat didalam vagina tante Lucy,akupun kehilangan kendali menikmati jepitan tersebut dan tidak dapat menyangga sesuatu yang akan terbit dari dalam penisku dan aku terpekik akh…

Crooot,,croot,,crot,,Sekitar 4 kali cairan tersebut menyemprot kedalam vagina tante Lucy. Penisku masih tertanam didalam vagina tante sejumlah saat kuLucyhat tante Lucy masih memejamkan matanya…

“Udah tante tesnya…??”,tanyaku.

“Emm udah… Didi,ternyata anda laki-laki yang normal”,jawabnya seraya mengusung pantatnya mencungkil penisku divaginanya,trus tante Lucy berlangsung ke kamar mandi.

Aku menyaksikan kearah penisku,disana ternyata tidak sedikit berlepotan cairan berwarna putih,ada yang kental terdapat yang jernih sebagian lagi terdapat di bulu-buluku yang masih halus,aku beranggapan dalam hati.

Seandainya tes ini dilaksanakan setiap hari,mungkin aku tidak bakal menolaknya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *